Belajar Diliburkan, Mahasiswa dan Siswa Jangan Malah ke Mal atau Kafe

ARB INdonesia.com – Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda meminta para mahasiswa dan siswa benar-benar memanfaatkan waktu aktivitas belajar di rumah secara maksimal. Mereka harus membatasi rencana perjalanan ke luar rumah karena wabah corona (Covid-19) merupakan ancaman nyata.


“Keputusan untuk menghentikan aktivitas belajar mengajar di sekolah maupun kampus merupakan upaya untuk mencegah siswa maupun mahasiswa untuk tidak tertular wabah Covid-19. Jangan sampai situasi ini malah dimanfaatkan untuk kegiatan di luar rumah seperti ke mall, pusat hiburan, maupun nongkrong di kafe yang rentan menjadi tempat penularan Covid-19,” ujarnya saat dihubungi, Senin (16/3).


Dia menjelaskan salah satu pemicu meluasnya wabah Covid-19 adalah adanya kerumunan massa. Kebijakan penutupan sekolah dan kampus salah satunya adalah untuk mengurangi kerumunan dan menciptakan social distancing.


Langkah ini seharusnya disadari oleh mahasiswa dan orang tua siswa, sehingga tidak menggunakan kebijakan tersebut untuk kegiatan-kegiatan tidak perlu di luar rumah. “Kami benar-benar berharap agar mahasiswa dan siswa benar-benar membatasi ruang gerak mereka hingga ada pengumuman lebih lanjut dari pemerintah terkait persebaran wabah Covid-19,” katanya.


Huda mengatakan berdasarkan pola penyebaran wabah Covid-19 di beberapa negara yang telah terjangkit seperti China, Iran, Italia, Korea Selatan, hingga Taiwan ada tiga fase persebaran yakni awal pandemic, puncak pandemic, hingga penurunan pandemic.


Berdasarkan pola ini, maka persebaran wabah Covid di tanah air masih di tahap awal sehingga potensi penyebarannya masih tinggi. “Para orang tua harus bisa menciptakan suasana nyaman di rumah sehingga siswa betah belajar dan tidak meminta aktivitas di luar rumah,” katanya.


Politikus PKB ini mengapresiasi langkah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang telah menyiapkan sarana pembelajaran jarak jauh (e-learning) bagi siswa melalui aplikasi RumahBelajar. Fasilitas ini harus dimanfaatkan oleh orang tua sehingga siswa tetap mempunyai aktivitas belajar selama di rumah.


“Berbagai entitas swasta seperti ruang guru, Google Indonesia, Kelas Pintar, Microsoft, Quipper, Sekolahmu, dan Zenius juga memberikan layanan gratis untuk belajar secara mandiri. Layanan ini bisa menjadi alternatif bagi orang tua untuk menciptakan suasana belajar di rumah,” tandasnya.


Sumber : Merdeka.com




Hadapi Virus Corona, PLN Tingkatkan Stadar Penyediaan Listrik

ARB INdonesia.com, JAKARTA – Direktur Utama Perusahaan Listrik Nasional (PLN) Zulkifli Zaini mengatakan, pihaknya akan meningkatkan kesiagaan dan kesigapan untuk menjaga pasokan listrik kepada masyarakat selama Covid-19.


Di antaranya dengan menerapkan standar yang lebih tinggi terutama pada operasi penyediaan listrik, mulai dari Penyediaan Energi Primer, Pembangkitan, Pengaturan Beban, Transmisi, dan Distribusi untuk tetap menjaga pelayanan pasokan listrik ke pelanggan, termasuk melaksanakan pekerjaan pemeliharan sesuai jadwal yang telah direncanakan.


“Semua itu kami lakukan untuk memberikan layanan terbaik kepada seluruh pelanggan PLN, kami juga instruksikan kepada seluruh insan PLN agar tetap bertugas menjaga pasokan energi listrik,” kata Zulkifli di Jakarta, ditulis Senin (16/3).


