Bisnis Prostitusi Anak di Bawah Umur di Kalibata City Kembali Terkuak

Ilustrasi, foto apahabar.com


ARB INdonesia, JAKARTA – Polres Metro Jakarta Selatan kembali membongkar bisnis prostitusi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Kali ini binsis haram itu berada di Tower Jasmine. Bisnis prostitusi ini melibatkak anak di bawah umur.


Terdapat tiga pelaku yang ditangkap, yakni MTG alias F, NA, dan AS. Sementara satu pelaku lainnya yaitu P, saat ini masih buron. “Ada praktik prostitusi di lokasi tersebut,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Bastoni Purnama, Rabu (29/1/2020).


Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP M Irwan Santosa menambahkan, bisnis prostitusi anak di bawah umur ini terbongkar setelah pihaknya mendapat laporan terkait adanya dua orang yang hilang pada 22 Januri 2020 lalu. Laporan itu diberikan Polres Metro Kota Depok. 







Setelah menindaklanjuti laporan itu, orang hilang yang dimaksud ditemukan di lantai 10 kamar nomor 10 AV, Tower Jasmine Apartemen Kalibata City. “Didapat praktik prostitusi dengan menggunakan aplikasi Michat dengan korban anak yaitu JO, AS, NA,” jelasnya.


Setelah didalami, para korban selain dijual juga sempat dianiaya. Penganiayaan itu semisal disundut rokok, ditampar, hingga diikat oleh para pelaku. 



“Korban disundut rokok, ditampar, digigit, ditonjok hidung, ditendang kaki, didorong dengan lutut dengan posisi tangan diikat,” tukasnya.


Adapun ketiga pelaku kini berada di Mapolres Metro Jakarta Selatan. Mereka masih diperiksa intensif atas perbuatannya. (*)


loading…




Sumber Sindonews.com
https://metro.sindonews.com/read/1510513/170/bisnis-prostitusi-anak-di-bawah-umur-di-kalibata-




Hilang Tujuh Hari, Agus Ditemukan Tewas di Dalam Sumur

Ilustrasi foto Tribunnews.com







ARB INdonesia, GUNUNG KIDUL – Seorang warga Desa Beji, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Agus Juner (25) ditemukan tewas di dalam sumur yang berada tak jauh dari rumahnya. Sebelum tewas, Agus dilaporkan sempat hilang selama tujuh hari.


Humas Basarnas DIY, Pipit Eriyanto menerangkan sebelum ditemukan tewas, Agus dilaporkan hilang sejak Rabu (22/1) yang lalu. Pipit menerangkan selama dilaporkan hilang, warga sempat melakukan pencarian terhadap korban.


Pipit menerangkan Agus pertama kali ditemukan tewas oleh seorang warga bernama Wiryorejo alias Sarno (77). Saat itu Sarno akan memberikan makan hewan ternaknya mencium bau tak sedap dari sekitar sumur. Sarno pun kemudian mencari asal bau tersebut.







“Sekitar pukul 16.00, saksi mencium bau tak sedap. Saat dicari ternyata berasal dari dalam sumur. Saksi saat itu mengira jika asal bau karena ada bangkai ayam. Saat dicek ternyata justru menemukan jasad korban,” ujar Pipit saat dihubungi, Selasa (28/1).



Pipit menerangkan jika dari pakaiannya, jasad dipastikan adalah sosok Agus yang telah hilang sejak tujuh hari yang lalu. Sarno pun kemudian menghubungi perangkat desa dan diteruskan ke, BPBD, Basarnas DIY pos Gunungkidul. Tim SAR gabungan pun kemudian melakukan evakuasi terhadap jenazah Agus yang berada di dalam sumur.


