Lambannya Pelaksanaan Mubes, Ketua IPPMR : HIPPMIH pada Pengurusan Sekarang 'Cacat' Organisasi
ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kecamatan Reteh (IPPMR) merasa kecewa dengan kinerja Pengurus Besar Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indragiri Hilir ( PB-HIPPMIH).
Pasalnya, sudah hampir 1 tahun pengurus HIPPMIH belum juga melaksanakan Musyawarah Besar (Mubes).
Dikatakan Ketua IPPMR, sudah sekian lama terlambat, seharusnya tidak adalagi alasan yang disampaikan oleh PB HIPPMIH seperti Akan lebih matang dalam persiapan, Secara pendanaan akan lebih dimaksimalkan, Dapat menjalin komunikasi serta publikasi dengan Senior-senior HIPPMIH, Beberapa ketua kecamatan menyampaikan bahwa pada maret adalah waktu yang tepat, sebab januari dan februari adalah waktu libur mahasiswa, Dan pertimbangan lainnya.
“lima point yang disampaikan kenapa terjadi keterlambatan Mubes HIPPMIH, itu hanyalah mengklarifikasi kegagalan kepengurusannya sendiri. Sudah sepantasnya HIPPMIH pada pengurusan sekarang kita katakan ‘Cacat’ Organisasi,” tegas Ketua IPPMR, Ricco Arianda, kepada media, Senin (13/1/2019).
Selain itu, Ricco Arianda juga menjawab info yang beredar bahwa Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kecamatan Reteh dan pengurus lainnya tidak mengetahui apa-apa mengenai persoalan Muslub HIPPMIH.
“Jelas-jelas Reteh menggikuti dan memberikan dukungan dalam Muslub tersebut, dan yang diutus merupakan orang kepercayaan dan dalam utusan ada surat rekomendasi yang diberikan untuk turut andil,” tuturnya.
Maka dari itu dikatakan Ricco, kami dari pihak kecamatan Reteh menyetujui dan menyepakati akan dilaksanakannya Musayawarah Luar Biasa (Muslub) yang di inisiator oleh Ketua dan Kawan-kawan dari Kecematan lain.
“Demi kebaikan dan sesuai dengan garis besar haluan organisasi, kenapa tidak !! ,” katanya.
Pada pemberitaan sebelumnya, berdasarkan hasil diskusi yang dilaksanakan oleh masing-masing Pimpinan Kecamatan, 11 dari 20 Kecamatan menyepakati akan melaksanakan Muslub HIPPMIH
11 Kecamatan tersebut diantaranya : Kecamatan Tembilahan Kota, Tembilahan Hulu, Batang Tuaka, Sungai Batang, Pelangiran, Tanah Merah, Kuala Indragiri, Reteh, Kateman, Pulau Burung, dan Kecamatan Enok.
Berstatus Nikah Siri, Istri Dibacok Karna Menolak Ajakan Suami Nikah Secara Sah
ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – SY (35) seorang warga RT 22, RW 06, Kelurahan Sungai Salak, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terpaksa dilarikan Puskesmas setelah dibacok oleh ME, yang merupakan suami sirinya, Senin (13/01/2020).
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun reporter media ini, SY dibacok karena menolak ME untuk mengajak menikah secara sah.
“ME mengajak SY nikah secarah sah, namun SY yang merupakan istri keduanya menolak untuk menjadi istri secara sah,” ungkap Danramil 03/Tempuling, Kapten Kapten Arh Sugiyono.
Tiba-tiba ME tidak terima dengan penolakan istri keduanya tersebut, sehingga terjadi percekcokan dan sampai perkalian.
“Adapun hasil pemeriksaan korban mengalami luka didahi bagian sebelah kanan dan luka paha bagian sebelah kiri, tangan kanan luka dan patah dan kasus ini sudah ditangani oleh Polsek Tempuling,” ulasnya.
Editor ar
Kesal Dihina, Suami Tusuk Istri dengan Pisau Dapur
Foto ilustrasi metro.tempo.co
ARB INdonesia, BEKASI – Seorang pria nekat menusuk istrinya dengan pisau dapur di rumah kontrakan Kampung Buwek Sebang, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Akibatnya, korban Nuraini (38), harus mendapatkan perawatan secara intensif karena luka tusukan di tubuhnya.
