Sambut Tahun Baru 2020, Tim Gabungan di Surabaya Bersinergi Lakukan Patroli

ARB INdonesia, SURABAYA – Tiga pilar di wilayah Kodim Tipe A 0830/Surabaya, nantinya bakal bersinergi menggelar patroli gabungan.

Bahkan, patroli gabungan tersebut nantinya juga mendapat dukungan dari pihak Lantamal.

Demikian dikatakan Dandim Tipe A 0830/Surabaya Utara, Kolonel Arh Putut Witjaksono dalam upayanya mewujudkan kondusifitas wilayah
selama berlangsungnya malam pergantian tahun baru 2020, pekan depan.





“Kita ingin semuanya berjalan dengan aman dan lancar,” kata Dandim ketika dihubungi melalui via seluler miliknya, Sabtu (28/12/2019).

Soliditas, kata Putut, merupakan pondasi utama guna mendukung pelaksanaan kebijakan Pemerintah, terlebih dalam mendukung pembangunan nasional dan keamanan.

“Itu juga mencakup sistem pertahanan terhadap berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri,” bebernya.





Selain aparat, almamater Akademi Militer tahun 1992 itu juga mengatakan jika peran, sekaligus partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya mewujudkan stabilitas wilayah.

Ia menilai, tanpa peran masyarakat, stabilitas maupun kondusifitas wilayah tak akan terwujud dengan baik.

“Kita juga mengajak warga untuk ikut bekerjasama mewujudkan Surabaya yang aman dan rukun,” tandasnya.*** (rl)




Orangtua di India Kubur Hidup-hidup 10 Anak saat Gerhana Matahari

Orangtua di India mengubur anak-anak mereka yang diklaim penyandang disabilitas selama gerhana matahari 26 Desember lalu. Foto/Media Drum Images/ShamantakMani/Mirror





ARB INdonesia, NEW DELHI – Orangtua di India mengubur hidup-hidup beberapa anak mereka yang diklaim penyandang disabilitas selama gerhana matahari 26 Desember lalu. Orangtua tersebut percaya dengan takhayul bahwa gerhana bisa menyembuhkan mereka.

Media setempat melaporkan ada sepuluh anak yang dimasukkan ke sejumlah lubang di tanah. Mereka dikubur hingga setinggi leher.

Ritual itu direkam dalam sebuah video. Anak-anak tersebut terlihat panik dan menangis saat disorot kamera.





Keluarga mereka berusaha menghibur. Anak-anak yang dikubur itu beragam usia, termasuk berusia tiga tahun.

Belum jelas disabilitas seperti apa yang membuat anak-anak itu harus menjalani ritual aneh. Ritual itu terjadi di desa Taj-Sultanpur, India.

Para penduduk setempat mengatakan orangtua anak-anak itu diberitahu oleh tetua desa tentang manfaat gerhana matahari, yakni panas yang dihasilkan akan membantu menyembuhkan mereka.





Mendengar laporan tentang anak-anak yang dikubur hidup-hidup, satuan tugas perlindungan anak distrik setempat berlari ke desa dan menyelamatkan anak-anak dari kuburan darurat.

“Kami telah menyelamatkan anak-anak dan meminta polisi untuk melakukan penyelidikan dalam masalah ini,” kata Wakil Komisaris Kalaburagi B. Sharath kepada Indian Express, yang dilansir Sabtu (28/12/2019).

“Kami juga akan melakukan gerakan kesadaran untuk tidak terlibat dalam praktik takhayul seperti itu,” katanya lagi.

Ketua Komite Kesejahteraan Anak Reena D’Souza mengatakan anak-anak itu telah dikembalikan ke orangtua mereka setelah menerima beberapa konseling. Orang dewasa juga menerima peringatan agar tidak mengulangi tindakan mereka.





Sumber Sindonews.com
https://international.sindonews.com/read/1482028/46/orangtua-di-india-kubur-hidup-hidup-10-anak-saat-gerhana-matahari-1577507932/10




11.573 Kali Aktivitas Gempa di Indonesia Sepanjang 2019, 17 Guncangan yang Parah

Gempa Ambon. ©2019 Handout / BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA / AFP





ARB INdonesia, NASIONAL – Total terjadi 11.573 kali aktivitas gempa bumi di Indonesia dalam berbagai magnitudo dan kedalaman selama 2019, menurut hasil pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Telah terjadi aktivitas gempa bumi sebanyak 11.573 kali dalam berbagai magnitudo dan kedalaman. Jika dibandingkan tahun 2018 dengan jumlah gempa sebanyak 11.920 maka aktivitas gempa selama 2019 mengalami sedikit penurunan jumlah,” ujar Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono di Jakarta, Jumat (27/12). Seperti dilansir Antara.





Menurut data yang dikumpulkan BMKG, aktivitas gempa dengan magnitudo di atas M5,0 terjadi 344 kali sedangkan dengan kekuatan kurang dari M5,0 terjadi 11.229 kali.

