Suami Perkosa Gadis ABG di Kebun, Istri Bantu Telanjangi Korban

Ilustrasi perkosaan. (Shutterstock)


ARB INdonesia, JAMBI – Warga di Desa Dusun Dalam, Kecamatan Bathin VIII, Sarolangun, Jambi digemparkan dengan aksi pemerkosaan yang dilakukan RP dan NR, pasangan suami istri terhadap gadis remaja berinisial DM (16).


Dilansir Jambiseru.com–jaringan Suara.com, aksi rudapaksa terhadap ABG itu terjadi pada awal tahun 2020 tepatnya pada Kamis (2/1/2020) lalu.


Kapolres Sarolangun AKBP Deny Heryanto mengakui telah menerima laporan terkait aksi pemerkosaan yang dilakukan pasutri terhadap DM.


Menurutnya, pasutri yang terlibat aksi pemerkosaan itu masih di bawah umur, yakni RP berusia 17 tahun dan NR berusia 16 tahun.


“Berdasar LP/B-01/1/2020/SPKT/Res Sarolangun tanggal 02 Januari 2020 tentang persetubuhan dan pencabulan anak di bawah umur. Pelapor berstatus korban yang merupakan seorang gadis atas nama DM merupakan warga Sukasari Kecamatan Sarolangun, kemudian pelakunya, suami istri masih di bawah umur warga Simpang Bukit,” kata Deny.


Dari penyidikan sementara, pasutri itu awalnya mengajak korban berjalan-jalan saat awal tahun baru ke tempat wisata Ancol, Sarolangun. Setelah mengimingi korban bepergian ke kota, korban dibawa ke kebun kawasan Desa Dusun Dalam.


Tak beberapa lama, RP kemudian memaksa agar korban melayani nafsu berahinya. Bahkan, pelaku sempat mengancam akan membunuh korban jika melawan.


“Tidak lama kemudian mereka jalan arah ke Bangko tepatnya di Desa Dusun Dalam, Kecamatan Bathin VIII. Sesampai di tengah perjalanan yang sepi terjadilah perbuatan pemerkosaan. Korban sempat diancam akan dibunuh jika tidak menyerahkan mahkotanya (kegadisan), sehingga terjadilah perbuatan persetubuhan,” ujarnya.


Kasus ini terungkap setelah DM yang didampingi orang tuanya melaporkan kejadian yang menimpanya kepada polisi.


Dari penelusuran aparat kepolisian, pasutri yang melakukan perbuatan amoral sempat terendus telah melarikan diri ke Pasar Senen, Jakarta Pusat pada Kamis (9/1/2020) pekan lalu.


“Kemudian tanggal 12 Januari di perjalanan dengan menaiki bus ALS tepat pukul 21.00 WIB di depan Polsek Pelawan, Singkut, dilakukan pengadangan terhadap bis tersebut, saat itu kedua pelaku ini berada dalam bus dan diamankan oleh Satreskrim Polres Sarolangun. Saat ini pelaku sudah dimasukkan dalam tahanan,” katanya.


Dalam kasus ini, keduanya dijerat Pasal 81 ayat (1) Jo Pasal 76D dan atau pasal 82 ayat (1) jo pasal 76E UU RI no 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun bui.


Meski terlibat dalam kasus pemerkosaan ini, polisi tak melakukan penahanan kepada istri tersangka karena sedang mengandung anak.


“Tapi yang jelas istrinya tersangka juga karena membantu aksi suaminya. Bahkan peran istrinya ikut membantu membuka pakaian korban,” katanya.  (*)


loading…




Sumber suara.com
https://www.suara.com/news/2020/01/15/185526/suami-perkosa-gadis-abg-di-kebun-istri-bantu-telanjangi-korban




Jenderal Iran Ancam Balas Dendam Lebih Keras ke AS

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mohammad Bagheri. Foto/Istimewa


ARB INdonesia, TEHERAN – Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mohammad Bagheri, mengancam akan melancarkan balas dendam yang lebih keras kepada Amerika Serikat (AS) jika terus melanjutan perilakunya. Bagheri menyatakan pembalasan terhadap pembunuhan Komandan Pasukan Quds Garda Revolusi Iran (IRGC), Qassem Soleimani, menunjukkan tekad Teheran untuk mempertahankan hak-haknya.


