'Crazy'! The Governor and Secretary of Riau Raise His Wife, Daughter-in-law, Brother and Sister to Become Officials

Photo: President Jokowi greets Riau Governor Syamsuar after the inauguration







ARB INdonesia, RIAU – Not even a year in office, Riau Governor Syamsuar has carried out a massive mutation.


The governor who was appointed by President Joko Widodo on February 20, 2019 has just appointed 737 new officials within the Riau Provincial Government.


The inauguration of echelon III and IV officials conducted at Menara Bank Riau-Kepri Jl Sudirman Pekanbaru was led by Deputy Governor of Riau, Edy Natar Nasution, Tuesday (1/7/2020).


But the inauguration of the new official has drawn controversy and has come under the spotlight of various parties. The reason, many families of Riau Governor Syamsuar and the family of Riau Province Secretary Yan Yan Prana Jaya were appointed officials.







The governor’s son-in-law, wife, son-in-law, brother, sister, and Riau Regional Secretary’s aide were appointed as new officials. On the other hand, many officials who have qualifications have been promoted or do not get positions.


Responding to this, the Riau Regional House of Representatives (DPRD) plans to form a special committee (Pansus) to investigate the appropriateness of the appointed officials.


This was stated by the Chairperson of the Riau DPRD Democratic Faction, Agung Nugroho, to Riau Pos (Jawapos / Pojoksatu.id group) on Thursday (1/9/2020) yesterday.


Agung Nugroho said, the proposal to form a special committee had arrived from several factions in the DPRD Riau.


“Indeed, several factions have suggested that this be investigated. Because after the inauguration there were many questions from the public. Why officials who have competence but instead are non-job, there are many officials from the regions. Plus there is an issue that is inaugurated as a relative of the leader who served, “said Agung.







Agung said that the plan to form a special committee was indeed merely a proposal. Later, through plenary, the council will ask for proposals from factions to be submitted officially. So that the people’s representatives can make a special agenda. So far, he said, the formation of the special committee had been conveyed orally to the Riau DPRD leadership.


“Why is this important, because it concerns the performance of the government in running the APBD. At the same time answering questions from the public, does the newly appointed official have competence, “he explained.


When asked, when the board will hold a meeting, he said he would do it in the near future. Even if it is likely to be held next week.


“It’s likely next week. Hopefully there are no obstacles, “he added.


The following is a list of families and relatives of the Governor and Secretary of Riau who are appointed as officials:


1. Governor’s Son-in-law
Riau Governor Syamsuar’s son-in-law, Tika Rahmi Syafitri was appointed as Head of the Subdivision (Head of Subdivision) of the Regional Revenue Agency (Bapenda) of Riau Province.


2. Wife of Secretary of Riau
Fariza, the wife of Riau Regional Secretary Yan Prana Jaya was appointed as Head of Development (Head) of the Riau Regional Personnel Agency (BKD). Fariza was previously a staff of the Riau BKD.


3. Riau Regional Secretary
Prasurya Darma, elder brother of Riau Province Secretary Yan Prana was appointed as Secretary of the Riau Province Social Service.


4. Secretary of Riau Regional Secretary
Dedi Herman who is the younger brother of Riau Province Secretary Yan Prana was appointed as the Head of the Riau Police Satpol Ops.


5. Governor’s Aide
Riau Governor Adjutant Syamsuar was appointed as Head of Subdivision (Kasubag) in the Setdaprov Riau Administrative Leadership Bureau (Adpim).


6. Aide Sekda Riau
Assistant Secretary of Riau Province Yan Prana, Rogi was appointed as Head of Section for the Use of Security and Maintenance of Regional Secretariat for the Secretary of Finance and General Affairs of Riau Province Secretariat. (*)


loading…




Google Translate
Source Link Pojoksatu.id
https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2020/01/10/gila-gubernur-dan-sekda-riau-angkat-istri-menantu-kakak-dan-adik-jadi-pejabat/




'Gila'! Gubernur dan Sekda Riau Angkat Istri, Menantu, Kakak dan Adik Jadi Pejabat

Presiden Jokowi menyalami Gubernur Riau Syamsuar usai pelantikan







ARB INdonesia, RIAU – Belum genap setahun menjabat, Gubernur Riau Syamsuar telah melakukan mutasi besar-besaran.


