KEMANA RAIBNYA RONTGEN RS GUNTUNG?

Arbindonesia.com  (TEMBILAHAN) – Pengadaan alat rontgen untuk Rumah Sakit Guntung ibu kota Kecamatan Kateman pada tahun 2010 yang lalu, hingga sekarang keberadaannya belum jelas. Padahal dana yang dialokasikan untuk proyek tersebut bukanlah angka yang kecil karena, mencapai angka 1.8 milyar.

Padahal keberadaan alat tersebut tentunya sangat penting dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat setempat. Terutama untuk mendeteksi penyakit bagian dalam yang tentunya tidak bisa hanya dilakukan melalui pemeriksaan biasa.

Surya Lesmana anggota DPRD Inhil dari Dapil kateman ketika dikonfirmasi Www.detikriau.wordpress.com, Selasa, (26/7) tidak menampik belum datangnya alat yang dimaksud ke Rumah Sakit Guntung. Bahkan beberapa waktu lalu, dirinya sempat meributkan persoalan itu karena menurutnys ini menyangkut pemberian pelayanan kepada masyarakat.

“Terus terang kita merasa kecewa kenapa alat yang dibeli dengan anggaran 1.8 milyar tersebut tidak datang juga hingga sekarang, tapi untuk lebih jelasnya silahkan tanya dengan kepala Rumah sakit Guntung,”kata politisi Partai Karya Peduli Bangsa tersebut, kepada Www.detikriau.wordpress.com melalui HP, Selasa (26/7/2011)

Ungkapan senada juga disampaikan oleh anggota DPRD lainnya dari Dapil yang sama, Edi Gunawan ketika dikomfirmasi melalui HP dihari yang sama. Menurutnya, ketika dirinya melakukan kroscek kelapangan alat tersebut memang masib belum diterima oleh Rumah Sakit Guntung. Persoalan ini tentunya membuat ia merasa heran, karena hampir tujuh bulan setelah berakhir tahun anggaran 2010, proyek yang dimaksud belum juga selesai.

“Kalau seminggu yang lalu, barang yang dimaksud memang belum sampai, entah kalau sekarang saya tidak tahu secara pasti. Tapi untuk lebih jelasnya, coba aja langsung tanyakan dengan Kepala Rumah Sakit Guntung,” kata Edi Gunawan.

Sementara itu Kepala Rumah Sakit Guntung dr Afrizal ketika dikonfirmasi Www.detikriau.wordpress.com melalui SMS, Selasa, (26/7), mengatakan memang belum ada alat pengada rontgen yang dimaksud oleh wartawan. Karena dirinya baru menjabat sebagai kepala di Rumah Sakit yang di Guntung. “Untuk pastinya coba tanya dengan Dinkes, karena saya masih baru,” jelasnya.

Tapi ketika didesak lebih jauh oleh Www.detikriau.wordpress.com, yang bersangkutan mengakui memang ada alat pengadaan rontgen pada tahun 2010 yang lalu. Barang yang dimaksud sekarang berada di Dinas Kesehatan Inhil, tapi hingga sekarang belum ada intruksi dari atasan, apakah barang tersebut diperuntukan untuk Rumah Sakit Guntung atau Pulau Kijang.

“Barang tersebut memang ada di Dinas Kesehatan Inhil, tapi kita masih belum menerima intruksi dari atasan mau dikemanakan barang yang dimaksud,” katanya beralasan. (Nejad)




Sambut Ramadhan, DKP Laksanakan Acara Sukuran

Arbindonesia.com (TEMBILAHAN) – Dalam rangka menyambut Ramadhan tahun ini Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kabupaten Inhil menyelenggarakan sukuran dengan mengundang seluruh pegawai, maupun pensiunan pegawai DKP, Senin, (25/7) bertempat di kantor DKP.

Dalam kesempatan tersebut Kadis KP Ir Saripek MP, memberikan bingkisan kepada para pensiunan, sekaligus juga melepas rekan-rekan pegawai yang terkena mutasi untuk pindah dan bertugas di tempat yang baru.

