Milad Inhil ke 55 Tahun, Rapat Paripurna akan Digelar dengan Menerapkan Protokol Kesehatan

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir akan melaksanakan rapat Paripurna dalam rangka Milad Inhil ke-55, Minggu (14/6/2020).


Namun berbeda dari biasanya, kali ini rapat Paripurna Istimewa tersebut akan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan terkait Covid-19.


“Mulai dari penyusunan tata letak kursi yang diberi jarak 1,5 Meter, dan jumlah undangan yang disebarkan juga hanya 140. Semua berdasarkan rekomendasi Tim protokol kesehatan covid 19 Kabupaten Inhil,” terang Setwan DPRD Inhil Indra Yepi Rais


Tidak hanya itu, Panitia juga menyiapkan tempat cuci tangan, pengukur suhu, serta menyediakan masker.


“Semua tamu undangan yang masuk ke gedung DPRD wajib menggunakan masker,”imbuhnya. (Arb)




Problematika Orang Tua dan Anak saat Sekolah di Masa New Normal

ARBindonesia.com – Tantangan utama dalam menghadapi masa pandemi adalah bertahan hidup, dan tantangan dalam menghadapi kehidupan yang baru adalah pembiasaan dan regulasi yang memadai.


Begitulah polemik dalam menjalani proses pembelajaran dan pendidikan bagi anak-anak sekolah.


Pada kesempatan kali ini dalam menjawab keluh kesah para orang tua, Kovid Psikologi kembali menggelar seminar nasional dengan mengangkatkan topik tentang Problematika Orang Tua dan Anak Kembali Sekolah di Masa New Normal .


Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 12 Juni 2020 melalui aplikasi virtual Zoom yang dapat diakses streaming via Youtube di akun Kovid Psikologi Channel.


Menghadirkan beberapa narasumber untuk memperbincangkan seputar permasalahan tersebut yaitu Dr. Muhammad Hasbi, M.Pd selaku Direktur PAUD Kemendikbud meninjau kebijakan pemerintah tentang sekolah di masa New Normal, Retno Listyarti, M.Si selaku komisioner KPAI meninjau perlindungan hak pendidikan anak di masa New Normal, dr. Kurniawan Taufiq Kadafi, Sp.A (K), M.Biomed selaku Satgas Covid-19 IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) meninjau kembali sekolah menurut kajian IDAI, dan Yulita Kurniawaty Asra, M.Psi, Psikolog, meninjau kesiapan orang tua mendampingi anak kembali sekolah di masa New Normal.


Kondisi pandemi yang dialami hampir seluruh dunia menyebabkan kecemasan yang luar biasa bagi orang tua. Kondisi yang memaksa orang tua berfikir ekstra demi memastikan anak-anak mereka dapat tetap tumbuh sehat sesuai dengan kebutuhan mereka, mendapatkan pendidikan yang layak namun tetap aman dan terhindar dari bahaya penularan virus covid 19.


Tidak sedikit orang tua yang begitu khawatir dan ragu akan kesiapan pihak sekolah dalam menghadapi new normal yang dicanangkan pemerintah, ragu melepas kembali anak-anak mereka ke sekolah meski menyadari belum efektifnya pembelajaran jarak jauh terutama pada daerah-daerah terpencil.


“Kebijakan mengenai Kembali ke sekolah di mana New Normal bukan hanya kewenangan Kemendikbud tetapi keputusan bersama berdasarkan pertimbangan-pertimbangan dan masukan dari berbagai pihak yang berwenang, “ ungkap Direktur Paud Kemendikbud.


Ia juga menegaskan bahwa sampai saat ini pemerintah belum ada menggumumkan masuk sekolah walaupun di daerah-daerah sudah ada Dinas Pendidikan yang mengeluarkan surat edaran tentang dibukanya kembali sekolah.


Terkait dengan kebijakan pemerintah mengenai Sekolah di masa new normal, Komisi Perlindungan Anak Indonesia memberikan rekomendasi berdasarkan hasil survey jika sekolah kembali di buka, yaitu :


Lakukan test PCR untuk tenaga pendidikan, tenaga kependidikan dan peserta didik.


