Putus Cinta Mahasiswa Asal Makasar Gantung Diri, Sempat Kirim WhatsApp, Begini Katanya…

ARB INdonesia, MAKASAR – Putus cinta membuat Komang Mugiarta (23) mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Mahasiswa Universitas Bosowa (Unibos) di Kota Makassar ini, gantung diri mengenakan sarung Bali.

Komang mengakhiri hidupnya karena cemburu mendengar mantan pacarnya sudah memiliki kekasih yang lain.

Malam itu, Komang sudah bulatkan niat untuk gantung diri di dalam kamar kosnya, di Jalan Kesadaran 1, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang.

Komang juga membalas chating whatsaApp dengan mantan pacarnya, Elthy Ba’dung. Ternyata itu rokok terakhir yang dihisap Komang.

Beberapa saat sebelum keduanya selesai chat, Komang memberi tahu Elthy. Jika sabar sampai rokok yang dia hisap selesai.

Setelah itu, Ia akan habisi hanyawanya sendiri. Ya, Komang memang telah memberitahu mantan pacarnya itu jika Ia akan bunuh diri.
“Saya habiskan dulu rokokku nah sebatang,” tulis Komang kepada Elthy.







Elthy memang tak melarang Komang untuk merokok. Justru ia persilakan. Wanita 19 tahun itu pun membalas pernyataan Komang.
“Merokok moko saja,” jawab Elthy. Selain ingin menghabiskan rokok terakhirnya itu, Komang juga meminta kesediaan Elthy untuk diajak video call.

Namun mantan pacarnya yang sudah menjadi kekasih orang lain itu menolak.

Elthy berdalih, suaranya akan mengganggu orang lain yang sudah terlelap. Masih sambil merokok, Komang tetap berusaha mengajak Elthy untuk video call untuk yang terakhir. Namun usahanya sia-sia.
Bahkan, Komang pun sempat mengancam Elthy dengan perkataan yang akan membuat mantan pacarnya itu menyesal.

“Kamu jj, kalau tidak mau angkat teleponku, nanti saya kuharap tidak menyesalki,” kata Komang.

“Tolong jangan tidur malam ini. Nanti saya video call ki kalau saya sudah siap,” sambung pria yang mulai stres gara-gara cinta itu. Satu menit kemudian, Elthy Ba’dung pun membalas.

“Orang sudah tidur di rumah. Jadi tidak boleh ribut,” jawab Elthy.
Dan yang terakhir, Komang pun menyampaikan isi hati yang sesungguhnya kepada Elthy.

Kecupan terakhir dari Komang pun disampaikan untuk mantan pacarnya itu.







“Cukup lihat dan nikmati pemandangannya. Btw saya sayangki sampai akhir hayatku. Ummuuaacchh,” kecup Komang via WhatsApp.
Setelah membaca itu, Elthy pun mulai panik. Elthy mulai menduga, mantan pacarnya itu benar-benar akan bunuh diri. Elthy pun meminta bantuan ke salah satu temannya, Kadek Pedy. Untuk datang ke indekos Komang di jalan Kesadaran 1, Kota Makassar.

Sesampainya Kadek di sana, kunci kamar Komang terkunci. Beberapa kali pintu kamarnya diketuk, namun tak ada jawaban. Tidak habis akal. Kadek pun mencongkel pintu kamar Komang.

Setelah terbuka, ternyata benar. Komang sudah tak bernyawa.
Pria asal Kabupaten Luwu Timur (Lutim) itu bunuh diri dengan cara gantung diri dengan sarung Bali miliknya.

Dia pun langsung menghubungi Polsek Panakkukang untuk mengevakuasi jenasah Komang, kemudian dibawa ke RS Bhayangkara.

Polisi pun telah memeriksa empat orang saksi. Termasuk Elthy Ba’bung yang terakhir kali berkomunikasi dengan mantan pacarnya itu.

“Empat orang telah kami bawa ke Polsek Panakkukang. Tiga di antaranya ini merupakan teman korban dan satu diduga mantan pacarnya,” kata Kapolsek Panakkukang, Kompol Jamal Fatur Rahman.







Sumber Pojoksatu.id
https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2020/03/09/putus-cinta-mahasiswa-asal-makasar-gantung-diri-sempat-kirim-whatsapp-begini-katanya/




Panglima TNI dan Kapolri Resmikan Aplikasi Lancang Kuning Nusantara

ARB INdonesia, PEKANBARU – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz, meresmikan penggunaan Aplikasi Dasboard Lancang Kuning Nusantara secara serentak di seluruh Indonesia, Senin (9/3/2020), di Balai Serindit Kompleks Gubernuran Riau, Pekanbaru, Riau.