Sejak awal Maret, PLN telah melakukan langkah-langkah preventif terhadap upaya pencegahan penyebaran covid-19. PLN juga melakukan pemeriksaan kesehatan dan meningkatkan kebersihan lingkungan kerja secara rutin kepada Petugas Control Room dan Dispatcher pengelola aliran listrik.


Pada unit-unit kerja yang bersifat kritikal, juga akan disediakan ruang pemeriksaan kesehatan rutin beserta petugas medis dan peralatan pendukungnya. Sementara itu, PLN juga menambah unit Control System sebagai cadangan (Mirroring) untuk memastikan bahwa pasokan listrik kepada masyarakat tidak terganggu.


“Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh petugas dalam kondisi prima sehingga bisa bekerja maksimal dalam menjaga pasokan listrik bagi masyarakat,” jelasnya.


1 dari 1 halaman


Pemeriksaan Kesehatan


Pemeriksaan kesehatan juga diberlakukan bagi petugas Contact Center PLN 123 agar tetap dapat melayani masyarakat selama 24 jam 7 hari dalam seminggu, untuk berbagai macam layanan dari mulai informasi tagihan rekening listrik, pelayanan pengaduan gangguan dan pelayanan penyambungan baru maupun tambah daya.


Kami telah memetakan, bagian-bagian mana yang harus tetap bekerja penuh tidak boleh berhenti atau 24 jam, dan bagian mana yang dapat dijalankan melalui kantor-kantor PLN, dan bagian-bagian mana yang dapat dikerjakan oleh pegawai dari tempat tinggal mereka, imbuhnya.


Zulkifli memastikan bahwa pelayanan ketenagalistrikan yang disediakan PLN kepada pelanggan dan masyarakat luas tidak akan berkurang atau menurun akibat merebaknya wabah Covid-19.


Bagaimanapun, tambah Zulkifli, di tengah situasi seperti sekarang ini, ketersediaan listrik di rumah-rumah merupakan kebutuhan vital yang tidak boleh mengalami gangguan, untuk itu kami akan pantau dan pastikan bahwa semua berjalan lancar dan pasokan listrik kepada warga tetap aman.


Sumber: Liputan6.com




Corona Ganggu Perekonomian Riau, Pengamat: Butuh Tindakan Ekstra, Bukan Biasa-biasa Saja

ARB INdonesia.com, PEKANBARU – Covid-19 telah menjadi pandemi. Begitu cepat. Ekonomi membutuhkan tindakan ekstra, bukan biasa-biasa saja.


Hal ini disampaikan oleh pengamat ekonomi dari Universitas Riau (Unri) Dahlan Tampubolon kepada CAKAPLAH.com, Senin (16/3/2020). Menurutnya, Bank Sentral AS (the Fed) Ahad kemarin melakukan terobosan menurunkan suku bunga acuannya dari 0,25% menjadi 0%. Luar Biasa.


“Hal ini dilakukan untuk melindungi ekonomi mereka dari dampak Covid-19,” ujar Dahlan.


Ia mengatakan, memotong suku bunga menjadi 0% telah memberi sinyal yang mengejutkan. Eranya paket kebijakan kuantitatif yang longgar segera dimulai.


Pasar berjangka rontok. Saham turun tajam. Walaupun di dalam prakteknya hal ini normal bagi para pelaku pasar, sebagai wujud kegalauan mereka.


“BI diharapkan juga melakukan penurunan suku bunga acuannya, agar bank-bank umum menurunkan suku bunga pinjamannya. Tujuannya untuk memudahkan bank untuk meminjamkan uang kepada bisnis yang menghadapi penurunan tajam dan kaget pendapatannya karena covid-19 memaksa mereka untuk membatasi aktivitas mereka atau ditutup (seperti di mal-mal),” cakapnya.


