Kasdim 0314/Inhil : Terkait Masalah Karlahut, Kita Harus Bekerja Bersama-sama

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Setelah hari kemarin kegiatan minggu militer diisi dengan kegiatan di lapangan, pada hari ini kegiatan minggu militer diisi dengan materi kegiatan pembekalan pembinaan kesiapan aparat komando kewilayahan dan kemampuan teritorial di wilayah Kodim 0314/Inhil.


Materi tersebut di berikan oleh Kasdim 0314/Inhil Mayor Inf Untung Kusmanto dan Pasi Teritorial Kapten Inf Anwarsyah Siregar, bertempat di aula Graha Bhakti Kodim 0314/Inhil, Jalan Ahmad Yani Tembilahan, Selasa (25/02/2020).


Sebelum memberikan materi, Kasdim 0314/Inhil Mayor Inf Untung Kusmanto menyampaikan beberapa penekanan kepada seluruh Danramil dan Babinsa dari Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Imir Faishal.


“Terkait masalah Karlahut, kita harus bekerja bersama-sama,lakukan koordinasi dengan baik terhadap  aparatur terkait di wilayah binaan masing-masing, yaitu kepala desa, Polri, BPBD, Satpol PP,  MPI dan lain-lain,” tuturnya.


Ia menyebutkan, Danramil dan Babinsa harus selalu memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya Karhutla dan mengadakan pendekatan-pendekatan, baik kepada aparatur terkait maupun kepada masyarakat untuk saling bertukar informasi.


“Setiap Babinsa harus peka terhadap wilayahnya, lakukan deteksi dini dan cegah dini serta sekecil apapun permasalahan ataupun kendala yang  terjadi di wilayah,segera laporkan ke komando atas, dalam hal ini Danramil pada kesempatan pertama. Nanti Danramil akan melaporkan ke Dandim, Dandim melaporkan ke Danrem dan seterusnya untuk mengambil langkah terbaik secara cepat dan tepat,” pungkas Kasdim.


Sementara itu, Pasi Teritorial Kodim 0314/Inhil juga memberikan beberapa penekanan  kepada seluruh Danramil dan Babinsa terkait  masalah laporan kegiatan para Babinsa di wilayah agar lebih tepat waktu dan lebih giat lagi membuat kegiatan-kegiatan yang  humanis maupun bersifat penggalangan atau gotong royong di wilayahnya masing-masing.


Dikatakannya, bahwa di Kodim ini ada 2 pilot projek, yaitu pengolahan sabut kelapa dan peternakan lele dalam bentuk keramba.


“Mari kita giatkan dan sosialisasikan serta kembangkan di Koramil-koramil dan wilayah binaan masing-masing sebagai wujud nyata dari 8 wajib TNI yang ke-8, yaitu menjadi contoh dan memelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya” tandasnya. (rls)




Ditpolair Polda Riau Amankan 20 Ton Kayu Ilegal

ARB INdonesia, PEKANBARU – Petugas Direktorat Polisi Air (Polair) Polda Riau menangkap tiga orang pelaku illegal logging atau pembalakan liar. Satu unit kapal berisi 20 ton kayu ilegal diamankan.

Direktur Polair Polda Riau, Kombes Badarudin, mengatakan, kayu itu dibawa dari daerah Kepulauan Meranti oleh tersangka Irwandi, Slamet dan Haidir. Kayu sudah diolah dan siap untuk dijualnya.

“Kayu hasil pembalakan liar dari hutan di Meranti,” ujar Badarudin didampingi Kasubdit Gakkum, AKBP Wawan Setiawan, saat ekpos penangkapan pelaku illegal logging di Kantor Ditpolair, Selasa (25/2/2020).

Badarudin menjelaskan, ketiga pelaku ditangkap pada Kamis (20/2/2020) sekitar pukul 22.30 WIB. Diawali dari informasi masyarakat yang menyebutkan ada praktik illegal logging di Sungai Dedap, Tasik Putri Puyuh.