Aplikasi Lancang Kuning Nusantara ini merupakan hasil karya Polda Riau bertujuan untuk penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) setiap tahun rutin terjadi, khususnya pada 11 provinsi di Indonesia.


Selain kehadiran Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz, dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, juga hadir Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK) Alue Dohong, Gubernur Riau Syamsuar, serta 11 Kapolda wilayahnya rawan karhutla selama ini.


Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, aplikasi ini sangat penting dimiliki wilayah-wilayah setiap tahun mengalami kebakaran hutan dan lahan. Namun aplikasi ini tidak bisa berjalan efektif tanpa ditindaklanjuti dengan dua hal pokok.







“Kedua hal itu, setelah kita mengetahui deteksi dini melalui aplikasi tadi, kemudian kita informasikan ke lapangan untuk kita identifikasi, apakah kebakaran hutan atau titik api itu terjadi dimana dan memang menjadi api atau panas sehingga wilayah bisa melaporkan kembali ke posko benar adanya. Seandainya itu adalah titik api, segera dilakukan koordinasi eksekusi dengan pemadaman api menggunakan pesawat terbang ataukah pemadaman lewat darat menggunakan pompa-pompa air,” jelas Panglima TNI.


Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz mengatakan, aplikasi Lancang Kuning Nusantara merupakan terobosan dan inovasi dari Kapolda Riau, Irjen Pol Agunhg Setya Imam Effendi dalam penanganan Karhutla di Riau. Ini tak terlepas dari atensi Presiden RI Joko Widodo agar setiap titik api dan setiap Karhutla segera dilakukan pemadaman dengan cepat, tepat dan efektif.


“Di Riau ini aplikasi Lancang Kuning sudah berjalan dan mumpuni menekan ancaman Karhutla, karena seluruh petugas dapat dikendalikan melalui satu komando,” jelasnya.
Tak hanya itu, Kapolri di depan Panglima TNI serta tamu undangan lainnya blak-blakan menyatakan apa dilakukan Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, pantas diapresiasi.


“Saya juga berterima kasih dan apresiasi kepada Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setia. Izin Panglima, Saya akan cari jabatan terbaik untuk Kapolda Agung setelah ini. Jika berprestasi, saya kasih reward, begitu juga sebaliknya,” kata Kapolri berjanji.


Peresmian aplikasi Lancang Kuning nusantara ditandai dengan penekanan tombol bersama, selanjutnya Panglima dan Kapolri melakukan komunikasi dengan petugas dilapangan melalui aplikasi yang baru saja di lounching. (rls)




Ungkapan Usman, Tidak ada Niat Mengajak Anggota Grub FB untuk Membeci Presiden

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Sudah berjalan 10 kali, sidang terdakwa Usman warga Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) atas dugaan kasus tindak pidana ujaran kebencian masih terus berlanjut.


Pada sidang yang ke 10 ini, persidangan baru dimulai sekitar pukul 18.31 wib, dalam agenda mendengarkan keterangan terdakwa Usman, Senin (9/3/2020).


Dari pantauan langsung dalam persidangan, untuk menggali keterangan sesungguhnya dari terdakwa, Ketua Majelis Hakim, Nurmala Sinurait, SH.,MH menyapaikan berbabgai pertanyaan kepada terdakwa Usman.


“Kapan dan dimana postingan tersebut dibuat oleh terdakwa?,” tanya Ketua MH.


“Saya buat pada tanggal 20 oktober 2019 sekitar jam 08.00 wib bertepatan pada hari pelantikan Presiden Jokowi,” jawab Usman.


Lanjut Ketua MH, kenapa postingan tersebut dihapus?


“Dikarenakan saya merasa bersalah, lalu juga ada yang menginboxs saya untuk menghapus postingan tersebut, ada juga yang mengancam saya akan menciduk saya,” jawabnya lagi.







Selain itu, Nurmala Sinurait, SH.,MH juga mempertanyakan maksud dan tujuan terdakwa membuat postingan tersebut.


Menjawab hal itu, Usman mengaku postingan tersebut dibuat secara spontanitas, dengan maksud hanya meluapkan rasa kekesalan dan kekecewaan terhadap presiden. Sebab munurut Usman yang berlatar belakang pedagang, bahwa saat itu perekonomian yang ia rasakan pada  pemerintahan Presiden Jokowi terasa sulit.


“Banyak rekan-rekan saya yang gulung tikar pada kepemimpinan Presiden Jokowi,” katanya dalam persidangan.