“Kami mendapatkan laporan kemudian langsung melakukan evakuasi dengan cara vertical rescue. Jenazah korban bisa kita evakuasi sekitar pukul 19.00 WIB. Setelahnya jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” tutur Pipit.  (*)


loading…




Sumber merdeka.com
https://m.merdeka.com/peristiwa/hilang-tujuh-hari-agus-ditemukan-tewas-di-dalam-sumur.html




Tolak Ganti Nama, Anak Bunuh Ibu Kandung

Polres Sragen gelar rekonstruksi kasus anak bunuh ibu kandung di Sragen. (Foto Ahmad Khairuddin/Radar Solo)


ARB INdonesia, SRAGEN – Kasus anak bunuh ibu kandung kembali terjadi. Kali ini kejadiannya di Sragen Jawa Tengah.


Hendriyatno (36) warga Dusun Barong, Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Sragen menganiaya ibu kandungnya, Daliyem (50) hingga tewas.


Hendriyatno menghabisi ibu kandungnya karena permintaannya untuk ganti nama ditolak sang ibu.


Hal itu terungkap saat Polres Sragen melakukan rekonstruksi di rumah Daliyem, Selasa (28/1). Terdapat 22 adegan yang diperagakan tersangka maupun saksi.







Penjabat sementara (Pjs) Kasubbag Humas Polres Sragen AKP Harno menjelaskan, tersangka nekat menghabisi ibu kandungnya dengan alasan minta ganti nama tapi tak dituruti.


“Korban menolak menuruti kemauan tersangka untuk mengganti nama, sehingga membuat (Hendriyatno) marah yang kemudian melakukan pemukulan ke beberapa bagian tubuh korban dengan tangan kosong. Korban meninggal dunia akibat pendarahan pada otak,” terangnya mewakili Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo.


Awalnya, ada dugaan tersangka memiliki riwayat ganguan jiwa. Sebab, Hendriyatno pernah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Surakarta beberapa tahun lalu. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, kondisi kejiwaanya sehat.


“Hasil pemeriksaan rumah sakit jiwa, yang bersangkutan itu mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dapat dilakukan upaya proses hukum,” terang Harno.







“Kadang-kadang tersangka ini sehat. Kadang-kadang jiwanya sedikit terganggu karena pernah putus cinta,” jelasnya.


Akibat perbuatannya, Hendriyatno akan dijerat pasal 351 ayat 3 KUHP tentang Penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.


Ketua RT 06 Dusun Barong Sutrisno mengaku terkejut atas kejadian tersebut. Selama menjabat sebagai ketua RT, keamanan lingkungan selalu kondusif.


“Tidak menyangka tersangka tega membunuh ibunya sendiri karena cuma minta ganti nama,” jelasnya.


Selama ini, Daliyem dikenal sebagai warga yang baik. Selain menjadi ibu rumah tangga, almarhumah pada hari-hari tertentu berdagang makanan di objek wisata Gunung Kemukus, sedangkan Hendriyatno, pernah bekerja di pabrik di kawasan Kalioso, Karanganyar.







Sekadar informasi, penganiayaan tersebut terjadi Rabu (1/12) sekitar pukul 21.00. Sebelumnya, terjadi keributan antara tersnagka dengan Daliyem di dalam kamar. Hendriyatno ngotot minta kepada ibunya untuk mengganti namanya. Namun, saat itu sang ibu tidak menggubris.


Merasa diabaikan, tersangka gelap mata dan menghajar sang ibu. Mendengar teriakan Daliyem, sang suami, Sadiyo tidak berani mendekat.


Baru beberapa saat setelah Hendriyatno berhenti menghajar Daliyem, Sadiyo (60) masuk ke kamar mengecek kondisi istrinya.



Saat itu, Daliyem sudah bersimbah darah. Pria ini pun lantas berteriak kepada tetangga sekitar minta tolong membantu menolong istrinya.


Rumah Sakit Yaksi Gemolong. Namun karena luka yang dialami Daliyem cukup parah, nyawanya tidak tertolong.