Ia menjelaskan, para ekonom telah memangkas perkiraan pertumbuhan, karena mereka mempertimbangkan bagaimana penutupan mal, penurunan belanja konsumen, dan penurunan perjalanan akan mempengaruhi ekonomi RI.


“Kita berharap pertumbuhan ekonomi RI di triwulan pertama ini tidak jatuh ke titik terendah selama periode Presiden Jokowi, atau akan berlangsung hingga triwulan kedua,” jelasnya.


Bappenas, BI, dan lembaga peramal pertumbuhan harus memangkas pertumbuhan ekonomi Indonesia, menjadi jauh di bawah 5%. Pemerintah dan BI juga harus mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsinya, bukan malah menyimpannya.


“Masyarakat harus memahami bahwa bukan dengan menyimpan uang akan memperbaiki ekonomi, melainkan dengan mengkonsumsi agar roda ekonomi terus berputar, untuk mendukung pergerakan rupiah di pasar,” terangnya.


Sejarah telah membuktikan bahwa sepanjang krisis finansial di AS, program quantitative easing akan mendorong kenaikan harga emas, dan pasar akan bereaksi. Dampaknya bagi ekonomi Indonesia, pasar akan melirik saham-daham yang akan terperosok dalam. Efeknya paling kuat muncul di kota-kota transit, pusat liburan dan hiburan dan pusat-pusat perbelanjaan.


Ia melihat di sektor riil penurunan suku bunga akan menjadikan sektor properti menjadi kacang goreng. Diecer, namun daya beli yang belum juga menjulang tetap menjadi persoalan kita.


“Hal ini mengingatkan kita kembali pada tahun 2008, ketika krisis finansial mengguncang AS, dampak terparah dirasakan oleh masyarakat Riau.
Benchmark harga minyak mentah global juga lebih rendah, menandakan kekhawatiran bahwa permintaan global untuk minyak mentah akan terus turun karena ekonomi AS sementara ditutup untuk melawan virus,” tegasnya.


Wabah covid-19 telah merugikan masyarakat dan mengganggu kegiatan ekonomi di banyak sektor dan daerah, terutama Provinsi Riau yang sangat bergantung kepada perekonomian global.


“Terobosan langkah-langkah rangsangan moneter dan fiskal diharapkan tidak meningkatkan kecemasan publik terhadap covid-19 yang condong akan mengarah kepada penurunan tajam kegiatan ekonomi di separuh Maret dan sepanjang April,” ujarnya.


Sumber : Cakaplah.com




Berjualan Sambil Gendong Anaknya, Penjual Sapu Lidi Ini Viral

ARB INdonesia.com – Platform Twitter telah menjadi wadah bagi penggunanya untuk saling berbagi kisah, informasi, hingga meminta bantuan. Beredar kisah seorang bapak-bapak penjual sapu lidi yang berjualan sambil menggendong anaknya. Kisah tersebut pun menarik perhatian warganet.


Dibagikan oleh akun Twitter @Astrifebiaaa pada 12 Maret, ia mengunggah dua foto yang memperlihatkan seorang lelaki paruh baya. Lelaki itu menggendong seorang anak di punggungnya dengan menggunakan kain.


Di kedua tangannya tampak memegang beberapa sapu lidi. Menurut keterangan pemilik akun, bapak penjual sapu lidi ini menjajakan barang jualannya dengan berjalan kaki di Bandung.


“Halo temen-temen, tolong bantu RT ya. Tadi di jalan saya ketemu bapak ini di sekitaran Jalan Abdul Rivai, Bandung. Bapak ini jual sapu lidi gitu, pas saya tanya bapak ini jalan kaki dari Dayeuh Kolot, sambil gendong anaknya. Tolong kalau ketemu di jalan bantu beli ya dagangan bapak ini. Oiya, harga sapu lidinya Rp 15 ribu, bapaknya baik banget kayak seneng gitu waktu dibeli,” tulis pemilik akun @Astrifebiaaa dalam kolom keterangan pada utas yang dibuatnya.