Selain itu juga, dengan tegas Jaksa Penuntut Umum ‘melemparkan’ pertanyaan terhadap terdakwa, apakah saudara pada waktu itu adalah pendukung Jokowi atau Prabowo?


“Tidak pak, saya bukan pendukung keduanya. Justru pada tahun 2014 saya memilih jokowi, karena saya merasa tidak ada perubahan atas janji-janjinya kepada rakyat, makanya saya kecewa,” jawab Usman.







Sementara itu, Tim Penasehat Hukum mempertegaskan kepada terdakwa melalui pertanyaan, adakah niatan saudara membuat postingan tersebut untuk mengajak orang dan anggota grub Facebook Kabupaten Indragiri Hilir tersebut untuk membenci Presiden Joko Widodo?, “Tolong jawab iya atau tidak”, ujar Yudhia Perdana Sikumbang.


Dengan tegas terdakwa Usman menjawab “TIDAK”, atas hal itu penasihat hukum langsung menyatakan cukup kepada Ketua Majelis Hakim.


Untuk diketahui, mengawali persidangan tersebut, terlebih dahulu tim Penasehat Hukum terdakwa Usman yang berjumlah 7 Pengacara mengajukan 7 Alat Bukti Surat (ABS) kepada Majelis Hakim, guna untuk meringankan dakwaan terhadap Usman.


Sidang lanjutan akan digelar pada Kamis, 12 Maret 2020 dengan agenda mendengar tuntutan JPU kepada terdakwa Usman.


Reporter Arbain




Kanaikan Cukai Rokok Bakal Dirasakan Maret ini, Akankah Konsumen Beralih Kerokok Ilegal ?

Foto: Ilustrasi Kenaikan Cukai Rokok ©arbindonesia.com


ARB INdonesia, MAKASSAR – Gabungan Pabrik Rokok (Gapero) Indonesia, memperkirakan dampak negatif dari kebijakan pemerintah menaikan cukai dan harga jual eceran (HJE) rokok masing-masing sebesar 23% dan 35% akan terlihat di pertengahan Maret ke atas.

Kebijakan tersebut menjadikan harga jual rokok semakin tinggi, akibatnya penjualan rokok yang legal menjadi semakin susah. Hal ini dapat berakibat pada penurunan jumlah produksi rokok yang berimbas pada pengurangan tenaga kerja, pengurangan pembelian bahan baku rokok yang pada akhirnya merugikan petani cengkih dan tembakau serta masyarakat luas.







“Hingga akhir Februari kami masih menggunakan cukai tahun lalu. Namun mulai Maret ini kami menggunakan cukai yang harganya sudah dinaikan pemerintah. Demikian juga harga jual ecerannya. Sehingga bulan Maret dan April ke sana akan terlihat dampak negatifnya,” kata Ketua Gabungan Pabrik Rokok Malang (Gaperoma) Johni SH dalam rilisnya di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman pengalaman sebelumnya, jika terjadi kenaikan cukai rokok, akan ada pengurangan produksi. Apalagi kebijakan yang dikeluarkan pemerintah belum lama ini menyesakkan palaku industri. Dengan adanya kenaikan 23%, kemungkinan besar berdampak pada pengurangan Tenaga kerja dan pengurangan pembelian bahan produksi.







Akibat kenaikan Cukai dan HJE rokok yang amat tinggi, pihak pengusaha, dan pengelola industri hasil tembakau mengalami kesulitan dalam membuat perencanaan keuangan dan produksi ke depan. Selain itu, pihaknya juga mengalami kesulitan dalam perencanaan cash flow keuangan.

“Kalau pemerintah terlalu tinggi menaikan cukai dan harga jual eceran, yang rugi pemerintah sendiri. Sebab, harga jual rokok menjadi berlipat lipat. Konsumen akan kesulitan membeli rokok yang legal. Akibatnya konsumen akan membeli rokok yang ilegal. Sebab masyarakat perokok itu tidak bisa diberhentikan mendadak karena cukai naik,” tambahnya.

Dia menjelaskan, masyarakat perokok akan mencari rokok yang lebih murah sesuai dengan kemampuan kantungnya. Kemungkinan besar, masyarakat akan beralih ke rokok elektrik atau rokok illegal. “Rokok elektrik tidak dikenai cukai, pemerintah tidak mendapatkan apa apa.


Selain itu juga sedikit menggunakan kandungan tembakaunya. Akibatnya, pemakaian tembakau sedikit, hal ini merugikan masyarakat petani tembakau juga buruh pabrik rokok,” paparnya.







