M Sadli Eks Kameramen GTV, Pembelian UHF dan Biaya Pemasangan Cuma Rp 400 Juta Lebih

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Borok pembelian antenna UHF untuk GTV pada tahun 2005 yang lalu makin terkuak. Selain menggunakan dana PT Gemilang Citra Mandir (GCM) Rp 700 juta lebih dan dianggarkan di Bagian Humas pada tahun dan jumlah yang sama, ternyata alat tersebut hanya dibeli sekitar 400 juta lebih, termasuk biaya pemasangannya.

Informasi tersebut disampaikan oleh eks kameramen GTV M. Sadli saat berbincang-bincang dengan www.detikriau.wordpress.com baru-baru ini. Menurut pengakuannya, ia tahu persis kronologis pembelian barang tersebut. pemancar UHF tersebut di beli disalah toko khusus yang menjual alat pemancar di Jakarta.

Hanya saja ketika ditanyakan secara langsung apakah yang bersangkutan masih ingat nama toko tempat membeli pemancar UHF tersebut, dirinya mengatakan tidak sempat memperhatikan merek toko yang dimaksud. Begitu juga lokasi dimana dikawasan Jakarta tempat membeli, ia juga mengaku tidak tahu persis. “Saya tidak memperhatikan secara seksama pada waktu itu,” kata Sadli.

Masih menurut yang bersangkutan, ketika dibeli barang tersebut tidak langsung ada tapi harus menunggu beberapa waktu, karena barang tersebut dipesan dari luar negeri. Kalau dirinya tidak salah barang tersebut di pesan dari Italia.

Dalam kesempatan itu ketika ditanyakan www.detikriau.wordpress.com dengan siapa saja dirinya pergi ke Jakarta untuk membeli perlatan UHF tersebut, menurut Sadli dengan Kabag Humas ketika itu Drs M Thaher, Dirut PT Gemilang Citra Mandiri (GCM) Zainul Ikhwan, dan seorang warga Inhil dari warga keturunan yang biasa ia panggil dengan sebutan bang “Li”. “Bang li itulah yang mengurusi soal pembelian pemancar UHF tersebut,” terang Sadli.

Dalam kesempatan itu ia juga menjelaskan paska pembelian barang tersebut, pemancar UHF tidak langsung datang, melainkan sekitar 3-6 bulan kemudian baru diterima GTV. “Yang pasti tidak benar kalau dikatakan biaya untuk pembelian dan pemasangan UHF tersebut sampai dengan Rp 700 juta lebih, karena saya terlibat langsung dengan pembelian tersebut,” katanya.

Apa yang dipaparkan M Sadli makin memperlihatkan adanya ketidakberesan dengan pembelian alat pemancar UHF untuk GTV tersebut. Karena sebelumnya diketahui pembelian dan pemasangan total anggaran mencapai Rp 700 juta lebih. sehingga disinyalir adanya mark up Rp 200 juta lebih.
Kejanggalan lainnya adalah ada dua item mata anggaran yang digunakan untuk pembelian alat pemancar UHF tersebut. Salah satunya adalah menggunakan uang APBD Inhil tahun 2005 dengan total anggaran 700 juta lebih dan pinjaman dengan PT GCM dengan total anggaran yang sama.

Ironisnya, disinyalir barang tersebut malah digunakan untuk Indra Televisi milik Bupati Inhil DR Indra M Adnan yang beberapa waktu lalu sempat tayang di kota Pekanbaru. “Barang tersebut diduga fiktif, karena anggota dewan pernah melakukan sidak ke GTV dan tidak menemukan alat pemancar UHF seperti yang dimaksudkan,” kata salah seorang anggota dewan yang tidak mau disebutkan namanya ketika dimintai tanggapannya oleh www.detikriau.wordpress.com beberapa waktu lalu. (Suf)




Warga Inhil Sambut Malam Nisfu Sya’ban

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Sabtu malam, (16/7/2011) usai shalat Magrib hampir seluruh mesjid, surau dan mushalla di Inhil, tidak terkecuali di Tembilahan melaksanakan pengajian dengan membaca surah Yasin sebanyak tiga kali dalam rangka menyambut tibanya malam Nisfu Sya’ban. Itu menandakan bahwa tinggal 15 hari lagi umat Islam akan menyambut bulan suci Ramadhan.

