Sri Mulyani : Pendidikan is Very Critical Karena itu Mengatur Cara Kita Berpikir

ARBIndonesia.com, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berbicara mengenai pentingnya kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan dalam wawancaranya bersama Putri Tanjung di program Ngobrol Sore Semaunya, Kamis (11/03).

Menkeu menjelaskan peran penting pendidikan dalam mengatur pola pikir manusia. Pemerintah melalui APBN 2021 menyediakan akses dan kesempatan yang sama kepada perempuan melalui berbagai program prioritas, salah satunya melalui reformasi pendidikan untuk peningkatan kualitas SDM.

“Pendidikan is very critical karena itu mengatur cara kita berpikir. When you are going to do something untuk memperbaiki situasi, memberikan solusi, kamu diminta untuk menata pikiran kamu sehingga kamu tahu penyebabnya apa, tujuannya mau kemana, kita mau mencapai apa, strateginya apa, itu biasanya bisa dilatih dengan pendidikan,” jelas Menkeu, dilansir dari kemenkeu.go.id

Menkeu juga menceritakan kesenjangan gender yang makin melebar antara perempuan dan laki-laki, terutama di masa pandemi Covid 19.

“Perempuan pada posisi sama dibayar 11% lebih rendah atau bahkan sampai 20% di bawah laki-laki untuk pekerjaan sama, tanggung jawab yang sama. Itu terjadi di seluruh dunia,” ujar Menkeu.

Sebagai pembuat kebijakan, Menkeu melihat bahwa kesetaraan gender adalah sesuatu yang harus dipahami oleh seluruh pemimpin organisasi. Kebijakan yang diambil harus memperhatikan apakah menguntungkan atau tidak bagi perempuan.

“Umpamanya kita membuat kebijakan untuk memberikan transfer kepada keluarga-keluarga yang tidak mampu. Sepuluh juta keluarga penerima PKH, penerimanya di atas 90% itu perempuan. Karena perempuan itu waktu dikasih cash sama pemerintah, dia memikirkan anaknya. Jadi perempuan memikirkan sedetail itu untuk anak-anaknya. Itu memang tujuan kita supaya keluarga-keluarga tidak mampu, anak-anaknya tetap bisa sekolah,” tutup Menkeu.

Editor Arbain




Polres Inhu Bongkar Arisan Bodong, Puluhan Ribu Warga Jadi Korban

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HULU – Polres Indragiri Hulu (Inhu) berhasil membongkar penipuan dengan modus arisan, sebanyak 24.382 orang warga menjadi korban investasi bodong.

Dari pengungkapan tersebut, satu orang berinisial FS (26) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Dilansir dari mediacenter.go.id, Kapolres Inhu AKBP Efrizal menjelaskan penipuan dengan modus arisan berbentuk uang tunai tersebut berjalan sejak 2019 hingga awal 2020 lalu.

Dia mengatakan, ada 24.382 orang warga menjadi korban dengan kerugian mencapai Rp 21.215.853.000.

“Pelaku kita tangkap di kediamannya di Desa Sungai Beringin, Rengat,” kata Efrizal, Rabu (10/3).

Efrizal mengatakan, kasus ini terungkap setelah salah satu korban bernama Erawati Dewi melaporkan kejadian itu ke Polres Inhu beberapa waktu lalu.

Awalnya, pada September 2020 korban tergiur dengan investasi sembako yang dikelola oleh FS. Ia lantas ikut berinvestasi sebesar Rp150 juta. Selanjutnya FS kembali menawarkan investasi dengan cara mengajak orang lain.

“Korban saat ini langsung mengajak teman dan keluarganya untuk ikut berinvestasi. Saat itu terkumpul uang senilai Rp1,5 miliar dan diserahkan ke FS,” jelas Efrizal.

Dari keterangan korban, lanjut Efrizal, sejak saat itu FS baru mencairkan uang satu kali dengan pencairan sebesar Rp180 juta. Selanjutnya FS hanya mengiming-imingi korban dengan mengatakan akan ada pencairan kembali.

Namun setelah ditunggu-tunggu, pencairan berikutnya tak kunjung terlaksana. Karena merasa tertipu, korban lantas melaporkan pelaku ke Polres Inhu.

