Dua Penampung dan Penyalur TKI Ilegal di Bengkalis Jadi Tersangka

ARB INdonesia, BENGKALIS – Kepolisian Resor (Polres) Bengkalis menetapkan dua penampung dan penyalur TKI ilegal sebagai tersangka, pasca karamnya kapal di Perairan Pulau Rupat. Kedua tersangka berinisial MZ (39) dan SY (52), warga Desa Sukarjo Mesim, Kecamatan Rupat.


“Polres Bengkalis sudah menetapkan dua tersangka terkait kecelakaan laut di wilayah Bengkalis. Kami ingin proses hukumnya berjalan dengan baik,” ujar Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, saat silaturahmi dengan wartawan di Pekanbaru, Sabtu (25/1/2020).


Kedua tersangka berperan mencari tenaga kerja dari beberapa daerah. Tidak hanya di Riau, mereka merekrut tenaga kerja dari Medan, Provinsi Sumatera Utara dan Jawa untuk dikirim ke Malaysia.







Sebelum diberangkatkan ke Malaysia, para tenaga kerja ditampung di rumah tersangka di Pulau Rupat selama satu malam. Setelah itu mereka dibawa ke Malaysia menggunakan kapal pompong. “Tersangka sudah ditahan,” kata Agung.


Agung mengimbau, masyarakat yang ingin menjadi TKI hendaknya melalui mekanisme dan jalur resmi agar keberangkatan dan pengembalian dijamin. Bila ada masalah di tempat bekerja bisa diselesaikan.


Kapal berangkat dari Sungai Pakalan Buah Rupat Selatan mengangkut 18 orang TKI ilegal dan 2 tekong, Selasa (21/1/2020) malam sekitar pukul 19.30 WIB. Dua jam kemudian, kapan karam karena dihantam ombak besar.







Sebanyak 10 orang penumpang berhasil diselamatkan, terdiri dari 7 orang laki-laki dan 3 orang perempuan. Sementara 10 penumpang lainnya hilang.


Satu penumpang perempuan ditemukan mengapung di lautan dalam kondisi sudah meninggal, Kamis (23/1/2020) sore. Hingga hari keempat pencarian, selain satu korban meninggal juga ditemukan 7 life jaket dan 1 tas mengapung di lautan.



Kepala Basarnas Pekanbaru , Ishak, menyebutkan, 7 life jaket ditemukan dalam keadaan utuh. Begitu juga satu tas warna coklat. “Diduga tas itu milik korban kapal yang tenggelam,” kata Ishak.


Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian. Selain penyisiran di laut, pencarian juga dilakukan dari udara dengan menggunakan helikopter Super Puma milik TNI AU. (*)


loading…




Sumber cakaplah.com
https://www.cakaplah.com/berita/baca/2020/01/25/dua-penampung-dan-penyalur-tki-ilegal-di-bengkalis-jadi-tersangka/#sthash.f5t7xy6o.dpbs




Akhir Februari, Air Mineral OK OCE Launching di Riau

ARB INdonesia, PEKANBARU – Jika tidak ada aral melintang, akhir bulan Februari tahun 2020, produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) OK OCE secara resmi akan dilaunching dan beredar di Provinsi Riau.


Sebagai perkenalan hari ini Sabtu (26/1/2020) PT Tirta Sentosa Sejahtera sebagai penanggung jawab bisnis di Sumatra menggelar acara sosialisasi produk AMDK OK OCE untuk agen di Hotel Royal Asnof Pekanbaru. Acara ini untuk membuka kesempatan warga Riau menjadi agen.


Direktur Utama PT Tirta Sentosa Sejahtera Hendy Soewandi kepada CAKAPLAH.COM mengatakan hari ini pihaknya mengundang calon-calon agen dan memberikan sosialisasi bagaimana berbisnis AMDK OK OCE ini. Dan ternyata memang pesertanya membludak.







“Untuk AMDK OK OC ini adalah produk nasional dan yang terpenting Air Mineral OK OCE ini telah terdaftar ke dalam merek air minum dalam kemasan BPOM dan SNI. Sehingga dapat dipastikan baik untuk tubuh kita,” ujar Hendy didampingi owner PT Tirta Sentosa Sejahtera, Nyimas Rohana Halim, Sabtu (26/1/2020).


