Berkumpul Kumpul ditengah Pandemi Covid19, puluhan warga Kandis Diamankan Polisi

ARBindonesia.com, Siak – Polres Siak mengamankan 77 orang yang kedapatan masih berkumpul di area publik walau ada imbauan untuk jaga jarak dengan sesama ditengah pandemi Covid – 19 saat ini.


Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya,SH, SIk, MIk mengatakan, 77 orang ini diamankan lantaran tidak mengindahkan seruan jaga jarak atau social distancing, Sabtu (18/4/2020) malam.


AKBP Doddy menambahkan, 77 orang tersebut diamanakan dalam razia yang dilakukan Polres Siak pada hari Jumat Sabtu dari pukul 21.50 – 23.00 WIB. Sebanyak 84 personel gabungan TNI Polri dan Satpol PP dikerahkan dalam razia yang meliputi wilayah Kandis tersebut.


“Sesuai informasi yang kami terima masih banyak anak-anak muda dan orang dewasa yang saat ini masih berkumpul-kumpul pada malam hari. Untuk kali ini kami hanya mendata dan memberikan pengarahan bahwasanya tidak diperbolehkan lagi berkumpul kumpul, sebagai upaya untuk memutus mata rantai virus corona. Dan kami dari jajaran TNI dan Polri akan terus melakukan himbauan serta penindakan apabila masih ada ditemukan warga yang masih berkumpul kumpul. ” ucap AKBP Doddy.


Lebih lanjut dia menyampaikan, lokasi patroli dilakukan disepanjang jalan lintas Pekanbaru-Duri, mulai dari Km 71 hingga ke Km 79 kelurahan Kandis Kota. Jumlah kendaraan yang diamankan sebanyak 11 unit kendaran roda dua. Dan jumlah warga yang dibawa ke Polsek Kandis sebanyak 74 pria dan 3 orang wanita.


Dalam kesempatan itu Bupati Siak Alfedri mengapresiasi tindakan yang dilakukan oleh jajaran Polres Siak, sebagai upaya untuk memutus mata rantai sekaligus bentuk rasa sayang pemerintah kabupaten Siak kepada masyarakat akan bahayanya dan agresifnya virus corona tersebut.


“Kegiatan ini kami lakukan karena kami sayang kepada seluruh masyarakat kabupaten Siak, oleh karena itu kami harapkan adik-adik semua mengikuti imbauan dan sosialiasi dari pemerintah” sebut Alfedri.


Alfedri menerangkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menimbulkan kesadaran masyarakat agar membatasi aktivitasnya sampai puluk 21.00 WIB dan menghindari keramaian-keramaian serta social distancing.


“Kita tidak menjadikan petugas kesehatan menjadi garda terdepan melainkan masyarakatlah yang menjadi yang terdepan untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini. Sehingga penyebarannya bisa diatasi dan mudah-mudahan tidak ada lagi korban-korban berjatuhan”.tegas Alfedri


“Kami berharap kepada adik-adik semua juga ikut membantu dan menyampaikan pesan ini kepada keluarga dan teman-teman lainnya.” tutupnya. (rls/Humas Polres Siak)




6 Perawat Diduga Diintimidasi dan Diusir dari Kos Gara-gara Corona

Foto Ilustrasi, alinea.id


ARBindonesia.com, PALEMBANG – Menyedihkan nasib yang dialami enam perawat yang bertugas di Rumah Sakit Siloam Palembang diduga mendapat intimidasi dari oknum pihak Kelurahan Sungai Pangeran, Kecamatan Ilir Timur I, dan diusir dari tempat kosnya. Alasanya, satu di antara perawat itu terindikasi COVID-19, Minggu (19/4/2020).

Bahkan, kabar dugaan pengusiran perawat ini pun sempat viral di masyarakat Kota Palembang setelah diunggah oleh sejumlah akun publik di Instagram. Menanggapi hal itu, Direktur Medik dan Pelayanan RS Siloam Palembang, dr Anton Suwindro, membenarkan ada enam perawat yang kini dievakuasi untuk tinggal sementara di rumah sakit.

“Iya laporan yang saya terima, mereka ini tinggal di satu tempat kos yang sama,” katanya

Anton menjelaskan, memang beberapa hari lalu RS Siloam melakukan swab test internal ke semua tenaga medis, dan hasilnya ada beberapa di antaranya yang terindikasi corona. Termasuk satu di antara enam perawat tersebut.

“Memang ada satu perawat yang kos di tempat itu terindikasi positif (corona) dan sudah diminta melakukan isolasi diri. Peristiwa itu sendiri terjadi Sabtu (18/4) saat itu pemilik kos mereka ini menyampaikan pesan dari pihak kelurahan,” terangnya.

