Maaf Ya, Jokowi Hadir ke Natuna Bukan untuk Gertak China, tapi Demi Nelayan Indonesia

Presiden Jokowi di atas KRI Usman Harun 359 yang sandar di Pangkalan Angkatan Laut Terpadu Selat Lampa, Natuna. Foto BPMI Setpres







ARB INdonesia, JAKARTA – Kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Natuna beberapa hari lalu membawa pesan bagi publik Indonesia, bukan pemerintah China.


Hal itu berbeda dengan rapat yang dilakukan oleh Jokowi di atas KRI di perairan Natuna pada 2016 yang pesannya ditujukan kepada pemerintah China.


Demikian yang dikatakan oleh Gurubesar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana dalam diskusi “Pantang Keok Hadapi Tiongkok” di Upnormal Coffee, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Minggu (12/1).







Menurutnya, pesan kehadiran Jokowi dan rombongan di Natuna kemarin justru ditujukan untuk masyarakat Indonesia.


“Presiden secara sengaja mengatakan tidak ada pelanggaran terhadap kedaulatan, melainkan hak berdaulat di ZEE,” tutur Hikmahanto.


Hal itu dibutuhkan karena beberapa waktu terakhir masyarakat Indonesia memiliki kesalahan pandangan di mana pelanggaran dianggap terjadi di kedaulatan.







Bahkan banyak di antara masyakarat Indonesia yang mendorong pemerintah untuk mengerahkan militer yang bilamana dilakukan justru akan menyalahi aturan.


Menimpali Hikmahanto, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengatakan kehadiran Jokowi merupakan pesan untuk rakyat Indonesia, khususnya nelayan. Bahwa pemerintah menjamin perlindungan dari nelayan Indonesia.


“Kehadiran presiden memberikan kepastian jaminan perlindungan bagi nelayan Indonesia,” ujar Ali. (*)


loading…




Sumber Pojoksatu.id
https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2020/01/12/maaf-ya-jokowi-hadir-ke-natuna-bukan-untuk-gertak-china-tapi-demi-nelayan-indonesia/





Awalnya Dikira Tertidur, Tamjudin Ditemukan Sudah Tak Bernyawa di Atas Becak Miliknya

Foto: Seorang tukang becak di Tembilahan di temukan meninggal dunia


ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Seorang tukang becak ditemukan meninggal dunia di atas becak miliknya, Minggu (12/1/2020) siang di Jalan Jenderal Sudirman, Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau. Saat ditemukan, kondisi jenazah tukang becak itu telah kaku.







Sejumlah warga dan pengendara sempat dihebohkan dengan penemuan tukang becak yang meninggal dunia di atas becak miliknya. Tukang becak tersebut diketahui bernama Tamjudin (64), Warga Jalan Prof. M Yamin, Gang Sempurna, Tembilahan.



Kapolsek KSKP, Ipda Ridwan SH mengungkapkan, awalnya, seorang saksi bernama Suryadi (34) mengira Tamjudin sedang tertidur di atas becak. Namun, Suryadi melihat kejanggalan dengan posisi tidur Tamjudin yang menyamping hingga hampir terjatuh ke aspal jalan.







“Curiga tukang becak tersebut telah meninggal dunia, kemudian Suryadi bersama saksi lainnya yang bernama Hermanto melaporkan kejadian tersebut kepada Piket Mapolsek Kawasan Pelabuhan,” tutur Ipda Ridwan.


Mengetahui bahwa tukang becak telah meninggal dunia, diungkapkan Ipda Ridwan, Piket Polsek Kawasan Pelabuhan bersama Piket SPKT Polres Inhil langsung membawa korban ke Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan untuk dilakukan pemeriksaan oleh pihak medis.







“Dari hasil Pemeriksaan oleh pihak medis tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan. Selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” jelas Ipda Ridwan.


Menurut Ipda Ridwan, berdasarkan keterangan anak kandung korban, yakni Arman Jaya, sang Ayah, Tamjudin memang memiliki riwayat penyakit darah tinggi. (rls)





Pria di Karawang Dibakar Mantan Pacar

LL mendapat perawatan setelah dibakar mantan pacarnya. Foto: Radar Karawang







ARB INdonesia, KARAWANG – Niat LL (26) untuk bertemu wanita malah berujung petaka. Warga Dusun Selang II RT 14/04 Desa Ciwaringin, Kecamatan Lemahabang Wadas, Karawang, Jawa Barat, itu dibakar mantan pacarnya, NA (26), beserta dua orang lelaki MRR (25) dan MH (24).


