Kepolisian Diharap Usut Pungutan Proyek Tanggul Parit Sidomulyo

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Sangat disayangkan apabila benar terjadinya pungutan liar terkait pengerjaan proyek Tanggul Mekanik disbun Inhil di Parit Sidomulyo Desa Sungai Rukam Kecamatan Enok. Proyek ini murni di danai melalui  APBD Inhil tahun 2011. Karenanya tidaklah dibenarkan adanya praktek pungutan seperser pun terhadap masyarakat. Untuk itu, diharapkan pihak kepolisian untuk menindaklanjuti.

” Proyek tanggul mekanik di Parit Sidomulyo adalah murni dana APBD Inhil apabila ada pungutan itu namanya tidak betul dan apabila hal tersebut tetap dilaksanakan maka perbuatan tersebut jelas dapat di pidanakan. Perlu diketahui bahwa proyek tersebut murni gratis bagi masyarakat karena sumber dananya berasal dari APBD Kabupaten Inhil tahun anggaran 2011 ” ujar Herwanissitas, Sekretaris Komisi II DPRD Inhil kepada wartawan saat ditemui diruang Komisi II, Senin, (26/9)

Lanjut Sitas, berdasarkan laporan yang disampaikan oleh masyarakat ke dewan, dana Rp. 7.000/meter yang dibebankan kepada masyarakat dialokasikan untuk beberapa item. Salah satunya adalah untuk upah jaga alat berat.

 

Selain itu kata sitas, menurut keterangan masyarakat, dari dana 7.000 tersebut juga termasuk untuk membiayai makan dan minum para pekerja. Apa yang dilakukan oleh pihak  yang tidak bertanggungjawab tersebut sudah barang tentu menyalahi aturan yang sudah berlaku. “Yang namanya proyek pemerintah, tidak dibenarkan lagi adanya pungutan kepada masyarakat. kalau memang ini dilakukan, sudah jelas melanggar aturan,” kata politisi PKB tersebut.

 

Kata Sitas lagi, Selain itu, ketidakwajaran juga terlihat menyangkut upah angkut dan minyak alat berat ketika beroperasional. Menurutnya, hal-hal yang berkaitan dengan persoalan tersebut, pendanaannya sudah dialokasikan pada proyek tersebut melalui dana APBD. Jadi kalau memang masih ada pungutan, sudah barang tentunya pungutan seperti itu adalah ilegal dan harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Dari hasil penulusuran, dana yang diminta kepada masyarakat tersebut juga diperuntukkan untuk uang administrasi dan juga melobi pihak-pihak terkait agar menggolkan proyek tersebut. Tentunya pungutan tersebut makin menguakkan adanya keteidakberesan proyek tanggul yang dimaksud. Hal ini meskinya menjadi alasan kuat bagi aparat penegak hukum agar memproses kasus tersebut. (Nejad)




Takut Binatang Berbisa, Warga Sungai Buluh Eksodus

www.detikriau.wordpress.com (KUINDRA) -Sejak meninggalnya Yulia (5), putri kedua Madi Jumat (16/9) pekan lalu dan beberapa orang warga Desa Sungai Buluh, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra), menjadi trauma.

Bahkan sejak saat itu pula banyak warga setempat mulai eksodus (pindah) ke Tembilahan.

Saat ini kondisi warga Sungai Buluh dalam keadaan ketakutan, akibat serangan binatang yang belum jelas apa jenisnya.

Bahkan sebagian warga rela meninggalkan rumah tinggal mereka, akibat serangan dan gigitan binatang yang berujung pada kematian.

Inur (32) warga Sungai Buluh, saat dihubungi RPG, Jumat (23/9) menceritakan dirinya dan beberapa orang keluarganya sudah tiga hari pergi dari Sungai Buluh ke Kota Tembilahan, akibat takut digigit binatang jenis ular dan lipan, meski belum pasti apa jenis binatang tersebut.

‘’Anak, Mertua dan Kakak Ipar saya saat ini sudah mengungsi ke Tembilahan, akibat trauma,’’ cerita Inur.

