Longsor Kembali Hantam Kelurahan Kuala Enok

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Musibah tanah longsong kembali menghatam permukiman warga di Lorong Perigi, Kelurahan Kuala Enok Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

Peristiwa memilukan akibat abrasi air laut itu terjadi sekitar pukul 23.15 Wib, Minggu (11/12/2022) sedikitnya menghancurkan 9 rumah milik warga setempat.

Dari keterangan warga yang diperoleh awak media, bencana alam itu terjadi saat warga tengah beristirahat. Saat itu terdengar suara retakan kayu yang cukup kuat. Mendengar hal tersebut, sontak warga berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

“Sempat beristirahat dan terkejut mendengar suara retakan kayu dan berlari keluar membawa anak tanpa bisa menyelamatkan barang-barang dan surat berharga,” ungkap salah satu warga yang mengalami musibah, Nana, Senin (12/12/2022).

“Beruntung tidak ada korban jiwa disaat kejadian,” tambah Nana dengan mata berkaca-kaca.

IMG-20221212-WA0022

Dengan terjadinya musibah tanah longsor tersebut, Ketua RW setempat Syamsuddin mengatakan bahwa kejadian longsor ini sangat memukul warganya. Hal itu dikarenakan kerugian yang dialami warga cukup banyak.

“Tidak sedikit, ditaksir kerugian bisa mencapai 800 juta yang menimpa 9 rumah warga tersebut,” ungkap Syamsuddin.

Selain itu, Syamsuddin juga berharap semoga pemerintah bisa membantu memfasilitasi merelokasi masyarakat yang berada di pinggiran sungai tersebut agar keberlanjutan penghidupan agar tetap bisa berjalan.

Hal senada juga di sampaikan salah satu toko pemuda Kuala Enok, Wahyu Thawil, SE mengatakan bahwa perlu ada solusi kongkrit dari pemangku kepentingan, baik Pemerintah Daerah sampai ke Pusat agar kejadian serupa tidak terus berulang.

“Masyarakat merupakan tanggung jawab negara atau pemerintah untuk hidup yang layak dan merasa aman,” paparnya.

Wahyu Thawil juga menginisiasi dalam waktu dekat ini melalui forum Karang Taruna Kuala Enok untuk melakukan Talkshow dengan menghadirkan Pemerintah Daerah hingga pusat agar ada solusi kongkrit bencana ini dapat teratasi.

“Kepada warga yang terkena musibah semoga diberi kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi ujian ini,” ujarnya. (M Ali)
Editor : Arbain




DPRD Inhil Apresias Atas Anugerah Meritokrasi yang Diraih Pemerintah Daerah

ARB INdonesia, TEMBILAHAN – Wakil Ketua DPRD Indragiri Hilir (Inhil) Dr. H Mariyanto, SE., M.H mengapresiasi atas pencapaian anugerah Sistem Meritokrasi yang diraih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil tiga kali berturut-turut.

Politisi Partai PDI Perjuangan yang juga Doktor alumni universitas islam bandung (Unisba) ini berharap penghargaan yang diraih tersebut dapat menjadi motivasi dalam memberikan pelayanannan  yang lebih baik dan berkualitas kepada masyarakat.

“Pencapaian ini bukti bahwa Bupati Inhil telah berhasil membangun sistem dan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas,”tegas HM, sapaan Doktor H. Mariyanto, Ahad (11/12).

Karena, pembangunan SDM diyakini HM akan berdampak terhadap lebih baiknya pelayanan kepada masyarakat. Maka kedepannya tidak lagi dihadapkan dengan hambatan birokrasi untuk mengakses multi-layanan publik.

Ditambahkan HM, bahwa dengan kondisi APBD yang minim pada saat ini maka akan mempengaruhi pelaksanaan pembangunan yang akan dieksekusi oleh Pemkab Inhil. Khusunya pada terhadap pembangunan infrastruktur.

“Apalagi dalam tiga tahun belakangan ini kita diprioritaskan penanggulangan dan penanganan Covid-19,”urainya.

Kesimpulanya, tegas Mariyanto, bahwa pembangunan infrastruktur itu penting. Akan tetapi pembangunan SDM juga tidak kalah pentingnya. Dua hal itu meski berjalan beringan sebagai upaya memajukan Inhil.

“Ya, kalau SDM aparatur kita baik maka multi palayer efeknya terhadap pelayanan publik,”imbuh mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Inhil itu.(*)




Khitanan Massal di Mandah, Ferryandi Beri Pesan Pentingnya Pendidikan Bagi Anak

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Usai menghadiri sekaligus membuka secara resmi Khitanan Massal di UPT Puskesmas Desa Batang Tumu, Ketua DPRD Inhil lanjut membuka kegiatan yang sama di Kelurahan Khairiyah, Kecamatan Mandah, Minggu (11/12/2022) siang.

