Konyol! Pinjam Urin Istri Saat Tes Narkoba, Supir Bus ini Dinyatakan Hamil

ARB INdonesia.com – Seorang sopir bus berusaha menghindari upaya kepolisian Mesir yang akan melakukan tes narkoba dengan meminjam urine istrinya. Kejadian kocak pun terjadi saat pihak berwenang melakukan pemeriksaan urine tersebut.


Surat kabar the Daily Mail melaporkan, supir bus itu dengan beberapa rekan kerjanya dipilih oleh otoritas pemeliharaan transportasi untuk mengikuti tes standar mendeteksi apakah mereka menggunakan narkotika atau tidak.


Mesir memang tengah dicengkeram meningkatnya pengguna obat penahan sakit sering disebut opium yang populer di antara pekerja. Demi meningkatkan biaya hidup mereka kadang memiliki dua pekerjaan dan tentunya membuat stres.


Demi menghindari tes narkotika pengemudi itu mengambil urin istrinya dan mengakui jika itu milik dia. Namun lelaki tak disebutkan namanya ini tidak menyadari istrinya tengah hamil dua bulan.


“Selamat, Anda bunting,” ujar otoritas mengadakan tes narkotika itu yang langsung mencokok si pria.


Menurut Tamer Amin pembawa acara Politik Mesir kasus ini sungguh kocak namun miris. Menurutnya penggunaan obat-obatan terlarang sudah di tingkatan mengkhawatirkan dan menjadi biasa seperti rokok.


Sekitar 12 ribu orang meninggal saban tahunnya di jalan-jalan di Mesir. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ada sekitar 42 kematian per 100 ribu populasi dan ini tingkat fatal.


Pengguna obat-obatan penghilang rasa sakit ini digunakan para pekerja tengah stress dan tidak mampu istirahat. Sejak kejadian tes urin supir bus ini otoritas mengganti jadi pengambilan sampel darah.


Sumber: topmedia.co.id
https://umairoh4everr.blogspot.com/2020/02/konyol-pinjam-urin-istri-saat-tes.html?m=1




Jelang Pelaksanaan Musrenbang Inhil, Satgas Covid-19 Lakukan Penyemprotan di Gedung Engku Kelana

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Sebelum mengadakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (Musrenbang RKPD)  Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Tahun 2021 pada 17 Maret, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 melakukan penyemprotan disinfektan di Gedung Engku Kelana,  Tembilahan, Senin (16/3/20) malam.


Penyemprotan disinfektan itu dilakukan guna mencegah penyebaran wabah virus Corona di lokasi dimana akan diadakannya pembahasan bersama Kepala Daerah dan masing-masing OPD.


Dari pantauan dilapangan, dua orang petugas kesehatan lengkap menggunakan alat pelindung diri (APD) dari Diskes Inhil melakukan penyemprotan sejak pukul 21.15 WIB.


Saat ini penyemprotan masih berlangsung. Masing-masing sudut tak luput dari target petugas bahkan di luar gedung juga dilakukan penyemprotan.


Kepala Bappeda Inhil H Muchtar saat di wawancarai mengatakan pihaknya melakukan koordinasi dengan Diskes Inhil dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP)  untuk melakukan penyemprotan ruangan.


“Kita tetap melakukan Musrenbang tahun 2021,  karena suasana saat ini yaitu virus corona,  sehingga kami berkoordinasi dengan Diskes Inhil dan KKP untuk melakukan penyemprotan, “katanya.


Nanti,  lantut Muchtar,  sebelum kegiatan berlangsung akan dilakukan pemeriksaan tubuh terhadap semua peserta yang hadir. Hal itu untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkanm


“Hal itu untuk mencegah,  kita mengikuti semua standar operasional yang telah dibuat dan mudah-mudahan kita terhindar dari wabah virua corona ini, “tutup Muchtar.


Ditempat yang sama,  Kabid P2P Subowo Radianto Skm Mkes mengatakan dengan covid 19 pihaknya bersama KKP mensterilkan ruangan Gedung Engku Kelana Tembilahan.


“Besok kita siapkan 10 tenaga kesehatan untuk memeriksa suhu tubuh peserta,  kalau ada flu, kurang enak badan kita siapkan masker, “ujarnya.


Tak hanya itu,  alat pengukur tubuh (Thermal Scanner) infra merah juga disiapkan petugas dalam mengantisipasi bahaya virus corona.


“Kita siapkan untuk menjaga diri masing-masing,  sesuai arahan bupati besok jangan dulu bersalaman, “jelasnya.


Ia juga menyarankan kepada peserta untuk menjaga diri masing-masing,  mulai dari mengonsumsi makanan bergizi dan buah-buahan.


Untuk diketahui, Penyemprotan disinfektan tersebut menggunakan cairan Alkohol 75 persen.


