DPKP Inhil Sosialisasikan APAR di Diskominfopers, Tekankan Kesiapsiagaan Cegah Kebakaran

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melaksanakan Sosialisasi Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di lingkungan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfopers) Kabupaten Inhil, bertempat di Jl. Akasia No. 2 Tembilahan, Selasa (27/1/2026).

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan aparatur pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana kebakaran, sekaligus menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Indragiri Hilir serta surat edaran Menteri Dalam Negeri terkait kewajiban penyediaan APAR di setiap bangunan.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Inhil, Masykur Hz, menyampaikan bahwa pencegahan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab organisasi perangkat daerah (OPD), namun juga instansi vertikal, rumah sakit, hotel, dan seluruh bangunan yang memiliki potensi risiko kebakaran.

“Bukan hanya OPD pemerintah daerah, tetapi juga instansi vertikal, rumah sakit, hingga hotel. Ini dalam rangka proteksi dan pencegahan kebakaran. Pengalaman kita sebelumnya, saat terjadi kebakaran di Kantor Bupati, Alhamdulillah dapat teratasi dengan baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya melalui Bidang Pencegahan terus melakukan sosialisasi dan edukasi, baik kepada instansi pemerintah maupun masyarakat hingga ke tingkat RT, agar mampu melakukan penanganan awal jika terjadi kebakaran.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Inhil juga memberikan sejumlah rekomendasi kepada Diskominfopers Kabupaten Inhil, di antaranya perlunya penyediaan APAR yang memadai di lingkungan perkantoran, pembuatan serta penandaan jalur evakuasi yang jelas, serta optimalisasi sumber air yang tersedia.

“Salah satu rekomendasi kami adalah agar kolam yang sudah ada di lingkungan Diskominfopers dapat didalami, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber air apabila terjadi kebakaran,” tambah Masykur.

Sementara itu, Sekretaris Diskominfopers Kabupaten Inhil, Murni, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Inhil atas pelaksanaan sosialisasi tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Inhil yang telah memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada pegawai Diskominfopers terkait pencegahan serta penanganan awal kebakaran,” ujar Murni.

Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan aparatur, khususnya di lingkungan perkantoran, agar mampu bertindak cepat dan tepat apabila terjadi kondisi darurat.

“Kami berharap, melalui sosialisasi ini, seluruh pegawai Diskominfopers dapat memahami fungsi APAR serta langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran, sehingga tercipta lingkungan kerja yang aman, tertib, dan siap siaga,” tutupnya.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Damkar Inhil juga menyampaikan materi teknis sekaligus mempraktikkan secara langsung cara penggunaan APAR kepada peserta sosialisasi. *




Pemko Pekanbaru Tetapkan Manajemen Talenta ASN sebagai Sistem Pengembangan Karir

ARBindonesia.com, PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru resmi menerapkan Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai sistem pengembangan karier dan pengisian jabatan. Kebijakan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat reformasi birokrasi serta memastikan penempatan ASN dilakukan berdasarkan kompetensi dan kinerja.

“Penerapan Manajemen Talenta tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya penguatan sistem merit dalam tata kelola pemerintahan. Melalui sistem ini, pengembangan karier ASN tidak lagi bergantung pada mekanisme penilaian konvensional,” kata Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Selasa (27/1/2026).

Melainkan, sistem berbasis pemetaan talenta yang objektif, terukur, dan transparan. Kebijakan ini dilaksanakan setelah Pemko Pekanbaru memperoleh persetujuan resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Persetujuan tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala BKN Nomor 68 Tahun 2026 tentang Persetujuan Penerapan Manajemen Talenta di Lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru. Persetujuan BKN diberikan setelah dilaksanakannya rapat ekspose antara BKN dan Tim Manajemen Talenta Pemko Pekanbaru pada 23 Januari 2026.

“Dalam keputusan itu, BKN menyetujui Manajemen Talenta sebagai dasar pengembangan karier dan mobilitas jabatan ASN di lingkungan Pemko Pekanbaru,” ujar Agung.

Dengan diterapkannya sistem ini, pengisian jabatan dilakukan berdasarkan hasil pemetaan talenta ASN yang mengedepankan prinsip sistem merit. Proses tersebut dilaksanakan secara objektif, terencana, terbuka, tepat waktu, dan akuntabel, serta bebas dari intervensi politik dan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

“Pemko Pekanbaru tercatat sebagai pemerintah daerah pertama di Provinsi Riau yang menerapkan Manajemen Talenta ASN secara resmi. Dalam pelaksanaannya, pemko tetap berkoordinasi dengan BKN serta melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala. Hal ini guna memastikan penerapan sistem berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” sebut Agung. *




Usai Evaluasi APBD, Pemko Pekanbaru Akan Gercep Lakukan Perbaiki Jalan Rusak

ARBindonesia.com, PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, akan bergerak cepat memperbaiki jalan rusak yang jadi target perbaikan di awal 2026 ini.