Akhirnya pelaku ditangkap. Dari keterangan pelaku, polisi juga membongkar adanya 31 kelompok arisan dengan beberapa program arisan. Seperti arisan sembako, arisan investasi uang, arisan elektronik, arisan sepeda motor, dan arisan emas murni.

“Totalnya ada 24.382 orang warga menjadi korban penipuan ini. Kerugian semuanya mencapai Rp 21.215.853.000,” kata Efrizal.

Petugas juga menyita beberapa barang milik FS sebagai barang bukti. Seperti satu unit kendaraan roda 4 merek Toyota Agya warna kuning dengan nomor polisi BM 1434 BK, satu Toyota Rush warna hitam dengan nomor polisi B 2170 BK.

Lalu satu unit HP Samsung, satu lembar STNK dengan nomor polisi BM 1434 BK, 3 kartu ATM, sebuah buku tabungan Britama Bisnis milik FS, 1 unit laptop merek Acer, 605 lembar kwitansi penyerahan uang kepada FS, 22 lembar rekapan nasabah investasi, dua lembar surat pernyataan dari FS dan sebuah buah buku rekapan ukuran kecil warna kuning.

“Pelaku dijerat dengan pasal 378 dan atau 372 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara,” tandasnya.

Editor Arbain




Pembiaran KLB Demokrat Moeldoko, Kekuasaan Akan Mudah Mencaplok Partai

KLB Partai Demokrat di Sumatera Utara yang menjadikan KSP, Jenderal (purn) Moeldoko sebagai Ketua Umum terus menjadi pembahasan publik untuk dibicarakan. Foto/SINDOnews

ARBIndonesia.com, JAKARTA – Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Sumatera Utara yang menjadikan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal (purn) Moeldoko sebagai Ketua Umum terus menjadi pembahasan publik untuk dibicarakan.

Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komaruddin menilai Kongres Luar Biasa (KLB) yang menetapkan Moeldoko sebagai Ketum Demokrat suatu preseden buruk dalam berdemokrasi dan merusak akal sehat.

Sebab kata Ujang, peristiwa politik ini merusak akal sehat dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaaan terjadi di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).

“Suatu preseden buruk, karena nantinya ke depan siapa pun yang punya kekuasan, akan dengan mudah mencaplok dan mengkudeta partai yang sah secara terang-terangan. Mohon maaf saya katakan, ini moral politik elite yang tidak baik. Karena cenderung cara-cara Machiavelli yang digunakan. Ini yang merusak,” katanya dalam keterangan yang diterima, Kamis (11/3/2021).

Seperti diketahui, dalam KLB Partai Demokrat di Sibolangit, Deli Serdang, memutuskan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebagai Ketua Umum dan mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie sebagai Dewan Pembina Partai Demokrat.

“…orang mempunyai kekuasaan konstitusional seperti AHY dikudeta dengan cara terang-terangan di depan rakyat. Mirip-mirip, mohon maaf teorinya Machiavelli. Cara Moeldoko yang mengambil alih Demokrat tersebut merusak demokrasi. Sehingga jika dibiarkan, akan menjadi preseden buruk bagi Indonesia kedepannya,” ujarnya.

Ia mengkhawatirkan ke depan nanti siapapun yang menjadi penguasa, menjadi pemerintah mereka akan dengan mudah mengambil alih partai-partai lain dengan cara inkonstitusional.

Menurut Ujang, tak ada gunanya menerapkan sistem demokrasi jika dari pemerintahannya tak memberikan contoh demokrasi yang sehat dan bermartabat.

“Buat apa kita berdemokrasi, kalau ini terjadi. Kita kan ingin menjalankan demokrasi secara sehat dan bermartabat. Kudeta-mengkudeta ini kan menghancurkan demokrasi, demokrasi tidak sehat lagi,” katanya.

Harusnya, kata Ujang, sebagai kepala KSP sebagai pejabat negara harus membangun moralitas yang baik mencontohkan kepada pejabat yang lain.

“Kejadian kudeta ini sangat menjelaskan, bahwa mohon maaf moralitas itu tidak dijaga, ini yang kita sangat sesalkan dan sangat disayangkan,” paparnya.

