Arus Balik, Tarif Angkot Lahang Ke Tembilahan Naik

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Tarif angkutan lebaran Lahang Tembilahan naik Rp 10.000 dari hari biasanya. Kalau sebelumnya hanya Rp 50.000, sekarang menjadi Rp 60.000.

Dari pantauan, puncak arus balik untuk Kecamatan Gaung terjadi pada hari Sabtu dan Minggu kemaren. Dimana agen sped boat terpaksa dua kali berangkat, akibat jumlah penumpang yang membludak. Untuk pemberangkatan pertama jam 08.00 Wib, dan pemberangkatan kedua jam 11.00 Wib. Padahal sped boat yang berangkat ada dua buah dan berkuran besar (200 PK).

“Saya terpaksa berangkat dengan menggunakan sped boat yang berangkat jam 11.00 siang, sebab yang pagi jam 08.00 penumpangnya sudah penuh. Padahal pagi-pagi sudah pesan tiket, agar bisa berangkat dengan sped boat yang berangkat pertama,” kata Ema salah seorang warga akhir pekan lalu.

Dalam kesempatan itu ia menjelaskan, kepulangannya ke Lahang bersama keluarga pada tahun ini adalah untuk merayakan lebaran bersama orang tua. Apalagi pada tahun sebelumnya, dirinya tidak pulang kampung untuk berlebaran.

“Karena pada tahun kemaren tidak pulang kampung, makanya pada tahun ini dibela-belain untuk pulang. Sebab sudah kangen dengan orang tua dan sanak saudara yang ada di Lahang,” kata Ema yang mengaku sekarang berdomisili di Kabupaten Inhu.

Sementara itu terjadinya puncak arus balik Sabtu dan Minggu kemaren dari Lahang keberbagai daerah Inhil maupun di luar Inhil, karena warga yang mudik lebaran akan bekerja pada hari Senin.
“Senin nanti papa anak-anak sudah kerja, makanya kita pulang ke Tembilahan, nanti baru dilanjutkan pulang ke Pekanbaru,” jelas seorang warga, Eti.

Sementara itu untuk Senin (5/9) jumlah penumpang dari Lahang ke Tembilahan relatif sudah berkurang. Meski ada warga yang mudik paska lebaran. Umumnya mereka yang mudik hari ini adalah warga yang tidak bekerja di instansi pemerintah dan instansi laiinya yang sudah masuk kerja pada hari ini. “Hari ini penumpang sedikit sepi, tapi harga tiket masih Rp 60.000,” ujar Supiw. (Wwn)




Harga Sembako Semakin Melambung

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Paska lebaran Idul Fitri 1432 harga beberapa kebutuhan pokok masyarakat melambung tinggi. seperti ikan, udang, minyak tanah dan cabe, harganya jauh lebih mahal sebelum lebaran kemaren.

Minyak tanah misalnya, harga untuk ukuran botol Aqua (1.4 liter) dijual berpariasi oleh pengecer. Sebagian ada yang menjual Rp 12.000/botol, sementara yang lain ada yang menjual Rp 14.000/botol. Padahal sebelumnya lebaran harganya tidak semahal itu, hanya berkisar sekitar Rp 7.000/ botol.

“Sudahlah harganya melambung tinggi dari pada biasanya, yang paling parah lagi untuk mendapatkannya sangat sulit. Banyak pengecer yang sebelumnya menjual, kehabisan stok minyak tanah mereka,” kata Ratna salah seorang ibu rumah tangga Senin, (5/9).

Selain itu harga cabe merah di Pasar Parit 11 dan pasar Kayu Jati juga merangkak naik. Untuk 1 ons mencapai Rp 5.000. Harga tersebut naik Rp 1.000 dari satu hari sebelumnya Rp 4.000. ” Hampir semua Sembako, paska lebaran ini naik dari hari biasanya,” ujar, Samsul salah seorang pedagang Sembako.

