Pemdes Panglima Raja Gelar Musyawarah RKPDes

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Pemerintah Desa (Pemdes) Sungai Berapit, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Musyawarah Desa

Rencana Kerja Pemerintah Desa (MD-RKPDes) Tahun anggaran 2022, Rabu, Kamis (30/9/2021).

IMG-20220304-WA0062

Pelaksanaan RKPDes ini di laksanakan di Balai Desa Panglima Raja dan dihadiri oleh Pemerintah Kecamatan Concong, Kasi PMD PLT KepalaDesa Sungai Berapit, Sekretaris Desa, Pendamping Desa, Bhabinkamtibmas, BPD, LPM, PKK, Tokoh pemuda, Agama dan tokoh Masyarakat, dan Perangkat Desa.

IMG-20220304-WA0061

PLT Kepala Desa Panglima Raja, Rahman, S.PD.I menyampaikan terimakasih kepada pihak yang telah berkenan hadir dalam musyawarah desa.

IMG-20220304-WA0060

“musyawarah desa kali ini merupakan Realisasi anggaran 2021 dan usulan untuk anggaran 2022 masih membahas tentang infrastruktur,” kata PLT Kades.

IMG-20220304-WA0059

Namun kata Rahman, ia menekankan agar semua kegiatan harus selalu mengikuti arahan protokol kesehatan, dengan masih di temukan nya wabah Covid-19. Semoga ini semua cepat berlalu sehingga semua usulan bisa terealisasi.

IMG-20220304-WA0064

“Yang diusulkan melalui desa, kemudian finalnya nanti akan di bawa dalam Musrenbang Kecamatan. Mudah mudahan semua bisa terealisasi apa yang menjadi program dan prioritas Desa Sungai Berapit,” imbuhnya.

“Namun semua perencanaan harus sesuai dan mengacu pada kebijakan Pemerintah Kabupaten,”tutupnya. (Adv/GF/Arb)




Ketahuan Hendak Curi Motor, Seorang Warga Desa Keritang di Hakimi Masa

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Entah apa yang melatar belakangi SP (32) warga Desa Keritang, Kecamatan Kemuning ini hingga ia nekat melakukan aksi pencurian sepeda motor di Pasar Air Balui, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Selasa (28/9/2021) lalu.

Tak seindah yang dibayangkan, belum sempat membawa kabur motor Supra 125 yang ingin dicurinya, aksinya malah diketahui oleh warga setempat.

Alhasil, SP malah dihakimi oleh warga di sekitar pasar Air Balui di Jalan Penunjang.

Kapolsek Kemuning Kompol Benhardi, SH melalui Paur Humas Polres Inhil Ipda Esra, SH mengatakan bahwa saat itu korban (Khatimah) yang merupakan warga Air Balui
berangkat ke pasar dengan menggunakan sepeda motor dan memarkirkannya di tempat parkiran.

“Korban lalu masuk ke pasar untuk berbelanja,” ujar Paur Humas Polres Inhil Ipda Esra menyampaikan kronologi kejadian melalui lapsik.

Lanjutnya, sekitar pukul 15.00 wib korban mendengar teriakan atau keributan dari warga di parkiran tersebut.

“Korban lalu keluar dari pasar dan melihat sepeda motor miliknya sudah bergeser. Saat itu juga korban melihat tersangka sudah dihakimi oleh warga,” tuturnya.

“Saat itu juga anggota Polsek Kemuning tiba di TKP. Tersangka dibawa ke Puskesmas untuk dilakukan perobatan dan selanjutnya di amankan oleh personil Polsek Kemuning untuk dilakukan penyidikan,” tambah Esra.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian materil sebanyak 7 juta rupiah dan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Kemuning.

“Tersangka dikenakan pasal 363 KUH.Pidana (pencurian) dan terancam pidana paling lama lima tahun penjara,” jelasnya.

Editor Arbain




Pemkab Inhil bersama JMSI Gelar Pelatihan Ekspos Pembangunan dan Potensi Desa

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) bersama dengan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Inhil menyelenggarakan pelatihan jurnalistik bagi perangkat desa se-Kabupaten Inhil, Rabu (29/09/2021).

Kegiatan ini berlangsung diikuti langsung oleh Bupati Inhil HM Wardan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Inhil Budi N Pamungkas, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Inhil Trio Beni Putra, para Camat, Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Inhil.