Ketika di hubungi wartawan melalui HP, Selasa, (26/7) Ir Saripek MP mengungkapkan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan Ramadhan. “Kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur atas datang bulan mulia, sekaligus perisahan dengan pegawai lainnnya yang pindah ke tempat dinas yang baru”.Jelas Saripek.

Sementara itu Ustad Surya selaku penceramah dalam kegiatan tersebut, mengatakan keistimewaan bulan suci Ramadhan. Bahkan mengutip pernyataan Nabi Muhammad, seandainya umat Islam tahu akan keistemewaan bulan Ramdhan, niscaya mereka meminta agar seluruh bulan adalah bulan ramadhan.

“Ada begitu banyak keistewaan bulan suci Ramadhan, salah satunya apapun amal yang dilaksanakan pada bulan itu akan dilipatgandakan oleh Allah SWT pahalanya, dan itu tidak mungkin terjadi dibulan lainnnya,” jelasnya.

Untuk itu sebagai manifestasi kita akan datangnya bulan Ramadhan, marilah kita bersihkan hati dan gembira menyambut datang bulan ini. “Sebab orang yang gembira dengan datangnya bulan Ramadhan dan ia melaksanakan amalan yang dianjurkan pada bulan tersebut, diharamkan tubuhnya atas api neraka,” terangnya. (Wawan)




SAKSI SEBUT PETRUS IKUT ANDIL KERIBUTAN

Arbindonesia.com  (TEMBILAHAN) -Kapten tim futsal Dishub Inhil mengakui sempat dipukul seorang anggota polisi saat terjadi perkelahian di Lapangan Futsal Pondok Indragiri. Saksi wasit mengakui korban Petrus ikut andil dalam
keributan saat itu.

Kesaksian ini disampaikan saksi Emil Candra, kapten tim futsal Dishub Inhil dalam persidangan Selasa (26/7/11) di Pengadilan Negeri Tembilahan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Menurut Emil, saat terjadi keributan tersebut ia sempat mengalami aksi kekerasan oleh salah seorang pemain futsal tim Polres Inhil,
diketahuinya mengenakan nomor punggung 12.

Diterangkan, saat itu dilihatnya ramai juga anggota polisi yang masuk kedalam lapangan saat terjadi keributan antara korban Petrus Oktavianus dan Eri Satriawan.

Dalam persidangan juga dimintai keterangan saksi M Apris, manajer tim futsal Dishub Inhil. Ia menyatakan juga sempat melihat ada pemain
Polres Inhil yang memukul terdakwa Adi Putra saat keributan terjadi dan ramai pemain dan penonton masuk kedalam lapangan.

Dalam keterangannya, saksi Zainal Arifin, wasit I yang memimpin pertandingan saat itu menyatakan bahwa dalam pertandingan kedua tim sudah terlihat bermain kasar.

Disebutkan wasit yang mengantongi lisensi C3 tersebut, keributan ini berawal saat menit terakhir keduanya saling kejar bola, kemudian
sama-sama jatuh dan berbenturan, dengan posisi Petrus diatas dan Eri dibawah. Saat itulah terjadi aksi pemukulan di lapangan futsal tersebut.

“Atas kejadian ini keduanya saya berikan kartu merah, karena bikin keributan. Petrus juga dikasih kartu merah karena ia punya andil dalam
kejadian ini,” kesaksian wasit Zainal Arifin didalam persidangan.

Kemudian ia sempat mendamaikan kedua pemain yang berseteru tersebut. Saat itu keduanya sempat bersalaman, namun ia tidak tahu kemudian
kejadian ini kembali mencuat di luar lapangan.

“Kami tidak habis pikir, sudah didamaikan di lapangan, tapi kemudian kok dilaporkan ke pihak berwajib,” sebut Zainal.

Keterangan saksi Zainal Arifin disangkal oleh terdakwa Eri Satriawan dan Adi Putra mengenai terdakwa Eri yang jatuh karena berbenturan,
tapi menurut kedua terdakwa korban Petrus Oktavianus yang menabrak Eri
hingga tersandar ke pembatas lapangan.

