Dandim 0314/Inhil Gelar Sepeda Santai Bersama Jajaran dan Komunitas

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Komando Distrik Militer (Kodim) 0314/Inhil menggelar pelaksanaan kegiatan Sepeda Santai bersama Perwira Staf, anggota Makodim, dan Komunitas Sepeda se-Kabupaten Inhil, Sabtu (18/01/2020).


Kegiatan tersebut turut diikuti oleh Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Imir Faishal, Kejari Inhil  H. Susilo, SH., Pimpinan cabang BRI Tembilahan Rizki R, Kepala Bea Cukai Tembilahan Tomy Wahyudi, dengan diikuti sekira lebih kurang 50 orang peserta kegiatan.


Sebelum memulai kegiatan, Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Imir Faishal menyampaikan bahwa selama kegiatan berlangsung, diharapkan untuk selalu mengutamakan dan menjaga faktor keamanan.


“Kegiatan ini kita laksanakan untuk menjaga kebugaran tubuh sekaligus untuk menumbuhkan kecintaan kita terhadap olahraga bersepeda. Saya mengucapkan terimaksih kepada semua peserta yang sudah hadir karena kegiatan ini semata-mata tujuannya adalah untuk kesehatan kita bersama,” ujarnya.


Adapun jarak yang ditempuh Komunitas pengayuh sepeda ini +/- 14 Km dengan titik start di kediaman Dandim, Jalan Swarna Bumi. Kemudian melalui rute masuk ke Jalan M. Boya terus belok kekanan melewati Jalan Telaga Biru dan menyusuri Jalan Sungai Beringin serta Jalan Parit 21 Tembilahan.


Sekira pukul 08.40 WIB, rombongan sampai di garis finish sekitar kawasan Pelindo (Food Court Pelabuhan Batam) Jalan Sudirman Tembilahan dan disambut oleh Ketua DPRD Kabupaten Inhil Dr. H. Ferriyandi, ST, MM., dan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan silaturrahmi dan ramah tamah di Kantor Pelindo sampai selesai pada pukul 09:10 WIB.


Kegiatan Ini merupakan kegiatan rutinitas guna menjaga kesehatan dan meningkatkan ketahanan tubuh, dan menciptakan hubungan yang harmonis antara tiap-tiap instansi. (rls)




Penemuan Mayat di Jalan M Boya Tembilahan, ini Kronologisnya

Foto : Polsek Tembilahan dan BPBD mengevakuasi mayat dari rumah korban


ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Warga lorong Pinang, Jalan M Boya, Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir dihebohkan dengan penemuan seorang mayat pria yang sudah membusuk di rumahnya,  Sabtu (18/1/2020) pagi.


Diketahui, Mayat pria yang ditemukan warga tersebut bernama, Alan (50 th). Saat ditemukan warga, mayat tersebut sudah dalam kondisi membengkak dan membiru.


Berdasarkan keterangan resmi dari pihak kepolisian penemuan mayat tersebut berawal dari timbulnya bau menyengat yang berasal dari rumah Alan.


Mengetahui sumber bau tersebut, warga setempat menyampaikan kepada Nazrul yang merupakan keluarga dari Alan.


Bersama – sama warga Nazrul mendatangai rumah Alan, saat diketuk pintu rumahnya tidak ada jawaban. Kemuadian Nazrul mendobrak pintu rumah tersebut.


Didalam rumah itu, Alan ditemukan dalam posisi terbaring tak bernyawa didalam kamarnaya yang tertutup kelambu.


Atas peristiwa tersebut, Kepolisian dari Polsek Tembilahan dan BPBD yang menerima laporan langsung mendatangi Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) dan membawa korban ke rumah sakit untuk dilakukan visum.


“Hasil visum, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan ada bekas muntahan akibat tekanan darah tinggi,” kata Kanit Reskrim Polsek Tembilahan, Bripka Ahmaluddin.


Selain itu dari keterangan Keponakan korban, Warta (37) yang dikutip dari Nusaperdana.com, dikatakanya bahwa sang paman memang tinggal sendiri di rumahnya. Sebelum meninggal, diungkapkan Warta, sang paman memang memiliki riwayat penyakit stroke.


“Beliau memang tinggal sendiri di rumah. Sebelum meninggal memang sedang stroke agak sulit bicara,” pungkas Warta.


Beberapa waktu sebelumnya, Warta mengungkapkan, pernah berjumpa dengan Alan. Alan, dikatakan Warta, meminta Dirinya untuk menemani memangkas rambut dan membeli buah-buahan.


