Bupati Inhil Sambut Baik Kunker Anggota DPD RI Komite II

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menyambut baik atas kunjungan kerja (Kunker) Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Komite II Riau, Edwin Pratama Putra, Senin (10/8/2020).


Dalam pertemuan yang digelar di rumah Dinas Bupati Inhil, HM Wardan didampingi oleh Wakil Bupati H Syamsuddin Uti, PLT Sekda Drs Fauzar, dan pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Inhil.


Pada pertemuan tersebut, HM Wardan berharap kepada Anggota DPD RI dari Riau turut juga memperhatikan kondisi pembangunan di Kabupaten Inhil yang merupakan bagian dari Provinsi Riau.


“Inhil merupakan kabupaten terluas yang belum pernah dilakukan pemekaran, dan penduduknya sebagian besar adalah petani kelap,” tutur Bupati Inhil.


Ketergantungan masyarakat terhadap kelapa sangat tinggi, sehingga hal ini dapat menyebabkan geliat ekonomi.


“Kelapa ini harganya sering mengalami naik turun. Berbagai upaya telah pemda lakukan untuk memperbaiki hal ini,” imbuh HM Wardan.


Lebih lanjut Bupati Inhil 2 Periode juga menyampaikan bahwa infrastruktur yang dimiliki Pemkab Inhil berupa 2 pelabuhan samudera, bandara, dan kondisi jalan.


“Dengan kedatangan pak Edwin kami mengadu mengenai potensi Inhil. Perlu juga diketahui, semenjak dari periode pertama saya menjadi Bupati, saya fokus membangun infrastruktur di Inhil dengan berbagai program, yaitu DMIJ, dan untuk membangun spiritual kita membuat program Magrib mengaji,” paparnya.


“Potensi yang dimiliki Inhil banyak sekali yang bisa dikembangkan, baik perikanan, maupun dibidang perkebunan,” tambahnya.


Sementara itu, anggota DPD RI Komite II Riau, Edwin mengaku siap menerima aspirasi pemerintah daerah Kabupaten Inhil.


Selian itu ia juga mengapresiasi atas program DMIJ Plus Terintegrasi dan berharap semoga hal itu bisa terus berkelanjutan kedepannya. (*)




EDCCASH Inhil Taja Seminar Edukasi Aset Digital

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Ratusan mitra EDCCASH Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ramai mengikuti seminar Edukasi Aset Digital EDCCASH, Minggu siang (9/8/2020) di Hotel Top 5 Tembilahan.


Kegiatan yang di pandu oleh MC Kojim, S. Pd. M.A.P tersebut, tampak antusias dan penuh semangat.


Ketua Panitia Pelaksana Yogie Ginandjar mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan acara perdana yang pernah digelar di Inhil.


“Acara ini kita laksanakan bertujuan untuk mengenal lebih dekat bagaimana sistem dalam pengelolaan aset uang digitalnya melalui aplikasi EDCCASH,” terangnya saat diwawancarai awak media.


Selain itu, Yogie juga menyampaikan acara tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah seperti Kecamatan Kempas, Bayas, Rumbai Jaya, dan dari Rengat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), serta kalangangn masyarakat Inhil lainnya.


“Sekitar 150 Peserta, 50 orang diantaranya mitra dan 100 orang lainnya masyarakat atau calon mitra,” papar Ketua Panitia Pelaksana Yogie Ginandjar yang juga merupakan Koordinator Area Tembilahan Kota.


Sementara itu, Jomangin selaku leader EDC Cash di Kabupaten Inhil menyampaikan di era yang serba digital saat ini, penting untuk dapat meningkatkan hidup melalui pengetahuan dalam teknologi yang semakin canggih.


“Perkembangan zaman saat ini membuat kita terpacu untuk memanfaatkan Blockchain Tecnology yang sangat berguna bagi perekonomian,” sebutnya.


Salah satunya melalui aplikasi EDCCASH, yang mana EDCCASH merupakan sebuah platfrom yang aman untuk menambang aset digital berbentuk koin.


“Untuk menggunakan aplikasi ini, para mitra harus membeli koin sebesar 5 Juta. Dari uang tersebut kita akan mendapat ratusan koin,” paparnya.


“Koin tersebut yang nantinya yang akan diperjual belikan. Jika kita ingin menjual koinnya, harga per koinnya Rp 15.000. Tetapi jika ada orang yang ingin membeli koin kepada kita harganya Rp 20.000 per koin,” tambah Jomangin menerangkan.


Lebih lanjut Jomangin menjelaskan bahwa legalitas EDCCASH telah memperoleh izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) sejak 2 tahun lalu.