Lanjut Hendy, yang menjadi keistimewaan AMDK OK OCE ini adalah dalam proses produksinya dibacakan murotal Alquran. Hal ini berdasarkan penelitian ahli di Jepang yang menyatakan, ayat Alquran membuat air beraura positif dan lebih baik.


“Karena sudah ada penelitiannya di Jepang, jadi air yang diberi bacaaan baik, air tersebut akan membentuk kristal yang baik. Jadi dengan bacaan murotal ini tadi, air tersebut diharapkan bisa menjadi hal yang baik untuk tubuh kita,” ungkapnya.


Selain itu, keunggulan selanjutnya adalah setiap membeli 1 liter air mineral OK OCE sudah ikut berinfak Rp15.







“Kita kerjasama dengan Bank Infaq Dunia yang nantinya rekeningnya ini untuk anak-anak yatim atau yang membutuhkan di Sumatera. Jadi memang ini bisnis bukan dunia saja namun juga akhirat,” ungkapnya.


Keunggulan lainnya adalah, mulai dari kemasan botol, plastik, semuanya itu bersertifikasi SNI pilihan terbaik. Karena air dengan bacaan murottal yang dijaga didalamnya. Sehingga memang harus benar-benar dijaga dengan baik.


“Untuk air mineral OK OCE ini juga tidak diperbolehkan dijual di Diskotik, warung remang-remang ataupun Supermarket yang bukan milik pribumi. Kita ingin bisnis ini memang untuk mensejahterakan ummat,” ungkapnya.


Direktur Marketing PT Tirta Sentosa Sejahtera Hari menambahkan saat ini Air Mineral OK OCE hadir dengan 5 varian. Yaitu yang pertama galon 19 liter, varian cup atau gelas dengan ukuran 220 ml, botol 330 ml, botol 500 ml dan botol 1.400 ml.







“Rencana kita juga akan buat varian botol dengan ukuran 220 ml. Tapi memang belum ya. Kita masih menunggu mesin unttuk membuat varian botol. Insya Allah tahun depan sudah terealisasi,” jelasnya.


Distributor tunggal OK OCE untuk wilayah Riau Hasrul mengatakan untuk harga air mineral OK OCE ini juga sangat bersahabat dengan masyarakat.


“Walau bisnis ini memang sudah ada yang terlebih dahulu, namun untuk OK OCE kita bisa jamin harganya sangat bersahabat,” ungkapnya.


Dikatakan Hasrul lagi, AMDK OK OCE punya tagline yang luar biasa yakni hidup sehat berkah dunia akhirat.



“Mengapa berkah dunia akhirat? Karena seperti disampaikan tadi, air mineral kita ini pada produksinya dibacakan murattal quran, ditambah lagi setiap pembelian kita juga langsung ikut berinfaq, ditambah lagi diproduksi dengan teknologi modern. Insya Allah ini bisa jadi alternatif bagi umat yang merindukan air minum sehat dan berkah,” tukasnya.


Sebagai informasi OK OCE merupakan istilah yang dipopulerkan oleh mantan Wagub Jakarta Sandiaga Uno. OK OCE adalah gerakan penciptaan lapangan kerja. Melalui gerakan kewirausahaan dan ekonomi kerakyatan, OK OCE bertujuan untuk bisa menciptakan kemandirian dan lapangan kerja yang banyak untuk rakyat Indonesia. Kini OK OCE mulai merambah di pasar air minum dalam kemasan. (*)


loading…




Sumber cakaplah.com
https://www.cakaplah.com/berita/baca/2020/01/25/akhir-februari-air-mineral-ok-oce-launching-di-riau/#sthash.PGbkMTlp.dpbs




Video : Panduan Lengkap Pembuatan Kopra Putih Kwalitas Super

Foto Lpk 8 Yes


https://youtu.be/N9roqj0VsMs



Jembatan Sungai Piring Seakan Tengah 'Sakratul Maut', Hanya Menunggu Waktu Untuk Ambruk

Foto: Jembatan Sungai Piring – Inhil







ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR –Jembatan Sungai piring Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) saat ini keadaannya  sungguh sangat memprihatinkan.


Pasalnya, telah lama Jembatan itu mengalami penurunan atau terhentak dibagian tengah, seakan jembatan itu tengah menghadapi ‘Sakratul Maut’, hanya menunggu waktu untuk ambruk.