Dalam sambutannya, Camat Mandah yang diwakili Zida Akmal, mengucapkan terimakasih kepada Ketua DPRD Inhil H.Ferryandi dan Dinas Kesehatan Inhil atas dilaksanakannya kegiatan bakti sosial dengan bentuk khitanan massal gratis dan kegiatan lainnya.

“Atas nama pemerintah kecamatan, Terimakasih sudah membantu dan melaksanakan berbagai kegiatan bermanfaat kami di Kecamatan Mandah, baik dalam hal olahraga, sosial dan yang lainnya,” Ujarnya.

Ditempat yang sama, di halaman UPT Puskesmas Kelurahan Khairiyah Mandah, Ketua DPRD Inhil menyampaikan bahwa khitanan massal merupakan upaya membersihkan diri dan menjalankan kewajiban sebagai muslim ketika sudah baligh.

“Semoga menjadi anak Sholeh, Saya berpesan agar jangan lupa sekolahkan anak kita sampai jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Tujuan khitan (sunat) secara syariah selain mengikuti sunnah Rasulullah, Khitan adalah menjaga kebersihan dari sisi kesehatan,” Kata Ketua DPRD Inhil saat memberikan sambutannya dihadapan peserta khitan dan orang tuanya.

Terakhir, Ketua DPRD Inhil H.Ferryandi berharap khitan yang diikuti puluhan anak tersebut bisa menjadi motivasi bagi anak lainnya yang belum ikut khitan.

“Khitanan massal yang kita gelar ini diharapkan menjadi motivasi bagi anak yang lainnya. Kita berdoa semoga tumbuh besar dengan sehat dan saat dewasa semakin rajin beribadah kepada Allah SWT,” Tambah Ferryandi.

Untuk diketahui, kegiatan turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Indragiri Hilir (Inhil) Rahmi Indahsuri berserta sejumlah staff, Hj.Turiah Kepala UPT PUSKESMAS Mandah dan jajaran, Camat Mandah diwakili Zida Akmal S.pd, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa dilingkungan Kecamatan Mandah, KUA dan unsur Forkopimcam, serta tamu undangan lainnya. ***




Dikira Bangkai Hewan, Ternyata Mayat Mengapung di Perairan Sungai Kateman

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Seorang nahkoda kapal terkejut sok ketika mencium bau busuk yang dikiranya bangkai seekor hewan, setelah diperiksa ternyata mayat manusia.

Penemuan mayat tersebut di perairan sungai Kateman parit 4 RT 004 RW 003 Kelurahan Bandar Sri Gemilang Kecamatan Kateman Kabupaten Inderagiri Hilir Provinsi Riau

“Kaget ada mayat bercelana panjang dengan menggunakan kaos kaki dengan posisi terbalik,”ujar saksi Mul warga setempat, Sabtu (10/12/22) dini hari.

Penemuan tersebut membuat heboh, setelah diperiksa oleh pihak kepolisian, identitas mayat laki-laki bernama Aulia Sabarudin (22).

“Korban warga Jalan Imam Subuh Kelurahan Tagaraja Kecamatan Kateman,” ungkapnya.

Kronologi penemuan tersebut berawal saat saksi (nahkoda kapal) mengikat tali kapal dan kembali ke pelabuhan yang berada di depan rumah miliknya, saksi mencium bau yang di perkirakan seperti bangkai.

“Saksi mencoba melihat dengan cara menggunakan satu buah senter miliknya dan melihat seperti ada celana yang mengapung yang tidak jauh dari kapalnya bersandar,” papar Mul.

Saat itulah saksi meminta bantuan dan memberitahukan jepada tetangganya dan berusaha mencoba memberitahu masyarakat sekitar. Warga lalu melaporkan penemuan tersebut ke Polsek Kateman melalui anggota Polairud.

Selanjutnya pihak Polsek Kateman langsung menuju TKP dengan membawa Tim Kesehatan Puskesmas Sungai Guntung bersama sama dengan masyarakat untuk membawa mayat tersebut ke tepian untuk di tindak lanjuti.

“Saat ini mayat di evaluasi ke Rumah Sakit Raja Musa Sungai Guntung untuk di lakukan otopsi dan tindakan lebih lanjut,” sebutnya.

Untuk diketahui, kasus penemuan mayat ini masih dalam penyelidikan Polsek Kateman. (MDd)




Soal DBH Migas, Bupati HM Adil : Pusat Tak Mau Mengurus Meranti, Kasihkan Kami ke Negeri Sebelah

ARB INdonesia, PEKANBARU  – Bupati Kepulauan Meranti, H Muhammad Adil, S.H., M.M kembali menunjukkan kekecewaannya atas rendahanya Dana Bagi Hasil (DBH) Migas yang diperoleh kabupaten termuda di Provinsi Riau tersebut.