Untuk legalitas, EDCCASH dinaungi oleh PT. Cryptole Prima Sejahtera dan saat ini telah terkumpul sebanyak ratusan ribu member seluruh Indonesia. untuk Riau sudah mencapai 1.000 member, dan Inhil mecapai 500 member yang tersebar ke berbagai wilayah Kecamatan.


“Kita tegaskan EDCCASH bukan sejenis Multi Level Marketing, dan tidak ada unsur Money Game didalamnya. Alhamdulillah dimasa Pandemi ini perekonomian kami dari mitra EDCCASH selalu stabil. Malah melalui sumbangan dari para mitra kita bisaemberi bantuan kepada masyarakat melalui hasil yang kita peroleh dari EDCCASH,” tambahnya.


Terakhir ia mengatakan, selama kurang lebih setahun dalam mengembangkan EDC Cash, antusias masyarakat Inhil sangat banyak.


Sebab EDC Cash diperuntukan bagi semua kalangan. Baik ekonomi rendah, menengah maupun atas. (Arb)




Cerita Polisi di Inhu Antar Bendera Merah Putih ke Suku Pedalaman

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HULU – Sampena Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-75, Polisi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau ini menyusuri belantara mengantar bendera merah putih untuk suku pedalaman Talang Mamak.


Perjalanan Polisi itu dimulai dari MaPolsek Kelayang, dari sana dia harus berjuang menempuh sulitnya medan untuk menuju daerah terpencil sejauh 42 kilometer dari ibu kota Kecamatan.


Selain jarak, kondisi geografis juga menjadi tantangan tersendiri, bisa dibayangkan, jangankan untuk roda empat. sepeda motor saja kadang terjungkal-jungal karena medan yang sulit, hal ini membuat Polisi ini hingga bermalam disana.


“Itu belum lagi diperparah kalau kondisi saat cuaca hujan. Di Kecamatan Batang Gansal, suku Talang Mamak menyebar hingga ke perbatas Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Polisi disana harus menumpuh jarak hingga 60 Kilometer dengan waktu tempuh hingga enam jam perjalanan paling cepat. Disana kita harus menggunakan pompong (perahu motor) agar bisa sampai ke pemukiman suku ada talang mamak,” ungkap Misran.


“Namun ini semua untuk memperingati HUT RI kita, semangat dan ikhlas kami melakukannya, warga juga senang”,ujar Paur Humas kepada awak media Jum’at (7/8).


Misran menjelaskan, sebenarnya ada 6 Kecamatan se-Kabupaten Inhu yang menjadi tempat tinggal suku adat Talang Mamak diantaranya Kelayang, Rakit Kulim, Batang Gansal, Batang Cenaku, Pranap dan Rengat Barat. Memang tak sedikit pula suku Talang Mamak tersebut yang sudah tersentuh era modrenisasi, namun masih banyak pula yang masih jauh tertinggal. Pada moment Hari Ulang Tahun Ke 75 Kemerdekaan Republik Indonesia negara kita tercinta ini, kami Polisi berupaya untuk bisa memaknai bersama seluruh masyarakat kami jemput bola untuk mengantar sang saka merah putih bagi warga kita dipedalaman.


Safar bapak dua anak yang merupakan suku asli talang mamak yang berdomisili di Desa Talang Tujuh Buah Tangga, Kecamatan Rakit Kulim untuk ketempatnya saja polisi memakan waktu 4 jam dari ibu kota dengan medan yang sulit.


Safar sendiri sebenarnya terkejut usai didatangi oleh bhabinkamtibmas kerumahnya. Dia pikir dia sudah membuat kesalahan maklum suku pedalaman. Ternyata dia salah polisi disana datang untuk menghantarkan bendera untuk perayaan 17 Agustus mendatang.


“Memang sih pak, disini kan tak ada jual bendera dan repotnya lagi kampung kami jauh dari kota. Terkejut kami Polisi itu jauh-jauh datang kemari antar bendera untuk dipasang memperingati HUT RI,” ucap Safar dengan bahasa daerah suku Talang Mamak


Terpisah Kapolres Inhu, AKBP Efrizal berharap meski perayaan HUT RI tahun ini berada dipandemi corona, tidak menjadi kita patah semangat sebagai patriot yang cinta tanah air.


“Pandemi ini akan berlalu. Hari kemenangan juga akan tiba begitu pula dengan negara tercinta ini, mari sambut hari kemerdekaan kita dengan tetap menjalankan protokol kesehatan,” ungkap Efrizal.


Efrizal juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Inhu untuk memasang dan mengibarkan bendera merah putih selama bulan Agustus ini. (*)




China Kini Hadapi Virus Tick Borne

Ilustrasi. Foto: Shutterstock


ARBindonesia.com, BEIJING – Ketika pemerintah di seluruh dunia terus bergulat dengan pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung, China kini menghadapi ancaman virus lain.