Gubernur yang dilantik Presiden Joko Widodo pada 20 Februari 2019 itu baru saja mengangkat 737 pejabat baru di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.


Pelantikan pejabat eselon III dan IV yang dilakukan di Menara Bank Riau-Kepri Jl Sudirman Pekanbaru tersebut dipimpin oleh Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution, Selasa (7/1/2020).


Namun pelantikan pejabat baru itu menuai kontroversi dan mendapat sorotan dari berbagai pihak.


Penyebabnya, banyak keluarga Gubernur Riau Syamsuar dan keluarga Sekda Provinsi Riau Riau Yan Prana Jaya yang dilantik menjadi pejabat.


Menantu gubernur, istri, menantu, kakak, adik, hingga ajudan Sekda Riau diangkat menjadi pejabat baru.


Pada sisi lain, banyak pejabat yang memiliki kualifikasi justru dinonjobkan alias tidak mendapat jabatan.







Menyikapi hal itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau berencana membentuk panitia khusus (Pansus) untuk mengusut kepatutan pejabat yang dilantik.


Hal itu dikemukakan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Riau, Agung Nugroho kepada Riau Pos (grup Jawapos/Pojoksatu.id), Kamis (9/1/2020) kemarin.


Agung Nugroho mengatakan, usulan pembentukan pansus sudah berdatangan dari beberapa fraksi di DPRD Riau.


“Memang beberapa fraksi ada mengusulkan supaya ini diusut. Karena setelah pelantikan ada banyak pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat. Mengapa pejabat yang memiliki kompetensi tapi justru non job, banyaknya pejabat dari daerah. Ditambah ada isu yang dilantik merupakan sanak saudara pimpinan yang menjabat,” sebut Agung.


Agung mengatakan, rencana pembentukan pansus memang baru sebatas usulan. Nantinya, melalui paripurna, dewan akan meminta usulan dari fraksi dimasukan secara resmi. Sehingga para wakil rakyat bisa membuat agenda secara khusus.


Sejauh ini, kata dia, ususlan pembentukan pansus sudah disampaikan secara lisan kepada pimpinan DPRD Riau.







“Kenapa ini penting, karena kan menyangkut kinerja pemerintah dalam menjalankan APBD. Sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat, apakah pejabat yang baru saja dilantik memiliki kompetensi,” paparnya.


Saat ditanya, kapan dewan akan melaksanakan rapat, dirinya menjawab akan dilakukan dalam waktu dekat. Bahkan jika memungkinan akan dilaksanakan pekan depan.


“Kemungkinan pekan depan. Mudah-mudahan tidak ada halangan,” tambahnya.



Berikut ini daftar keluarga dan kerabat Gubernur dan Sekda Riau yang dilantik menjadi pejabat:


1. Menantu Gubernur
Menantu Gubernur Riau Syamsuar, Tika Rahmi Syafitri dilantik menjadi Kepala Sub Bagian (Kasubag) Retribusi di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau.


2. Istri Sekda Riau
Fariza, istri Sekda Riau Yan Prana Jaya dilantik menjadi Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau. Fariza sebelumnya merupakan staf BKD Riau.


3. Kakak Sekda Riau
Prasurya Darma, kakak kandung Sekda Provinsi Riau Yan Prana dilantik sebagai Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Riau.


4. Adik Sekda Riau
Dedi Herman yang merupakan adik Sekda Provinsi Riau Yan Prana dilantik sebagai Kabid Ops Satpol PP Riau.