Selain itu, diikuti juga oleh Sekjen JMSI Pengurus Pusat Mahmud Marbaha, Ketua JMSI Provinsi Riau Dheni Kurnia, dan Ketua KI Provinsi Riau Zufra Irawan. Ketiga undangan Webinar ini adalah sebagai pembicara.

Demi mematuhi aturan protokol kesehatan Covid-19, Pemkab Inhil bersama JMSI berinisiatif menyelenggarakan secara virtual/webinar. Sehingga, tidak terjadi kerumunan yang berdampak terhadap penularan virus corona.

Sebelum menyampaikan kata sambutan, Bupati Inhil terlebih dahulu menandatangani MoU/PKS dengan JMSI Kabupaten Inhil dan perangkat desa.

“Tentunya dalam hal ini kepada para aparat desa yang sudah mendapat pelatihan nantinya bisa bekerja sama dengan para media khususnya dengan JMSI dalam menciptakan keterbukaan informasi publik dan mengekspose keberhasilan pembangunan Desa sekaligus mengangkat potensi yang ada di Desa,” ucap Bupati Wardan.

Sementara itu, Ketua JMSI Kabupaten Inhil, Aditya Prahara menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemkab Inhil yang telah mendukung penuh dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, khususnya kepada Bupati Inhil HM Wardan serta Dinas Kominfo Persantik Kabupaten Inhil dan Dinas PMD Kabupaten Inhil.

Menurut Adit, sapaan akrab Aditya Prahara, terobosan ini akan membantu pemerintah daerah dalam mengimplementasikan UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP) nomor 14 tahun 2008, terutama informasi pembangunan dan potensi desa di Kabupaten Inhil.

“Saya pikir, melalui program unggulan kepemimpinan Pak Wardan, yakni DMIJ, begitu banyak pembangunan di desa. Akan tetapi belum banyak diketahui publik. Maka dari itu, melalui program JMSI Inhil, Insya Allah, implementasi keterbukaan informasi publik akan dapat terlaksana,” ucapnya.

“Jika ini berhasil, tidak ada yang tidak mungkin, bisa saja Bapak HM Wardan dilirik oleh pemerintah pusat untuk menjadi menteri,” pungkasnya. ***




Amerika Kucurkan Rp 27 T untuk Ganti Peralatan Huawei dariJaringan Nasional, Bagaimana Indonesia Menyikapi Perang Dagang Ini?

Opini : Muslim Hadi (Amerika Kucurkan Rp 27 T untuk Ganti Peralatan Huawei dariJaringan Nasional, Bagaimana Indonesia Menyikapi Perang Dagang Ini?)

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan Indonesia akan terus menjalin hubungan bilateral dengan Amerika Serikat dan China meski perang dagang antara kedua negara belum mereda.

AS dan China disebut merupakan negara mitra strategis, termasuk saat pandemi Covid-19.

“Indonesia tetap menjalin hubungan baik dengan AS dan China serta menjadi mitra yang solid pada masa pandemi ini meskipun terjadi perang dagang di antara kedua negara tersebut,” kata Lutfi dalam webinar Mandiri Sekuritas seperti dikutip dari keterangan resmi.

Menurutnya, AS dan China berperan besar terhadap kinerja perdagangan Indonesia, dan sebaliknya Indonesia merupakan negara yang penting di bidang perdagangan bagi keduanya.

Perusahaan Cina yang terkena dampak aturan ini adalah Huawei, ZTE, Hytera Communications Corp, Hangzhou Hikvision Digital Technology Co, dan Zhejiang Dahua Technology Co. Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC) pada Senin mengatakan akan membuka program ganti rugi senilai US$1,9 miliar (Rp27 triliun) kepada operator telekomunikasi AS yang mengganti peralatan perusahaan Cina yang dianggap sebagai ancaman keamanan nasional seperti Huawei dan ZTE.

Namun aturan ini menjadi masalah besar bagi operator telekomunikasi di pedesaan AS, karena mereka mesti mengeluarkan biaya tinggi dan kesulitan menemukan pekerja untuk melepas dan mengganti peralatan dari perusahaan telekomunikasi Cina. Perintah terakhir FCC memperluas perusahaan yang memenuhi syarat untuk penggantian, dari operator telekomunikasi yang memiliki 2 juta atau lebih sedikit pelanggan menjadi operator yang memiliki 10 juta atau lebih sedikit pelanggan. FCC pada September 2020 memperkirakan akan menelan biaya US$1,837 miliar (Rp26,6 triliun) untuk mengganti peralatan Huawei dan ZTE dari jaringan telekomunikasi AS.

