Desa Sumber Jaya Raih Juara 1 pada Turnamen Bola Voly Antar Desa

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Tim Voly Baktiguna Darma dari Desa Sumber Jaya Kecamatan Teluk Belengkong berhasil meraih peringkat pertama pada turnamen bola Voly yang diselenggarakan di
Desa Sri Danai Jaya Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, Minggu (8/3/2020).


Turnamen antar desa yang digelar 6 bulan sekali tersebut diikuti oleh perserta dari berbagai desa, diantaranya :


Desa Mayang Sari Jaya, Bukit Sari intan Jaya, Manunggal Jaya, Bungun Harjo Jaya, Ringin Jaya, Sapta Jaya, keramat jaya, Sri Danai Jaya, Binangun Jaya, Suka Jaya, Sumber Jaya dan Desa Hibrida Mulya. Dengan total tim secara keseluruhan berjumlah 26 tim dari wilayah GHS 2 Kecamatan Teluk Belengkong dan RSTM Kecamatan Pulau Burung.







Tim Voly Putri Baktiguna di ketuai oleh Darma Ita dan Erviana beranggotakan Sri Suryani, Esti Ningsih, Nuri,Dela Noviana, Tina, Novia Esti Apriani.


Hadiah yang diperoleh adalah sebuah tropi dan Pembinaan sebesar Rp1.750.000.


Kepala Desa (Kades) Sumber Jaya Kecamatan Teluk Belengkong Muhtar Hasan mengucapkan, selamat atas prestasi yang di dapat dan mengharumkan nama Desa tersebut.


“Selamat atas prestasi yang didapatkan, mudah-mudahan bisa dipertahankan dan kedepan bisa ikut kompetesi diajang yang lebih tinggi,” imbuhnya.


selain itu, Kades Sumber Jaya juga menyampaikan jangan hanya mengejar hadiah dari pertandingan, tapi nilai dari kekompakan dan solidaritas serta sportifitas lah yang dijunjung tinggi.


Reporter ARB




Dua Pemuda Pembawa Sabu Dalam Ransel Diciduk Warga Pelangiran

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dua orang pemuda yang diduga membawa narkotika jenis sabu-sabu tersimpan di dalam ransel di tangkap warga Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) – Riau, Sabtu (7/3/2020) sekira pukul 22.30 WIB.


Kedua pelaku berinisial F (18) dan R (19), warga Desa Rotan Semelur ini ditangkap oleh warga setempat karena gerak gerik kedua pelaku mencurigakan.


Kapolres Inhil, AKBP Indra Duaman Siahaan melalui Kasubbag Humas, AKP Warno Akman membenarkan penangkapan tersebut. Kedua pelaku ditangkap warga akibat gelagat kedua pemuda tersebut mencurigakan.


“Awalnya kedua pelaku mondar-mandir di sekitar perumahan karyawan KM 15 Divisi 3 PT BNS Desa Rotan Semelur Kecamatan Pelangiran,” kata Warno







Akibat kecurigaan tersebut, Sunarto bersama  masyarakat sekitar langsung mempertanyakan kegiatan pelaku di lokasi tersebut. Selanjutnya pelapor dan masyarakat sekitar memeriksa isi tas yang dibawa kedua pelaku.


“Saat diperiksa, dari dalam tas tersebut ditemukan barang-barang berupa 1 bungkus paket sedang yang diduga narkotika jenis sabu-sabu, 1 buah botol kaca, 1 buah kaca pirek, 1 buah sendok plastik sabu, dan 1 buah mancis,” terangnya


Selanjutnya warga langsung melaporkan kejadian tersebut kepala Pos Security NPE PT BNS, Gunadi, yang kemudian langsung melaporkannya kepada Bhabinkamtibmas Desa Rotan Semelur BRIPKA Rakhmad Hidayat dan Babinsa Rotan Semelur KOPTU Candra Bastian.


“Bhabinkamtibmas Desa Rotan Semelur BRIPKA Rakhmad Hidayat langsung ke TKP dan langsung membawa kedua pelaku ke Polsek Pelangiran guna pemeriksaan lebih lanjut,” paparnya.


Reporter ARB




Syamsuar Pimpin Golkar Riau, Andi Rachman Blak-blakan Soal Mundurnya dari Pencalonan

ARB INdonesia, PEKANBARU – Arsyadjuliandi Rachman blak-blakan terkait mundurnya ia sebagai calon ketua Golkar Riau, dan ia menyerahkan kepemimpinan kepada Syamsuar melalui Musyawarah Daerah yang berlangsung hari ini, Ahad (8/3/2020).