Terlebih jika air pasang, jembatan tersebut seperti Kolam yang digenagi air hingga sulit untuk dilewati. Sementara, jempatan tersebut merupkan satu-satu akses jalan yang harus dilalui.

Dikhawatirkan jika sampai terjadi ambruk, tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan korban. Efek dominonya beberapa warga kecamatan lain seperti gas dan gaung tak dapat juga melintas. 







Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruangan Ir Illyanto mengatakan jembatan yang menjadi kewenangan provinsi itu memang sudah memprihatinkan, sudah sepantasnya diperbaiki. 


“Kami akan terus mendorong dilaksanakannya perbaikan terhadap jembatan rusak di Sungai Piring, Kecamatan Batang Tuaka yang sempat menyita perhatian publik,”kata Ir Illyanto saat dijumpai diruang kerjanya. 







Keadaan yang memprihatinkan seperti itu bukan tidak mungkin bagi Dinas PUPR Inhil untuk mengambil alih pekerjaan namun persoalannya dana itu harus dihibahkan. Jika tidak dana untuk mengerjakannya dari APBD tidak akan mencukupi. 


Kebutuhan dana menggunakan dana APBD semakin terdesak saja dengan tidak adanya kemampuan untuk memperbaiki jembatan itu. Illyanto psimis akan terlaksana sebab dana yang ada saat ini tidak mencukupi untuk memenuhi kewajiban. 



“Dan yang paling penting, kewajiban APBD kita harus selesai dulu. Sekarang (dana, red) yang untuk menangani kewajiban kita saja masih belum cukup. Apalagi untuk mengambil alih pembangunan, dalam hal ini jembatan di Sungai Piring yang seyogyanya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Riau,” tukas Illyanto.


(Media Sakti Grub)
Editor Arb




Riau, 13 Hotspot Terdeteksi

Ilustrasi







ARB INdonesia, RIAU – Akhir pekan 13 titik panas terpantau di Provinsi Riau, Sabtu (25/1/2020). Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Marzuki, mengatakan bahwa titik panas ini tersebar di 3 wilayah.


“Titik panas terbanyak itu terpantau di Bengkalis, 9 titik. Selanjutnya di Kabupaten Pelalawan 3 titik dan Indragiri Hilir 1 titik,” ujar Marzuki, Sabtu (25/1/2020).


Dari jumlah tersebut, 4 titik dipastikan adalah titik api karena memiliki level confidence diatas 70 persen. Artinya, bisa dipastikan ada aktivitas kebakaran hutan dan lahan.







“Kita terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” cakapnya.


Cuaca Riau akhir pekan ini masih berpotensi diguyur hujan. Hujan akan turun sejak siang hari dan berpotensi hingga malam hari.



“Siang hingga sore hari, potensi hujan dengan intensitas ringan hinga sedang yang tidak merata terjadi disebagian wilayah Kuansing, Kampar, dan Rohul,” ungkapnya.


Sementara malam hari potensi hujan yang dapat disertai petir terjadi di sebagian wilayah Kampar, dan juga Rokan Hulu.


“Dini hari tak ada potensin hujan, cuaca cerah berawan,” cakapnya.







Suhu udara Riau berada du angka 23.0 – 33.0 derajat celcius dengan kelembapan udara 60 – 98 %. Sementara arah angin berhembus ke arah Barat Laut-Timur Laut dengan kecepatan 10 – 20 Km/jam.


Prakiraan tinggi gelombang di perairan Provinsi Riau berkisar antara 0.25 – 1.0 meter. (*)


loading…




Sumber cakaplah.com
https://www.cakaplah.com/berita/baca/2020/01/25/13-hotspot-terdeteksi-di-riau-terbanyak-di-bengkalis/#sthash.k4uUSEMl.dpbs




Ganasnya Virus Corona Wuhan, Dokter Rumah Sakit China Pun Tewas

Gambar yang diunggah ke media sosial pada 25 Januari 2020 oleh Central Hospital of Wuhan menunjukkan staf medis merawat pasien. Foto/Central Hospital of Wuhan/Weibo/via REUTERS







ARB INdonesia, BEIJING – Virus 2019-nCoV, jenis baru dari coronavirus atau virus corona benar-benar ganas. Seorang dokter di rumah sakit di Provinsi Hubei, China, tewas akibat penyakit tersebut.