Editor Arbain




Penasehat Hukum Usman Sampaikan 6 Point Pembelaan dalam Sidang Dugaan Ujaran Kebencian

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Sidang terdakwa Usman warga Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil)  atas perkara dugaan kasus tindak pidana ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo mulai memasuki tahap akhir. Pada sidang ke12 hari ini, masuk pada agenda pembacaan Peledoi (pembelaan) oleh Penasehat Hukum terdakwa Usman, Senin (16/3/2020).


Dalam pembacaan Peledoi, terlihat Penasehat Hukum yang berjumlah 7 secara bergantian membacakan pembelaan tersebut.


Berikut point pembelaannya :
1. Menyatakan Terdakwa Usman Bin Asril tidak terbukti bersalah melakukan tindak Pidana menurut Hukum melakukan tindak Pidana yang didakwakan kepadanya didalam dakwaan.


2.Membebaskan Terdakwa Usman bin Asril dari Dakwaan (vrijpraak) sesuai dengan Pasal 191 ayat (1) Kuhap.


3. Atau setidak tidaknya melepaskanUsman Bin Asril dari semia tuntutan Hukum (onslag alle rechstvolging) sesuai dengan Pasam 191 ayat (2) Kuhap.


4. Menyatakan barang bukti berupa 3 lembar screen shoot konten ujaran kebencian yg diposting oleh akun facebook atas namawarga langit dirampas untuk dimusnahkan dan 1 buah handphone merk vibo 1603 warna gold  dikembalikan kepada terdakwa.


5. Mengembalikan kemampuan, nama baik, harkat dan martabat terdakwa usman bin asril kdalam kedudukan semula.


6. Membebankan ongkos perkara Usman bin asril kepada negara.


Terdakwa Usman Menyampaikan Pembelaan Secara Lisan


Dalam persidangan tersebut, terdakwa Usman juga menyampaikan pembelaannya secara lisan kepada majelis Hakim.


“Saya hanya manusia yang tidak luput dari kesalahan dan khilaf,
Dalam hal ini apa yang telah didakwakan kepada saya oleh Jaksa penuntut umum, saya tidak merasa bersalah,” tutur Usman Dalam persidangan.


Dalam perkara ini, Usman juga memohonkan kepada Majelis Hakim agar membebaskannya, dan jika majelis berpendapat lain mohon hukumannya seringan-ringannya dibawah dari tuntuntan jaksa penuntut umum.


“Dikarenakan saya masih mempunyai Anak yg masih kecil, dan masih butuh kasih sayang seorang ayah. Keluarga kecil saya yang ditinggalkan juga terluntang lantung, untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari, karena saya adalah kepala keluarga dan tulang punggung keluarga,” imbuh Usman.


“Apalagi bulan depan sudah menghadapi bulan puasa dan lebaran, siapa yang akan mengurus keluarga saya untuk membayar zakat fitrahnya,” ucap Usman dalam pembelaan yang disampaikan secara pribadi agar MH membebaskannya dalam perkara ini.


Sementara itu, usai Usman menyampaikan pembelaannya secara lisan,  Ketua Majelis Hakim Nurmala Sinurait, SH.,MH menyampaikan pertanyaan kepada terdakwa.


“Saudara harus jelas, ingin meminta seringan-ringannya atau bebas, harus konsisten jangan setengah-setengah ?,” tanya Ketua MH.


Jawab Usman, “Saya ingin bebas yang mulia”.


Untuk diketahui, mengenai peledoi yang disampaikan oleh Penasehat Hukum, Jaksa Penuntut Umum akan memberikan tanggapan secara tertulis pada sidang selanjutnya yang akan digelar pada 20 Maret mendatang.


Editor Arbain




Meliburkan Sekolah Cegah Corona Tidak Efektif, Malah Buat Kekacauan Sosial

ARB INdonesia, PELALAWAN – Dengan  diliburkannya sekolah oleh Pemerintah Provinsi Riau  khususnya Pemerintah Kabupaten Pelalawan terkait pencegahan virus corona akan menimbulkan kekacauan sosial di tengah masyarakat khususnya masyarakat.

Hal ini di ungkapkan salah seorang aktivis olahraga di Kabupaten Pelalawan, Sudirman TH Sinaga kepada  media disalah satu kedai kopi di Pangkalan Kerinci, Senin (16/03)

Dikatakan Sudirman, meliburkan sekolah untuk  menjegah wabah virus corona saat ini justru tidak efektif  malah menimbulkan kepanikan bahkan ketakutan  yang  berlebihan di tengah masyarakat dan malah tinggi risikonya. Apalagi saat ini anak sekolah tingkat SMA/SMK seogyanya melaksanakan Ujian Nasional Berbasis komputer(UNBK).

“Hal ini akan membuat panik anak didik dan tidak  tertutup kemungkinan fisikologis anak-anak maupun  para orang tua akan terganggu apalagi anak-anak  maupun pihak sekolah sudah melakukan persiapan  pelaksanaan ujian,” ungkap Sudirman yang juga pelatih  Wushu Indonesia Pelalawan.

