Kejar-kejaran dengan Petugas, 6 Penyeludup Ratusan Ribu Rokok Ilegal dari Inhu Ditangkap di Jambi

ARB INdonesia, PEKANBARU – Sebanyak enam orang tersangka penyeludupan ratusan ribu batang rokok ilegal di dua tempat berbeda di Kabupaten Tebo, Jambi, berhasil ditangkap Bea Cukai setempat, Ahad (29/3/2020) malam lalu.

Pertama, Tim Bea Cukai mengamankan tersangka Z dan K bersama mobil minibus Grand Max yang digunakan  tersangka di Jalan Lintas Muara Tebo.

Kemudian berdasarkan pendalaman singkat dari dua orang tersangka tersebut, diketahui masih ada mobil lain yang juga membawa rokok ilegal.

Alhasil, setelah dilakukan pengintaian, 4 orang tersangka berikutnya berhasil dicegat dan ditangkap di Simpang Nian, Tebo, bersama kendaraan yang dikendarainya, yakni Xenia warna hitam.

Kasie Pengawasan dan Penindakan Bea Cukai Jambi, Heri Sustanto, seperti dilansir Haluanjambi.co (jaringan Haluan Media Group) mengatakan dalam operasi tersebut, terjadi aksi saling kejar-kejaran antara kawanan pelaku dengan petugas tak dapat dihindari. Sebab, pelaku sebelumnya diduga sudah mengetahui telah dibuntuti oleh petugas.

“Aksi kejar-kejaran memang terjadi. Beruntunglah, sarana pengangkut tersebut berhasil diberhentikan dan berhasil mengamakan 4 orang terduga tersangka,” ungkapnya, Rabu (1/4/2020).

Heri Sustanto mengatakan, dari tangan pelaku terdapat sebanyak 500.000 batang rokok ilegal tanpa dilekati pita cukai atau senilai Rp235 juta.

Dia menerangkan, terungkapnya kasus tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat dan hasil analisa tim intelijen.

Informasi tersebut menyebutkan, bahwa ada rokok ilegal yang akan dikirim menuju Kabupaten Muaro Tebo via Simpang Niam, berasal dari daerah Indragiri Hulu (Inhu), Riau.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, saat ini seluruh orang terduga, 2 sarana pengangkut, dan barang bukti diamankan di Kantor Bea Cukai Jambi.

“Terhadap 6 orang tersebut, diduga telah melanggar Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang cukai,” tegas Heri.

Sumber Haluanjambi.co




84 Tenaga Medis di Jakarta Terjangkit Corona, 1 Meninggal dan 2 Sedang Hamil

ARB INdonesia, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membeberkan, hingga hari ini, Rabu (1/4/2020), tercatat sebanyak 84 tenaga medis di Ibu Kota positif terjangkit virus Corona (Covid-19).

Dari jumlah itu, satu orang meninggal dunia dan 2 lainnya sedang hamil.

“Tenaga kesehatan positif Covid-19 sebanyak 84 orang. Satu di antaranya meninggal dunia dan dua sedang hamil. Tersebar di 30 rumah sakit dan 1 klinik di Jakarta,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, di Balai Kota, Rabu (1/4/2020) petang.

Pihaknya juga mendapatkan laporan bahwa terdapat dua dokter spesialis yang berdomisili di Jakarta, dinyatakan meninggal dunia. “Tetapi dari dua rumah sakit di luar Jakarta,” tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan data terkini dari situs corona.jakarta.go.id‬ warga Jakarta, jumlah yang terpapar virus Corona atau Covid-19 terus mengalami lonjakan. Data terbaru, sebanyak 794 orang di Jakarta dinyatakan positif Covid-19.

Sumber Sindonews.com

https://metro.sindonews.com/read/1575712/170/84-tenaga-medis-di-jakarta-terjangkit-corona-1-meninggal-dan-2-sedang-hamil-1585754490




Per 1 April 2020 Kasus Positif Corona di Inhil Nol, ODP Meroket

Foto Screenshot data doc Pdf Sebaran Covid-19 Kabupaten Inhil


ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Sehubungan dengan Pandemi Covid-19,  per 1 April 2020 kasus positif Corona di Kabupaten Indragiri Hilir masih di angka nol besar, namun angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) naik meroket.