Kematian dokter itu dilaporkan China Global Television Network (CGTN) dalam sebuah tweet yang dikutip Reuters, Sabtu (25/1/2020). Wuhan, tempat virus mematikan ini pertama kali muncul, berada Provinsi Hubei.


Menurut laporan media China tersebut, dokter yang meninggal bernama Liang Wudong, 62. Dia adalah seorang dokter di Rumah Sakit Hubei, sosok yang berada di garis depan wabah coronavirus di kota Wuhan.


Belum diketahui apakah dokter Liang berada di antara 41 korban meninggal atau merupakan korban terbaru.







Otoritas kesehatan di China sebelumnya mengonfirmasi 15 kematian terbaru di provinsi Hubei. Angka itu menambah jumlah kematian akibat penyakit ini menjadi 41 orang sejak tiga minggu lalu.


Selain itu, lebih dari 1.000 orang secara global telah terinfeksi. Data terbaru ini menyoroti tantangan bagi otoritas kesehatan di seluruh dunia untuk bekerja mencegah pandemi global.


Komisi Kesehatan Provinsi Hubei mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada Sabtu (25/1/2020) pagi bahwa 180 kasus baru telah dilaporkan pada akhir Jumat, sehingga jumlah total pasien yang dikonfirmasi di provinsi tempat kota Wuhan berada tersebut adalah 752 kasus.


Sebanyak 15 kematian terbaru dilaporkan oleh komisi itu terjadi di Wuhan, kota yang sudah ditutup atau diisolasi sejak Kamis lalu.







Belum ada data tingkat nasional baru yang tersedia dari otoritas China. Komisi Kesehatan Nasional setempat pada hari Jumat telah mengonfirmasi ada 830 kasus.


Sebagian besar kasus dan 41 kematian yang dikonfirmasi sampai saat ini telah terjadi di China, tetapi virus ini juga telah terdeteksi di Thailand, Vietnam, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Nepal, Prancis, dan Amerika Serikat (AS).


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada pekan ini menyatakan coronavirus baru sebagai “keadaan darurat di China”, tetapi tidak menyatakannya sebagai keprihatinan internasional.


Otoritas Prancis melaporkan kasus pertama yang dikonfirmasi di Eropa pada Jumat malam.


Wuhan, kota berpenduduk 11 juta tempat virus pertama kali diidentifikasi, berada dalam penguncian virtual. Hampir semua penerbangan di bandara Wuhan telah dibatalkan dan pos pemeriksaan memblokir jalan utama yang mengarah ke luar kota. 







Ketika kota diisolasi, apotek mulai kehabisan stok dan rumah sakit telah dibanjiri dengan penduduk yang gelisah. Kota itu bergegas untuk membangun rumah sakit dengan 1.000 tempat tidur pada hari Senin.


Meskipun kota Wuhan ditutup, virus ini sudah menyebar lebih jauh. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengatakan pada hari Jumat bahwa ada 63 pasien yang diselidiki, dengan dua kasus yang dikonfirmasi terkait virus 2019-nCoV. Kedua kasus ini merupakan dua orang yang telah melakukan perjalanan ke Wuhan.


Setelah briefing Kongres bersama para pejabat kesehatan, Senator Republik AS John Barrasso—seorang mantan dokter—mengatakan orang-orang di Amerika Serikat dengan virus itu mungkin telah terinfeksi hingga 14 hari yang lalu di China.



“Kami ingin mencoba menghentikan dan mencegah orang datang ke Amerika Serikat jika mereka memilikinya,” kata Barrasso kepada wartawan, seperti dikutip Reuters, tanpa memberikan perincian tentang bagaimana hal itu dapat dicapai.


Bandara di seluruh dunia telah meningkatkan penyaringan penumpang asal China atau Tiongkok. 


Coronavirus jenis baru telah menciptakan alarm karena masih banyak yang tidak diketahui seputar virus ini termasuk seberapa berbahaya itu dan betapa mudahnya menyebar di antara orang-ke-orang.


Virus ini dapat menyebabkan pneumonia, yang telah mematikan dalam beberapa kasus. Gejalanya meliputi demam, sulit bernapas dan batuk. Menurut WHO, sebagian besar kematian terjadi pada pasien usia lanjut. (*)


loading…




Sumber Sindonews.com
https://sumut.sindonews.com/read/10327/1/ganasnya-virus-corona-wuhan-dokter-rumah-sakit-china-pun-tewas-1579921299