Besok! Ratusan Warga Dumai Gelar Aksi Protes Soal Lahan di Jalan Sudirman

ARBindonesia.com, DUMAI – Forum Pejuang Tanah Sudirman (FPTS) Kota Dumai resmi melayangkan surat pemberitahuan kepada Kepolisian Resor Dumai terkait rencana aksi demonstrasi yang akan digelar pada Rabu, 22 April 2026.

Aksi ini merupakan bentuk protes atas kebijakan Kementerian Keuangan RI yang dinilai menghambat pelayanan di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Dumai, Bank dan aktivitas perekonomian di kawasan Jalan Jendral Sudirman.

Dalam surat bernomor 0018/FPTS/D-R/IV–2026, FPTS menyebutkan aksi akan dimulai pukul 09.00 WIB dengan titik kumpul di Sekretariat FPTS Dumai. Massa kemudian akan bergerak menuju sejumlah lokasi strategis, yakni Kantor PHRI Dumai, Kantor BPN Dumai, Kantor DPRD, hingga Kantor Walikota Dumai.

Ketua FPTS Kota Dumai, Marwan, A.Md, yang tercatat sebagai penanggung jawab aksi, memperkirakan sekitar 500 orang akan terlibat.

Para peserta akan mengenakan pita Merah Putih di kepala sebagai tanda identitas, serta membawa bendera Merah Putih, bendera, spanduk, dan banner. Sebuah mobil pick up dengan sound system juga disiapkan untuk mengiringi jalannya demonstrasi.

Aksi ini diharapkan menjadi bentuk tekanan moral agar pemerintah daerah dan pusat segera memberikan solusi atas kebuntuan pelayanan pertanahan, bank di Jalan Jendral Sudirman dan lainnya yang terdampak ROW 100 meter kiri dan dan kanan. (Arbain)




Polsek Mandah Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Pencegahan Karhutla di Desa Bekawan

ARBINDONESIA.COM, MANDAH— Polsek Mandah melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang penyalahgunaan dan peredaran narkoba serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Bekawan, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Senin (20/4/2026).

Kegiatan Sosialisasi dipimpin langsung oleh Kapolsek Mandah IPTU Indra Jaya, S.H, didampingi Kanit Binmas Polsek Mandah IPTU RD. Sandi.N berlangsung di Aula Kantor Desa Bekawan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Bekawan M. Nur, unsur RT/RW, staf desa, dan masyarakat setempat.

Dalam kegiatan itu, Kapolsek Mandah menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memerangi narkoba serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi merugikan lingkungan, kesehatan, hingga perekonomian warga.

“Sinergi aparat kepolisian dan masyarakat sangat berperan penting dalam rangka pemberantasan narkoba. Karena kerjasama yang baik itu lah menjadi alat kita memerangi narkoba yang saat ini sudah cukup meresahkan kita semua, “ tegas Indra Jaya.

Selain memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba, pihak kepolisian juga menyampaikan edukasi mengenai dasar hukum dan sanksi bagi pelaku penyalahgunaan maupun pengedar narkoba. Sosialisasi juga memuat penegasan larangan membuka lahan dengan cara membakar beserta konsekuensi hukumnya.

Selain Kapolsek , Kanit Binmas Pollen Mandah IPTU RD. Sandi, N juga ikut memberikan arahan tambahan terkait upaya pencegahan narkoba dan karhutla, disusul sesi tanya jawab bersama masyarakat

Kapolsek Mandah berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak negatif narkoba serta bahaya karhutla, sehingga mampu menekan potensi terjadinya kasus narkoba maupun kebakaran hutan dan lahan di wilayah hukum Polsek Mandah.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat juga diharapkan turut berperan aktif menyebarluaskan informasi kepada warga lainnya agar semakin luas pemahaman tentang bahaya narkoba dan larangan pembakaran hutan serta lahan.

Selesai kegiatan tersebut, Kapolsek Mandah beserta jajarannya juga “gercep” ke Desa Belaras sebagai tindakan menanggapi adanya pemberitaan di media terkait adanya dugaan maraknya narkoba di Desa tersebut.

