Ditaja Dinkes Inhil, ini Potret 60 Kader Posyandu di Inhil Ikuti Peningkatan Kapasitas Pencegahan dan Penanggulangan Stunting
ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Sebanyak 60 kader Posyandu di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas dalam rangka pencegahan dan penanggulangan stunting.
Kegiatan tersebut ditaja oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil melalui bidang Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat disalah satu hotel di Tembilahan, 2-3 November 2021.
Para kader poryandu yang hadir merupakan perwakilan dua orang dari setiap Puskesmas. Selama dua hari mereka diberi pembekalan terkait peran serta kader posyandu dalam rangka pencegahan dan penanggulangan stunting.
“Kader posyandu orang yang salah satu dapat berperan aktif dalam pencegahan dan penanggulangan stunting, oleh karena itu perlu di lakukan peningkatan kapasitan kader tentang stunting,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, Rini indriani, SST, M Kes kepada awak media.
Rini menjelaskan stunting merupakan kondisi gagal tumbuh dan berkembang, akibat kekurangan gizi kronis, infeksi yg berulang terutama di 1000 hari pertama kehidupan (HPK).
“Untuk kegiatan pencegahan dan penangulangan stunting dapat di deteksi dini dengan ibu hamil, bayi dan balita datang ke posyandu,” ujarnya.
Rini menambahkan stunting dapat dicegah sejak masa kehamilan dengan acara memenuhi nutrisi, pemeriksaan kandungan secara rutin, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat atau PHS, hindari paparan asap rokok dan rutin berolahraga. (Adv/Galeri Foto/Arbain)
Pemdes Panglima Raja Bagikan Masker dan Vitamin Kepada Guru dan Siswa SD 012 Concong Luar
ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Pemerintah Desa Panglima Raja, Kecamatan Cincong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melaksanakan kegiatan pembagian masker dan vitaminvitamin, Kamis (4/11/2021).
Kegiatan yang didampingi oleh petugas Pukesdes Panglima Raja tersebut menyasar kepada guru dan siswa SDN 012 Concong Luar.
Kepala Desa Panglima Raja, Erwanto melalui Sekretaris Desa, Rahman, S.Pd.Imengatakan pembagian masker merupakan upaya dalam mencegah terjadinya penularan covid 19.
“Sedangkan vitamin dibagikan sebagai daya tahan tubuh agar kita kebal akan virus-virus,” tuturnya.
Terakhir ia berpesan agar guru dan siswa terus menerapkan protokol kesehatan agar aktifitas belajar mengajar bisa berjalan lancar baik itu daring maupun tatapmuka.
(Adv/Gf/Arb)
Sebelum Anaknya Tewas Diserang Harimau, Sang Ibu Sempat Dengar Jeritan Minta Tolong
ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Seorang anak berinisial MS diduga telah diserang hingga tewas oleh seekor harimau Kejadian ini terjadi di Desa Teluk Kabung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Sang ibu korban sempat menyaksikan hewan buas yang diduga harimau itu menyeret anaknya (korban) saat tidur di sampingnya di camp PT Usaha Berkat Fangarato (UBF). Kepala Bidang Teknis Balai Besar KSDA Riau M Mahfud mengatakan, pihaknya mendapat laporan terkait konflik satwa liar dari Kepala Unit PT Mutiara Sabuk Khatulistiwa (MSK).
Manfud mengatakan korban merupakan anak pekerja pada perusahaan PT UBF salah satu kontraktor penanaman di PT MSK. Saat turun ke lokasi kejadian tengah ada aktivitas penanaman.
Serangan diduga harimau diketahui berawal saat ibu korban mendengar jeritan minta tolong anaknya yang sedang tidur bersamanya di dalam camp (pondok kerja).
‘’Jadi saksi ibu korban mengaku terbangun dan melihat samar anaknya seperti diseret keluar dari pondok kerja. Sehingga ibunya langsung keluar pondok, namun tidak melihat keberadaan anaknya yang saat itu suasana begitu gelap,’’ jelas Mahfud.
Dengan keadaan panik, ibu korban langsung mencari senter, untuk membantu penglihatan mencari anaknya. Lebih kurang 60 meter dari camp, anaknya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
‘’Tim melaporkan ada bekas luka cakaran dan gigitan di bagian kepala serta tengkuk korban,’’ jelas Mahfud.
Saat kejadian berlangsung ayah korban sedang tidak berada dilokasi, dan sang ibu korban langsung meminta teman sesama pekerja di camp di sekitar lokasi.
