Jumlah ODP di Kampar Alami Peningkatan

ARB INdonesia.com , BANGKINANG-Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kabupaten Kampar terus bertambah menjadi 782 orang. Satu hari sebelumnya, ODP di Kampar berjumlah 482 orang, dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 1 orang.


“Update tanggal 25 Maret 2020 pada pukul 08.00 WIB, untuk kategori ODP ada 782 orang, dan PDP ada 1 orang. Total 783 orang,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Dedi Sambudi, Rabu (25/3) siang.


Diterangkan dia, ratusan orang dalam kategori ODP itu, sebagian besarnya adalah mereka yang baru pulang dari negeri jiran Malaysia. Yakni berjumlah 458 orang.


Sementara untuk PDP, kata Dedi, akan ditindaklanjuti secara cepat dan sebaik – baiknya. Pihaknya telah memberikan pelayanan kesehatan, dan perawatan kepada yang bersangkutan untuk memastikan apakah pasien itu merupakan suspect virus corona atau tidak.


“Dari informasi tim medis yang menyampaikan kepada saya, menyatakan kondisi yang bersangkutan semakin membaik,” sebut Dedi.


Lebih lanjut dikatakan Dedi, pihaknya telah mengintruksikan kepada seluruh Kepala Puskesmas se-Kampar, untuk melakukan langkah-langkah antisipasi pencegahan Corona virus disease atau Covid-19.


“Kita juga melakukan (penyemprotan) desinfektan terhadap fasilitas umum, dan ini sudah dijalankan,” kata dia.


“Upaya kita ke depannya adalah melakukan upaya pencegahan,” sambungnya.


Disinggung terkait alat perlindungan diri (APD) bagi tenaga medis, dia menjamin ketersediaan peralatan tersebut.


“Saya menjamin seluruh alat kesehatan untuk penanganan Covid-19 dalam kondisi yang baik,” pungkas Dedi Sambudi.


Sumber : Haluanriau.co
https://riau.haluan.co/2020/03/25/jumlah-odp-di-kampar-alami-peningkatan/




Pengakuan Pacar yang Perkosa Siswi SMA di Solok, Sudah Rencanakan Aksi Jauh-jauh Hari

ARB INdonesia.com, PADANG – Tersangka pemerkosa siswi SMA di Kabupaten Solok, Sumatera Barat mengaku sudah merencanakan pemerkosaan ke korban jauh-jauh hari sebelumnya.


HZ (24) bahkan sengaja mengajak kawan-kawannya untuk memuluskan aksinya untuk memperkosa dengan menunggu di kawasan lapangan sepakbola, Nagari Salayo, Kecamatan Kubung.


“Aksi itu sudah direncanakan oleh HZ jauh-jauh hari dan mengajak rekannya,” kata Kapolres Solok, AKBP Azhar Nugroho yang dihubungi Kompas.com, Rabu (25/3/2020).


Azhar menyebutkan tersangka mengenal korban VD (17) melalui media sosial.


Setelah kenal, mereka bertemu dan akhirnya pada Sabtu (21/3/2020) HZ mengajak VD keluar pergi malam minggu.


“Kemudian tersangka mengulur-ulur waktu hingga dini hari dan cuaca hujan,” kata Azhar.


Kemudian, tersangka mengajak ke kawasan lapangan sepakbola yang lima rekannya sudah menunggu.


Karena tidak mau akhirnya HZ melakukan pemerkosaan dengan dibantu empat rekannya, ZF (18), RR (20), SJ (20) dan AR (19) yang memegang kaki dan tangan korban.


Sementara satu rekan lainnya, GML (16) tidak ikut dan hanya menyaksikan saja.


Setelah HZ selesai, empat rekannya lainnya secara bergiliran memperkosa korban.


Sebelumnya diberitakan, seorang siswi SMA di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, VD (17) diduga diperkosa secara bergiliran oleh pacar dan empat orang temannya.


Korban diajak pacarnya HZ (24) pergi ke kawasan sepak bola di Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Minggu (22/3/2020) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.


Di sana korban diperkosa pacar dan empat rekannya lainnya.


Kelima tersangka ditangkap Senin (23/3/2020) setelah keluarga korban melapor ke polisi.


Para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.


“Karena korban masih di bawah umur, maka tersangka dijerat dengan undang-undang perlindungan anak,” kata Azhar.


Sumber : Kompas.com
https://regional.kompas.com/read/2020/03/25/13312621/pengakuan-pacar-yang-perkosa-siswi-sma-di-solok-sudah-rencanakan-aksi-jauh?page=2




Gagal Resepsi karena Corona, Maulana Sumbang Katering Pernikahan ke Panti

ARB INdonesia.com – Maulana Ishak (31), tak bisa membayangkan pernikahannya dengan Sri Wahyuningsih (30), harus berhadapan dengan wabah virus corona.


Virus yang terkenal dengan nama Covid-19 itu telah mengubur mimpinya untuk merayakan hari bahagia bersama tamu undangan yang akan dilaksanakan Kamis (26/3/2020) besok di Bima, Nusa Tenggara Barat.


