Rusunawa di Tembilahan Hulu Sudah Difungsikan, Cek Disini Syaratnya

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa)  yang ada di Kecamatan Tembilahan Hulu sudah mulai difungaikan bagi masyarakat. Bagi anda masyarakat dengan penghasilan rendah  bisa untuk tinggal disana dengan cara sewa.


Rusunawa bisa dijadikan tempat hunian yang layak, aman dan nyaman bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kabupaten Inhil.”Lokasinya aman dan nyaman dilengkapi dengan fasilitas, “kata Kepala Dinas Perakim Ir T Eddy Eprizal melalui Kabid Kawasan Pemukiman Mashudi, Rabu (05/01/2020).


Lanjutnya, meski berada dilokasi yang sama di blok berbeda ada pula beda tipe bangunan yang ada. Untuk tipe nya ada tipe 24 dan tipe 36.


“Bangunan 1 terdiri dari 90 kamar tipe 24 dan bangunan 2 terdiri 70 kamar tipe 36,” ujarnya dilansir dari riaulink.


Lebih lanjut, Eddy menyebutkan bahwa menurut data yang masuk dari pengelola, penghuni rusunawa saat ini sudah mencapai 80 KK.


Sesuai dengan ketentuan perumahan rusunawa ini diperuntukan bagi masyarakat dengan daya beli yang rendah, berdasarkan Undang-undang (UU) nomor 11 tahun 2011 tentang perumahan dan kawasan pemukiman, masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR) adalah masyarakat yang mempunyai keterbatasan daya beli sehingga perlu mendapat dukungan pemerintah untuk memperoleh rumah.







Sebagai informasi, berikut Syarat Umum untuk Penghuni Rusunawa Inhil:


1. Warga Negara Indonesia (WNI ) dengan
ketentuan sebagai berikut:
a. Belum memiliki rumah / tempat tinggal dibuktikan dengan surat keterangan dari Lurah/ Repala Desa setempat.
b. Pekerja yang berpenghasilan tetap menengah ke bawah atau masyarakat tertentu yang ditetapkan berdasarkan
Keputusan Bupati.
c. Maksimal jumlah anggota keluarga 4 orang ( suami, istri dan 2 orang anak )


d. Hanya untuk tempat tinggal / hunian dan tidak sebagai tempat usaha/ dagang.
e. Lama tinggal penghuni paling sedikit 6
(enam) bulan paling lama 5 (Lima) tahun.
f. Diutamakan yang berdomisili dan bekerja di Kabupaten Indragiri Hilir,


2. Sanggup memenuhi kewajiban pembayaran sewa dan iuran lain yang telah ditetapkan


3. Bersedia mentaati Tata Tertib yang
ditetapkan oleh pengelola


4. Memenuhi prosedur / tata cara persyaratan penghunian yang ditetapkan oleh pengelola


5. Telah mendapatkan Surat Izin Penempatan(SIP) Rusunawa yang diterbitkan oleh Pengelola. (Msg)


Editor Arb




Disperakim Inhil Sampaikan Klarifikasi soal Proyek Sumur Bor Senilai 10 M

Foto : Kepala Bidang Cipta Karya Disperakim Inhil, Sumitro







ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyampaikan klarifikasi ihwal proyek sumur bor senilai Rp 10,8 Miliar.


Kepala Bidang Cipta Karya Disperakim Inhil, Sumitro mengungkapkan, saat ini pihak Disperakim tengah menyusun berita acara serah terima sebagaimana hasil rekomendasi BPK RI usai melaksanakan audit.


“Benar ada pelanggaran. Hanya, setelah audit, BPK membuat rekomendasi kepada kami membuat berita acara untuk 140 titik pembangunan sumur bor lainnya,” tutur Sumitro, Kamis (6/2/2020) di Tembilahan.


Sumitro mengatakan, kekeliruan yang diidentifikasi BPK di Disperakim terkait sumur bor, tidak berdampak kepada kerugian keuangan negara. Kekeliruan tersebut, hanya berupa pelanggaran administratif.