Bagheri melontarkan ancamannya itu selama berbicara via telepon dengan Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar. Bagheri mencap pembunuhan terhadap Soleimani sebagai tindakan pengecut, tidak manusiawi, dan tidak bermoral yang bertentangan dengan semua hukum internasional.


Bagheri mencatat bahwa meskipun Iran tidak tertarik untuk meningkatkan ketegangan, ia memperingatkan bahwa setiap langkah yang tidak rasional dan agresif oleh negara lain akan mendorong tanggapan keras dari Teheran.


“Akar dari semua penyimpangan dan konflik akan dihapus dengan AS keluar dari wilayah (Timur Tengah),” Begheri menyuarakan harapannya seperti dilansir dari Sputnik, Jumat (17/1/2020).


Sementara itu, Menteri Pertahanan Turki menyampaikan belasungkawa kepada rakyat, pemerintah, dan angkatan bersenjata Iran atas kematian Soleimani.


“Setelah pembunuhan AS terhadap Jenderal Soleimani dan rekan-rekannya di Irak, wilayah itu dibayangi oleh situasi yang sangat sensitif yang bisa sangat mengkhawatirkan,” kata Akar seperti dikutip oleh kantor berita Iran Mehr.


Akar memuji hubungan persahabatan antara Turki dan Iran, mencatat bahwa memastikan perdamaian dan stabilitas di kawasan adalah untuk kepentingan kedua negara dan hanya teroris yang dapat memperoleh keuntungan dari ketegangan.


“Kita harus bekerja sama untuk menjaga stabilitas dan tidak boleh membiarkan teroris mengambil keuntungan dari peluang meningkatnya ketegangan di kawasan ini,” ujarnya kepada komandan Iran.


Soleimani dipandang sebagai salah satu tokoh paling dihormati di Iran. Ia dibunuh dalam serangan pesawat tak berawak dalam perjalanan dari Bandara Internasional Baghdad, Irak, beberapa hari setelah pengunjuk rasa berusaha menyerbu Kedutaan Besar AS di Ibu Kota Irak.


Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia memerintahkan serangan itu karena Soleimani merencanakan serangan terhadap para diplomat dan personel militer Amerika. Panglima militer AS kemudian bahkan mengklaim bahwa Soleimani merencanakan serangan pada empat misi diplomatik AS di tempat terpisah.


Washington, bagaimanapun, belum membuktikan klaim ini. Menteri Pertahanan Mark Esper kemudian mengatakan kepada CBS bahwa ia tidak melihat bukti Soleimani mempersiapkan serangan terhadap kedutaan besar AS. Namun, beberapa hari kemudian, pernyataan berbeda diungkapkannya kepada CNN bahwa apa yang dikatakan Trump, adalah apa yang diyakini juga.


Perdana Menteri Irak mengungkapkan bahwa Soleimani tiba di negara itu sebagai bagian dari upaya perdamaian untuk mengurangi ketegangan antara Iran, Irak, dan Arab Saudi. Setelah serangan itu, parlemen Irak memilih untuk mengusir semua pasukan asing dari negara itu, tetapi Washington telah menolak untuk membahas penarikan sekitar 5.000 tentara dari sana. (*)


loading…




Sumber Sindonews.com
https://international.sindonews.com/read/1499605/43/jenderal-iran-ancam-balas-dendam-lebih-keras-ke-as-1579245601




Gallery Foto : Aksi Heroik Babinsa Tempuling Bebaskan OGDJ dari 'Perang' Psikotik

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) merupakan orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang bermanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan atau perubahan perilaku yang bermakna serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi orang sebagai manusia.


