Sekolah di Inhu Tidak Libur, Sekda: Kita Percaya Saja pada yang Maha Kuasa

ARB INdonesia, INDRAGIRI HULU – Meskipun sudah ada himbauan dari Gubernur Riau untuk meliburkan seluruh sekolah di Riau untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona, namun Indragiri Hulu tidak ikut melaksanakan kebijakan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu, belum mengambil langkah untuk meliburkan siswa, mulai dari TK hingga tingkat SMP yang memang di bawah pengawasan Disdik Inhu, baik Negeri maupun swasta.

“Kita memang belum meliburkan. Percaya pada yang maha kuasa saja, ungkap Sekda Inhu, Hendrizal MSi.

“Saya sudah komunikasi dengan Bapak Bupati dan beliau arahkan untuk tidak meliburkan sekolah, hingga adanya kebijakan selanjutnya, tambah Sekda.

Namun Sekda meminta agar masyarakat dan juga para siswa untuk tetap menjalankan pola hidup sehat dengan banyak konsumsi air putih, ramuan tradisional seperti air jahe dan atau madu, mencuci tangan setelah habis melakukan kegiatan dan pola pola pencegahan penyakit menular lainnya.

Sumber Haluanriau.co




Turnamen Volly se GHS II, Tim Putra dan Putri Desa Sumber Jaya Berhasil Raih Trofi

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Tim Volly  Putri Desa Sumber Jaya berhasil mengangkat Trofi peringkat pertama pada turnamen bola Volly  antar desa yang diselenggarakan se GHD II di Desa Sumber Sari Jaya, Kecamatan Teluk Belengkong, Kabupaten Indragiri (Inhil), Senin (16/3/2020).


Selain itu, tim Bola Volly  kategori Putra Desa Sumber Jaya juga berhasil maraih peringkat III pada turnamen tersebut.


Adapun Desa yang menjadi peserta dalam Turnanmen Bola Volly se GHS II diantaranya, Hibrida Mulya, Sumber Jaya, Hibrida Jaya, Sumber Makmur Jaya, Sumber Sari Jaya, Sapta Mulya Jaya, dan Kelapa Patih Jaya.


Dari ke 7 desa tersebut, total keseluruhan club yang mengikuti turnamen tersebut berjumlah 26 Tim.


Sebelumnya Tim Volly Putri  Desa Sumber Jaya juga berhasil meraih peringkat pertama pada turnamen bola Volly yang diselenggarakan di
Desa Sri Danai Jaya Kecamatan Pulau Burung beberpa waktu lalu.


Atas hal tersebut, Kepala Desa (Kades) Sumber Jaya, Muhtar Hasan mengucapkan selamat atas prestasi yang di dapat,  mudah-mudahan bisa dipertahankan prestasi yang di dapat dan harus naik level pertandingannya di tingkat Kabupaten atau Provinsi.


“Saya bangga atas Prestasi dari masyarakat dan warga Desa Sumber Jaya yang berjibaku untuk memenangkan perlombaan turnamen volly ini, mudah-mudahan prestasi tersebut bisa dipertahankan,” tutur Kades.


Editor Arbain




Hasil Labor dari Jakarta Keluar, Pasien Suspect Corona Asal Inhu Dinyatakan Negatif

ARB INdonesia.com, INHU – Satu orang pasien suspect corona asal Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan dinyatakan negatif berdasarkan hasil pengecekan laboratorium di Jakarta. 


Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhu, Elis Julinarti membenarkan informasi tersebut. Bahkan pasien yang dirahasiakan identitasnya itu sudah diperbolehkan pulang pada Minggu (15/3/2020).


“Kami sudah menerima laporan pengecekan laboratoriumnya, berdasarkan hasil pemeriksaanya pasien itu dinyatakan negatif dan sudah diperbolehkan pulang,” kata Elis, Senin 16 Maret 2020.


Meski dinyatakan negatif, pihak Dinkes Inhu tetap akan melakukan pemantauan terhadap pasien tersebut, sepulangnya dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada, Tembilahan. Bahkan pasien tersebut akan menjalani pengecekan berkala di Puskesmas Air Molek.


“Tim kesehatan kita dari Puskesmas Air Molek yang akan melakukan pemantauan nanti,” sebutnya.