“Itu tadi, Disperakim hanya diminta buat berita acara oleh BPK. Sudah ada beberapa berita acara serah terima yang dibuat. Sekarang kami tengah membuat sisa berita acara yang belum dengan terjun langsung ke lokasi pembangunan sumur bor,” pungkas Sumitro.


Sumitro menjelaskan, sebenarnya berita acara serah terima 140 titik pembangunan sumur bor belum akan diserahkan oleh pihak Disperakim. Hal ini dikarenakan, masih ada tahap pemeliharaan terhadap sumur bor pada saat itu.


Selanjutnya, Sumitro menepis, bahwa proyek pembangunan sumur bor berstatus hibah. Menurutnya, pembangunan sumur bor termasuk dalam belanja modal tahun anggaran 2018.


“Itu bukan hibah. Belanja modal. Sehingga kita tidak perlu menggunakan proposal ajuan untuk oembangunannya. Dan tidak ada istilah calon penerima,” tukas Sumitro. (rls)


Editor Arb




Kapolsek Tapung Berikan Bantuan Kepada Seorang Warga yang Terkena Kanker Otak

ARB INdonesia, KAMPAR – Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Kompol Sumarno didampingi Kanit Sabhara AKP Khairulnas, Panit Intel Aipda Amit Elpian dan Bhabinkamtibmas Bripka Abdu, mengunjungi salah satu warga Desa Trimanunggal yang terkena kanker otak dan tak sadarkan diri selama 28 hari, Rabu (5/2/2020) siang.


Ikut mendampingi Kapolsek Tapung dalam kunjungan kerumah warga yang sakit ini, Kepala Desa Trimanunggal sdr. Edi Bambang Purnomo beserta Sekretaris Desa sdr. Tasidi.


Warga yang dikunjungi rombongan Kapolsek Tapung ini adalah sdr. Abdul Kadir (47 th), seorang petani yang beralamat di Rt 19 Rw 07 Desa Trimanunggal Kecamatan Tapung.







Abdul Kadir merupakan tulang Punggung keluarga yang kesehariannya adalah seorang petani, Istrinya bernama Ida Ernawati dan memiliki 4 orang anak yang masih dalam tanggungannya.


Karena keterbatasan biaya untuk berobat di Rumah Sakit, saat ini Abdul Kadir terpaksa dirawat dirumah saudara kandungnya, beberapa hari lalu Abdul Kadir juga sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Eka Hospital Pekanbaru selama 28 hari.


Sebelumnya Kompol Sumarno mendapat informasi dari Kepala Desa Trimanunggal, bahwa ada salahsatu warga Desa Trimanunggal yang sedang sakit Kangker Otak dan tidak sadarkan diri yang kini dirawat dirumahnya.


Tersentuh dengan cerita Kades Trimanunggal tentang keadaan Abdul Kadir yang menderita Kanker otak ini, Kapolsek Tapung langsung mengajak beberapa anggota mendampingi untuk menjenguk Abdul Kadir kerumahnya.


Kedatangan Kapolsek Tapung dan rombongan disambut keluarga Abdul Kadir, selanjutnya Kapolsek melihat langsung kondisi Abdul Kadir yang terbaring lemah.







Kepada pihak keluarga Abdul Kadir, Kapolsek Tapung menyampaikan rasa keprihatinannya dan meminta pihak kelurga untuk tabah dan tetap berupaya untuk merawat Abdul Kadir serta mendo’akannya agar diberi kesembuhan.


Pada kesempatan ini Kapolsek Tapung juga memberikan bantuan uang untuk tambahan biaya pengobatan Abdul Kadir, bantuan ini diserahkan kepada istrinya Ida Ernawati.


Sementara Istri Abdul Kadir atas nama pihak keluarga  mengucapkan terimakasih kepada Kapolsek Tapung dan rombongan atas perhatian dan bantuan yang diberikan ini, semoga Allah SWT membalas kebaikan Bapak ini, ungkapnya. (rls/eky)


Editor Arb




Sekitar 326 Ribu Masyarakat Menerima Bantuan Iuran Program JKN, Pemda Inhil Anggarkan 2M untuk Lakukan Verifikasi Ulang

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Hingga tahun ini jumlah peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sangat fantastis yakni lebih dari separuh total kependudukan.


