Jangan Sampai Hal-hal yang Sepele Membinasakan Anda!

Foto : Ilustrasi popbela.com







ARB INdonesia, LA TAHZAN – Banyak orang bersedih hanya karena hal-hal sepele yang tak berarti. Perhatikanlah orang-orang munafik; betapa rendahnya semangat dan tekad mereka.


Berikut ini adalah perkataan-perkataan mereka:
{Janganlah kamu sekalian berangkat (pergi berperang) di dalam panas terik ini.} (QS. At-Taubah: 81)


{Berilah kami izin (tidak pergi berperang) dan janganlah menjadikan saya terjerumus ke dalam fitnah.}  (QS. At-Taubah: 49)


{Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga).} (QS. Al-Ahzab: 13)


{Kami takut akan mendapat bencana.} (QS. Al-Ma’idah: 52)


{Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya.} (QS. Al-Ahzab: 12)


Sungguh, betapa sempitnya hidung-hidung mereka, betapa sengsaranya jiwa-jiwa mereka. Hidup mereka hanya pada sebatas soal perut, piring, rumah dan istana. Mereka tidak pernah mau menengadahkan pandangan mereka ke angkasa kehidupan yang ideal. Mereka juga tak pernah menatap bintang-bintang keutamaan hidup.


Kecemasan dan pengetahuan mereka hanya pada soal kendaraan, pakaian, sandal dan makanan. Coba perhatikan, betapa banyaknya manusia yang hidupnya dari pagi hingga sore hanya disibukkan oleh kecemasan dan kegelisahan mereka agar tidak dibenci isteri, anak atau kerabat dekatnya, atau agar tidak mendapat celaan, atau mengalami keadaan yang menyedihkan.


Ini semua, pada dasarnya justru merupakan musibah besar bagi manusia-manusia seperti itu. Betapa mereka sama sekali tidak memiliki tujuan-tujuan yang lebih mulia yang seharusnya menyibukkan mereka, dan juga kepentingan-kepentingan agung yang seharusnya menyita seluruh waktu mereka.

Padahal, pepatah mengatakan: “Jika air telah keluar dari bejana, hawa kosong akan datang memenuhinya.” Maka dari itu, bila Anda juga merasa seperti orang-orang tadi, renungkanlah kembali hal-hal yang selama ini telah menyita perhatian dan hidup Anda, atau bahkan membuat Anda resah setiap saat.


Baca juga : Yang Lalu Biar Berlalu


Benarkah semuanya itu pantas memperoleh perhatian dan porsi yang sedemikian besar dalam hidup Anda? Mengapa Anda harus rela mengorbankan pikiran, daging darah, ketentraman dan juga waktu hanya untuk persoalan-persoalan sepele tadi?


Ibarat orang berjual beli, apa yang Anda lakukan itu sebenarnya suatu keculasan dan kerugian besar yang dibayar murah. Para ahli jiwa sering mengatakan, “Buatlah batasan yang rasional (wajar) untuk setiap hall” Dan lebih tepat dari kalimat ini adalah firman Allah, {Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.} (QS. Ath-Thalaq: 3)


Yakni, letakkanlah setiap persoalan sesuai dengan ukuran, bobot dan kadarnya. Janganlah sekali-kali Anda melakukan kezaliman dan melampaui batas. Ibaratnya, bila tujuan utama orang-orang yang berbakti kepada Allah (ketika berada dibawah sebuah pohon) adalah untuk berjual beli, maka mereka akan mendapatkan ridha Allah. Namun, bila salah seorang dari mereka hanya disibukkan dengan urusan untanya saja, hingga ia tak sempat ikut berjual beli, maka yang akan ia peroleh adalah hanya kebinasaan dan kegagalan.


Abaikanlah hal-hal sepele yang tak penting. Jangan sampai Anda hanya disibukkan olehnya dan waktu Anda habis karenanya. Dengan begitu, niscaya Anda kegundahan dan kecemasan akan selalu menjauhi Anda. Dan Anda pun selalu riang ceria.


((Karya  Dr. Aidh al-Qarni))




Beberapa Organisasi Wartawan Inhil Dukung Langkah Infokom

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Beberapa organisasi wartawan berbadan hukum di Kabupaten Indragiri mendukung langkah Dinas Komunikasi dan Informasi (Infokom) untuk menyelesaikan hak perusahaan pers yang menjalin kerjasama advertorial selama ini.


“Kami mendukung dan apresiasi langkah Dinas Komunikasi dan Informasi yang akan menyelesaikan hak perusahaan pers yang belum sempat diselesaikan, beri kesempatan mereka menyelesaikan sesuai aturan yang berlaku, ” ungkap Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Inhil Muridi Susandi, Minggu (19/1/2020).