HM Adil mengungkapkan kekesalannya tersebut pada forum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Pendapatan dan Belanja Daerah se-Indonesia di Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri Syariah, Pekanbaru, Kamis (8/12/2022) kemarin.

Di hadapan dua pejabat Kementerian Dalam Negeri, Bupati Meranti membeberkan perolehan DBH Migas tahun 2022 yang hanya sebesar Rp 114 miliar.

Kedua pejabat Kemendagri tersebut yakni Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Pembangunan La Ode Ahmad Pidana Bolombo dan Dirjen Bina Keuangan Kemendagri Ahmad Fatoni.

Dilansir dari Riauakses.com, Bupati Meranti HM Adil mengungkapkan bahwa penerimaan DBH sebesar Rp 114 miliar tahun lalu didasarkan hitungan harga minyak 60 Dollar AS per barel.Kemudian, dalam pembahasan APBD tahun 2023 sesuai pidato Presiden Jokowi, harga minyak dunia naik menjadi 100 Dollar AS per barel.

“Tapi kenapa minyak kami bertambah, liftingnya naik, duitnya makin sedikit. Bagaimana perhitungan asumsinya, kok naiknya cuma Rp 700 juta,” ungkap Bupati Adil.

Padahal kata Adil, pada 2022 lalu terdapat penambahan 13 sumur minyak di kabupatennya hingga menjadi 19 sumur. Target produksi mencapai 9.000 barel per hari yang merupakan kenaikan cukup signifikan.

Adil menegaskan, jika tahun depan DBH Migas yang diperoleh tidak naik maka minyak di Kepulauan Meranti tidak lagi dieksploitasi. 

“Jadi kalau seandainya DBH tidak naik padahal produksi meningkat, maka keluarkan surat penghentian pengeboran minyak di Meranti. Jangan diambil lagi minyak di Meranti itu. Tidak apa-apa, kami juga masih bisa makan daripada uang kami diisap oleh pusat,” kata Adil. 

Ia aneh dengan kebijakan keuangan pemerintah pusat khususnya Kementerian Keuangan. Ketika lifting minyak naik, pembagian DBH ke daerah penghasil malah berkurang. 

“Meranti itu daerah penghasil minyak termiskin di Indonesia. Gimana kami tak miskin, uang kami tidak dibagikan. Bapak bilang dibagi rata, Dibagi rata kemana? Minyak kami ada 103 sumur sudah kering, kalau 100 sumur lagi kering maka miskin total. Kami tidak perlu bantuan dari provinsi dan pusat, serahkan sajalah duit minyak kami, selesailah sudah,” cerca Adil.

“Dolarnya naik, dari 60 ke 100. Lifting-nya juga naik, tapi duitnya malah berkurang,” katanya lagi. 

Diceritakan Adil, dirinya sudah berulangkali menyurati Kementerian Keuangan untuk melakukan audiensi dan mempertanyakan pembagian DBH Migas tersebut. 

“Tapi Kementerian Keuangan mintanya lewat online. Kami ngadu ke Kemendagri kok bisa offline, tapi di Kementrian Keuangan susahnya nggak ketulungan,” tutur Adil. 

Ia bahkan sampai mengejar pertemuan dengan pejabat Kementerian Keuangan hingga ke Bandung. Namun justru pejabat yang hadir tidak memiliki kewenangan. 

“Hari ini saya kejar lagi, saya mau tahu kejelasannya,” tuturnya lagi. 

Menurut Adil, Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan kabupaten termiskin yang seharusnya mendapatkan perhatian lebih.

Ia menyinggung pelabelan terhadap Kepulauan Meranti yang disebut masuk daerah dengan miskin ekstrem.

“Jadi kalau kalau daerah miskin ada minyak, bapak ibu ambil uangnya entah dibawa kemana. Pemerataan kemana. Seharusnya kami yang jadi prioritas, karena pak Jokowi bilang miskin ekstrim wajib 0 persen. Bagaimana kami mau mengangkat kemiskinan kalau begini caranya,” protes Adil. 

Adil bahkan mengancam, jika pemerintah pusat tidak ada perhatian terhadap Kepulauan Meranti, maka dia meminta untuk bergabung ke negeri yang berbatasan langsung dengan Meranti yakni Malaysia. 

“Maksud saya, kalau bapak tak mau mengurus kami, pusat tak mau mengurus Meranti, kasihkan kami ke negeri sebelah. Ini menyangkut masyarakat Meranti yang miskin ekstrem. Kalau bapak bilang bagi rata itu salah, dibagi rata kemana,” pungkasnya. 

