ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Satres Narkoba Polres Inhil berhasil ringkus dua orang pengedar narkoba jenis ekstasi di dua TKP di Tembilahan, Rabu (22/01/20) malam.
Penangkapan pertama pria inisial AL ditangkap tanpa perlawanan di Wisma Abu, di Jalan H Sadri, Tembilahan.
Pria berusia 31 tahun itu ditangkap bersama barang bukti 50 butir extacy merk RJ, uang tunai Rp 500.000, satu unit Hp dan satu unit sepeda motor.
Penangkapan kedua terhadap pelaku inisial AR (31) di Jalan Pangeran Hidayat, Tembilahan. Dari tangan warga yang juga asli Tembilahan ini diamankan uang tunai Rp 1.450.000.
Kini kedua pelaku bersama barang bukti langsung diamankan ke Mapolres Inhil guna penyidikan lebih lanjut.
Kasat Narkoba Polres Inhil AKP Bachtiar SH mengatakan membenarkan adanya penangkapan kedua pelaku tersebut.
Dijelaskannya, penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang mengatakan ada pria melakukan transaksi narkoba.
“Selanjutnya saya perintahkan personil untuk melakukan penyidikan dari informasi tersebut, kemudian dari penyelidikan benar bahwasanya ada yang melakukan transaksi,”ujar Kasat.
Kemudian pelaku inisial AL langsung diamankan di Wisma Abu dengan barang bukti puluhan butir Ekstasi. Dari hasil pengembangan ternyata barang haram tersebut didapat dari pria berinisial AR.
“Setelah itu pria inisal AR langsung di amankan di Jalan Pangeran Hidayat dengan uang tunai yang diduga dari penjualan Ekstasi, “ucapnya.
Sebelum AR ditangkap tambah Kasat, pelaku mencoba melarikan diri dengan meloncat ke dalam sungai.
“Kini kedua pelaku sudah diamankan ke Mapolres Inhil bersama barang bukti”tutup Kasat. (rls)
Pesawat Pemadam Kebakaran Hutan Australia Jatuh Saat Padamkan Api
ARB INdonesia, AUSTRALIA – Sebuah pesawat Hercules pembawa tanki air untuk memadamkan kebakaran hutan di Australia dilaporkan jatuh di Negara Bagian New South Wales (NSW).
Layanan Pemadaman Kebakaran Daerah mengatakan mereka tengah menyelidiki insiden melibatkan pesawat pemadam yang terbang di wilayah Snowy Monaro.
“Kru di lapangan mengatakan pesawat itu tampaknya jatuh. Sejumlah helikopter sudah dikerahkan ke daerah itu untuk mencari,” kata pernyataan Layanan Pemadam Kebakaran Daerah, seperti dilansir laman Express, Kamis (23/1).
Stasiun televisi ABC melaporkan pesawat itu benar sudah jatuh.
Media setempat melaporkan pesawat yang jatuh itu adalah Hercules C130 pengebom air dan pesawat itu sedang menjalankan tugas di daerah kebakaran besar di sebuah taman nasional.
Kebakaran besar di wilayah Snowy Mountains dan di Bega Valley di NSW membuat tim gawat darurat mengeluarkan peringatan kepada penduduk untuk segera meninggalkan rumah jika mereka tidak ingin mempertahankan harta benda.
“Puncak kebakaran baru akan dimulai dan kami harus bersiap sepanjang siang dan malam di banyak wilayah NSW,” kata Layanan Pemadam Kebakaran Daerah dalam akun Twitter resmi mereka.
Pesawat pengebom air itu biasanya berisi dua pilot dan mampu mengangkut 15.000 liter air dan bertugas mendukung tim lapangan dalam memadamkan kebakaran hutan.
Kebakaran di wilayah pegunungan yang hanya berjarak lima jam dari Sydney itu terjadi di kawasan seluas 94.000 hektar. (*)
ARB INdonesia, DUMAI – Kapal pompong berpenumpang 20 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tujuan Malaysia tenggelam di perairan Tanjung Medang Dumai. Dari total penumpang 10 orang masih dalam pencarian.
Kepala Basarnas Pekanbaru Ishak, mengataKan, pihaknya dibantu Polairud, TNI AU dan juga instansi lainnya tengah melakukan pencarian korban di lokasi kejadian.
“Kita telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mendukung kinerja tim SAR Gabungan. Kita juga didukung Helly Puma dari Lanud Rosmin Nurjadin,” kata Kamis (23/1).
Tenggelamnya kapal pompong tersebut diduga akibat kebocoran pada lambung kapal. “Karamnya kapal yang mengangkut penumpang yang rata-rata dari Sumatera Utara tersebut biasanya mengalami kebocoran,” tuturnya.
Dijelaskannya, kapal pompong itu sebelumnya hendak menuju negeri jiran yang berangkat dari Pulau Rupat. Namun di tengah perjalanan diketahui kapal itu tenggelam di Tanjung Medang Dumai.
