Kalau Perang Dunia III Meletus, Pilih Emas vs Bitcoin?

ARB INdonesia – Situasi di perbatasan Ukraina kian memanas, dilansir dari CNBC International melaporkan lebih dari 100.000 tentara Rusia sudah berada di tempat tersebut. Amerika Serikat (AS) kembali mempertegas pandangannya bahwa Rusia sebentar lagi akan melaksanakan invasi ke Ukraina.

Dalam sebuah sesi pers, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan bahwa tuduhan ini dialamatkan dengan bukti. Ia menambahkan Rusia telah melakukan penumpukan besar-besaran pasukannya di dekat wilayah kekuasaan Kiev.

Di sisi lain Rusia telah membantah tuduhan invasi itu. Moskow berdalih pasukan itu digerakkan untuk melindungi kepentingan Rusia bila Ukraina menjadi anggota pakta pertahanan NATO yang merupakan rival negara itu.

Ketegangan antara Ukraina dan Rusia yang turut menyeret Amerika Serikat dan negara-negara sekutu membuat pasar finansial global sedikit mengalami gejolak dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam kondisi tersebut, emas menjadi salah satu aset yang banyak diburu pelaku pasar karena statusnya sebagai aset aman (safe haven). Sepanjang bulan ini, sudah mencatat penguatan 1,61% dan pada perdagangan hari ini, Rabu (9/2) diperdagangkan di kisaran US$ 1.825/troy ons, melansir data Refinitiv.

Dalam kondisi tersebut, emas menjadi salah satu aset yang banyak diburu pelaku pasar karena statusnya sebagai aset aman (safe haven). Sepanjang bulan ini, sudah mencatat penguatan 1,61% dan pada perdagangan hari ini, Rabu (9/2) diperdagangkan di kisaran US$ 1.825/troy ons, melansir data Refinitiv.

Sejarah juga menunjukkan emas cenderung menguat saat terjadi perang. Lantas bagaimana dengan si emas digital alias bitcoin? Apakah bisa mata uang kripto paling populer ini bisa menyaingi emas?

Sepanjang bulan ini, bitcoin mencatat kenaikan lebih tajam dari emas, yakni nyaris 15% dan pagi ini diperdagangkan di kisaran US$ 44.085/BTC, berdasarkan data Refinitiv.

Meski demikian, apakah bitcoin akan mampu terus menanjak seperti emas jika benar terjadi perang masih belum bisa dipastikan. Pada tahun 2014, Rusia juga pernah menginvasi Ukraina, tetapi saat itu bitcoin dan aset kripto lainnya belum sepopuler sekarang.

Tetapi yang pasti, invasi Rusia ke Ukraina bisa berdampak buruk bagi aset kripto. Sebab, Ukraina sedang memposisikan diri sebagai hub kripto dunia.

Chainanlysis memberikan estimasi sekitar US$ 8 miliar mata uang kripto keluar masuk Ukraina secara tahunan, sebagaimana diwartakan Fortune, Senin (31/1).

Selain, New York Times melaporkan transaksi harian mata uang kripto di Ukraina mencapai US$ 150 juta, melebihi volume transaksi antarbank mata uang hryvnia. ***

Sumber: CNBC Indonesia




Lagi Mabuk, Pemuda di Mandah ini Bacok Teman Tanpa Sebab

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Polsek Mandah Polres Indragiri Hilir (Inhil) mengamankan seorang pria inisial RZ (28) warga Kelurahan Khairiah, Kecamatan Mandah yang mengamuk hingga membacok temannya sendiri tanpa diketahui sebabnya.

Menurut keterangan Kapolsek Mandah AKP Hendri Berson, SH melalui Paur Humas Polres Inhil Ipda Esra, SH, RZ saat itu dalam kondisi mabuk dan membacok korban bernama Robianto (23). Peristiwa itu terjadi pada Senin (7/2/2022) sekitar pukul 19.30 wib.

“Awalnya korban sedang memperbaiki speaker di rumah pamannya bernama Minin. Lalu datang tersangka RZ dalam keadaan mabuk berat. Tersangka bertanya kepada korban, lagi sedang apa. Korban menjawab ‘sedang memasang paku di speaker’,” kata Esra menceritakan kronologis pembacokan itu.

Tersangka lalu keluar rumah namun kembali lagi dan memanggil korban dari luar untuk meminta rokok. Korban pun menyerahkan sebatang rokok kepada tersangka.

“Tersangka lalu jongkok di tepi jalan, dengan sekonyong-konyong tersangka mengayunkan parang yang sudah dipersiapkannya dan mengejar serta membacok korban di bagian pergelangan tangan. Korban sendiri lari masuk ke dalam rumah dan menutup pintu, namun tersangka terus mendobrak pintu rumah, bahkan Ia juga memecahkan kaca jendela,” ujarnya.