Wakil Walikota (Wawako) Pekanbaru H Markarius Anwar ST M.Arch mengatakan, perbaikan segera terhadap ruas jalan yang alami kerusakan merupakan arahan langsung dari Walikota H Agung Nugroho SE MM.

“Pak wali maunya kita cepat laksanakan. Lebih awal lebih bagus,” ungkapnya, Selasa (27/1/2026).

Saat ini, sebut Wawako Markarius, proses perbaikan jalan rusak tersebut masih menunggu evaluasi APBD 2026 senilai Rp3,049 dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

“Kita nunggu evaluasi turun dulu, evaluasi APBD kita kan belum turun. Setelah evaluasi turun, tentu kita segera (lakukan perbaikan terhadap jalan rusak),” ucapnya.

Menjelang selesainya evaluasi APBD 2026, lanjut Wawako Markarius, pemerintah kota sudah memerintahkan ke Dinas PUPR setempat untuk segera mempersiapkan administrasi yang diperlukan.

“Kita sudah sampaikan ke dinas (PUPR), jangan nunggu akhir tahun (baru dikerjakan). Begitu evaluasi turun, uangnya ada, kerjakan,” tutupnya.

Seperti diketahui, Pemko Pekanbaru di awal 2026 ini menargetkan memperbaiki sebanyak 17 ruas jalan rusak. Belasan ruas jalan yang jadi target perbaikan ini merupakan jalan-jalan strategis yang ramai dilintasi warga. *




Rokan Hulu Raih Penghargaan UHC 2026 Kategori Madya, Bupati Anton: “Ini Investasi Keselamatan Rakyat

​ARB INdonesia, JAKARTA – Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) kembali mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Bupati Anton, ST, MM, Negeri Seribu Suluk ini resmi menyabet penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Tahun 2026 dengan predikat Kategori Madya.

​Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dr. (H.C.) Drs. A. Muhaimin Iskandar, M.Si, didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, dalam acara yang berlangsung khidmat di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

​Kehadiran Bupati Anton di Jakarta didampingi oleh Kepala BPJS Rohul, Ivo Sartika, serta jajaran pejabat Pemkab Rohul, termasuk Plt Kadinsos P3A April Liyadi, SE, M.Si, Plt Kadiskes drg. Septien Asmarwiati, Kabid IKP Diskominfo Dr. Rudy Fadrial, S.Sos, M.Si, C.Med, dan Kabag Dokpim Rio Pratama.

​Penghargaan kategori Madya ini diraih setelah Rokan Hulu memenuhi kriteria ketat, di antaranya:
​Cakupan Kepesertaan: Mencapai 98% dari total penduduk.
​Tingkat Keaktifan: Berada di angka 85%.
​Kontribusi Pemda: Pendaftaran penduduk pada segmen PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) Pemda yang signifikan dan pelunasan iuran tepat waktu hingga September 2025.

​Menko PM, A. Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin dalam arahannya menegaskan bahwa kesehatan adalah hal yang tidak bisa dikompromi. Ia menyebut Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai instrumen vital untuk mencegah masyarakat jatuh miskin.

​”Masyarakat tanpa jaminan kesehatan rentan kehilangan aset saat sakit. JKN adalah mandat konstitusi dan bukti negara hadir. UHC harus dilihat oleh setiap Pemerintah Daerah sebagai investasi strategis sekaligus bantalan ekonomi bagi rakyat,” ujar Cak Imin.

​Usai menerima penghargaan, Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras, mulai dari tenaga medis hingga jajaran OPD terkait.

​”Penghargaan Madya ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dalam menjamin hak dasar warga, yaitu kesehatan. Kami tidak ingin ada lagi masyarakat Rohul yang takut ke rumah sakit karena kendala biaya. Dengan cakupan 98%, hampir seluruh warga kita sudah terlindungi,” ujar Bupati Anton.

​Ia menambahkan bahwa prestasi ini menjadi motivasi bagi Pemkab Rohul untuk terus meningkatkan kualitas layanan fasilitas kesehatan dan mengejar target kriteria Utama di masa mendatang.

​Tahun ini, pemerintah pusat memberikan apresiasi kepada 31 Provinsi dan ratusan Kabupaten/Kota dengan rincian:
​Kriteria Utama: 75 Kabupaten/Kota.
​Kriteria Madya: 192 Kabupaten/Kota (Termasuk Rokan Hulu).
​Kriteria Pratama: 130 Kabupaten/Kota.

​Prestasi ini mengukuhkan posisi Rokan Hulu sebagai salah satu daerah yang paling progresif dalam mengimplementasikan program jaminan kesehatan nasional di Provinsi Riau. ( Kri ).