Barang bukti yang diamankan antara lain pakaian korban, sprei dengan bekas darah, gigi palsu milik korban, dan dokumen surat keterangan berobat dan hasil periksa dari RSJD Surakarta. (*)


loading…




Sumber Pojoksatu.id
https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2020/01/29/tolak-ganti-nama-anak-bunuh-ibu-kandung/




Enam Mahasiswa asal Riau'Terkurung' di Wuhan, Gubri Kirimkan Bantuan

Foto : Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar.


ARB INdonesia, PEKANBARU – Merebaknya kasus Virus Corona di kota Wuhan, Cina,  hingga hari ini ratusan Warga Negara Indonesia  (WNI) masih ‘terkurung’, 6 diantaranya Mahasiswa asal Riau.


Meski dikabarkan seluruh WNI yang berada di Wuhan dalam keadaan baik-baik saja dan tidak tertular virus corona. Namun kondisi itu tetap menimbulkan kerisauan bagi masyarakat di Tanah Air, terlebih pihak keluarga.


Dikutip dari cakaplahcom, kerisauan yang sama dirasakan Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar. Apalagi diberitakan, 6 mahasiswa asal Riau tidak bisa kemana-kemana kecuali tinggal di asrama menghindari serangan virus corona.







“Pak Gubernur itu paling tak bisa mendengar orang kesusahan. Beliau pasti mau membantu,” ungkap Sekdaprov Riau Yan Prana Jaya Indra Rasyid kepada sejumlah media di Jakarta, Rabu (29/01/2020).


Itu sebabnya, terhadap nasib 6 mahasiswa asal Riau itu, Gubri langsung memberikan bantuan dana untuk membantu meringankan beban mereka.


“Dari informasi yang kita terima, harga-harga mulai naik karena stok makanan mulai terbatas. Itu sebabnya, Pak Gubernur memberikan bantuan dana untuk meringankan beban mereka. Mudah-mudahan bermanfaat,” sebut pria yang akrab disapa Bang Yan ini.







Sebelumnya diberitakan bahwa WNI yang sebagian besar adalah mahasiswa sekarang tinggal di dalam asrama masing-masing. Mereka berada di bawah pengawasan rektor masing-masing.


Sampai saat ini, diperkirakan ada sekitar 57 juta orang yang terkurung di beberapa kota di Tiongkok. Mereka tidak boleh keluar dan tidak bisa dievakuasi, karena tidak mendapat izin dari Xi Jinping, Presiden Tiongkok.


Menurut anggota Komisi I DPR RI Saiful Tamliha, saat ini seluruh WNI ada dalam keadaan sehat. Tidak ada yang terinfeksi virus corona.



“Tapi tidak ada satu negara pun yang bisa mengevakuasi warganya. Bahkan Amerika dan Prancis tidak bisa. Xi Jinping tidak kasih izin. Mereka tidak mau ambil resiko,” tambah anggota Komisi I yang antara lain membidangi masalah luar negeri ini.


Selama masa inkubasi lebih-kurang 14 hari, masyarakat di Wuhan harus menahan diri untuk tetap di dalam rumah atau asrama, agar terhindar dari virus corona.


Sejauh ini sudah ribuan orang terpapar virus corona dan sudah puluhan orang dikabarkan meninggal.


Editor Arb




Polres Inhil Dapat Bantuan Kendaraan Operasional dan Peralatan Pemadam Kebakaran dari Perusahaan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – PT Tabung Haji Indo Plantation (THIP) memberikan bantuan kendaraan operasional dan peralatan pemadam kebakaran kepada pihak Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hilir (Inhil), Selasa (28/1/2020) siang di Mapolres Inhil, Tembilahan. Bantuan tersebut diberikan guna mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi.


Secara simbolis, bantuan kendaraan operasional berupa 1 (satu) unit sepeda motor dan sejumlah peralatan pemadaman Karhutla diserahkan oleh Regional Head PT THIP, Siswanta Capah kepada Kapolres Inhil, AKBP Indra Duaman Siahaan dengan didampingi oleh jajaran Polres Inhil.