LL pun harus mendapat perawatan di RS Karya Husada akibat luka bakar di kepala dan sebagian tubuhnya.


Kejadian ini bermula saat LL memaksa NA berhubungan intim di Hotel Pondok Ratu Jomin. Namun NA tak mau meladeninya. Kemudian LL mengancam akan menyebarkan video asusilanya bersama NA jika tak mau melayani.







Kesal dengan LL, NA kemudian datang ke Hotel Pondok Ratu bersama dua orang rekan lelakinya. Sesampainya di lokasi, NA dan kedua rekannya langsung melakukan pengeroyokan disertai kekerasan dengan cara menyiram bensin dan membakar LL, Rabu (8/1).


Berawal dari rekaman CCTV Hotel Pondok Ratu, tak berserang lama polisi berhasil menangkap pelaku NA. Kemudian Kamis (9/1) dini hari pelaku lainnya juga ikut ditangkap saat bersembunyi di Hotel Reddorz di Jalan Raya Tamelang, Desa Tamelang, Kecamatan Purwasari.


“Anggota Reskrim (Resmob) Polres Karawang beserta anggota Reskrim Polsek Kotabaru melakukan penagkapan para pelaku tindak pidana pengeroyokan disertai kekerasan dengan cara menyiram dan membakar menggunakan bensin yang terjadi pada hari Rabu (8/1) sekitar pukul 11.00 WIB di Hotel Pondok Ratu,” kata Kanit Reskrim Polsek Kotabaru Aipda Sarin Burhanudin kepada Radar Karawang.







Dia menjelaskan, penangkapan tersebut berawal dari pengecekan rekaman CCTV Hotel Pondok Ratu. NA pelaku yang terlebih dulu ditangkap karena sudah terakam CCTV.


“Anggota Resmob Polres Karawang beserta anggota Reskrim Polsek Kotabaru langsung mendatangi tempat persembunyian pelaku dan menangkap para pelaku,” terangnya.


Dari tangan pelaku, tambah Sarin, diamankan barang bukti dua unit sepeda motor, tiga buah handphone, kartu ATM BCA, korek api dan plastik bening sisa bensin. “Kami sudah mengamankan pelaku dan barang bukti ke Polres Karawang,” tuturnya.







Kejadian ini, lanjutnya, disebakan karena pelaku kesal dengan ulah korban yang akan meyebarkan video mesum korban dan pelaku. Awalnya, korban ingin melakukan hubungan intim dan memaksa pelaku untuk melayaninya. Jika tidak mau dan tidak datang ke Hotel Pondok Ratu akan menyebarkan video asusilanya.


“Pelaku wanita kesal dan datang ke lokasi dengan mengajak dua teman prianya. Pada saat itu juga, langsung mengeroyok pelaku dan menyiram dengan bensin, setelah itu langsung dibakar,” katanya. (*)


loading…




Sumber jpnn.com
https://m.jpnn.com/news/pria-di-karawang-dibakar-mantan-pacar?page=2





Gabung ke Persija, Evan Dimas : Alhamdulillah Terwujud

Bintang Timnas Indonesia di Piala AFF U-18 tahun 2017, Evan Dimas Darmono.







ARB INdonesia, JAKARTA – Evan Dimas resmi bergabung dengan Persija Jakarta untuk musim 2020. Ia dikontrak satu musim dengan opsi perpanjangan tiga tahun.


Evan Dimas mengaku, dirinya memang sudah lama ingin membela klub besar di Indonesia.


“Ketika bermain, kadang saya berpikir kapan bisa bermain di tim besar. Alhamdulillah hari ini terwujud,” katanya.


Menurut gelandang yang membawa Indonesia juara Piala AFF U-19 2013 itu, tantangan saat bermain di klub ternama seperti Persija menjadi motivasi dirinya untuk mengembangkan kemampuan menjadi lebih baik.







Pemain asal Surabaya, Jawa Timur, itu pun berharap dukungan dari kelompok suporter Persija The Jakmania kepada dirinya.


