Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Pembunuhan Sadis di Siak

ARB INdonesia, PEKANBARU- Aparat kepolisian dari Satreskrim Polres Siak, di back up Ditreskrimum Polda Riau meringkus pelaku pembunuhan disertai perkosaan di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak.

Pelaku pembunuhan yang berinisial SAS, 16 tahun, status putus sekolah, ditangkap Tim Gabungan tidak sampai 24 jam setelah korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada hari Minggu (6/2/2022) siang.

“Setelah jasad korban ditemukan hari Minggu siang, malamnya pelaku langsung kita tangkap,” kata Kapolres Siak, AKBP Gunar Rahardianto saat ekspos di Mapolres Siak, Senin (7/2/2022).

Rahardianto menjelaskan, pembunuhan itu dilakukan oleh tersangka SAS berawal saat korban hendak meminjam uang ke tersangka.

Pelaku terhubung melalui media sosial Facebook, dimana pelaku membuat kesepakatan untuk bertemu korban agar uang yang akan dipinjam korban diberikan.

Singkat cerita, setelah korban bertemu dengan pelaku, kemudian pelaku mengelabui korban kalau uang yang akan dipinjamkan berada di salah satu gubuk yang berada di kebun sawit di Mempura.

Naas, setelah korban ikut ke gubuk yang dijanjikan, ternyata pelaku langsung menyekap dan membuka celana korban lalu mencabuli korban.

Usai dicabuli, korban langsung dihabisi nyawanya dengan cara disayat tangannya. Setelah dibunuh, pelaku pergi meminjam cangkul kepada warga sekitar dengan alasan untuk menanam sawit.

“Setelah korban tewas, pelaku mengubur korban tidak jauh dari gubuk tempat korban dibunuh,” jelas Gunar.

Atas perbuatan itu, prlaku SAS disangkakan dengan Pasal 81 Ayat 5 UU No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu No 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak  Dan Atau Pasal  340 KUHPidana.

“Ancaman hukuman Penjara Paling Singkat 10 (sepuluh Tahun) dan paling lama 20 (dua puluh tahun) dipidana mati, seumur hidup,” tutup Gunar. ***




Hasil Tes Covid Bisa Salah, Menkes Akui Tak Ada PCR yang Sempurna

ARB INdonesia, JAKARTA – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan tidak ada hasil tes PCR yang sempurna. Pernyataan itu merespons kejadian warga menerima hasil tes Covid-19 yang salah dari laboratorium swasta.

Budi menyampaikan akurasi tes PCR berkisar di angka 95-99 persen. Dia berkata tes PCR di berbagai negara memiliki tingkat akurasi yang sama.

“Kalau tes sempat 500 ribu sehari, ya ada 1 persen 5 ribu yang bisa miss. Tidak ada tes PCR di dunia ini yang sempurna,” kata Budi dalam jumpa pers yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (7/2).

Budi mengatakan kemungkinan salah hasil tes PCR makin besar saat jumlah tes tinggi. Dia menyebut mungkin saja petugas laboratorium salah memasukkan data karena jumlah tes meningkat.

Kemenkes menyiasati hal itu dengan membenahi sistem input data. Budi menyebut Kemenkes melakukan sistem koneksi daring untuk mengurangi beban petugas laboratorium tes Covid-19.

“Langsung masuk PeduliLindungi sehingga mengurangi kesalahan data entry dan mengurangi beban,” ujar Budi.

Dia juga berkata hasil tes PCR sangat mungkin terjadi pada pemeriksaan orang-orang yang datang dari luar negeri karena jumlah yang banyak. Oleh karena itu, Kemenkes memberi kesempatan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) untuk banding hasil tes Covid-19.

“Boleh tes pembanding, bayar sendiri, dua lab berbeda dan sudah terakreditasi Kemenkes. Kalau keluar, nanti kita lihat. Kalau dua negatif, otomatis negatif, kalau dua positif, ya dia positif,” tuturnya.

Sebelumnya, viral seorang perempuan protes karena menerima hasil tes Covid-19 yang salah. Dia mendapat hasil tes positif Covid-19 meski belum menjalani tes.

Perempuan itu baru mendaftar untuk melakukan tes antigen. Namun, ia menerima email berisi hasil tes PCR positif Covid-19. Dia pun mengunggah kejadian itu di media sosial hingga viral.

