Mengenai Penahanan 5 Orang yang Dilaporkan oleh PT THIP, ini kata Kapolres Inhil

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Sebanyak 5 (lima) pelaku tindak pidana aksi pencurian serta penahanan keberangkatan Kapal Tongkang TKG PMT III-515 yang berisi CPO dan FOME milik PT.THIP Rabu (17/3/2021) siang, sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penegak hukum Polres Indragiri Hilir (Inhil).

Hal tersebut terungkap dalam pres release yang digelar oleh Kapolres Inhil yang didampingi Kasat Reskrim pada Senin (5/4/2021) siang, di Aula Rekounfu Mapolres kabupaten Inhil.

Menurut Kapolres Inhil, AKBP Dian Setyawan SH SIK M.hum menjelaskan bahwa penahanan terhadap 5 pelaku yang mengatasnamakan masyarakat tersebut sudah cukup jelas dengan barang bukti serta modus yang digunakan oleh para tersangka.

“Pelaku yang sudah ditahan ada 5 orang, diantaranya berisinial AN (Sebagai Panglima Ormas), JT (Bendahara umum Ormas), AB (Oknum Kades Tanjung Simpang Pelangiran), BO (Ketua Kelompok Tani SUM), dan TM (Anggota Kelompok Tani), Beserta barang bukti lainnya,” Sebut Kapolres Inhil, Senin (5/4/2021).

Sebelumnya, Diketahui ke-5 tersangka dijanjikan uang dengan total sebanyak RP.80.000.000 (Tujuh puluh lima juta rupiah juta rupiah), oleh calon pembeli (Buyer) CPO dan POME jika berhasil menguasai kapal tongkang milik pihak PT.THIP.

Pada Rabu tanggal 17 Maret 2021, tepat pukul 17.36 wib sore, setelah pelaku berhasil menguasai kapal tongkang, Calon buyer bernama AS mengirimkan uang sebanyak RP.25.000.000 (Dua puluh lima juta rupiah) ke rekening penerima atas nama BO (Ketua Kelompok Tani SUM) yang mana akan diperuntukkan untuk dana Operasional penahanan kapal tongkang.

Kemudian dihari yang sama pada pukul 18.30 wib, setelah BO menerima transfer uang dari AS sebanyak 25 Juta, BO menyerahkan uang senilai 10 Juta kepada Bendahara Ormas dikediaman Oknum Kades di Kecamatan Pelangiran.

Dari 25 Juta yang dikirim oleh AS, selanjutnya uang tersebut dibagikan dengan rincian Ormas 10 Juta, Oknum Kades 5 Juta, SP 3 Juta, sisanya sama BO untuk akomodasi selama di Desa.

Akhir press release, Kapolres Inhil AKBP Dian menegaskan bahwa aksi yang dilakukan para pelaku merupakan modus yang mengatasnamakan masyarakat demi kepentingan pribadi dan kelompok.

“Sekarang sudah terungkap dengan jelas bahwa para pelaku melakukan aksi demi kepentingan pribadi dan kelompok, bukan untuk masyarakat,” tegas Kapolres Inhil.

Dari aksi kejahatan tersebut, para pelaku dijerat pasal berlapis, Pasal 363 KUHP, 335 KUHP JO, 55 KUHP JO, dan 65 KUHP JO, serta terancam kurungan penjara maksimal selama 7 tahun. (*)




Pembelah Laut Biru dan Hijau, Pulau Dodola Syurganya Pariwisata di Morotai

https://youtu.be/hNfzWuKYTHM
Video

ARBIndonesia.com, PULAU MOROTAI – Pulau Dodola merupakan salah satu destinasi wisata domestik unggulan yang dimiliki oleh Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara.

Pulau ini banyak dianugerahi akan keindahannya, sehingga ia disebut sebagai syurganya pariwisata di Kabupaten yang memiliki 33 pulau ini.

Keberadaannya tepat di antara pertengahan laut biru dan laut hijau, sehingga pulau ini juga disebut sebagai pulau pembelah lautan.

Uniknya juga, pulau ini terdiri dari Pulau Dodola besar dan Dodola kecil. Kedua pulau ini terhubung oleh hamparan pantai pasir putih yang lembut, hal itu hanya bisa terlihat saat air laut sedang surut.

Jalan pasir putih dari Pulau Dodola Besar menuju Dodola Kecil

Dari tinjauan langsung dilokasi oleh arbindonesia.com, untuk melewati hamparan pasir antara Pulau Dodola Besar dan Dodola Kecil membutuhkan sekitar 780 langkah orang dewasa.

