Pernah 'Hattrick', Bupati Harapkan Opini WTP LKPD Tahun Anggaran 2019

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan mengharapkan pencapaian berupa Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)  oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2019, mengingat Pemerintah Kabupaten Inhil pernah meraih ‘hattrick’ opini WTP dalam 3 tahun terakhir.


Harapan pencapaian tersebut diungkapkan Bupati setelah menghadiri acara Serah Terima LKPD TA 2019 (Unaudited) dari Pemerintah Daerah di Lingkungan Provinsi Riau Kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Riau, Jum’at (13/3/2020) di Gedung BPK Perwakilan Riau Jalan Sudirman Pekanbaru.


“Kabupaten Indragiri Hilir sudah 3 kali berturut-turut mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian sehingga pada penyerahan LKPD ini saya juga mengharapkan mendapatkan WTP lagi,” kata Bupati.


Di sepanjang tahun 2019, dikatakan Bupati, jajaran Pemerintah Kabupaten Inhil telah bekerja sama dan bekerja keras dalam upaya mempertahankan predikat WTP. Pihaknya, diakui Bupati senantiasa melakukan evaluasi terhadap laporan keuangan daerah guna meraih prestasi WTP.


“Tentu saja hal ini kami lakukan, karena bagi kami, khususnya Saya, salah satu indikator keberhasil pemerintah daerah adalah laporan keuangan, dimana laporan keuangan yang disuguhkan merupakan laporan keuangan yang transparan dan akuntabel mengacu pada standar pelaporan keuangan yang berlaku,” papar Bupati.


Dalam penyerahan LKPD Kabupaten Inhil tahun 2019 kepada Pimpinan BPK Perwakilan Provinsi Riau, Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan turut didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin.


Selain itu, tampak pula hadir mendampingi Bupati Inhil, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Inhil, Inspektur Inspektorat Inhil, dan Kepala BPKAD Inhil.


Acara serah terima diawali dengan penandatanganan dan penyerahan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) oleh beberapa Kabupaten/Kota di Provinsi Riau. (rls/Arb)




Sadis! Dituduh Mencuri Kompor, Remaja Dimasukkan ke Lingkaran Ban dan Dibakar

ARB INdonesia.com, PELALAWAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan, Riau, merawat seorang pasien anak dibawah umur akibat menderita luka bakar di sekujur tubuhnya. Ia dirawat sejak Senin (9/3/2020) lalu.


Bocah malang bernama berusia 14 tahun itu dirawat intensif di ruangan bedah lantai I RSUD Selasih Pangkalan Kerinci. Kondisi seluruh tubuhnya nyaris dibalut perban.


Terlihat ia tidak bisa bergerak sama sekali, ia hanya terbaring kaku dengan selang infus yang menancap di salah satu bagian tangannya.


Beruntung kedua orang tua korban Hamaluhu dan Nainggolan tampak setia mendampingi perawatan buah hatinya.


Kepada CAKAPLAH.com, ibu korban Nainggolan, Jumat (13/3/2020) peristiwa yang dialami anak pertamanya, dari dua bersaudara adalah korban amukan massa dengan cara dibakar hidup-hidup.


Menurut penuturan Nainggolan, kejadian yang mencekam itu terjadi Ahad (8/3/2020) malam, di koridor RAPP KM 74, Kecamatan Baserah Kuantan Singingi, atau hanya 300 meter dari kediamannya.


“Anakku, itu dituduh dan dipaksa mengaku mencuri kompor milik salah satu warga, lantaran tak mau mengaku iapun mau dibunuh hidup-hidup dengan cara dibakar,” terangnya, mengawali pembicaraan.


Pelakunya, kata dia berjumlah sepuluh orang. Anaknya, kala itu dimasukkan ke dalam lingkaran ban mobil sebanyak tiga buah yang sudah disiapkan. Tidak itu saja agar korban tak melawan lalu diikat dengan tali.


Akhirnya, setelah anaknya tidak berdaya sebut Nainggolan, lalu disiram bensin dan dibakar. Setelah kobaran api menyala kemudian korban dilepas dan disuruh berlari menuju ke rumah dengan kondisi api yang masih menyala.


Di saat itulah, kata dia nyawa putranya selamat. Malam itu juga putranya dilarikan ke Puskesmas terdekat hanya saja petugas medis tak sanggup menangani dan akhirnya dirujuk ke RSUD Selasih Pangkalan Kerinci.


“Sejauh ini, baru satu orang dari pelaku yang berhasil diamankan polisi,” tandasnya, seraya meminta penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus yang dialami putranya.


Sumber : Cakaplah.com




Heboh! Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Labura

ARB INdonesia.com, LEIDONG – Warga Kelurahan Tanjung Leidong digegerkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas di kawasan Hutan Sungai Petiangan Kaplingan, Kelurahan Tanjung Leidong, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Kamis (12/3/2020).


Mayat yang hanya tinggal tengkorak itu pertama kali ditemukan Imran (35). Ia terkejut melihat tengkorak manusia dan langsung pulang memberitahukan kepada warga dan kepala lingkungan serta diteruskan kepada pihak kepolisian Polsek Kualuh Hilir.