Menurut Regional Head PT THIP, Siswanta Capah, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian pihak perusahaan terhadap peristiwa kebakaran hutan dan lahan yang belakangan terjadi.







Terlebih, dikatakan Siswanta, Kapolres Indragiri Hilir saat ini mengambil kebijakan untuk menempatkan personelnya di sekitar kawasan perusahaan guna melakukan patroli dalam rangka mengantisipasi adanya kebakaran hutan dan lahan.


“Untuk itu, kita berinisiatif membantu memberikan sarana dan prasarana yang berupa alat yang langsung dapat digunakan untuk aktifitas pemadaman serta kendaraan operasional patroli di lapangan,” kata Siswanta.


Pemberian bantuan, diungkapkan Siswanta, merupakan bentuk komitmen pihak PT THIP untuk memastikan Kabupaten Indragiri Hilir tanpa titik api atau zero hotspot saat ini dan nanti.



Kapolres Inhil, AKBP Indra Duaman Siahaan mengungkapkan terima kasihnya atas kerja sama yang dibangun dalam rangka mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di daerah rawan di sekitar lokasi perusahaan.


“Sepeda motor dan peralatan pemadaman ini akan kami gunakan sebaik-baiknya dalam rangka memadamkan karhutla yang ada di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir ini,” pungkas Kapolres.







Kendaraan operasional yang diberikan, dikatakan Kapolres, akan berguna untuk menunjang kecepatan personel mencapai titik panas atau titik api yang terpantau.


“Saya berharap pihak perusahaan dapat meningkatkan koordinasi dalam menjaga kawasan mereka dari kebakaran yang terjadi,” tutur Kapolres.


Selanjutnya, Kapolres juga berharap, agar partisipasi dan komitmen penanganan karhutla oleh PT THIP dapat diikuti oleh perusahaan lain. Ke depan, Kapolres juga mengharapkan penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat dan sinergis oleh berbagai pihak.


“Semoga langkah dan komitmen PT THIP dapat diikuti perusahaan lain, turut berpartisipasi dalam penanganan karhutla. Jujur, Saya berharap mudah-mudahan ‘virus’ yang baik ini dapat ‘menular’ ke perusahaan lain membantu pihak kepolisian,” kata Kapolres.


Editor Arb




Antisipasi Wabah Virus Corona, Setiap Kapal Asing yang Masuk Keperairan Inhil akan di Periksa

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Perairan Indragiri Hilir (Inhil), Riau menjadi perairan yang sering dilintasi oleh kapal-kapal asing dari Negara Tetangga, seperti Singapura, Malaysia, Vietnam hingga Thailand.


Mengingat saat ini tengah mewabah virus corona, maka Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Tembilahan terus bersiaga terhadap kapal-kapal dimaksud.


Seperti yang disampaikan Kepala Seksi Pengendalian Resiko Lingkungan KLW-Kesehatan Lintas Wilayah Kantor kesehatan Pelabuhan Kelas III Tembilahan, M Hidayat Syah bahwa untuk kapal yang langsung masuk dari luar negeri biasanya berlabuh di Pelabuhan Kuala Enok,Pelabuhan Rengat dan Pelabuhan Sungai Guntung.


“Mereka sudah dibekali dengan alat yaitu namanya termometer scanner. Pelabuhan-pelabuhan itu disinggahi kapal-kapal dari Singapura, Malaysia, Vietnam,dan Thailand”, jelasnya.


Ia menuturkan, keempat negara itu sudah mengkonfirmasi bahwa mereka terdeteksi virus corona, maka bagi kapal yang datang dari empat negara tersebut dikatakannya akan dilakukan pemeriksaan ketat terhadap crew kapal.


“Awalnya kami melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan apabila terindikasi diatas 98 derajat Celcius maka yang bersangkutan akan kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kapal tidak boleh melakukan aktivitas bongkar muat dan harus berlabuh di kolam bandar yang ditentukan oleh KSOP”, terangnya lagi.


Reporter:  Putri/MSG