“Saat itu saya lihat Petrus juga melakukan pemukulan kepada Eri,” sebut terdakwa Adi Putra.

Persidangan ditunda Rabu (27/7/11) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi Wasit II, Supardi dan Ketua Panitia Pertandingan Futsal Paskem Cup, Syafruddin. (nto)




Kejaksaan Sedang Kumpulkan Data Terkait GCM

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN)-Kejaksaan Negeri Tembilahan tidak menampik bahwa pihaknya saat ini sedang mendalami dan melakukan pengumpulan data terhadap dugaan kasus korupsi di PT Gemilang Citra Mandiri ( GCM).

Pernyataan ini dikemukakan Kepala Kejaksaan Negeri Tembilahan, Ferziansyah Sesunan saat dihubungi Www.detikriau.wordpress.com melalui HP, Selasa, (26/7). Dalam kesempatan itu yang bersangkutan mengarahkan Www.detikriau.wordpress.com untuk menemui Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidus) Hendri Antoro SH, karena kebetulan dirinya sedang berada di Jakarta. “Langsung ada tanyakan dengan Kasi Pidus,” terangnya.
Kepala Seksi Pidana Khusus, Hendry Antoro, kepada wartawan mengakui bahwa pihaknya Sedang pengumpulan data (terhadap kasus dugaan korupsi PD GCM,red), tapi coba tanya sama Kasintel.

Memang saat ini kasus dugaan korupsi 4,2 miliar di PT Gemilang Citra Mandiri sedang menjadi sorotan kalangan masyarakat di Inhil. Informasinya, kasus ini sempat ditangani pihak kepolisian dan Kejaksaan Negeri Tembilahan, tapi sampai sekarang belum jelas kelanjutan penanganannya.

Pihak dewan juga mensinyalir terjadinya penyimpangan dana APBD Inhil sebesar Rp 4,2 miliar yang digunakan bagi pengembangan BUMD PT Gemilang Citra Mandiri.

Tapi, ironisnya ternyata dana sebesar itu hanya dipinjam-pinjamkan kepada pejabat di Inhil dan bagi kepentingan para pengelola BUMD ini. Tidak ada memberikan keuntungan bagi daerah dalam penyertaan modal Pemkab Inhil kepada BUMD. Bahkan, kalangan dewan meminta kasus ini dapat diserahkan saja kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Kalau seperti kasus ini bawa saja ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” ungkap Ketua Komisi C DPRD Inhil, Edy Gunawan ketika ditanyai tanggapannya atas dugaan terjadinya korupsi sebesar Rp 4,2 miliar di GCM tersebut. (suf)




Tambahan Mesin Diharapkan Dapat Atasi Pemadaman

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Jelang ramadahan, masyarakat kota Tembilahan khawatir dengan pelayanan PLN dalam fungsinya untuk menyalurkan listrik kemasyarakat. Kekhawatiran masyarakat tersebut disebabkan bebrapa hari belakangan ini sering terjadi pemadaman.

“Dekat ramadahan PLN selalu bermasalah, beberapa hari belakangan ini listrik sering mati. Di tempat saya saja dalam dua hari selalu saja terjadi pemadaman. Saya khawatir kejadian seperti ini akan terus berlanjut sampai bulan ramdahan,” kata Riyan, salah seorang masyarakat kepada wartawan, selasa (26/07).

Menurut Riyan PLN harus lebih ekstra dalam melayani masyarakat, apalagi dalam bulan ramadahan. Dalam bulan ramadhan listrik tentu sangat dibutuhkan oleh masyarakat, banyak sekali masyarakat yang menggunakan listrik dalam melakukan aktifitasnya.

“Saya harap PLN harus lebih maksimal dalam melaksanakan tugasnya dibulan ramadhan, PLN harus mampu melayani kebutuhan masyarakat dalam hal pengguanaan listrik. Jika terjadi ketidak mampuan kita harap PLN dapat melakukan kebijakan yang tidak menimbulkan dampak yang signifakan,” katanya lagi.