Sementara tidak lama setelah kejadian itu, pelaku Lukman Agus Prianto (38), langsung diamankan petugas di tempat tinggalnya. “Pelaku langsung kami amankan di rumah kontrakan, sedangkan kondisi korban sudah membaik di RS Kartika Husada,” ujar Kepala Kepolisian Sektor Tambun Kompol Siswo kepada wartawan, Senin (13/1/2019).
Peristiwa sadis itu bermula saat pelaku mengajak mengobrol istrinya dengan tujuan untuk menjenguk orang tua pelaku yang sedang dirawat di Rumah Sakit Siloam Bekasi. Namun, saat itu anaknya tidak mau ikut. “Pelaku meminta korban untuk membujuk anaknya tersebut agar mau ikut menjenguk,” katanya.
Karena diminta untuk membujuk itu, kata dia, korban langsung marah-marah pada suaminya karena sebelumnya sudah ada masalah. Kemudian istrinya mengusir pergi suaminya. Karena kesal dan korban mengoceh terus, pelaku menendang teko mengenai etalase rumah kontrakan tersebut.
Sehingga, lanjut dia, korban semakin marah dengan memakinya sangat keras. Kesal dengan sikap istrinya tersebut, ditambah korban terus menghina dirinya, pelaku kalut dan mengambil pisau dapur di atas kompor gas. “Pelaku langsung menusukkan pisau dapur ke arah istrinya sebanyak tiga kali, hingga korban terkapar,” ungkapnya.
Warga yang mendengar dan melihat pertengkaran itu kemudian mengamankan korban dengan membawanya ke Rumah Sakit Kartika Husada dan melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Tim Cobra dan Unit Reskrim yang mengetahui informasi langsung bergerak ke lokasi untuk segera mengamankan tersangka.
Petugas kemudian mengamankan tersangka di rumah kontrakan tersebut. Dari lokasi kejadian kejadian petugas mengamankan satu buah pisau dapur yang digunakan pelaku untuk menusuk korban. Pelaku bakal dijerat dengan kasus KDRT sesuai Pasal 44 ayat 2 UU KDRT. “Kasus ini masih kami dalami,” tegasnya. (*)
ARB INdonesia, IRAN – Pada 3 Januari, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumumkan dengan penuh kemenangan pembunuhan Jenderal Qassim Sulaimani. Setelah membunuh Panglima Pasukan Garda Revolusi Iran itu, Trump mengklaim tak menginginkan perang.
Seperti banyak analisis yang telah dipaparkan, pembunuhan itu dilakukan untuk membantunya menang kembali dalam Pilpres 2020. Strategi ini bisa berhasil jika Iran adalah pemain statis di papan catur.
Tapi itu tergantung pada bagaimana Iran memilih untuk membalas dan tindakan yang diambilnya dalam beberapa bulan dan tahun mendatang, ini bisa menentukan nasib politik Trump. Tindakan impulsif lainnya oleh Presiden Trump akan berdampak negatif pada posisi regional AS dan peran globalnya secara lebih luas.
Hanya beberapa jam setelah pembunuhan Sulaimani, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyatakan akan membalas dendam. Dan setelah sebuah pertemuan yang pertama kali dipimpinnya, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menerbitkan pernyataan yang berbunyi, “rezim AS akan bertanggung jawab untuk seluruh konsekuensinya”.
Jika Trump berharap Teheran akan menelan sendiri rasa sakitnya, dia jelas salah perhitungan. Sebagaimana analisis Profesor Pembantu Ilmu Politik di Universitas Teheran, Hassan Ahmadian, diterbitkan dalam rubrik Opini Aljazeera.