Keindahan lainnya pada Pulau Dodola ini, selain menjadi tempat favorit snorkling dan diving, dari informasi yang dihimpun keindahan bawah lautnya juga tidak kalah menawan, tercatat ada 13 titik penyelaman di tempat ini.

Selain itu juga terdapat beberapa kapal dan pesawat perang yang karam di dasar laut. Sebab, Morotai pernah menjadi tempat peperangan antara Jepang dan sekutu pada Perang Dunia ke-2.

Terlebih dipulau ini juga pengunjung dapat mengitari keindahan hutan mangrove dengan bersepeda.

Pengunjung pulau dodola dari Kab.Indragiri Hilir

Akan tetapi, sejak masa pandemi covid 19, pengunjung wisata di Pulau Dodola ini turun secara drastis dan hanya di kunjungi oleh wisatawan lokal.

“Sejak pandemi covid 19 hanya wisatawan lokal saja, biasanya wisatawan mancanegara negara ramai datang kesini,” kata salah seorang petugas di tempat wisata Pulau Dodola, Minggu (4/4/2021).

Untuk menuju kelokasi Pulau Dodola yang tidak berpenghuni ini, dari ibu kota Kabupaten Pulau Morotai, Daruba hanya memakan waktu tempuh sekitar 20 menit menggunakan seedboat.

Arbain




Karang Taruna Kelurahan Bansal Aceh Lakukan Goro Bersama OKP.

ARBindonesia,com.Dumai-Hari libur dan dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan yang insyaallah jatuh pada 13 April 2021 Karang Taruna Kirana sejahtera , Kelurahan bangsal Aceh bergotong-royong melakukan kerja bakti massal di membersihkan jalan bersama OKP yang berada di kelurahan bangsal aceh.

Minggu 04/04-2021 Ketua Karang Taruna Alisah, disela-sela kegiatan mengatakan, gotong royong yang dilakukan ini merupakan salah satu kegiatan untuk meningkatkan kesadaran warga bangsal aceh, khususnya anggota Karang Taruna mengenai kebersihan lingkungan sekitar.

‘’Kegiatan gotong-royong akan menjadi kegiatan rutin kami lakukan bersama untuk membersihkan jalan desa. Kalau rumput dan belukar sudah mulai menutupi jalan ,tempat pemakaman umum, kami bersihkan secara gotong-royong,’’ ujar alisah

Melalui kegiatan kerja bakti ini, lanjut Alisah, diharapkan seluruh warga mempunyai kesadaran yang tinggi dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan terwujudnya lingkungan yang bersih maka kualitas hidup warga akan meningkat.

Selain itu, kegiatan ini bertujuan dalam menjalin tali silahturhami sesama warga,OKP dan anggota karang taruna.

“Yang terpenting dalam kegiatan ini, untuk menjalin tali silahturhami sesama anggota Karang Taruna yang berasal dari kelurahan bangsal aceh” tandas alisah

Perlu diketahui, kelurahan bangsal aceh terdiri dari 10 Rt yang inshaallah akan menjadi target utama dalam kegiatan goro ini,

“Kegiatan ini, rencananya kami juga akan laksanakan ke RT ke RT secara bergantian,” terang Alisah

Sementara Babinsa kelurahan bangsal aceh Andri maryanto mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Karang Taruna.

“Sebagai babinsa, saya mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Karang ini,

menambahkan, yang di lakukan Karang Taruna ini merupakan suatu program yang sangat baik dan bermanfaat dalam menciptakan rasa kebersamaan antara sesama pengurus Karang Taruna dan masyarakat serta juga membangunkan dan mengingatkan kembali kepada masyarakat tentang kesadaran membersihkan lingkungan yang selama ini telah di lupakan.

“Saya juga berterima kasih kepada Karang Kirana sejahtera yang telah membantu dan mendukung salah satu program pemerintah yaitu bergotong royong,” lanjut babinsa

Saya yakin, lanjut babinsa, Karang Taruna ini akan wadah pemuda untuk menuju generasi pemuda yang handal dan bermandiri, sehingga jauh dari hal-hal yang negatif seperti Narkoba atau hal-hal yang tidak bermanfaat.

