Virus Corona Sampai Singapura, Bandara SSK II Pekanbaru Pasang Thermo Scanner
Bandara SSK II Pekanbaru Pasang Thermo Scanner
ARB INdonesia, PEKANBARU – Guna mengantisipasi masuknya virus Corona ke provinsi Riau, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru sejak Rabu (22/1/2020) lalu sudah memasang alat pengukur suhu atau Thermo Scanner di pintu kedatangan internasional.
Hal ini disampaikan oleh Koordinator KKP Bandara SSK II Pekanbaru, Albert, Jumat (24/1/2020).
“Hingga saat ini belum ditemukan penumpang dari luar negeri yang mengalami suspect virus corona yang mewabah di negeri China,” ujar Albert, Jumat (24/1/2020).
Ia mengatakan, penerbangan di bandara SSK II Pekanbaru memang tidak memiliki rute pesawat langsung dari China, hanya melayani kedatangan dari Singapura dan Kuala Lumpur. Untuk diketahui, saat ini virus tersebut sudah masuk ke Singapura.
“Tapi meski demikian KKP tetap mengaktifkan alat pengukur suhu badan tersebut. Bukan hanya menggunakan sistem yang merekam langsung penumpang yang datang, kita juga siagakan personel untuk melakukan pemantauan,” cakapnya.
Dikatakan Albert, untuk saat ini setiap penumpang yang datang dari luar negeri akan langsung dilakukan pemeriksaan.
“Jika nantinya ditemukan penumpang yang susfect virus corona, mereka segera mengambil tindak membawa penumpang tersebut ke rumah sakit. “Ciri-ciri susfect virus corona diantaranya gejala demam dan batuk disertai kesulitan bernafas. Namun sejauh ini belum ditemukan penumpang yang terdeteksi virus Corona tersebut,” ujarnya. (*)
Breaking News, Jago Merah Lahap Sebuah Rumah Milik Warga Jalan Mandala
ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR –Breaking News, sebuah rumah milik Marantih (60 th) warga Jalan Mandala, Gang Makmur Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) hangus dilahap sijago merah, Jum’at (24/1/2020).
Diketahui, Musibah kebakaran terjadi sekitar pukul 10.20 Wib, dan menurut keterengan warga sekitar yang melihat langsung musibah kebaran tersebut, api berasal dari dalam kamar.
“Api berasal dari kamar rumah tersebut. Kan asap mengepul, ketika dibuka api sudah membesar di dalam kamarnya,” tutur warga setempat yang tidak ingin disebutkan namanya, dikutip dari Indragirione.com
Dari info yang didapat awak media melalui warga setempat, dugaan sementara kebakaran disebabkan akibat dari Korsleting listrik. Dan tidak ada korban jiwa atas musibah tersebut
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisan berapa kerugian akibat dari kebakaran tersebut.
Editor Arb
Merinding! Pegawai RSUD Murjani Ditarik Hantu Terekam CCTV
Pegawai RSUD Murjani ditarik hantu saat bekerja
ARB INdonesia, SAMPIT – Video pegawai RSUD Murjani ditarik hantu saat sedang bekerja viral di media sosial.
Pegawai RSUD dr Murjani Sampit Kalimantan Tengah yang ditarik makhluk gaib diketahui bernama Erni. Ia bekerja di bagian loundry.
Detik-detik kejadian Erni ditarik mahluk gaib terekam kamera CCTV. Insiden itu terjadi pada Senin (20/1/2020) sore pukul 14.46 WIB.
Dalam video CCTV, tampak dua pegawai perempuan sedang mengerjakan tugasnya melipat pakaian di ruangan laundry RSUD dr Murjani Sampit. Ruangan tersebut berada di gedung baru. Posisinya persis di belakang gedung utama, dekat area parkir.
Ruangan yang terlihat cukup luas itu dilengkapi dua mesin cuci canggih berbentuk persegi dengan penutup berbentuk bulat, untuk tempat memasukkan pakaian yang saat itu dalam keadaan terbuka.
Di ruangan itu juga ada dua meja hijau terang sepanjang sekitar 2,5 meter dengan lebar 1 meter yang terbuat dari beton. Meja itu digunakan untuk melipat pakaian bersih. Letaknya di tengah ruangan. Meja lain berwarna putih sepanjang sekitar 1,5 meter dan lebar satu meter berada tepat satu meter di belakang dua perempuan ini.
Dua pegawai yang sedang bekerja saat itu yakni Erni dan Widya. Sekitar pukul 14.46 WIB, kejadian ganjil tersebut menimpa Erni.
Wanita yang saat itu mengenakan baju agak gelap dipadu celana panjang hitam, berdiri di hadapan meja panjang berwarna hijau sedang melipat pakaian.
Tiba-tiba saja Erni terjatuh. Dari rekaman video yang diperlambat, sebelum jatuh Erni terlebih dulu menekukkan kakinya.
Adegan selanjutnya, dia seolah-olah ditarik seseorang dan berusaha melawan dengan memegang tiang meja.