Pimpinan PLN Ranting Tembilahan, Desril Naldi. Saat dihubungi oleh wartawan menjelaskan bahwa pemadaman yg dilakukan beberapa hari terakhir disebabkan adanya gangguan yang terjadi pada mesin 1 dan mesin 5. Untuk mesin satu sudah selesai diperbaiki dan sekarang sudah dapat dioperasikan.

“Saat ini kita masih bermasalah pada mesin 5. Dalam menyambut bulan ramadhan kita akan mempercepat proses perbaikan. Mesin 5 tersebut merupakan mesin sewa yang kita dapatkan dari PT TIGA BINTANG yang menjadi kontraktor kita,” katanya, selasa (26/07), melalui telepon seluler.

Lebih jauh lagi Dasril menjelaskan bahwa proses perbaikan mesin 5 saat ini terus dilakukan, jika tidak ada aral melintang maka nanti sore kita akan mencoba mesin tersebut, jika mesin tersebut sudah layak maka mulai malam ini tidak terjadi pemadaman lagi.

Mesin 5 yang merupakan mesin tambahan tersebut diharapkan dapat beroperasi sejalan dengan harapan, jika hal tersebut terjadi maka kekhawatiran masyarakat tentang pemadaman dapat kita redakan dengan tidak ada pemadaman lagi, jelas dasril.

Dasril juga mengatakan bahwa pihak PLN akan bekerja semaksimal mungkin dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam bulan ramadhan ini. “Kita akan bekerja semaksimal mungkin dalam bulan ramadhan ini, namun kita tidak menjanjikan seperti yang kita alami dalam 2 minggu ini,” katanya.bahwa tidak terjadi pemadaman dalam bulan ramadhan sebab gangguan bisa saja terjadi. (Wwn)




Bawa Minyak, Sopir dan Kenek Diamankan

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Karena dianggap tidak mengantongi surat-surat ijin resmi dari Pertamina, akhirnya satu unit mobil Colt Diesel BM 9194 CG yang bermuatan minyak BBM jenis premium sekitar 4.630 liter dari Pelelawan, diamankan oleh Polsek Keritang pada Senin (25/7) sekira pukul 06.00 WIB, di Kota Baru Seberida Kecamatan Keritang
Kapolres Indragiri Hilir AKBP TJ Djati Utomo SIK kepada Www.detikriau.wordpress.com, Selasa (26/7) menyebutkan untuk kronologi penangkapan berawal ketika mereka melakukan pembongkaran BBM yang dimuat didalam mobil Colt Diesel di TKP Lalu petugas mendatangi untuk menanyakan surat dokumen resmi dari Pertamina kepada si sopir pembawa mobil
Selanjutnya pada saat diperiksa ternyata mereka tidak bisa menunjukan dokumen tersebut, kemudian mobil dan penjual BBM ilegal langsung dimankan oleh petugas Polsek Keritang lantaran dianggap telah melanggar peraturan hukum yang berlaku yaitu telah terjadi penyalahgunaan.
“Karena pada saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas Polsek Keritang, ternyata mereka tidak bisa menunjukan surat-surat resmi dari Pertamina makanya mobil beserta penjualanya langsung diamankan untuk dimintai keterangan” ujar Kapolres Indragiri Hilir AKBP TJ Djati Utomo SIK
Dua orang pelaku kini sudah diamankan oleh Polres Indragiri Hilir yaitu Suparmin (40) warga Desa Kerinci Kabupaten Pelelawan dan seorang lagi yakni Novrianto (41) juga warga Desa Kerinci Kecamatan Pelelawan
Sementara itu Kapolsek Keritang Ipda Ratib saat dihubungi Www.detikriau.wordpress.com via Hp juga membenarkan kasus tersebut, “Yang jelas kasus tersebut kini sudah kita serahkan dan sedangan ditangani oleh penyidik dari Polres Inhil” sebutnya.
Guna proses penyidikan lebih lanjut kini keduanya, termasuk pihak pembeli yaitu JL (41) warga Kota Baru Kecamatan Keritang, serta barang bukti 1 unit kendaraan mobil Colt Diesel sudah diamankan di Mapolres Indragiri Hilir. (wwn)