Seharusnya pemerintah memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana berprilaku hidup sehat. Bukan  melakukan kebijakan membuat rasa dan ketakutan berlebihan kepada masyarakat.

“Kita menilai kebijakan ini seolah -olah penyebaran virus corona hanya ada di lingkungan sekolah. Bagaimana dengan para orang tua yang bekerja sebagai buruh, ASN dan lainnya, kenapa tidak sekalian diliburkan?,” sebutnya

Menurut Sudirman, Pemerintah Pelalawan harus memberikan edukasi bagaimana mengantisipasi  penyebaran virus corona kepada para siswa di sekolah-sekolah dan masyarakat lainnya yang ada di Pelalawan serta menyiapkan semua kebutuhan masyarakat jika terdampak sakit.

Kata dia lagi, pihaknya meminta kepada pemerintah provinsi Riau khususnya pemerintah Pelalawan dalam  membuat kebijakan seogyanya mempertimbangkan berbagai aspek bukan kebijakan ikut -ikutan.

Dimana sesuai berita-berita ataupun informasi yang kita  dengar virus corona ini bisa disembuhkan. Meskipun penyebaran wabah virus corona ini memang tidak saja terjadi di Indonesia bahkan dunia.

Namun Sudirman meminta agar semua pihak termasuk  pihak pemerintah jangan malah ikut membuat kepanikan masyarakat. Namun tetap waspada.

Sumber Gagasanriau.com

https://gagasanriau.com/news/detail/42645/meliburkan-sekolah-cegah-corona-tidak-efektif-malah-buat-kekacauan-sosial




Akhirnya Bupati Inhil Liburkan Sekolah Mulai Tingkat Paud Hingga SMP

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – AkhirnyaBupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan akhirnya mengeluarkan surat edaran Nomor /SE/2020 tentang kewaspadaan dan pencegahan penularan Coronavirus Disease 2019, Senin (16/3/2020) sore.


Mempedomani Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dan sebagai upaya aktif untuk mengantisipasi penyebaran dan perkembangan virus COVID-19.


Dalam surat tersebut Bupati menginstruksikan kepada anak didik Sekolah PAUD, TK, SD dan SMP Negeri/Swasta di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), untuk sementara sekolah tidak melaksanakan pembelajaran tatap muka mulai tanggal 17 sampai dengan 30 Maret 2020.


Pembelajaran tatap muka diganti dengan e-learning (belajar online) dengan menggunakanGoogle Classroom, WA Group Mata Pelajaran, Rumah Belajar Kemendikbud, Ruang Guru atau jenis pembelajaran lainnya.


Kepala Sekolah, Guru, TU tetap hadir di sekolah dan melaksanakan tugas seperti biasa.


“Segala kegiatan di Satuan Pendidikan agar juga mengacu kepada Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI no. 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada Satuan Pendidikan”, ujar Bupati Inhil.


Untuk diketahui, hingga berita ini diterbitkan pada tingkat SMK dan SMA yang di bawah naungan Provinsi Riau, Pemkab Inhil saat ini tengah menunggu hasil rapat evaluasi terkait virus Corona yang di hadiri Wakil Bupati Inhil di Pekanbaru. (GMS/IT)


Editor Arbain




Sekolah di Inhil Belum Libur, ini Kata HM Wardan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Meskipun Gubernur Provinsi Riau sudah menyampaikan himbauan untuk meliburkan seluruh sekolah di Riau dalam mengantisipasi penyebaran Virus Corona, namun Kabupaten Indragiri Hilir belum melaksanakan kebijakan tersebut.


Pemerintah Kabupaten Inhil, belum mengambil langkah untuk meliburkan pelajar, mulai dari TK hingga tingkat SMP yang memang di bawah pengawasan Disdik Inhil, baik Negeri maupun swasta.


Bupati HM Wardan menyampaikan bahwa Pemkab Inhil belum bisa memerintahkan semua sekolah untuk diliburkan. Sebab, sejauh ini belum ada arahan secara tertulis yang ditujukan Gubernur Riau.


“Jika arahan secara tertulis sudah ada, akan segera kita laksanakan,” tutur HM Wardan saat diwawancarai usai menghadiri peresmian Kantor Bawaslu Inhil, Senin (16/3/2020).


Tetapi mengingat saat ini pelajar sudah memasuki jadwal ujian, maka Bupati Inhil berencana akan segera melakukan konsultasikan dengan Gubernur Riau.


“Apakah besok sudah bisa distop pelaksanaan ujiannya, atau selesai pelaksanaan ujian baru diliburkan,” imbuh Wardan.


Lanjutnya, hari ini ada undangan dari Pemprov Riau untuk mengikuti rapat evaluasi terkait virus Corona.


“Namun karna saya baru datang, kebetulan Wakil Bupati juga sudah ada disana. jadi kita tunggu hasil perintah dari Gubernur bagaimana,” jelas Wardan.


Editor Arbain