“Sulaimani adalah sosok pejabat paling populer di Iran; menurut jajak pendapat 2019, 82 persen rakyat Iran memandangnya dengan baik. Pembunuhannya mempersatukan bangsa dan membuat pentingnya balas dendam lebih mendesak. Selain membalas dendam, perubahan bertahap dalam perilaku strategis Iran berhadap-hadapan dengan AS dan negara-negara sekutunya di kawasan itu – yang tidak akan terlalu toleran terhadap kehadiran AS,” tulisnya, dikutip dari Aljazeera, Minggu (12/1).
Visi strategis Sulaimani secara luas dipandang penting bagi pertahanan Iran. Membunuhnya dianggap sama dengan menargetkan keamanan nasional Iran dan terutama di mata pejabat Iran dan publik Iran.
Beberapa jam setelah pembunuhan tersebut, wakil Sulaimani, Ismail Qaani, ditunjuk sebagai komandan baru bagi Pasukan Quds Garda Revolusi (IRGC). Langkah itu dimaksudkan untuk membantah spekulasi tentang kekosongan yang ditinggalkan oleh Sulaiimani, tetapi juga untuk menekankan kelanjutan strategi regional Iran ke depan.
Setelah pembunuhan itu, mulai muncul perdebatan kapan, di mana dan bagaimana membalas dendam, daripada apakah akan membalas atau tidak. Teheran terpaksa menanggapi karena tidak bertindak akan membuat pencegahan regional tidak relevan, melemahkan “poros perlawanan” – aliansi negara-negara Timur Tengah yang berpikiran sama dan gerakan politik-militer yang bersekutu dengan Iran – dan mendorong eskalasi AS.
“Serangan rudal yang menghantam pangkalan-pangkalan AS di Irak pada 8 Januari hanyalah permulaan – hanya “tamparan” menurut Pemimpin Tertinggi Iran – dan tampaknya dimaksudkan sebagai tanggapan cepat untuk memuaskan seruan publik untuk membalas dendam,” tulisnya.
Penyerangan pangkalan pasukan AS itu pun dinilai tak sebanding dengan kematian Sulaimani. Dan diharapkan akan ada balasan yang lebih besar lagi di masa yang akan datang.
“Iran tampaknya tidak akan melakukan tindakan gegabah dalam menghadapi eskalasi AS,” lanjutnya.
Iran diprediksi akan diam selama beberapa saat sebelum kembali melancarkan aksi balasannya. Termasuk mempersiapkan strategi pencegahan jika eskalasi dengan AS meningkat.
Meskipun beragam, semua opsi Iran adalah pilihan sulit yang dapat menyebabkan eskalasi lebih lanjut. AS mundur setelah serangan rudal 8 Januari terhadap posisinya di Irak mengurangi kemungkinan ini untuk saat ini, tetapi di masa depan, sebuah serangan balasan dapat dengan mudah berubah menjadi konfrontasi.
Teheran mungkin juga melakukan serangan dahsyat pada salah satu negara sekutu AS seperti Israel – seperti disinggung dalam pernyataan IRGC setelah serangan rudal di Irak.
Opsi Iran lainnya termasuk serangan siber dan serangan tidak langsung terhadap aset dan pasukan AS di kawasan itu.
“Teheran paham debat domestik dan internasional yang berkelanjutan tentang pelanggaran kebijakan luar negeri Trump selama ini dapat meningkatkan tekanan internal kepadanya, yang diharapkan dapat dimanfaatkan,” kata Ahmadian.
Hal ini dapat menunjukkan kepada publik Amerika, saingan Trump serta sekutunya di Timur Tengah bahwa pembunuhan itu tidak akan membantu kepentingan AS atau sekutunya. Dengan melakukan hal itu, Teheran akan mendorong Trump ke posisi sulit.
“Dengan Trump memerintahkan pembunuhan itu sebagai cara untuk menunjukkan ketegasannya setelah dikritik karena tidak bertindak terhadap Iran yang menjatuhkan drone mata-mata AS, tindakan baru Iran kemungkinan akan fokus untuk merusak reputasinya. Ini dapat mempengaruhi kampanye kemenangannya atau merusak masa jabatan keduanya.”
Pembunuhan Soleimani juga menghalangi peluang untuk kemenangan diplomatik di Timur Tengah untuk pemerintahan Trump.