Dilansir dari cakaplah.com, saat menyapaikan pidatonya, Andi Rachman mengaku bahwa dirinya secara pribadi menginginkan agar kondisi Partai Golkar Riau berjalan lancar.







“Terpilihnya pak Syamsuar memimpin Golkar Riau, kami dah duduk bertiga, saya, pak Syamsuar, dan Ketua Umum. Ada komitmen, dan seizin rekan Kabupaten/Kota yang selama ini bersama saya. Ini adalah untuk partai. Di Partai Golkar, adalah orang penting semua, semua berjalan sesuai arahan ketua umum,” kata Andi.

“Tak ada yang ditinggalkan, digabung dan dirangkul, cari yang terbaik, kita malu kalau Partai Golkar ribut, bicara sana-sini di media tapi tak ada ujung,” kata Andi lagi.

Sebagai Ketua DPD I kata Andi, dirinya tidak akan menyusahkan ketua umum, dan mengikuti arahan dari ketua umum Golkar Airlangga Hartarto.

“Saya tak akan menyusahkan Ketum saya Airlangga, tugas beliau banyak, belum lagi beliau mengurusi Menko Perekonomian dan Ketua umum partai,” cakapnya lagi.







Editor Arb
Sumber cakaplah.com




Kodim Inhil Lakukan Test Seleksi Bagi Pelajar yang Direkrut jadi Anggota Paskibra

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Serka Zen Alianus dan Serda Dian Atma Putra mewakili Kodim 0314/Inhil lakukan test seleksi bagi siswa/i SLTA/sederajat untuk direkrut menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRA) Kabupaten Inhil.


Seleksi ini di selenggarakan di Stadion Sungai Beringin, Jalan Seberantas, Tembilahan, Minggu (08/03/2020).


Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Imir Faishal melalui Pasi Ops Kodim 0314/Inhil, Kapten Inf Tarmizi mengatakan bahwa tahun ini Kodim 0314/Inhil mendapat kepercayaan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Inhil sebagai Ketua penyelenggara Paskibra Kabupaten tahun 2020.


“Ada sebanyak 101 orang siswa siswi yang mengikuti seleksi tersebut, siswa-siswi tersebut berasal dari SMK 1 Tembilahan, SMK 2 Tembilahan, SMK Farmasi, MAN 1 Inhil, MA Nurul Jihad, SMK 2 Tembilahan Hulu, SMA 1 Tembilahan Hulu, SMA 1 Tembilahan Kota dan SMA 2 Tembilahan,” ujarnya







Selain anggota TNI dari Satuan Kodim 0314/Inhil,seleksi ini juga di bantu oleh Pihak POLRI dari Polres Inhil dan Dinas Pariwisata Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Kab. Inhil serta tim kesehatan yang terdiri dari 3 orang dokter dan 8 orang paramedis dari Puskesmas Tembilahan Kota dan juga dibantu oleh anggota Paskibra yang senior yang telah Purna Paskibra.


Pasi ops juga menjelaskan seleksi tersebut meliputi test kesehatan yaitu, test tensi ,tinggi badan dan berat badan, postur, tremor, pengecekan parises dan tes buta warna.


“Dari hasil test kesehatan yang dilaksanakan kemarin hari Sabtu ada 43 Orang yang tidak lulus test, hingga tersisa 58 Orang yang siap melaksanakan test berikutnya yaitu Latihan Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) dan dilanjutkan test kesemaptaan jasmani,” ungkap Kapten Inf Tarmizi


Dari 43 orang siswa yang tidak lulus test kesehatan rata-rata tinggi badan yg tidak memenuhi syarat. Bahkan ada juga yang tingginya melebihi batas maksimal yang telah di tentukan.


“Pagi ini, ke 58 siswa/i melaksanakan test kesamaptaan jasmani yang meliputi samapta A dan B. Test samapta A yaitu lari selama 12 menit, sedangkan samapta B terdiri dari Pus’up, sit’up, full’up dan satelran,” sambungny kembali


Tidak hanya itu, selain melakukan seleksi untuk Paskibra Kabupaten, Kodim 0314/Inhil juga menyeleksi untuk perwakilan Paskibra tingkat Provinsi. Dan hari ini telah di tentukan 6 orang siswa siswi yang terpilih menjadi perwakilan Paskibra tingkat Provinsi yang terdiri dari 3 siswa dan 3 siswi.