Saat itu, korban memerintahkan paman, adik dan temannya yang lain untuk lari ke belakang. Setelah semua keluarganya selamat, korban pun ikut lari menuju Mapolsek Mandah untuk meminta pertolongan dan melaporkan kejadian itu.

“Setelah menerima laporan dari korban, atas perintah Kapolsek Mandah anggota polisi mendatangi TKP dan mengejar pelaku RZ yang lari sambil membawa parang panjang. Tidak membutuhkan waktu lama, anggota Polsek Mandah mengamankan tersangka RZ ditempat persembunyiannya disekitar pelabuhan,” jelas Esra.

Tersangka RZ beserta barang bukti dibawa ke Mapolsek Mandah untuk dilakukan pemeriksaan.

“Tersangka dikenakan pasal 351 KUH.Pidana dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun penjara,” jelasnya. ***




Krisis Ukraina, Rusia Kerahkan Rudal Hipersonik Kinzhal ke Baltik

ARB INdonesia, MOSKOW – Di tengah krisis Ukraina, Rusia mengerahkan jet tempur MiG-31K yang dipersenjatai dengan rudal serangan darat hipersonik Kinzhal di Kaliningrad, kawasan Pantai Baltik.

Ketika Barat dan Rusia berseteru mengenai krisis Ukraina, kedua belah pihak memobilisasi persenjataan mutakhir. Namun, pengerahan misil hipersonik Kinzhal menjadi langkah tidak biasa.

Sebuah video yang viral di media sosial menunjukkan jet tempur bersenjata rudal Kinzhal mendarat di pangkalan Angkatan Laut Chkalovsk di Kaliningrad, wilayah Rusia yang terjepit di antara Polandia dan Lithuania.

Rudal Kh-47 Kinzhal, yang dapat dilihat di perut MiG-31K, diperkirakan memiliki jangkauan 1.240 mil.

Rudal tersebut mampu membawa hulu ledak fragmentasi seberat 1.100 pon atau hulu ledak nuklir 500 kiloton, yang 33 kali lebih kuat daripada bom Fat Man yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) di Hiroshima.

Misil Kinzhal mampu terbang hampir 10 kali kecepatan suara (lebih dari 2 mil per detik) dan mengikuti lintasan yang lebih datar daripada rudal balistik standar, memberikan pertahanan udara musuh sedikit waktu untuk bereaksi.

Misil Kinzhal lebih berkompeten dalam serangan presisi serta menargetkan target bergerak dengan bantuan pencari radar. Dalam Pidato Kenegaraan kepada Majelis Federal pada Maret 2018, Presiden Vladimir Putin mengungkapkan proyek untuk platform rudal hipersonik Kinzhal.

Putin memuji Kinzhal dan sistem rudal lainnya sebagai senjata “tak terkalahkan” yang mampu menghindari pertahanan musuh saat ia menyatakan keunggulan Rusia di lapangan.

Rudal tersebut pertama kali muncul ke publik selama parade Hari Kemenangan Moskow pada 2018.

Untuk pertama kalinya pada Juni 2021, Rusia mengerahkan dua pesawat pencegat yang mampu membawa rudal hipersonik Kinzhal ke Suriah untuk latihan perang. Rusia telah secara signifikan meningkatkan kehadiran aset tempurnya di dekat Ukraina.

The EurAsian Times melaporkan bahwa Moskow telah mengerahkan sistem pertahanan rudal S-400 di Belarusia, di mana sistem itu akan ditugaskan untuk tugas tempur sebagai bagian dari rencana pertahanan udara terintegrasi.

Wilayah itu tidak diragukan lagi akan menjadi lebih bergejolak sebagai akibat dari kedatangan rudal hipersonik.

MiG-31K biasanya tidak ditempatkan di fasilitas Kaliningrad Rusia. Meskipun dipertahankan oleh pasukan darat yang besar dan merupakan rumah bagi Armada Baltik Rusia dan rudal Iskander jarak pendek berkemampuan nuklir, sebagian besar dari 50 pesawat yang ditempatkan di pangkalan tersebut adalah jet Su-27 dan Su-24 yang lebih tua, dengan beberapa jet tempur yang lebih baru seperti Su-30SM dan Su-35S yang sedang dalam persiapan pengerahan.

Laporan terbaru tentang MiG-31K, seperti dilansir The EurAsian Times, Rabu (9/2/2022), hampir pasti ditujukan sebagai pencegahan strategis terhadap NATO, yang memberikan bobotnya di belakang Ukraina.