Seperti yang terlihat di mesjid Al-Islah jalan Sederhana Kelurahan Tembilahan Hulu. Sebelum pelaksanaan shalat Magrib, mesjid sudah ramai didatangi jamaah yang akan melaksanakan shalat Magrib dan menyambut malam Nisfu Sya’ban. Sehingga mesjid tidak mampu menampung jamaah. Terutama anak-anak.
Pantauan www.detikriau.wordpress.com, jamaah yang datang untuk menyambut malam Nisfu Sya’ban ada dari mereka yang membawa makanan dan minuman untuk diambil berkah. Inilah alasan kenapa anak-anak sangat ramai pergi ke mesjid, tidak terlepas untuk menikmati hidangan makanan yang dibawa oleh jamaah usai selesai acara yang dimaksud.

Dari pengantar yang disampaikan oleh ustad H Syahran, peringatan malam Nisfu Sya’ban sudah dilakukan oleh ulama salafi jauh sebelum ini. Kita umat Islam yang ada dibelakang ini, hanya mengikuti kegiatan yang mereka laksanakan, sebagai bentuk kesiapan umat Islam dalam menyambut ibadah puasa.

Masih menurutnya, acara Nisfu Sya’ban diisi dengan pembacaan surah Yasiin sebanyak tiga kali. Pembacaan yang pertama diniatkan untuk meminta kepada Allah agar dipanjangkan umur hingga sampai ke bulan Ramadahan, hingga nantinya mampu melaksanakan berbagai ibadah yang dianjurkan.

Pembacaan surah Yasiin yang kedua diniatkan agar kita dimudahkan oleh Allah dalam memperoleh rezeki. Sedangkan surah Yasiin yang ketiga diniatkan agar selalu ditetapkan iman dan mati dalam keadaan beriman. “Itulah niat yang kita pasang dalam tiga kali pembacaan suarah Yasiin,” jelasnya.

Pelaksanaan malam Nisfu Sya’ban biasa akan diikuti dengan pelaksanaan puasa sunat keesokan harinya. Kebiasaan ini selain karena sunah nabi, juga untuk melatih umat Islam untuk mulai membiasakan diri untuk berpuasa. Sebab sekitar 15 hari kemudian, bulan Ramadahan tiba, tentunya akan lebih ringan melaksanakan puasa, kalau jauh hari sudah mempersiapkan diri. (Suf)




Secara Teknis Letak Jembatan Lebih Memungkinkan di Sungai Simpun

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Rencana pembangunan Jalan dan jembatan untuk menuju sungai empat terus menjadi polemik dimasyarakat. Masyarakat Dusun Kampung baru dengan Dusun Sungai Simpun sama-sama menginginkan agar jembatan dibangun didaerahnya masing-masing.

Sebagai alternatif terakhir yang dirasa dapat mencegah konflik yang kemungkinan bakal terjadi, sebuah surat yang telah ditanda tangani oleh kepala desa sungai empat dan seluruh komponen masyarakat telah dilayangkan kepada Dinas PU yang berisi tentang keinginan masyarakat agar jembatan tersebut dibangun di pasar sungai empat.

Kadis PU, Nasir melalui telepon selulernya kepada www.detikriau.wordpress.com mengatakan saat ini yang paling memungkinkan disegi teknis pembangunan sebaiknya di sungai simpun. “Karena Jembatan yang akan kita bangun tersebut bukan jembatan kompensional yang biasa saja, namun merupakan jembatan yang pengerjaannya banyak mempergunakan alat-alat berat,” kata Nasir.

Untuk pembangunan jembatan seperti ini, kita membutuhkan lahan bebas minimal 500 meter agar alat-alat berat seperti ponton dan lain-lain dapat bergerak bebas .

“Kalau pembangunan jembatan tetap dilakukan di dusun kampung baru untuk penggunaan lahan bebas tersebut kita akan merusak rumah-rumah penduduk kurang lebih sebanyak sebanyak 16 buah,” katanya.

Sangat tidak adil rasanya jika untuk pembangunan jembatan tersebut kita terpaksa memindahkan perumahan masyarakat dan jika pembangunan jembatan kita alihkan kepasar maka akan banyak juga rumah penduduk yang terpaksa kita robohkan dan tentunya bisa mengganggu pertumbuhan perekonomian dan transportasi jelas nasir.

