ORANG TERKAYA DI INDONESIA TERNYATA TUKANG RACUN

Daftar Orang Terkaya Indonesia versi Forbes 2011
www.detikriau.wordpress.com (Info) – Di antara 1.210 orang terkaya di dunia dalam daftar Forbes, ada 14 pengusaha Indonesia yang masuk dalam daftar. Dari daftar tersebut, Robert Budi Hartono menjadi orang terkaya se-Indonesia dengan kekayaan US$5 miliar (Rp 43,9 triliun) bersama saudaranya, Michael Hartono, dengan kekayaan US$5 miliar (Rp 43,9 triliun).
Posisi kedua diduduki pengusaha batu bara Lock Tuck Kwong dengan kekayaan US$3,6 miliar (Rp 31,6 triliun). Pada tahun lalu, Lock Tuck Kwong berada di posisi ketujuh dalam daftar 40 orang terkaya se-Indonesia versi Forbes.
Sementara, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie tidak terdapat dalam daftar Orang Terkaya di Dunia 2011. Tahun lalu, Bakrie menduduki posisi ke-10 daftar orang terkaya se-Indonesia dengan kekayaan US$2 miliar (Rp 17,5 triliun).
Sedangkan, Chairul Tanjung berada di posisi ke-11 dengan kekayaan US$ 1,1 miliar (Rp 9,6 triliun). Meski posisinya naik dari tahun lalu yang hanya berada pada peringkat ke-18, kekayaan Chairul Tanjung turun dari nilai tahun 2010 yang mencapai US$ 1,25 miliar (Rp 10,9 triliun).
Pengusaha lain yang naik peringkatnya adalah Sukanto Tanoto. Pria berusia 61 tahun kini berada di posisi ketujuh dengan kekayaan US$1,9 miliar (Rp 16,6 triliun) setelah tahun lalu bercokol di peringkat ke-16 dengan kekayaan US$ 1,4 miliar (Rp 12,2 triliun).
Ini Daftar Orang Terkaya Indonesia versi Forbes 2011:
1. (208 dunia) R. Budi Hartono, 70 tahun, US$5 miliar rokok dan perbankan
1. (208) Michael Hartono, 71, US$5 miliar rokok dan perbankan
2. (304) Low Tuck Kwong, 62, US$3.6 miliar batu bara
3. (420) Martua Sitorus, 51, US $2.7 miliar kelapa sawit
4. (488) Peter Sondakh, 59, US$2.4 miliar investasi
5. (564) Sri Prakash Lohia, 58, US$2.1 miliar polyester
6. (595) Kiki Barki, 71, US$2 miliar batu bara
7. (651) Sukanto Tanoto, 61, US$1.9 miliar beragam
8. (782) Edwin Soeryadjaya, 62, US$1.6 miliar batu bara
9. (833) Garibaldi Thohir, 45, US$1.5 miliar batu bara
10. (938) Theodore Rachmat, 67, US$1.3 miliar batu bara
11. (1057) Chairul Tanjung, 48, US$1.1 miliar beragam
12. (1057) Murdaya Poo, 70, US$1.1 miliar beragam
13. (1140) Benny Subianto,.., US$1 miliar batu bara




KUASA HUKUM MINTA TERDAKWA DIBEBASKAN

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN)-Tim kuasa hukum dua terdakwa anggota Dishub Inhil menolak tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan meminta keduanya dibebaskan dari segala tuntutan.

Dalam pembelaan hukumnya, tim kuasa hukum Eri Satriawan dan Adi Putra menyatakan bahwa keduanya tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pengeroyokan terhadap anggota Polres Inhil, Petrus Oktavianus.

Unsur dalam Pasal 170 ke-1 jo Pasal 351 jo 55 ayat (1) ke-1 tidak terbukti berdasarkan fakta di persidangan dan keterangan para saksi. Dalam dakwaannya, JPU menyatakan kedua terdakwa terbukti secara sah
dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama terhadap korban Petrus Oktavianus.