Inur mengakui, meski terlihat bekas gigitan binatang pada tubuh beberapa korban baik yang sudah meninggal maupun yang menderita sakit, namun dirinya bersama warga lain tidak dapat melihat jenis binatang yang menggigit tersebut.

‘’Terus terang kami takut, tapi bukan berarti tidak percaya Tuhan,’’ ucapnya.

Untuk mencegah bertambahnya korban jiwa berbagai cara telah dilakukan warga, mulai dari mendatangkan para medis hingga mengundang para ulama.

Sebab dikhawatirkan serangan binatang yang belum diketahui jenisnya itu semakin bertambah.

‘’Almarhum Yulia kemarin menurut cerita keluarganya, racun atau bisa gigitan binatang itu sudah menjalar ke bagian Jantung dan Otak sehingga nyawanya tidak dapat tertolong lagi,’’ ungkap Inur, menceritakan peristiwa malang itu.

Camat Kuindra TM Syaifullah, ketika dikonfirmasi terkait persoalan tersebut tidak menampik kalau warganya ada yang meninggal akibat digigit binatang langka itu. Namun ia mengakui, sejauh ini di Sungai Buluh relatif aman, meski dan sebagai warga yang mengungsi.

‘’Memang ada yang meninggal, tapi kita tidak tahu apa penyebabnya. Berdasarkan informasi yang kita terima, anak yang meninggal tersebut habis pulang dari hutan dan bersama orang tuanya, terlihat di bagian tubuhnya bekas gigitan binatang,’’ cetusnya.

Sedangkan tujuh warga Sungai Buluh yang sakit, kata Syaifullah, saat ini kondisinya sudah berhasil disembuhkan. Jika menurut analisa para medis, rata-rata bekas gigitan hanya terdapat satu titik, seperti bekas gigitan nyamuk saja. Bukan menunjukan gigitan ular atau lipan, yang biasa bekas gigitanya dua titik.

‘’Alhamdulillah, dari hari Rabu (21/9) kemarin hingga saat ini warga Sungai Buluh tidak ada lagi yang mengalami sakit-sakit akibat digigit binatang dan sejenisnya. Walaupun ada itu biasa karena perubahan alam,’’ jelas mantan Camat Tempuling ini.

Syaifullah, berpesan kepada warga untuk tetap tenang dan berdoa kepada Tuhan, agar dijauhkan dari segala musibah. Sehingga tidak mengarah kepada hal yang berbau Syirik.

‘’Saya rasa masalah makhluk-makhluk yang aneh itu hanya isu saja,’’ tambahnya.(rpg)




Hari Ini, Kloter JCH Diumumkan

www.detikriau.wordpress.com (PEKANBARU) – Kelompok terbang (kloter) jamaah calon haji (JCH) Provinsi Riau, direncanakan Kementerian Agama (Kemenag) Riau akan diumumkan Senin (26/9) ini di tiap kantor Kemenag kabupaten/kota.

Tertundanya pengumuman pembagian kloter jamaah karena keterlambatan pengumuman Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), tak hanya berpengaruh terhadap jadwal pembagian kloter.

Imbasnya terjadi untuk banyak hal seperti pembagian koper haji dan pembagian penambahan JCH tambahan.

‘’Insya Allah Senin (hari ini, red) kloter sudah akan diumumkan sehingga jamaah tak resah lagi,’’ sebut Kepala Bidang Haji dan Umrah, Aziz pada Riau Pos, kemarin.

Terlambatnya pengumuman kloter musim haji tahun ini sempat meresahkan ribuan jamaah. Padahal, berdasar jadwal sementara yang dikeluarkan Kemenag, kloter pertama akan terbang ke Embarkasi Batam pada Kamis (6/9) yaitu sekitar sepekan lebih lagi.

Hal ini pun dibenarkan Aziz. Dia mengatakan, kloter pertama yang berangkat ke embarkasi yaitu JCH Kota Pekanbaru atau kloter keenam JCH Riau.