Pasien tersebut sempat dinyatakan sebagai suspect corona, setelah merasakan sesak saat bernapas. “Pasien itu diketahui baru pulang dari menjalankan ibadah umroh dan sempat singgah di Malaysia,” kata Elis. 


Pada tanggal 9 Maret 2020 yang lalu, pasien itu menjalani pemeriksaan awal di ruang isolasi RSUD Indrasari Pematang Reba. Kemudian langsung dirujuk ke RSUD Puri Husada.


“Pagi dia datang ke RSUD Indrasari, sore langsung kita rujuk ke RSUD Puri Husada,” jelasnya.


Wanita berkacamata ini juga  menyampaikan selain pasien tersebut, hingga kini belum ada tambahan pasien yang dimasukan kategori suspect corona di Kabupaten Inhu. Dinkes Inhu juga sudah mengambil langkah berupa pengecekan kesehatan setiap warga yang baru pulang ke Inhu usai melakukan perjalanan ke daerah yang terjangkit virus corona.


Sumber : Riaukarya.com https://riaukarya.com/read/detail/5204/hasil-labor-dari-jakarta-keluar-pasien-suspect-corona-asal-inhu-dinyatakan-negatif#.Xm805ewDyEU.facebook




Penumpang MRT Dibatasi, Harga Ojek Online Meroket

ARB INdonesia.com – Harga ojek online meroket. Situasi tersebut dampak dari penumpukan penumpang di sejumlah lokasi transportasi publik di Ibu Kota, Senin, 16 Maret 2020, akibat dari pembatasan operasional yang dilakukan karena wabah virus corona (Covid-19).


Penumpukan tampak mulai dari di halte Bus TransJakarta hingga Stasiun MRT. Saking banyaknya antrean dan waktu menunggu yang terlalu lama tak sedikit warga akhirnya menyerah mengantre dan memilih alternatif transpostasi lain seperti ojek online.


Salah satunya adalah warga bernama Victoria Asti. Tapi, harga ongkos ojek online pagi tadi saat dia berangkat kerja naik drastis dari bisanya.


“Mahal banget. Rp30 ribuan tadi dari Stasiun Sudirman ke GBK. Biasanya Rp12 ribu,” katanya saat dikonfirmasi, Senin 16 Maret 2020.


Wanita asal Depok ini mengaku sehari-harinya naik Kereta Commuter Line kemudian menyambung MRT untuk menjangkau kantornya di bilangan GBK. Pagi tadi dia sempat menunggu MRT selama satu jam lamanya sejak pukul 07.00 WIB sampai pukul 08.05 WIB. Sayangnya, dia tidak kebagian karena pembatasan penumpang dalam MRT.


Lantas dia disuruh menunggu lagi MRT selanjutnya pukul 08.26 WIB. Sempat menunggu sebentar akhirnya dia memutuskan beralih ke ojek online. Sebab waktu sudah semakin siang membuatnya khawatir terlambat kerja. Mau tak mau dia pun memesan ojek online meski harganya membengkak dari biasa.


“Terus memutuskan naik ojek online, gak kuat antre lagi. Cuma 60 orang tiap gerbong. Udah 2 kali antre gak kebagian jamnya. Disuruh tunggu lagi yang jam 08:26 WIB, itu pun juga belum tentu kebagian karena hanya 200 orang udah penuh banget,” katanya.


Lebih lanjut, dia berharap kedepannya bisa dicarikan solusi atas hal ini. Apalagi hal ini harus ditempuhnya setiap hari sebanyak dua kali yakni pada waktu pergi dan pulang kerja.


Kantornya belum memberlakukan kerja dari rumah. Jika dia harus menggunakan ojek online dengan harga seperti tadi pagi setiap hari pergi dan pulang kerja dia mengaku bisa tekor juga lama kelamaan.


“PP (Pulang-pergi) kaya gitu bisa tekor saya,” katanya lagi.


Sumber : Vivanews.com
https://www.vivanews.com/berita/metro/40682-penumpang-mrt-dibatasi-harga-ojek-online-meroket?medium=autonext




Baju Anti Corona Made In China

ARB INdonesia.com – Kelelawar adalah hewan yang menyebarkan virus corona. Tapi hewan ini juga yang jadi inspirasi untuk membuat baju yang diklaim anti COVID-19.