5. Ajudan Gubernur
Ajudan Gubernur Riau Syamsuar dilantik menjadi Kepala Sub Bagian (Kasubag) di Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Riau.


6. Ajudan Sekda Riau
Ajudan Sekda Provinsi Riau Yan Prana, Rogi dilantik sebagai Kasubag Penggunaan Pengamanan dan Pemeliharaan Aset Sekda Bagian Administrasi Keuangan dan Umum Sekdaprov Riau. (*)


loading…




Sumber Pojoksatu.id
https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2020/01/10/gila-gubernur-dan-sekda-riau-angkat-istri-menantu-kakak-dan-adik-jadi-pejabat/




ICW Desak KPK Selidiki Keterlibatan PDIP Terkait OTT Wahyu Setiawan

Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan. ©2019 Merdeka.com/Nur Habibie







ARB INdonesia, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan dalam sebuah operasi tangkap tangan atau OTT. Pada Kamis (9/1) malam, Wahyu telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap terkait penetapan anggota DPR RI terpilih 2019-2024.


Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta KPK untuk mengembangkan dugaan keterlibatan aktor-aktor lainnya dalam perkara ini. Termasuk dugaan keterlibatan oknum dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP.


“Jika disimak dengan baik pernyataan pimpinan KPK dalam pernyataan pers sebelumnya, terdapat sejumlah fakta, yakni adanya perintah salah satu pengurus DPP PDIP memerintahkan advokat bernama Doni mengajukan gugatan uji materi Pasal 54 Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara,” jelas Peneliti ICW, Kurnia Ramadhan melalui keterangan tertulisnya, Jum’at (10/1).







Kurnia juga menyebutkan, indikasi lainnya adalah PDIP berkirim surat kepada KPU untuk menetapkan Harun Masiku sebagai pengganti caleg yang meninggal.


“Proses ini menunjukkan adanya peran partai untuk turut mendorong proses PAW (pergantian antar waktu anggota DPR) ini,” tegasnya.


Padahal menurut Kurnia ketentuan penggantian calon terpilih telah jelas diatur dalam Pasal 426 Ayat 3 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang berbunyi bahwa “Calon terpilih anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diganti oleh KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/ Kota dengan calon dari daftar calon tetap Partai Politik Peserta Pemilu yang sama di daerah pemilihan tersebut berdasarkan perolehan suara calon terbanyak berikutnya.”



Dalam hal kasus ini, lanjut Kurnia, menurut KPU yang seharusnya menjadi pengganti adalah Riezky Aprilia berdasarkan UU Pemilu. Akan tetapi partai justru tetap mendorong Harun Masiku untuk dilantik menggantikan Nazarudin Kiemas yang telah meninggal dunia.


“Oleh karena itu, ICW mendorong KPK untuk menggali adakah oknum PDIP yang berperan atau terlibat dalam proses PAW tersebut yang berujung terjadinya praktik suap,” pintanya.


Pihaknya juga mendesak partai pemenang Pemilu 2029 itu untuk bersikap mendukung dan kooperatif terhadap segala langkah hukum pro-justicia yang dilakukan oleh KPK. (*)


loading…




Sumber merdeka.comliputan6.com
https://m.merdeka.com/peristiwa/icw-desak-kpk-selidiki-keterlibatan-pdip-terkait-ott-wahyu-setiawan.html




Dozens of trunks of coconut plantations are damaged due to this, will PT THIP in Inhil be compensated?

Photo: Coconut Plantation, owned by Tanjung Simpang Village residents, which was attacked by beetles


Video of coconut plantation in Tanjung Simpang Village that was attacked by beetles


ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dozens of trunks of coconut trenches Communities in Tanjung Simpang Village, Pelangiran District, Indragiri Hilir Regency, Riau suffered severe damage due to the attack of horn beetle (Oryctes rhinoceros).