Ketika sekolah dibuka, harus ada protocol kesehatan covid 19 untuk satuan pendidikan dan protocol tersebut harus dibuat sesuai jenjang, mulai dari jenjang TK-SMA/SMK karena situasi dan kondisi anak di masing-masing jenjang pendidikan berbeda-beda.


Komite Sekolah harus mengecek dan kesiapan para guru dan sarana di sekolah apakah sudah siap, diantaranya: desinfektan, wastafel dengan air mengalir dan sabun, pengaturan tugas guru mengatur murid-murid ketika datang atau pulang tidak saling bermain.


Guru dan murid yang demam, batuk pilek diare harus berobat dulu dan di istirahat 3-5 hari, pengaturan jumlah, jarak dan posisi meja kursi agar anak tidak saling mendekat didalam kelas, pembatasan dengan tali antara kursi-kursi atau tempat duduk siswa, agar anak-anak tidak berjalan-jalan dan saling mendekat di dalam kelas.


Orangtua siswa dan para siswa sudah disosialisasikan protokol kesehatan covid 19 oleh pihak sekolah dan atau komite sekolah agar ada persepsi yang sama terutama dalam menyiapkan budaya baru atau perilaku baru di sekolah di masa new normal.


Jika sekolah belum siap, sebaiknya menunda buka sekolah.


Mengedukasi orang tua siswa agar melatih dan menyiapkan anak-anaknya dalam menjalan protokol kesehatan covid yaitu dengan cara masker yang sesuai dengan ukuran wajah anak dalam jumlah cukup, melatih anaknya membiasakan memakai masker terus menerus selama beberapa jam, melatih anaknya segera cuci tangan dengan benar ketika baru sampai sekolah, sebelum pulang dan sampai dirumah.


Melatih anak tidak berdekatan dengan orang lain, Jika orangtua belum siap maka tunda sekolah di buka.


Pembukaan sekolah harus bertahap dimulai dari jenjang pendidikan yang tertinggi yaitu SMA/SMK/sederajat.


Jika SMA/SMK patuh protokol kesehatan Covid 19 lanjut pada tingkat SMP.


Jika SMP patuh lanjut SD kelas 4,5, dan 6.
Jika SD kelas 4, 5 dan 6 patuh lanjut buka kelas 1, 2, dan 3.


Jika kelas 1, 2 dan 3 patuh lanjut buka PAUD/KB/TK.


Rekomendasi KPAI yang disampaikan oleh Retno Listyarti, M.Si tersebut senada hal nya dengan kajian Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang di sampaikan oleh dr. Kurniawan Taufiq Kadafi, Sp.S (K), M. Biomed, seperti ini anjuran IDAI:


IDAI mendukung dan mengapresiasi kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menjadikan rumah sebagai sekolah dan melibatkan peran aktif siswa, guru dan orang tua dalam proses belajar mengajar.


IDAI menganjurkan agar kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan melalui skema pembelajaran jarak jauh (PJJ) baik secara dalam jaringan maupun luar jaringan, menggunakan modul belajar dari rumah yang sudah disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


Anjuran melanjutkan PJJ ini akan dievaluasi secara berkala mengikuti perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia. Dengan mempertimbangkan antisipasi lonjakan kasus kedua, sebaiknya sekolah tidak dibuka setidaknya sampai bulan Desember 2020.


Pembukaan kembali sekolahsekolah dapat dipertimbangkan jika jumlah kasus COVID-19 telah menurun.


Apabila sudah memenuhi syarat epidemiologi untuk kembali membuka sekolah, maka IDAI menghimbau agar semua pihak dapat bekerja sama dengan cabang-cabang IDAI sesuai dengan area yang sudah memenuhi syarat pembukaan. Perencanaan meliputi kontrol epidemi, kesiapan sistem layanan kesehatan dan sistem surveilans kesehatan untuk mendeteksi kasus baru dan pelacakan epidemiologi.


Untuk keperluan ekstrapolasi data secara akurat maka IDAI menyarankan agar pemerintah dan pihak swasta melakukan pemeriksaan rt-PCR secara masif (30 kali lipat dari jumlah kasus konfirmasi COVID-19) termasuk juga pada kelompok usia anak.