Tim patroli dipimpin AKP Aswanto langsung melakukan penyisiran dengan Kapal 4201. “Tim mengintai ke wilayah Sungai Dedap, menunggu kapal keluar bawa kayu,” kata Badarudin.

Badarudin menyebutkan, tim sengaja menunggu di pinggir sungai karena lokasi sangat sulit. Mereka sudah berada di lokasi sejak pukul 20.30 WIB, sampai akhirnya kapal pompong pengangkut kayu melintas.







Pompong yang dinakhodai Slamet itu membawa rakit berisi kayu. “Setelah diperiksa, jumlah kayu yang dibawa sebanyak 30 meter kubik atau 20 ton. Kayu akan dibawa ke Bengkalis, ” kata Badarudin.
Slamet mengaku, kapal pompong miliknya disewa oleh Irwandi untuk mengangkut kayu. Untuk membantu mengambil kayu, Slamet meminta bantuan Haidir.

“Pompong itu milik Slamet. Biasanya memang disewakan untuk bawa barang. Kali ini diorder untuk bawa kayu,” kata Badarudin.

Sementara, Slamet mengaku baru satu kali mendapat sewa membawa kayu dan dia mendapat upah Rp 800 ribu. “Tapi uangnya belum terima. Sudah sampai baru terima,” kata Slamet.

Menurut Slamet, kayu berbagai jenis itu diambil dari kawasan hutan dekat Sungai Dedap. Polisi masih mengembangkan kasus untuk mengetahui toke pembalakan liar itu.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 83 ayat 1 huruf b Undang-undang (UU) Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dan Asal 12 huruf e UU Nomor 18 Tahun 2013. Ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 2,5 miliar. (*)


loading…




Sumber cakaplah.com
https://www.cakaplah.com/berita/baca/2020/02/25/ditpolair-polda-riau-amankan-20-ton-kayu-ilegal/#sthash.P5hV5I8n.dpbs




Pelatihan dan Pemberangkatan Relawan Karhutla

ARB INdonesia, PEKANBARU –  Para Relawan Pemadam Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang sudah memperoleh pelatihan dari instruktur berpengalaman, diterjunkan ke lokasi Karhutla di Dusun Teluk Kumbang, Desa Sukarjo, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Selasa (25/2/2020).


Sebanyak 11 orang relawan diberangkatkan pada Senin, 24 Februari 2020, pukul 17.30 WIB menuju Pulau Rupat, Bengkalis guna memadamkan api di lahan gambut.


Relawan akan  menginap di Dumai dan hari ini, Selasa, 25 Februari 2020, pukul 07.00 WIB, diantar Satpolair Polres Dumai menuju Pulau Rupat dan akan diterima Kapolres Bengkalis atau Kapolsek Rupat.


“Diharapkan dengan diterjunkannya para relawan ini ke lokasi Karhutla dapat membantu proses pemadaman di sana,” kata Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, SIK, MSi, melalui Kabid Humas Kombes Pol Sunarto.


Para relawan tersebut merupakan Angkatan Ke-1 dari pelatihan dilakukan Posko Relawan Pemadam Karhutla dengan instruktur dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, dan Manggala Agni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sabtu, 8 Februari 2020 lalu.


“Para relawan yang diterjunkan tersebut akan bergabung dengan petugas yang sudah lebih dulu berjibaku memadamkan karhutla di Rupat,” tuturnya.


Relawan yang diterjunkan telah mendapatkan pelatihan yang memadai dari instruktur profesional. Materi yang menjadi bekal mereka antara lain teori tata cara dalam pemadamam api di lapangan, pengenalan alat-alat yang digunakan untuk pemadaman api, serta praktek pemadaman api simulasi di lapangan.


“Dengan bekal materi yang memadai tersebut serta didukung oleh semangat membara para relawan diharapkan mampu mengalahkan bara api karhutla yang terjadi di Dusun Teluk Kumbang, Desa Sukarjo, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis”. kata Sunarto.


Kabid Humas Kombes Pol Sunarto menjelaskan, tak hanya mengirimkan relawan ke lokasi Karhutla di Pulau Rupat, Bengkalis, hari ini dan esok, Rabu, 26 Februari 2020, sebanyak 250 mahasiswa dan karyawan Universitas Lancang Kuning (Unilak), juga akan mengikuti pelatihan pemadaman Karhutla.