“Begitu dapat berita adanya dugaan aktifitas narkoba di Belaras, kita langsung bergerak ke lokasi TKP dimaksud, “terang Indra. (***)




Rutan Dumai Gelar Apel Ikhrar Anti Narkoba Dan HP Ilegal

ARBindonesia.com.Dumai-seluruh pegawai Rutan Kelas IIB Dumai menggelar ikrar bersama menolak peredaran narkoba dan handphone ilegal, Senin (20/4).

Kegiatan dipimpin langsung Kepala Rutan Dumai, Enang Iskandi di lapangan serbaguna Rutan Dumai dengan suasana berlangsung khidmat.

Ikrar diikuti seluruh jajaran pegawai sebagai bentuk komitmen institusional yang tegas. Para petugas mengucapkan penolakan terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkoba serta praktik penggunaan handphone ilegal di dalam Rutan.

Karutan Dumai, Enang Iskandi dalam amanatnya menegaskan komitmen ini tidak hanya seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Ia menekankan integritas petugas menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan terbebas dari gangguan keamanan.

Karutan menambahkan keberhasilan pemberantasan narkoba di dalam Rutan Dumai sangat bergantung pada konsistensi pengawasan serta kedisiplinan seluruh pegawai. Ia juga mengingatkan bahwa pelanggaran sekecil apa pun dapat membuka celah terjadinya praktik ilegal yang merusak sistem pembinaan. (***)




Komot PT PPN Tinjau Operasional Kilang Pertamina Dumai, Tekankan Pelayanan Terbaik Untuk Masyarakat.

ARBindonesia.Com.Dumai, 20 April 2026 — PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai menerima kunjungan Komisaris Utama PT Pertamina Patra Niaga, Sabar Yudo Suroso bersama jajaran Dewan Komisaris dan rombongan dalam rangka kunjungan kerja atau Management Walkthrough (MWT) ke Kilang Pertamina Dumai pada Senin (20/4).

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya penguatan fungsi pengawasan untuk memastikan operasional kilang berjalan secara andal, aman, dan efisien dalam mendukung ketahanan energi nasional. Selain itu, agenda ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan semangat seluruh Perwira Kilang RU II Dumai pasca integrasi tiga entitas Subholding Pertamina, sehingga tercipta kolaborasi yang semakin solid dalam menjaga rantai pasok energi.

Rombongan Komisaris Utama PT PPN disambut langsung oleh General Manager PPN Refinery Unit II Dumai, Iwan Kurniawan, bersama Senior Manager Operation & Manufacturing (SMOM) Isnandhi Dwi Saputra serta jajaran tim manajemen.

Komisaris Utama PT Pertamina Patra Niaga, Sabar Yudo Suroso, menegaskan bahwa Pertamina Patra Niaga (PPN) saat ini tengah menjalankan transformasi strategis untuk menjadi subholding yang lebih fokus pada sektor hilir, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo melalui Danantara.

“Fokus utama kita memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat, baik dari segi kilang maupun pemasaran,” ujar Sabar.

Seiring dengan telah bergabungnya tiga Subholding Pertamina sejak 1 Februari 2026, yaitu PPN, PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI), dan Pertamina International Shipping (PIS) menjadi Subholding Downstream, Sabar Yudo Suroso menekankan agar jangan lagi ada silo di lingkungan kerja, melainkan menjadikannya sebagai sebuah semangat baru dalam memperkuat sinergi dan keselarasan kerja antar fungsi dalam satu kesatuan organisasi. “Tidak ada lagi Perwira PPN lama, KPI, dan PIS, melainkan kita adalah Perwira PPN Subholding Downstream,” tegas Sabar

Ia menambahkan, keberhasilan integrasi hilir ditentukan oleh peran aktif seluruh Perwira melalui penguatan sinergi lintas fungsi, optimalisasi aset, peningkatan efisiensi, serta transformasi tata kelola, budaya kerja, dan layanan pelanggan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, General Manager PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit II Dumai, Iwan Kurniawan, menyampaikan bahwa operasional kilang saat ini berjalan normal dan optimal, didukung kinerja produksi yang andal serta penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) secara konsisten dan disiplin.