Kenaikan harga juga terjadi pada udang dan ikan. Sebelumnya harga udang untuk ukuran sedang hanya Rp 40.000/ kg, sekarang harganya naik Rp 10.000 menjadi Rp 50.000/kg. Begitu juga dengan ikan Senangin yang dijual perikat harganya Rp 20.000/ikat. Biasnya harga ikan seperti itu, paling mahal Rp 15.000/ikat.

“Dari pada membeli ikan dan udang yang harga selangit, lebih baik membeli daging ayam potong. Untuk 1 kg, paling mahal harganya, Rp 28.000 rupiah,” kata Bakar salah seorang penarik becak di Pasar Parit II Kelurahan Tembilahan Hulu, Senin, (5/9). (wwn)




BAHRAIN AKUI SULIT KALAHKAN INDONESIA

www.detikriau.wordpress.com (JAKARTA) – Timnas Indonesia harus ekstra waspada menghadapi Bahrain dalam lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia zona Asia 2014 putaran III Grup E Selasa besok malam. Sebab lawan yang akan dijamu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Bahrain, sangat berambisi untuk mengalahkan tuan rumah.

Itu tak lepas dari hasil kurang memuaskan yang diraih saat menjamu Qatar pada Sabtu dini hari waktu Indonesia kemarin. Bermain di hadapan ribuan pendukungnya sendiri Bahrain yang nyaris lolos ke putaran final dua edisi Piala Dunia terakhir dipaksa bermain seri 0-0 oleh Qatar.

Torehan hanya satu poin itulah yang ingin ditebus Bahrain saat menghadapi Timnas Merah Putih besok malam (siaran langsung SCTV mulai pukul 19.00 WIB).

Keseriusan Bahrain itu ditunjukkan dengan sehari datang lebih cepat ke Jakarta. Tim besutan Peter Taylor itu bahkan datang lebih cepat satu hari dari timnas Indonesia yang baru datang dari Iran tadi malam. Rombongan Bahrain sudah mendarat di Jakarta Sabtu malam kemarin.

Kemarin sore, saat Bambang pamungkas dkk masih dalam pesawat menuju kembali ke tanah air, timnas Bahrain sudah berlatih di Lapangan C Senayan. Dalam latihan selama 60 menit itu Peter Taylor mengisntruksikan tim besutannya bermain game ringan. Terlihat dalam latihan tertutup untuk media itu para pemain Bahrain didrill melakukan tendangan-tendangan jarak jauh.

Meski latihan tertutup, pelatih Bahrain Peter Taylor bersedia member komentar kepada beberapa wartawan yang mencegatnya di luar pagar lapangan C sebelum memasuki bis timnas Bahrain.

Pater Taylor mengatakan timnya sengaja datang lebih awal untuk melakukan penyesuaian waktu di Jakarta. Menurut mantan pelatih timnas Ingrris U-21 ini dirinya mengamati permainan Indonesia saat berujicoba melawan Jordania pada 27 Agustus lalu. “Saya melihat Indonesia saat melawan Jordania. Lusa akan menjadi pertandingan sulit melawan Indonesia,” ujar Peter Taylor.

Taylor menyatakan jika tidak mudah bagi timnya untuk mengalahkan Indonesia. Apalagi tuan rumah akan mendapat dukungan dari puluhan ribu supporter fanatiknya. “Akan sulit melawan Indonesia. Kami tidak akan meremehkan Indonesia,” ungkapnya.

Peter Taylor menyebut Indonesia memiliki beberapa pemain bagus. Di antaranya pemain naturalisasi Cristian Gonzales, kapten tim (Bambang Pamungkas), dan pemian bernomor punggung 22 (M. Ridwan).