“Acara ini akan dipusatkan di Kampus Unilak, Rumbai, serta Posko Relawan Pemadam Karhutla, Purna MTQ, Pekanbaru,” ungkap Kombes Sunarto,” imbuhnya.


Kegiatan ini akan dihadiri langsung Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Afrizal Nasution dan Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, SIK, M.Si. Dalam pelatihan tersebut, para relawan akan menerima materi teori tata cara pemadaman api di lapangan, pengenalan alat-alat digunakan untuk pemadaman api, serta praktik di lapangan.


Sementara itu, Rektor Unilak, Dr Junaidi, SS, MHum mengatakan, kegiatan ini implementasi dari MoU antara Unilak dengan Polda Riau dalam penanggulangan Karhutla, 30 Januari 2020 silam.


“Unilak berkomitmen melakukan pencegahan dan pemadaman Karhutla. Kami mendorong mahasiswa dan civitas akademika memiliki spirit relawan dalam penanggulangan Karhutla. Ini tanggung jawab kita semua,” kata Rektor Unilak, Dr Junaidi, S.S, M.Hum.


Di hari pertama, pelatihan akan diisi Materi Penanganan Karhutla dan Kebakaran Gedung dari PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) serta Polda Riau. Selain itu, para relawan juga akan mengunjungi Posko Relawan Pemadam Karhutla di Anjungan Sri Gemilang-Indragiri Hilir Purna MTQ Pekanbaru guna melihat dari dekat seperti apa penanganan pemadaman serta aplikasi Dashboard Lancang Kuning.

Di hari kedua, Rabu (26/2/2020), para relawan akan mempraktikkan pemadaman Karhutla usai menerima bekal teori dari instruktur terlatih dalam pemadaman.


“Kegiatan ini terlaksana atas dukungan PT RAPP menyediakan peralatan dan tim pemadam kebakaran dalam pelatihan ini. Kita berharap perusahaan swasta lainnya dapat berperan juga pelaksanaan pelatihan kebakaran,” pungkas Junaidi. (rls/Bid Humas Polda Riau)




Sertijab Kasi Intel dan Pelepasan Kasi Pidsus Kajari Inhil, Ahmad Dice Novenra Berharap Kasus GCM Dilanjutkan Hingga Tahap Persidangan

Foto: Acara Sertijab di Kejari Inhil © arbindonesia.com


ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kejaksaan Negeri Kabupaten Indragiri Hilir menggelar Pelantikan dan serah terima jabatan Kepala Seksi Intelijen serta ramah tamah dan pelepasan Kasi Pidsus Ahmad Dice Novenra, SH MH, Selasa (25/2/2020).


Adapun jabatan Kasi Intel sebelumnya dijabat oleh Andi Sahputra Sitepu, SH, digantikan oleh Haza Putra, SH.


Dalam Sambutannya, Andi Sahputra Sitepu, SH berkisah selama 2 tahun berada di Kabupaten Inhil ia merasa nyaman bekerja dibawah  naingan Kepal Kejari Inhil, Susilo.


“Alhamdulilah berkat bimbingan dan arahan dari Kepala Kajari Inhil kami dapat melaksanakan tugas dengan baik. Berat meninggalkan Inhil, tapi apa boleh buat SK yang memisahkan kita,” ungkap Andi Sahputra Sitepu.







Hal tersebut senada dengan yang disampaikan Kasi Pidsus, Ahmad Dice Novenra, SH MH.


Dalam sambutan terakhirnya, Kasipidsus yang mengaku telah bekerja di Kabupaten Inhil selama satu tahun satu bulan tersebut berharap agar kasus Gemilang Citra Mandiri (GCM) dapat dilanjutkan hingga ketahap persidangan.


Karena dalam pengakuanya ia merasa sulit untuk memanggil pihak yang bersangkutan untuk dilakukan pemeriksaan.