This is thought to be a result of replanting (replanting) oil palm plantations owned by PT TH Indo Plantatons. Feeling disadvantaged by the replanting of the oil palm plantations, hundreds of local people staged a demonstration to demand compensation from the company on Thursday (10/1/2020).


In the action, the community accused the beetle pest of reproducing due to oil palm replanting which was deemed incompatible with the Standard Operating Procedure (SOP).







As a result, coconut trees decay at the base of young leaves, because of the many horn beetles that descend. Kapala of Tanjung Simpang Village, Abu Nawas revealed, community coconut trees from 10 trenches were attacked by hornbill beetles, some coconut trees died and no longer produced coconut fruit.


As a result, local coconut farmers feel economically disadvantaged, it is estimated that farmers fail to harvest.


“Meanwhile farmers really need the cost of living and school fees for their children. We the community will demand compensation,” he said to the media crew, Thursday (01/10/2020).


Meanwhile, the march of mass action through Feri Irawan claimed, the case of the beetle pest attack also occurred on 30 December 2019, at that time the local community had held a meeting with the Village Head, Bhabinkamtibmas, BPD, Tomas.


Photo: People in Tanjung Simpang Village Hold Demonstration Action


“This time to follow up on the negligence of the company which is considered less attention to environmental impacts due to the rejuvenation of oil palm plantations,” he said.


Feri continued, in the demonstration this time, the company was directly confronted by the mass action. Attended by Regional Head representing PT THIP management, Siswanta Capah.


“From the meeting, the community and the company held a negotiation to agree on the demands of the mass action,” he said.


As a result of these negotiations, an agreement was reached to meet the demands of the community asking the PT TH Indo Plantatons company to approve and invite the Verification Team to continue the case, and count the dead coconut plants due to the horn beetle pest.







“Tomorrow, Friday, January 10, 2020, the company together with the head of the Tanjung Simpang village meet with the verification team at the Plantation Office to follow up on the verification activities,” he said Meanwhile, Regional Head said it had received demands from the action period including:


The first is related to the compensation of the coconut plantations of the people who died due to the attack of the horn beetle pest, met with the verification team to calculate how many hectares of damaged coconut plantations, and followed up the opening of river access which was blocked. (Arbain)


loading…




Google Translate




Amerika Serikat Siap Bernegosiasi dengan Iran Tanpa Syarat

Amerika Serikat menyatakan siap bernegosiasi dengan Iran tanpa prasyarat.Foto/Dok/SINDOnews







ARB INdonesia, WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) menyatakan siap bernegosiasi dengan Iran tanpa prasyarat, menyusul menurunkan eskalasi ketegangan antara kedua belah pihak. Itu disampaikan AS dalam sebuah surat kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Duta Besar AS untuk PBB Kelly Craft mengungkapkan, AS siap bernegosiasi untuk mencegah terganggunya perdamaian internasional dan keamanan atau eskalasi oleh pemerintahan Iran.


Permohonan negosiasi itu justru ditolak mentah-mentah oleh Iran. Duta Besar Iran untuk PBB Majid Takht Ravanchi mengungkapkan bahwa tawaran perundingan dari AS sebagai hal yang tidak bisa dipercaya. “Pada saat bersamaan, AS juga memberikan sanksi ekonomi kepada Iran,” katanya dilansir Reuters.


Bukan kali ini saja Trump menawarkan perundingan tanpa syarat. Dia pernah meminta perundingan dengan Presiden Iran Hassan Rouhani. Namun, itu tidak terealisasi. Apalagi September lalu, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Khamenei menyatakan Iran tidak akan pernah menggelar perundingan bilateral dengan AS.


Presiden AS Donald Trump menuding Iran “sepertinya akan mundur” setelah menembakkan rudal ke pangkalan udara AS di Irak. Dia juga menegaskan bahwa tidak ada prajurit AS atau Irak yang tewas dalam serangan itu, dan pangkalan itu hanya mengalami kerusakan kecil.