Penyakit yang disebut Demam Parah dengan Sindrom Trombositopenia (SFTS) telah membunuh tujuh orang dan menginfeksi sedikitnya 60 lainnya. Penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui tick atau kutu (tick borne) itu memicu peringatan di kalangan pejabat kesehatan di negara itu.


Media setempat melaporkan bahwa kasus-kasu tersebut terkonsentrasi di Provinsi Jiangsu dan Anhui China Timur. Sementara lebih dari 37 orang didiagnosis dengan SFTS di Jiangsu pada awal tahun 2020, 23 orang kemudian ditemukan terinfeksi di Anhui, seperti dikutip dari Sindonews yang melansir Indian Express.


Penyakit yang menular ke manusia melalui gigitan kutu ini pertama kali diidentifikasi oleh tim peneliti China lebih dari satu dekade lalu. Beberapa kasus pertama dilaporkan di daerah pedesaan di Provinsi Hubei dan Henan pada 2009.


Tim peneliti mengidentifikasi virus dengan memeriksa sampel darah yang diperoleh dari sekelompok orang yang menunjukkan gejala serupa. Menurut laporan Nature, virus itu membunuh setidaknya 30 persen dari mereka yang terinfeksi.


Menurut Sistem Informasi China untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, tingkat kematian kasus saat ini berada di antara sekitar 16 dan 30 persen.


Karena tingkat penyebaran dan fatalitasnya yang tinggi, SFTS telah terdaftar di antara 10 penyakit prioritas teratas blue print Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).


Ahli virologi percaya bahwa kutu Asia yang disebut Haemaphysalis longicornis adalah vektor atau pembawa utama virus. Penyakit ini diketahui menyebar antara Maret dan November. Para peneliti telah menemukan bahwa jumlah total infeksi umumnya mencapai puncaknya antara April dan Juli.


Peternak, pemburu, dan pemilik hewan peliharaan sangat rentan terhadap penyakit ini karena mereka sering bersentuhan dengan hewan yang mungkin membawa kutu Haemaphysalis longicornis.


Para ilmuwan telah menemukan bahwa virus sering ditularkan ke manusia dari hewan seperti kambing, sapi, rusa, dan domba. Meskipun terinfeksi oleh virus, hewan umumnya tidak menunjukkan gejala yang terkait dengan SFTSV.


Menurut penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti China pada 2011, masa inkubasi antara tujuh hingga 13 hari setelah timbulnya penyakit. Pasien yang menderita penyakit ini biasanya mengalami berbagai macam gejala, termasuk demam, kelelahan, kedinginan, sakit kepala, limfadenopati, anoreksia, mual, mialgia, diare, muntah, sakit perut, perdarahan gingiva, kongesti konjungtiva, dan sebagainya.


Beberapa tanda peringatan dini penyakit ini yaitu demam parah, trombositopenia atau jumlah trombosit yang rendah, dan leukositopenia, yaitu jumlah sel darah putih yang rendah. Faktor risiko yang diamati pada kasus yang lebih serius termasuk kegagalan multi-organ, manifestasi hemoragik dan munculnya gejala sistem saraf pusat (SSP).


Virus ini juga menyebar ke negara Asia Timur lainnya, termasuk Jepang dan Korea Selatan (Korsel). Sejak virus pertama kali ditemukan, jumlah kasus telah meningkat secara signifikan.


Pada 2013, sebanyak 36 kasus dilaporkan di Korsel. Jumlah itu meningkat tajam menjadi 270 pada 2017. Sementara itu, China mendaftarkan 71 kasus pada 2010 dan 2.600 pada 2016. Jumlah infeksi yang dilaporkan di Jepang meningkat 50 persen antara 2016 dan 2017, laporan Nature menyatakan.


Ketika jumlah kasus mulai meningkat di ketiga negara, pejabat kesehatan masyarakat mulai mendidik dokter lokal dan warga biasa tentang risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh gigitan kutu. Para ilmuwan menyatakan, karena semakin banyak orang yang menyadari virus dan penyakit yang ditimbulkannya, tingkat kematian akibat infeksi mulai turun secara signifikan.


Sementara vaksin untuk mengobati penyakit ini belum berhasil dikembangkan, obat antivirus Ribavirin diketahui efektif untuk mengobatinya.


Untuk menghindari tertular penyakit, berbagai otoritas pemerintah, termasuk Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China, mendesak masyarakat umum untuk menghindari mengenakan celana pendek saat berjalan melalui rumput tinggi, hutan, dan lingkungan lain di mana kutu cenderung berkembang.