Sebagai wujud antisipasi kita bersama juga menyikapi dengan bijak keadaan polemik yang tidak semua orang dapat mengikuti peraturan dan melakukan pengawasan, maka mengenai problematika orang tua dan anak kembali sekolah di masa new normal sangat patut direnungkan oleh para orang tua selaku unit terkecil dari masyarakat dan juga pemerintah beserta kelembagaan yang menaungi sebagai pemangku kendali sosial di Negeri ini.


Psikolog Klinis Anak Yulita Kurniawaty Asra, M.Psi., Psikolog menegaskan bahwa orang tua harus memiliki kesiapan dalam mendampingi anak dengan memahami perkembangan kognitif, fisik dan aspek psikologis secara utuh.


Diakhir seminar, Cahaya Makbul, S.Psi selaku moderator menyimpulkan bahwa semua narasumber setuju untuk melakukan evaluasi sistem pembelajaran di masa new normal sebelum kembali mengambil keputusan untuk melanjutkan daring ataupun luring.


“Kovidpsikologi akan terus melakukan edukasi dalam bentuk program seminar nasional online. Hal ini satu langkah pertama untuk bersama-sama saling menguatkan dan memberi manfaat kepada sesama manusia. Tentunya, dengan itu semua kembali dikonvensikan sebagai amal ibadah kita kepada Allah SWT,” tutur Cahya Maqbul.


(Tim Kovid Psikologi)




Bawaslu Kampar Terapkan Work From Home

ARBindonesia.com, KAMPAR – Menindaklanjuti Surat Edaran Bawaslu RI Nomor: 0108/BAWASLU/SJ/OT.03/VI/2020 tentang penyesuaian sistem kerja dalam tatanan normal baru bagi pegawai di lingkungan Sekretariat Jendral Bawaslu.


Sekretariat Bawaslu/Panwaslu Provinsi, dan Sekretariat Bawaslu/ Panwaslu Kabupaten/Kota tanggal 5 Juni 2020, Bawaslu Kabupaten Kampar Kembali melalukan sistem di lingkungan sekretariat Bawaslu Kabupaten Kampar dengan sistem Kerja Work From Home.


Realisasi SE.0108 tersebut, akan dilaksanakan pada Minggu ini setelah disepakati usai pertemuan di lingkungan Sekretariat Bawaslu Kabupaten Kampar, Senin (08/06/2020) di Kantor Bawaslu Kabupaten Kampar, jalan HR. Soebrantas Bangkinang Kota.


Pertemuan  yang dipimpin langsung Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Kampar, Yarno Arsyid, SE, M.Si, disepakati dalam melaksanakan Tugas Kedinasan, Staf Bawaslu akan menerapkan sistem Work Form Home atau staf bekerja dari rumah.


Kendati demikian, pelaksanaan tugas-tugas kedinasan di lingkungan Sekretariat Bawaslu Kabupaten Kampar tetap dillaksanakan seperti biasa dengan menerapkan sistem piket setiap hari kerja di lingkungan Bawaslu Kampar (Work From Office).


“Walaupun staf bekerja dari rumah namun secara kedinasan tetap saling melakukan komunikasi terkait kinerja sesuai Tupoksi masing-masing yang telah dibagi dan telah disepakati,” mintanya.


Yarno sampaikan, sesuai dengan SE. 0108 bahwa bagi staf di lingkungan Bawaslu yang memiliki riwayat penyakit penyerta seperti Diabetes, Jantung,  Hipertensi, Gangguan Paru/Asma/TBC atau gangguan ginjal dapat melaksanakan tugas secara Work From Home atau bekerja dari rumah secara penuh.


Yarno juga mengatakan, ketentuan di atas juga termasuk bagi staf di lingkungan Bawaslu Kabupaten Kampar, yang sedang hamil dan ibu yang menyusui termasuk staf yang menggunakan transportasi massal dengan melaksanakan tugas kedinasan dari rumah masing-masing.


