TAHUKAH ANDA TANDA AKAN TURUNNYA LAILATUL QODR?

www.detikriau.wordpress.com artikel) – Dinamakan lailatul qodr karena pada malam itu malaikat diperintahkan oleh Allah swt untuk menuliskan ketetapan tentang kebaikan, rezeki dan keberkahan di tahun ini, sebagaimana firman Allah swt :
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ ﴿٣﴾
فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ ﴿٤﴾
أَمْرًا مِّنْ عِندِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ ﴿٥﴾

Artinya : ”Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi[1369] dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi kami. Sesungguhnya kami adalah yang mengutus rasul-rasul.” (QS. Ad Dukhan : 3 – 5)
Al Qurthubi mengatakan bahwa pada malam itu pula para malaikat turun dari setiap langit dan dari sidrotul muntaha ke bumi dan mengaminkan doa-doa yang diucapkan manusia hingga terbit fajar. Para malaikat dan jibril as turun dengan membawa rahmat atas perintah Allah swt juga membawa setiap urusan yang telah ditentukan dan ditetapkan Allah di tahun itu hingga yang akan datang. Lailatul Qodr adalah malam kesejahteraan dan kebaikan seluruhnya tanpa ada keburukan hingga terbit fajar, sebagaimana firman-Nya :
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ ﴿٤﴾
سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ﴿٥﴾

