BAK TRUK SAMPAH GANGGU AKTIFITAS BELAJAR

www.detikriau.wordpress.com (Tembilahan) – Penempatan bak truk sampah di Jl. Jendral Sudirman ujung, tepatnya didepan SD 003 Tembilahan Kota, disamping sangat mengganggu pengguna jalan, bau tidak nyaman yang dikeluarkannya juga cukup menggangu. Masyarakat sekitar terutama murid dan tenaga pengajar SD 003 berharap instansi terkait untuk segera memindahkannya ke areal lain.
“Ia pak, apalagi saat cuaca panas terik, baunya cukup kuat dan sangat tidak mengenakkan. Rasanya isi perut mau keluar semua,”Sebut Sari (11) seorang murid SD tersebut.
Teman sepermainannya, Indah (11) juga melontarkan kritikan yang sama. Menurutnya, tempat penampungan sampah tersebut selain berbau tidak sedap juga mengundang kedatangan lalat.
“Kalau mau jajan makanan di sekolah, kita rasanya jadi geli pak, soalnya banyak lalat. Ini mungkin karena memang didepan sekolah kita ada bak sampah yang cukup besar. Apalagi kalau sampah-sampah itu terlambat diangkut dan sedang turun hujan, alamat ribuan lalat akan berdatangan dan sampai masuk ke ruang kelas tempat kami belajar.”Keluhnya.
Untuk itu, tenaga pengajar disekolah ini sangat berharap agar instansi berwenang untuk segera mencarikan alternative penempatan dilokasi lain. Menurutnya, keberadaan bak sampah ini sudah sangat dirasakan menggangu aktifitas disekolah tersebut.
“sebaiknya ya dipindah ke lokasi lain. Kasihan anak-anak. Konsentrasi belajar mereka jadi terganggu dikarenakan bau tidak sedap dan banyaknya lalat yang beterbangan.”Pinta seorang tenaga pengajar yang enggan menyebutkan namanya.
Dari pantauan di lokasi, memang keberadaan bak truk sampah ini terlihat sangat tidak memadai. Padatnya aktifitas pertokoan, ramainya pengguna jalan serta sempitnya ruas jalan tentu akan rawan terjadinya kecelakaan. Yang lebih utama, penempatannya persis di hadapan sebuah sekolah dasar tentu polusi udara yang dihasilkannya dapat mengganggu konsentrasi disamping bahaya penyakit yang ditimbulkan akibat banyaknya lalat. (fsl)




ANAS DI SASAR, NAZAR DICECAR

Proyek Hambalang dan Dana Bos juga Mengalir ke Kongres Demokrat
www.detikriau.wordpress.com (JAKARTA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mendalami dugaan adanya dana haram yang mengalir ke Ketua umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum. Penyidik KPK pun mencecar tersangka suap proyek Wisma Atlet, M Nazaruddin, tentang dana untuk pemenangan Anas dalam Kongres PD di Bandung.

Kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di KPK, Senin (19/9) malam, Nazaruddin mengaku ditanyai seputar proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Kemenakertrans tahun 2008 yang menyeret istrinya, Neneng Sri Wahyuni sebagai tersangka. Menurut Nazar, saat diperiksa penyidik itu pula dirinya ditanyai soal keterlibatan PT Anugrah Nusantara.

“Ditanya PT Anugrah itu siapa aja pimpinannya. Pimpinan PT Anugrah saya bilang Anas Urbaningrum, Direktur Keuangannya, Yulianis. Itu dalam posisi (kasus) PLTS,” ujar Nazar yang menjalani pemeriksaan sejak menjelang pukul 12.00 dan baru berakhir pada pukul 21.30 WIB.

Lebih lanjut mantan Bendahara Umum PD itu menambahkan, dirinya juga ditanya penyidik soal dana untuk Kongres PD di Bandung tahun lalu. Menurutnya, sejak Januari sampai awal Mei 2010 lalu biaya untuk persiapan kongres partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu dikelola seseorang bernama Eva. Namun saat Kongers PD digelar dan ada uang yang hendak dibawa ke Bandung, maka Anas meminta uang yang dikelola Eva diserahkan ke Yulianis.

“Saya bilang ke Anas, diserahkan saja ke Eva. Tapi Anas mengarahkan agar uang itu dipegang Yulianis,” sebut Nazaruddin.

Lantas dari mana sumber uang itu? Nazaruddin pun menyebut satu per satu asal uangnya. Uang di antaranya berasal dari proyek sport center di Bukit Hambalang, Bogor. “Sumbernya dari proyek Hambalang yang diserahkan oleh pengusaha yang namanya Mahfud ke Yulianis,” beber Nazar.