Laboratorium penyelenggara tes tersebut meminta maaf atas kejadian itu. Mereka mengakui ada kelalaian administrasi dalam tes perempuan tersebut.

Sumber CNN Indonesia




Diserang Harimau, Pekerja di Inhil Tewas Menggenaskan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Seorang pekerja penumbang pohon diarea kawasan hutan tanaman industri (HTI) yang berada di Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, ditemukan tak bernyawa.Korban tersebut diduga tewas setelah diserang seekor harimau.

Penemuan itu terjadi pada, Sabtu (6/2/2022), sekitar pukul 16.40 WIB. Korban merupakan pekerja yang bekerja di kawasan HTI Kecamatan Gaung, Indragiri Hilir.

Korban bernama Tugiat (42 tahun) asal Sumatera Barat. Dia diketahui sebagai pekerja penumbang pohon akasia milik PT Satria Perkasa Agung (SPA).

Sebelum ditemukan tewas, Tugiat berangkat dari camp perusahaan bersama 3 orang rekannya. Namun hingga sore korban tak juga kembali dan saat dilakukan pencarian di lokasi terakhir, korban ditemukan tewas mengenaskan.

“Betul, Kejadian di Gaung. Korban merupakan karyawan PT dan ditemukan tewas oleh pekerja lain,” terang Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dian Setiawan kepada Ayoriau.co, Minggu (6/2/2022).

Dari laporan diterima, Dian memastikan korban diduga tewas diterkam harimau. Hal itu terlihat dari kondisi jasad korban yang sudah tidak utuh dan tampak mengenaskan.

“Sementara korban adalah pekerja, tetapi baru kami terima laporan singkatnya dari Kapolsek. Memang kuat dugaan diterkam harimau,” kata Dian.

Setelah ditemukan, korban dibawa ke klinik PT Arara Abadi Distrik Merawang. Korban kemudian dibawa ke rumah keluarganya di Bengkalis.

Kapolres Inhil AKBP Dian menghimbau kepada semua masyarakat dan pekerja hutan yang berada di wilayah perusahaan di Kabupaten Indragiri Hilir umumnya, agar pada saat bekerja tidak dibenarkan pergi sendirian.

“Bekerja di hutan agar berhati-hatilah, minimal 2 org jangan sendirian,” Himbau AKBP Dian sebagai Kapolres Inhil.***




Kapolda Riau Irjen Muh Iqbal Puji Aksi Heroik Bripka Oktavianus Yusbar Tangkap 2 Pelaku Jambret, Hingga Terkilir Kaki

ARB INdonesia, PEKANBARU – Kapolda Riau, Irjen Pol Mohammad Iqbal, memuji aksi heroik seorang personel Polri bernama Bripka Oktavianus Yusbar, anggota Polsek Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.

Dimana, Bripka Oktavianus Yusbar, rela kakinya terkilir karena menabrakkan sepeda motornya ke sepeda motor 2 kawanan jambret, demi menghentikan pelarian kedua pelaku.

Peristiwa terjadi pada Jumat (4/2/2022) pagi tadi.

“Jadi satu kata saja, itulah polisi sebagai simbol pengayom dan pelindung masyarakat. Walaupun dirinya harus menjadi korban, keselamatan masyarakat, keamanan masyarakat menjadi prinsip utama baginya. Itulah namanya polisi,” sebut Jenderal polisi berpangkat bintang dua itu.

Ditanyai apakah anggota polisi yang bersangkutan akan diberi reward atau penghargaan, mantan Kadiv Humas Polri itu mengamininya.

“Oh jelas, saya kasih reward langsung,” ucap Irjen Iqbal.

Seperti diberitakan, aksi heroik ditunjukkan seorang anggota polisi yang berdinas di Polsek Tenayan Raya, Polresta Pekanbaru.

Ia adalah Bripka Oktavianus Yusbar (42). Dirinya rela kakinya terkilir karena tabrak motor 2 kawanan jambret yang ketika itu hendak kabur usai beraksi, Jumat (4/2/2022) sekira pukul 08.20 WIB.

Upaya Bripka Oktavianus Yusbar pun membuahkan hasil. Kedua pelaku kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas) modus jambret itu pun berhasil diamankan.

Kapolsek Tenayan Raya, Kompol Manapar Situmeang menceritakan kronologis kejadian tersebut.

Korban dari aksi jambret ini adalah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Nur Habibi (32).

