Gubri Syamsuar : Mari Selamatkan Generasi Bangsa Dari LGBT

ARB INdonesia, PEKANBARU – Melihat maraknya fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang saat ini mulai menjalar dilingkungan masyarakat.

Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar meminta masyarakat untuk lebih sadar atau aware akan permasalahan ini khusunya dikalangan remaja.

“Untuk itu saya butuh dukungan bapak/ibu mengenai LGBT ini. Saya sudah menyampaikan hal ini sejak tahun lalu baik ke tokoh – tokoh agama, organisasi masyarakat dan juga pada rapat – rapat kerja daerah,” terang Syamsuar di Hotel Prime Park. Minggu, (25/6/2023).

Dilaporkannya jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Provinsi Riau mengalami peningkatan dengan total 3809 kasus hingga Mei 2023. Dimana jumlah terbanyak berada di Kota Pekanbaru yang mencapai 2471 kasus.

Meskipun upaya pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS telah dilakukan, eliminasi sepenuhnya masih belum tercapai di Provinsi Riau. Jumlah kasus yang tinggi menyoroti perlunya perhatian serius dan langkah-langkah yang lebih efektif untuk mengatasi masalah ini.

Oleh sebab itu, Gubri menghimbau agar orang tua perlu berperan aktif dalam mengawasi dan memberikan edukasi kepada anak – anaknya mengenai LGBT.

“Generasi bangsa ini harus kita selamatkan, mau apapun agamanya. Kami ingin menyelamatkan negeri ini agar bala Allah tidak jatuh ke negeri ini,” tegas Syamsuar.

“Insyallah jika hal ini menjadi komitmen kita bersama permasalahan tersebut dapat diatasi. Kami sebagai pemimpin memiliki tanggung jawab, jadi mohon bantuannya,” tutup Gubri. (MC Riau)




Hibah Lahan Untuk RS Otak dan Jantung di Riau Tunggu Teken Serah Terima

ARB INdonesia, PEKANBARU – Pembangunan rumah sakit vertikal khusus otak dan jantung di Riau oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tinggal menunggu jadwal penandatanganan serah terima berita acara hibah tanah seluas 10 hektare (Ha), di Jalan Naga Sakti, Kota Pekanbaru.

“Pembangunan rumah sakit vertikal otak dan jantung itu tinggal menunggu waktu pak Dirjen Yankes saja untuk serah terima lahan,” kata Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar.

Gubri mengatakan, jika pembangunan rumah sakit otak dan jantung tersebut nantinya dibangun oleh Kemenkes. Berdasarkan informasi yang ia terima, pihak Kemenkes juga telah alokasikan anggaran untuk pembangunannya.

“Itu rumah sakit dibangun oleh Kemenkes, kita dapat informasi itu sudah dianggarkan, jadi tinggal menunggu waktu saja,”sebut mantan Bupati Siak dua periode ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Zainal Arifin mengatakan, untuk pemandangan serah terima hibah menunggu jadwal Dirjen Yankes.

“Hibah lahan pembangunan rumah sakit vertikal khusus otak dan jantung tinggal menunggu jadwal pak Dirjen. Karena Insya Allah penyerahannya dilaksanakan di Jakarta. Kemungkinan setelah hari raya Idul Adha,” kata Zainal.

Meski demikian, Zainal menyatakan, proses lainnya sudah ditindaklanjuti oleh pihak Kemenkes, seperti Detail Engineering Design (DED) dan Manajemen Kontruksi (MK) sudah dilelang.

“Kalau dua itu (DED dan MK) siap, selanjutnya mereka (Kemenkes) akan melakukan lelang kontruksi pembangunan rumah sakit otak dan jantung. Kalau sudah selesai lelang kontruksi, kemungkinan nanti bulan Desember sudah mulai bekerja,” terangnya.

Sebelumnya, Zainal Arifin mengatakan, rumah sakit pusat otak dan jantung ini merupakan rumah sakit yang dibangun oleh pemerintah pusat dibawah naungan Kemenkes.

“Jadi rumah sakit tipe A ini adalah rumah vertikal milik Kementerian Kesehatan yang di tempatkan di Provinsi Riau,” tutupnya.

Zainal mengungkapkan, selama ini masyarakat Riau banyak yang berobat ke Jakarta dan keluar negeri, khususnya di Malaka. Terutama pasien yang mengalami sakit strok dan jantung.