Sumber dana lainnya adalah proyek e-KTP senilai Rp 40 miliar. “Terus dari proyek BOS yang diserahkan oleh pengusaha yang langsung ke Yulianis. Dan ada juga proyek dari PLN, yaitu proyek pembangkit PLN yang di Riau, yang dimenangkan oleh PT Rekin. Dan pembangkit yang di Kaltim,” kata Nazar merincikan.

Tak berhenti di situ, Nazaruddin juga mengaku dicecar soal keterlibatan Anas dalam proyek-proyek APBN itu. “Terus lebih fokus ditanyakan tentang keterlibatan Anas,” tandasnya.

Nazar juga mengulangi pernyataannya di depan penyidik KPK perihal aliran dana ke DPR. Dipaparkannya pula tentang penjelasan Wakil Sekjen Partai Demokrat Angelina Sondakh di depan ruangan ketua Fraksi Partai Demokrat tentang dana Rp 9 miliar dari proyek di Kemenpora.

“Uangnya sampai ke Wayan Koster dan Angelina. Setelah itu dari Wayan Koster dan Angelina Rp 8 miliar diserahkan ke Mirwan Amir (Wakil Ketua Banggar) dari Demokrat. Dari Mirwan Amir diserahkan ke pimpinan Banggar lain. Dan diserahkan kepada Anas dan ketua Fraksi Partai Demokrat Rp 1 miliar,” urainya.

Sebelumnya Ketua KPK Busyro Muqoddas juga menyatakan bahwa pihaknya akan mendalami berbagai pengakuan dan kesaksian dari berbagai pihak yang diperiksa terkait kasus Nazaruddin. Termasuk di antaranya terkait tentang Anas Urbaningrum. (gel/ara/jpnn)




HARGA ANJLOK. PENANGKAR WALET ENGGAN JUAL HASIL PANEN

www.detikriau.wordpress.com [Tembilahan] – Sejak sepuluh hari jelang Idul Fitri 1432 H kemarin, harga jual sarang burung walet di Indragiri Hilir terus anjlok hingga 40 %. Akibatnya, meski telah dipanen, banyak pemilik rumah walet di Tembilahan enggan menjual hasil panen.

Hal itu diungkapkan oleh Akuang (34), seorang pemilik rumah walet yang ada di jalan Arsyad Ahmad (H. Said) Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir-Riau Ketika ditemui di kediamannya. ia mengaku telah memanen sarang burung walet milik nya, namun dikarenakan harga jual anjlok, Akuang enggan untuk menjual hasil panen tersebut.

“Kami berpikir akan menyimpannya saja, dari pada harus dijual tapi harganya anjlok” ungkap Akuang menyampaikan ke engganan nya, Senin (19/9/11)

Lanjutnya, meski tidak langsung dijual, sarang walet yang telah dipanen tidak akan mengalami kerusakan jika di simpan dengan baik. Bahkan menurutnya jika cara menyimpannya benar, kualitas sarang burung walet yang telah dipanen tidak akan mengalami perubahan.

“Dulu pernah juga kondisinya seperti ini, tapi tak lama kemudian harganya stabil kembali” terang nya.

Masih menurut Akuang, anjlok nya harga sarang burung walet seperti sekarang ini diduga diakibatkan beredarnya sarang burung walet merah palsu. Diakuinya, sarang burung walet merah yang asli dipercaya memiliki khasiat yang unik, sehingga sarang walet merah sangat dicari oleh para penampung atau pembeli sarang walet.

“Kalau di Tembilahan sarang waletnya semua putih, tidak ada yang berwarna merah. Kalaupun ada, saya yakin mungkin itu palsu. Katanya yang palsu itu ada racun nya” tegas akuang.

Perbandingan harga jual sebelum dan setelah terjadinya penurunan. (September 2011) :

Kelas (Jenis putih biasa) Harga sebelumnya Harga Sekarang
A Rp 11.Juta Rp 7.Juta
B (sudut) Rp 9.5 Juta Rp 6 Juta
C (BS= Pecah dan Berjamur) Rp 7.5 Juta Rp 4 Juta
(**/drc/ztc)