Rekannya, Widya, langsung lari ketakutan. Tak lama kemudian, Widya datang bersama Juniati, Kepala Instalasi Laundry. Juniati kemudian mendekati Erni yang saat itu masih meronta di bawah kolong meja dan berusaha menahan kaki Erni serta menyadarkannya.
”Sepanjang kejadian itu, Widya merasa takut. Tidak berani mendekat dan terus membaca Ayat Suci Alquran,” kata Juniati.
Video yang beredar luas di media sosial tersebut mengundang banyak komentar beragam. Sebagian menyebut Erni kesurupan. Ada pula yang mengira dia menderita epilepsi.
Sebagian lagi meragukan kebenaran Erni ditarik makhluk halus. Pasalnya, dari rekaman video itu, posisi jatuh wanita tersebut dinilai tidak alami layaknya seseorang yang langsung ditarik secara mendadak. Dasar argumennya, dalam rekaman video itu, kaki wanita itu terlebih dulu menekuk.
Ketika dikonfirmasi, Humas RSUD dr Murjani Sampit Hermansyah membenarkan peristiwa itu. Namun, dia mengaku belum menemui pegawai bersangkutan.
“Kata teman tadi memang ada, tetapi gimana kebenaran dan kejadian sebenarnya, belum tahu pasti, karena saya belum konfirmasi ke pegawai yang bersangkutan,” kata Hermansyah kepada Radar Sampit (grup Jawapos/Pojoksatu.id).
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit Ari Wijayanto juga membenarkan kejadian tersebut. Dia meminta Radar Sampit langsung menemui Juniati.
Juniati menyambut baik kedatangan Radar Sampit. Namun, usaha konfirmasi tak sepenuhnya berjalan lancar. Dia belum bisa memberikan keterangan lebih detail sebelum mendapat izin dari atasannya.
“Maaf, atasan saya bukan Pak Ari (Wijayanto), karena Intalasi Laundry di bawah bidang penunjang Non Medik. Pak Muchsin atau di atasnya lagi Pak Yudha,” ujarnya.
Meski demikian, dia hanya mengatakan, Kepala Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSR) Maman, sempat menemuinya karena merasa kurang percaya dengan kejadian tersebut. Namun, setelah diperlihatkan rekaman CCTV-nya, Maman baru percaya. ”Rekaman CCTV sudah diminta Direktur, tetapi besok keputusannya,” ujarnya.
Juniati juga mengaku masih menunggu hasil keputusan dari kejadian tersebut.
“Saya juga menunggu dipanggil manajemen, tetapi tidak dipanggil juga. Saya tidak berani memberikan keterangan tanpa seizin atasan. Mohon maaf saya belum bisa memberikan keterangan yang lebih jelasnya. Biar clear dulu persoalan di dalam,” ujarnya.
Informasi yang diperoleh Radar Sampit, pegawai laundry di rumah sakit itu berjumlah sembilan orang. Mereka menggunakan sistem kerja dua shift. Shift pertama bekerja mulai pukul 06.00-13.00 WIB dan shift dua mulai 10.00-17.00 WIB.
”Erni saat itu lagi kerja shift siang dari jam 10.00-17.00 WIB,” kata Juniati.
Ketika Radar Sampit berusaha meminta izin mengetahui kronologi kejadian sebenarnya untuk menjernihkan spekulasi pemberitaan dan tanggapan masyarakat yang menyebutkan Erni hanya bercanda, Wakil Direktur Pelayanan Yudha Herlambang meminta untuk menemui Direktur RSUD dr Murjani Sampit Denny Muda Perdana.
“Saya tidak bisa memberikan izin. Silakan langsung temui Pak Direktur. Yang pasti, pegawainya dalam kedaaan baik-baik saja. Jadi, tidak ada yang perlu dikonfirmasi,” katanya.
Berikut ini video pegawai RSUD Murjani ditarik hantu saat bekerja:
ARB INdonesia, JAKARTA – Korban virus Corona terus berjatuhan. Hingga kemarin sudah 17 penderita virus Corona meninggal dunia dan 571 orang masih dirawat di rumah sakit.
“Sebanyak 571 kasus penyakit tersebut telah terkonfirmasi, dengan 95 orang dalam kondisi kritis dan 17 orang meninggal,” demikian disampaikan Komisi Kesehatan Nasional China dalam sebuah statemen seperti dilansir kantor berita Sputnik, Kamis (23/1/2020).
Virus yang pertama kali muncul di Wuhan Cina itu sudah menyebar ke beberapa negara. Di antaranya Hongkong, Taiwan, Jepang, Thailand, Korea Selatan, Amerika Serikat, Singapura dan beberapa negara lainnya.
Semua penderitanya adalah orang yang baru pulang dari Wuhan. Maka fokus menelitian diarahkan ke kota Wuhan. Ditemukanlah fakta bahwa penderita terbanyak memang orang Wuhan.
Lalu diteliti lebih fokus lagi. Ternyata penderita umumnya adalah orang yang pernah pergi ke salah satu pasar ikan di kota itu.
Pasar ikan itu pun ditutup. Dipasangi pita kuning polisi di sekelilingnya.
Di pasar ikan itu bukan hanya ikan yang dijual. Berbagai macam binatang juga dijual, mulai kelelawar sampai ular.