“Biasanya, mamak Saya setiap minggu menjenguk karena adiknya. Tapi, kebetulan ini tidak ada,” tukas Warta seraya mengatakan bahwa sang Paman dulunga berprofesi sebagai tukang becak.
(Arbain)




Indonesia Masters 2020: Taklukkan Wakil China, Anthony Ginting Lolos Semifinal

Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting. ft/bwf


ARB INdonesia, JAKARTA – Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting melaju ke babak semifinal Indonesia Masters 2020. Tiket 4 besar direbut Ginting usai menaklukkan wakil China, Huang Yuxiang di perempat final.


Pada pertandingan di Court 2, Istora Senayan Jakarta, Jumat (17/1/2020) sore, Ginting bermain apik dengan meraih kemenangan straight set, 21-11 dan 21-14.



Catatan BWF pertandingan Ginting lawan Huang berlangsung selama 42 menit.


Selanjutnya di babak semifinal, Ginting akan menghadapi pemenang duel Zhao Jun Peng dari Tiongkok lawan lawan Viktor Azelsen dari Denmark.


Indonesia juga masih punya tunggal putra lainnya yang akan bertanding di babak perempat final ini. Yaitu Jonatan Christie yang akan menghadapi Anders Antonsen dari Denmark. (*)


loading…




Sumber Pojoksatu.id
https://pojoksatu.id/pojok-sport/bulutangkis/2020/01/17/indonesia-masters-2020-taklukkan-wakil-china-anthony-ginting-lolos-semifinal/




Pendukung Anies Baswedan dalam Aksi Demo di Balai Kota Akhirnya Dipolisikan, Pasal Makar

Perwakilan Tim Advokat Peduli Perdamaian (APP), C Suhadi yang mempolisikan pendukung Anies Baswedan saat demo di Balai Kota DKI ke Polda Metro Jaya dengan pasal makar. Foto: Firdausi/PojokSatu,id


ARB INdonesia, JAKARTA – Tim Advokat Peduli Perdamaian (APP) melaporkan sejumlah pendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Polda Metro Jaya.


Tak tanggung-tanggung, para pendukung Anies yang menggelar aksi di Balai Kota DKI beberapa waktu lalu itu dipolisikan dengan pasal makar.


Alasannya, dalam aksinya, mereka membentangkan spanduk dan poster tuntutan pelengseran Presiden Jokowi.


“Yang kita laporkan itu adalah berkaitan dengan rencana makar dengan mengatakan presiden dan lain sebagainya,” kata perwakilan Tim APP, C. Suhadi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2020).


Mereka yang dipolisikan adalah sejumlah perempuan yang kedapatan membentangkan poster tuntutan pelengseran Jokowi.


Massa Bang Japar di Balai Kota DKI dukung Anies Baswedan. Foto Indopos


“Tapi di sini ada perempuan yang sudah tergambar, terpotret dengan baik itu dia yang akan kita laporkan,” ujarnya.


Menurut Suhadi, demo para pendukung Anies yang digelar pada Selasa kemarin sudah keluar dari konteksnya.


Sebab, dalam aksi itu massa pro Anies membawa-bawa nama Presiden Jokowi.


Padahal aksi tersebut terkait penanganan banjir kepada Gubernur DKI Jakarta.


“Demo kemarin itu adalah demo pro Anies Baswedan, tidak ada urusannya dengan masalah presiden karena presiden itu sudah terpilih,” katanya.


Karena itu, Suhadi menilai apa yang dilakukan para perempuan saat aksi itu sudah menjadi bentuk pelecehan terhadap simbol negara.


Pasalnya, mereka mengatasnamakan warga Indonesia yang hendak menurunkan Presiden Jokowi dari kursi jabatannya.


“Tujuan besarnya adalah kita mau kasih pesan kepada siapapun bahwa pemilu sudah selesai. Simbol-simbol negara itu tidak boleh lagi dibawa-bawa. Itu yang mau kita tegaskan,” terang Suhadi.


Tak hanya itu, pasal yang akan digunakan Tim APP dalam laporannya terhadap para wanita yang mengatasnamakan “Ema Ema” itu yakni pasal 107, 169, dan UU ITE 28 ayat (2) dan juga pasal makar.


“Sementara pasal yang akan kita gunakan adalah 107dan 169 dan ITE 28 ayat 2. Kita sudah ada bukti flashdisk, berisi video dan juga tripping dari koran juga kita masukkan,” pungkasnya.


Massa Bang Japar di Balai Kota DKI dukung Anies Baswedan. Foto Indopos


Untuk diketahui, Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa (14/1) lalu didatangi dua kelompok massa yang berbeda. Yakni massa pro dan kontra Anies.


Massa kontra yang digawangi politisi PDIP dan pegiat medsos Abu Janda menuntut tanggungjawab Anies atas banjir Jakarta.


Mereka juga menuntut ganti rugi atas banjir yang terjadi di hari pertama tahun 2020 itu.


Sementara, massa pro Anies datang dari ormas milik anggota DPD RI Fahira Idris, Bang Japar dan sejumlah ormas Betawi.