Salah satu jenis gangguan jiwa adalah gangguan jiwa psikotik, dimana individu kesulitan untuk membedakan realita dengan halusinasi. Meskipun demikian, individu yang mengalami gangguan psikotik sangat bisa dipulihkan dengan pengobatan yang baik dan dukungan dari lingkungan sekitar. (Fakutas Psikologi Padjadjaran)



Berangkat dari pemahaman tentang ilmu Psikologi, Babinsa Koramil 03/Tempuling, Serka Nuryadi, melakukan kunjungan  ke rumah pasien yang bernama Herman (47)  di RT 03/RW 01 Dusun Pantai Harapan, Desa Teluk Kiambang, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir.


Dalam kunjungannya, Herman Serka mengatakan kebanyakan orang memang hanya melihat bagaimana ODGJ berhalusinasi dan bertingkah sangat aneh, sehingga pihak keluarga lebih memilih untuk mengasingkan dan bahkan memasungnya.



Dalam upaya melepaskan jerat pada gangguan psikotik, dikatakan Koramil 03/Tempuling, kesehatan kejiwaan di dalam keluarga merupakan satu hal penting yang harus dipenuhi. Maka dari itu jika memiliki keluarga yang mengalami ODGJ harus diperlakukan dengan baik dan tidaklah mesti diasingkan dan dipasung.



“Menjalin komunikasi yang baik, bersifat terbuka antar anggota keluarga merupakan salah satu upaya untuk membangun keluarga yang sehat jiwa,” tegasnya.


Dalam aksinya tersebut, Serka Nuryadi tidak hanya berkomunikasi dengan baik terhadap pasien penderita ODGJ tersebut, tetapi dengan kepiawaiannya ia juga berhasil memangkas rambut Herman sehingga menjadi lebih rapi.



Tidak hanya sampai disitu, dalam kesempatan itu juga Serka Nuryadi tampak tidak canggung memandikan Herman dan memakainnya baju serta melepaskan gelang rantai yang selama ini memasungnya.


Herman pun dibawanya keluar rumah pengasingan dan dibawa kerumah keluarganya sehingga Ia bisa seperti masyarakat biasa dan mendapatkan pengobatan dari Pihak Puskesmas Desa Teluk Kiambang.



Ditempat terpisah, Danramil 03/Tempuling, Kapten Arh Sugiyono ketika berbincang dengan awak media menuturkan bahwa pihaknya saat ini memang fokus membantu Pemerintah untuk mebebaskan pasung ODGJ yang ada diwilayah binaan Koramil 03/Tempuling.


“Aksi yang dilakukan oleh Serka Nuryadi ini hanyalah satu dari sekian banyak kasus ODGJ yang ada diwilayah ini, masih banyak pasien-pasien ODGJ yang harus kami bebaskan dari pasung,” ungkapnya.



Kapten Arh Sugiyono juga mengatakan bahwa langkah yang dilakukan pihaknya ini dalam rangka membebaskan pasung ODGJ merupakan salah satu wujud pelayanan kami sebagai anggota TNI kepada masyarakat, sehingga kedekatan dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat dapat terjalin lebih erat.


Lanjutnya, dalam melaksanakan tugas pokok pembinaan wilayah, Babinsa bekerja sama dengan Aparatur Desa dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat, salah satunya di bidang kesehatan.


“Guna menunjang percepatan penyembuhan penderita ODGJ, peran aktif masyarakat khususnya keluarga dan lingkungan sekitar sangat diharapkan, sehingga upaya pengobatan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.


Editor Arbain




Menanti 'Tuah Tangan' Sang Guru Ngaji dan Penjaja Kue di Pilkada 2020 Negeri Junjungan

ARB INdonesia, BENGKALIS – Kehidupan manusia tak terlepas dari berbagai peristiwa, tantangan, rintangan, kesempatan, dan pengalaman. Inilah yang pernah dirasakan Ahmad Syah Harrofie (ASH).