Perang dagang total antara AS dan China kian sulit dielakkan, sehingga akan memicu era baru deglobalisasi atau setidaknya ekonomi global akan terbagi menjadi dua blok yang saling tidak compatible.

Skenario manapun terjadi, perdagangan barang dan jasa, aliran modal, tenaga kerja, teknologi dan data akan benar-benar terbatas. Sistem digital akan menjadi splinternet, dimana antara Barat dan China tidak akan tersambung satu sama lain. AS telah mengenakan sanksi pada ZTE dan Huawei.

Alhasil, China akan berjuang keras memastikan bahwa teknologinya mendapatkan sumber input utama yang berasal dari domestik maupun dari negara sahabatnya yang tidak tergantung AS. Ini mirip perang Balkan.

China dan AS akan saling berebut pengaruh, sementara banyak negara ketiga berusaha tetap netral dengan tetap mempertahankan hubungan ekonomi dengan kedua negara tersebut.

Menyikapi perkembangan tersebut, Indonesia harus cerdas dan tepat menentukan sikap dan akan berpihak kemana. Keberpihakan akan menjadi keniscayaan, tergantung dari warna dan pandangan politik kelompok yang ada di panggung pemerintahan.

Setiap pilihan akan membawa konsekuensi, tidak hanya ekonomi 270 juta penduduk negeri tetapi menyangkut takdir NKRI. Pepatah yang menyatakan bahwa ‘gajah lawan gajah, pelanduk mati ditengah-tengah’ harus disingkirkan dari benak setiap anak bangsa yang cerdas.

Kita ubah menjadi ‘gajah lawan gajah pelanduk ketawa dipunggung gajah’. Perlu diingat bahwa di Asia akan terbelah menjadi dua kelompok. Mereka yang berpihak ke AS adalah Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Thailand, Malaysia, India, dan Filipina.

Adapun yang berada pada sisi China adalah Korea Utara, Myanmar, Laos, Kamboja, Pakistan dan Singapura. Indonesia kemana?

Penulis : Muslim Hadi




Bertarung Dibabak Penyisihan Bintang Dangdut TVRI, Intan Asal Pulau Kijang Minta Do’a Dari Masyarakat Inhil

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Ikut audisi di Calon Bintang Dangdut TVRI Riau. Intan Dewi Lestari wanita Asal Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mulai bertarung di babak penyisihan.

Dimana gadis cantik berusia 22 tahun ini akan berlaga pada Kamis (29/9/2021) besok untuk berebut posisi juara grub.

Dari 24 orang peserta di Calon Bintang Dangdut TVRI Riau dibagi menjadi 6 grub.

Intan Dewi Lestari harus bersaing diposisi teratas dengan 3 peserta lainnya yaitu Siska Dewi Anggraini Asal Asahan, Sumatera Utara, Dasril asal Kampar dan Pendi Ilham asal Indragiri Hulu.

Nah, jika Intan Dewi Lestari yang masih menempuh bangku pendidikan di Universitas Riau ini berhasil menjadi jawara grub. Otomatis Intan akan masuk ke babak 6 besar.

Dan dari 6 peserta yang tersisa nanti, para peserta akan kembali berlomba merebutkan posisi juara I,II dan III di malam puncak grand final.

Sedangkan posisi IV, V dan VI panitia tetap memberikan penghargaan atas pencapaian para peserta.

Besar harapan Intan Dewi Lestari dalam audisi Calon Bintang Dangdut TVRI Riau ini. Karena selain ingin membanggakan orang tua, Intan juga ingin mengharumkan nama asal daerahnya yaitu Kabupaten Indragiri Hilir.

Dengan itu, Bambang ayahandanya, meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Inhil agar putrinya bisa memberikan penampilan terbaik.

“Mohon doanya kepada masyarakat Inhil agar anada kami Intan Dewi Lestari pada hari Rabu tanggal 29 September sukses dalam audisinya di calon bintang dangdut TVRI Riau,”kata ayahanda Intan Dewi Lestari melalui pesan tertulisnya, Selasa (28/9/2021) malam.