Data sebaran  Covid-19 Kabupaten Inhil, update 1 April 2020 bahwa warga inhil yang dinyatakan Pasien Dalam Pantauan  (PDP) berjumlah 4 orang, 2 diantaranya dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang.


Sementara data teranyar, diketahui jumlah ODP yang semula hanya 176 orang, kini naik secara signifikan menjadi 1.274 orang. 33 orang telah selesai dilakukan pemantauan.


Total keseluruhan data yang terkonfirmasi ODP dan PDP menjadi 1.278 orang.


Foto Screenshot situs website https://covid19.inhilkab.go.id


Dengan adanya lonjakan tersebut, disampaikan Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan sekaligus juru bicara (jubir) bidang medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Inhil, dr Saut Pakpahan, mengatakan bahwa perubahan data tersebut terjadi pasca adanya jalinan kesepakatan antara Gubernur Riau dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Riau.


“Dalam kesepakatan itu, Orang Tanpa Gejala (OTG) masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP). Oleh sebab itu, jumlah ODP di Kabupaten Inhil naik drastis hingga 1.278 atau hampir 7 kali lipat dari angka sebelumnya,” tutur Saut, Rabu (1/4/2020) di RSUD Puri Husada Tembilahan. (Tim Gugus Tugas Covid-19 Inhil)


Lanjutnya, kesepakatan seperti yang terjadi di Riau, sebenarnya juga telah dilakukan di Provinsi lain. Namun, khusus untuk di Riau baru diberlakukan per 1 April 2020.


Untuk itu, dr Saut mengharapkan agar masyarakat tidak khawatir dengan kenaikan angka ODP tersebut. Sebab, sebelumnya memang antara OTG dengan ODP tercatat dalam kategori berbeda.


“Masyarakat jangan khawatir, jangan panik. Sebelumny, juga seperti data OTG ini memang juga sudah ada, tapi tidak dimasukkan dalam data ODP. Sekarang, setelah kesepakatan OTG dan ODP digabung,” jelas dr Saut.


Untuk diketahui,  melalui situs website https://covid19.inhilkab.go.id  sejauh ini belum ada warga Inhil yang dinyatakan positif terpapar virus corona.


Editor Arbain




1.677 Positif Corona di Indonesia Tersebar di 32 Provinsi

Juru Bicara Penanganan COVID-19 di Indonesia, Achmad Yurianto saat konferensi pers Corona di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (31/3/2020). (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)







ARB INdonesia, JAKARTA – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanggulangan Corona Achmad Yurianto mengatakan, terdapat penambahan 149 orang positif Covid-19 pada Rabu (1/4/2020). Sehingga totalnya menjadi 1.677 orang di seluruh tanah air.

Menurut Yurianto, untuk jumlah pasien meninggal dunia bertambah 21 orang. Jadi, total akumulatif yang tutup usia ada 157 orang.

“Kematian konfirmasi positif hari ini bertambah 21 orang, sehingga total 157 orang,” ujar Yurianto dalam konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Meski begitu, ada pula yang sudah dinyatakan sembuh dan negatif dari virus Corona Covid-19 sebanyak 22 orang. Sehingga, totalnya 103 orang sembuh.

Jumlah mereka yang terkonfirmasi positif Corona tersebar di sejumlah provinsi. Ada 32 provinsi di Indonesia mengonfirmasi di wilayahnya terdapat pasien positif Covid-19. Berikut sebarannya:

1. Aceh terdapat lima pasien Covid-19

2. Bali terdapat 25 pasien Covid-19 mengalami penambahan enam orang dari sebelumnya 19 orang. Ada dua orang terkonfirmasi meninggal karena virus ini

3. Banten ada 152 pasien Covid-19. Mengalami penambahan 11 orang dari sebelumnya 141. Sementara jumlah yang meninggal mencapai 14 orang

4. Bangka Belitung ada dua pasien Covid-19 dengan satu orang meninggal dunia

5. Bengkulu ada satu pasien Covid-19 dan telah meninggal dunia.

6. DI Yogyakarta ada 28 pasien Covid-19, mengalami penambahan lima orang dari sebelumnya hanya 23 orang. Sementara korban meninggal karena virus ini ada dua orang

7. DKI Jakarta menjadi provinsi paling banyak terdapat pasien Corona, yakni mencapai 808. Angka tersebut mengalami penambahan 62 orang dari hasil sebelumnya 746 orang. Jakarta pun menjadi provinsi dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yaitu mencapai 85 orang