Seharusnya orang yang bekerja di istana apalagi posisinya sangat penting dalam membantu presiden, tidak menggunakan cara-cara seperti ini.

“Moeldoko menggunakan strategi hajar dan hantam serta caplok saja kekuasaan orang lain dengan cara inkonstitusional. Sangat disayangkan kudeta tersebut terjadi di depan mata rakyat Indonesia. Dan itu dilakukan oleh Moeldoko yang merupakan orang istana,” pungkasnya.

Sumber Sindonews.com




Teror Pelemparan Kepala Anjing di Rumah Humas Kejati Riau Terungkap

Foto: Potongan kepala anjing ditemukan Jumat (5/3/2021) pagi di teras rumah Muspidauan.


ARBIndonesia.com, PEKANBARU – Terungkap, ternyata IP alias Iwan (39), pelaku teror pelemparan kepala anjing ke rumah Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau Muspidauan merupakan oknum security di Kantor LAM Pekanbaru.


Selain IP, tim gabungan yang terdiri dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau dan Satreskrim Polresta Pekanbaru juga mengamankan pelaku lainnya berinisial DW alias Didi (39) yang ikut serta dalam teror di rumah Muspidauan tersebut.


“Dua pelaku peneror warga Riau sudah kami gulung,” ujar Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Kamis (11/3/2021).


Kata Agung, pelaku IP ditangkap oleh tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau dan Satreskrim Polresta Pekanbaru di rumah yang berada di dalam Kantor LAM Pekanbaru.


“Berdasarkan penyelidikan, pelaku IP berada di Kantor LAM Pekanbaru. Dan saat dilakukan penggerebakan memang benar bahwa pelaku IP tinggal di salah satu rumah di dalam Kantor LAM Pekanbaru sebagai security di sana,” ungkapnya.


Pelaku teror di rumah Humas Kejati Riau ternyata oknum security di LAM Pekanbaru.


Saat dilakukan interogasi, pelaku IP mengakui perbuatan nya yang melempar potongan kepala anjing di kediaman Muspidauan dan menyiram bensin ke rumah warga bernama M Nasir Penyalai pada Jumat (4/3/2021) lalu.


Adapun menurut keterangan pelaku IP, dia melakukan perbuatan tersebut bersama dengan 3 orang rekan lainnya yang bernama Didi, Bobi, dan Boy.


Selanjutnya tim langsung bergerak menuju ke rumah pelaku Didi dan juga berhasil mengamankannya beserta sepeda motor yang digunakannya saat melakukan perbuatan menyiram bensin ke rumah warga bernama M Nasir Penyalai.


Selanjutnya, 2 orang laki-laki tersebut langsung dibawa ke Polresta Pekanbaru guna diproses lebih lanjut.


Sumber cakaplah.com




Usulan Prioritas di Desa Seberang Pebenaan Akan Diperjuangkan Ketua DPRD Inhil

Ketua DPRD Inhil, Dr. H Ferryandi saat menghadiri peringatan Isra’ Mi’raj di Desa Seberang Pebenaan


ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Di tahun 2022 mendatang, Ketua DPRD Inhil, Dr. H Ferryandi, ST.,MT.,MM akan memperjuangkan beberapa usulan prioritas masyarakat di Desa Seberang Pebenaan, Kecamatan Keritan.


Hal tersebut dikatakannya setelah melihat dan mendengar langsung usulan masyarakat ketika memenuhi undangan peringatan Isra’ Mi’raj 1442 Hijriah di Desa Seberang Pebenaan, Rabu (10/3/2021) pagi.


Adapun usulan prioritas yang ditampung berupa perbaikan jembatan penghubung dusun, normalisasi parit, perbaikan Pustu, dan bantuan pagar masjid.


“Aspirasi masyarakat yang ditampung sudah dicatat. Insya Allah saya bersama Wakil Ketua DPRD Inhil, Andi Rusli akan mengusahakan untuk dianggarkan pada tahun 2022 mendatang,” tutur H Ferryandi.


Selain itu, dalam sambutannya pada peringatan Isra’ Mi’raj, Ketua DPRD Inhil mengajak seluruh masyarakat Desa Seberang Pebenaan untuk terus mendidik anak-anaknya agar menjadi generasi Islami.