Selain mengadakan seleksi bagi sekolah yang berada di Kota Kabupaten, juga nantinya akan di adakan seleksi ke sekolah-sekolah yang berada di kecamatan-kecamatan se-wilayah Kabupaten Inhil utuk dipilih menjadi anggota paskibra tingkat kabupaten.


“Dari keseluruhan sekolahan setingkat SLTA se Kabupaten Inhil ini akan di pilih yang terbaik sebanyak 33 (tiga puluh tiga) Siswa/i untuk dilatih menjadi Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRA) tingkat Kabupaten,” imbuhnya.


Editor Arb




Perkembangan Terkini Virus Corona di Indonesia: Pasien Suspect 23 Orang dan 4 Positif

ARB INdonesia, JAKARTA – Juru Bicara pemerintah untuk penangan Virus Corona, Achmad Yurianto mengatakan sampai hari ini, Minggu (8/3) jumlah pasien suspect virus corona (Covid-19) bertambah dari 11 menjadi 23 orang. Ini diketahui usai dilakukan pemeriksaan terhadap 620 spesimen dari dari 25 provinsi. Sebelumnya pada Jumat (6/3) pasien yang suspect Corona 11 orang.

“Kita tahu sudah ada 4 yang confirm, kemudian ada 23 yang masih suspect. Ini yang jadi penting kita sampaikan tentang yang suspect ini,” kata Yuri di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Minggu (8/3).

Yurianto menjelaskan dari 23 pasien suspect, dua diantaranya adalah dari kapal Viking Sun yang berlabuh di Bali. Sementara beberapa dari cluster Jakarta dan satu lainnya dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.







“Cluster Jakarta kita tracing terus. Karena 4 positif itu dari cluster ini. Kasus suspect pun dari ini. Salah satu suspect sedang dirawat di Bandung RSHS Sadikin. Kita tracing terus,” jelasnya.

Menurut dia, 23 pasien suspect menunjukkan gejala-gejala batuk dan demam meski tak tinggi. Namun, Yurianto belum bisa memastikan 23 pasien suspect tersebut positif terjangkit virus corona atau tidak.
Sebab tim medis harus melakukan pemeriksaan kembali hingga lebih dari tujuh kali. Saat ini, ke-23 pasien suspect ini masih dalam perawatan serta observasi lebih lanjut.

“Kita harus melakukan serial pemeriksaan berkali-kali akan melakasanakan seminggu. 7 kali pemeriksaan, mudah-mudahan di ke-8 pemeriksaan negatif. Tetapi banyak pemeriksaan laporan dari RS di luar, bahwa pemeriksaan ke-6 hingga ke-8 kadang-kadang jadi positif,” kata Yuri.







Jika Negatif, Pasien Suspec Akan Dilakukan Self Isolated

Jika pasien suspect negatif dan sudah dipulangkan, mereka akan kembali diisolasi di rumah masing-masing selama 14 hari. Mereka akan menggunakan masker dan mengurangi kontak langsung dengan keluarga.

“Setelah boleh pulang nanti agar selama 14 hari di rumah menggunakan masker, mengurangi kontak dekat dengan keluarganya, dan kemudian diharapkan sementara tidak kemana-mana dulu,” kata Yuri.

Meski di rumah, mereka akan diawasi tim medis selama 14 hari. Jika hasil medis sudah selesai, mereka akan selesai dalam tahap isolasi.

“Kemudian akan dipantau oleh Dinas Kesehatan setempat oleh puskesmas setempat, kesehatannya, setiap hari sampai dengan hari ke-14. Kalau semuanya baik, maka sudah seluruhnya tidak bermasalah, bisa bersosialisasi seperti biasa,” ungkap Yuri.







Sumber merdeka.com
https://m.merdeka.com/peristiwa/perkembangan-terkini-virus-corona-di-indonesia-pasien-suspect-23-orang-dan-4-positif.html




Berlomba Menimbun Masker, Menggali Kubur Sendiri

Jika tenaga kesehatan dan orang sakit tak dibekali masker, maka Indonesia perlu bersiap menghadapi wabah selain COVID-19.
Foto ilustrasi ©arbindonesia.com


ARB INdonesia – Ditengah merebaknya wabah virus SARS-CoV-2, orang bisa melihat kemurahan hati seorang laki-laki membagikan puluhan karton masker ke kantor polisi di Cina. Tapi Indonesia keadaannya berbeda. Harga masker dan produk pembersih tangan justru naik gila-gilaan.