Editor Arb
Sumber Sindonews.com
https://makassar.sindonews.com/read/48562/3/siapsiap-kenaikan-cukai-rokok-bakal-dirasakan-maret-ini-1583726634




Anggota Dewan ini Pinta Pemkab Inhil Segera Mulai Tahapan Proses Kegiatan TA 2020 Agar…

Foto : Hasanuddin Anggota Komisi III DPRD Inhil.


ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil)  Hasanuddin meminta agar Pemerintah Daera segera memulai tahapan proses kegiatan Tahun Anggaran (TA) 2020, Minggu (8/3/2020).


Terutama mengenai proses administrasi dalam bentuk pelelangan yang dimuat pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), begitu juga dengan kegiatan Penunjukan Lansung (PL).


Atas hal itu, Hasanuddin juga meminta untuk segera dilakukan penunjukan siapa yang melaksanakan kegiatan tersebut. Karena menurutnya untuk saat ini sudah masuk awal bulan ketiga TA 2020, dikhawatirkan kedepan waktu pengerjaan tidak sesuai target akibat keterlambatan tersebut.







“Mengingat pekerjaan ini memerlukan waktu panjang nantinya, sekarang sudah pertengahan bulan ketiga, takut tak terkejar waktu nantinya,” tutur Hasanuddin yang juga anggota komisi III DPRD Inhil.


Selain itu, Politisi yang baru menjabat periode pertama ini juga mengatakan bahwa ada dua kemungkinan yang akan terjadi jika seandainya ada keterlambatan untuk memulai kegiatan.


“Proses pelaksanaan kegiatan pembangunan ‘dikebut‘, sehingga tidak lagi memperhatikan kualitas, dan kegiatan itu tidak bisa lagi dikerjakan akibat tidak tercapai target dalam waktu pelaksanaan,” imbuh Hasanuddin dari Fraksi Gerindra.


Kita harus belajar dan berpedoman pada tahun-tahun sebelumnya hampir semua kegiatan khususnya pada pembangunan Insprastruktur dilakukan terkesan di penghujung tahun.







Hal ini seharusnya tidak terjadi lagi pada tahun ini dan tahun depan, efeknya sudah jelas terlihat, pertama kualitas dan mutu tidak lagi menjadi nomor satu,  belum lagi permasalahan terkena tunda bayar.


“Kalau sudah demikian tentu masyarakat yang dirugikan, karena tidak bisa menikmati hasil pembanguan sesuai dengan apa yang sudah diprogramkan di APBD. Untuk itu kita meminta pemda atau kepala unit kerjanya untuk segera memulai kegiatan,” sebutnya.


Reporter ARB




Koramil Bersama Masyarakat Bergotong Royong Bangun Rumah Korban Kebakaran di Desa Rumbai Jaya

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Koramil 03/Tempuling Kodim 0314/Inhil dan Masyarakat bergotong-royong membangun rumah warga korban kebakaran, di Desa Rumbai Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir, Minggu (8/3/20).


Menurut Komandan Koramil 03/Tempuling Kapten Arh Sugiyono, sejak terjadinya kebakaran hingga saat ini, aparat Koramil telah menunjukkan komitmennya membantu warga yang tertimpa bencana.


“Saya berharap dengan kegiatan Karya Bakti Bersama antara TNI dan Warga Masyarakat ini bisa menumbuh kembangkan hidup gotong-royong dan meningkatkan hubungan kekeluargaan yang lebih baik dan berkesinambungan, sehingga tercipta Kemanunggalan TNI dengan Rakyat,” ujarnya.


Turut Hadir dalam kegiatan Gotong Royong Danramil 03/Tpl Kapten Arh Sugiyono, Camat Kempas Bpk Drs.H.Lukman Hakim,Kapolsek diwakili Babinkamtibmas, Kades Rumbai Jaya, Indra Setia Budi, Ormas Pemuda Pancasila, Ketua Rw dan Rt Desa Rumbai Jaya,Masyarakat Korban bencana kebakaran Rumah dan Masyarakat Rt 006 Rw 002 Desa Rumbai Jaya.







Sementara itu Kepala Desa Rumbai jaya, Indra Setia Budi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak Khususnya  Koramil 03/Tempuling yang telah bekerjasama membantu kegiatan tersebut.


“Terima kasih kepada jajaran Koramil yang telah memberikan bantuan tenaga dalam pembangunan korban kebakaran. Saya berharap semua bantuan yang diberikan bisa bermanfaat dan membawa keberkahan,” tuturnya. 


Sementara rumah yang Telah di bangun Sampai 17.55 Wib Sudah -+ 85 % dan akan dilanjutkan Besok Dengan Bergotong Royong Bersama Anggota Koramil 03/Tpl dan Warga yang ada di Rumbay Jaya.


Editor Arb