Ketika itu, korban dengan mengendarai sepeda motor dan membawa seorang anaknya yang masih kecil, pergi ke warung di dekat Simpang Arkom, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, untuk membeli telur.

Sesampainya di warung, korban turun dari sepeda motor. Anak korban, masih duduk di atas sepeda motor. Korban juga meninggalkan 1 unit handphone yang disimpan di dashboard sepeda motor.

Tiba-tiba, dua orang pelaku yang berboncengan dengan sepeda motor, datang mendekati sepeda motor korban.

Seorang pelaku kemudian mengambil handphone milik korban.

Aksi pelaku itu ternyata dilihat oleh pemilik warung, yang langsung berteriak maling.

“Jadi ketika itu anggota (Unit) Samapta atas nama Oktavianus sedang melaksanakan patroli dengan sepeda motor, sedang patroli dan mendengar teriakan maling. Terlihat 2 orang berboncengan dengan sepeda motor dan kencang sekali,” kata Kapolsek.

“Tanpa pikir panjang, anggota kita langsung menabrakkan sepeda motornya ke sepeda motor yang akan melarikan diri tersebut. Kedua pelaku terjatuh, dan anggota bersama-sama masyarakat meringkus 2 pelaku yang sudah berhasil mengambil handphone korban,” imbuh Manapar.

Lanjut Manapar, begitu diamankan, Bripka Oktavianus kemudian menghubungi Pos SPKT Polsek Tenayan Raya, untuk meminta bantuan mendatangkan mobil.

Begitu tiba, 2 pelaku berikut barang bukti langsung dibawa ke Mapolsek Tenayan Raya untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

“Korban juga sudah membuat laporan, dan akan segera kita proses sesuai Pasal-Pasal KUHP,” tutur Manapar.

Dibeberkan Kapolsek, pengakuan tersangka, dia sudah pernah masuk penjara sebelumnya pada tahun 2013 atas kasus ganjal ATM.

“Dan sudah 4 kali melakukan jambret. Yaitu di daerah Bangkinang Kampar dan juga Pekanbaru,” sebut Manapar.

Sementara Bripka Oktavianus, diketahui mengalami cidera. Kakinya terkilir akibat menabrakkan sepeda motornya ke sepeda motor kedua pelaku. ***




Aksi Heroik Bripka Oktavianus Yusbar, Ringkus 2 Pelaku Jambret di Pekanbaru

ARB INdonesia, PEKANBARU – Aksi heroik ditunjukkan seorang anggota polisi yang berdinas di Polsek Tenayan Raya, Polresta Pekanbaru.

Ia adalah Bripka Oktavianus Yusbar (42). Dirinya rela kakinya terkilir karena tabrak motor 2 kawanan jambret yang ketika itu hendak kabur usai beraksi, Jumat (4/2/2022) sekira pukul 08.20 WIB.

Upaya Bripka Oktavianus Yusbar pun membuahkan hasil. Kedua pelaku kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas) modus jambret itu pun berhasil diamankan.

Kapolsek Tenayan Raya, Kompol Manapar Situmeang menceritakan kronologis kejadian tersebut.

Korban dari aksi jambret ini adalah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Nur Habibi (32).

Ketika itu, korban dengan mengendarai sepeda motor dan membawa seorang anaknya yang masih kecil, pergi ke warung di dekat Simpang Arkom, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, untuk membeli telur.

Sesampainya di warung, korban turun dari sepeda motor. Anak korban, masih duduk di atas sepeda motor. Korban juga meninggalkan 1 unit handphone yang disimpan di dashboard sepeda motor.

Tiba-tiba, dua orang pelaku yang berboncengan dengan sepeda motor, datang mendekati sepeda motor korban.

Seorang pelaku kemudian mengambil handphone milik korban.

Aksi pelaku itu ternyata dilihat oleh pemilik warung, yang langsung berteriak maling.

“Jadi ketika itu anggota (Unit) Samapta atas nama Oktovianus sedang melaksanakan patroli dengan sepeda motor, sedang patroli dan mendengar teriakan maling. Terlihat 2 orang berboncengan dengan sepeda motor dan kencang sekali,” kata Kapolsek.

“Tanpa pikir panjang, anggota kita langsung menabrakkan sepeda motornya ke sepeda motor yang akan melarikan diri tersebut. Kedua pelaku terjatuh, dan anggota bersama-sama masyarakat meringkus 2 pelaku yang sudah berhasil mengambil handphone korban,” imbuh Manapar.