“Yang pertama kali menemukan mayat yang dengan kondisi tengkorak itu warga bernama Imran. Lalu dikabari kepada warga dan pihak Polsek. Kondisi mayat yang tidak dikenal dan tinggal tulang belulang itu diduga berjenis kelamin laki-laki, karena di lokasi ditemukan, ada barang bukti berupa celana dalam dan baju warna merah serta sebotol air mineral,” kata Sofyan warga setempat.


Sementara, Kapolsek Kualuh Hilir AKP P.Simarmata melalui Kanit Reskrim Ipda Gunawan Sinurat kepada wartawan, Jumat (13/3/2020) membenarkan atas penemuan mayat tengkorak tersebut.


“Untuk sementara kita masih lakukan penyelidikan serta mencari bukti-bukti,” ujar Gunawan.


Sumber : Cakapkita.com




Terungkap! Pembunuh Anjani Bee Lebih dari 1 Orang

ARB INdonesia.com, BANDUNG – Kepolisian Polres Cimahi sudah tahu sosok pembunuh Anjani Bee, wanita bertato burung hantu yang ditemukan tewas mengenaskan di Jalan Lembang-Bandung, Bandung Barat. Kini polisi masih melengkapi bukti tambahan untuk memperkuat tuduhan ke para terduga pembunuh.


Satreskrim Polres Cimahi mengaku, telah berhasil mengidentifikasi beberapa orang yang diduga merupakan pelaku, pembunuhan terhadap belia asal Kabupaten Subang itu.


“Polisi semakin yakin kita sudah mengetahui beberapa orang pelaku, tapi kita masih meyakinkan bukti-buktinya,” kata kata Kapolres Cimahi AKBP M. Yoris Maulana Yusuf, saat ditemui di Mapolres Cimahi, Jumat (13/3/2020).


Untuk mengusut pembunuhan ini pun, Polres Cimahi telah membentuk tim yang merupakan gabungan dari Polrestabes Bandung dan Polda Jabar.


Perlahan misteri pembunuhan Anjani Bee terungkap. Sebelum dibunuh dan mayatnya dibuang, wanita bertato burung hantu ini naik ojek online dari kostnya.


Hal itu diketahui dari CCTV yang diperoleh dari kost perempuan 18 tahun bernama Intan Marwah Sofiah itu. Mayat Anjani Bee ditemukan tewas di selokan Jalan Raya Lembang-Bandung, Kamis (5/3/2020) lalu.


CCTV yang disita di antaranya dari tempat kost Anjani Bee, kemudian perjalanan korban menggunakan ojek online jenis Grab ke suatu tempat. Namun polisi merahasiakan tujuan Anjani Bee.


“Mulai dari kostan korban, tempat korban diturunkan di satu tempat, saat korban pergi naik Grab, dan juga dalam perjalanan menuju tempat pembuangan,” kata dia.


“Ada petunjuk saya tidak bisa menjelaskan masih dalam penyelidikan,” sambung Yoris.


Sebelumnya Kepolisian Cimahi sudah mengantungi petunjuk bar pembunuhan itu. Polisi pun kekinian sudah memeriksa 42 saksi dalam pembunuhan wanita bertato butung hantu itu.


“Sekarang kita sudah periksa 42 saksi, termasuk (teman lelaki/pacar) korban. Semuanya sudah di periksa, cuma kita belum bisa utarakan yah,” kata Yoris kemarin.


Yoris mengatakan, olah tempat kejadian pun sudah dilakukan. Beberapa pendukung untuk penyelidikan telah di kantongi polisi. Seperti halnya rekaman cctv.


“Ada yang mengarah ke petunjuk, kita belum bisa publikasikan untuk penyelidikan,” kata dia.


Pada berita sebelumnya, Anjani Bee diduga kuat tewas karena di aniaya.


“Kita sudah dapatkan hasil autopsi dan mendapatkan simpulan bahwa korban meninggal dunia akibat adanya penganiayaan baik menggunakan benda tumpul maupun benda tajam,” kata Yoris, pada berita sebelumnya.


Selain hasil autopsi, diketahui juga lokasi Intan di bunuh, bukan di tempat ia ditemukan. Polisi meyakini, jika Intan dihabisi di tempat lain.


“Sudah dipastikan di tempat lain karena di tempat tersebut tidak ditemukan adanya darah. Itu hanya tempat pembuangan saja,” kata dia.


Intan atau yang lebih dikenal Anjanii Bee, dalam media sosialnya, ditemukan tewas di di selokan di Jalan Raya Lembang-Bandung, Kamis (5/3/2020), lalu.


Jasad Intan, ditemukan di sebuah selokan kecil pinggir jalan, dengan sejumlah luka. Hasil pemeriksaan sementara, beberapa luka disebabkan luka sayatan yang cukup dalam dari benda tajam dan luka lebam karena benda tumpul.


Pada tubuh korban juga didapati ada gambar tatto bertuliskan “fuck my life” di lengan kiri dan tatto bergambar burung hantu di lengan kanannya.