Melalui media pers Nasir ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pemerintah bukannya tidak ingin membangun jembatan ditempat yang mereka inginkan namun untuk pembangunan tersebut perlu melakukan penelitian secara teknis dengan memeperhatikan berbagai sektor.

“Kita harap agar masyarakat bisa mengerti dan menerima hal itu. Tidak ada niat pemerintah untuk merugikan salah satu pihak, tapi secara teknis hanya  disungai simpun yang paling memungkinkan,” pungkasnya. (Suf)




Jelang Ramadhan, Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok Mulai Merangkak Naik

www.detikriau.wordpress.com (Tembilahan) – Dua pekan menjelang tibanya bulan suci ramadhan harga beberapa kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Hasil pantauan www.detikriau.wordpress.com pada beberapa pasar tradisional, seperti Pasar terapung jalan Yos Sudarso, Pasar Pagi jalan Telaga Biru dan Parit XI Tembilahan Kota kenaikan harga ini mulai dirasakan masyarakat terutama kaum ibu-ibu. Mereka berharap agar dinas terkait segera lakukan pantauan agar kenaikan harga ini tidak mengganggu kekhususkan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa.
Sebelumnya, harga gula putih dipasarkan dengan harga Rp. 10 Rb per kilogramnya kini sudah dijual dengan harga Rp.11rb s/d Rp.12rb/Kg. Untuk harga minyak goreng curah yang sebelumnya Rp. 9.500/Kg sekarang sudah merangkak naik dikisaran harga Rp. 10rb s/d Rp.11.500/Kg. Harga-harga kebutuhan lainnya seperti telor ayam ras yang sebelumnya hanya pada kisaran harga Rp. 29rb/papan kini sudah dipasarkan dengan harga Rp.30rb s/d Rp.30.500/kg. Harga ini tidak termasuk pada harga jual eceran pada warung-warung kecil. Untuk kelompok pedagang seperti ini yang kebanyakan berada dekat dengan pemukiman penduduk, kenaikan harga relatif lebih tinggi.
“Kenaikan harga ini sudah mulai kita rasakan sejak beberapa pekan belakangan ini. Walaupun harga kenaikan terbilang tidak seberapa besar namun pergerakannya relatif terus mengalami kenaikan menjelang semakin dekatnya bulan ramadhan.”Ungkap Wanto, seorang pedagang pasar terapung jalan Yos Sudarso Tembilahan menuturkan kepada www.detikriau.wordpress.com, Ahad (17/7/2011)

Ketika disinggung mengenai harga beras, Wanto mengatakan bahwa saat ini beberapa merk beras sudah mulai mengalami kenaikan. Harga kenaikan masih terbilang tipis pada kisaran Rp 100 s/d Rp. 150  perkilogramnya.  Namun menurutnya, mendekati bulan Ramadhan, bisa dipastikan semua barang kebutuhan juga akan ikut naik.

 

Sedangkan untuk harga lauk-pauk seperti ikan dan daging juga mulai terlihat adanya kenaikan.

“Harga ikan segar saat ini belum mengalami kenaikan yang berarti. Paling-paling kenaikan kisarannya hanya Rp. 500 s/d Rp. 1000. Yang sedikit mengalami kenaikan lebih tinggi seperti daging ayam ras. Sebelumnya hanya dipasarkan dengan harga Rp. 28 rb namun dua hari ini kita sudah pasarkan dengan harga Rp. 30rb s/d Rp. 31 rb/kgnya. Demikian juga daging sapi sudah mulai merangkak naik dengan kisaran kenaikan Rp. 2rb s/d Rp.5rb/Kg nya dan biasanya harga ini akan terus mengalami kenaikan menjelang ramadhan.” Ungkap Anto seorang pedagang di pasar Prt XII Tembilahan.

Masyarakat sangat berharap agar dinas terkait khususnya Dinas Perindustrian dan perdagangan dapat melakukan pantauan secara terus menerus akan perubahan harga ini. Diharapkan momentum tahunan ini tidak dijadikan pedagang sebagai kesempatan untuk mendulang keuntungan tinggi tanpa memperdulikan ketenangan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa.