Keuntungan lainnya jika rumah sakit ini sudah dioperasikan, masyarakat Riau tidak perlu lagi jauh-jauh keluar negeri atau ke Jakarta untuk berobat. Cukup di Riau saja dan bisa menggunakan BPJS Kesehatan.

“Jadi keberadaan rumah sakit ini bisa berobat gratis dengan BPJS. Rumah sakit ini bisa menjadi alternatif, tidak lagi harus keluar negeri,” tukasnya. (MC Riau)




Siap-siap! Koni Riau Bakal Degradasi Cabor yang Tak Aktif

ARB INdonesia, PEKANBARU – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau bisa melakukan degradasi terhadap cabang olahraga (cabor) yang tidak aktif. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua III KONI Riau, Khairul Fahmi baru-baru ini.

Dijelaskannya, kedepannya sudah ada wacana KONI Pusat melalui Rakernas membuat semacam keputusan bahkan akan ada degradasi jika cabor tidak memenuhi kriteria-kriteria maka bisa di degradasi, tidak bisa menjadi anggota KONI.

“Kedepan sudah ada wacana KONI pusat dan peserta Rakernas pun sudah membuat semacam keputusan, bahkan akan ada juga degradasi. Cabor yang menjadi anggota KONI Riau jika mereka tidak berjalan memenuhi kriteria yang ditentukan maka bisa di degradasi,” ujar Khairul Fahmi, di Pekanbaru.

Lebih lanjut dijelaskannya, salah satu yang diminta itu adalah tuntutannya adanya kegiatan didalam cabor apakah itu nanti Kejurprov, Kejurda dan sebagainya. Itu kan sangat diperlukan dalam proses pembinaan prestasi. Cabornya ada tetapi tidak ada kegiatan didalam cabornya perlu juga akan dievaluasi.”Kedepannya akan seperti itu,” imbuhnya.

Ia menuturkan, karena cabor ini juga dituntut untuk memperbaiki sistem administrasinya. Karena KONI Riau tidak mungkin menerima semua cabor menjadi anggota KONI Riau karena ada proses atau tahapan untuk menjadi anggota KONI Riau.

Ia mengungkapkan, saat ini ada beberapa cabor yang secara aktivitasnya memang tidak atau kurang kelihatan, apakah itu didegradasi tentu harus keputusan dalam Raker, tetapi itu sudah ada warning saat pelaksanaan Rakernas.

“Ini juga mengingatkan kepada pengurus cabor agar tidak terlena juga, kedepannya itu akan di evaluasi. Ya evaluasinya aktivitas, karena tanpa aktivitas pembinaan dan sebagainya ya cabor tentu tidak akan berarti,” pungkasnya. (Mc. Riau)




Siap Pakai, Segera Nego Peralatan Lengkap Orgen Tunggal Ini

INDRAGIRI HILIR – Bagi anda yang ingin mengembangkan atau menjalankan usaha dunia hiburan orgen tunggal, namun belum memiliki peralatan yang komplit ataupun belum memiliki alat sama sekali.

Jangan khawatir, disini kami menawarkan satu set peralatan soundsystem bermerek C3 seken dengan kwalitas bukan bekas, dan siap di uji coba langsung.

Adapun peralatan yang ingin di lego alias di jual oleh pemiliknya diantaranya:

  1. Box 18 Inc, 4 buah dengan isi spiker merk RDW 1890
  2. Box 15 Inc doble, 2 buah dengan isi spiker Audio Seven dan RDW
  3. Monitor pasif 12 isi audio seven haedcase
  4. Power dengan isi power Wiadom SA 2000, TUM XTI 3600 dan Wisdom LA2000
  5. Stavol Jess 5000 dan OKI 3000
  6. Mic Sennheiser dan Martin Roland
  7. Genset Tekiro RYU 5500
  8. Equalizier DBX dan Crossofer DBX
  9. Serta kelengkapan perkabelan lainnya.

Untuk harga yang di tawarkan oleh pemiliknya dari semua perlengkapan tersebut dibandrol harga yang tergolong murah, hanya Rp 68 Jutaan, dan harga tersebut masih bisa di Negoo lho.

(Pembelian tidak untuk satu unit, melainkan satu paket komplit. Lokasi peralatan di Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau.)