Dari berbagai binatang yang dijual, ada dua yang dicurigai sebagai sumber virus, yakni kelelawar dan ular. Kelelawarnya jenis pemakan buah dan ularnya jenis kobra.
Kini virus Corona sudah merebak ke beberapa negara lain, salah satunya Singapura.
Dilansir dari Channel News Asia, Kamis (23/1), Singapura mengumumkan ada pasien terduga kasus virus Corona di negaranya.
Dalam briefing media pada Kamis (23/1) malam, Kementerian Kesehatan mengatakan pasien itu adalah pria Tiongkok berusia 66 tahun.
Pria asal Wuhan tersebut tiba di Singapura bersama keluarganya pada 20 Januari lalu dari Guangzhou. Saat ini, ia berada dalam ruang isolasi di Singapore General Hospital dan dalam kondisi stabil.
Pasien tersebut melaporkan mengalami sakit tenggorokan saat dalam penerbangan tetapi tidak demam. Hari berikutnya, ia mulai batuk.
Setelah pergi ke rumah sakit pada Rabu (22/1) kemarin, dia dinyatakan positif terkena virus Corona.
Kementerian Kesehatan setempat mengatakan sudah melakukan identifikasi acak dalam ruang lingkup jarak 30 orang dalam penerbangan pria yang duduk dua baris di depan dan dua baris di belakangnya. Mereka yang diidentifikasi akan dihubungi oleh Departemen Kesehatan.
Sembilan teman rombongan seperjalanannya telah diidentifikasi. Salah satunya adalah putranya yang berusia 37 tahun, yang diduga juga terserang. Sementara delapan orang lainnya telah meninggalkan Singapura.
Kementerian Kesehatan mengatakan, sudah ada total 28 kasus yang dicurigai dengan usia berkisar dari 1 hingga 78 tahun. Dari jumlah itu, tujuh orang telah diuji dan hasilnya negatif.
Menteri Kesehatan Singapura Gan Kim Yong mengumumkan pembentukan gugus tugas untuk menangani situasi tersebut. Pihak berwenang juga mengumumkan pemeriksaan transportasi darat dan laut diperketat. (*)
Diminta Tidak 'Latah' oleh Dewan, Direktur PT KIG : Semuanya Dalam Proses
Foto Ilustrasi
ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Terkait dengan pemberitaan sebelumnya, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meminta PT Kelapa Inhil Gemilang (KIG) untuk tidak ‘latah’ dalam menjalankan konsep awal lahirnya perusahaan tersebut.
Saat digelarnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada tanggal 14/01/2020 yang lalu, Komisi II DPRD Inhil, Ir. Ahmad Junaidi. AN. M.si. mengatakan PT KIG yang dilahirkan dengan kosep awalnya untuk menjalankan Sistem Resi Gudang (SRG), namum malah tidak memiliki konsep untuk menjalankan SRG tersebut.
“Saya tidak tahu kenapa jadi seperti ini, bahkan PT KIG yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tidak memiliki konsep untuk menjalankan SRG tersebut”, kata Junaidi saat berbincang dengan media.
Terkait hal itu, Direktur Umum dan Keuangan PT KIG, Amiruddin ketika dihubungi oleh medialokal.co mitra arbindonesia.com, ia hanya menyampaikan permohonan maaf, dan mengaku tidak dapat diwawancara dikarenakan sedang berada diluar Tembilahan.
“Saya mohon maaf dinda. Saya di Pekanbaru sebaiknya nanti kalau saya sdh di Tembilahan KIG sudah beroperasi,” jawabnya melalui pesan singkat, Kamis (23/01/2019) malam.
Selain itu, dalam pesan yang disampaikannya melalui WhatsApp, Amiruddin mengatakan “saya pikir sudah ada berita disalah satu media hari ini. Semuanya itu dalam proses,” tuturnya.
Editor Arb
Jangan Bersedih Karena Perlakuan Orang Lain, Tapi Lihatlah Perlakuan Mereka Terhadap Sang Khaliq
Foto Ilustrasi liputan6.com
ARB INdonesia, LA TAHZAN – Menurut Imam Ahmad, dalam bukunya Az-Zuhd, Allah pernah berkata:
“Sungguh aneh kamu wahai anak Adam. Aku ciptakan kamu, namun kamu menyembah selain Aku, dan Aku beri kamu rezeki namun kamu bersyukur pada selain Aku. Aku berikan cinta-Ku melalui nikmat-nikmat itu, padahal Aku sama sekali tidak membutuhkanmu, namun kamu melakukan kebencian pada-Ku dengan melakukan kedurhakaan padahal kamu sangat membutuhkan-Ku. Kebaikan-Ku turun kepadamu, namun kejahatanmu naik pada-Ku.”
Dikisahkan dalam catatan biografi Isa a.s. bahwa ia telah mengobati sebanyak tiga puluh orang sakit dan telah menyembuhkan banyak orang buta, namun mereka itu kemudian berbalik menjadi musuh-musuhnya.
(Karya Dr. Aidh al- Qarni – Penerbit Qisthi Press)