Sebelumnya, wabah Bubonic juga muncul di China. Kasus penyakit yang lebih dikenal sebagai penyakit pes ini dikonfirmasi muncul di sebuah kota di Mongolia Dalam.


Sumber okezone.com




Pengurus Ikatan Mahasiswa Kecamatan Kabun Periode 2020-2022 Resmi Dilantik

ARBindonesia.com, ROKAN HULU – Himpunan Ikatan Mahasiswa Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) melaksanakan pelantikan pengurus baru periode 2020-2022, Sabtu (8/8/2020) di Balai Desa Kabun.


Acara dihadiri oleh Amiri, selaku Sekcam Kec Kabun, Kepala Desa se-Kecamatan Kabun, Para alumni, Senior IMKK, dan OKP serta mahshiswa se Kecamatan Kabun.


Zelky selaku Ketua IMKK yang dilantik, dalam sambutannya menyatakan bahwa ia beserta jajaran pengurus IMKK periode 2020-2022 siap untuk melaksanakan amanah yang diemban.


“Saya akan berusaha untuk menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Kepengurusan ini Insya Allah akan berjalan dengan lancar berkat kerjasama dari seluruh pengurus himpunan 2020 – 2022,” imbuh Zelky.


“Saya ucapakan terimakasih atas dukungan dari seluruh kawan kawan mahasiswa, pengurus IMKK sebelomnya, pak camat, pak kades serta kepada Para alumni Dan senior IMKK,” tambahnya.


Sementara Demisioner Ketua IMKK dalam sambutannya menyatakan bahwa jabatan merupakan sebuah tanggungjawab dan amanah.


“Semoga dengan wadah ini bisa memberikan kontribusi yang nyata kepada masyarkat nantinya, dan dengan wadah ini juga semoga mampu memupuk rasa persaudaraan Dan kebersamaan,” tuturny.


Selain itu, Sekretaris Kekcam Kabun, Amiri dalam sambutannya mengtakan dalam menjalankan organisasi yang paling Utama itu iklas dan berintegritas.


“Harapan kita kepada adek Mahasiswa dengan adanya organisasi ini mampu melahirkan sebuah trobosan trobosan baru untuk kepntingan masyarakat banyak,” harap Amiri.


“Kami selalu pemerintah Kecamatan Kabun sangat mensupport adek mahiswa dan mari kita jalin komunikasi yang baik kedepnnya,” tambah Sekcam. (JK)




Ngeri Terjangkit COVID-19, Khabib Nurmagomedov Ogah Latihan di AS

Khabib Nurmagomedov memutuskan untuk tidak berlatih di AS karena khawatir terjangkit COVID-19. Foto : Dok


ARBindonesia.com, DAGESTAN – Khabib Nurmagomedov memastikan dirinya tak akan berlatih di Amerika Serikat dalam rangka persiapan pertarungan melawan Justin Gaethje.


Petarung asal Rusia itu direncanakan akan mempertahankan gelar kelas ringan UFC melawan Gaethje pada 24 Oktober mendatang.


Apa alasan Si Elang ogah berlatih di Negeri Paman Sam? Ternyata Khabib mengkhawatirkan pandemi COVID-19. Sebagai informasi, mendiang sang ayah yang juga pelatihnya, Abdulamanap Nurmagomedov harus meregang nyawa setelah terinfeksi virus mematikan tersebut.


Sebenarnya, Khabib sejak 2012 lalu kerap berlatih di American Kickboxing Academy di San Jose, California. Namun dengan kondisi pandemi seperti sekarang ini, Khabib memilih berlatih di kampung halamannya, Dagestan.


Menurut pelatih Javier Mendez dalam wawancara dengan ESPN, Sabtu (8/8/2020), anak asuhnya kemungkinan akan berpindah latihan jika sudah mendekati waktu pertarungan. Sementara itu pihak UFC sendiri belum mengumumkan di mana lokasi pertarungan.


“Kami punya dua pilihan untuk pertarungankan? Las Vegas atau Fight Island (Pulau Yas, Abu Dhabi). Saya sedang memikirkan Fight Island. Namun mereka belum mengatakannya. Yang saya tahu adalah bahwa COVID-19 terlalu tinggi di California dan Khabib tidak nyaman datang ke sina untuk berlatih,” jelas Mendez.


Khabib belum bertarung sepanjang tahun ini. Awalnya sempat akan dipertemukan dengan Tony Ferguson pada April lalu. Sayang pertarungan itu gagal terwujud karena alasan pandemi. Ferguson akhirnya melawan Gaethje pada Mei untuk pertarungan sementara dan kalah melalui TKO di ronde kelima.


Sumber sindonews.com