Barang-barang ini kemudian menjadi langka di pasaran. Sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya dua Warga Negara Indonesia (WNI) positif COVID-19, produk pembersih tangan berbasis alkohol ludes dalam hitungan jam.


Jauh sebelum COVID-10 diberitakan muncul di Indonesia, masker penutup mulut juga sudah mengalami kelangkaan. Kami sempat memonitor pergerakan harga pembersih tangan di salah satu platform belanja online pada Senin, (2/3/2020).


Sekitar Pukul 11.30 WIB, Jokowi menggelar konfrensi pers menyatakan Indonesia positif COVID-19. Hingga pukul 12.00 WIB harga pembersih tangan masih normal. Namun satu jam kemudian produk-produk tersebut mulai mengalami kenaikan harga.







Pukul 14.00 WIB, toko yang memajang harga normal sudah habis diserbu pembeli, tersisa produk-produk dengan harga tak masuk akal. Produk pembersih ukuran 400 ml yang semula dihargai Rp45 ribu naik menjadi Rp300-350 ribu.


Tak cuma platform online, toko-toko grosir pun diserbu pembeli yang mencari pembersih tangan berbasis alkohol.


“Saya pergi ke enam Alfamart, kosong semua,” Permatasari, 29 tahun, menceritakan pengalaman berburu produk pembersih tangan di kawasan Tangerang Selatan.


Sari cukup panik setelah mendengar himbauan pemerintah untuk rajin mencuci tangan, atau menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol untuk menghindari COVID-19. Virus SARS-CoV-2 memang bertransmisi dari tetesan batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi.


Sisa cairan itu, lebih banyak menyebar lewat sentuhan tangan ke area wajah. Maka, rajin cuci tangan merupakan pencegahan terbaik saat ini. Lantaran anjuran masif diserukan, Sari kemudian yakin akan ada gerakan borong pembersih tangan seperti masker kemudian harganya menjadi mahal. Kekhawatiran Sari terbukti benar.


Desainer di salah satu butik di Jakarta ini baru bisa mencari produk pembersih tangan selepas pulang kantor. Sekitar lima jam paska pengumuman resmi soal COVID-19 dari pemerintah. Sari akhirnya menemukan produk tersebut di toko keenam. Tersisa sebelas pembersih tangan berbasis alkohol, itupun hanya yang varian anak.


“Saya beli cuma dua yang ukuran kecil. Kasihan yang lain juga perlu,” katanya, satu kotak ukuran 18 ml ia beli dengan harga normal Rp14 ribu.







Mereka Lebih Butuh Masker


Sejak seminggu ini Mila, 26 tahun, sudah pontang-panting mencari masker di daerah Surabaya. Anak pertama dan suaminya sedang flu berat. Kondisi tersebut membikin keduanya masuk kelompok yang perlu dibekali masker agar tidak menyebarkan virus influenza ke lingkungan sekitar.


“Saya khawatir virusnya nyebar ke si adek, batuk pilek kan harus maskeran supaya gak nular ke orang lain,” ujar Mila.


Tapi, usahanya nihil. Masker sudah sangat langka sejak satu bulan lalu. Sementara harga di platform belanja online sudah mencapai Rp300 ribuan per dus. Ibu dua anak ini kemudian berinisiatif mencari penjual masker di media sosial dan menemukan akun Instagram @cahaya_bike_77.


“Dia (penjual) bilang harus beli minimal satu karton seharga Rp600 ribu,” katanya.


Singkat cerita setelah melakukan transaksi pengiriman uang, penjual mengaku tengah menipu dan langsung menonaktifkan semua nomor. Kelangkaan masker juga membikin susah para korban bencana letusan Gunung Merapi kemarin.


Dyan Fidrianto, seorang warga Klaten yang terdampak abu Merapi mengeluh sakit tenggorokan akibat terlalu banyak menghirup partikel vulkanik itu. Sementara saat kejadian letusan Merapi, ia tak bisa menemukan masker di toko sekitar.







“Jadi memakai buff (masker dari kain tipis, biasanya terbuat dari bahan spandex),” ungkapnya, Kamis, (5/3/2020).


Kisah Mila dan Dyan adalah gambaran lunturnya empati manusia. Dalam situasi sulit dan tidak kondusif seperti ini mereka mengambil keuntungan dari celah ketidakgesitan pemerintah mengatur kestabilan dan ketersediaan barang.