Diharapkan, semua pihak dapat mendukung langkah-langkah yang dilakukan dalam penyelesaian hal perusahaan pers ini, jangan sampai justru membuat polemik dan kegaduhan yang justru menimbulkan keresahan di kalangan wartawan dan masyarakat.


“Kalau memang sedang dilakukan upaya penyelesaian masalah hak perusahaan pers ini, maka tentu kita semua harus mendukungnya tanpa melakukan tindakan yang justru membuat langkah yang akan dilakukan tidak dapat dijalankan dengan baik,” ujar Deby Chandra Syahriwan, Ketua Forum Komunikasi Wartawan Indragiri Hilir (FKWI) melalui Sekjen Muhammad Daud.







Pihaknya, merasa selama ini kebijakan yang dilakukan Infokom Inhil dalam menjalin kerjasama kemitraan dengan kalangan wartawan sudah cukup baik, hanya memang perlu dibenahi kedepannya agar berjalan lebih baik lagi.


Sedangkan perwakilan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Inhil mendukung langkah Dinas Infokom Inhil untuk menerapkan sistem kerjasama media berbasis online, mulai tahun ini.


“Kami sangat mendukung sistem kerjasama media berbasis online ini, sehingga dalam realisasi nanti dapat berjalan lebih baik,” tegas Muhammad Faisal, SE, perwakilan AJI Inhil.


Sedangkan Maryanto SH dari PWI mengakui, selama ini kemitraan antara wartawan melalui perusahaan pers dan Pemkab Inhil sudah berjalan dengan baik, sehingga segala kegiatan dan program pembangunan pemerintah juga dapat disampaikan dengan cepat kepada publik.



“Pada prinsipnya, kita sepakat untuk bersama-sama bersinergi dalam membangun daerah melalui pemberitaan yang menyejukkan dan mencerdaskan masyarakat, bukan justru menyebarkan berita yang membuat gaduh sehingga menimbulkan pemahaman yang salah di kalangan wartawan dan masyarakat,” pesannya.


Diharapkan, juga setiap stakeholder terkait dapat menyikapi dengan baik setiap informasi dari beberapa pihak yang mengatasnamakan wartawan, karena justru dapat menimbulkan polemik dan kegaduhan di kalangan wartawan.


Karena justru kalau salah menyikapi permasalahan ini justru akan menimbulkan benturan sesama wartawan dan juga berujung terganggunya hak masyarakat untuk mendapatkan akses informasi yang menyejukkan dan mencerdaskan tersebut. (rls)




Ayah dan 3 Anak Jatuh Kesungai saat Melintas di Jembatan Rusak, 1 Diantaranya dalam Pencarian

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR –  Menggunakan Sepeda Motor miliknya, Samul Bahri bersama 3 orang anaknya jatuh kesungai saat melintasi jembatan Sungai Pinggan di Desa gemilang, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) – Riau, Minggu (19/1/2020) Pukul 13.30 Wib.


Tak kunjung mendapat perbaikan, Kondisi jembatan yang mengalami rusak parah tersebut akhirnya memakan korban. Pasalnya satu dari  3 orang anak yang jatuh saat itu, hingga kini belum diketemukan.


Dari penjelasan Warga saat dikonfirmasi menjelaskan, jika peristiwa naas tersebut terjadi sekira pukul 13:00 Wib. 


“Syamsul saat itu berkendara bersama tiga anaknya, sementara sang istri berjalan kaki. Saat lewat dijembatan korban terjatuh ke Sungai karena jembatan sudah tidak memiliki pagar lagi,” jelasnya. 







Saat terjatuh, Syamsul hanya sempat menyelamatkan dua anaknya, sementara satu anaknya lain sempat dipegang namun terlepas.


“Hingga saat ini,  warga desa Sialang Jaya masih berusaha mencari anak korban yang hilang dengan menggunakan pompong menyisiri sungai,” kata Salam. 


Dari pantauan wartawan dilapangan, kondisi jembatan Sungai Pinggan tersebut rusak parah. Kedua sisi jembatan tidak lagi memiliki pagar, kondisi jembatanpun sudah tidak layak pakai. Pasalnya, didua ujung jembatan yang sudah melengkung tersebut diatasnya dikasih jembatan lagi dari papan oleh masyarakat.


Sementara itu,  Kepala Desa Sialang Rusdi turut berduka atas peristiwa tersebut.  “Semoga keluarga korban diberi ketabahan dan bisa melewati musibah ini dengan baik,” katanya saat dijumpai dilokasi kejadian. 


Dijelaskannya, peristiwa pengendara yang jatuh di jembatan sudah sering terjadi. 


“Namun baru ini memakan korban.  Atas peristiwa ini, saya berharap kepada pemerintah daerah untuk memperhatikan dan segera membangun jembatan yang layak agar menjamin keselamatan pengendara, ” tambahnya. (*)


Editor Arb




Yang Lalu Biar Berlalu

Foto : masa lalu, ilustrasi klimg.com


ARB INdonesia, LA TAHZAN – Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan didalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.


Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak
pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam ‘ruang’ penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam ‘penjara’ pengacuhan selamanya. Atau, diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada.


Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau di bawah
payung gelap masa silam. Selamatkan diri Anda dari bayangan masa lalu!  Apakah Anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu, matahari ke tempatnya terbit, seorok bayi ke perut ibunya, air susu ke payudara sang ibu, dan air mata ke dalam kelopak mata? Ingatlah, keterikatan Anda dengan masa lalu, keresahan Anda atas apa yang telah terjadi padanya, keterbakaran emosi jiwa Anda oleh api panasnya, dan kedekatan jiwa Anda pada pintunya, adalah kondisi yang sangat naif, ironis, memprihatinkan, dan sekaligus menakutkan.







Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Dalam al-Qur’an, setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa saja yang telah mereka lakukan, Allah selalu mengatakan, “Itu adalah umat yang lalu.” Begitulah, ketika suatu perkara habis, maka selesai pula urusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda sejarah.


Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, adalah tak ubahnya orang
yang menumbuk tepung, atau orang yang menggergaji serbuk kayu.


Syahdan, nenek moyang kita dahulu selalu mengingatkan orang yang
meratapi masa lalunya demikian: “Janganlah engkau mengeluarkan mayat-mayat itu dari kuburnya.” Dan konon, kata orang yang mengerti bahasa binatang, sekawanan binatang sering bertanya kepada seekor keledai begini, “Mengapa engkau tidak menarik gerobak?”


“Aku benci khayalan,” jawab keledai.


Adalah bencana besar, manakala kita rela mengabaikan masa depan
dan justru hanya disibukkan oleh masa lalu. Itu, sama halnya dengan
kita mengabaikan istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi puing-puing yang telah lapuk. Padahal, betapapun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu, niscaya mereka tidak akan pernah mampu. Sebab, yang demikian itu sudah mustahil pada asalnya.


Orang yang berpikiran jernih tidak akan pernah melibat dan sedikitpun
menoleh ke belakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus ke depan, air akan mengalir ke depan, setiap kafilah akan berjalan ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju ke depan. Maka itu, janganlah pernah melawan sunah kehidupan !.


( Karya  Dr. Aidh al- Qarni)




Kasus Viral Remaja SMA Dibegal dan Teman Wanita Dilecehkan, tapi di Pengadilan Dituntut Pasal Berlapis

Aji Prasetyo bersama kawan-kawan kuasa hukum ZA menemani Prof Hariyono mengunjungi rumah ZA/Facebook Aji Prasetyo







ARB INdonesia, JAKARTA – Kasus viral seorang remaja kelas 3 SMA asal Malang, ZA, terancam penjara padahal dirinya menjadi korban pembegalan.


Budayawan Aji Prasetyo melalui fanpage Facebooknya, Minggu (19/1/2020) mengungkapkan kronologis kasus ZA hingga akhirnya ia akan menghadapi keputusan persidangan pada Kamis (23/1/2020).


Positngan Aji Prasetyo pun viral dibagikan 16 ribu lebih orang hingga berita ini ditulis.


Dikatakan ZA (18) membonceng VN teman perempuannya saat mengalami peristiwa tragis itu.


“Malam itu sungguh apes mereka. Motor yang mereka tumpangi dipepet dua orang begal dan dipaksa untuk melipir ke area perkebunan tebu yang sepi,” ungkapnya.


Di tempat sepi itu kunci motornya dirampas, handphone keduanya juga disikat. Datang lagi dua orang berboncengan. Yang satu mengambil alih motor yang dipakai dua pembegal pertama lantas pergi menjauh (jadi total pelaku empat orang).


Dua pelaku yang masih ada di tempat, lanjutnya, bernama Misnan dan Mat. Sebelumnya Polres Kabupaten Malang telah menerima setidaknya lima pengaduan kasus pembegalan yang melibatkan mereka.







Setelah Mat merampas kunci motor dan HP kedua remaja itu, Misnan rupanya punya ide yang lebih jahat lagi. Tertarik melihat kecantikan VN, dia ingin memperkosa gadis itu.


Ide itu tertahan karena Misnan menerima telepon dari dua kawan mereka yang menunggu di kejauhan. Selesai menerima telepon Misnan lantas berbisik-bisik dengan Mat. Posisi mereka yang membelakangi kedua korbannya dimanfaatkan oleh ZA untuk diam-diam mendekati motornya, sejenis matic yang tidak butuh kunci untuk membuka joknya.


“Di dalam jok itu terdapat pisau yang dia gunakan untuk mengerjakan tugas keterampilan di sekolah,” jelasnya.