Tak disangka, rupanya banyak warganet lain yang membagikan unggahan tersebut. Tak sedikit pula yang ingin membantu bapak penjual sapu lidi itu.


“Hai temen-temen, alhamdulillah terharu dan nggak nyangka banget liat respon temen-temen yang sepositif ini. Makasih banyak untuk doa dan dukungan buat bapaknya. Rencananya hari ini saya mau cari bapaknya bismillah doain ya semuanya semoga kita berjodoh supaya temen-temen yang mau bantu bapak bisa terlaksana dan jadi tambahan rejeki untuk bapaknya aamiin,” tambah pemilik akun.


Unggahan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 32 ribu kali ke sesama pengguna Twitter itu pun menuai beragam komentar dari warganet.


“Ya Allah berasa lancang banget aku masih sering ngeluh ini itu. Semoga bapamnya dilancarkan rezekinya, dipermudah usahanya, dan berkah terus hidupnya. Aminn ya Rabb,” tulis akun @iklimacchiato.


“Lemah banget hati ini kalau udah ngeliat kayak gini,” komentar @iamgorgeouss_.


“Waktu itu ketemu di Paster sambil gendong anaknya, beli ya guysss 15 ribu harga sapu lidinya. Btw pas ditanya rumahnya di Dayeuh Kolot, tiap hari jualan jalan kaki sambil gendong anaknya,” ungkap @glstianirmdhni.


“Kak punten ini bisa nitip nggak ya ke kakak? Ntar sapunya jadiin stok di kos (kalau kakak ngekos). Kalau nggak, dikasihin ke temen yang anak kos agar rajin menyapu karena kebersihan sebagian dari iman. Kak ini serius ya, tolong direspon,” tambah @lemineraleale.


“Itu si bapak iketan gendongannya ditahan pakai busa biar nggak sakit jalan jauh ya Allah,” cuit @arziansudrajat.


Sumber : Suara.com




Kabar Baik dari RS Persahabatan, Sudah 6 Orang Positif Corona Sembuh

ARB INdonesia.com – RS Persahabatan mengumumkan, sampai saat ini, sudah enam pasien sembuh dari corona. Jumlah itu bertambah dari sebelumnya pada Kamis (12/3), tiga orang dinyatakan sembuh.


Direktur Utama RS Persahabatan Rita Rogayah, mengatakan bahwa para pasien yang telah sembuh telah dikeluarkan dari ruang isolasi dan dipindah


“Sampai saat ini sudah enam orang sudah sembuh, tapi kami pindahkan ke perawatan biasa. Jadi sudah enam (orang) di rumah sakit Persahabatan yang hasil PCR yang tadinya positif kemudian menjadi negatif, sehingga dipindahkan dari ruangan isolasi ke ruangan biasa dan setelah itu dipindahkan ke rumah,” ungkap Rita di RS Persahabatan, Pusangan, Jakarta Timur, Sabtu (14/3).


Rita tak merinci lebih lanjut identitas maupun nomor kasus enam pasien yang dimaksud. Ia juga tidak menjelaskan berapa jumlah pasien positif corona maupun (pasien dalam pengawasan) PDP yang ditangani RS Persahabatan saat ini.


Data soal jumlah pasien di RS Persahabatan per hari Jumat (13/3), jumlah pasien positif yaitu lima orang, sementara pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 11 pasien.


Direktur Utama RSUP Persahabatan Rita Rogayah (kiri) didampingi Dokter Spesialis Paru Prasenohadi saat konferensi pers di RSUP Persahabatan, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A


Di samping itu, ada pula sebanyak setidaknya empat orang masuk dalam waiting list penanganan di RS Persahabatan.


Adapun tiga pasien sembuh di RS Persahabatan yang telah diumumkan sebelumnya yaitu pasien 06, 14, dan 19.