Dari data itu bisa disimpulkan selama 2019 aktivitas gempa bumi di Indonesia didominasi oleh aktivitas gempa bumi berkekuatan di bawah M5,0.

Sementara itu, gempa yang guncangannya dirasakan masyarakat selama 2019 terjadi sebanyak 1.107 kali.





“Berdasarkan peta aktivitas gempa bumi (seismisitas) selama tahun 2019 tampak bahwa kluster aktivitas gempa bumi paling aktif terjadi di daerah Nias, Lombok-Sumba, Laut Maluku Utara, Ambon, Laut Banda, dan Sarmi-Mamberamo,” kata Daryono.

Sementara itu terdapat 17 kali gempa yang menimbulkan kerusakan bangunan yaitu:





1. Gempa Morotai 16 Januari 2019 (M5,3)
2. Gempa Solok Selatan 28 Februari 2019 (M5,6)
3. Gempa Lombok 17 Maret 2019 (M 5,4)

4. Gempa Sumenep 2 April 2019 (M 5,0)
5. Gempa Banggai 12 April 2019 (M 6,9)
6. Gempa Maluku 7 Juni 2019 (M 7,0)

7. Gempa Sarmi Papua 20 Juni 2019 (M 6,2)
8. Gempa Banda 24 Juni 2019 (M 7,4)
9. Gempa Mamberamo Papua 24 Juni 2019 (M 6,1)





10. Gempa Sumbawa 13 Juli 2019 (M 5,3)
11. Gempa Labuha Halmahera Selatan 14 Juli 2019 (M 7,2)
12. Gempa Banten 2 Agustus 2019 (M 6,9)

13. Gempa Bali 13 Agustus 2019 (M 5,0)
14. Gempa Gunung Salak 23 Agustus 2019 (M 4,0)
15. Gempa Ambon 26 September 2019 (M 6,5)

16. Gempa Ambon 10 Oktober 2019 (M 5,2)
17. Gempa Maluku 14 November 2019 (M 7,1)





Sumber merdeka.com
https://m.merdeka.com/peristiwa/11573-kali-aktivitas-gempa-di-indonesia-sepanjang-2019-17-guncangan-yang-parah.html




Tragis, Ibu Sakit Jiwa Bunuh Anak yang Cacat Mental

Foto Ilustrasi republika.co.id





ARB INdonesia, KEDIRI – Seorang ibu bernama Lasi (63) di Kediri, Jawa Timur tega menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri, Putri Wulandari (18). Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat 27 Desember 2019 sore, di Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kediri, Jawa Timur.

Aksi sadis ibu kandung tersebut diduga karena pelaku yang mengalami gangguan kejiwaan kesal setelah lelah mengurus korban yang mengalami cacat mental dan fisik sejak lahir.





Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Gilang Akbar menjelaskan, kejadian berlangsung saat korban sedang tidur di kamarnya. ”Pelaku langsung membunuh korban dengan menusukkan pisau dapur di bagian lehernya,” ucapnya, Jumat, 27 Desember 2019.

Dari hasil pemeriksaan polisi, kata dia, pelaku selama ini memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Hal itu diperkuat dengan ditemukannya kartu berobat kejiwaan milik pelaku di sebuah rumah sakit di Kediri.

”Usai menjalani pemeriksaan di Mapolres Kediri, pelaku langsung dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Lawang, sedangkan jenazah korban kini berada di Rs Bhayangkara Kediri untuk diotopsi,” ucapnya.





Sumber Sindonews.com
https://sumut.sindonews.com/read/7822/1/tragis-ibu-sakit-jiwa-bunuh-anak-yang-cacat-mental-1577495563




Muskab Vovinam Inhil, Zainal Arifin Terpilih Secara Aklamasi

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Zainal Arifin, S.E, M.E., resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Cabang Olahraga Vovinam Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masa bhakti 2019-2023 pada Musyawarah Kabupaten (Muskab) yang diselenggarakan di salah satu ruangan Kampus II Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Indragiri (UNISI), Jalan HR Soebrantas, Tembilahan, Jumat (27/12/19).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum KONI Inhil yang diwakili oleh Wakil Sekretaris KONI Inhil, Fahyunani Zaini, S. Pd. Ia menuturkan bahwa besar harapan dan cita-cita Inhil untuk cabang olahraga Vovinam tersebut.





“Cabang olahraga Vovinam ini merupakan yang paling bungsu, yaitu yang ke-27 dari 26  cabang olahraga yang sudah ada di KONI Inhil sebelumnya. Tertitip harapan agar dapat melaksanakan pembinaan atlet olahraga beladiri Vovinam ini di Kabupaten Indragiri Hilir, agar nantinya atlet dari Inhil dapat bertanding di Porprov tahun 2021 di Kuantan Singingi.” ujarnya.

Kando Yunan, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa untuk cabang olahraga Vovinam ini, untuk di Provinsi Riau  baru ada di 4 dari 12 Kabupaten, termasuk salah satunya yaitu di Inhil.