Terkait hasil seri 0-0 saat menjamu Qatar Peter Taylor yang penah berkostum Tottenham Hotspur dan Crystal Palace ini mengakui, selain Qatar memang tim bagus itu juga tak lepas dari kebersamaanya dengan timnas Bahrain yang masih “seumur jagung”. Peter Taylor dipercaya menjadi pelatih baru Bahrain baru sejak 11 Juli lalu.(jpnn)




ANEH, MUHAIMIN TIBA-TIBA DUKUNG BONGKAR CENTURY

www.detikriau.wordpress.com (JAKARTA) – Pernyataan sikap Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar belum lama ini yang meminta agar megaskandal dana talangan Bank Century Rp 6,7 triliun segera dituntaskan dinilai sangat janggal.

Pengamat politik dari Presiden University, Muhammad A. S Hikam mengemukakan, selama ini sepengetahuannya PKB selalu menuruti sikap politik Partai Demokrat. Salah satu bentuk dukungan PKB ini terlihat jelas saat pengambilan keputusan hasil Pansus Angket kasus Bank Century dalam sidang paripurna DPR pada Maret tahun lalu. PKB bersama partai pemerintah ketika itu dengan lantang mengambil sikap berseberangan dengan kubu yang memandang kucuran dana triliunan kepada Bank Century bermasalah dan melanggar UU.

“Sekarang tiba-tiba Muhaimin bersikap begitu kan aneh,” cetus Deputy Rektor President University ini, Minggu (4/9).

Sehingga, lanjut Hikam, tidak mengherankan bila dirinya melihat sikap Muhaimin yang kali ini berbeda dari sebelumnya sebagai taktik semata. Apalagi mengingat tiga anak buah Muhaimin di Kemenakertrans saat ini tengah dijadikan tersangka kasus suap proyek pembangunan kawasan Indonesia Timur oleh KPK.

“Kalau saya membaca itu sebagai manuver Muhaimin Iskandar supaya dia dibantu Presiden SBY dan Partai Demokrat dalam rangka pemeriksaan KPK lebih lanjut tidak sampai ke dirinya,” ujar Hikam. (jpnn)




DPR SEGERA PANGGIL MUHAIMIN

www.detikriau.wordpress.com (JAKARTA)- DPR bergerak cepat. Di saat KPK masih berwacana, Dewan sudah menetapkan tanggal memanggil Menakertrans Muhaimin Iskandar. Selasa lusa (6/9), Muhaimin akan diinterogasi soal skandal duit dalam kardus duren yang melibatkan dua pejabat Kemenakertrans.

Hal ini diungkapkan Ketua Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning. Tadinya, Ribka malah berencana memanggil Muhaimin besok (Senin, 5/9). Namun ternyata, Sekretariat DPR belum aktif di hari pertama kerja setelah libur Lebaran.

“Jika tidak ada halangan, Selasa kami akan panggil Menakertrans untuk rapat kerja. Mudah-mudahan semua anggota Komisi IX sudah aktif. Kami akan tanya mendetail soal suap dalam proyek percepatan pembangunan infrastruktur daerah di Ke¬me¬na¬ker-trans,” jelas Ribka.

Politisi PDIP ini geregetan saat mengetahui dua pejabat Kemenakertrans ikut tertangkap tangan KPK, 25 Agustus lalu. Keduanya diduga menerima suap Rp 1,5 miliar dari kuasa di¬rek¬si PT Alam Jaya Papua, Dharnawati. Duit ditaruh dalam bungkus kardus bekas duren.

Dua pejabat Kemenakertrans yang dimaksud Ribka adalah Sekretaris Di¬rektorat Jenderal Pembangunan Kawasan Transmigrasi I Nyoman Suisnaya dan Kepala Bagian Program Evaluasi dan Pelaporan Dadong Irbarelawan. Belakangan, pengacara Dharnawati, Farhat Abbas mengatakan, menurut kliennya, duit itu merupakan dana Lebaran buat Muhaimin.

KPK menduga, pemberian uang itu untuk memuluskan program pembangunan infrastruktur kawasan transmigrasi di 19 kabupaten dan kota. Alokasi dana proyek pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan itu senilai Rp 500 miliar.

Yang lebih membikin miris, imbuh Ribka, ada dana Rp 500 miliar yang menurutnya tidak pernah dibahas dalam rapat dengan Komisi IX.