Artinya : ”Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qodr : 4 – 5)
Diantara hadits-hadits yang menceritakan tentang tanda-tanda lailatul qodr adalah :
1. Sabda Rasulullah saw,”Lailatul qodr adalah malam yang cerah, tidak panas dan tidak dingin, matahari pada hari itu bersinar kemerahan lemah.” Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah yang dishahihkan oleh Al Bani.
2. Sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya aku diperlihatkan lailatul qodr lalu aku dilupakan, ia ada di sepuluh malam terakhir. Malam itu cerah, tidak panas dan tidak dingin bagaikan bulan menyingkap bintang-bintang. Tidaklah keluar setannya hingga terbit fajarnya.” (HR. Ibnu Hibban)
3. Rasulullah saw bersabda,”Sesungguhnya para malaikat pada malam itu lebih banyak turun ke bumi daripada jumlah pepasiran.” (HR. Ibnu Khuzaimah yang sanadnya dihasankan oleh Al Bani)
4. Rasulullah saw berabda,”Tandanya adalah matahari terbit pada pagi harinya cerah tanpa sinar.” (HR. Muslim)
Terkait dengan berbagai tanda-tanda Lailatul Qodr yang disebutkan beberapa hadits, Syeikh Yusuf al Qaradhawi mengatakan,”Semua tanda tersebut tidak dapat memberikan keyakinan tentangnya dan tidak dapat memberikan keyakinan yakni bila tanda-tanda itu tidak ada berarti Lailatul Qodr tidak terjadi malam itu, karena lailatul qodr terjadi di negeri-negeri yang iklim, musim, dan cuacanya berbeda-beda. Bisa jadi ada diantara negeri-negeri muslim dengan keadaan yang tak pernah putus-putusnya turun hujan, padahal penduduk di daerah lain justru melaksanakan shalat istisqo’. Negeri-negeri itu berbeda dalam hal panas dan dingin, muncul dan tenggelamnya matahari, juga kuat dan lemahnya sinarnya. Karena itu sangat tidak mungkin bila tanda-tanda itu sama di seluruh belahan bumi ini. (Fiqih Puasa hal 177 – 178)
Perbedaan Waktu Antar Negara
Lailatul qodr merupakan rahasia Allah swt. Untuk itu dianjurkan agar setiap muslim mencarinya di sepuluh malam terakhir, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Carilah dia (lailatul qodr) pada sepuluh malam terakhir di malam-malam ganjil.” (HR. Bukhori Muslim).
Dari Abu Said bahwa Nabi saw menemui mereka pada pagi kedua puluh, lalu beliau berkhotbah. Dalam khutbahnya beliau saw bersabda,”Sungguh aku diperlihatkan Lailatul qodr, kemudian aku dilupakan—atau lupa—maka carilah ia di sepuluh malam terakhir, pada malam-malam ganjil.” (Muttafaq Alaihi)
Pencarian lebih ditekankan pada tujuh malam terakhir bulan Ramadhan sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhori Muslim dari Ibnu Umar bahwa beberapa orang dari sahabat Rasulullah saw bermimpi tentang Lailatul Qodr di tujuh malam terakhir. Menanggapi mimpi itu, Rasulullah saw bersabda,”Aku melihat mimpi kalian bertemu pada tujuh malam terakhir. Karena itu barangsiapa hendak mencarinya maka hendaklah ia mencari pada tujuh malam terakhir.”
Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw bersabda,”Carilah ia di sepuluh malam terakhir. Jika salah seorang kalian lemah atau tdak mampu maka janganlah ia dikalahkan di tujuh malam terakhir.” (HR. Muslim, Ahmad dan Ath Thayalisi)
Malam-malam ganjil yang dimaksud dalam hadits diatas adalah malam ke- 21, 23, 25, 27 dan 29. Bila masuknya Ramadhan berbeda-beda dari berbagai negara—sebagaimana sering kita saksikan—maka malam-malam ganjil di beberapa negara menjadi melam-malam genap di sebagian negara lainnya sehingga untuk lebih berhati-hati maka carilah Lailatul Qodr di setiap malam pada sepuluh malam terakhir. Begitu pula dengan daerah-daerah yang hanya berbeda jamnya saja maka ia pun tidak akan terlewatkan dari lailatul qodr karena lailatul qodr ini bersifat umum mengenai semua negeri dan terjadi sepanjang malam hingga terbit fajar di setiap negeri-negeri itu.
Karena tidak ada yang mengetahui kapan jatuhnya lailatul qodr itu kecuali Allah swt maka cara yang terbaik untuk menggapainya adalah beritikaf di sepuluh malam terakhir sebagaimana pernah dilakukan oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya.
Ciri-ciri Orang Yang Mendapatkan Lailatul Qodr
Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dai Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa melakukan qiyam lailatul qodr dengan penuh keimanan dan pengharapan (maka) dosa-dosanya yang telah lalu diampuni.”
Juga doa yang diajarkan Rasulullah saw saat menjumpai lailatul qodr adalah ”Wahai Allah sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi Maaf, Engkau mencintai pemaafan karena itu berikanlah maaf kepadaku.” (HR. Ibnu Majah)
Dari kedua hadits tersebut menunjukkan bahwa dianjurkan bagi setiap yang menginginkan lailatul qodr agar menghidupkan malam itu dengan berbagai ibadah, seperti : shalat malam, tilawah Al Qur’an, dzikir, doa dan amal-amal shaleh lainnya. Dan orang yang menghidupkan malam itu dengan amal-amal ibadah akan merasakan ketenangan hati, kelapangan dada dan kelezatan dalam ibadahnya itu karena semua itu dilakukan dengan penuh keimanan dan mengharapkan ridho Allah swt. (FSL)




KEASLIAN MUKJIZAT NABI MUSA

www.detikriau.wordpress.com (Artikel) – Masih ingatkah dengan kisah mukjizat Nabi Musa yang membelah laut merah dengan tongkatnya? Jika salah satu diantara kita ada yang menganggap kisah tersebut hanya merupakan dongeng belaka, sekarang mari kita simak tulisan yang diuraikan dibawah ini.

Seorang Arkeolog bernama Ron Wyatt pada ahir tahun 1988 silam mengklaim bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno didasar laut merah. Menurutnya, mungkin ini merupakan bangkai kereta tempur Pharaoh yang tenggelam dilautan tsb saat digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.

Menurut pengakuannya, selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda ditempat yang sama.

Temuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahwa sisa2 tulang belulang itu merupakan bagian dari kerangka para bala tentara Pharaoh yang tenggelam di laut Merah. Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang berhasil ditemukan,memang benar adanya bahwa struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam, dimana menurut sejarah,kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.
poros roda dari salah satu kereta kuda.

