Dua Pencuri Sound System di Gereja Ditangkap Polisi

ARB INdonesia.com, OKUT – Polsek Belitang II menangkap dua pencuri alat pengeras suara gereja di Kemuning Jaya Jaya, Belitang II, OKU Timur. Keduanya bernama Ro (18) dan Rd (33) yang dilakukan Desember lalu.


Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya melalui Kapolsek Belitang II AKP Jhonson mengatakan, awalnya ditangkap Rd dalam kasus senjata api rakitan.


Setelah dilakukan pemeriksaan pengembangan, diketahui tersangka terkait pencurian di rumah ibadah bersama Ro (18) yang ditangkap kemudian.


“Rd dalam kasus kepemilikan senpi ditangkap dan dilakukan pengembangan sehingga berhasil membekuk Ro,” ujarnya, Senin (16/3/2020).


Dalam pencurian di gereja, keduanya menggasak sound system kotak warna silver Amplifier UHF Merk Bismarck dan mikropon milik gereja GKSBS AGF di Desa Kemuning Jaya, Kecamatan Belitang II, OKU Timur.


Pencurian ini dilaporkan pelapor Alexander (44) warga Desa Kemuning Jaya, Kecamatan Belitang II, OKU Timur. “Kedua pelaku warga Desa Raman Jaya Kecamatan Belitang II,” katanya.


Saat itu, pelapor hendak bersih – bersih di gereja, namun dikagetkan dengan melihat jendela samping gereja sebelah kanan terbuka. Kemudian korban mengecek sejumlah peralatan di dalam gereja hilang.


Sumber : Sindonews.com https://sumsel.sindonews.com/read/8128/1/dua-pencuri-sound-system-di-gereja-ditangkap-polisi-1584335026




Viral China Pasok Alqur'an untuk Tangkal Corona, Ini Cek Faktanya

Video-video viral di Facebook yang diklaim sebagai pembagian Alquran di China untuk menangkal virus corona. Klaim itu tidak benar. Foto/Altnews.in

ARB INdonesia.com – Sebuah video yang viral di Facebook menunjukkan orang-orang dengan emosional berebut buku. Video itu diklaim sebagai pembagian kitab suci Alquran oleh pemerintah China untuk menangkal virus corona jenis baru, COVID-19.

Dilansir dari Cek fakta SINDOnews.com, Senin (16/3/2020), menyimpulkan klaim itu tidak benar. Keberadaan video itu sudah ada sejak 2013 dan tak ada kaitannya dengan wabah COVID-19.

Akun Facebook seperti “Pakistan is online” dan “Niyaz Ahmed” telah mem-posting video ini dengan judul “China Govt. Restricted to read HoLy Quraan and after Corona Virus Govt. Supplying Quraan to read. What a amazing miracle of ALLAH and Quraan”.

Setelah dicek, posting-posting video itu menyesatkan. Namun, video itu viral di Facebook dan banyak orang percaya itu terkait dengan wabah virus corona di China pada saat ini. Padahal, faktanya tidak demikian

Dengan alat verifikasi InVID, pada awalnya memotong video viral itu dalam kerangka kunci (keyframe). Kemudian, menggunakan pencarian gambar terbalik pada keyframe ini ditemukan bahwa video tersebut ternyata sudah ada di internet sejak 2013.

Di sebuah situs web bernama “gospelprime.com”, sebuah cerita diterbitkan menggunakan foto yang sama dari seorang wanita yang memegang buku yang mirip dengan yang ditampilkan dalam video viral itu. Cerita di situs itu diterbitkan pada 19 Maret 2013. Cerita di situs itu adalah reaksi orang-orang Kristen China setelah menerima Alkitab.

Video yang sama juga diunggah di YouTube pada tahun 2014, dengan tulisan Spanyol yang harfiah bermakna reaksi emosional orang-orang Kristen China setelah menerima Alkitab.



Halaman Facebook saluran keagamaan “God TV” juga mem-posting video ini dengan tulisan “Orang Kristen China yang menerima Alkitab untuk pertama kalinya”.

COVID-19, menurut data dari situs pelaporan online worldometers.info, pada saat ini (16/3/2020), tercatat 169.610 kasus infeksi di 157 negara dengan jumlah orang meninggal mencapai 6.518 orang. Sedangkan jumlah pasien yang disembuhkan secara global sebanyak 77.776.


Editor Arbain
Sumber Sindonews.com
https://international.sindonews.com/read/1557886/40/viral-china-pasok-alquran-untuk-tangkal-corona-ini-cek-faktanya-1584337512




Presiden Joko Widodo Gelar Rapat Jarak Jauh

 Foto/Instagram Pramono Anung


ARB INdonesia, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan para menteri Kabinet Indonesia Maju menggelar rapat kabinet dengan cara teleconference atau jarak jauh.

Cara tersebut diambil untuk menghindari penyebaran virus Corona (COVID-19) yang telah menulari 117 orang di Tanah Air, salah satunya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman mengatakan rapat terbatas secara jarak jauh ini dipimpin Presiden Jokowi yang berada di Istana Kepresidenan, dan diikuti para menteri di kantor kementeriannya maing-masing.