“Ang¬garan ini tidak dibahas dalam APBN Perubahan. Agak kaget juga. Yang lain juga bilang itu tidak dibahas di Komisi. Ini kebiasaan jelek,” jelas Ribka. (jpnn)




Track Record PP Tidak Mulus, Kok Masih Dipercaya?

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Dugaan rekayasa dan pengaturan pemenang lelang oleh perusahaan Pembangunan Perumahan (PP) group untuk tiga proyek multiyears seperti Islamic Center, gedung UNISI dan jalan high way Mandah Tempuling di Kabupaten Inhil makin terkuak. Diketahui, setakat ini prestasi dan sepak terjang PP tidaklah terlalu istemewa.

Dalam pelaksanaan beberapa proyek multiyears sebelumnya seperti kantor Bupati dan kantor DPRD Inhil, diketahui batas waktu penyelesaian proyek molor dari kesepakatan awal. Hingga pada gilirannya, keterlambatan tersebut sempat dipermasalahkan oleh banyak kalangan di Kabupaten dengan julukan “Negeri Seribu Jembatan”.

Lebih parahnya lagi, untuk proyek pembangunan jembatan Sungai Gergaji batas waktu penyelesaian sempat molor beberapa kali. Hingga proyek yang sudah selesai pada 2010 yang lalu, sampai saat ini dan sudah digunakan pemakaian oleh masyarakat, tidak pernah diresmikan penggunaanya oleh pejabat, baik pejabat Provinsi maupun pejabat Kabupaten.

Bahkan dari informasi yang didapat dari berbagai kalangan, akibat beberapa kali molor batas waktu penyelesaiannya, PP telah di black list. Artinya keterlibatan PP dalam berbagai proyek di Inhil akan dipertimbangkan, akibat dari kegagalan mereka dalam menyelesaikan proyek jembatan Sungai Gergaji tepat waktu.

Dalam sebuah kesempatan Ketua Komisi III Edi Gunawan kepada wartawan pernah mengatakan agar memberikan sanksi tegas terhadap rekanan kontraktor yang dianggap gagal menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan ketentuan yang ada. Apalagi kesalahan bukan berasal dari Pemkab, melainkan murni kesalahan yang dibuat oleh rekanan.

“Kita meminta kepada instansi terkait agar memberikan sanksi tegas kepada rekanan yang tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kontrak kerjanya yang sudah disepakati. Apalagi kesalahan itu murni, akibat kelalaian rekanan. Jangan hanya rekanan yang kecil saja diberikan sanksi, tapi yang besar juga, kalau memang tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, ” katanya.

Namun dalam prakteknya, sangat jauh dari yang diharapkan. sanksi yang dijanjikan tidak lebih dari sebatas ucapan life service belaka. Bukannya tidak mengikutkan PP dalam proyek besar di Inhil, PP malah kembali diberikan kepercayaan oleh pengambil kebijakan di negeri untuk menangani beberapa proyek besar di Inhil, terutama tiga proyek multiyears yang menelan dana hampir 960 milyar.

Sehingga ada dugaan, bahwa tiga proyek multiyears hanya sekedar mengejar fee tanpa memikirkan keuangan daerah yang hampir kolap makin menguat. Itu dapat dibuktikan dengan, pengaturan dan rekayasa untuk memenangkan PP dalam proses tender yang dilaksanakan. “Yang kita dengar memang seperti itu kondisinya, apalagi dengan kejanggalan dalam proses tender, dan bonus liburan kepada panitia lelang,” ujar salah seorang rekanan kontraktor belum lama ini.

Sementara itu Ketua Panitia Lelang tiga proyek multiyears Rsd, ketika dikonfirmasi ke dua nomor HPnya terus tidak aktif. Hingga tidak diketahui alasan mereka, kenapa malah memenangkan rekanan kontraktor yang diketahui sudah mendapat raport merah pada proyek sebelumnya di Inhil.(drc)