“Kilang RU II Dumai merupakan kilang paling barat yang dimiliki oleh PT Pertamina (Persero) yang memenuhi kebutuhan energi di wilayah Sumbagut. Saat ini Kilang Dumai beroperasional kurang lebih di kapasitas 120 MB untuk Dumai dan sekitar 30 MB di Kilang Sungai Pakning untuk memenuhi wilayah barat dan sebagian Jakarta,” jelas Iwan.

Ia menambahkan, kunjungan Komut PT Pertamina Patra Niaga beserta jajaran menjadi dorongan semangat bagi seluruh Perwira untuk terus menjaga keandalan operasional kilang serta mengoptimalkan kinerja dalam memenuhi kebutuhan BBM di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dan Indonesia pada umumnya.

Senada dengan hal tersebut, Senior Manager Operation & Manufacturing (SMOM) RU II Dumai, Isnandhi Dwi Saputra, menyampaikan bahwa total kapasitas terpasang Kilang RU II Dumai 170 ribu barel per hari yang dioperasikan melalui dua unit kilang, dengan dukungan pasokan bahan baku (crude oil) domestik, yaitu dari Pertamina Hulu Rokan melalui jaringan pipa dari Minas dan Duri, serta suplai dari Banyu Urip melalui kapal.

Ia menambahkan, Kilang RU II Dumai memproduksi berbagai produk energi seperti diesel, avtur, dan gasoline, serta terus memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan energi melalui pengembangan portofolio produk, termasuk realisasi lifting LPG guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menutup rangkaian kegiatan, Komisaris Utama Sabar Yudo Suroso turut menyampaikan apresiasinya atas(dir).




akhirnya Aku Menyadari Kenapa Guru Senior Terlihat Tenang

Mengapa Guru Senior Terlihat Tenang
Oleh Budi Wahyono, M.Pd.

Dahulu, saya termasuk guru yang cepat bereaksi. Setiap ada program baru, saya bersemangat mengikuti pelatihan, mencoba aplikasi, sibuk dengan inovasi, kompetisi, dan administrasi. Dalam hati, saya sempat menilai guru-guru senior yang duduk diam di ruang guru sebagai “kurang bersemangat untuk berubah.”

Namun, setelah melewati fase yang sama, pandangan saya berubah. Ketenangan mereka ternyata bukan sikap malas, melainkan bentuk keletihan—bukan keletihan biasa, melainkan keletihan menghadapi sistem yang berulang.

Program datang dengan gegap gempita, perlahan menghilang, lalu digantikan oleh program baru. Nama dan istilah berganti, tetapi esensinya sering tidak jauh berbeda. Yang benar-benar berubah justru administrasi yang semakin bertambah.

Tiga Alasan di Balik Ketenangan Guru Senior
1. Pengalaman panjang
Mereka telah menyaksikan siklus program berulang kali. Dari pengalaman itu, mereka tahu mana yang benar-benar berdampak pada siswa dan mana yang sekadar tren sesaat.

2. Fokus bergeser
Bagi mereka, bukan lagi soal sertifikat atau terlihat aktif. Pertanyaan utama kini sederhana: Apakah ini benar-benar membantu siswa belajar?

3. Selektivitas energi
Dengan tenaga yang tidak lagi sebanyak dulu, mereka lebih bijak memilih. Bukan berarti menolak perubahan, tetapi memilah mana yang pantas diperjuangkan dan mana yang hanya menguras tenaga.

Pelajaran untuk Guru Muda
Saya akhirnya menyadari, menjadi guru bukanlah tentang seberapa banyak aplikasi yang dikuasai atau seberapa sering mengikuti pelatihan. Inti profesi tetap sama: interaksi di kelas, cara menjelaskan pelajaran, kesabaran menghadapi siswa.

Ketenangan guru senior bukan tanda ketidakpedulian. Justru, itu cara mereka menjaga kesehatan mental, tetap kuat, dan hadir sepenuhnya bagi murid.

Untuk rekan-rekan guru muda, semangat belajar dan berinovasi tetaplah penting. Namun, jangan terburu-buru menilai ketenangan guru senior sebagai sikap pasif. Bisa jadi, mereka sedang memilih jalan yang lebih sederhana, lebih fokus, dan lebih berdampak nyata.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukan seberapa sibuk kita terlihat, melainkan seberapa dalam siswa benar-benar memahami.