“Satu hal yang saya tegaskan, bagi staf yang melaksanakan tugas kedinasan di rumah, tetap mengaktifkan Handphone selulernya sehingga apabila terdapat kondisi urgent dapat dihubungi,” minta Yarno.(***/FDr/Zf)




Gugus Tugas Covid 19 Inhil Kembali Terima Bantuan Paket Sembako dari Sambu Grub

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Kateman kembali menerima bantuan dari PT.Pulau Sambu Guntung


(PSG) untuk masyarakat terdampak covid-19.
Camat Kateman, Kamaren, S.Sos menyebut bahwa bantuan tersebut berupa paket beras yang mana tiap paketnya berisi 5 Kg beras.


“Alhamdulillah, hari ini kita kembali menerima bantuan dari PT. PSG berupa paket beras yang akan disalurkan kepada 2.375 KK,” sebutnya, Selasa (09/06/2020).


Lanjutnya, Kamaren, S.Sos menjelaskan bahwa bantuan tersebut akan diberikan kepada warga kecamatan kateman yang belum mendapat bantuan baik itu berupa BLT-DD, BST, Sembako ADD, PKH, serta BPNT.


“Bantuan ini nantinya akan di salurkan tiap ke Desa/Kelurahan yang belum mendapat bantuan,” jelasnya.


Tambahnya, Serah Terima bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh kepala desa atau Lurah se-kecamatan Kateman.


Lebih lanjut, Kamren, S.Sos menyebut bahwa selama kegiatan berlangsung, kondisi berjalan dengan aman dan lancar.


“Dalam kegiatan tersebut kita tetap menjalankan protokol kesehatan covid-19 seperti menggunakan masker, menjaga jarak aman, serta mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktifitas,” ungkapnya. (rl)




Dua Orang Pelajar MAN 1 Tembilahan Tewas dalam Kecelakaan di Kritang

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR –  Dua orang pelajar MAN 1 Tembilahan tewas dalam insiden kecelakaan di jalan Kerutang Kecamatan Kemungkinan, Selasa (9/6/2020).t


Korban diketahui bernama Fitri dan Arijal ini berboncengan melintasi Jalan Keritang dari Tembilahan menuju Air terjun bersama rekan- rekannya.


Naas nya,  tiba di TKP korban bertabrakan dengan kendaraan jenis roda empat hingga membuat kedua muda-mudi ini terpental ke aspal.


Sang wanita diketahui meninggal ditempat. Sedangkan pengemudi meninggal saat menuju Puskesmas.


Kapolsek Kemuning Kompol Benherdi saat dikonfirmasi membenarkan adanya kecelakaan maut tersebut.


“Iya benar, tapi sekarang masih dalam proses olah TKP, ” singkatnya.


Hingga berita ini dirilis belum diketahui kronologi terkait kecelakaan maut tersebut.  (Tpoy)




Ditinggal Pemilik Pergi, Satu Unit Ruko di Sungai Guntung Habis Terbakar

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Ditinggal pemilik pergi,  satu unit ruko spare part atau alat mesin di Jalan Gajah Mada,  Sungai Guntung,  Kateman,  Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) habis terbakar.


Musibah kebakaran yang sempat membuat panik masyarakat sekitar terjadi,  Selasa (9/6/20) siang.


Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sedangkan kerugian ditafsirkan kurang lebih 200 juta rupiah.


Masyarakat sekitarpun berbondong-bondong menyaksikan kebakaran itu. Bahkan tak sedikit yang mengabadikan melalui handphone.


Namun banyak juga warga membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.


Pemadam Kebakaran (Damkar)  dengan sigap melakukan pemadaman. Sehingga api cepat padam sehingga tidak merambat ke yang lainnya.


Danramil 06 Kateman Kapten Inf Iwan Andoko saat dikonfirmasi membenarkan adanya musibah kebakaran tersebut.


Dikatakannya,  satu ruko milik Apun (43) yang terbakar. Saat kejadian pemikik ruko Berhasil Jaya tersebut sedang berada di luar daerah.


“Tidak ada korban jiwa akibat musibah kebakaran itu, an api sudah berhasil dipadamkan”paparnya.


Sementara musibah kebakaran ini masih dalam proses penyelidikan Polsek Kateman. (Tapoy)