Selain itu, ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan, yaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang, sehingga untuk saat ini bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas. Mungkin Allah sengaja melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi2-Nya merupakan suatu hal yang nyata dan bukan merupakan cerita karangan belaka.

Diantara beberapa bangkai kereta tadi, ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang terbuat dari emas. Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Pharaoh sang raja.

Lokasi penyeberangan sang raja Pharaoh diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba. Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter. Kemiringan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 derajat, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 derajat
Diperkirakan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter.Lebar lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter.
Dapatkah kita membayangkan berapa gaya yang diperlukan untuk dapat membelah air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata2 mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama, mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? (menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).

Menurut sebuah perhitungan, diperkirakan diperlukan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima Jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter. Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin,menurut beberapa perhitungan, setidaknya diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konstan 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk dapat membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu 4 jam!!! sungguh luar biasa, Allah Maha Besar (sumber: artikelmenarik.wordpress.com)




SATPOL PP RAZIA RESTORAN/RUMAH MAKAN

Puluhan Oknum PNS Kedapatan tidak berpuasa
www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Guna menjaga kewibawaan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, dalam rangka menghormati bulan puasa selama bulan suci Ramadhan 1432 H khususnya di kalangan PNS, Satpol PP menggelar razia bagi PNS yang masih mangkir disejumlah warung yang ada di Kota Tembilahan, Kamis (11/8)
Kasat Pol PP Martha Haryadi melalui Kasi penegakan Hukum Hadi Rahman kepada menuturkan bahwa razia yang digelar kali ini sasarannya adalah bagi kalangan PNS yang mangkir menjalankan ibadah puasa dan kedapatan nongkrong diwarung pada saat jam Dinas.
Dalam razia tersebut, sedikitnya 10 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Sekdakab Inhil, yang terjaring oleh petugas. Bagi mereka yang terkena razia langsung didata oleh BKD untuk diberikan sanksi sesuai dengan mekanisme yang berlaku
“Pada intinya kita hanya bertugas untuk menjaga citra PNS, namun untuk penindakan selanjutnya bagi PNS yang terjaring razia, tentu itu adalah wewenang BKD, makanya dalam razia tersebut Sat Pol PP juga melibatkan pegawai dari BKD,’ kata Hadi Rahman
Masih menurut Hadi Rahman, selain menjaring oknum PNS, Sat Pol PP juga memberikan teguran keras bagi pemilik warung yang masih beraktifitas, sebab sesuai dengan himbauan dari Bapak Bupati disebutkan selama bulan puasa pengusaha restoran/rumah makan hanya boleh beraktifitas mulai pukul Pukul 15.00 WIB
“Sesuai dengan himbauan dari Bupati ditegaskan selama bulan puasa bagi setiap pemgusaha restoran/ rumah makan, baru boleh membuka usahanya mulai pukul 15.00 WIB, namun pada kenyataannya masih banyak warung yang tidak mengindahkan larangan itu, makanya kita lakukan razia.’ tambah Hadi rahman.
Bahkan Hadi Rahman juga berjanji untuk melihat loyalitas pemilik warung apakah sudah patuh atau belum untuk menjalankan Surat Edaran Bupati inhil. Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan razia serupa dengan melibatkan sekitar 45 personil Sat Pol PP, tambahnya.
pantauan dilapangan, petugas Sat Pol PP merazia warung yang ada di jalan H.Said, Lorong Palembang, lorong kapur, jalan M.Boya. Serta sejumlah warung yang berlokasi di Pasar Terapung dan pelabuhan MGI. (Suf)




LSM MINTA PROYEK ISLAMIC CENTRE, GEDUNG UNISI SERTA JALAN BANDARA TEMPULING – MANDAH DIKAJI ULANG.

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Keberadaan tiga proyek multiyears yakni Islamic Center, gedung UNISI dan jalan High Way Mandah Tempuling yang menelan dana 960 milyar kiranya perlu kembali dikaji ulang. Diharapkan dibelakang hari jangan sampai terjadi saling menyalahkan antara pihak eksekutif dan legislatif.