Pada 2018, Trump merusak momentum dengan menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran dan menerapkan kembali sanksi. Sekarang Trump juga merusak prospek untuk negosiasi di masa depan di bawah pemerintahannya.
Iran telah menunjukkan tanda-tanda negara itu bersedia menghidupkan kembali program nuklirnya. Menyatakan langkah kelima Iran dalam mengurangi komitmen Rencana Aksi Bersama yang Komprehensif, Presiden Hassan Rouhani mengumumkan langkah Teheran melampaui banyak batasannya.
Dengan tuntutan publik untuk membalas dendam, serangan rudal Iran terhadap posisi AS di Irak dan pertimbangan geopolitik mendesak yang harus dihadapi Iran, sulit untuk membayangkan dimulainya kembali negosiasi dengan AS di tahun-tahun mendatang. (*)
ARB INdonesia, JAKARTA – Marcell Darwin sempat ingin mengganti namanya saat menjadi mualaf. Hal itu diutarakan oleh Ustaz Aa Reza, ulama yang mengislamkannya.
“Tadinya mau nambahin Muhammad dan segala macem tapi nggak jadi biar dalam hatinya aja namanya berubah,” ujar Aa Reza, saat ditemui di pernikahan Marcell Darwin, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (12/1/2020).
Karena menurut Aa Reza, nama tidak begitu bermasalah untuk diubah. Yang penting, ibadah salat lima waktu jangan ditinggalkan sebagai seorang muslim.
“Namanya tetap saja Marcell Darwin. Karena nggak apa-apa lah. Nama bule tapi Islam,” kata Aa Reza.
“Aa cuma bilang ‘jaga salatnya ya’ karena yang paling utama dalam Islam itu ibadahnya salat. ‘Kamu jangan meninggalkan salat dan harus menjadi contoh yang baik. Karena kalau suatu saat kamu menikah, kamu akan menjadi imam bagi istri dan anak-anak,” tukasnya. (*)
Termasuk Gelper, Kapolres Kampar Perintahkan Jajarannya Berantas Perjudian
Foto : Kapolres Kampar AKBP Mohammad Kholid SIK
ARB INdonesia, KAMPAR – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kabupaten Kampar memerintahkan Satreskrim dan seluruh jajaran Polsek untuk memberantas segala bentuk perjudian, termasuk diantaranya jenis Gelanggang Permainan (Gelper), Minggu (12/1/2020).
Kapolres Kampar AKBP Mohammad Kholid SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Fajri SH, SIK, saat dikonfirmasi mengaku sangat atensi
agar tindak pidana perjudian apapun jenisnya harus diberantas, Minggu (12/1/2020) sore.
“Saya telah perintahkan Kasat Reskrim dan seluruh Kapolsek Jajaran untuk memberantas segala bentuk perjudian, termasuk judi permainan yang populer dengan sebutan Gelper”, ungkap Kapolres.
Lebih lanjut disampaikan Kapolres Kampar, bahwa tindak pidana perjudian perlu menjadi atensi karena dapat berimbas pada tindak pidana lain.
Sebab seorang pelaku perjudian apabila kalah dan kehabisan uang dikuatirkan dapat melakukan tindak pidana lain seperti pencurian dan lain-lain,” tutur Kapolres Kampar.
Terkahir AKBP Mohammad Kholid SIK berharap, agar masyarakat ikut berperan aktif dalam memberantas perjudian dengan melakukan upaya pencegahan.
” Atau memberikan informasi kepada aparat penegak hukum bila mengetahui adanya perjudian,” jelasnya.
Untuk diektahui, sebelumnya Satreskrim Polres Kampar telah mengamankan 6 orang yang diduga melakukan perjudian jenis Gelper
di Desa Kijang Rejo Kecamatan Tapung, pada Senin (16/12/2019) lalu.
Saat penangkapan para pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti 1 Unit mesin dingdong jenis ikan-ikan, 1 Unit chip koin, 1 Rekap Setoran, dan uang tunai sebesar Rp 130 ribu yang diduga digunakan sebagai taruhan.