8. Jambi ada orang positif Covid-19

9. Jawa Barat menjadi provinsi kedua terbanyak memiliki pasien positif Covid-19. Ada 220 orang positif Covid-19 di Jawa Barat. Hal ini mengalami penambahan 21 orang dari sebelumnya 199 orang. Korban meninggal di Jawa Barat ada 21 orang

10. Jawa Tengah ada 104 orang terinfeksi virus Corona. Angka tersebut mengalami lonjakan 11 orang dari sebelumnya 93 saja. Angka kematian di provinsi ini mencapai tujuh orang

11. Jawa Timur sama seperti Jawa Tengah memiliki 104 positif Covid-19. Dengan penambahan 11 orang dari sebelumnya 93 saja. Namun angka kematian di Jawa Tengah sedikit lebih tinggi, yakni sembilan orang

12. Kalimantan Barat ada 10 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Angka ini mengalami penambahan satu orang dari sebelumnya hanya sembilan orang saja. Sementara jumlah kematian di Kalimantan Barat ada dua orang

13. Kalimantan Timur ada 21 pasien Corona, mengalami penambahan satu orang dengan angka kematian hanya satu orang saja

14. Kalimantan Tengah ada sembilan pasien Covid-19

15. Kalimantan Selatan ada delapan pasien positif Corona

16. Kalimantan Utara ada dua positif Covid-19

17. Kepulauan Riau ada tujuh pasien Covid-19 dan satu orang meninggal

18. Nusa Tenggara Barat ada enam orang positif Covid-19 dengan peningkatan jumlah dua orang dari sebelumnya hanya empat orang

19. Sumatera Selatan ada lima orang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan dua orang dinyatakan meninggal dunia

20. Sumatera Barat ada delapan terkonfirmasi positif Covid-19.

21. Sulawesi Utara ada tiga orang terkonfirmasi positif Covid-19. Ad penambahan satu orang dari sebelumnya hanya dua orang saja

22. Sumatera Utara ada 22 orang positif Corona. Mengalami peningkatan dua orang dari hari sebelumnya yang hanya 20. Sudah ada tiga korban meninggal dunia

23. Sulawesi Tenggara ada tiga orang terkonfirmasi positif Covid-19

24. Sulawesi Selatan ada 66 terkonfirmasi positif Corona. Angka tersebut mengalami lonjakan 15 orang dari sebelumnya hanya 51 saja. Sudah ada lima orang dinyatakan meninggal karena virus ini

25. Sulawesi Tengah ada dua orang dinyatakan positif Covid-19.

26. Lampung ada delapan orang dinyatakan terinfeksi virus Corona

27. Riau ada tiga orang terkonfirmasi positif Covid-19

28. Maluku Utara ada satu orang terkonfirmasi positif Corona

29. Maluku ada satu orang terinfeksi virus Corona

30. Papua Barat ada dua orang dinyatakan positif Covid-19 dengan satu orang meninggal dunia.

31. Papua ada sepuluh orang terinfeksi virus Corona

32. Sulawesi Barat ada satu orang terinfeksi virus Corona.


loading…




Sumber liputan6.com
https://m.liputan6.com/news/read/4216949/1677-positif-corona-di-indonesia-tersebar-di-32-provinsi




Data Per 1 April 2020: Total Sumbangan Masyarakat untuk Penanganan Corona Rp 66,5 Miliar

ARB INdonesia, JAKARTA – Juru bicara pemerintah untuk virus Corona Covid-19, Achmad Yurianto, mengucapkan bersyukur atas kepedulian masyarakat, terlebih kepada Satuan Gugus Tugas dalam menangani pandemi ini.

“Kami bersyukur bahwa kepedulian masyarakat baik secara individu maupun kelompok telah mendonasikan lebih dari Rp 66,5 miliar sampai saat ini kepada rekening gugus tugas dalam rangka untuk menangani permasalahan ini secara komprehensif,” kata Yurianto di Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Dia menegaskan, pekerjaan ini memang melibatkan banyak pihak. “Ini sudah melibatkan 5 ribu petugas kesehatan yang terjun di tengah-tengah masyarakat untuk melakukan penyelidikan epidemiologi,” kata Yurianto.

Adapun sejumlah alat untuk rapid test juga sudah didistribusikan ke seluruh dinas Provinsi.