Bagaimana tidak, pria berkacamata itu telah menyewa gedung lengkap dengan katering untuk 2.700 undangan. Semuanya telah dibayar lunas.


Namun musyawarah dengan unsur pemerintah kota memutuskan: akad dilakukan tanpa resepsi.


“Insya Allah kami ikhlas,” ujar Maulana sebagaimana dilansir Kantor Berita Anadolu, Rabu (25/3/2020).


Pria yang tinggal di Bogor ini mengatakan akad berserta resepsi sudah dia atur jauh-jauh hari. Tepatnya pada 28 Desember 2019 saat dia melamar sang pujaan hati.


Maulana pun tidak pernah memprediksi virus corona akan menyebar ke Indonesia dan berdampak pada pernikahannya.


Dia hanya mengambil hikmah bahwa di atas kejadian ini semuanya sudah diatur Yang Maha Kuasa.


“Allah sudah menentukan, kami belajar ikhlas,” ucap Maulana.


Namun Maulana tidak ingin larut dalam kesedihan. Dia tidak ingin momen bahagia bersama istri sirna akibat korona.


Maulana tetap ingin membagikan hari bahagia ini kepada mereka yang membutuhkan.


Dia bersama keluarga akhirnya memutuskan untuk membagikan 2.700 porsi makanan kepada panti asuhan.


Tak hanya itu, Maulana juga akan menghadiahkan masker dan hand sanitizer kepada para petugas medis yang sedang berjuang melawan korona.


Sedianya hand sanitizer dan masker itu akan diberikan kepada tamu undangan yang hadir.


Sedangkan, uang gedung, yang dikembalikan pihak pengelola, akan disedekahkan untuk aktivitas keagamaan di wilayah Bima.


“Uang gedung yang dikembalikan, semua kami serahkan ke Masjid,” ujar pria yang bergerak dalam usaha perhiasan mutiara ini.


Maulana pun memohon doa akan akad pernikahannya dapat berjalan lancar meski ada wabah korona.


Protokol dari Kemenag


Kementerian Agama sebelumnya telah mengeluarkan protokol akad nikah untuk melawan wabah korona.


Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kamaruddin Amin mengatakan ada tiga hal yang harus diperhatikan jika calon pengantin akan melaksanakan pernikahan di dalam Kantor Urusan Agama (KUA).


Pertama, Membatasi jumlah orang yang mengikuti prosesi akad nikah dalam satu ruangan tidak lebih dari 10 orang.


“Kedua, calon pengantin (catin) dan anggota keluarga yang mengikuti prosesi harus telah membasuh tangan dengan sabun atau hand sanitizer dan menggunakan masker,” ujar Kamaruddin.


Ketiga, Petugas, Wali Nikah dan Catin Laki-laki menggunakan sarung tangan dan masker pada saat ijab kabul.


Sementara, untuk pencegahan penyebaran Covid-19 pada pelayanan Akad Nikah di luar KUA, harus juga memperhatikan ruangan prosesi akad nikah.


“Lakukan di tempat terbuka atau di ruangan yang berventilasi sehat,” ungkap Kamaruddin.


Sumber : Suara.com
https://www.suara.com/news/2020/03/25/115219/gagal-resepsi-karena-corona-maulana-sumbang-katering-pernikahan-ke-panti




Perangi Corona di Portugal, Ronaldo Sumbang Puluhan Miliar ke Rumah Sakit

ARB INdonesia -Bintang Juventus, Cristiano Ronaldo, turut khawatir soal pandemi virus corona yang kini sedang menghantui dunia. Oleh sebab itu, ia baru-baru ini menyumbang uang sekitar 1 juta euro (Rp 17,3 miliar) untuk beberapa rumah sakit di negaranya, Portugal.


Menurut laporan Sky Sports, ada dua rumah sakit yang menjadi rujukan bantuan Ronaldo. Dua rumah sakit itu antara lain Rumah Sakit Santa Maria yang terletak di Lisbon dan Rumah Sakit Santo Antonio di Porto.


Ronaldo tak sendirian dalam aksinya kali ini. Pemain 35 tahun itu turut menggandeng sang agen bernama Jorge Mendes untuk mengurus semua bantuannya tersebut, mulai dari pengadaan kipas angin, masker, peralatan infus, tempat tidur, serta perlengkapan medis lainnya.


Aksi dermawan Ronaldo itu pun diungkapkan oleh pihak Rumah Sakit Santa Maria. Mereka pun merasa sangat terbantu dengan sumbangan tersebut.


”Kami dihubungi Jorge Mendes bersama Ronaldo ingin menyumbangkan dana sukarela untuk dua unit perawatan intensif bagi pasien positif corona yang kritis,” ujar kepala Rumah Sakit Santa Maria, Daniel Ferro.