Kemendagri Teliti Kembali

Merespon protes Bupati Adil tersebut, Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan tim teknis DBH akan menelitinya kembali. Dia juga menyebutkan, pembagian DBH tersebut tidak hanya diberikan kepada daerah penghasil saja, tapi juga untuk daerah-daerah perbatasan dan daerah lainnya.

“Pada prinsipnya asumsi minyak di Meranti memang 100 Dollar AS per barel. Dengan rincian 85% ke pusat dan 15% kembali ke daerah,” ujar Luky.

Dikatakan Luky bahwa perhitungan terhadap pembagian DBH Migas ada formulasinya. Tidak hanya daerah penghasil, bahkan daerah tidak penghasil pun mendapatkan porsinya. 

Rakornas mengambil tema Perspektif Daerah Penghasil Berdasarkan Undang-undang nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Rapat itu dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri yang diwakili Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Pembangunan La Ode Ahmad Pidana Bolombo.

Hadir dalam Rakornas tersebut Dirjen Bina Keuangan Kemendagri Ahmad Fatoni, Gubernur Riau Syamsuar serta Kepala Bapenda Provinsi Riau Syahril Abdi dan Kepala Bapenda Kabupaten se Provinsi Riau.

Sumber: Riauakses.com / editor Arb




Sumatera On Stage Menandai Kebangkitan Marching band/ Drumband di Sumatera

ARB INdonesia, PEKANBARU – Sumatera On Stage yang diselenggarakan oleh dang merdu production merupakan kejuaraan terbesar regional sumatera.

Kejuaraan yang telah diselenggarakan pada tanggal 03-04 Desember 2022 dan bertempat di Anjung Seni Idrus Tintin Provinsi Riau, menandai kebangkitan kembali marching band/ Drumband di sumatera, dimana yang kita ketahui selama 2 tahun kegiatan pengembangan diri yang digemari banyak kaula muda ini vakum dikarenakan covid-19 membelenggu Dunia.

Dang merdu production bersama Federasi Youth Band Provinsi Riau dibawah Naungan Komite olahraga masyarakat Indonesia provinsi Riau telah berhasil menjaring peserta yang berasal dari berbagai provinsi seperti, Sumatera utara, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Riau dan Jambi.

Kegiatan ini dibuka oleh wakil Gubernur Provinsi Riau yang diwakilkan oleh Asisten 3 bidang administrasi umum sekretariat daerah provinsi H. Joni Irawan, SH. MH dan dihadiri juga oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Riau bapak H. Boby Rachmat, SSTP, M.Si, AIFO-P serta penanggung jawab Dang Merdu Production Muhammad Aulia.

Rico selaku Stage Menager mengungkapkan bahwa terdapat 18 unit marching band yang berasal dari berbagai daerah.

“Baik dalam dan luar provinsi Riau seperti jambi, Kepulauan Riau, sumatera utara dan sumatera barat,” tuturnya.

Rico pun menambahkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk dapat menjadi wadah dalam berkarya dan mengedepankan nilai seni dan budaya serta membangkitkan kembali mearching band yang ada di pulau sumatera setelah Covid-19 yang melanda Dunia.

“Acara ini dapat terselenggara tidak lepas dari bantuan dan dukungan berbagai pihak terutama Pertamina Hulu Rokan yang menjadi sponsor utama,” ungkap Rico.

Lanjutnta, Stage Menager juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah provinsi, Dinas pariwisata Bapak Roni Rakhmat, S.STP., M.Si, Dinas pemuda dan olahraga provinsi riau, Pihak pengelola gedung dan lingkungan Anjung Seni Idrus Tintin yang telah memberikan Ruang untuk terselenggaranya acara ini.

“Terimakasih yang sangat besar kepada para sponshorship yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah memberikan dukungan berupa fasilitas pendukung lainnya yang diperlukan,” imbuh Rico.

Acara yang berlangsung selama 2 hari tersebut tidak hanya memperebutkan piala tetap sumatera on stage namun juga memperebutkan Piala bergilir Kemenpora RI yang akan diberikan kepada peraih juara umum. Dan pada tahun ini, piala juara umum tersebut jatuh kepada Drum Band Golden Symphomi pelalawan yang berasal dari sekolah SDN 003 Sorek Satu Provinsi Riau.

Rico selaku Stage Menager berharap Sumatera On Stage masih dapat terselenggara tahun depan dan akan terselenggara secara berkelanjutan demi menciptakan ruang positif untuk anak-anak muda di indonesia terutama Sumatera.

“Harapan ini semoga dapat bersesuaian dengan keinginan dan dukungan berbagai pihak,” tutupnya. (rls)

Editor : Arbain