Kelompok Nelayan Binaan CSR Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Konsisten Panen Ikan Nila, Wujud Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan Masyarakat Pesisir.

ARBindonesia.Com.Dumai, 18 April 2026 — Kelompok Nelayan Tangkap Mundam Jaya binaan program Tanggung Jawab Sosial (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) kembali memanen ikan nila salin hasil budidaya dengan media kolam bioflok pada Rabu (15/4)

Kegiatan ini menjadi bukti nyata konsistensi Kilang Dumai dalam menjalankan program pemberdayaan secara berkelanjutan guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir di Dumai, khususnya di Kelurahan Mundam. Program ini juga menjadi tonggak penting kolaborasi antara perusahaan dan kelompok masyarakat, dengan pendekatan terintegrasi yang tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat kapasitas kelompok dalam mengelola usaha budidaya secara berkelanjutan.

Pada caturwulan pertama tahun 2026, Kelompok Nelayan Tangkap Mundam Jaya berhasil memanen sebanyak 42,3 kilogram ikan nila salin dengan harga jual Rp35.000 per kilogram.Hasil panen tersebut mendapat sambutan positif dan antusias dari masyarakat sekitar serta pekerja Kilang Pertamina Dumai yang turut membelinya. Hal ini menunjukkan tingginya kepercayaan terhadap kualitas hasil budidaya Kelompok Nelayan Tangkap Mundam Jaya.
Kelompok Nelayan Tangkap Mundam Jaya merupakan salah satu mitra binaan TJSL Kilang Dumai yang tergabung dalam program Serumpun Paman Bahri (Sinergi Ekologi untuk Masyarakat Pesisir Unggul Pangan Mandiri dan Bahari Lestari). Melalui program ini, Kilang Dumai tidak hanya memberikan dukungan sarana dan prasarana budidaya, tetapi juga mendorong transfer pengetahuan kepada kelompok nelayan.

Pendampingan teknis budidaya ikan nila salin dengan metode bioflok dilakukan melalui kolaborasi bersama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Dumai serta Politeknik Perikanan Dumai. Selain itu, kelompok juga memperoleh bantuan 1.000 ekor bibit ikan sebagai modal awal pengembangan usaha.

Secara berkelanjutan, Kilang Dumai aktif melakukan pendampingan, baik pada aspek teknis budidaya maupun penguatan kapasitas kelompok, guna memastikan program berjalan optimal dan memberikan manfaat ekonomi yang berkesinambungan. Pada momen panen, tim CSR Kilang Dumai turut terlibat tidak hanya dalam proses panen, tetapi juga membantu pemasaran hasil serta melakukan evaluasi sebagai bagian dari strategi pengembangan program ke depan.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI Unit Dumai, Muhammad Rum, menyampaikan bahwa keberlanjutan program menjadi fokus utama perusahaan dalam menciptakan dampak jangka panjang.

“Program ini kami jalankan secara konsisten dengan pendekatan pendampingan berkelanjutan. Kami ingin memastikan bahwa kelompok tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga memiliki kapasitas untuk mengembangkan usahanya secara mandiri dan berdaya saing,” ujar Muhammad Rum.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan institusi pendidikan menjadi bagian penting dalam memperkuat aspek teknis dan keberlanjutan program pemberdayaan yang dijalankan.

Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan Tangkap Mundam Jaya, Sulaiman, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan panen perdana tersebut serta apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Kilang Pertamina Dumai.

“Alhamdulillah, setelah dengan banyaknya tantangan kami belajar budidaya bioflok, hasil panen ini menjadi penyemangat bagi kami. Selama ini kami biasanya mengandalkan melaut. Sejak menjadi mitra binaan dan mendapatkan dukungan serta pendampingan dari Pertamina, kami yakin ini bisa jadi peluang usaha yang bisa kami kembangkan ke depan,” ungkap Sulaiman.

Kegiatan budidaya ikan dengan media bioflok ini merupakan inovasi yang dikembangkan oleh tim CSR Kilang Dumai sebagai solusi alternatif ekonomi bagi nelayan, khususnya saat menghadapi kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk melaut. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan pendapatan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal.(dir).