“Guna mencetak dan melahirkan generasi insan Qur’ani, agar kedepannya anak-anak kita memiliki kemampuan dalam menghafal Al-Qur’an,” imbuh H Ferryandi atau H Daeng Ferry Matiro (gelar yang diberikan masyarakat Desa Seberang Pebenaan yang memiliki arti ‘Bisa Melihat Situasi dan Kondisi Apapun’.


Sementara itu, Kepala Desa Seberang Pebenaan, H Amsah dalam sambutannya pada peringatan Isra’ Mi’raj tersebut mengatakan, setelah Ketua DPRD Inhil sampai di Desa Seberang Pebenaan, banyak aspirasi yang akan ia bantu untuk masyarakat.


“Alhamdulillah, Beliau (H Ferryandi) sudah melihat langsung seperti apa kondisi nyata di Desa Seberang Pembenaan,” ujar Kepala Desa H Amsah.


Untuk diketahui, dalam peringatan Isra’ Mi’raj di Desa Seberang Pebenaan tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD H Ferryandi, Wakil Ketua DPRD Inhil Andi Rusli, Perwakilan Camat Keritang, Polsek Keritang, Ketua KKSS Keritang, Kades Seberang Pembenaan, Kades Kuala Lemang, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan undangan lainnya.


Editor Arbain




Bus Pariwisata Terjun Kejurang, 19 Orang Dikabarkan Tewas

kecelakaan bus pariwisata di tanjakan cae sumedang


ARBIndonesia.com, SUMEDANG – Bus pariwisata berisi 59 penumpang terjun ke jurang di wilayah Tanjakan Cae, Kecamatan Wado, Sumedang, Rabu (10/3) malam. Sebanyak 19 orang dikabarkan tewas dalam laka ini.


Bus pariwisata ini mengangkut wisatawan asal Subang. Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, kecelakaan itu melibatkan satu unit bus pariwisata atau kecelakaan tunggal.


Dari laman media sosial yang diunggah oleh akun Instagram @aslisumedang, terlihat bus itu terperosok ke jurang. Terlihat pula video ambulans melintas dengan kecepatan tinggi.


Saat dikonfirmasi ke Kanitlaka Lantas Polres Sumedang, Iptu Adam Rohmat membenarkan perihal kecelakaan tersebut.


“Iya benar (kecelakaan) di Wado Tanjakan Cae,” kata Kanitlaka Polres Sumedang Iptu Adam Rohmat melalui sambungan telepon, Rabu (10/3) malam.


Adam belum menjelaskan secara rinci kronologis dari peristiwa itu. Namun, dipastikan polisi telah tiba di lokasi kejadian.


“Nanti ya, belum diketahui ada atau tidak korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” jelasnya.


Diakui Iptu Adam, jajaran Lakalantas Polres Sumedang saat ini tengah melakukan proses evakuasi.


“Nanti ya, kronologisnya nanti nyusul aja, kita kan harus benar ini memberikan keterangan,” pungkasnya.


Kades Sukajadi, Kec. Wado, Dede Suhendar kepada wartawan melalui ponselnya, menjelaskan kecelakaan tersebut.


“Bus pariwisata itu ukurannya cukup besar dan jumlah penumpang pun banyak, ada ibu-ibu, anak-aank dan orang tua,” ucapnya, Rabu (10/3) malam.


Dede menambahkan, belasan orang yang meninggal dunia, kini dibawa ke Puskesmas Wado.


“Saya sendiri ikut mengevakuasi korban yang meninggal dunia, ada sebanyak 15 orang. Ya, meninggal dunia sekira belasan orang,” jelasnya.


Bus nahas tersebut, ujar dia menambahkan, melaju dari arah Malangbong tujuan Sumedang. Kecelakaan terjadi tepatnya di Kp. Kawung Luwuk Rt 1 RW 6 Dusun Cilangkap Desa Sukajadi Kec. Wado.


Mengutip sebagian penumpang yang selamat, kades mengatakan jika korban merupakan rombongan asal Subang.


“Mereka pulang dari tempat ziarah, Pamijahan Tasikmalaya,” ucap dia.


Korban masih dievakuasi dan di lokasi pun sudah ada petugas dari kepolisian.


Sumber pojoksatu.id