Mereka datang bertujuan untuk ‘memagari’ Balai Kota dan Anies Baswedan yang mereka nilai telah didzalimi.


Suasana bahkan sempat memanas. Sehingga polisi mengarahkan massa kotra Anies ke kawasan Patung Kuda, Silang Monas. (*)


loading…




Sumber Pojoksatu.id
https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2020/01/17/pendukung-anies-baswedan-dalam-aksi-demo-di-balai-kota-akhirnya-dipolisikan-pasal-makar/3/




Cabuli Anak Tiri, AF Digelandang ke Polsek Tambang

ARB INdonesia, KAMPAR – Seorang pria paruh baya digelandang ke Polsek Tambang Kabupaten Kampar diduga kuat telah mencabuli anak tirinya M (Pr) yang baru berusia 9 tahun.


Terkuak pencabulan ini berawal dari istri pelaku AF alias BO (51) yang beralamat di Perawang Kecamatan Tualang Kabupatan Siak, lantaran sakit hati ulah becat sang suami.

Akhirnya pelaku ditangkap pada Kamis malam (16/1) sekira pukul 23.00 WIB, saat berada di daerah Panam Kota Pekanbaru. Pria bejat ini kemudian dibawa ke Polsek Tambang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.


Terungkapnya kejadian ini berawal pada Kamis (2/1/2020) sekira pukul 08.30 Wib, saat itu pelapor selaku ibu korban sedang mencuci pakaian anaknya M dan melihat celana dalam anaknya ada bercak darah, pelapor curiga bahwa anak perempuannya itu telah mengalami kejadian yang tidak wajar.


Berdasarkan keterangan pelapor bahwa sebelumnya pada tanggal (17/8/2019) sekira pukul 05.00 WIB, ia terbangun dan bermaksud sholat subuh, saat itu dirinya melihat AF alias BO (suaminya) sedang meraba-raba kemaluan anak tirinya yang sedang tidur.


Lebih lanjut diceritakan bahwa kejadian seperti itu bukan hanya sekali tetapi sudah beberapa kali. Pelapor pernah memergoki suaminya itu melakukan perbuatan serupa terhadap anak tirinya, bahkan pelapor juga pernah melihat ada rekaman video anaknya itu sedang mandi pada Hp suaminya (pelaku).


Selanjutnya pada hari Rabu (15/1/2020) sekira pukul 19.30 WIB, pelapor membawa korban untuk pemeriksaan ke RS Bhayangkara Polda Riau, dari keterangan dokter ditemukan ada bekas luka pada kemaluan korban.


Mendapati kenyataan itu pelapor langsung menanyai anaknya, korban mengaku sering diremas pantat dan disentuh kemaluannya oleh ayah tirinya saat sedang tidur bersama ayah tirinya itu.


Selain itu korban juga menyampaikan kalau dirinya sering merasa sakit pada kemaluannya saat buang air kecil, atas kejadian itu pelapor selaku ibu kandung korban tidak terima lalu melaporkan kejadian ini ke Polsek Tambang.


Selanjutnya pada Kamis (16/1/2020) sekitar pukul 23.00 Wib, Kapolsek Tambang Iptu Jurfredi SH perintahkan Kanit Reskrim beserta Anggota Opsnal Polsek melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku.


Kemudian didapat informasi bahwa terduga pelaku sedang berada di wilayah Panam Kota Pekanbaru, Tim langsung memburunya dan berhasil mengamankan, lalu membawanya ke Polsek Tambang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


Kapolres Kampar AKBP Mohammad Kholid SIK melalui Kapolsek Tambang Iptu Jurfredi SH saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini, disampaikan bahwa tersangka AF alias BO telah diamankan di Polsek Tambang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, jelasnya. (rls)




Jajaran Polda Riau Komit Cegah dan Tangani Karhutla 2020

ARB INdonesia, PEKANBARU – Menghadapi musim kemarau di tahun 2020 ini, jajaran Polda Riau menegaskan pihaknya tetap komit untuk mencegah dan menangani Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).


Baik langkah teknis serta pelibatan dan bersinergi bersama semua pemangku kebijakan serta mendorong partisipasi seluruh elemen masyarakat.


Pencegahan secara dini ini didukung teknologi alat pemantau titik api, selain itu juga upaya kampanye kepada masyarakat luas untuk secara aktif turut mencegah karhutla, serta melakukan upaya penegakan hukum.
Dan langkah itu sudah dilakukan sejak awal memasuki tahun 2020 oleh jajaran Polda Riau.


Hal itu diungkapkan oleh Kombes Pol Sunarto, Kabid Humas Polda Riau, Kamis sore (16/1/2020) kepada wartawan. “Karena karhutla merupakan ancaman yang serius bagi kita. Kerugian yang ditimbulkan akibat karhutla merugikan seluruh sektor kehidupan diantaranya di sektor ekonomi, transportasi, kesehatan, pariwisata, pendidikan, hubungan dengan luar negeri terutama negara tetangga” papar Narto panggilan akrabnya.