“Unsur pengeroyokan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan, karena terbukti di persidangan perkelahian di luar kelompok,” sebut Zainuddin, tim kuasa hukum kedua terdakwa membacakan pledoinya.

Pihaknya juga sangat keberatan dan menolak saksi-saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Jaksa juga tidak mempertimbangkan bahwa setelah terjadinya perkelahian antar tim futsal Polres Inhil dan Dishub telah berdamai di lapangan dan saling salam-salaman.

“Selain itu dalam perkelahian ini terdakwa Adi Putra juga mengalami luka-luka dan juga temannya Emil Chandra,” sebut Zainuddin yang saat itu hadir mendampingi kedua terdakwa bersama DP Agus Rosita.

Maka tim kuasa hukum kedua terdakwa dalam pembelaan hukumnya meminta kepada Majelis Hakim menyatakan terdakwa tidak bersalah membebaskan dari tuntutan hukum.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hartana menyatakan akan mengajukan replik secara tertulis atas pembelaan hukum tersebut.

“Kami akan menanggapi pledoi dari penasehat hukum terdakwa besok,” jawab Hartana singkat.

Untuk itu, sidang akan kembali dilanjutkan Kamis (11/8/11) dengan agenda replik dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).(nto)




KOMISI IV DPRD INHIL SIDAK DINKES

Terkait Simpang Siur Berita Pengadaan Peralatan Medis.
www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Selasa, (09/08), Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Inhil melakukan Sidak ke Dinas Kesehatan (Diskes). Sidak yang dilakukan adalah untuk memastikan keberadaan alat-alat rontgen yang menjadi proyek pengadaan Diskes tahun 2010.

Sidak yang dilakukan dilatar belakangi dengan isu yang beredar bahwa alat-alat rontgen yang pada mulanya ditujukan untuk Rumah sakit yang ada di guntung, namun hingga saat ini belum diserahkan bahkan tidak diketahui dengan pasti oleh publik keberadaannya.

Anggota komisi IV disambut oleh Kabid PPTK Azri, sekaligus yang membawa anggota lagislatif tersebut kebekas rumah dinas Kadis Diskes yang terletak dijalan M Boya dan jalan Gajah Mada yang sekarang dialih pungsikan menjadi gudang penyimpanan.

Ditempat penyimpanan tersebut Azri memperlihatkan alat-alat ronsen kepada para anggota komisi IV dan azri juga mengatakan bahwa keterlambatan pendistribusian alat-alat ronsen itu belum mendapat perintah dari Sekdakab.

“Kita memang sedang bermasalah dalam pendistribusian alat-alat ini, saat ini kita juga mendapat permintaan dari RSUD Puri Husada untuk alat ronsen karena alat ronsen yang mereka miliki sudah rusak,” kata Azri.

Anggota komisi IV lainnya, Surya Lesmana, SE kepad Azri mengatakan bahwa sebaiknya pendistribusian alat-alat rontgen tersebut segera dilakukan sebelum alat-alat itu mengalami kerusakan. “Sebaiknya alat-alat ronsen ini segera didistribusikan,” katanya.

Surya juga menegaskan bahwa pendistribusian alat-alat rontgen tersebut harus dilakukan sesuai dengan perencanaan awal yaitu untuk rumah sakit yang ada di guntung. “Alat-alat ini harus diserahkan kerumah sakit guntung sesuai dengan perencanaan semula, jika akhirnya alat-alat tersebut lebih urgen atau lebih dibutuhkan masyarakat banyak di RSUD tembilahan, alat-alat tersebut bisa dipinjamkan,” kata Surya Lesmana. (Wawan)




DEWAN SIKAPI POSITIF TINDAKAN FPI INHIL

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Razia pekat yang dilakukan Front Pembela Islam(FPI) dinilai positif oleh Surya Lesman, salah seorang anggota komisi IV DPRD Kabupaten Inhil, Hal tersebut dikemukakannya setelah melihat razia yang dilakukan oleh FPI tidak melakukan perbuatan yang mengarah kepada perbuatan anarkis.

