WARGA SRAGEN TERLANTAR DI DESA SIALANG PANJANG

Dinas Sosial Enggan Mengulurkan Bantuan
www.detikriau.wordpress.com (SialangPanjang) – Abd Yasir (70) kini hidup sebatang kara. Laki-laki diusia senja yang mengaku berasal dari Sragen, Provinsi Jawa Tengah dengan kondisi penglihatan buta akibat penyakit katarak ini, kini menggantungkan hidup dari belas kasihan warga sekitar. Bahkan saat ditemui di tempat kediaman bekas kantor kelurahan Desa Sialang Panjang Kecamatan Tembilahan Hulu ini, Laki-laki yang akrab dipanggil warga dengan Mbah Yasir ini mengaku datang merantau ke Kabupaten Indragiri Hilir sekira tahun 80 an.
Saat mengunjungi mbah Yasir, detikriau.wordpress.com yang saat itu ditemani oleh seorang tenaga pendidik, Fadli yang merasa peduli dengan penderitaanya, terlihat kondisi mbah Yasir kini dalam keadaan sangat memprihatinkan. Dibangunan reot bekas kantor lurah ini, Mbah Yasir mempergunakan sepetak ruang dengan peraduan lusuh dan sebuah dapur dengan peralatan memasak yang terlihat sudah lama tidak dipergunakan.
Untuk menyambung hidup, karena merasa iba, beberapa orang warga secara bergantian menjenguk dan mengulurkan tangan kepada mbah sekedar memberi panganan pengganjal perut. Namun, untuk berbuat lebih dari itu, warga desa yang rata-rata juga hidup pas-pasan tidak mampu.
Menurut Fadli, dirinya tergerak untuk ambil perduli dengan Mbah Yasir karena merasa iba melihat kondisi laki-laki tua renta ini. Bahkan Fadli mengaku sudah beberapa kali mendatangi kantor Dinas Sosial di Kota Tembilahan. Dan yang terakhir, dirinya datang bersama komite sekolah tempat dirinya mengajar. Sayangnya, dari beberapa kali usaha itu, Dinas Sosial tidak pernah memberikan solusi yang tepat.
“Dari beberapa kali usaha itu, saya hanya ditemui staff di Dinsos. Menurut penuturannya, Dinsos juga tidak memiliki alternative untuk memberikan bantuan. Katanya, kalau harus dibantu untuk dipulangkan ke tempat asalnya, Dinsos pernah mengalami kejadian seperti ini. Menurut penuturan staff itu, dulu, seorang warga terlantar di Inhil juga pernah diupayakan kepulangannya di daerah Lampung. Begitu sampai disana, keluarganya tidak menerima. Dengan kondisi itu, Ucap Fadli menirukan alasan staff tersebut, Dinsos menjadi repot karena harus kembali membawa pulang ke Inhil.
Kemudian, masih menurut staff tersebut, kata Fadli, kalau harus dimasukkan ke Panti Jompo, kondisi Mbah Yasir saat ini sudah tidak bisa merawat diri sendiri. Dan syarat untuk ditempatkan di Panti Jompo tentu tidak terpenuhi.” Urai Fadli menceritakan pengalaman beberapa usaha yang coba diberikannya untuk sekedar peduli.
Akhirnya, mendengar alasan yang terkesan lepas tangan ini, dirinyapun tidak tau lagi harus berbuat apa.”saya hanya menyayangkan, berdirinya Dinas Sosial tentunya didasari dari Amanat UUD45 BAB XIV Pasal 34 bahwa Fakir Miskin dan orang terlantar ditanggung oleh Negara”. Jadi tentunya sangatlah naïf seorang yang duduk di Dinas Sosial tidak mau berpikir mencarikan solusi membantu fakir miskin dan anak-anak terlantar. Karena toh mereka memang digaji untuk itu.” Sindir Fadli dengan menghela nafas.
“saat ini saya hanya pasrah namun saya tidak akan pernah menyesali nasib yang sudah digariskan Allah,” Ungkap Mbah Yasir dengan suara bergetar seorang laki-laki renta. (fsl)




Kerusakan Lahan Perkebunan di Desa Bekawan Capai 100 Persen

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Kerusakan perkebunan kelapa warga yang sudah hampir mencapai 60 persen di Kecamatan Mandah, membuat sedih anggota DPRD dapil tersebut. Salah satunya adalah Zulfikar politisi dari Partai Golkar dari Dapil V (Kecamatan Mandah dan Pelangiran)..