Ditambahkan Anton, pesan tersebut intinya meminta semua perawat yang kos di tempat itu melakukan isolasi mandiri dan tidak diperkenankan bekerja. Namun, jika ingin tetap bekerja maka sementara agar tidak pulang dulu ke tempat kos mereka.

“Nah, dari sana mungkin terjadi miskomunikasi, sehingga masalah ini kemudian menyebar ke masyarakat sekitar daerah itu dan mereka diusir dari tempat kosnya.” jelasnya.

saat ini, para perawat itu sementara waktu sudah dievakuasi di rumah sakit, dan manajemen rumah sakit juga sudah mempersiapkan hotel untuk tempat tinggal sementara mereka.

“Atas peristiwa ini, kami juga menyampaikan agar masyarakat jangan menaruh stigma negatif terhadap tenaga medis maupun pasien yang terindikasi corona. Ubahlah dengan suatu hal yang positif seperti saling memberikan dukungan dan mendoakan.” harapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa, mengatakan telah meminta keterangan pihak kelurahan setempat terkait peristiwa tersebut.

Dikatakan Dewa, berdasarkan keterangan lurah, awalnya mendapat informasi tekait pasien terindikasi corona yang berada di daerahnya. Kemudian, lurah terkait menghubungi ketua RT setempat untuk mencari alamat yang dimaksud.

“Nah lurahnya itu meminta ketua RT untuk ke lokasi, kemudian ternyata di lokasi itu tidak hanya satu perawat yang dimaksud, tapi ada lima perawat lain yang kos di tempat itu,” katanya.

Kemudian, ketua RT yang bersangkutan meminta agar para perawat itu untuk melakukan isolasi mandiri agar warga sekitar tidak resah. Tapi perawat yang lain tenyata tidak menjalankan pesan yang dimaksud. Akibatnya  terjadi kesalahpahaman dengan warga setempat.

“Jadi tidak benar kalau ada info pihak kelurahan melakukan pengusiran kepada mereka. Masalah ini sebenarnya karena ada kesalahpahaman antara mereka dengan warga disekitar,” pungkasnya.

sumber Sindonews.com




Bupati Inhil Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk 2 Kecamatan

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan menyalurkan ratusan paket sembako untuk 2 (dua) kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir, Minggu (19/4/2020) Tembilahan.


2 kecamatan tersebut adalah Kecamatan Kuala Indragiri dan Kecamatan Enok. Masing-masing kecamatan mendapat 100 paket sembako untuk kemudian dibagikan kepada warga setempat yang tergolong kurang mampu.


Menurut Bupati, penyaluran sembako bertujuan untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 di wilayah Kabupaten Inhil.


“Hari ini kita telah menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada masyarakat. Tujuannya, tentu untuk sedikit meringankan beban masyarakat kita di tengah guncangan kebijakan terkait Covid-19 belakangan ini,” tutur Bupati yang didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin.


Bupati mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Inhil beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Inhil, saat ini tidak hanya fokus pada tahap pencegahan, namun juga pada dampak sosial ekonomi masyarakat.


“Dalam hal pemberian bantuan, saat ini kita memang memrioritaskan masyarakat kita yang kurang mampu,” tutur Bupati.


Bupati berharap, bantuan paket sembako tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat kurang mampu terdampak Covid-19 di Kabupaten Inhil.


Sebelumnya, diketahui terdapat 4 Kecamatan yang telah menerima bantuan paket sembako, diantaranya Kecamatan Tembilahan, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kecamatan Batang Tuaka dan Kecamatan Tempuling.
(Diskominfops/ Gugus Tugas Covid-19 Inhil)


Editor arb




Dikira Burung, Seorang Anak Ditembak Sang Ayah Pakai Senapan Angin Hingga Meninggal

ARBindonesia.com, KALTIM – Nasib nahas dialami SR (14), warga Desa Teluk Nibung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Anak baru gede alias ABG ini meregang nyawa setelah ditembak sang ayah memakai senapan angin.


Pelaku berinisial YKB saat ini masih diperiksa anggota Polsek Batu Ampar. Pelaku diamankan tak lama setelah peristiwa itu terjadi pada Kamis (16/4) sore.


“Anggota kita di Polsek Batu Ampar telah mengamankan tersangka Ykb yang menembak anaknya sendiri dengan menggunakan senapan angin,” kata Kapolres Kubu Raya AKBP Yani Permana, di Sungai Raya. Dikutip Antara, Sabtu (18/4).