“Kita sangat berharap agar dinas terkait dapat melakukan pantauan agar tidak ada pedagang nakal yang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Umat muslim yang akan meununaikan ibadah puasa janganlah sampai dipusingkan dengan kenaikan kebutuhan pokok yang tentunya akan semakin membuat pusing kepala khususnya kaum ibu-ibu,” Pinta Yusnita, seorang ibu rumah tangga kepada www.detikriau.wordpress.com, Ahad (17/7/2011). (fsl)

gambar ilustrasi



PASIEN RSUD PURI HUSADA MENINGGAL DUNIA, DIDUGA AKIBAT PENYAKIT AIDS

www.detikriau.wordpress.com (Tembilahan) – SA (34) seorang warga Kecamatan Enok setelah sebelumnya sempat dirawat selama tiga hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan, akhirnya, sabtu (16/7/2011) sekira pukul 04.00 Wib menghembuskan napas terakhir. Pasien meninggal di duga akibat penyakit AIDS yang sudah lama dideritanya.

Informasi ini diterima www.detikriau.wordpress.com dari seorang sumber yang tidak bersedia menyebutkan namanya. Menurut keterangan, pasien selama ini bekerja di negara tetangga Singapura. Sejak kondisi kesehatannya semakin memburuk, lima bulan terakhir ini ia sudah pulang ke kampung halaman.

“tidak berapa lama setelah pasien menghembuskan nafas, pagi itu juga pihak keluarga langsung membawa jenajah ke kampung halaman untuk dimakamkan.” Ungkap Sumber www.detikriau.wordpress.com, sabtu (16/7/2011).

Direktur RSUD Puri Husada, Rasul Alim ketika dikomfirmasi wartawan terkait perkara ini mengaku belum mengetahui secara pasti.

“Saya sekarang sedang tidak di Tembilahan. Nantilah saya cek dulu,” Ungkap Rasul Alim singkat melalui SMS. (fsl)




RONI PASLAH DULANG SUARA TERBANYAK

Pilkades Concong Dalam Kecamatan Concong

www.detikriau.wordpress.com (Tembilahan) – Roni Paslah, satu dari tiga kandidat yang maju dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) desa Concong Dalam Kecamatan Concong, berhasil memperoleh kepercayaan terbanyak dari masyarakat untuk memimpin desa ini kedepannya. Dari hasil perhitungan suara, Putra bungsu H. Sakek ini berhasil mendulang dukungan sebanyak 501 suara mengungguli dua kandidat lainnya, R. Fadila dengan 140 suara serta calon Incumbent, Asseri yang hanya berhasil memperoleh 347 suara.

Selama proses pelaksanaan pilkades yang dilaksakan pada tanggal 14 Juli 2011 yang lalu pada 4 lokasi TPS, concong dalam, sei hukum, tanjung raya dan parit raja seluruh proses berjalan dengan tertib dan aman.

Pendulang suara terbanyak, Roni Paslah saat ditanyai www.detikriau.wordpress.com usai perhitungan suara unggul diperolehnya, mengatakan bahwa kemenangan dirinya juga merupakan kemenangan seluruh masyarakat concong dalam.

“Kemenangan saya hari ini yang jelasnya juga merupakan kemenangan seluruh masyarakat desa concong dalam. Sebab didepan kita masih banyak persoalan yang sesegera mungkin harus kita ambil tindakan penanganan dengan cepat dan tepat. Khususnya masalah utama kerusakan sistem trio tata air yang hampir meluluhlantakkan sumber utama penghasilan ekonomi masyarakat. Ini program prioritas yang sangat mendesak bagi kepentingan masyarakat,” Jelas Roni Paslah kembali mengulang niat dirinya bertarung dalam pilkades concong dalam ini.

Untuk semua itu, tambah Roni, secara pribadi saya juga menyampaikan ucapan terimasih terutama kepada kedua orang tua, seluruh keluarga, tim sukses dan masyarakat yang telah memberikan kepercayaan ini. Sesuai Motto saya “Bersama Kita Bisa”, Insyaallah, bersama  kita bisa mencarikan solusi terbaik dalam mengatasi berbagai persoalan ditengah masyarakat kedepannya, tolong terus beri saya dukungan, do’a dan peringatan kalau saya terlupa. Semoga dengan kebersamaan tulus ini semua langkah kita kedepan mendapat ridho dari yang maha kuasa,” Pungkas Roni dengan sikap tenang. (fsl)