Ahmad yang menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau saat ini, ternyata seorang pekerja keras.


Boleh dikatakan dimulai dari “titik nol”. Bagaimana tidak, sejak belajar di bangku sekolah dasar (SD) pria kelahiran 15 Agustus 1960 ini sudah membantu orang tua mencari nafkah.


Dari informasi yang diterima, Ahmad kecil sudah terbiasa bangun pagi hari. Seusai Sholat Subuh,  pria yang pernah menjabat Ketua KNPI Riau tahun 1995 lalu ini sudah menjajakan kue keliling kampung.


Bahkan, saat berangkat ke sekolah dia juga membawa kue yang akan dititipkan di warung sekolah. Semua ini dilakukannya untuk membantu orangtua dan tetap bisa sekolah.


Benar, sejak  sekolah dasar,  sudah membantu orang tua mencari nafkah. Bangun pagi, jual kueh keliling kampung, “ucap Ahmad Syah Harrofie kepada wartawan, belum lama ini.


Singkat cerita, saat melanjutkan kuliah di Yogyakarta, Ahmad yang sekarang menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Riau ini pernah menjadi guru ngaji.


Anak dari pasangan H Abd Razak (Ayah) dan Hj Rofieah (Ibu), mengajarkan mengaji anak-anak, dengan berkeliling kampung di tanah Jawa tersebut.


Dari kerja kerasnya itu, pria yang pernah menjabat sebagai Pejabat Bupati Bengkalis 2015-2016, sekarang diamanahkan sebagai Plt Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Riau.


Untuk diketahui Ahmad Syah Harrofie, sekarang ini sedang berjuang, dengan niat baik dan ingin berjihad untuk kesejahteraan masyarakat Bengkalis.


Bakal Calon Bupati Bengkalis 2020 ini juga tak hentinya kerja keras, untuk meraih mimpinya.


Dia juga sudah mendaftar ke berbagai partai politik untuk mendapatkan perahu mendukung nya berlayar.


Bagi dia, Bengkalis yang dikenal Negeri Junjungan adalah sebuah pulau impian yang kaya akan sumber daya alam. Ada hal yang menarik dari Bengkalis ini.


Selain itu, Bengkalis memiliki representasi tiga wilayah daratan, kepulauan, dan pesisir. Keterpaduan tiga wilayah ini tentunya sangat menarik untuk dikelola secara professional, sehingga dapat memberi trickle down effect atau efek menetes ke bawah dalam mengatasi persoalan ekonomi di Bengkalis. (rls)




Air Terjun Tembulun Menderas di Inhil, Pesona Destinasi Wisata yang Memikat

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Indragiri Hilir (Inhil) merupakan salah-satu Kabupaten yang ada di Provinsi Riau dengan Kota Tembilahan sebagai pusatnya. Memiliki banyak rawa dan parit-parit di antara banyaknya perkebunan Kelapa milik masyarakat membuatnya dijuluki sebagai Negeri Seribu Parit.


Di Timur berbatasan dengan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), di Utara berbatasan dengan Kabupaten Pelalawan, di Barat berbatasan dengan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), dan di wilayah Selatannya berbatasan dengan Tanjung Jabung Provinsi Jambi.


Meskipun jarang terekspos, Indragiri Hilir tak kalah dalam menyediakan Destinasi Wisata yang dapat membuat jantung berdecak kagum serta memanjakan sorotan mata terkesima memandangnya yang tentunya patut untuk diperhitungkan sebagai sarana tujuan untuk mengisi waktu berlibur.







Salah satunya adalah Air Terjun Tembulun Menderas. Ya, cukup asing terdengar di telinga masyarakat, khususnya masyarakat Indragiri Hilir. Namun faktanya, Tembulun Menderas dapat membuat kita “Terpaku” melihat keindahan aliran air yang mencurah dari tebing-tebingnya.


Tembulun Menderas berlokasi tepatnya di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.