Dia mengatakan, saat ini pihak kepolisian di Batu Ampar sedang memproses kasus tersebut untuk menggali informasi lebih jauh dari tersangka. Namun, berdasarkan keterangan tersangka Ykb sementara ini, mengatakan bahwa dirinya menembak anaknya karena mengira anaknya itu adalah burung.


“Kronologi kejadian penembakan terhadap anak di bawah umur ini sekitar pukul 17.30 WIB, pada waktu itu korban sedang berada di atas pohon memasang perekat burung. Saat memasang perangkap burung itulah, bapaknya ini menyangka anaknya adalah burung yang sedang bertengger di atas pohon,” katanya pula.


Tersangka lalu buru-buru mengambil senapan angin dan menembaknya dari bawah. Akibat tembakan tersebut, anaknya kemudian terjatuh dan meninggal dunia.


Namun, saat tertembak itu, anaknya berteriak, sehingga dirinya baru sadar kalau yang ditembak itu adalah anaknya sendiri. Ykb kemudian cepat memanggil istrinya untuk memberikan pertolongan, namun anaknya tidak tertolong dan meninggal dunia.


“Tersangka kemudian menyerahkan diri ke Polsek Batu Ampar dan langsung kami proses,” kata Yani.


Ia melanjutkan bahwa pelaku saat ini tengah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dan pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku.


“Pelaku akan kami kenakan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan akan dilapis dengan UU Perlindungan Anak, karena korban merupakan anak di bawah umur,” katanya lagi

Sumber merdeka.com




Buruan Daftar, Ada Lowongan Kerja untuk Dokter Umum di RS 3M Plus

ARBindonesia.com, TEMBILAHAN – Rumah sakit 3M Plus membuka lowongan kerja atau Open Recruitment Dokter Umum (Non Spesialis).


Adapun kualifikasinya:
– Usia Maksimal 35 Tahun
– Memiliki STR Defenitif (Bukan STR Intership)
– Diutamakan yang memiliki sertifikat ACLS /ATLS/FCCS
– Minimal Pengalaman Kerja Satu Tahun
– Bisa Bekerjasama dengan TIM
– Berorientasi Pada Pelayanan


Persyaratan /Berkas Lamaran :
– Foto 4×6 (2 Lembar)
– Fotocopy KTP
– Surat Lamaran
– Curicculum Vitae
– Fotocopy Ijazah (Profesi) Legalisir
– Transkip nilai
– Fotocopy Uji Kompetensi Nasional
– Fotocopy Surat Tanda Registrasi
– Fotocopy SIP yang Masih Berlaku (Jika Ada)


Tes :
– Wawancara
– Psikotes
– Keterampilan


Nahh, bagi Anda yang ingin memasukkan surat lamaran, silahkan langsung ke RS 3M Plus Jalan Lingkar II, No 11-13, Tembilahan, Inhil, Riau.


Atau menghubungi :
Telepon : (0768) 2501035
Handphone : 085271374484 / 081292091119.


Tidak ada batas terakhir pengiriman berkas. Lebih cepat lebih baik. Jadi tunggu apalagi? (*)




Bupati Inhil Serahkan Bantuan di Batang Tuaka dan Tempuling

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan, menyerahkan bantuan paket sembako kepada masyarakat di Kecamatan Batang Tuaka dan Tempuling, Sabtu (18/04/20).


Sejumlah paket sembako tersebut diserahkan Bupati secara simbolis kepada Camat Batang Tuaka Marfoyanto dan Camat Tempuling Ridwan dan kemudian akan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima.


Bupati Inhil berpesan kepada Camat agar menyerahkan bantuan tersebut kepada masyarakat yang berhak menerimanya.


“Seperti masyarakat yang tidak menerima bantuan dari sumber lain seperti PKH maupun dari yang lainnya,” lanjut Bupati.


Saat dikonfirmasi secara terpisah, Camat Tempuling Ridwan menuturkan, kepada masyarakat yang akan menerima bantuan tentunya sesuai dengan arahan Bupati Inhil.


“Seperti masyarakat yang tidak menerima bantuan PKH dan Bansos lainnya, berhak menerima bantuan ini. Insyaallah segera akan kami arahkan bantuan ini ke masyarakat,” tuturnya.


Menimpali hal tersebut, Camat Batang Tuaka juga berkomentar bahwa bantuan sebanyak 100 paket kepada masyarakat Batang Tuaka ini akan disalurkan untuk masyarakat yang benar-benae membutuhkan.


“Tentunya diharapkan, bantuan 100 paket untuk 100 kepala keluarga di Kecamatan Batang Tuaka tepat sasaran. Masyarakat yang menerima bantuan tersebut sebelumnya tidak mendapatkan bantuan PKH dan Dana Bantuan lainnya,” ujarnya. (Jun/Mlc/Media Sakti Grub)