“Kita selaku muslim tentu sangat mendukung apa yang dilakukan FPI yang merazia pekat, kita juga mendukung sekali FPI yang tidak melarang pihak pengelola warung kopi untuk berjualan disiang hari asal dibuka secara penuh,” kata Surya lesmana saat bincang-bincang kepada wartawan, selasa (09/08).

Sebab kata Surya lagi, jika warung tersebut tanpa ditutup maka dapat dipastikan tidak ada orang muslim yang akan masuk. “sebagai seorang muslim tentunya kita akan malu makan minum disiang hari dibulan puasa dan disaksikan banyak orang. ” katanya.

Hal senada juga di ungkapkan oleh Syahruddin, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). “Pada dasarnya kita mendukung apa yang dilakukan oleh FPI, kita yakin apa yang dilakukan oleh FPI demi kepentingan agama. Yang kita tidak suka jika apa yang dilakukan FPI tersebut dilakukan dengan anarkis,” katanya.

Syahruddin juga menyayangkan pemberitaan yang dilakukan oleh media massa nasional selama ini yang memberitakan FPI tersebut identik dengan anarkis. “Selama ini masyarakat kita sudah disuguhi pemberitaan tentang FPI dari segi anarkisnya saja, sedangkan pemberitaan yang baik-baiknya tidak dilakukan sehingga mempengaruhi persepsi masyarakat tentang FPI. Kita lihat dengan FPI di tembilahan ini saja, mereka tidak melakukan perbuatan yang anarkis ketika melakukan razia,” imbuhnya.(wawan)




RAJA BUJANG. BENARKAH ADA?

www.detikriau.wordpress.com (kisah) – Sungai Mursi, selalu ada di benak warga Indragiri Hilir. Letak wilayah ini di pesisir bumi Sri Gemilang sampai sekarang dan diyakini sebagai bukti sahih legenda Raja Bujang.
Di Sungai Mursi inilah dulunya serombongan juragan pedagang sapi dari Pulau Madura menyaksikan betapa megahnya kekuasaan Raja Bujang. Kejadian itu berdasarkan penjelasan kalangan tua Inhil berlangsung sekitar 1970-an akhir. Rombongan juragan ini sebelumnya tidak pernah menjejakkan kaki di Tembilahan. Pada malam kejadian itu, kapal yang mereka tumpangi berada di muara Sungai Mursi ini. Rombongan juragan itu mendapati satu kota yang sangat ramai dengan kerlap-kerlip lampu yang luar biasa indahnya.
Merasa itu adalah Tembilahan, mereka lantas bersandar di pelabuhan utamanya. Lalu membongkar muatannya, yakni puluhan ekor sapi. Juragan sapi yang membeli pun bukan main gagahnya serta berkantong tebal. Setelah terjadi jual beli, sejumlah juragan sapi asal Madura tersebut berjalan-jalan ke dalam kota dan setelah itu kembali ke kapal untuk beristirahat.
Paginya, saat terjaga semua kaget luar biasa. Tali kapal yang sebelumnya ditambatkan di pelabuhan utama ternyata hanya tertambat pada pohon pedada. Uang yang dibayarkan oleh pembeli sapi tadi sebagian ternyata adalah daun kayu dan sebagian lagi memang uang asli. Akhirnya barulah disadari bahwa rombongan juragan tersebut belum lagi tiba ke Tembilahan, melainkan di daerah pesisir. Sungai itu dikenal dengan sebutan Sungai Mursi, lokasi ibu kota kekuasaan Raja Bujang.
Cerita ini sampai sekarang diketahui oleh warga Inhil, baik kalangan tua maupun muda. Hebatnya lagi, sampai sekarang warga Inhil yang bermukim di pesisir kerap mengaku bertemu dengan Raja Bujang saat salat Jumat. Ciri-cirinya seluruh garis jari tangannya sama rata. Hanya saja jika memang khusus ingin menunggu, warga menyebut bakal kecele, karena dia tidak akan pernah muncul. Tetapi tanpa terduga-duga, kadang kala Raja Bujang justru menyatu dengan lingkungan sekitar.
Banyak warga Inhil sangat yakin Raja Bujang bukanlah legenda, melainkan nyata dan benar-benar terjadi. Pendapat yang menyatakan ini nyata, di antaranya dikemukakan oleh Mantan Kepala Kandepag Inhil Drs H A Aziz yang berasal dari daerah pesisir, Mandah. ‘’Awalnya itu adalah nyata, karena memang menurut penuturan kalangan tua kita, Raja Bujang ini merupakan warga asli Inhil yang dibawa oleh orang halus. Jadi, dia memang ada,’’ katanya.
Menurut dia, kalangan tua di Kecamatan Gaung paling mengetahui siapa sesungguhnya Raja Bujang dimaksud. Silsilahnya pun banyak pula kalangan tua di daerah itu yang mengetahuinya secara mendalam. Hanya saja ini belum disikapi secara serius sehingga terabaikan begitu saja.(sumber: Inhilkab.go.id)