Sementara, korban selamat kini tengah mendapatkan perawatan. Meraka di antaranya yakni Een Saputra (30), Mariska Sari (30), Abdullah Faiz (25), Doni Siregar (25), Rudiansah (25), Sumon (32), Uli Handayani (39), Fitria (40), Herman (29) serta Abib (28).
“Kita akan berupaya semaksimal mungkin. Kita berharap seluruh korban dapat kita selamatkan,” terangnya. (*)
ARB INdonesia, BULELENG – Beredar sebuah foto bugil seorang siswi yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga viral di media sosial. Gadis itu diduga dibayar seseorang Rp 500 ribu untuk foto bugil itu.
“Itu kan sudah dilaporkan, itu sebenarnya fotonya 6 bulan yang lalu. Kemudian baru beredar sekarang, beredarnya hanya antara WhatsApp per person saja,” kata Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya saat dihubungi, Kamis (23/1).
Polisi langsung menindaklanjuti dengan pihak sekolah terkait foto tersebut. Pihak sekolah pun sudah memberikan sanksi terhadap pelajar SMP di Kabupaten Buleleng, Bali.
“Hanya anaknya dikasih tindakan disiplin di sekolahnya langsung ditangani BP,” ujar dia.
Polisi Buru Penyebar
Dugaan sementara siswi itu memotret dirinya saat bugil karena diminta seseorang yang diduga memberi uang Rp 500 ribu. Namun informasi itu masih ditelusuri polisi.
“Sebenarnya, dia dikasih uang saja disuruh bugil. Secara pasti belum tahu (berapa uang). Tapi (dari) informasinya Rp 500 ribu,” kata dia.
Polisi saat ini juga masih menyelidiki pelaku yang meminta dan menyebarkan foto telanjang siswi tersebut. Karena saat ini, korban masih menutup diri. “Untuk yang menyebarkan itu masih diselidiki dan kita juga menunggu laporan dari pihak korban yang merasa dirugikan,” ujar Sumarjaya.
KPPAD Turun Tangan
Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Bali mendesak polisi mengungkap pelaku penyebaran foto bugil siswi SMP di Kabupaten Buleleng, Bali.
“Kami di KPPAD karena sudah viral di media sosial. Kami berharap siapa sebenarnya yang mengupload dan menyebarkan (foto) itu kan polisi bisa mengungkapkan,” kata salah satu anggota KPPAD Bali Ni Luh Gede Yastini saat dihubungi, Kamis (23/1).
KPPAD akan melakukan pendampingan terhadap korban tersebut. Proses pemulihan akan dilakukan KPPAD demi psikologis anak.
“Tentu kalau dalam perlindungan anak, ini adalah korban sehingga perlu pemulihan. Saya yakin teman-teman (KPPAD) di Singaraja (Kabupaten Buleleng) melakukan upaya-upaya pemulihan psikologinya dan itu paling penting. Saya berharap nanti, dalam proses identitas anak ini harus dilindungi,” imbuhnya.
Yastini mengaku, belum mengetahui persis kasus foto bugil tersebut. Karena, pihaknya belum secara langsung mengetahui kasus tersebut dari awal dan motifnya seperti apa. Hanya tahu dari informasi media sosial yang sudah viral.
“Saya belum turun ke Singaraja dan belum mendengar pastinya seperti apa. (Hanya) Tahu dari media kasus ini. Kami tentu akan terus mengawal kasus ini sesuai dengan koridor Undang-undang perlindungan anak,” ujarnya. (*)
ARB INdonesia, JAKARTA – Plt. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Properti, Setyo Maharso menyayangkan dana alokasi subsidi pemerintah untuk membangun perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) cenderung menurun. Padahal, tahun ini kebutuhan rumah bagi MBR mencapai 260 ribu unit dengan kebutuhan anggaran Rp29 triliun.
Sementara dana yang dianggarkan APBN 2020 hanya Rp11 triliun ekuivalen dengan 97.700 unit rumah. Sehingga masih ada kekurangan dana Rp18 triliun untuk memenuhi permintaan perumahan MBR.
Dana yang yah dikucurkan pemerintah tersebut diprediksi akan habis di bulan April tahun 2020. Sehingga perlu dipikirkan segera cara memenuhi kekurangan anggaran tersebut. Sebab, jika tidak, maka program rumah bersubsidi akan berakhir di bulan Juni.
Untuk itu pihaknya memberikan solusi alternatif untuk memenuhi kekurangan yang ada. Pertama dengan pengalihan dari dana bantuan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) dan subsidi bantuan uang muka (SBUM) menjadi mekanisme Subsidi Selisih Bunga (SSB).
“Pengalihan ini akan menambah bantuan sebesar 128.125 unit,” kata Setyo di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Kamis (23/1).
Kedua, menggunakan dana pemerintah pusat yang mengendap di APBD pemerintah daerah. Setyo menyebut dana pemerintah pusat yang mengendap di rekening Pemda mencapai Rp186 triliun. Jika dana tersebut ditarik 10 persen, maka akan ada tambahan Rp1,86 triliun untuk menutupi kekurangannya.