Baju ini dirancang oleh desainer sekaligus arsitek China bernama Sun Dayong. Dia memiliki perusahaan desain dan arsitektur Penda China yang berbasi di Beijing, China.


Sun Dayong menjadi pemberitaan media internasional karena mempublikasikan baju anti virus corona melalui akun Instagramnya. Seperti dilihat detikINET Kamis (12/3/2020) dari postingan Sun Dayong, tampak sebuah baju model hazmat tapi tampak futuristis.


“Sebagai arsitek, saya mendesain perangkat ruang yang bisa dipakai yang secara efektif mengisolasi kita di luar ruangan untuk memastikan keamanan,” kata Dayong.


Baca juga: Cegah Corona, Apple Minta Karyawan Tak Tawarkan Uji Coba Produk


Bajunya didesain menyerupai rangka sayap kelelawar dari carbon fiber yang dipakai seperti ransel, yang lalu bisa menyelubungi pemakainya dengan material PVC. Radiasi ultraviolet pada baju ini akan menyeterilkan area sekitar dan mematikan virus.


Desainnya mengikuti prinsip desain bionik dengan kelelawar sebagai prototipe-nya. Baju anti virus corona ini bisa dilipat dan mudah dibuka tutup.


“Waktu kecil, kita semua bermimpi jadi Batman, pahlawan yang melawan kejahatan dan menyelamatkan dunia. Mungkin mimpi itu jadi kenyataan sekarang,” kata Dayong.


Baju ini bagian dari Creative Cure Project. Ini adalah proyek dimana para desainer mengembangkan inovasi kesehatan masyarakat.


Belum ada informasi apakah baju ini sudah dibikin atau baru rancangan saja. Bagaimana menurut detikers, baju ini keren atau aneh.


Sumber : Detik.com


Sumber: https://inet.detik.com/science/d-4935579/desainer-china-bikin-baju-anti-virus-corona




Rapat Penyampaian Penjaringan Perankat Desa Serai Wangi di Aula Kantor Camat Pranap Inhu

ARB INdonesia, INDRAGIRI HULU – Camat Peranap gelar rapat kordinasi penyampaian tetang konflik penjaringan perangkat desa di Desa Serai Wangi, Kecamatan Pranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) – Riau, Selasa (16/03/2020).


Rapat tersebut digelar di Aula Kantor Camat Pelranap di Jlan Lintas Taluk Rengat.


Dalam rapat tersebut, Camat Pranap Umar, S.os menyampaikan bahwa dalam bentuk penjaringan perangkat desa harus sesuai dengan peraturan yang tercantum pada Peraturan Pemerintah UU No 6, dan Perda No 30.


“Kita telah membuat surat edaran 137/Pem 2020 untuk Penjaringan Prangkat Desa yang telah direkomundasikan oleh Kecamatan, dan ditambahkan harus tamatan SLTA,” tutur Camat.


Sementara, mantan Kepala Desa Serai Wangi, Marjohan usai rapat digelar, ia menyampaikan bahwa untuk apa dibuat penjaringan jika perangkat desa yang lama sudah mencukupi syart-syarat yang sesuai dengan aturan pemerintahan.


” Bukan sewenang-wenag bisa memberhentikan prakat desa, semua ada aturan, mulai dari penjaringa hingga pemberhentian. Harus sesuai dengan Perda No 3 tahun 2017 dan UU Perankat Desa,” imbuh Marjohan.


Selain itu, Marjohan juga berharap kepada pemerintahan terkait agar dapat mengambil sikap mengenai gejolak yang terjadi. Intinya peragkat desa yang lama kembali bekerja seperti semula, karena mereka semua memenuhi syarat.


” Saya sebagai mantan Kepala Desa tidak memihak kemana-mana, tujuannya agar Desa Serai Wangi kembali damai dan tentram deperti semula. Kita juga mendukung apa bila Itu benar dan kita Lurus kan Apa bila Itu salah,” harapnya mantan Kades.


Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua RW 05 Desa Serai Wangi, Ali Usmar, bahwa dalam penempatan perangkat desa , Kepala desa bukanlah asal main tunjuk-tunjuk aja oleh Kades yang baru menjabat.


“Semua ada aturannya,” ucap Ketua RW.


Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Serai Wangi belum bisa dihubungi untuk dikonfirmasi tarkait persoalan ini. (rls)


Penulis Rolijan.


Editor Arb