Namun, terlambatnya pembagian kloter tidaklah disengaja, melainkan karena terkait keterlambatan SK pemberitahuan BPIH dari pusat, sehingga mengulur atau mengubah semua jadwal yang sebelumnya telah ditetapkan.

Aziz menambahkan, terkait koper haji, telah dibagi ke Kemenag kabupaten/kota. Di lokasi berbeda, Kepala Seksi haji dan Umrah Kemenag Kota Pekanbaru, Amattaridi membenarkan pihaknya telah menerima koper haji. Senin (26/9) ini, koper haji pun sudah bisa diambil JCH Kota Pekanbaru.

‘’Bisa diwakilkan namun harus membawa surat nomor porsi yang sudah kami beri sebelumnya ke JCH,’’ sebut dia.(rpg)




HATI-HATI MEMELIHARA KUCING

www.detikriau.wordpress.com

Siapa yang tidak suka melihat kucing yang lucu dan imut, dan bulunya halus jika dibelai. Hewan jinak ini merupakan sahabat manusia bahkan sejak dulu. Dari bukti-bukti sejarah ditemukan bahwa kucing telah berbaur dengan kehidupan manusia sejak 6.000 tahun SM, setelah ditemukannya kerangka kucing di Pulau Siprus. Orang Mesir Kuno dari 3.500 SM telah menggunakan kucing untuk menjauhkan tikus atau hewan pengerat lain dari lumbung yang manyimpan hasil panen.

Saat ini, kucing adalah salah satu hewan peliharaan terpopuler di dunia. Kucing yang garis keturunannya tercatat secara resmi sebagai kucing trah atau galur murni (pure breed), seperti kucing persia, siam, manx, sphinx. Kucing seperti ini biasanya dibiakkan di tempat pemeliharaan hewan resmi. Jumlah kucing ras hanyalah 1% dari seluruh kucing di dunia, sisanya adalah kucing dengan keturunan campuran seperti kucing liar atau kucing kampung.

Penularan Toxoplasmosis

Namun dibalik kelucuannya tersebut, bagi Anda yang memelihara kucing di rumah tentu ada risiko tertular beberapa jenis penyakit. Satu yang paling harus diwaspadai, adalah penyakit toxoplasmosis, sejenis parasit yang hidup di usus kucing. Maka parasitnya berpotensi menulari lewat tinja kucing.

Toxoplasmosis memang termasuk salah satu penyakit zoonosis (penyakit yang bisa menular antara hewan dan manusia). Tentu tidak semua kucing membawa parasit ini. Hanya kucing yang tertular saja yang menjadi sumber penular.

Penyakit ini disebabkan oleh protozoa (golongan parasit) yang bernama Toxoplasma gondii, jadi bukan oleh virus. Protozoa atau Toxoplasma ini di dalam usus kucing berkembang biak secara seksual, sehingga menghasilkan telur, dan akan keluar bersama tinja.

Pada hewan lain selain kucing, Toxoplasma berada di dalam darah, air ludah (saliva), sperma dan cairan tubuh lainnya, dan berkembang biak dengan pembelahan sel. Jadi, tidak menghasilkan telur, namun menghasilkan tropozoit (hasil pembelahan sel) yang akan bergerombol membentuk kiste Toxoplasma. Kiste ini bisa berada di jaringan tubuh seperti otak, mata, jantung, otot, alat pencernaan dan alat pernafasan. Maka hati-hati makan daging kambing, kerbau, atau sapi setengah matang, jika ternyata ternak tersebut mengidap toxoplasmosis.

Berhati-hatilah karena tinja kucing biasanya berceceran di sekitar rumah, maka parasit juga berpotensi tersebar di sekitar permukaan tanah, lantai, dan pekarangan rumah. Parasit juga melekat pada bulu, mulut, dan wadah bekas makan kucing.

Bukan hanya kucing, anjing, kambing, sapi, kerbau, atau hewan apa saja bisa tertular parasit ini. Kotoran kucing yang berceceran terbawa kaki kucing ke rumput yang kemudian dimakan kambing atau hewan pemakan rumput lainnya.