“Berkat arahan dan petunjuk Kepala Kejari kita bisa melakuakan hal tersebut,” tuturnya Ahmad Dice Novenra dalam menyampaikan pesan dan kesannya selama bertugas di Kejari Inhil.


Sementar itu, Kasi Intel yang baru dilantik, Haza Putra, SH dalam sambutan pertamanya mengaku merasa tersanjung atas sambutan hangat dari semua pihak,


“Saya sangat merasakan kehatangan kekeluargaan di Inhil walaupun masih baru bertugas disini,” imbuhnya.


Untuk diketahui kegitan tersebut digelar di Kantor Kajari Inhil Jalan M Yamin Tembilahan di hadiri oleh, Kepala Imgirasi, Manager Pelindo, Kepala Bea Cukai, Kepala PN Tembilahan, Kepala Inpektorat, Kepala Syahbandar, Kadis Perhubungan, Kabag Kesra, Kasat Reskrim serta tamu undangan lainnya.


Reporter Arbain




Bentrok, Batu Melayang Saat Pembongkaran TPS di STC Kota Pekanbaru

ARB INdonesia, PEKANBARU – Pembongkaran Tempat Penampungan Sementara (TPS) di area Sukaramai Trade Centre, Selasa (25/2/2020) pagi berlangsung ricuh. Bentrok antara Satpol PP Kota Pekanbaru dan pedagang tak bisa dihindari.

Sejak awal kedatangan tim Yustisi untuk upaya pembongkaran, suasana sudah memanas. Bentrok tidak terhindar saat Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Agus Pramono didorong dan nyaris jatuh di tengah-tengah kerumunan pedagang dan Tim Yustisi.

Ada yang memukul menggunakan kayu, ada pula pedagang yang jatuh saat bentrok terjadi. Bahkan, batu pecahan aspal melayang dari arah halte di depan STC dan mengenai punggung salah satu Satpol PP Kota Pekanbaru.

Sampai berita ini diturunkan, kondisi di lapangan sudah kondusif. Suasana yang awalnya memanas kini sudah berangsur tenang. (*)


loading…




Sumber cakaplah.com
https://www.cakaplah.com/berita/baca/2020/02/25/bentrok-batu-melayang-saat-pembongkaran-tps-di-stc-kota-pekanbaru/




Pembongkaran TPS Memanas, Ratusan Pedagang di STC Nyaris Bentrok dengan Tim Yustisi Pekanbaru

ARB INdonesia, PEKANBARU – Ratusan pedagang di Tempat Penampungan Sementara (TPS) di area Sukaramai Trade Centre (STC) Jalan Jenderal Sudirman Kota Pekanbaru sudah berkumpul sejak, Selasa (25/2/2020) pagi.


Mereka menunggu kedatangan Tim Yustisi Kota Pekanbaru yang ingin membongkar TPS hari ini. Mereka masih menolak pembongkaran TPS yang sudah bertahun-tahun mereka tempati. Padahal, STC sudah selesai dibangun. Dan pedagang yang mempunyai kios di dalam dipersilakan pindah ke dalam. Sebagian sudah pindah ke dalam.


Sekitar pukul 09.00 Wib, Tim Yustisi yang terdiri dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Pasar serta unsur TNI dan Polri tiba di lokasi. Saat tiba, pedagang meringsek ke tengah jalan menghampiri mobil Tim Yustisi.


Pembongkaran dimulai dari kios di depan gerbang pusat perbelanjaan eks Plaza Sukaramai itu. Suasana sempat memanas dan nyaris bentrok.


Beberapa pedagang merobohkan pagar seng pembatas di depan STC. Suara kaca pecah juga terdengar saat pedagang mencoba menghalangi Satpol PP membongkar kios di sisi kiri gerbang STC.
Sampai berita ini dirilis, pembongkaran masih terus berlangsung. Ratusan pedagang masih bertahan di area STC. (*)


loading…




Sumber cakaplah.com
https://www.cakaplah.com/berita/baca/2020/02/25/memanas-ratusan-pedagang-di-stc-nyaris-bentrok-dengan-tim-yustisi-pekanbaru/