Trump juga mengatakan bahwa kekuatan AS, baik militer maupun ekonomi, adalah langkah pencegahan terbaik. “Faktanya, bahwa kita mempunyai militer dan peralatan hebat, tidak berarti kita harus menggunakannya,” tuturnya.


Trump pun mengatakan bahwa AS akan segera menjatuhkan sanksi keuangan dan ekonomi tambahan kepada Iran. “Sanksi itu diberikan hingga Iran mengubah perilakunya,” tutur Trump. Dia menyerukan Iran harus meninggalkan ambisi nuklirnya dan mengakhiri dukungannya kepada terorisme.


Wakil Presiden AS Mike Pence mengatakan kepada CBS News bahwa informasi intelijen mengindikasikan Iran telah meminta kelompok milisi pendukungnya agar tidak menyerang sasaran AS. “Kami menerima beberapa laporan intelijen bahwa Iran mengirim pesan kepada kelompok milisi pendukungnya agar tidak menyerang sasaran atau warga sipil AS, dan kami berharap pesan itu terus bergema,” kata Pence kepada media tersebut.


Bukan hanya AS yang mengindikasikan penurunan eskalasi. Iran juga demikian. Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengungkapkan Iran tidak akan meningkatkan eskalasi atau perang. “Kita akan membela diri melawan segala bentuk agresi,” ujarnya. Moqtada al-Sadr, ulama Syiah yang menentang intervensi Iran dan AS di Irak, menyatakan krisis Irak telah selesai. “Semua faksi di Iran harus bersabar dan tidak memulai peperangan,” paparnya.







Namun demikian, Komandan Pasukan Antariksa Garda Revolusi Iran Amirali Hajizadeh mengungkapkan bahwa serangan misil di Irak tidak bertujuan untuk membunuh tentara AS. “Itu hanya untuk menimbulkan kerusakan mesin militer Washington. Itu juga merupakan awal dari serangkaian serangan di kawasan,” katanya dilansir stasiun televisi Iran.


Menurut Hajizadeh, balas dendam paling tepat atas pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani adalah mengusir tentara AS dari Timur Tengah. “Ratusan misil siap diluncurkan,” ujarnya. Hal senada juga diungkapkan Abdollah Araghi, komandan senior Garda Revolusi. “Serangan balas dendam yang lebih keras akan segera dilakukan,” ujarnya.


Sementara komandan baru Pasukan Quds, Brigadir Jenderal Esmail Ghaani, mengatakan dia akan mengikuti langkah Jenderal Qassem dalam memimpin pasukan militer tersebut. Quds bertugas untuk mengawasi operasi militer Iran di luar negeri. “Kita akan melanjutkan jalan bercahaya dengan kekuatan,” kata Ghaani.







Hajizadeh mengungkapkan, ketika Teheran meluncurkan misil, mereka menggunakan serangan siber yang melumpuhkan semua sistem navigasi pesawat nirawak dan pesawat AS. Namun, hal itu dibantah AS. Ketua Umum Gabungan AS Jenderal Mark Milley meyakini bahwa sistem peringatan dini mampu mencegah jatuhnya korban.


“Apa yang saya yakini, berdasarkan apa yang saya lihat dan saya tahu, serangan rudal itu ditujukan untuk menyebabkan kerusakan struktural, menghancurkan kendaraan, peralatan, serta pesawat terbang, dan untuk membunuh personel kami,” katanya.


Menteri Pertahanan AS Mark Esper menyatakan 16 rudal diluncurkan dari setidaknya tiga lokasi di Iran. Setidaknya 11 dari rudal-rudal Iran menjadikan pangkalan udara AS di Al Asad, di wilayah barat Baghdad, sebagai target serangan, dan setidaknya satu lagi mengenai pangkalan AS di Irbil. Beberapa rudal lainnya mendarat agak jauh dari target. (*)


loading…




Sumber Sindonews.com
https://international.sindonews.com/read/1492585/42/amerika-serikat-siap-bernegosiasi-dengan-iran-tanpa-syarat-1578613999




Puluhan Batang Parit Kebun Kelapa Rusak Akibat ini, Akankah PT THIP di Inhil Ganti Rugi ?