“Kerusakan yang terjadi setakat ini pada lahan perkebunan kelapa sudah mencapai 60 persen. Tanggul yang diharapkan warga untuk mencegah intrusi air laut agar keruskan tidak makin meluas, nyatanya tidak juga terealisasi, tentunya membuat kita sedih dan kesal kepada pihak terkait, kata bang Zul biasa ia disapa oleh kalangan wartawan.

Masih menurutnya, kalau anggaran terbatas, maunya melakukan langkah lain dengan melobi pihak provinsi untuk membatu perbaikan kebun warga. Sebab, pembuatan tanggul, harus segera dilakukan, kalau tidak tentunya bisa merusak lahan yang tersisa. “Kalau memang tak mampu meloby, mau tidak mau terpaksa kita yang langsung ke Provinsi,” tukasnya..

Sementara itu H Awandi Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari Dapil yang sama mengatakan, khusus untuk desa Bekawan Kecamatan Mandah kerusakannya sudah sangat parah dan mencapai 100 persen. Boleh dikatakannya, sudah tidak ditemukan lagi lahan perkebunan kelapa yang masih produktif

“Kalau lahan perkebunan kelapa rakyat di Desa Bekawan, diatasnya warga sudah bisa mencari lokan dan sebaiknya dibuat tambak ikan saja. Kondisi itu untuk menggambarkan begitu besarnya kerusakan lahan perkebunan kelapa warga, karena intrusi air laut,” tambahnya.

Maih menurut H Awandi, parahnya kerusakan yang terjadi sudah berlangsung kurun waktu tiga tahun belakangan ini. Sayangnya, meski sudah seperti ini, saat diusulkan untuk pembangunan tanggul di Dinas terkait, selalu mentok. “Alasannya, tidak ada duit lagi,” ujarnya menirukan perkataan orang Dinas.

Ia menambahkan, Selain kerusakan yang terjadi di Desa Bekawan, kerusakan juga terjadi di Desa Pelanduk, dan Batang Sari. “Kalau mau dikalkulasikan, panjang tanggul yang dibutuhkan untuk memperbaiki lahan perkebunan di Kecamatan Mandah, mencapai 30 KM,”katanya yang diamini oleh Zulfikar. (drc2)




Pansus I dan II Telah Selesaikan 6 Ranperda

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Enam dari delapan Rancangan Peraturan Daerah (RANPERDA) yang dibahas oleh DPRD melalui Pansus I dan Pansus II sudah selesai. Masing-masing pansus telah menyelesaikan tiga Ranperda dari empat Ranperda yang dibahas oleh masing-masing pansus.

Pansus I telah menyelesaikan pembahasan Ranperda tentang pengelolaan sampah, Retribusi pemakaian kekayaan daerah dan ranperda tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan. “Kita telah menyelasaikan tiga ranperda dari empat ranperda yang dibahas oleh pansus I. Adapun Ranperda yang belum kita selesaikan adalah ranperda mengenai peningkatan dana anggaran tahun jamak untuk pembangunan lapangan futsal,” kata Surya Lesmana.
Keterlambatan pembahasan Ranperda peningkatan dana anggaran tahun jamak dalam rangka pembangunan lapangan futsal disebabkan belum diterimanya MOU dari Pemprov budget shering dana pembangunan venus futsal tersebut.
Sedangkan pansus II telah menyelesaikan pembahasan Ranperda tentang retribusi tempat rekreasi dan sarana olahraga, Pajak Bumi dan Bangunan pedesaan dan perkotaan, Retribusi tentang penginapan, pesanggarahan atau villa. hal tersebut disampaikan oleh H. Suparlan kepada wartawan.
Adapun ranperda yang belum selesai dbahas oleh pansus II adalah retribusi tentang izin gangguan. “ kita telah dapat menyelesaikan pembahasan tiga ranperda jadi saat ini tinggal satu ranperda lagi yang belum selesai kita bahas,” katanya, kamis (15/09). (drc3)