Berminat dengan peralatan Sound tersebut, langsung saja hubungi pemiliknya untuk informasi lebih lanjut di Nomor Telpon/WhatsApp: 085260015746 / 085363224435 an. Imam Agus Muzamil.

Sebagai informasi tambahan, Box Spiker C3 merupakan hasil rakitan sendiri oleh pemiliknya. Pembuatan Box tersebut berdasarkan perhitungan rumus rambatan suara. Sehingga suara yang dihasilkan pada spiker tersebut tajam dan jernih serta memiliki karakter suara yang khas. ***




Pengurus KK Inhil Jakarta Dikukuhkan HM Wardan

ARB INdonesia, JAKARTA – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan, menghadiri dan mengukuhkan pengurus Kerukunan Keluarga Inhil Jakarta priode 2023-2026 di Jakarta Selatan, Sabtu (24/6).

Saat itu Bupati, didampingi Wakil Bupati (Wabup) Inhil H Syamsuddin Uti, dan beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Diantaranya, Kepala Dinas Kominfopers Inhil Trio Beni.

Ketua KK Inhil Jakarta, Aslan Wiguna, meminta dukungan dari seluruh anggota. Sebab, tanpa dukungan dia tidak optimis mampu membawa organisasi dengan sebaik-baik mungkin.

“Tanpa anggota, kami tidak akan ada apa-apanya,”ungkapnya.

Penasehat KK Inhil Jakarta, Abdul Wadih, menuturkan kekuatan organisasi terletak pada kekompakan dan kesatu paduan. Terutama dalam kegiatan sosial.

Sementara itu Bupati Inhil HM Wardan, dia menyampaikan ucapan terimakasih kepada organisasi tersebut karena senantiasa meningkatkan hubungan dan koordinasi dengan Pemkab Inhil.

“Insya Allah, kita siap mensuport KK Inhil Jakarta,”kata Bupati.

Pemkab Inhil sendiri, dijelaskan Bupati setiap tahun mengalokasikan anggaran untuk KK Inhil Jakarta. Antara lain, dana untuk silaturahmi berbuka puasa.

“Hanya saja kita terkendali Covid-19. Sehingga dalam beberapa tahun belakangan tidak bisa melaksanakannya,”jelas Bupati.

Melalui KK Inhil Jakarta, diharapkan Bupati dapat membangun keterbatasan. Baik keterbatasan untuk bertemu maupun bersilaturahmi satu sama lain.

“Mari sama-sama kita membangun Inhil agar lebih maju lagi,”imbuhnya. (Adv)




DPT di Pekanbaru Banyak Pemilih Perempuan, Segini Jumlahnya

ARB INdonesia, PEKANBARU – Jumlah pemilih perempuan pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 mendatang di Kota Pekanbaru lebih banyak dari pemilih laki-laki. Hal tersebut berdasarkan rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru tentang penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilu 2024.

Berdasarkan rapat pleno tersebut KPU Pekanbaru menetapkan jumlah DPT pada pemilu mendatang adalah sebanyak 771.497 pemilih.

Dari jumlah tersebut pemilih perempuan mencapai 391.282 dan laki-laki 380.215 pemilih. Mereka tersebar di 2.756 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh kecamatan di Pekanbaru.

Ketua KPU Kota Pekanbaru Anton Mercyanto menjelaskan DPT yang ditetapkan diharapkan menjadi daftar pemilih Pemilu yang tetap dan berkualitas. Kata dia, berdasarkan rumus yaitu 70 persen dari jumlah penduduk merupakan daftar pemilih, maka DPT yang disahkan sudah mendekati angka ideal.

“Mudah-mudahan, kualitas DPT cukup baik. Sehingga bisa mendukung pelaksanaan selanjutnya,” kata Anton, Jumat (23/06/2023).

Setelah DPT ditetapkan, maka tahapan selanjutnya, menyusun daftar pemilih tambahan atau DPTb, jika masih ada penduduk yang baru pindah ke Pekanbaru.

“Termasuk pindah pemilih, masuk ke daftar pemilih tambahan. Hanya saja kita tunggu dan lihat, mana tahu ada kebijakan yang lain, tentu melihat situasi. Tetapi dari proses dan rumusan, angkanya sudah masuk. Kalaupun ada pergerakan data, tidak terlalu signifikan dan itu masuk dalam DPTb,” kata dia. *** (sm.MC Riau)