“Saya juga berharap kegiatan gotong royong dan kegiatan bermanfaat yang lainnya terus dilakukan oleh Karang Tarun.(hrk)




Kegiatan Aksi Pertamina Dari Sabang Sampai Maraoke Dengan Goes Bersepeda 1.800Km.

ARBindonesia,com.Dumai-Akan di lakukan aksi bersepeda dari sabang sampai maraoke oleh seluruh pekerja Pertamina se indonesia.

Minggu 04/04-2021 telah di lakukan penyerahan bendera sangsaka Sarikat Pekerja Kilang pertamina putri tujuh (SPK).Penyerahan sangsaka tersebut di lakukan di halaman depan Integrated Terminal Dumai.Yang di iringi dengan suara kompang dari selasih 7 Dumai.

Penyerahan sangsaka tersebut adalah simbol di lepas nya aksi bersepeda dari ujung sabang samapi ujung maraoke.

Saat di temui awak media ARBindonesia,com.Bpk Suharkas Ketua bidang aksi Serikat Pekerja Kilang Pertamina putri tujuh Dumai menyampaikan,dengan di lakukan aksi bersepeda ini adalah untuk membukti kan bahwa seluruh pekerja pertamina hari ini tetap bersatu,korsa,untuk mengawal kedaulatan enegi di negri ini tetap di tangan anak bangsa 100% indonesia.(hrk)




Parah! Satu Keluarga di Inhil Jadi Sindikat Narkoba

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Satu keluarga di Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi sindikat narkotika.

Hal tersebut terungkap setelah tim gabungan Sat Narkoba Polres Inhil dan Polsek Gaung melakukan penangkapan terhadap dua orang perempuan yang diduga pelaku tindak pidana narkotika jenis shabu, pada Kamis 01 April 2021 pagi.

Adapun dua perempuan yang berhasil ditangkap pihak kepolisian berinisial T (37) dan E (26) yang merupakan keponakan dari T, warga Desa Simpang Gaung.

Penangkapan bermula dari laporan masyarakat yang merasa resah dengan adanya peredaran narkoba di Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung yang dilakukan oleh sindikat keluarga secara rapi.

Berdasarkan laporan tersebut Kasat Res Narkoba AKP Bachtiar membentuk Tim gabungan diantaranya Sat Res Narkoba, Sat Pol Air dan Polsek Gaung untuk melakukan penyelidikan.

Masyarakat sekitar sangat sulit memantau informasi karena pelaku mengarah kepada kelompok keluarga sehingga tim melakukan penyelidikan selama 8 (delapan) hari.

Setelah melakukan penyelidikan selama 8 (delapan) hari, tim melakukan penangkapan terhadap T dan dilakukan pengeledahan yang disaksikan Kadus dan tokoh masyarakat.

Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan melalui Paur Humas Ipda Esra mengatakan dari hasil pengeledahan ditemukan 15 paket diduga narkotika jenis shabu dengan berat kotor 30,20 gram dan barang bukti lainnya. Setelah dilakukan interograsi barang bukti tersebut berasal dari keponakannya, E yang juga sudah diamankan.

“Ketika dilakukan pengeledahan rumah E ditemukan sejumlah uang, handphone, bungkusan plastik putih bening dan 1(satu) buah sendok plastik pipet,” ujarnya.

Ketika diinterogasi E mengaku memperoleh shabu dari D yang merupakan pamannya atau saudara dari ayahnya S (napi narkoba di Tanjung Pinang) untuk diserahkan diserahkan kepada T.

Kemudian Tim melakukan pengeledahan di rumah D yang sudah dalam kondisi kosong. Diperoleh informasi bahwa D sudah tidak ada di rumah sejak beberapa hari yang lalu.

“Tim gabungan tetap berupaya mencari keberadaan D dibeberapa tempat yang sering ditempatinya, namun hasilnya masih nihil. Kami akan terus melakukan penyelidikan terhadap D ini,” terang Ipda Esra.

Dua pelaku dan barang bukti yang berhasil diamankan dibawa ke Mapolres Inhil untuk penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

“Dari hasil interograsi pelaku T ini berperan sebagai penyimpan shabu dan shabu ini akan diserahkan jika ada pembeli melalui D adiknya ataupun keponakannya E. Selain itu pelaku E menerima shabu dari D dan selanjutnya menyerahkan kepada pelaku T untuk disimpan guna mengelabui petugas,” jelasnya.

Hasil penjualan shabu disimpan dan dikirim E kepada ayahnya S (napi narkoba Lapas Tanjung Pinang).