Kumparan telah mencoba meminta keterangan pihak RS Persahabatan terkait data terbaru jumlah pasien positif maupun PDP di RS Persahabatan, namun belum mendapatkan jawaban.


Sumber : Kumparan.com




Bisakah Uang Kertas Tularkan Virus Corona?

ARB INdonesia.com, JAKARTA – Semakin bertambahnya pasien positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia membuat orang semakin waspada. Salah satu yang jadi kekhawatiran penularan virus itu yakni lewat uang kertas.


Lantas, bisakah uang kertas bisa jadi media penularan virus corona?


Dilansir dari Euronews, Senin (16/3/2020), para ahli mengatakan kalau kecil kemungkinan virus corona bisa menyebar lewat uang kertas yang berpindah tangan saat transaksi.


Ini karena sebagian besar kasus penularan virus corona yang terungkap disebabkan melalui kontak langsung, bukan dari benda yang disentuh.


Meski di sisi lain, ada beberapa laporan yang menyebut penggunaan uang kertas memiliki risiko jadi media penyebaran wabah.


“Kami tidak tahu berapa lama virus ini bertahan lama pada uang kertas. Virus tidak akan lama bertahan di permukaan, terutama di permukaan yang kering seperti uang kertas,” kata Stephanie Brickman dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).


Pada Februari lalu, pemerintah China dilaporkan menginstruksikan bank-bank untuk melakukan sterilisasi uang kertas sebelum dikeluarkan untuk mencegah penyebaran corona.


Di Iran, pemerintah mendorong masyarakat untuk menghindari penggunaan uang kertas dan membayar transaksis secara nontunai.


Sementara itu dikutip dari Channelnewsasia, Bank of Korea (BOK) melakukan karantina pada uang kertas yang selama dua minggu untuk menghilangkan potensi virus corona. Bahkan sebagian uang yang dihimpun akhirnya dibakar oleh bank sentral itu.


Selain itu, BOK juga menempatkan uang kertas untuk dipanaskan dalam suhu ruangan tinggi sebelum kembali diedarkan.


“Berlaku untuk semua uang tunai yang masuk ke bank sentral dari bank-bank lokal. Bank Sentral Korsel akan menyimpannya di tempat aman selama dua minggu, mengingat virus umumnya akan mati setelah sembilan hari,” kata salah seorang pejabat BOK.


Proses pemanasan uang kertas oleh BOK dilakukan di dalam ruang yang bersuhu hingga 150 derajat celcius selama tiga detik, sebelum kemudian dipindahkan ke tempat penyimpanan dalam suhu ruangan 42 derajat celcius.


Uang yang telah melalui proses pemanasan baru bisa dikemas untuk kemudian bisa beredar kembali. Pejabat bank sentral menyebutkan sebagai proses desinfektanisasi pada uang kertas.


Sebagai informasi, dalam waktu kurang dari dua bulan, wabah penyakit Covid-19 telah menebar ketakutan di seluruh dunia.


mana 19 di antaranya di Jakarta, 2 di Jawa Tengah,” kata Juru bicara penanganan virus corona Achmad Yurianto seperti dikutip dari laman Kementerian Kesehatan.


Menurutnya, penambahan kasus di Jakarta merupakan hasil penelusuran terhadap kontak dari kasus sebelumnya.


Dari jumlah tersebut, sebanyak delapan orang dinyatakan sembuh dan lima orang meninggal. Menurutnya, pasien yang meninggal karena terdapat komorbid atau penyakit penyerta.


Secara keseluruhan, terdapat 1.293 spesimen terkait virus corona yang telah diperiksa.


“Sudah lebih dari 1.000 (spesimen yang diperiksa). Terus bergerak,” ungkap Yuri di Kompleks Istana, Jakarta.


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Uang Kertas Bisa Tularkan Virus Corona?”