Adanya laporan dari ibu korban, pekerja lainnya langsung menghubungi keluarga korban yang berada di PT Bina Duta Laksana (BDL) dan menghubungi sekuriti PT MSK. Sekitar pukul 01.05 WIB, pihak sekuriti langsung mengevakuasi korban dan dibawa ke Pos P3K dalam kondisi sudah meninggal.
Dari lokasi jasad MS pihak security melaporkan dugaan serangan harimau. Sehingga pihak kepolisian melakukan visum tindakan medis.
‘’Hasil diagnosis awal kematian disebabkan oleh Death On Arrival ec. Gigitan binatang buas. Korban selanjutnya dibawa ke rumah duka dan dimakamkan,’’ ujar Mahfud.
Atas peristiwa ini, Mahfud menyampaikan belasungkawa terhadap korban bersama dengan pihak perusahaan serta dan TNI melakukan mitigasi konflik satwa.
Lebih lanjut Mahfud mengatakan tim di lapangan juga melakukan sosialisasi untuk mencegah konflik susulan dan mengimbau karyawan yang ada di sekitar kejadian agar hati-hati dan waspada serta tidak melakukan aktivitas pada waktu pagi dan sore hari.
‘’Yang penting tim juga menyampaikan kepada masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi kejadian agar tidak memasang jerat atau melakukan tindakan anarkis terhadap satwa liar yang dilindungi termasuk Harimau Sumatera,’’ ujarnya.
Setelah kejadian ini pihak perusahaan memutuskan untuk menghentikan aktivitas sementara dan memindahkan seluruh pekerja yang berada di TKP dan sekitarnya ke camp induk PT MSK.
‘’Tanggal 1 November 2021 Balai Besar KSDA Riau melaksanakan rapat bersama para pihak untuk merumuskan rencana tindaklanjut penanganan konflik,’’ ujar Mahfud.
Saat ini, jelas Mahfud, tim di lapangan juga sedang melakukan identifikasi terhadap individu satwa yang berkonflik dengan penambahan pemasangan tiga camera trap.
‘’Ada sebanyak 10 unit yang mencakup wilayah konsesi dan sekitarnya. Untuk mengetahui satwa yang menyerang MS, tim juga memasang umpan pada titik titik tertentu dalam rangka menarik pergerakan satwa ke camera trap. Kemudian, memasang jerat di sekitar jalur jelajah satwa bersama pihak terkait,’’ katanya.
Langkah lainnya, tim dilapangan juga turut mendorong perusahaan untuk meningkatkan patroli dan pengawasan pada pusat-pusat aktivitas kerja. Kemudian, turut mengusulkan agar pihak perusahaan untuk merubah pola penempatan pondok kerja lapangan (mobile camp) menjadi lebih terpusat.
‘’Tujuannya agar para pekerja bisa lebih terkontrol dan saling menjaga serta lebih menjamin keamanan dari serangan satwa liar,’’ jelas Mahfud.
Langkah sosialisasi terkait mitigasi konflik terhadap para pekerja dan pihak yang berada di sekitar lokasi, untuk mendorong perusahaan untuk lebih meningkatkan peran satgas penanganan konflik dan melakukan patroli secara mobil.
Mahfud juga mengimbau semua pihak yang memiliki izin yang di dalamnya merupakan wilayah jelajah pergerakan Harimau Sumatera agar bisa menciptakan kondisi kerja yang bersahabat dan lebih antisipatif dengan peningkatan pengawasan melalui patroli baik pengawasan pekerjaan maupun aktivitas illegal seperti perburuan atau pemasangan jerat.
‘’Kami menghimbau agar para pekerja menjaga kewaspadaan secara rutin, melakukan operasi sapu jerat, melakukan monitoring satwa liar secara rutin dan melaporkannya,’’ pungkasnya. (***/Arb)
Hasil Pilkades di Desa Belaras Digugat
ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Hasil pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Belaras Kecamatan Mandah akan dibawa ke ‘meja hijau’.
Salah seorang calon nomor urut 01 Said Saprudin resmi menunjuk pengecara muda Yudhia Perdana Sikumbang untuk menggugat hasil pilkades di Desa Belaras, Kecamatan Mandah , Kabupaten Indragiri Hilir.
“Kami menunggu SK Bupati tentang penetapan pelantikan kepala desa terpilih Desa Belaras, selanjutnya kami akan ajukan sesuai Perma Nomor 6 tahun 2018 akan mengajukam keberatan atas SK yang akan dikeluarkan nantinya ketika 10hari tidak ada penyelesaian atas keberatan kami, maka akan kami daftarkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pekanbaru,” terangnya kepada wartawan, Senin (01/11/2021).