“Pengendali shabu diduga berasal dari S (napi narkoba Lapas Tanjung Pinang) dengan motif memerintahkan D untuk mengambil dan menyerahkan ke pelaku E. Pelaku D ini juga berperan sebagai penjual,” kata Ipda Esra.

Selain para pelaku tersebut, tim juga melakukan pendalaman terhadap K dan R yang diduga juga terlibat jaringan keluarga tersebut karena keduanya merupakan adik kandung S (napi narkoba).

“Berdasarkan laporan masyarakat keduanya ternyata memiliki aktifitas rutin mencari kayu di hutan dan kembali sekali sebulan atau dua bulan ke rumah,” tukasnya.(*/arb)




Dituding Mencuri oleh PT THIP, Kelompok Tani di Inhil Akan Sambangi Menkopulhukam

ARBIndonesia.com, JAKARTA – Kasus dugaan tindak pencurian dan tindakan kekerasan warga yang dituding PT Tabungan Haji Indo Plantation (THIP) di Desa Tanjung Simpang, Pelangiran Indra Giri Hilir (Inhil), Riau berbuntut panjang.

Hal itu dikerenakan, tidak hanya warga dan anggota kelompok tani, akan tetapi seoarang kepala desa akhirnya ditahan pihak berwajib akibat tudingan pencurian terasebut.

Atas kejadian itu, kelompok tani (Sinar Usaha Maju) sudah berusaha mengklarifikasi apa yang sebanarnya terjadi.

“Kami merasa aneh, ketika tiba-tiba dituding dan fitnah mencuri bahkan dengan tindak kekerasan. Bahkan anggota kami dan kepala desa juga langsung ditahan,” ujar Humas kelompok tani (Sinar Usaha Maju) Saiful kepada GoNews.co melalui pesan whatsapp, Kamis (1/4/2021).

Selain itu, Ia mengaku dan berharap ada keadilan dari pihak Pemerintah Daerah dan Kepolisian. Karena tudingan kelompok tani dan Kades melakukan pencurian dan pengambilan sampel Crude Paml Oil (CPO) dan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) diatas Kapal Tongkang PT TIHP yang sedang berlayar di Perairan Kecamatan Pelangiran tidak benar.

“Padahal, kejadian sebenarnya, kami hanya meminta kepada pihak kapal untuk menunda keberangkatan. Tujuan kami agar pihak Pemda juga hadir menyaksikan langsung pagi harinya, apa yang sebenarnya dibawa oleh kapal itu,” ungkapnya.

“Tapi tiba-tiba kami dilaporkan mencuri dan melakukan kekerasan, pengambilan sample yang kami lakukan itu karena kami menduga adalah MIKO yang masuk dalam salahsatu butir point MOU antara perusahaan dengan kami pada tanggal 17 maret 2021,” tambah Saiful.

“Sample itu kami ambil agar bisa membuktikan benar atau tidaknya dugaan, kalau PT.THIP itu sudah mengingkari MOU terhadap kelompok tani ini,” tegasnya lagi.

Ia juga mengaku kecewa karena merasa difitnah dan diperlakukan tidak adil. Untuk itu kata Saiful, pihaknya akan berupaya mencari keadilan sendiri ke Menkopolhukam, Mahfud MD.

“Kami berusaha mencari keadilan ke Menkopolhukam, karena kami merasa dizalimi dan tidak punya tempat mengadu di tanah kelahiran kami sendiri,” tandasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengaku sangat menyangkan pemberitaan di salah satu media online yang mengabarkan kepala desa ditahan karena mencuri dan melakukan penahanan dengan kekerasan. Padahal menurutnya itu tidak benar.

“Sekali lagi, pertama kita mengambil sample mengajak kades selaku pemerintah desa agar ikut mengecek langsung apa yang kami curigai. Dan itu disaksikan pihak ABK Kapal beserta sekuriti. Terus tindakan pencurianya dimana?,” sesalnya.

Apalagi kata Dia, pada tanggal 18 Maret 2021 pihaknya bersama Sekda Inhil, pihak Polres, Kodim, Anggota DPRD dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup juga langsung melihat kondisi kapal.

“Tindak kekerasan dan pencurianya dimana? Kan disitu yang hadir petinggi daerah dan aparat penegak hukum. Tapi anehnya, kenapa tiba-tiba pihak Polres langsung menahan Kades dan kelompok tani keesokan harinya,” tukasnya.

Editor Arb
Sumber: gonews.co