Dalam sebuah tweet, analis militer Rob Lee berspekulasi bahwa Kinzhal yang ditembakkan di wilayah Kaliningrad dapat menyerang sebagian besar ibu kota Eropa Barat.

Sedangkan rudal Iskander di Kaliningrad hanya dapat menargetkan pinggiran utara Berlin. Selain itu, Kinzhal yang dilepaskan dari wilayah udara Kaliningrad mungkin menyerang targetnya dalam 7-10 menit.

Meskipun Rusia memiliki sejumlah besar rudal balistik antarbenua, penyebaran Kinzhal, rudal berkemampuan ganda jarak pendek, menimbulkan tantangan besar bagi NATO yang dipimpin Amerika Serikat.

Mengapa MiG-31?

Kinzhal harus ditembakkan dari pesawat ketinggian tinggi yang bergerak dengan kecepatan tinggi. Inilah alasan mengapa MiG-31, pesawat pencegat berkemampuan Mach 3, dipilih untuk membawa rudal tersebut.

Hanya 10 hingga 20 MiG-31K yang telah di-upgrade untuk menembakkan Kinzhal. Akibatnya, aktivasi MiG-31K yang dipersenjatai Kinzhal menunjukkan betapa hati-hati militer Rusia mempersiapkan berbagai kemungkinan yang berkaitan dengan Ukraina, termasuk mencegah keterlibatan NATO.

MiG-31BM awalnya dimaksudkan untuk membawa sistem rudal hipersonik Kinzhal. Namun, menurut Menteri Pertahanan Sergey Shoigu, MiG-31K kemudian yang dipilih sebagai pembawa rudal tersebut.

Tahun lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam NATO agar tidak melewati “garis merah” di Ukraina, dengan menyatakan bahwa Moskow akan dipaksa untuk menanggapi.

Dia juga menunjukkan kemungkinan penyebaran rudal hipersonik.

“Jika semacam sistem serangan muncul di wilayah Ukraina, waktu penerbangan ke Moskow adalah tujuh hingga 10 menit, dan lima menit jika senjata hipersonik dikerahkan. Bayangkan saja,” kata Putin. ***

Artikel ini telah diterbitkan di halaman SINDOnews.com pada Rabu, 09 Februari 2022 – 13:04 WIB oleh Muhaimin dengan judul “Krisis Ukraina, Rusia Kerahkan Rudal Hipersonik Kinzhal ke Baltik | Halaman 3”. Untuk selengkapnya kunjungi:
https://international.sindonews.com/read/681099/41/krisis-ukraina-rusia-kerahkan-rudal-hipersonik-kinzhal-ke-baltik-1644386545/20




Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Pembunuhan Sadis di Siak

ARB INdonesia, PEKANBARU- Aparat kepolisian dari Satreskrim Polres Siak, di back up Ditreskrimum Polda Riau meringkus pelaku pembunuhan disertai perkosaan di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak.

Pelaku pembunuhan yang berinisial SAS, 16 tahun, status putus sekolah, ditangkap Tim Gabungan tidak sampai 24 jam setelah korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada hari Minggu (6/2/2022) siang.

“Setelah jasad korban ditemukan hari Minggu siang, malamnya pelaku langsung kita tangkap,” kata Kapolres Siak, AKBP Gunar Rahardianto saat ekspos di Mapolres Siak, Senin (7/2/2022).

Rahardianto menjelaskan, pembunuhan itu dilakukan oleh tersangka SAS berawal saat korban hendak meminjam uang ke tersangka.

Pelaku terhubung melalui media sosial Facebook, dimana pelaku membuat kesepakatan untuk bertemu korban agar uang yang akan dipinjam korban diberikan.

Singkat cerita, setelah korban bertemu dengan pelaku, kemudian pelaku mengelabui korban kalau uang yang akan dipinjamkan berada di salah satu gubuk yang berada di kebun sawit di Mempura.

Naas, setelah korban ikut ke gubuk yang dijanjikan, ternyata pelaku langsung menyekap dan membuka celana korban lalu mencabuli korban.

Usai dicabuli, korban langsung dihabisi nyawanya dengan cara disayat tangannya. Setelah dibunuh, pelaku pergi meminjam cangkul kepada warga sekitar dengan alasan untuk menanam sawit.

“Setelah korban tewas, pelaku mengubur korban tidak jauh dari gubuk tempat korban dibunuh,” jelas Gunar.

Atas perbuatan itu, prlaku SAS disangkakan dengan Pasal 81 Ayat 5 UU No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu No 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak  Dan Atau Pasal  340 KUHPidana.