Mereka menjual masker bekas, menipu pembeli, dan membuat standar harga yang tinggi. Di sisi lain, ada kelompok-kelompok egois yang melakukan aksi borong masker, membuat kelompok yang benar-benar membutuhkan jadi sulit mengakses produk kesehatan tersebut.


Sekarang ini, tenaga kesehatan yang menjadi di garda terdepan penanganan berbagai macam penyakit mengaku harus dijatah untuk mendapat masker. Padahal tanpa masker, mereka sangat beresiko tertular tak hanya virus SARS-CoV-2, tapi juga TBC, Hepatitis, dan penyakit menular lainnya.







“Dijatah, maksimal sepuluh masker buat satu minggu, jadi ini kadang satu masker buat dua hari,” ungkap Rahma, 23 tahun, seorang perawat di salah satu rumah sakit di Jakarta.


Bahkan Rahma bercerita pasokan pembersih tangan di rumah sakit lebih cepat habis karena digunakan untuk isi ulang. Krisis ini membuat kebijakan rumah sakit jadi ikut berhemat. Pasca-tindakan ke pasien, tenaga kesehatan cukup diminta cuci tangan menggunakan sabun biasa.


“Susah, padahal yang terkena risiko kan lebih ke kami (tenaga kesehatan),” keluh Rahma.


Jika pada akhirnya masker serta pembersih tangan langka, lalu orang-orang sakit serta tenaga kesehatan tak dapat jatah, maka tak hanya COVID-19 tapi beragam penyakit mengancam kesehatan masyarakat Indonesia secara lebih luas.


Orang sehat yang memakai masker tetap berisiko tinggi terserang virus, sementara tenaga kesehatan bisa ikut sakit karena tak dibekali alat pelindung yang memadai. Kemudian Indonesia harus bersiap menghadapi ancaman wabah selain COVID-19.







Respon Pemerintah


Sejak pertama kali dunia gempar akibat munculnya virus SARS-CoV-2, pejabat kita lebih meributkan penyelesaian konflik Natuna. Ketika wabah COVID-19 sudah menyebar ke beberapa negara, pemerintah santai dan mengatakan Indonesia masih terbebas dari virus tersebut.


Disaat negara lain berkolaborasi memaksimalkan seluruh laboratorium yang mereka miliki untuk mendeteksi virus, uji laboratorium Indonesia masih tersentralisasi di pusat. Sementara negara lain membagikan masker cuma-cuma, pemerintah kita masih tak acuh soal pengendalian harga.


Sampai ramai-ramai kelangkaan masker terjadi di banyak wilayah Indonesia berjalan hitungan bulan, operasi masker baru digelar. Masyarakat baru bisa membeli masker dengan harga murah, namun tetap dibatasi jumlahnya. Melihat penanganan yang seperti ini, wajar akhirnya dunia sempat skeptis tentang nihilnya kasus COVID-19 di Indonesia.    
                                                                                                   


Jika melirik Singapura dan membandingkannya dengan Indonesia, kita bisa melihat perbedaan mencolok keduanya. Singapura bertindak gesit mengatasi penyebaran virus SARS-CoV-2. Sejak awal Februari sejumlah 1.500 personel militer diberdayakan untuk mengemas 5,2 juta masker.







Masker-masker ini didistribusikan secara gratis ke 1,3 juta rumah tangga. Setiap rumah tangga mendapat jatah empat masker. Tempat-tempat publik juga disterilisasi dan dilengkapi cairan pembersih tangan. Tak ada panic buying karena pemerintah memberi informasi yang jelas dan lugas sejak awal berita COVID-19 muncul.


“Dari 117 kasus, sebanyak 81 orang berhasil disembuhkan, 29 lainnya dalam keadaan stabil dan tengah mendapat perawatan di rumah sakit, dan tujuh lainnya kritis,” demikian ringkasan perkembangan terakhir dalam laman resmi Kementerian Kesehatan Singapura.


Dengan membandingkan kedua negara ini kita bisa memetik pelajaran, bahwa ketakutan hanya akan menciptakan perilaku irasional, egois, dan tidak bertanggung jawab.


Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom mengatakan, musuh terbesar dunia saat ini bukan virus, tapi ketakutan, rumor, dan stigma. Sementara kekuatan terbesar kita adalah fakta, penjelasan, dan solidaritas.







Penulis: Aditya Widya Putri
Sumber tirto.id
https://tirto.id/berlomba-menimbun-masker-menggali-kubur-sendiri-eDfi