Sumber : Suara.com




HUT Kabupaten Madina, Pemuda Lira dan PT SMGP Gelar Turnamen Bulutangkis

ARB INdonesia.com, MADINA- Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Ke 21 Tahun, PT Sorik Marapi Geothermal Power ( PT SMGP )  bergandeng tangan dengan DPD Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) menggelar Turnamen Bulutangkis yang memperebutkan Piala PT SMGP,  Rabu (11/3/2020).


Turnamen Bulu Tangkis yang diikuti sebanyak 174 Orang, dengan rincian Kelompok Umum 80 Atlet Bulu Tangkis, Kelompok Pelajar 64 Atlet, Veteran 30 Atlet Bulu Tangkis, Turnamen Bulu Tangkis Piala PT SMGP ini di Laksanakan di GOR PB MUTIARA MADINA Kelurahan Panyabungan III.


Dalam acara Pembukaan Turnamen Bulu Tangkis pada Rabu 11/03/2020 yang di hadiri Ketua KONI Kabupaten Madina Miswaruddin Daulay, Ketua DPD KNPI  H.Ahmad Duroni Nasution SP, MM, Bupati LSM LIRA  Ali Musa Nasution, Pimpinan PT SMGP yang di wakili Bapak Krisna Ananta,  Pimpinan PT Sorik Mas Mining Bapak Ade Hendi, dan tamu undangan lainnya, serta peserta Turnamen Bulu Tangkis Piala PT SMGP dalam rangka memeriahkan HUT Kab Madina ke 21 Tahun.


PT SMGP Mandailing Natal melalui Krisna Ananta dalam sambutannya menyampaikan program pembinaan bidang Olah Raga Bulu Tangkis ini sangat mendapat respon baik dari PT SMGP dan lebih lanjut PT SMGP berharap dengan adanya Turnamen ini nantinya dapat menciptakan lahirnya Atlet Bulu Tangkis yang dapat membawa nama baik Kabupaten Mandailing Natal dan Indonesia nantinya.


Ketua KONI Kabupaten Madina, Miswaruddin Daulay dalam Sambutannya menuturkan bahwa kedepan akan terus ada pembinaan terhadap kegiatan Olahraga dari semua pihak agar kedepan Kabupaten Madina menjadi pencetak atlet berprestasi di Indonesia ini.


Selain itu, Andres Sumarlin Nst Ketua DPD PEMUDA LIRA Kab Madina menyampaikan Turnamen ini merupakan bentuk perhatian DPD PEMUDA LIRA dalam membina Prestasi Olah Raga di Kabupaten Mandailing Natal.


“Turnamen Kali ini bukan saja diikuti oleh peserta dari Kabupaten Madina, namun ada juga pesrta dari Luar Provinsi Sumatera Utara, dan ini akan terus kita kembangkan lagi,” imbuh Andres Sumarlin. (rls/Rudi F)


Editor Arbain




Pedagang di Pasar Bonto-bonto Pangkep Tewas di Tangan Pacarnya

ARB INdonesia.com, PANGKEP – Sitti Umrah (31), pedagang di Pasar Bonto-bonto, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, Sulsel, ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumah toko alias ruko miliknya, Jumat (13/3/2020). Pedagang barang campuran ini diduga tewas dibunuh oleh pacarnya, Amiruddin (42).


Sitti Umrah ditemukan tewas bersimbah darah kondisi duduk bersandar di tangga. Kepolisian sudah melakukan identifikasi dan olah TKP terkait kasus dugaan pembunuhan tersebut. Korban disinyalir meninggal akibat luka pada bagian lehernya.


“Ditemukan pagi tadi oleh petugas keamanan pasar. Iya dugaannya begitu (pembunuhan). Dia pemilik ruko dan menjual bahan campuran di pasar ini,” kata Kapolsek Ma’rang, Iptu Sofyan, kepada SINDOnews, Jumat (13/3/2020).


Adapun terduga pelaku pembunuhan yakni Amiruddin sudah diamankan di Kota Parepare. Ia ditangkap saat hendak kabur ke Pulau Kalimantan menggunakan kapal laut dari pelabuhan di Kota Parepare.


Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji, mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap Amiruddin guna mengungkap motif pembunuhan tersebut. “Sudah ditangkap (pelakunya). Sementara dalam pemeriksaan. Sementara masih didalami,” singkatnya.


Dari informasi yang dihimpun SINDOnews, peristiwa ini mulanya diduga kasus perampokan karena barang jualan dalam toko terlihat berantakan. Namun, setelah diperiksa lebih detail, dimana tak ada pintu rusak sehingga muncul dugaan, pelakunya ada orang dekat korban.


Amiruddin dan Sitti Umrah diketahui memang tengah menjalin asmara. Hanya saja, tidak diketahui pasti, apa pemicu sehingga Amiruddin nekat menghabisi nyawa orang yang dikasihinya. Saat diinterogasi polisi, pelaku pun masih berubah-ubah memberikan pernyataan.


Amiruddin sempat mengatakan alasan membunuh korban karena belum membayar utang sebesar Rp500 ribu. Namun, pada lain kesempatan saat ditanyakan alasannya membunuh, ia juga menyebut karena korban menolak berhubungan badan.


Sumber : Sindonews.com