Tembulun Manderas merupakan anak air dari aliran Sungai Bebaiyan yang berada di Desa Batu Ampar tersebut. Adapun jarak tempuhnya sekitar lebih kurang 40 menit dengan menggunakan motor dan 1 jam 30 menit jika berjalan kaki dari Desa Batu Ampar.


“Mungkin waktu tempuh tersebut bisa lebih untuk pemula yang belum biasa masuk daerah-daerah hutan seperti keberadaan lokasi Tembulun Menderas ini.” ujar Erni Yustina selaku Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) saat berbincang-bincang dengan Medialokal.co pada Rabu (15/01/2020) siang hari di ruangan kantornya.







Kak Andot juga menjelaskan ini merupakan salah-satu bagian dari pencanangan agenda kerja tahun 2020 dengan melaksanakan eksplor berbagai daya tarik wisata yang ada di Kabupaten Inhil, salah-satunya wisata Tembulun Menderas ini.


Ketinggian air terjun Tembulun Menderas tersebut untuk tingkat pertama mencapai 27 meter, tingkat kedua 10 meter, sedangkan tingkat ketiga 17 meter dengan total ketinggian keseluruhan mencapai 54 meter.


“Menurut informasi yang kami dapatkan, sebetulnya air terjun ini ada 4 tingkat, namun karena ada dinding tebing yang longsor sehingga hanya tersisa 3 tingkat saja.” tuturnya.







Erni Yustina mengharapkan dengan adanya kemudahan aksesibilitas dan tersedianya amenitas di sekitar lokasi air terjun Tembulun Menderas tersebut, maka akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Inhil.


“Semoga saja di tahun ini dapat terlaksana, kita akan terus giatkan segala sarana dan prasarana untuk menunjang hal tersebut.” tutupnya.  (Rls/Gsm)




Sudah 9 Tahun Berdiri, Kini Koperasi Jaya Bersama IKKS Tanah Merah Terus Exsis

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Koperasi Jaya Bersama IKKS sudah sejak sembilan tahun lalu beridiri, dan hingga saat ini, koperasi yang terletak di Kecamatan Tanah Merah tersebut masih rutin melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT).


Seperi Senin (13/1/2020) lalu, koperasi ini melakukan RAT IX di aula Koperasi Jaya Bersama IKKS yang terletak di Jalan Pemda, Desa Tanah Merah, Kecamatan Tanah Merah, Indragiri Hilir (Inhil), Riau.


Dalam kesempatan itu, turut hadir Kepala Dinas Koperasi dan UKM Inhil yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Koperasi, Safrudin, Camat Tanah Merah, Kades Tanah Merah serta 60 dari 95 anggota Koperasi Jaya Bersama IKKS







Pada kesempatan itu pula dilakukan pelantikan kepengurusan baru oleh Seketaris Dinas Koperasi, dimana kepengurusan yang baru ini dipimpin oleh H Erizal.


Dalam sambutannya, Erizal mengatakan bahwa Koperasi Jaya Bersama IKKS  ini dibentuk berdasarkan kesepakatan bersama dan utk kepentingan semua anggota. Maka segala yang dilaksankan berdasarkan hasil musyawarah bukan kepentingan individu.


“Pengurus sudah berbuat semaksimal mungkin untuk memajukan koperasi. Tentunya masih terdapat hal-hal yang belum dapat dicapai karena berbagai faktor yang ada, maka kedepannya kami akan tetap berupaya utk lebih baik”, ujar Erizal.







Sementara itu, Safrudin selaku Sekretaris Dinas Koperasi Inhil mengayakan bahwa Koperasi Jaya Bersama IKKS dalam usia yang masih berumur 9 tahun terus membaik.


“Mulai tahun 2011 sampai dengan 2019 terlihat perjalanannya sangat baik hingga RAT saat ini bisa meraih SHU bersih mencapai Rp129jt. Saya berharap kedepan bisa dikembangkan kebidang usaha yang lain”, pesan Safrudin. (rls/gms)