Berdasarkan data yang dihimpun wartawan, ada sekitar 326 ribu masyarakat tidak mampu di Kabupaten Inhil terdaftar sebagai peserta yang iurannya ditanggung oleh Pemerintah.


Dari 326 ribu tersebut 181 ribu peserta menggunakan dana APBN (dana pusat) dan sisanya 145 ribu peserta dari anggaran sharing budgeting APBD Inhil dan Provinsi Riau.







Untuk itu tahun anggaran 2020, Pemkab Inhil akan melakukan pendataan ulang alias verifikasi faktual terhadap data tersebut. Apakah benar seluruh merupakan warga miskin?


“Sudah kita dianggarkan sekitar 2 Milyar untuk mendata kembali peserta PBI yang terdaftar di BPJS Kesehatan. Tapi tahun ini khusus peserta PBI dari dana APBD yaitu sekitar 145 ribu masyarakat Inhil yang diverifikasi faktual,” ungkap Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil Samino, ketika dijumpai wartawan, Selasa (4/2/2020).


Dalam pelaksanaannya nanti kata Samino yang juga merupakan Ketua Partai PDIP Inhil itu, tidak hanya Dinas Sosial (Dinsos), tetapi juga melibatkan seluruh pihak terkait terlebih pemerintah desa/kelurahan.


“Sistem yang digunakan nanti sistem swakelola. Untuk teknis silahkan tanya Dinsos,” imbuhannya.


Editor Arb




Pemilik 51 Paket Shabu Siap Edar Diamankan Polsek Tambang

ARB INdonesia, KAMPAR – Unit Reskrim Polsek Tambang, Kabupaten Kampar lakukan penanangkap terhadap seorang pengedar narkotika jenis shabu di Jalan Hidup Baru Dusun IV Penataan Desa Kampar Kecamatan Kampar, Kamis (6/2/2020).


Pelaku narkoba yang diamankan Aparat Kepolisian ini adalah SH alias S (42) warga Jalan Hidup Baru Dusun IV Penataan Desa Kampar Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar.


Dari pelaku berhasil diamankan barang bukti 1 paket sedang dan 50 paket kecil shabu terbungkus plastik bening, sebuah kantong plastik hitam, 1 unit Hp androit merk Xiaomi dan beberapa peralatan penggunaan shabu.







Pengungkapan kasus ini berawal pada Kamis dinihari (6/2/2020), saat itu Jajaran Polsek Tambang mendapat informasi akan adanya transaksi narkoba di wilayah Dusun IV Penataan Desa Kampar Kecamatan Kampa.


Menindaklanjuti informasi tersebut Kapolsek Tambang Iptu Jurfredi SH perintahkan Unit Reskrim Polsek mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan dan pengintaian terhadap target.


Setiba dilokasi anggota Unit Reskrim Polsek Tambang ini melihat seseorang dengan gerak-gerik mencurigakan dan langsung mengamankannya.


Kemudian dilakukan penggeladahan badan serta pemeriksaan disekitar TKP dan ditemukan 1 paket sedang dan 50 paket kecil narkotika jenis shabu dan beberapa peralatan penggunaan shabu.







Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke Polsek Tambang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


Kapolsek Tambang Iptu Jurfredi SH saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan pelaku narkoba ini, disampaikan bahwa tersangka dan barang bukti telah diamankan di Polsek Tambang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, jelasnya. (rls/eky)


Editor Arb




Asal Mula Munculnya Virus Corona di Wuhan

Rumah sakit virus corona di Wuhan. ©2020 AFP PHOTO/STR/China OUT







ARB INdonesia, CHINA – Virus corona atau 2019-nCoV sudah memakan korban hingga ratusan orang meninggal dan puluhan ribu lainnya terinfeksi. Virus ini mudah sekali menyebar.