Menurut dia, rapat jarak jauh menjalankan prinsip “jarak sosial” atau social distancing. “Rapat Terbatas (Ratas) Kabinet Indonesia Maju, Senin (16/3) dipimpin Presiden Jokowi secara jarak jauh dari Istana Presiden di Bogor dan kementerian masing-masing. Menjalankan prinsip “Jarak-Sosial” (Social Distancing) dan pemerintahan efektif,” kata Fadjroel melalui akun Twitternya, @fadjroel, Senin (16/3/2020).

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menginformasikan rapat terbatas yang dipimpin Presiden dan Wapres secara teleconference itu diikuti oleh 41 anggota kabinet.

“Rapat terbatas yg dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi dan Wapres Kiai Ma’ruf Amin dan diikuti 41 anggota kabinet membahas percepatan ekonomi menghadapi tekanan virus Corona,” kata Pramono, Senin (16/3/2020).


Editor Arbain


Sumber Sindonews.com https://nasional.sindonews.com/read/1557871/12/jokowi-gelar-rapat-jarak-jauh-istana-jalankan-prinsip-jarak-sosial-1584336672




Soal Virus Corona, Bupati Inhil Himbau Masyarakat Tidak Panik

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H. Muhammad Wardan menghimbau seluruh masyarakat Inhil agar tetap tenang dalam menghadapi virus corona (Covid-19) yang saat ini sudah mulai masuk kebeberapa wilayah di Indonesia.


Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam acara peringatan Isra Mi’raj di rumah dinas Ketua DPRD Inhil H. Ferryandi, Minggu (15/03/2020) malam.


Bupati Inhil mengingatkan masyarakat untuk tetap tawakal dan mau mengatur pola hidup sehat.


“Selalu cuci tangan dengan air sabun seperti yang dianjurkan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) dan banyak hal yang harus diperhatikan untuk mengantisipasi ependemi ini,” ujarnya


Bupati yang dikenal sangat agamis ini meminta masyarakat untuk tidak khawatir terhadap penyebaran virus corona yang melanda Indonesia.


“Saya menghimbau kepada masyarakat Inhil agar tidak panik. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Kesehatan Inhil terus bergerak mewaspadai hal-hal yang tak diinginkan, dengan senantiasa siaga memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,”imbuhnya. (GMS)


Editor Arbain




Kasus DBD di Gresik Turun Drastis, Ini Rahasianya

ARB INdonesia.com – Jumlah kasus demam berdarah dengue ( DBD) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Januari-Maret 2020, turun jika dibandingkan pada periode yang sama tahun 2019.


Dari catatan Dinkes Gresik, kasus DBD pada Januari 2019 sebanyak 120 kasus, Februari 59 kasus, dan Maret ada 44 kasus.


Sepanjang 2019, terdapat dua penderita DBD yang meninggal dunia.


“Untuk tahun ini, di Januari itu hanya terdapat 7 kasus, kemudian Februari ada 9 kejadian, dan Maret hingga hari ini baru tercatat 5 orang. Dari laporan, juga belum ada korban meninggal dunia,” ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gresik dr Ummi Khoiroh kepada awak media di halaman gedung Pemkab Gresik, Senin (16/3/2020).


Baca juga: Maria Pasien DBD Meninggal di Depan Mata Bupati Belu


Ummi mengatakan, turunnya kasus DBD di Gresik, disebabkan pola hidup sehat yang sudah diterapkan dengan baik oleh masyarakat.


“Karena sejak Bulan September 2019, bupati sudah mengeluarkan surat edaran mengenai gerakan pola hidup sehat serta gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), yang itu diminta segera ditindaklanjuti sebelum musim penghujan tiba,” kata Ummi.


Gerakan PSN terbukti efektif dalam pencegahan penyebaran nyamuk aedes aegypti.


Ditambah lagi kegiatan fogging yang sebelumnya melalui prosedur perizinan dinkes, kini langsung diarahkan melalui puskesmas setempat.\


“Jadi masyarakat yang meminta fogging di daerahnya, bisa langsung meminta kepada puskesmas setempat. Ini juga efektif karena mengurangi antrian panjang dan dapat segera dilakukan fogging, guna meminimalisasi nyamuk terbang ke tempat lain,” terangnya.


Dinkes Gresik juga meluncurkan inovasi yang diberi nama “Si Cantik Cerdas”.


Ini merupakan kegiatan yang menempatkan satu juru pemantau jentik untuk satu rumah, yang langsung dikoordinasikan oleh RT/RW setempat.


“Untuk para penderita DBD, semua sudah dilakukan perawatan medis dan mereka semua kini juga sudah sembuh. Hari ini sudah tidak ada pasien DBD yang dirawat di rumah sakit,” tutur Kepala Dinkes Gresik, Saifudin Ghozali.


Hingga 10 Maret 2020, tercatat sebanyak 1.766 kasus DBD terjadi di Jawa Timur, dengan 15 penderita meninggal dunia.