Yudhia kemudian menjelaskan sesuai jalur yang ada dan karena ini sifatnya keputusan (besikkcing), maka hal ini tepatnya dibawa ke PTUN atas keberatan yang diajukan pasca SK tentang penetapan kepala desa tepilih.
“Hal ini juga sebagai edukasi kemasyarakat bahwa pilkades pun saat ini animonya sangat tinggi, juga terkait penyelesaiannya diharapkan sesuai jalur yang ada, karena ini sifatnya keputusan (besikkcing) maka hal ini tepatnya dibawa ke PTUN setelah keberatan diajukan pasca SK tentang penetapan kepala desa tepilih di Desa Belaras nantinya ditetapkan,”pungkasnya. (rls/arb)
H Afrizal Dikabarkan Mengundurkan Diri Dari Jabatan Kadinkes Inhil
ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, dr H Afrizal Darmawan, MM dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya.
Kabar mundurnya Kadinkes Inhil tersebut tersebar di jejaringan media sosial melalui surat pernyataan yang ber-kop surat Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil yang diterbitkan pada 31 Oktober 2021 bertanda tangan.
Surat pernyataan pengunduran diri Kepala Dinas Sehatan Inhil
Mengenai hal tersebut, awak media telah mencoba mengkonfirmasi langsung kepada yang bersangkutan terkait kabar pengunduran diri tersebut.
Akan tetapi belum mendapatkan jawaban dari yang bersangkutan, dr H Afrizal Darmawan, MM.
Sementara itu awak media mencoba untuk mencari informasi lanjutan terkait kabar tersebut melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Dari Informasi yang didapat, untuk saat ini surat pengunduran diri dr. H Afrizal Darmawan, MM sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir secara resmi belum masuk ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Inhil.
Selain itu, pihak BKD Inhil juga masih menunggu klarifikasi dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, H Afrizal terkait kabar pengunduran diri melalui surat yang tersebar.
Hingga berita ini disiarkan, awak media masih berupaya mengkonfirmasi yang bersangkutan dan mencari informasi lanjutan terkait kabar pengunduran diri dr. H Afrizal Darmawan, MM sebagai Kepala Dinas Kesehatan.
Untuk diketahui, pada tahun 2020 lalu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil yang dijabat oleh Zainal Arifin saat itu juga mengakhiri jabatannya sebagai Kadinkes Inhil dengan mengundurkan diri.
Arbain
Tersambar Petir, 2 Warga Inhil Tewas Saat Hendak Mencari Kayu
ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Dua orang warga di Desa Sialang Panjang, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ditemukan tewas tersambar petir saat hendak mencari kayu di Sungai Mursi, Minggu (31/10/21).
Diketahui, peristiwa itu terjadi di perairan Sapat, parit 12 hilir Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra), sekitar pukul 15:00 WIB.
Melalui sumber yang dilansir dari beritainhil.com, Adon Syamsuri yang merupakan tim medis di daerah tersebut mengatakan bahwa yang tersambar petir itu bernama Andi Suhaidi dan Rudi Erwani yang merupakan warga Desa Sialang Panjang.
Menurut keterangan dari Adon Syamsuri, kronologis kejadiannya saat itu kedua korban hendak pergi mencari kayu di Sungai Mursi menggunakan pompong bersama satu orang rekannya bernama Ani yang menggunakan pompong lain.
“Berangkat lah mereka serentak pake dua pompong saat hujan-hujan tu, bang Ani sempat ngajak kedua arwah untuk beristirahat karena hujan petir, tapi kata arwah tidak apalah lanjut aja, tidak lama setelah itu mereka tersambar petir dan pompong masih melaju ke arah pantai,” ungkapnya.
Mengetahui kejadian tersebut, Ani langsung melaporkan peristiwa itu ke Polsek Kuindra untuk meminta pertolongan.
“Yang menangani janazah korban saya tim medis sendiri di bantu oleh masyarakat setempat,” imbuhnya.
Terakhir Adon Syamsuri menyebutkan bahwa kedua jenazah korban sudah di bawa ke Tembilahan untuk diberikan kepada pihak keluarga.
“Sekitar jam 18:00 wib kedua korban sudah dibawa ke Tembilahan untuk diberikan kepada pihak keluarga,” pungkasnya.