“Ancaman hukuman Penjara Paling Singkat 10 (sepuluh Tahun) dan paling lama 20 (dua puluh tahun) dipidana mati, seumur hidup,” tutup Gunar. ***




Hasil Tes Covid Bisa Salah, Menkes Akui Tak Ada PCR yang Sempurna

ARB INdonesia, JAKARTA – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan tidak ada hasil tes PCR yang sempurna. Pernyataan itu merespons kejadian warga menerima hasil tes Covid-19 yang salah dari laboratorium swasta.

Budi menyampaikan akurasi tes PCR berkisar di angka 95-99 persen. Dia berkata tes PCR di berbagai negara memiliki tingkat akurasi yang sama.

“Kalau tes sempat 500 ribu sehari, ya ada 1 persen 5 ribu yang bisa miss. Tidak ada tes PCR di dunia ini yang sempurna,” kata Budi dalam jumpa pers yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (7/2).

Budi mengatakan kemungkinan salah hasil tes PCR makin besar saat jumlah tes tinggi. Dia menyebut mungkin saja petugas laboratorium salah memasukkan data karena jumlah tes meningkat.

Kemenkes menyiasati hal itu dengan membenahi sistem input data. Budi menyebut Kemenkes melakukan sistem koneksi daring untuk mengurangi beban petugas laboratorium tes Covid-19.

“Langsung masuk PeduliLindungi sehingga mengurangi kesalahan data entry dan mengurangi beban,” ujar Budi.

Dia juga berkata hasil tes PCR sangat mungkin terjadi pada pemeriksaan orang-orang yang datang dari luar negeri karena jumlah yang banyak. Oleh karena itu, Kemenkes memberi kesempatan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) untuk banding hasil tes Covid-19.

“Boleh tes pembanding, bayar sendiri, dua lab berbeda dan sudah terakreditasi Kemenkes. Kalau keluar, nanti kita lihat. Kalau dua negatif, otomatis negatif, kalau dua positif, ya dia positif,” tuturnya.

Sebelumnya, viral seorang perempuan protes karena menerima hasil tes Covid-19 yang salah. Dia mendapat hasil tes positif Covid-19 meski belum menjalani tes.

Perempuan itu baru mendaftar untuk melakukan tes antigen. Namun, ia menerima email berisi hasil tes PCR positif Covid-19. Dia pun mengunggah kejadian itu di media sosial hingga viral.

Laboratorium penyelenggara tes tersebut meminta maaf atas kejadian itu. Mereka mengakui ada kelalaian administrasi dalam tes perempuan tersebut.

Sumber CNN Indonesia




Diserang Harimau, Pekerja di Inhil Tewas Menggenaskan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Seorang pekerja penumbang pohon diarea kawasan hutan tanaman industri (HTI) yang berada di Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, ditemukan tak bernyawa.Korban tersebut diduga tewas setelah diserang seekor harimau.

Penemuan itu terjadi pada, Sabtu (6/2/2022), sekitar pukul 16.40 WIB. Korban merupakan pekerja yang bekerja di kawasan HTI Kecamatan Gaung, Indragiri Hilir.

Korban bernama Tugiat (42 tahun) asal Sumatera Barat. Dia diketahui sebagai pekerja penumbang pohon akasia milik PT Satria Perkasa Agung (SPA).

Sebelum ditemukan tewas, Tugiat berangkat dari camp perusahaan bersama 3 orang rekannya. Namun hingga sore korban tak juga kembali dan saat dilakukan pencarian di lokasi terakhir, korban ditemukan tewas mengenaskan.

“Betul, Kejadian di Gaung. Korban merupakan karyawan PT dan ditemukan tewas oleh pekerja lain,” terang Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dian Setiawan kepada Ayoriau.co, Minggu (6/2/2022).

Dari laporan diterima, Dian memastikan korban diduga tewas diterkam harimau. Hal itu terlihat dari kondisi jasad korban yang sudah tidak utuh dan tampak mengenaskan.

“Sementara korban adalah pekerja, tetapi baru kami terima laporan singkatnya dari Kapolsek. Memang kuat dugaan diterkam harimau,” kata Dian.

Setelah ditemukan, korban dibawa ke klinik PT Arara Abadi Distrik Merawang. Korban kemudian dibawa ke rumah keluarganya di Bengkalis.

Kapolres Inhil AKBP Dian menghimbau kepada semua masyarakat dan pekerja hutan yang berada di wilayah perusahaan di Kabupaten Indragiri Hilir umumnya, agar pada saat bekerja tidak dibenarkan pergi sendirian.

“Bekerja di hutan agar berhati-hatilah, minimal 2 org jangan sendirian,” Himbau AKBP Dian sebagai Kapolres Inhil.***