JADIKAN MOMENTUM HUT KE-54 PROPINSI RIAU UNTUK MENGKAJI NILAI BUDAYA MELAYU.

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Segenap komponen di Riau dihimbau untuk menjadikan momentum HUT Provinsi Riau ke-54, untuk terus menggali dan mengkaji nilai-nilai luhur budaya Melayu yang selama ini cenderung tertutupi oleh kemajuan dan perputaran arus globalisasi.
Pernyataan ini disampaikan Wakil Bupati Inhil Rosman Malomo saat memimpin peringatan HUT Provinsi Riau ke-54, Selasa (9/8/11) di Aula Utama Kantor Bupati Inhil.
Berdasarkan pemantauan detikriau.wordpress.com, kegiatan yang diadakan di Balai Utama Kantor Bupati Inhil dihadiri Wakil Ketua DPRD Inhil, Muslimin, Kasdim Kodim 0314/ Inhil, Mayor Inf Edi Yanto, Kabag Ren Polres Inhil, Kompol Dasril Vitho, Kepala Kejaksaan Negeri Tembilahan, Ferziansyah Sesunan dan Kepala Pengadilan Agama Tembilan, M Nur.
Tampak juga hadir unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, Kepala Badan/ Dinas/ Kantor/ Bagian, PNS, mahasiswa dan ormas.
Dalam sambutannya, Wabup Rosman Malomo menghimbau segenap komponen di Provinsi Riau untuk menjadikan momentum HUT Provinsi Riau ke-54 ini untuk terus menggali dan mengkaji nilai-nilai luhur budaya Melayu yang selama ini cenderung tertutupi oleh kemajuan dan perputaran arus globalisasi.
Demikian juga dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan SDM yang berkualitas merupakan dua hal pokok yang harus dipacu Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten Inhil.
“Peningkatan kesejahteraan masyarakat dan SDM yang berkualitas merupakan dua hal pokok yang harus kita pacu. Kedua aspek tersebut menjadi modal utama dalam rangka membangun Provinsi Riau yang lebih jaya di masa depan,” ungkap Rosman saat membacakan sambutan Gubernur Riau, Rusli Zainal.
Lanjutnya, hal ini sejalan dengan tekad untuk mewujudkan Visi Riau 2020 yaitu Provinsi Riau sebagai ” Pusat Perekonomian dan Kebudayaan Melayu dalam Lingkungan Masyarakat yang Agamis, Sejahtera Lahir dan Bathin di Asia Tenggara”.
Sejarah juga pernah mencatat bagaiman kejayaan Emporium Melayu yang diperlihatkan melalui kejayaan Malaka, Johor, Bintan dan Riau Lingga serta Siak Sriidrapura yang pernah menjadi pusat ekonomi dan peradaban Melayu yang disegani dunia.
”Oleh sebab itu sangat beralasan bagi kita untuk mengulang kejayaan masa lalu dengan semangat bekerja keras dan bahu membahu dalam dalam menggali potensi dan kondisi sumber daya yang ada. Bahkan para ahli ekonomi memprediksi bahwa Provinsi Riau suatu masa akan menjadi ”Lokomotif” Perekonomian untuk wilayah Indonesia bagian Barat,” tegasnya. (nto)