Komisi Kesehatan Nasional China mengkonfirmasi virus corona dapat ditularkan dari manusia ke manusia yang terinfeksi. Bahkan virus itu bisa saja menempel di salah satu tempat dekat pasien corona.


Virus ini pertama kali muncul di Wuhan, salah satu kota di China. Simpang siur kabar soal sumber kemunculan virus ini, mulai dari makanan hingga hewan-hewan unggas. Hal ini dikarenakan belum adanya informasi jelas soal asal muasal kemunculan virus tersebut.


Dokter Li Wenliang Sudah Beri Peringatan Awal


Sebelum virus corona ramai diketahui banyak orang, seorang dokter bernama Li Wenliang telah memberikan informasi soal kemunculan virus tersebut. Dia memberikan pesan yang mengejutkan di grup alumni sekolah kedokterannya melalui aplikasi pesan singkat yang populer di China, WeChat.


“Tujuh pasien dari pasar makanan laut lokal telah didiagnosis menderita penyakit mirip SARS dan dikarantina di rumah sakitnya,” tulisnya.


Li menjelaskan, menurut sebuah tes yang telah dilihatnya, penyakit itu adalah virus corona, yang ternyata satu keluarga dengan virus sindrom pernapasan akut (SARS).


“Saya hanya ingin mengingatkan teman-teman sekelas universitas saya agar berhati-hati,” kata Li.


Li adalah seorang dokter berusia 34 tahun yang bekerja di Wuhan, kota yang menjadi pusat penyebaran virus corona di China.


Li mengatakan kepada teman-temannya untuk mengingatkan orang-orang yang mereka cintai akan bahayanya virus ini. Perkataan Li pun benar terjadi.







Polisi Justru Menuduh Dokter Li Wenliang Sebarkan Isu


Segera setelah dia mengunggah pesan itu, Li dituduh menyebarkan isu oleh polisi Wuhan. Dia adalah salah satu dari beberapa petugas medis yang menjadi sasaran polisi karena berusaha untuk mengungkap virus mematikan ini di pekan-pekan awal sebelum terjadinya wabah.


Pada waktu yang sama ketika Li mengirim pesan kepada teman-temannya, sebuah pemberitahuan darurat dikeluarkan oleh Komisi Kesehatan Kota Wuhan, yang berisikan pemberitahuan kepada institusi medis kota jika ada beberapa pasien dari Pasar Grosir Makanan Laut Huanan mengalami pneumonia yang tidak diketahui.


Menurut surat kabar pemerintah Beijing Youth Daily, dini hari tanggal 31 Desember, otoritas kesehatan Wuhan mengadakan pertemuan darurat untuk membahas wabah tersebut. Setelah itu, Li dipanggil oleh pejabat rumah sakitnya agar menjelaskan bagaimana dia bisa tahu tentang kasus-kasus itu.


Tanggal 3 Januari 2020, Li dipanggil ke kantor polisi setempat dan ditegur karena menyebarkan desas-desus yang sangat mengganggu ketertiban sosial atas pesan yang dia kirimkan dalam grup obrolan.
Sejak awal, pihak berwenang China ingin mengendalikan informasi tentang wabah itu, membungkam suara apa pun yang berbeda dengan narasinya, terlepas dari apakah mereka mengatakan yang sebenarnya.


Dokter Li Dipanggil Polisi dan Diminta Teken Pengakuan Kesalahan
Li menyebarkan informasi soal virus corona yang ia periksa. Kemudian pihak kepolisian mengetahui informasi tersebut melalui aplikasi WeChat.


Usai dipanggil pihak kepolisian China, Li harus menandatangani pernyataan untuk mengakui kesalahan dan berjanji untuk tidak melakukan tindakan melanggar hukum lebih lanjut.


Dia takut akan ditahan. “Keluarga saya akan khawatir tentang saya, jika saya kehilangan kebebasan saya selama beberapa hari,” katanya kepada CNN melalui pesan teks di WeChat.