Komisi IV Akan Tegur Dinkes

Terkait masih belum diserahkannya pengadaan alat kesehatan T.A 2010

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Komisi IV DPRD Inhil segera akan memberikan teguran kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, terkait dengan keberadaan alat rontgen untuk tahun anggaran 2010 yang lalu telah diperuntukan bagi rumah sakit Guntung yang hingga sekarang masih belum difungsikan. Karena pada sidak Komisi IV beebrapa waktu lalu, pihak dinas Kesehatan berjanji untuk segera melakukan pembahasan terkait teknis penyerahan barang tersebut.

Kita akan memberikan teguran dan memanggil Dinas Kesehatan menyangkut persoalan tersebut,” kata Wakil Ketua Komisi IV, ketika dimintai tanggapannya menyangkut hasil sidak mereka terkait pengadaan alat rontgen untuk RSUD Guntung Ramadhan kemaren.

Dikataknnya lebih jauh, pada saat pihaknya melakukan sidak alasan Dinas kenapa barang tersebut belum difungsikan dikarenakan infrastruktur pendukung seperti listrik belum memungkinkan. Begitu juga dengan tidaknya adanya tenaga ahli untuk mengoperasikan alat tersebut.

Tapi bagimanapun juga, itu proyek 2010, dan mestinya sudah harus rampung pada tahun itu, tanpa ada alasan apapun. Karena untuk menggulirkan proyek tersebut, tentunya sudah direncanakan dengan matang termasuk pada persoalan teknis seperti yang mereka sampaikan ke kita. Karenanya, penundaan seperti itu jelas telah menyalahi aturan,” katanya lagi.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Rasul Alim, ketika dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, Kamis, (15/9) mengatakan, ia belum melakukan inventarisir terkait persoalan tersebut. Sebab dirinya baru saja menduduki jabatan Kadis di Dinas Kesehatan. Sehingga belum tahu sepenuhnya terkait persoalan yang dimaksud, termasuk penempatannya untuk dimana.

“Bagiamanpun juga, saya harus cek dulu untuk dimana penempatan alat tersebut, karena di Inhil ada tiga RSUD. Apakah barang tersebut memang benar untuk RSUD Guntung, itu yang saya belum jelas,”kata mantan Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan tersebut.

Ketika disinggung apakah alat yang dimaksud masih ada di gudang Dinas seperti sebelumnya, “Mungkin ada, sebab saya belum cek langsung ke gudang,” katanya lagi. (drc2)




STAI Inhil Targetkan Juara Umum Dalam PIOS Ke III

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Prestasi membanggakan di peroleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Auliaurrasyidin Tembilahan menjadi tuan rumah Pekan Ilmiah Olahraga dan Seni (PIOS) ke III untuk perguruan tinggi Islam Riau Kepri. Dipilihnya STAI tentunya didasari berbagai alasan, salah satunya adalah Kesiapan STAI dianggap mampu untuk menyelenggarak kegiatan tersebut.

Selain itu pada turnamen sebelumnya, STAI Auliaurrasyidin adalah kontingen yang paling banyak mengirim peserta, hingga finish pada akhir kegiatan mendapat predikat sebagai juara umum II. Ditambah dengan kondisi geografis Inhil yang ada dipertengahan, bisa dijangkau oleh warga Riau daratan dan kepulauan.

“Dengan berbagai pertimbangan yang ada di atas, makanya STAI mendapat kepercayaan untuk penyelenggaran kali ketiga ini,” kata Ketua Panitia Penyelengga Ir H Syahrudin MM, kepada Kamis, (15/9).