Kebun Kelapa milik warga Desa Tanjung Simpang, yang alami serangan hama kumbang







ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Puluhan batang parit kebun kelapa Masyarakat di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir-Riau mengalami kerusakan yang cukup parah akibat serangan hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros).


Hal itu diduga akibat dari penanaman kembali (Replanting) kebun kelapa sawit milik PT TH Indo Plantatons.


Merasa dirugikan dengan adanya Replanting tanaman sawit tersebut, ratusan masyarakat tempatan menggelar aksi unjuk rasa untuk menuntut ganti rugi kepada pihak perusahaan, Kamis (10/1/2020).


Dalaam aksi itu Masyarakat menuding, hama kumbang berkembang biak akibat Replanting kelapa sawit yang dinilai tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).


loading…




Akibatnya, pohon kelapa mengalami pembusukan pada pangkal daun muda, karena banyaknya kumbang tanduk yang menghinggapi.


Kapala Desa Tanjung Simpang, Abu Nawas mengungkapkan, pohon kelapa masyarakat dari 10 batang parit diserang hama kumbang tanduk, sebagian pohon kelapa mati dan tidak memproduksi buah kelapa lagi. Akibatnya, Petani kelapa tempatan merasa dirugikan secara ekonomis, diiperkirakan petani gagal panen.


“Sementar petani sangat membutuhkan biaya hidup dan biaya sekolah anak mereka. Kami masyarakat akan menuntut ganti rugi,” tegasnya kepada awak media, Kamis (10/1/2020).


Sementara itu, barisan massa aksi melalui Feri Irawan mengaku, kasus serangan hama kumbang ini juga pernah terjadi pada 30 Desember 2019 lalu, saat itu masyarakat tempatan sudah mengadakan musyawarah bersama Kepala Desa, Bhabinkamtibmas, BPD, Tomas.


Foto: Masyarakat di Desa Tanjung Simpang Gelar Aksi


“Kali ini untuk menindaklanjuti kelalaian pihak perusahaan yang dinilai kurang memperhatikan dampak lingkungan akibat peremajaan penanaman sawit tersebut,” ungkapnya.


Lanjut Feri, dalam aksi unjuk rasa kali ini, pihak perusahaan langsung berhadapan dengan massa aksi. Dihadiri oleh Regional Head mewakili manajemen PT THIP, Siswanta Capah.







“Dari pertemuan tersebut, antara masyarakat dan pihak perusahaan melakukan perundingan menyepakati tuntutan dari massa aksi,” ucapnya.


Hasil dari perundingan tersebut, adanya kesepakatan untuk memenuhi tuntutan masyarakat meminta pihak perusahaan PT TH Indo Plantatons menyetujui dan mempersilahkan Tim verifikasi untuk melanjutkan kasus tersebut, dan menghitung tanaman kelapa yang mati diakibatkan hama kumbang tanduk.



“Besok Jumat 10 Januari 2020, pihak perusahaan bersama kepala desa Tanjung Simpang menemui Tim verifikasi di Dinas Perkebunan guna menindaklanjuti kegiatan verifikasi tersebut,” ungkapnya


Sementara itu, Regional Head mengatakan pihaknya telah menerima tuntutan dari masa aksi diantaranya:


Pertama terkait adanya ganti rugi kebun kelapa masyarakat yang mati terkena serangan hama kumbang tanduk, menemui Tim verifikasi untuk melakukan perhitungan berapa hektare kebun kelapa yang rusak,  dan menindaklanjuti pembukaan akses sungai yang sempat diblokir.


Editor : Arb


Video kebun kelapa warga Desa Tanjung Simpang yang alami serangan hama kumbang