Ini bisa dilakukan karena pemerintah daerah juga berkewajiban untuk menyediakan perumahan bagi warganya. Sebagaimana tercantum dalam UU No 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman bahwa rumah umum mendapatkan kemudahan dan/atau bantuan dari pemerintah dan pemerintah daerah.
Cara Selanjutnya
Ketiga, mengoptimalkan peranan BPJS TK dan SMF untuk perumahan yang perlu didorong, karena selama ini porsi penyalurannya yang masih sedikit. Untuk BPJS TK, perlu
ada titik temu di Kemenaker dalam rangka meningkatkan bunga optimal antara bank dan BPJS TK. Tujuannya agar nanti dengan perbankan dan peserta bisa optimal dalam penyaluran perumahan pekerja.
Sementara SMF dapat ditingkatkan peranannya secara lebih besar untuk pembiayaan perumahan rakyat. Perlu ditingkatkan fleksibilitas SMF dalam mendapatkan dan menyalurkan pendanaan.
Keempat, bisa menggunakan alokasi dana subsidi LPG yang belajar dianggap tidak tepat sasaran. Saat ini kata Setyo, anggaran untuk rumah subsidi sudah semakin ketat. Program yang mengacu kepada APBN pun masih akan sulit untuk mendapatkan alokasi dana tambahan.
“Kita harapkan semua pihak mulai dari pemerintah dan DPR bisa mendukung realisasi program perumahan untuk rakyat melalui optimalisasi kebijakan fiskal,” kata Setyo.
Empat alternatif substitusi tersebut merupakan kesimpulan dari hasil koordinasi antara Kadin Properti dengan beberapa stakeholder terkait. Mereka adalah Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), PPDPP (Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan), SMF (Sarana Multigriya Finansial), BPJS TK (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja), Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat) dan BTN (Bank Tabungan Negara) termasuk dengan asosiasi perumahan seperti REI (Real Estate Indonesia), Himppera (Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat) dan PI (Pengembang Indonesia) beberapa waktu lalu di Jakarta. (*)
Kebelet BAB, Suami Malah Pergoki Istri Bersama Pria di Kamar Mandi
Ilustrasi poskotanews.com
ARB INdonesia, SUMBAWA – Suami mana tidak naik pitam melihat kelakuan istrinya di luar batas kewajaran. Ad memergoki istrinya Sah dengan pria lain, H, di kamar mandi rumah mereka.
Peristiwa itu terjadi 18 Januari lalu pukul 22 di Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa. Saking tak bisa membendung emosinya, Ad menusukkan pisau ke teman pria istrinya.
“Tanggal 18 Januari pukul 20, Ad sedang duduk di depan rumah saudara Mul. Tidak lama kemudian, saudara Ad meminta izin pulang ke rumah untuk membuat kopi,” kata kata Kapolres Sumbawa, AKBP Tunggul Sinatrio, Selasa (23/1).
Saat Ad tiba di rumah, dia tidak melihat istrinya Sah. Ad melanjutkan kegiatannya membuat kopi. Dia mengambil pisau yang dipakai untuk keperluan mengerik daun lontar. Kebiasaan warga setempat, daun lontar dijadikan rokok dan pisau itu kemudian diselipkan di pinggangnya.
Belum lagi rencana itu dia tunaikan, Ad mendadak sakit perut. Saat ini buang air besar, pintu kamar mandinya malah terkunci. Ad menggedor pintu memastikan ada orang di dalam kamar mandi.
“Kedengar suara istrinya. Ad minta istrinya membuka pintu, tapi istrinya tidak mau,” katanya.
Diduga sudah kebelet, Ad menobrak pintu kamar mandi itu. Betapa kagetnya Ad, di dalam kamar mandi tersebut bukannya cuma istrinya. Ada pria lain bersama Sah. Pria itu bersembunyi di dalam bak mandi.
“Sah berada di dalam kamar mandi bersama dengan seorang pria. Saat itu pelaku ada melihat sandal laki-laki berada di atas bibir bak mandi dan kemudian pelaku langsung masuk dan mendapatkan seorang laki-laki sedang bersembunyi di dalam bak mandi dengan posisi duduk jongkok sambil menunduk,” kata Tunggul.
Saking emosinya, Ad langsung mencabut pisau di pinggangnya dan menusukkan ke tubuh pria itu sebanyak satu kali mengenai bagian punggung korban. Korban sempat berdiri dan mengeluarkan pisau dan saat itu pelaku sempat hendak mau menusuk korban kembali namun saat itu diadang istrinya,” jelas dia.
Penuh kemarahan, Ad keluar rumahnya usai menusuk pria tersebut. Dia tidak menghiraukan keadaan korban.
Selang beberapa jam kemudian warga ada menemukan korban di selokan belakang rumah pelaku sudah dalam keadaan meninggal dunia. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Ropang dan saksi-saksi sudah dimintai keterangan.
“Saat ini pelaku sudah kami amankan di Satuan Reskrim Polres Sumbawa,” tegas Tunggul. (*)