Bahaya Toxoplasmosis

Bahaya penyakit toxoplasmosis terutama pada Ibu hamil yang terinfeksi toxoplasma berakibat anak cacat dalam kandungan, bahkan kematian janin dalam kandungan. Sebaiknya ibu berobat dan tidak hamil dulu kalau positif toxoplasma.

Berikut beberapa tips untuk mencegah toxoplasmosis:

1.Jangan makan daging yang tidak dimasak matang. Daging harus dimasak pada suhu 70°C minimal selama  20 menit.

2.Jangan minum susu yang tidak dimasak/dipasteurisasi.

3.Jangan makan sayuran/buah-buahan yang tidak dicuci dengan benar dan bersih.

4.Mencuci tangan, meja/talenan dan peralatan dapur dengan air hangat dan sabun setelah mengolah daging mentah.

5.Pakailah sarung tangan karet pada waktu berkebun, cuci tangan dengan sabun setelahnya.

6.Biasakan mencuci tangan sebelum makan.

7.Kotak pasir tempat anak-anak bermain di halaman harus ditutup bila tidak digunakan.

8.Jangan minum air mentah kecuali sudah direbus sampai mendidih.

Bagi Anda penggemar kucing, yang sering bersentuhan dengan hewan tersebut,  berikut tips agar  Anda maupun kucing kesayangan  terhindar dari penularan toxoplasmosis

1.Jangan memberikan daging mentah atau tidak matang kepada kucing anda. Sebaiknya berikan pakan jadi/matang.

2.Jangan memberikan susu yang tidak dipasteurisasi.

3.Jangan membiarkan kucing berkeliaran di luar rumah atau berburu binatang berdarah panas.

4.Mandikan kucing secara teratur.

5.Sediakan kucing tempat khusus untuk kegiatan buang air besar (litterbox).

6.Pakailah sarung tangan karet dan masker dan scoop pada waktu membersihkan litterbox. Cuci tangan setelahnya.

7.Bersihkan dan buang feces kucing dari litterbox setiap hari, flush feces di toilet, siram air panas atau dibakar. Siram dan bersihkan litterbox dan scoopnya dg air mendidih.

8.Kontrol populasi tikus, kecoa, lalat dan inang perantara toxoplasma gondi laiannya.

9.Lakukan kontrol kesehatan kucing secara rutin.

10.Wanita hamil dan orang-orang dengan sistem imunitas yang rendah seperti terinfeksi HIV atau sedang mendapat pengobatan kemoterapi tidak boleh membersihkan litterbox.

Waspada Rabies

Virus rabies juga berpotensi ditularkan oleh gigitan maupun cakaran kucing yang telah terinfeksi virus rabies. Memang kucing bukan satu-satunya hewan penular rabies selain anjing , kera, kelelawar, musang dan hewan berdarah panas lainnya.

Masa inkubasi penyakit rabies pada kucing kurang lebih 2 minggu (10 hari – 14 hari). Pada manusia 2-3 minggu dan paling lama 1 tahun. Masa inkubasi tergantung dari :

  • Lokasi gigitan, biasanya paling pendek pada orang yang digigit di daerah kepala, tempat yang tertutup celana pendek
  • Bila gigitan terdapat di banyak tempat
  • Umur
  • Virulensi (banyaknya virus yang masuk melalui gigitan / jilatan).

Tips Mencegah Rabies

Dengan pencucian luka memakai air dan sabun selama 10 hingga 15 menit dibawah air mengalir serta segera mendapatkan vaksin anti rabies, diharapkan mampu mencegah penularan penyakit ini.

Jangan membiarkan kucing berkeliaran di luar rumah atau berburu binatang berdarah panas untuk mencegah penularan virus rabies.




Dr Arief Budiman. Sp.Og : Salah Satu Penyebab “MOA” Akibat Parasit “Toxoplasmosis”

Penyebab terjadinya kelainan ini salah satunya disebabkan binatang parasit yang dinamai “toxoplasmosis”. Parasit sejenis ini biasanya juga terdapat pada hewan sejenis kucing.

www.detikriau.wordpress.com (Tembilahan) – Kalau anda mempunyai hewan peliharaan seperti kucing, sebaiknya cukup hati-hati apalagi kepada Ibu yang sedang hamil. Parasit yang terdapat pada hewan sejenis ini, bisa berakibat terjadinya kelainan pada janin.