Selain itu, Bambang juga meminta doa dari masyarakat agar putrinya itu dapat masuk ke babak grand final hingga menjadi penyanyi dangdut di kancah nasional.

“Sebagai orang tua tentu mendoakan agar Intan bisa mengejar cita-citanya, di calon bintang dangdut ini semoga Intan berhasil meraih juara, sehingga bisa menjadi kebanggaan bagi masyarakat Inhil,”harap Bambang.***




Dampak Perang Dagang Cina VS AS, Indonesia Berpihak Kemana?

Opini : Yhudi Juliandra Dinata (Dampak Perang Dagang Cina VS AS, Indonesia Berpihak Kemana?)

ARBIndonesia.com – Perang dagang yang terjadi antara China dan Amerika Serikat pasca kebijakan yang diambil presiden Donald Trump, sangat berdampak luas bagi perekonomian dunia. Perang dagang bermula karena Trump kesal dengan neraca perdagangan negaranya yang selalu tercatat defisit dengan China.

Untuk itu, ia memilih langkah proteksionisme untuk memperbaiki neraca perdagangan AS. Trump memutuskan untuk menaikkan bea masuk impor panel surya dan mesin cuci yang masing-masing menjadi 30 persen dan 20 persen.

Sejak saat itu, tepatnya 22 Januari 2018, perang dagang pun dimulai. Perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok tampaknya semakin tidak bisa dihindarkan. Imbas perang dagang ini tentu harus secepatnya diantisipasi agar tidak berdampak secara sistematis.

Realitas ini menjadi peringatan bagi semua negara karena dominasi Amerika Serikat sebagai adidaya pada tatanan globalisasi kini mendapat tandingan dari Tiongkok yang menjadi kekuatan baru pada era baru perdagangan global.

Setidaknya daya saing Tiongkok menjadi faktor di balik sukses merajai pasar global sehingga nilai jual produk made in China sukses di pasaran. Fakta ini juga diperkuat oleh ketersediaan tenaga kerja yang melimpah di Tiongkok sehingga tarif menjadi lebih kompetitif.

Peran teknologi dan inovasi juga memperkuat daya saing produk-produk made in China. Ironisnya, daya saing produk made in Indonesia melemah karena terpengaruh nilai tukar rupiah yang terperosok di level Rp14.000 dengan prediksi bisa menyentuh Rp15.000 per dolar Amerika Serikat.

Jika ini terjadi, ancaman terhadap daya saing produk made in Indonesia akan kian besar dan tentu berdampak terhadap neraca perdagangan. Artinya, imbas perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok Tampaknya semakin krusial, terutama imbas terhadap perekonomian di mayoritas negara berkembang, termasuk Indonesia. Fakta ini secara tidak langsung menegaskan bahwa kesuksesan pemilihan kepala daerah pada akhir Juni lalu tidak menjamin ekonomi Indonesia tumbuh positif karena rupiah terus terpuruk dan ancaman dampak perang dagang kian mengkhawatirkan, sementara pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak nonsubsidi dan suku bunga acuan 50 basis poin menjadi 5,25%.

Menyikapai perkembangan tersebut, Indonesia harus cerdas dan tepat menentukan sikap dan akan berpihak kemana. Keberpihakan akan menjadi keniscayaan, tergantung dari warna dan pandangan politik kelompok yang ada di panggung pemerintahan.

Setiap pilihan akan membawa konsekuensi, tidak hanya ekonomi 270 juta penduduk negeri tetapi menyangkut takdir NKRI.

Pemeo yang menyatakan bahwa ‘gajah lawan gajah, pelanduk mati ditengah-tengah’ harus disingkirkan dari benak setiap anak bangsa yang cerdas. Kita ubah menjadi ‘gajah lawan gajah pelanduk ketawa dipunggung gajah’.

Perlu diingat bahwa di Asia akan terbelah menjadi dua kelompok. Mereka yang berpihak ke AS adalah Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Thailand, Malaysia, India, dan Filipina. Adapun yang berada pada sisi China adalah Korea Utara, Myanmar, Laos, Kamboja, Pakistan dan Singapura. Indonesia kemana?

Penulis : Yhudi Juliandra Dinata