Ketika disinggung dengan kesiapan STAI sendiri dalam penyelenggaran ivent ini, menurut politis Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut, sejauh ini persiapan sudah hampir rampung. Apalagi kegiatan yang rencananya akan dilaksanakan sekitar pertengahan November mendatang seusai pelaksanaan Porda nantinya.

Ia menambahkan, penyelenggaraan yang ditetapkan usai Porda diharapkan dapat mempergunakan fasilitas yang telah digunakan dalam Porda. Karena kalau harus menyediakan fasilitas yang baru dengan tidak adanya anggaran dan waktu yang sempit tentunya tidak memungkinkan.

“Sejauh ini persiapan lokasi sudah hampir selesai, tinggal beberapa hal yang mungkin perlu pembenahan lebih jauh. Rencananya, kegiatan ini akan dibuka langsung oleh Gubri HM Rusli Zainal,” kata Sahrudin lagi.

Masih menurutnya, begitu juga dengan persoalan pemondokan untuk seluruh kontingen yang hadir, setakat ini sudah dipersiapkan. Karena bagimanapun juga, selaku tuan rumah, STAI harus dapat memberikan pelayan yang terbaik. Sebab sesuai dengan target, Inhil menginginkan kesuksesan baik sebagai penyelenggara, maupun dari segi prestasi.

“Untuk prestasi STAI auliaurrasyidin menargetkan meraih juara umum pertama, karena sebelumnya kita finish di posisi dua. Makanya jauh-jauh hari kita telah mempersiapkan kontingen kita sebaik mungkin untuk merealisasikan target tersebut,” imbuhnya. (drc2)




ORANG INDONESIA JUARA KE “3” PEMBELI PROPERTY DI SINGAPURA

www.detikriau.wordpress.com (Jakarta) – Orang Indonesia yang membeli properti mewah di Singapura memang bukan hal yang baru. Namun ternyata mereka menempati urutan ketiga terbesar pembeli properti asing di Negeri Singa tersebut.

Berdasarkan Far East Organization salah satu pengembang terbesar di Singapura, pembeli asal Indonesia termasuk dalam tiga pembeli asing teratas yang membeli di Singapura. Orang-orang Indonesia berduit ini sebagian besar membeli properti pada kisaran US$ 1,2 juta sampai US$ 4,2 juta atau sekitar Rp 10,2 miliar hingga Rp 35,7 miliar per unit.

Bahkan berdasarkan data Urban Redevelopment Authority of Singapore, lebih dari 1.706 orang Indonesia telah membeli rumah-rumah pribadi di Singapura pada tahun lalu. Rata-rata mereka membeli unit dengan harga diatas US$ 1,2 juta atau diatas Rp 10,2 miliar per unit. Sebanyak 35% dari mereka memilih kawasan distrik 9,10 dan 11 sebagai kawasan utama di sana.

“Masyarakat Indonesia merupakan seperlima dari klien asing kami dan secara konsisten masuk dalam peringkat tiga terbesar,” kata Chief Operating Officer Property Sales Far East Organization Chia Boon Kuah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/9/2011)

Boon Kuah menambahkan selama ini, orang-orang berduit Indonesia banyak membeli hunia di kawasan Bukit Timah, Pusat Distrik atau CBD, dan Pantai Timur.

“Pembeli dan investor Indonesia tertarik pada Singapura dengan gaya hidup kosmopolitan kelas dunia. Karena jarak Singapura dekat dengan Indonesia, masyarakat Indonesia pun banyak yang studi atau mengembangkan karir mereka disini,” ucapnya.

Singapura telah menjadi wilayah yang menarik bagi orang Indonesia yang mencari peluang investasi properti di luar negeri. Beberapa pertimbangannya antaralain mereka sering berkunjung ke Singapura untuk urusan bisnis, memiliki keluarga dan anak-anak yang bersekolah di Singapura, dan berobat.

Alasan lain orang Indonesia banyak membeli properti di negara ini, karena Singapura dianggap tempat yang aman untuk berinvestasi properti. Mereka juga banyak yang menyimpan sebagian kekayaan di Singapura dengan pertimbangan stabilitas politik dan ekonomi Singapura yang stabil.(detik.com/hen/qom)