Li terdengar batuk terlalu banyak dan napasnya tidak teratur untuk berbicara melalui telepon. Untungnya, Li diizinkan meninggalkan kantor polisi setelah satu jam berada di sana.


Li sempat mengklarifikasi pernyataannya dalam pesan berikutnya yang menyatakan bahwa virus itu sebenarnya adalah tipe virus corona yang berbeda. Sangat disayangkan, tangkapan layar dari pesan pertama Li sudah menyebar di dunia maya.







Isu Virus Corona dari Hewan


Badan kesehatan dunia (WHO) sebelumnya menyatakan bahwa kemungkinan, hewan menjadi sumber utama dari virus ini. Namun, beberapa penularan secara terbatas antara manusia bisa terjadi dengan kontak dekat.


Dokter spesialis Erlina Burhan dari Pokja Infeksi Pengurus Pusat PDPI juga mengatakan, kasus pneumonia berat ini dimulai dari sebuah pasar ikan yang juga menjual unggas di Wuhan, Tiongkok.


“Sampai saat ini belum ada bukti yang mengindikasikan penularan (virus) dari manusia ke manusia,” kata Erlina dalam konferensi pers di Kantor PDPI.







Jumlah Korban Virus Corona


Korban akibat virus corona sudah mencapai 493 orang meninggal dunia dan terbanyak dari kota Hubei yakni 479 orang meninggal dunia. Kemudian sebanyak 24.551 orang mengidap virus corona di 28 negara di dunia, yang terbanyak di China yakni 24.338 orang, Rabu (5/2).


Tak hanya di China, korban meninggal akibat corona terjadi di Filipina dengan 1 orang meninggal dab Hong Kong dengan 1 orang meninggal.


Keterlambatan Penanganan karena Pembatasan Informasi pada akhir Januari, keterlambatan penanganan wabah oleh pemerintah Wuhan mulai dipahami di China. Banyak netizen memikirkan peringatan dini yang disebarkan dari delapan orang itu bisa menyelamatkan ratusan nyawa.


Pada saat kemarahan publik tengah meningkat, Mahkamah Agung China pada 28 Januari, mengkritik polisi Wuhan karena menghukum para ‘pembuat isu’.


“Itu mungkin merupakan hal yang beruntung, jika masyarakat mendengarkan ‘desas-desus’ karena mengandung virus corona baru pada waktu itu, mungkin masyarakat akan mengambil langkah-langkah seperti mengenakan masker, desinfeksi yang ketat dan menghindari pergi ke pasar satwa liar,” kata Mahkamah Agung.


Menghadapi tekanan publik, polisi Wuhan mengeluarkan pernyataan pada hari berikutnya, yang mengatakan bahwa delapan orang itu hanya melakukan kesalahan ringan terutama karena menyebarkan informasi yang tidak terverifikasi. Polisi mengatakan bahwa mereka hanya dipanggil untuk berbicara dan tidak ditahan atau didenda.







Presiden China Beri Lampu Hijau Penyebaran Informasi


Pada 20 Januari akhirnya pemerintah pusat mengambil alih, Presiden Xi Jinping memerintahkan upaya tegas untuk menghentikan penyebaran virus corona dan menekankan perlunya keterbukaan informasi yang tepat waktu. Itu adalah pertama kalinya Xi berbicara secara terbuka dalam menangani wabah corona.


Seruan Xi untuk merilis informasi yang tepat waktu dipandang sebagai lampu hijau untuk melaporkan virus corona. Wartawan China juga mulai memproduksi liputan mendalam serta laporan investigasi.


Surat kabar yang dikelola pemerintah Beijing, Youth Daily, mewawancarai Li dan artikelnya pun menjadi viral setelah ditulis. Meski dihapus dalam beberapa saat, tetapi keributannya tetap ada. (*)


Editor Arb


loading…




Sumber merdeka.com
https://m.merdeka.com/dunia/cerita-lengkap-asal-mula-munculnya-virus-corona-di-wuhan.html