Apalagi belakangan ini sudah timbul kekecewaan pihak legislatif yang merasa dibohongi terkait proyek tersebut dikarenakan sebelumnya pihak eksekutif menjanjikan bahwa tiga proyek tersebut akan dibantu pembiayaannya melalui dana APBD Provinsi Riau dan APBN.

Seiring berjalannya waktu mulai terkuak, bahwa dana untuk tiga proyek tersebut setakat ini masih murni menggunakan dana APBD Inhil. Kondisi seperti ini tentunya sangat menguras keuangan daerah, padahal masih banyak sektor lainnya yang harus diperhatikan dan mendapat prioritas seperti pendidikan dan pemberantasan kemiskinan.

“Bagusnya, kita semua perlu melakukan evaluasi lagi. Duduk bersama antara Pemerintah, DPRD, LSM, ORMAS serta tokoh masyarakat untuk kembali mengkaji ketiga proyek multiyears tersebut. Kalau memang terlalu membebani keuangan daerah dan manfaaat untuk masyarakat juga tidak terlalu penting, ya tidak salah kalau dihentikan mulai dari sekarang agar kerugian tidak semakin besar seperti yang menimpa beberapa proyek multiyears lainnya,” ujar Ketua LSM Seribu Satu Parit Januar Jaya saat dimintai tanggapan oleh , Kamis, (11/8/2011).

Sejak awal mengenai proyek multiyears terutama gedung UNISI dalam pembangunannya dengan mengorbankan gedung SMA I sekarang telah mendapat kecaman dari masyarakat. Bahkan dalam satu spanduk yang terpasang dipangkalan ojek Parit 13 Tembilahan warga menuding bahwa Eksekutif dan Legislatif yang menyetujui proyek kampus UNISI adalah “kumpulang Dajal”.

Apalagi sebelumnya Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melalui juru bicaranya Edi Gunawan dalam rapat paripurna dengan gambling mengatakan sampai sejauh ini janji yang dikatakan oleh pihak eksekutif untuk mengupayakan sharing dana dari APBD Provinsi maupun APBN sama sekali tidak terlaksana. Nyata seluruh anggaran yang digunakan untuk pembangunan tiga proyek tersebut, murni menggunakan uang APBD Inhil

Saat melakukan persentasi pihak eksekutif yang disampaikan langsung oleh Bupati Kab. Inhil, Indra M Adnan begitu meyakinkan, saat itu dengan mantap Bupati mengatakan bahwa proyek tersebut akan dibantu pembiayaan oleh tingkat satu dan pusat. Karena alasan seperti itulah pada ketika itu, makanya DPRD Inhil akhirnya bersedia mengesahkan Perda terkait tiga proyek tersebut. (Suf)




Dewan Kecam Tiga Proyek Multiyears di Dishubkominfo

Taher Berdalih kapasitas dirinya hanya sebatas melanjutkan program yang sudah dilaksanakan oleh pendahulunya
(TEMBILAHAN) – Tiga Proyek multiyears yang ada di Dishubkominfo dan telah selesai pengerjaan yakni Bandara Tempuling di Kecamatan Tempuling, Pelabuhan Parit 21 di Kecamatan Tembilahan dan terminal Bandar Laksamana Indragiri di Kecamatan Tembilahan Hulu seperti tidak memberikan kontribusi positif buat masyarakat. Padahal anggaran yang dialokasikan kesana sangatlah besar.

Hal itu terungkap dalam hearing antara Komisi III dengan Dishubkominfo, Rabu, (10/8) yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III Edi Gunawan dan dihadiri oleh Kadis Drs HM Thaher berserta jajarannya.

“Terus terang saya katakan, proyek multiyears dengan anggaran yang sangat besar terkesan mubazir, karena tidak langsung bisa dirasakan oleh masyarakat. Hal ini mestinya menjadi perhatian dari dinas terkait, agar jangan sampai anggaran tersebut pada gilirannya jadi terbuang percuma,” Sebut Edy Gunawan.