Rebecca Aurelie Neeson, Siswi SDN 032 Tembilahan Terima Anugerah Penghargaan Award International di IRFW 2026

ARBindonesia.com, PEKANBARU — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SDN 032 Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Rebecca Aurelie Neeson, siswi kelas 2, berhasil meraih penghargaan bergengsi MISS INTERNATIONAL CATWALK STAR OF THE YEAR dalam ajang International Riau Fashion Week (IRFW) Season 3, Tahun 2026 yang digelar di Hotel Hollywood, Pekanbaru.

Dalam ajang fashion show internasional yang diikuti oleh peserta dari berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, Filipina dan Singapura. Rebecca tampil memukau dengan membawakan karya dua designer yg berbeda. Busana pertama Rebecca mengenakan gaun mengusung tema Tinkerbell yg unik hasil karya Mardianto (Beunang Atela) asal Pekanbaru.

Gaun tersebut memadukan ke indahan karakter dongeng dengan sentuhan batik Tradisional, menciptakan harmoni dan kreativitas modern. Busana ke dua casual wastra tenun songket Kabupaten Indragiri hilir binaan dari Indragiri hilir, hasil karya designer dari Yenni Rasyada.

Kepala SDN 032 Tembilahan menyampaikan rasa bangga atas pencapaian Rebecca. “Kami sangat mendukung dan bangga bahwa ada siswi kami yang mampu mengharumkan nama sekolah di tingkat internasional. Semoga prestasi Rebecca menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus mengembangkan bakat di berbagai bidang,” ujarnya.

Dahlia, wali kelas Rebecca, turut mengungkapkan kebahagiaannya. “Saya sangat senang dan terharu melihat anak didik saya memiliki bakat dan prestasi luar biasa. Rebecca adalah contoh bahwa dengan dukungan dan semangat, anak-anak bisa bersinar di panggung mana pun. Semoga ini menjadi awal dari banyak pencapaian lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, orang tua Rebecca, Benny Aprianto dan Sonya Wulandari, juga menyampaikan rasa syukur dan haru atas pencapaian putri mereka.

“Kami sangat bangga dan bersyukur atas pencapaian Rebecca. Sejak kecil ia sudah menunjukkan ketertarikan pada dunia fashion dan seni. Kami selalu berusaha mendukung setiap langkahnya, dan melihatnya tampil percaya diri serta diapresiasi di ajang sebesar ini adalah kebahagiaan yang luar biasa bagi kami sebagai orang tua,” ungkap mereka.

Rebecca tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga menjadi motivasi bagi generasi muda Tembilahan untuk terus berkarya dan percaya diri menampilkan potensi terbaik mereka.




Dengan Niat dan Tekad, Dua Warga Serang Tempuh Perjalanan Kaki Menuju Tanah Suci

ARBindonesia.com, Dumai — Perjalanan spiritual penuh tekad dan keikhlasan tengah dijalani oleh dua sahabat asal Serang, Banten, yakni Humaedi (42) dan Husain (40). Dengan niat suci menunaikan ibadah umrah, keduanya memilih cara yang tak biasa: berjalan kaki dari Serang menuju Tanah Suci Mekah, Arab Saudi.

Setelah menempuh perjalanan selama 46 hari, Humaedi dan Husain akhirnya tiba di Kota Dumai, Riau, pada Senin (27/1) sore. Mereka memulai perjalanan dari Serang pada 13 Desember 2025. “Kami berjalan kaki dari Serang hingga Dumai, dan alhamdulillah sampai dengan selamat,” ujar Humaedi saat ditemui di sebuah warung kopi di kawasan Rawa Pendek, Kelurahan Bukit Nenas, Kecamatan Bukit Kapur, Selasa (27/1).

Menurut Humaedi, perjalanan ini bukan sekadar petualangan, melainkan bentuk nyata dari niat yang telah lama mereka tanamkan. “Kami berangkat karena niat. Tujuan kami adalah Tanah Suci Mekah untuk umrah,” ungkapnya, didampingi Husain yang tampak tenang namun penuh semangat.

Keduanya dijadwalkan melanjutkan perjalanan pada Rabu (28/1) dengan menumpang kapal ferry dari Dumai menuju Malaysia. Setibanya di negeri jiran, mereka akan kembali melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Singapura, dan dari sana terus menapaki langkah menuju Arab Saudi.

“Kami mohon doa restu dari keluarga dan saudara-saudara kami. Ini bukan sekadar ucapan, tapi niat yang kami wujudkan dengan tindakan nyata,” tutur Humaedi menutup perbincangan, sembari mengucap “Bismillah” sebagai penanda awal dari babak baru perjalanan spiritual mereka.

Langkah kaki mereka mungkin lambat, namun semangat dan keyakinan yang mereka bawa melaju cepat, menembus batas-batas geografis demi satu tujuan: beribadah di Tanah Suci. (Ded)