Sumber : Kompas.com




Dugaan Korupsi di UIN Suska Riau, Kejari Bakal Koordinasi dengan Kejati

ARB INdonesia.com – PEKANBARU – Dua institusi Kejaksaan diketahui tengah mengusut dugaan korupsi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau. Siapa yang nanti yang akan melanjutkan penanganan perkara, tergantung hasil koordinasi yang dilakukan antara kedua belah pihak.


Institusi dimaksud adalah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Sementara institusi lainnya adalah bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru.


Khusus institusi yang disebutkan terakhir, diketahui telah menerbitkan surat perintah penyelidikan (sprinlid) yang ditandatangani oleh Andi Suharlis selaku Kepala Kejari (Kajari) Pekanbaru. Surat itu diketahui bernomor : Print -02/L.4.10/Fd.1/03/2020 tertanggal 10 Maret 2020.


Menindaklanjuti surat tersebut, Korps Adhyaksa Pekanbaru itu dikabarkan telah mengundang sejumlah pihak untuk diklarifikasi. Salah satunya adalah Leli Kurniati selaku Kepala Bagian (Kabag) Keuangan UIN Suska Riau. Dia diminta hadir ke Kantor Kejari Pekanbaru untuk dimintai keterangan sekaligus membawa dokumen terkait dugaan korupsi yang dilakukan beberapa pejabat struktural UIN Suska Riau, pada Jumat (13/3) kemarin.


Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Pekanbaru, Yuriza Antoni saat dikonfirmasi tidak menampik hal tersebut. “Iya, benar (sprinlid dugaan korupsi di UIN Suska Riau),” ujar Yuriza kepada Haluan Riau –jaringan Haluan Media Group–, Minggu (15/3/2020).


Mengingat perkara itu masih dalam pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket), Yuriza belum bersedia memaparkan kronologis perkara yang tengah diusut pihaknya itu. Apalagi, kata dia, pihak Kejati Riau juga dikabarkan tengah mengusut perkara yang sama.


Bagaimana nanti kelanjutan penanganan perkaranya, dia menegaskan itu tergantung hasil koordinasi yang akan dilakukan pihaknya dengan Kejati Riau.


“Besok (hari ini,red), akan saya sampaikan ke Pimpinan (Kajari Pekanbaru,red). Tentunya akan ada koordinasi dengan Kejati,” pungkas mantan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) itu.


Sebelumnya, publik sempat dihebohkan dengan informasi adanya perintah Rektor UIN Suska Riau dengan mengatasnamakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), agar sejumlah pegawai perguruan tinggi itu merapikan Buku Kas Umum (BKU) Tahun Anggaran (TA) 2019.


Surat tersebut diketahui bernomor B-0744/Un.04/R/PS.00/02/2020, tertanggal 22 Februari 2020. Surat yang berkop UIN Suska Riau itu, ditandatangani oleh sang rektor Ahmad Mujahidin.


Ada lima orang pegawai UIN yang diduga sebagai penerima surat tersebut. Mereka, sebut surat tersebut, diperintahkan BPK untuk merapikan BKU TA 2019 khusus pada akun 52, 53, dan 57 (selain belanja pegawai akun 51), dan dicocokkan dengan Laporan Pertanggungjawaban keuangannya.


Untuk itu, mereka diminta hadir ke Gedung Rektorat UIN pada Minggu (23/2) kemarin, dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga selesai.


Masih berdasarkan surat itu, pemanggilan sejumlah pegawai itu atas dasar temuan Pemeriksaan Laporan Keuangan Kementerian Agama RI TA 2019 pada UIN Suska Riau. Temuan itu berupa pengelolaan dan penatausahaan kas UIN Suska tahun anggaran 2019 yang tidak memadai dan terdapat belanja yang tidak diyakini kewajarannya sebesar Rp42.485.278.171.


Dari informasi yang dihimpun, beberapa belanja yang tidak wajar itu disinyalir diperuntukkan untuk urusan pribadi dan keluarga sang rektor. Misalnya, pembelian tiket pesawat untuk putri Akhmad Mujahidin senilai Rp1.449.400 pada bulan Mei 2019.


Kemudian, ada pembelian tiket pesawat untuk orangtua Akhmad Mujahidin tujuan Pekanbaru-Surabaya pada bulan Juli 2019. Bahkan ada juga pengeluaran kas untuk biaya pulang kampung rektor ke Malang sebesar Rp10 juta.


Bahkan, Akhmad Mujahidin selaku rektor pun pernah menerbitkan surat tugas untuk istrinya yang bukan pegawai negeri di lingkungan UIN Suska pada acara Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) di Malang tahun 2019.


Tidak itu saja, ada proyek di UIN Suska Riau yang dimenangkan oleh keluarga rektor. Parahnya, proyek tersebut pun bermasalah.


Sumber : Riaumandiri.id https://www.riaumandiri.id/read/detail/82179/dugaan-korupsi-di-uin-suska-riau-kejari-bakal-koordinasi-dengan-kejati