“475.200 kits untuk rapid test telah didistribusikan ke seluruh dinas provinsi untuk digunakan screening awal didalam kaitan penanganan untuk menemukan kasus positif di dalam rangka memutus rantai penularannya,” pungkas dia.

103 Pasien Dinyatakan Sembuh

Sebelumnya Yurianto memaparkan, sebanyak 157 orang meninggal dunia dari jumlah tersebut. Sementara itu, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dan negatif dari virus Corona Covid-19 juga bertambah.

Sampai dengan saat ini, sebanyak 103 pasien sudah dinyatakan sembuh dan negatif dari Corona Covid-19.

“Kasus sembuh bertambah 22 orang, sehingga total menjadi 103 orang,” ujar Yurianto dalam konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Penambahan kasus Corona Covid-19 ini terhitung terhitung sejak pukul 12.00 WIB pada Selasa, 31 Maret hingga hari ini pukul 12.00 WIB.

Sumber liputan6.com
https://m.liputan6.com/news/read/4216919/data-per-1-april-2020-total-sumbangan-masyarakat-untuk-penanganan-corona-rp-665-miliar




KJRI Jeddah Pastikan Persiapan Haji Jalan Terus

Hingga saat ini belum ada keputusan penundaan pelaksanaan haji 2020 oleh Kerajaan Arab Saudi. Persiapan terus dilakukan sambil menunggu perkembangan pandemi virus corona jenis baru, Covid-19. Foto/Dok. SINDOnews


ARB INdonesia, JAKARTA – Konsul Jenderal (Konjen) Republik Indonesia di Jeddah, Arab Saudi, Eko Hartono memastikan hingga saat ini belum ada keputusan penundaan pelaksanaan haji 2020 oleh Kerajaan Arab Saudi. Persiapan terus dilakukan sambil menunggu perkembangan pandemi virus corona jenis baru, Covid-19.


“Belum ada (keputusan resmi penundaan haji),” kata Eko Hartono dalam pesan singkatnya kepada media Rabu (1/4/2020).


Menurut Konjen, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Muhammad Saleh Benten hanya menyampaikan bahwa negara-negara yang mengirimkan jamaah haji diminta untuk tidak membuat kontrak-kontrak terkait penyelenggaraan haji. Mereka diminta bersabar sambil menunggu perkembangan Covid-19 yang kini telah menjadi pandemi global.


“Persiapan dari Saudi dan KJRI (Jeddah) jalan terus. Hanya memang tidak sampai teken kontrak,” tutur Konjen.


Konsul Haji KJRI Endang Jumali. Menurutnya, Pemerintah Arab Saudi hanya meminta Kantor Urusan Haji untuk menunda pelaksanaan kontrak-kontrak yang bersifat finansial, seperti hotel, angkutan darat, dan udara bagi jamaah haji.


Merujuk undang-undang haji Arab Saudi (Taklimatul Hajj), kata Endang, pembayaran kontrak-kontrak pendukung pelaksanaan ibadah haji dimulai bulan Sya’ban sebagai syarat pemaketan visa. Namun karena ada kebijakan baru, maka proses kontrak sementara dihentikan seluruhnya. “Iya (proses kontrak saat ini dihentikan), termasuk belum ada pembayaran,” ujarnya.


Sebelumnya diberitakan bahwa Kerajaan Arab Saudi meminta umat Islam di seluruh dunia menunda dulu rencana pergi ke Makkah dan Madinah untuk menunaikan ibadah haji. Umat Islam diminta sabar menunggu kejelasan dari pemerintah Saudi yang berharap wabah COVID-19 segera berakhir.


Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Mohammad Saleh Benten dalam disiarkan stasiun televisi pemerintah, Selasa (30/3/2020) mengatakan, Kerajaan Arab Saudi siap melayani para jamaah dalam hal apa pun, tetapi prioritasnya adalah keselamatan umat Islam.


“Umat Islam harus menunggu sebelum membuat rencana berhaji sampai ada kejelasan lebih lanjut tentang virus corona,” tulis surat kabar Asharq Al-Awsat, Rabu (1/4/2020), mengutip Mohammad Benten.


Sumber sindonews.com
https://nasional.sindonews.com/read/1575052/15/kjri-jeddah-pastikan-persiapan-haji-jalan-terus-1585723468