Lanjut Manapar, begitu diamankan, Bripka Oktavianus kemudian menghubungi Pos SPKT Polsek Tenayan Raya, untuk meminta bantuan mendatangkan mobil.

Begitu tiba, 2 pelaku berikut barang bukti langsung dibawa ke Mapolsek Tenayan Raya untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

“Korban juga sudah membuat laporan, dan akan segera kita proses sesuai Pasal-Pasal KUHP,” tutur Manapar.

Dibeberkan Kapolsek, pengakuan tersangka, dia sudah pernah masuk penjara sebelumnya pada tahun 2013 atas kasus ganjal ATM.

“Dan sudah 4 kali melakukan jambret. Yaitu di daerah Bangkinang Kampar dan juga Pekanbaru,” sebut Manapar.

Sementara Bripka Oktavianus, diketahui mengalami cidera. Kakinya terkilir akibat menabrakkan sepeda motornya ke sepeda motor kedua pelaku. ***




Moeldoko Lantik HM Wardan sebagai Ketua HKTI Riau

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Bupati Indragiri Hilir secara resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI ) Provinsi Riau oleh Ketua Umum HKTI Dr.Moeldoko, S.I.P bersma DPD HKTI Provinsi Babel dan DPD HKTI Kalimantan Utara di Discovery hotel, Ancol, Jumat (04/2/22).

Usai melantik ketiga DPD HKTI Moeldoko mengatakan HKTI harus terus berkembang dengan baik untuk memajukan pertanian di Indonesia.

“Organisasi ini sebagai wadah yang harus dan terus hidup serta memberikan manfaat bagi perkembangan pertanian di Indonesia, mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM) maupun moderenisasi alat pertaniannya guna mendukung kemajuan dan kesejahteraaan petani serta masyarakat Indonesia,” katanya.

Lanjut moldoko HKTI tidak memiliki anggaran dan tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Karena itu HKTI di daerah harus mampu mengkosolidasikan organisasi untk membangun petani yang tanggung dan sejahtera.

“HKTI harus kritis, jika kebijakan pemerintah tidak memihak terhadap petani HKTI harus teriak. Karena itu harus mampu mengkosolidasikan organisasi sampai tingkat, sampai kelompok tani dan petani,” kata Ketua Umum HKTI, Jend TNI (purn) DR Moeldoko SIP.

Dalam pengarahannya, Moeldoko menugaskan DPD HKTI yabg baru dilantik agar benar serius membantu petani di daerah. Moeldoko mengkritisi realisasi bantuan KUR untuk petani yang realisasinya secara nasional yang masih sangat rendah. Karena itu Mooeldoko minta HKTI untuk segera mengkosolidasikan masalah ini.

“Bangun kerjama, komunikasi dan kekuatan dengan seluruh komponen agar benar-benar mampu membantu petani,” kata Moeldoko.

Moeldoko juga mengingatkan HKTI untuk segera bersinergi dengan pemerintah.

“Petani tidak butuh atribut, petani tidak butuh bendera, tapi petani memerlukan kemudan, seperti pupuk, bibit, pengairan, bahkan ketika sampai saat masa panen. Ini perlu kehadiran HKTI, mereka perlu jalan keluar agar mereka bisa mampu mendapatkan hasil yang maksimal,” ujar Moeldoko.

Untuk Ketua DPD HKTI yang baru saja dilantik, Moeldoko berpesan agar terus mengembangkan pertanian di setiap daerahnya agar pertanian di Indonesia tidak kalah bersaing dengan negara lain.

“Kami berharap dengan pemimpin baru bisa membawa kebaikan dan perubahan bagi HKTI dan keberkahan bagi para petani di wilayah masing2,” ungkapnya.

Sementara Bupati Inhil selaku ketua DPD HKTI Provinsi Riau usai dilantik menyampaikan sambutan  bahwa DPD Riau memiliki visi dan misi dalam mewujudkan kemandirian pertanian ramah lingkungan berkelanjutan di Riau.

“Hal ini untuk menopang ketahanan pangan dan kedaulatan pangan nasional,” ujar HM. Wardan

HM. Wardan juga mengungkapkan bahwa dalam mengembangkan pertanian di Riau akan berkolaborasi dengan semua pihak

“kalau bersama mengelola pertanian tentu akan menyukseskan visi dan misi HKTI,” terangnya. (Adv)