Masih menurut Edy, pembangunan bandara tempuling ditujukan untuk mempermudah akses hubungan Inhil dengan daerah lainnya. Tapi kenyataannya, hingga sekarang tidak ada maskapai yang mau memanfaatkan keberadaan bandara tersebut. Hingga pada gilirannya tujuan awal, jadi meleset.

Begitu juga dengan keberadaan terminal Laksamana Indragiri yang sudah diresmikan sekitar satu tahun yang lalu. Hingga sekarang apa manfaatnya, nyata berbagai PO dan agen angkutan darat yang ada di kota Tembilahan tidak mau menggunakan terminal tersebut sebagai pusat aktivitas mereka. “Hal yang samapun kemungkinan akan terjadi dengan Pelabuhan Pari 21, akan seperti itu,” ujarnya lagi.

Menanggapi tudingan Komisi III tersebut Kadishubkominfo Drs HM Thaher tidak membantah. Ia menjelaskan, bahwa kapasitas dirinya dalam tiga proyek tersebut hanya sebatas melanjutkan program yang sudah dilaksanakan oleh pendahulunya.
“Saya hanya melanjutkan program yang sudah ada. Kasarnya saya hanya terima bersih saja,” Jawab Thaher terkesan terkesan mengelak.

Apa yang disampaikan oleh yang bersangkutan mengindikasikan yang bersangkutan seakan lepas tanggung jawab atas proyek yang terkesan mubazir tersebut. Padahal pada saat sebelum diresmikan yang bersangkutan sangat getol melakukan berbagai ekspos lewat media agar manfaat ketiga proyek multiyears tersebut dapat dirasakan masyarakat. (Suf)




Kelompok Tani Usaha Karya Akan Lapor ke Presiden RI

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) -Sampai saat ini pihak PT Multi Gambut Industri
(PT MGI)/ PT Tabung Haji Indo Plantations (PT THIP) tidak kunjung mengembalikan lahan seluas ± 6000 hektar milik Kelompok Tani Usaha Karya Tanjung Simpang, Pelangiran. Maka, petani akan melaporkan masalah ini kepada Presiden RI.

Menurut kuasa hukum Kelompok Tani Usaha Karya Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Zainuddin SH, memang sampai sekarang pihak PT MGI/ PT THIP tidak merespons surat opsi penyelesaian lahan yang telah disampaikan beberapa waktu lalu.

“Padahal kita telah sampaikan opsi penyelesaian lahan milik Budin Baki/ Kelompok Tani Usaha Karya Desa Tanjung Simpang tersebut, namun pihak perusahaan asal Malaysia ini tidak respon. Maka, permasalahan ini akan kita sampaikan kepada Presiden Republik Indonesia dan lembaga terkait lainnya,” ungkap Zainuddin SH kepada www.detikriau.wordpress.com, Kamis (11/8/11) di Tembilahan.

Lanjutnya, selain Presiden RI, permasalahan ini juga akan dilaporkan secara tertulis kepada DPR RI, Mahkamah Agung RI, Badan Pertanahan Nasional, Komnas HAM.
“Kita juga sampaikan kepada anggota DPR RI Dapil Riau dari PKB, HM Lukman Edy, agar dapat memperjuangkan lahan milik petani Desa Tanjung Simpang yang telah diserobot PT MGI/ PT THIP ini,” tegasnya.
Ia menilai pihak perusahaan kelapa sawit ini telah mengangkangi Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Reg.No.204 K/TUN/2003. Padahal, putusan ini bersifat final dan mengikat, tapi sejak 2003 lalu pihak perusahaan ini tak juga kunjung mengembalikan lahan milik Budin Baki atau Kelompok Tani Usaha Karya Tanjung Simpang.
Sementara pihak manajemen PT MGI/ PT THIP ketika dikonfirmasi www.detikriau.wordpress.com, Kamis (11/8/11) tidak dapat memberikan tanggapannya.
“Kalau permasalahan ini kami tidak bisa menjawabnya, karena belum mendapatkan arahan dari jajaran direksi. Saat ini direksi sedang dalam perjalanan menuju Jakarta, nanti mereka yang menjawabnya,” jawab Syamsul, Bagian Legal PT MGI/ PT THIP.(nto)