KONDISI JALAN PENDIDIKAN SEMAKIN MEMBAHAYAKAN PENGGUNA JALAN

Diharapkan Adanya Perhatian Pihak Terkait

www.detikriau.wordpress.com (Tembilahan) – Kondisi jalan pendidikan Tembilahan diawal turunya musim penghujan ini semakin mengkhawatirkan. Puluhan kubangan lumpur dan licinya badan jalan dikhawatirkan akan semakin membahayakan pengendara.
“untuk antar jemput anak sekolah, mau tidak mau setiap harinya saya harus melewati jalan ini. Seringnya turun hujan dalam beberapa hari belakangan ini semakin membuat jalanan licin serta dipenuhi kubangan berlumpur dan tentunya akan semakin membahayakan pengendara terutama kendaraan roda dua,” Ungkap Herman (35),
seorang warga Tembilahan yang anaknya bersekolah di sebuah sekolah swasta di jalan pendidikan. Senin (19/9).
Sebagai warga yang baik, tambah Herman, dirinya juga sangat mendukung dilaksanakannya berbagai proyek yang nantinya tentu akan dinikmati oleh masyarakat juga. Namun dia berharap, karena jalan ini adalah jalan satu-satunya untuk menuju beberapa sekolah yang ada di jalan pendidikan ini, kepada pihak pemerintah khususnya pelaksana kegiatan untuk memberikan sedikit perhatian agar kondisi ini tidak membahayakan pengguna jalan.
Kondisi rusaknya ruas jalan pendidikan dan beberapa ruas jalan lainnya di dalam kota Tembilahan diakui ataupun tidak disebabkan oleh kendaraan angkut peralatan dan bahan material pengerjaan dua proyek multiyears (Islamic Centre dan Unisi. Red). Sayangnya, komitmen pihak pengelola untuk melakukan perbaikan kesannya tidak dilaksanakan dengan benar.(drc)




Tari Zapin Pantai Solop, Salah Satu Atraksi Yang Ditampilkan Pada Pembukaan Porda VII Riau

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Pekan Olahrga Daerah (Porda ) ke VII Riau, tinggal menghitung hari. Sejauh ini, panitia terus berbenah diri agar acara pembukaan nantinya dapat berjalan sukses sesuai dengan harapan.

“Sejauh ini persiapan yang kita lakukan berlangsung dengan baik tanpa adanya kendala yang berarti,” Jelas Sekretaris Panitia Pelaksana, MJ Verman, ketika ditemui di sekretariat Porda VII Riau, Jalan Pendidikan, Senin (19/9).

Masih menurut Sekretaris yang saat ini juga menjabat sebagai Kabag Tapem tersebut, Porda ke VII, acara pembukaan akan dilaksanakan stadiun kebanggaan masyarakat Inhil yakni stadiun Beringin.” Acara pembukaan berkemungkinan akan dibuka langsung oleh Gubernur Riau, Rusli Zainal, yang juga akan dihadiri undangan diantaranya, Muspida se-Riau, Bupati/walikota dan di seluruh pengurus Koni Kabupaten se Riau,” jelasnya.

Masih menurutnya, selain itu acara nantinya juga akan dimeriahkan berbagai atraksi yang dikemas oleh panitia. mulai dari persembahan marching band, pencak silat, dan hiburan artis ibu kota. Panitia juga akan menampilkan tari Zapin Pantai Solop yang memang sangat terkenal,” katanya.

Terkait pemondokan atlit, sesuai dengan rencana, mereka akan disatukan per cabang olahraga, bukan berdasarkan kontingan asal mereka. Langkah itu dilakukan, dalam rangka memudahkan alat transportasi serta akomodasi selama Porda berlangsung. (Suf)




Tidak Ada Kasus Karhutla Yang Ditangai Polres Inhil

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Kepolisian Resort Indragiri Hilir mengungkapkan, untuk tahun 2011 ini tidak ada kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang ditangani. Meskipun diakui, itu bukan berarti tidak ada kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di daerah ini. Karena untuk memproses perkara seperti itu bukan hal yang mudah, tapi membutuhkan alat bukti yang kuat.

Ungkapan itu disampaikan Kapores Inhil melalui Wakapolres Kompol Imran A, SIK, kepada wartawan di ruangan kerjanya, Senin, (19/9). Dijelaskannya, untuk memproses perkara seperti itu harus ada laporan warga yang disampikan kepihaknya. Selama tidak ada laporan yang disampaikan, tentunya tidak ada alasan kuat yang bisa dilakukan oleh pihak Polres.

“Setakat ini belum ada laporan warga yang masuk ke kita terkait persoalan kebakaran lahan. Meskipun kita mendengar ada kebakaran lahan yang terjadi dibeberapa lokasi,” sebutnya.

Selain itu, alasannya lainnya yang bisa membuat pihak Kepolisian untuk memproses kebakaran lahan yang terjadi karena memang ada pelaku yang tertangkap tangan. Tentunya untuk melakukan itu, bukan perkara gampang, karena tidak mungkin pihak kepolisian, menongkrongi lahan yang ada untuk menangkap mereka yang sengaja membakar lahan.

Ditambahkannya, untuk memperkuat bukti harus menggunakan tenaga ahli. Sedangkan jasa seorang tenaga ahli membutuhkan dana yang tidak kecil. dana seperti itu yang tidak dimiliki oleh pihak kepolisian. Oleh karena itu, untuk penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan, bukan perkara yang gampang.

“Kita pada dasarnya siap saja, kalau memang ada laporan masyarakat yang masuk. Hanya saja memang kesulitan kita adalah jasa tenaga ahli dengan biaya mencapai 32 juta perorang. Dari mana harus dicarikan anggaran sebesar itu,” pungkasnya. (Suf)