Berangkat dari kejadian dan faktor-faktor tersebut tegas Narto maka perlu dibangun komitmen bersama harapannya Riau bebas asap dapat terwujud.


“Penanganan kebakaran hutan dilakukan secara komprehensif melalui upaya pencegahan, yakni dengan cara mendeteksi secara dini kerawanan timbulnya kebakaran, kita harus mampu memprediksi situasi berdasarkan pantauan cuaca atau musim. Demikian juga menumbuhkan kesadaran dan peran serta masyarakat untuk andil secara aktif dan proaktif dalam melakukan pencegahan karhutla” ungkap Narto.


Narto memaparkan langkah-langkah untuk mencegah itu diantaranya dengan melokalisir titik api dengan mengkonsolidasikan kekuatan yang dimiliki. Kemudian melakukan analisa dan evaluasi metode supaya lebih efektif dan efisien dalam melokalisir titik api.


“Kemudian menjalin sinergitas dan kerjasama dengan semua stake holder dan semua elemen masyarakat. Dengan menggunakan aplikasi teknologi sebagaimana yang disampaikan bapak Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setia Imam Efendi SH SIK MSI telah membuat satu terobosan yakni “Dashboard Lancang Kuning” untuk mendeteksi dan menentukan titik api” urainya.


Menurut Narto, dengan adanya aplikasi ini akan memudahkan petugas terdekat mengambil langkah pemadaman sehingga api segera tertangani oleh petugas di lapangan.


Selain cara tersebut, Polda Riau juga kata Narto tetap komitmen melakukan penegakan hukum secara profesional dengan mengkolaborasikan sistem, sumber daya manusia dan juga pemanfaatan tehnologi.


“Kegiatan pencegahan yang sudah dilakukan oleh jajaran Polda Riau dan ini akan terus kita lakukan diantaranya adalah pembuatan sekat kanal non permanen yang saat ini sudah berjumlah 813 buah. Kemudian papar Narto, pembuatan embung sebanyak 996 buah” terang Narto.


Selain itu, untuk menumbuhkan kesadaran bersama tentang pencegahan Karhutla ini dengan cara melakukan Focus Gruop Discussion (FGD) sebanyak  65 kali. Juga tambah Narto disertai dengan kegitan penyuluhan sebanyak 529.557 kali.


Tidak hanya itu tambah Narto, Polda Riau juga menyebarkan 89.568 lembar maklumat Kapolda Riau disertai dengan pemasangan 5.847 buah spanduk.


Polda Riau juga menyiapkan pembuatan 28 buah pompa portable menggunakan tenaga mesin sepeda motor. Juga dilakukan 22.834 kali kegiatan patroli darat dan 43 kali patroli udara.


Selain itu pihaknya secara rutin melakukan apel siaga seluruh jajaran yang sudah dilakukan sebanyak 875 kali.


“Kemudian melakukan kegiatan pembagian masker sebanyak 54.292 buah, dan 19 kali melakukan layanan kesehatan serta kegiatan pelatihan aplikasi GPS bagi petugas” tukas Narto.


Narto kembali menegaskan bahwa Polda Riau telah mempersiapkan dengan matang langkah-langkah penanganan karhutla terutama dalam menghadapi prediksi cuaca panas yang lebih panjang di tahun 2020 ini.


Dengan meningkatkan pembuatan sekat kanal, embung dan mempersiapkan secara terukur terkait dengan sarana prasarana yang dibutuhkan dalam penanganan karhutla.


“Serta mengajak seluruh instansi terkait dan juga masyarakat secara bersama sama dalam melakukan tindakan nyata penanganan karhutla ini” ujarnya.


Dalam penegakan hukum saja, kata Narto sejak awal tahun 2020 jajaran Polda Riau telah melakukan penyidikan sebanyak 7 kasus dengan jumlah tersangka diamankan 9 orang, luas lahan terbakar mencapai 79,515 Ha.


Rincian penanganan kasusnya, urai Narto pertama di Polres Inhu 1 kasus dengan 3 TSK, luas lahan 3,5 Ha.
Kedua Polres Bengkalis 2 kasus dengan 2 TSK luas 70 Ha.
Ketiga Polres Siak 1 kasus dengan 1 TSK luas 1 Ha.
Keempat Polres Dumai 1 kasus dengan 1 TSK luas lahan 5 Ha.
Kelima Polresta Pekanbaru 1 kasus dengan 1 TSK 0.015 Ha.


“Inisial para TSK, HT, SY, SR, JR, RU, ER, SU, FW dan PS. Status kasus saat ini dalam tahap penyidikan” terang Narto. (rls)