”Ada beberapa macam yang ingin mereka sumbangkan. Antara lain kipas angin, monitor, selang infus, tempat tidur, serta seluruh peralatan penunjang pasien yang terinfeksi corona,” tuturnya menambahkan.


Senada dengan pihak Rumah Sakit Santa Maria, kepala Rumah Sakit Santo Antonio, Paulo Barbosa juga ikut berterima kasih dengan tindakan dermawan Ronaldo. Ia menyebut segala tindakan di rumah sakit tersebut menjadi makin mudah. 


”Kami kina bisa membuka UGD dengan 15 ranjang lengkap dengan kipas angin, monitor, dan peralatan pendukung lainnya. Kami berterima kasih kepada Ronaldo dan Jorge Mendes atas inisiatif luar biasanya, di saat negara sedang membutuhkan bantuan siapapun,” kata Paulo Barbosa.


Sementara itu, kasus positif corona di Portugal memang cukup mengkhawatirkan. Laporan terbaru menyebut sudah ada 2.362 kasus, dengan 33 di antaranya dinyatakan meninggal dunia.


Sumber : Suara.com
https://www.suara.com/bola/2020/03/25/132436/perangi-corona-di-portugal-ronaldo-sumbang-puluhan-miliar-ke-rumah-sakit




Ahli Jawab Teka-teki Obat Malaria Tak Bisa Tangkal Corona

ARB INdonesia.com, Jakarta – Teka-teki chloroquine, atau obat pengobatan penyakit malaria yang diduga dapat menyembuhkan infeksi virus corona (Covid-19) dijawab oleh para peneliti.


Penelitian yang dilakukan departemen infeksi dan imunitas di Pusat Klinik Kesehatan Masyarakat Shanghai menyatakan obat malaria chloroquine tidak efektif mengobati pasien positif virus corona.


Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sudah membantah terkait hoaks obat chloroquine yang dapat menyembuhkan penyakit (covid-19). Dalam klarifikasinya, Kemenkominfo secara resmi mencabut keterangan yang merujuk pernyataan WHO pada Februari silam.


Kembali ke hasil penelitian, para peneliti mengatakan pengobatan konvensional selain chloroquine di tengah situasi belum tersedianya vaksin Covid-19 justru lebih efektif memulihkan kondisi pasien corona.


Sebab laporan yang diterbitkan oleh Journal of Zhejiang University di China menunjukkan bahwa pasien yang meminum obat Hydroxychloroquine atau chloroquine tidak menunjukkan reaksi pemulihan. Namun, penelitian itu hanya melibatkan 30 pasien.


Melansir Bloomberg, 13 dari 15 pasien yang diberi obat malaria selama satu minggu dinyatakan tetap positif Covid-19. Sedangkan 14 dari 15 pasien yang tidak mendapatkan chloroquine juga masih dinyatakan negatif.


Pasien yang tidak menerima chloroquine mendapat perawatan konvensional dan obat yang direkomendasikan dalam pedoman pengobatan China, seperti lopinavir dan ritonavir.


Dalam penelitian itu, peneliti bahkan menyatakan kondisi pasien yang diobati dengan hydroxychloroquine berkembang menjadi semakin parah selama penelitian.


Selain itu, empat pasien lain yang diberi chloroquine mengalami diare dan tanda-tanda kerusakan hati yang potensial.


Meski demikian, para peneliti menyimpulkan bahwa penelitian tambahan menggunakan jumlah pasien yang lebih besar diperlukan untuk menyelidiki sepenuhnya risiko dan manfaat obat. Selain itu, hasil penelitian tersebut tidak signifikan secara statistik.


Melansir NPR, Food and Drug Administration AS memperingatkan bahwa antusiasme bahwa Hydroxychloroquine dapat mengobati penderita COvid-19 terlalu premature. Sebab, studi klinis yang besar terhadap obat melawan COVID-19 baru saja dimulai.


Sumber : cnnindonesia.com https://m.cnnindonesia.com/teknologi/20200325134131-199-486762/ahli-jawab-teka-teki-obat-malaria-tak-bisa-tangkal-corona




Jokowi Akan Beri Bantuan Rp3 Juta ke Korban PHK Akibat Corona

ARB INdonesia.com, Jakarta – Pemerintah akan memberikan insentif senilai Rp3 juta kepada korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor formal di tengah penyebaran virus corona (Covid-19). Syaratnya, karyawan tersebut terdaftar sebagai peserta BP Jamsostek.


“Pemerintah menyiapkan skema bagi mereka yang ter-PHK yaitu melalui pembiayaan dari BP Jamsostek,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso kepada media, Selasa (24/3).


Ia menjelaskan bantuan tersebut akan diberikan selama tiga bulan. Itu berarti, setiap bulannya korban PHK akan mengantongi insentif sebesar Rp1 juta per orang. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan pelatihan kepada korban mereka secara cuma-cuma.


Sumber : cnnindonesia.com https://m.cnnindonesia.com/ekonomi/20200325130740-92-486758/jokowi-akan-beri-bantuan-rp3-juta-ke-korban-phk-akibat-corona