“Saya berharap bisa dianggap sebagai keluarga baru. Semoga The Jakmania dapat mendukung tim dan saya. Kita akan berjuang bersama-sama, saling mendukung untuk kesuksesan Persija,” tambahnya.


Diketahui, Evan, yang sebelumnya memperkuat Barito Putera, mendapatkan nomor punggung empat di skuat Macan Kemayoran.


Kedatangan Evan membuat Persija, menambah daftar pemain yang direkrut. Sebelumnya ada Alfath Faathier, Otavio Dutra dan Muhammad Rafli Mursalim. (ant/jpnn/pojoksatu)


loading…




Sumber Pojoksatu.id
https://pojoksatu.id/bola/nasional/2020/01/12/gabung-persija-jakarta-evan-dimas-alhamdulillah-terwujud/





Riau dan Sumsel Sepakat Bersama Mengatasi Karhutla

ARB INdonesia, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau dan Provinsi Sumatera Selatan, menyepakati mengatasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), secara bersama pada tahun 2020 ini.


Kesepakan tersebut, terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) gubernur Riau dan jajaran bersama Gubernur Sumatera Selatan dan jajaran terkait penanganan Karhutla, Sabtu (11/1/2020), di Balai Pauh Janggi, Gedung Daerah Provinsi Riau di Pekanbaru.


Hadir dalam rapat tersebut Gubernur Riau H Syamsuar, Danlanud Roesmin Nurjadin, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Karo OPS Polda mewakili Kapolda, Danrem 031 Wira Bima, BPBD Provinsi Riau beserta Kepala OPD Provinsi Riau dan jajaran. Dan dari Provinsi Sumel hadir Gubernur H. Herman Deru, berserta Danrem 044 Garuda Dempo, Kolonel. Arh Sonny Septiono dan jajaran.







“Kami ingin dalam pertemuan ini masing-masing jajaran dapat bertukar pengalaman, dan tercipta kesamaan visi dalam menghadapi bencana Karhutla, sehingga penanggulangan Karhutla dapat ditangani lebih baik. Musim kemarau ekstrem akan kita hadapi dalam waktu dekat, Pemprov Riau sudah melakukan koordinasi dengan berbagai stakeholder sampai pihak desa agar dapat bersama-sama menjaga hutan dan lahan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Syamsuar.


Beberapa kebijakan strategis yang telah dilakukan Pemprov Riau, diantaranya, Pemetaan kembali daerah rawan bencana. Inventarisir kembali terhadap izin perusahaan perkebunan dan pengusahaan yang beroperasi di wilayah Provinsi Riau. Perlibatan perusahaan dalam patroli bersama yang dapat dimonitoring langsung oleh satgas karhutla Provinsi Riau.


Penyediaan alat pertanian di 99 kecamatan yang rawan karhutla dan penyediaan tanaman yang ramah terhadap lingkungan. Pemberdayaan masyarakat sekitar hutan sebagai zona penyamgga sehingga menciptakan ekowisata terutama di kawasan taman nasional hutan lindung dan hutan konservasi. Pelibatan dunia pendidikan terhadap dosen dan tenaga pengajar lainnya serta mahasiswa yang melakukan kuliah kerja nyata dalam mensosialisasikan bahaya karhutla akibat membuka lahan cara membakar.







Menanam tanaman-tanaman yang ramah lingkungan di lahan gambut. Sistem informasi / aplikasi peringatan dini dalam mengetahui lokasi titik hotspot di lapanfam. Pembuatan embung dan sekat kanal pada lokasi-lokasi lahan gambut.


“Dan penetapan status siaga darurat jika sudah ada informasi awal dari BMKG mengenai masuknya musim kemarau. Selanjutnya pembentukan tim terpadu penertiban kebun sawit ilegal, termasuk penegakan hukum. Terakhir juga menjalin sinergitas antara pemprov dan Kabupaten Kota, serta bersama pemerintah pusat, perguruan tinggi dengan semua pihak,” ungkap Gubri.


Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru mengungkapkan, tidak ada kata lain selain kerjasama dalam menghadapi Karhutla ini. Melihat solidnya Gubernur Riau dengan bupati/walikota dalam menangani Karhutla, hal ini menjadi inspirasi bagi dirinya.


“Selama 10 tahun saya menjabat menjadi bupati tidak ada Karhutla, baru saja saya dilantik sebagai gubernur langsung dihadapkan dengan Karhutla, tahun 2019 merupakan kondisi cuaca panas yang sangat ekstrim,” ungkap Herman.