“Saya berharap nanti setelah diadakannya pembinaan atlet Vovinam Inhil, kedepannya saat bertanding, atlet kita dapat menyabet pundi-pundi medali emas untuk Kabupaten Inhil ini.” harapnya.





Zainal Arifin, S.E, M.E., selaku Ketua Umum Cabang Olahraga Vovinam Kabupaten Inhil masa bhakti tahun 2019-2023 saat diwawancarai Medialokal.co selepas Muskab menyampaikan bahwa untuk langkah awal para pengurus akan melaksanakan sosialisasi atau pengenalan mengenai cabang olahraga beladiri Vovinam tersebut kepada masyarakat dan akan melaporkan ke Vovinam Provinsi dan KONI Kabupaten Inhil untuk diakui sebagai bagian dari cabang olahraga, Vovinam di Kabupaten Inhil.

“Setelah menerima SK, untuk selanjutnya kami akan melakukan sosialisasi dan pembinaan atlet. Kami berharap tentunya dengan terbentuknya cabor Vovinam di Kabupaten Inhil ini dapat memperluas wadah pembinaan prestasi olahraga.” ujar Zainal.





Dikatakannya lagi, hal itu juga dalam rangka mengembangkan dan menyalurkan prestasi, minat, dan bakat mereka dalam hal seni beladiri Vovinam.

“Saya juga berterimakasih kepada KONI Inhil dalam hal ini diwakili oleh Kando Yunan yang berkenan memberikan motivasi dan arahan untuk kita semua. Teruntuk pelajar, mahasiswa, pemuda, yang mempunyai ketertarikan seni beladiri agar nantinya ikut bergabung bersama kami. Kami tentunya akan bersiap untuk membina dan mempersiapkan atlet-atlet untuk bertanding dikejuaraan daerah maupun nasional agar nantinya dapat menoreh prestasi untuk Kabupaten Inhil melalui seni beladiri Vovinam ini.” tandasnya. (arb/rl)




Sediakan Kacamata Raksasa, Festival GMC di Siak Pecahkan Rekor MURI

ARB INdonesia, SIAK – Bupati Siak Alfedri mengajak masyarakat untuk mengambil hikmah dari peristiwa fenomena alam Gerhana Matahari Cincin yang terjadi hari ini, Kamis (26/12/2019).

“Sebagai umat yang beriman, dengan pristiwa ini sarana bagi kita untuk bertafakkur atas betapa maha kuasanya Allah SWT yang menunjukan apa yang telah terjadi di langit Kabupaten Siak,” kata Alfedri saat memberikan kata sambutan pada acara pembukan Festival Gerhana Matahari Cincin 2019, di kampung Bunsur Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak.





Dijelaskannya, Kabupaten Siak merupakan daerah tujuan wisata yang maju di Pulau Sumatera, momen Festival GMC merupakan bagaian dari promosi pariwisata alam Kabupaten Siak.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada pengunjung baik lokal maupun luar negeri yang datang ke Kabupaten Siak,” ucapnya.

Lanjutnya, Gerhana Matahari Cincin ini merupakan fenomena alam langka yang terjadi antara 100 sampai 300 tahun sekali di Indonesia.





Tentunya untuk mendukung kegiatan ini, Pemkab Siak bekerjasama dengan semua pihak, melakukan sosialisasi tentang ilmu astronomi. Selanjutnya panitia mengadakan lomba fotografi, karya tulis yang berkaitan dengan momen GMC.

“Kami mengharapkan, momen GMC selain dapat memperkenalkan Siak di mata dunia, juga memperkenalkan daerah ini ke masyarakat luas,”terangnya.

Dijelaskannya, momen GMC 2019 juga didukung penuh oleh Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Dengan menampilkan stand pameran, Planetarium, serta kacamata untuk melihat gerhana matahari berukuran besar.





“Kami mengucapkan terimkasih kepada LAPAN pengamatan GMC di Bungsur ini mengunakan kacamata berukuran besar, dan ini memecahkan rekor MURI Indonesia, sebagai kacamata terbesar se-Indonesia bahkan Asia,” tandasnya.

Rangkaian acara GMC 2019, diawali shalat gerhana, dilanjut dengan pantauan GMC, serta penampilan artis ibu kota Nisa Sabian. Menurut Kepala Lapan pemantauan GMC di Bunsur paling teramai disaksikan lebih kurang 10 ribu orang.

Hadir pada acara itu Wakil Gunernur Riau Edy Natar Nasution, Ketua DPRD Siak Azmi, Sekda Siak TS Hamzah, Kepala LAPAN Tomas Nazaruddin, anggota DPR RI Jon Erizal, Sekjen Jaringan Kota Pusaka Indonesia, Ketua TPKK Provinsi Riau Hj Misnarni, serta Kepala SKK Migas Sumbagut.





Sumber cakaplah.com
https://www.cakaplah.com/berita/baca/2019/12/26/sediakan-kacamata-raksasa-festival-gmc-di-siak-pecahkan-rekor-muri/?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook#sthash.77rxFmAM.dpbs