“Kasus terjadinya kelaianan pada bayi yang biasa kita sebut Multiple Organ Anomali (MOA) salah satu penyebabnya disebabkan oleh sejenis parasit yang sering terdapat pada hewan peliharaan seperti kucing. Toxoplasmosis memang termasuk salah satu penyakit zoonosis (penyakit yang bisa menular antara hewan dan manusia).  Bahaya penyakit toxoplasmosis terutama pada Ibu hamil yang terinfeksi toxoplasma berakibat anak cacat dalam kandungan, bahkan kematian janin dalam kandungan. .” Sebut Dokter Spesialis kandungan muda ini saat dikomfirmasi, Ahad (25/9/2011).

Disamping itu, ditambahkan Dokter yang sebelumnya sempat bertugas di RSUD Kabupaten Bengkalis ini, penyebab lainnya bisa juga dikarenakan kekurangan gizi saat bayi dalam kandungan, dampak radiasi, pengaruh mengkonsumsi obat-obatan kimia yang menyalahi aturan serta adanya kelainan kromosom. Sebaiknya, apabila diketahui secara dini ibu positif terkena parasit toxoplasma agar  ibu berobat dan tidak hamil dulu dan kepada ibu-ibu hamil untuk rajin memeriksakan kondisi kesehatan janin yang dikandungnya. Jelas Dokter yang terlihat supel ini . (fsl)




Kelahiran Bayi “MOA” Gegerkan RSUD Puri Husada

 

www.detikriau.wordpress.com (Tembilahan) – Kelahiran putra pertama pasangan Lisna Susanti (20) dan Jahwiyadi (24), seorang pekerja  bangunan warga jalan pekan Arba Tembilahan, sempat membuat geger Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada. Pasalnya, bayi ini lahir dengan kondisi sangat menggenaskan. Hampir seluruh organ tubuh berada diluar dan kepala membesar. Menurut dokter, kelainan ini dalam istilah medis disebut “Multiple Organ Anomali (MOA)”. Setelah dilahirkan, bayi ini hanya sempat merasakan menghirup udara kurang lebih selama satu setengah jam sebelum akhirnya kembali kepangkuan sang khalik.

Menurut penjelasan Dokter, bayi yang dilahirkan sekira pukul, 07.00 Wib, Ahad (25/9/2011) dengan usia kandungan 7 bulan dalam persalinan normal ini sudah diketahui kondisinya saat masih dalam kandungan melalui pemeriksaan USG.

“Kondisi bayi tersebut sudah kita ketahui saat masih berada di dalam kandungan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, kita sudah mengetahui bahwa kepala janin mengalami pembesaran (hidrocepallus. Red) serta bentuk organ tidak beraturan. Hampir dalam semua kasus seperti ini, kemungkinan untuk hidup sangat kecil. Makanya begitu mengetahui kondisi setelah persalinan, kita dan kedua orang tua sudah tidak terkejut. Proses kelahirannya sendiri terjadi dengan spontan namun melalui induksi.” Sebut Dokter spesialis kandungan RSUD Puri Husada, Dr. Arief Budiman. Sp.og ini saat memberikan konfirmasi kepada wartawan, Ahad (25/9/2011).

Dari hasil pantauan. Memang kondisi bayi sangat menggenaskan. Bagian tengkorak kepala bayi nampak jauh membesar jika dibandingkan dengan ukuran tengkorak kepala bayi normal. Disamping itu, rongga langit-langit terbelah, bibir sumbing serta jantung, hati, dan organ pencernaan berada di luar tubuh. Bayi yang lahir sekira pukul 07.00 Wib ini akhirnya meninggal dunia sekira pukul 08.45 Wib. Kini bayi sudah dibawa pihak keluarga untuk dikebumikan.

Walaupun kondisi sang Ibu sehat namun belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam perawatan. (fsl)