Lahan gambut di Sumsel, beber Herman, ada seluas 1,4 juta. Kubah gambut di Sumsel 20-30 meter, dan berada jauh dari infrastruktur. Andalan pemadaman hanya water bombing dengan cost yang besar sementara APBD Sumsel sedikit. Karenannya Pemerintah Provinsi Sumsel kewalahan menghadapi Karhutla.


“Saya mengucapkan terimakasih kepada gubernur Riau, sudah mau menerima kami dan bertukar pikiran tentang penanganan Karthula, dan kami juga berterima kasih karena Riau sudah mengumpulkan daerah penghasil sawit tadi pagi. Untuk menghadapi Karhutla tidak ada kata lain, selain saling bekerjasama,” ucap Herman.


Untuk diketahui, pada tahun 2019 yang lalu, kondisi Karhutla di Riau, begitu parah setelah tiga tahun tanpa asap. Dan kembali terjadi pada tahun 2019, yang menyebabkan ratusan ribu haktar lahan terbakar. Bahkan menyebabkan kabut asap tebal, dan menggangu dunia pendidikan. Selain itu juga mengganggu penerbangan dan perekonomian. (*)


loading…




Sumber cakaplah.com
https://www.cakaplah.com/berita/baca/2020/01/11/riau-dan-sumsel-sepakat-bersama-mengatasi-karhutla/#sthash.MHWlnmZa.dpbs





Jokowi Wants To Close Copra Exports, Will Be Processed By Himself For Airplane Fuel

Fhoto: Through the editing process







ARB INdonesia – President of the Republic of Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) wants to close the export of several commodities in Indonesia, one of which is copra export. Because according to him, copra can be processed into a substitute for Aviation Turbine (Avtur) fuel.


Avtur is a type of aviation fuel that is designed to be used on airplanes powered by gas turbines. Copra is dried coconut meat, this commodity is exported to several countries such as India, Thailand and the Philippines.


“Coconut oil copra can become Avtur. This research is almost complete, “said Jokowi in the 47th PDI Perjuangan anniversary event at JIExpo in Jakarta, Friday (10/1/2020).


The President of the Republic of Indonesia said, If the results of the research had already come out, he wanted to replace all aircraft fuel with copra owned by farmers in the country.


“This step is aimed at realizing a self-reliant Indonesia in the economic field, such as the message of Indonesia’s first President Sukarno. We will be independent and do it ourselves,” Jokowi said.


Besides copra, Jokowi also plans to close exports of several commodities such as bauxite and coal.


“However, the closing of the export tap will be carried out in stages,” he added.


As is known, Referring to businesswire.com, Indonesia is the largest volume of coconut producer in the world. Indonesia is capable of producing 19 million tons of coconut in 2018, while the Philippines and India produce 14 million and 12 million tons respectively.







In addition, Indonesia is also the world’s largest coconut exporter. In 2018, Indonesia exported 290 thousand tons or 52% of the total coconut exports.


On one hand, Transportation Minister Budi Karya Sumadi said, the government was studying ways to balance Avtur prices so that plane ticket fares would be more affordable, especially before Christmas and the New Year 2020. Moreover, avtur prices in eastern and western Indonesia were different.


“Avtur causes 40% increase in ticket prices. Therefore, Avtur prices will be looked for a way out by balancing (rebalancing) prices,” said Transportation Minister Budi Karya Sumadi at the end of last year (2/12/2019).


Based on Pertamina’s data in February 2019, the price of aviation fuel in eastern Indonesia averaged over Rp 10,000 per liter. Even the price of aviation fuel for Deo Airport (Sorong), Papua for Jet A-1 types reached Rp 11,080 per liter (77.4 US cents per liter).


The price is 34.9% higher than the price of Avtur at Soekarno Hatta Airport (Jakarta) Rp 8,210 / liter.


The following is a chart of Databoks related to avtur prices in Eastern Indonesia:



loading…




Editor: Arb
Google translate : Jokowi Ingin Tutup Ekspor Kopra, Akan Diolah Sendiri Untuk Bahan Bakar Pesawat


Source link:
https://katadata.co.id/berita/2020/01/10/bakal-diolah-jadi-avtur-jokowi-ingin-tutup-ekspor-kopra