Setelah mengambil pisau itu dari dalam jok, ZA mundur selangkah sambil menyembunyikan pisau kecil itu di balik genggaman tangan kanannya.


Sedangkan VN yang makin ketakutan memeluk erat lengan kiri ZA. Sejurus kemudian Misnan dan Mat kembali mendekati mereka.


Kedua begal itu kembali memaksa ZA agar menyerahkan VN kepada mereka.


“Sini biar kupakai sebentar cewekmu itu. Paling cuma tiga menit saja. Setelah itu dipakai buat berjalan sebentar saja pasti vaginanya akan kembali rapat!” begitu ucap para Begal dituturkan Aji.


“Oke, mungkin selorohan itu buat mereka lucu. Tapi tidak buat ZA. Dia marah. Semakin keras Misnan memaksa VN agar mau menuruti kemauannya, ZA semakin tidak bisa menahan marahnya,” beber Aji.



Remaja itu akhirnya melawan dengan pisaunya. Hujaman pertama menancap tepat di tengah dada Misnan. Begal itu terkejut mendapati dadanya bolong. Panik mendapati korbannya ternyata mampu melukainya, Misnan lari menyelamatkan diri ke dalam rerimbunan tebu. ZA beralih ke arah Mat. “Kembalikan kunci motorku!”


Mat lari tunggang langgang ke arah yang berbeda dengan Misnan. ZA berusaha mengejarnya tapi gagal. Tanpa kunci motor terpaksa ZA dan VN menuntun motornya menuju pemukiman terdekat untuk minta bantuan. Esok harinya Misnan ditemukan tak bernyawa di tengah kebun tebu.


ZA tetap menjalani penyidikan polisi sejak September 2019. Ketiga begal pun bisa dengan cepat dibekuk polisi (tapi anehnya dua di antaranya kemudian dibebaskan). Kasusnya sempat viral tapi akhirnya lambat laun mereda.


Banyak yang menduga kasusnya dihentikan karena dimaklumi pembunuhan ini terjadi karena usaha membela diri. Tapi beberapa hari belakangan ini kasus tersebut mencuat kembali. Karena berkas kasus ZA benar-benar diajukan ke pengadilan.


Jaksa menuntutnya dengan pasal berlapis, salah satunya adalah pasal pembunuhan berencana. Banyak pihak yang terkejut dengan tuntutan itu.


“Besok (senin 20 Januari) sidang akan berlanjut. Kamis (23 Januari) keputusan sidang akan dibacakan. Apakah ZA akan dijatuhi hukuman sebagai pelaku pembunuhan berencana?” katanya.


“Siang tadi aku bersama kawan-kawan kuasa hukum ZA menemani Prof Hariyono mengunjungi rumah ZA. Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu menunjukkan dukungan moralnya untuk ZA dan keluarga,” ujarnya.


“Mari kita kawal sidang atas ZA. Jika pengadilan memberi keputusan yang tidak adil kepada remaja pemberani ini, kita harus bersikap. Kita bikin rame!” tegas Aji. (*)


loading…




Sumber Pojoksatu.id
https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2020/01/19/kasus-viral-remaja-sma-dibegal-dan-teman-wanita-dilecehkan-tapi-di-pengadilan-dituntut-pasal-berlapis/




Himbauan Panitia Haul ke 83 Tuan Guru Sapat, Hal ini Jangan Dilakukan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Panitia pelaksana  Haul ke 83 Tuan Guru Sapat ‘Syekh Abdurrahman Siddiq Al Banjari’, menghimbau dan mengingatkan kepada semua pihak, bahwa  dalam menuju pelaksanaan Haul ke 83 Tahun 2020 dilarang keras untuk melakukan hal  sebagai berikut :


1. Membuat proposal untuk kepentingan haul
2. Menyebarkan amplop kepada pihak manapun
3.  Memungut dan meminta dalam bentuk apapun juga kepada semua pihak.


Apabila terjadi hal tersebut, maka pihak panitia akan melaporkan kepada pihak yang berwajib.


Himbauan tersebut dikutip dari jejaringan sosial media, yang disampaikan pada  Sabtu, 18 Januari 2020 di Tembilahan.


Tertanda Panitia Pelaksana Haul ‘Syekh Abdurrahman Siddiq‘ ke 83
1. Dr. H. Ali azhar S.sos.MH. Ketua I
2. Badruzzaman (Guru ujang) Ketua II
3. M. Irham Sekretaris I
4. M. Fajrin Sekretaris II
5. Reza fahlefi Bendahara I
6. Suriansyah Bendahara II.


Untuk diketahui,  pelaksanaan Haul ini direncakan akan diselenggarakan pada Minggu (29/3/2019) di Kampung Hidayat Kelurahan Sapat, Kecamatan Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir – Riau.


(Panpel Haul ke 83 Tuan Guru Sapat  )


Editor Arb