The great story about Syaikh Usamah bin Ladin: Hari-hari bersama sang Imam (1)

www.detikriau.wordpress.com — Di antara kelompok ulama dan komandan mujahidin Al-Qaeda yang menyertai syaikh Usamah bin Ladin rahimahullahdalam waktu yang sangat lama dan sampai hari ini masih meneruskan jihad fi sabilillah melawan aliansi zionis-salibis internasional, syaikh Dr. Aiman Azh-Zhawahiri mungkin nama yang paling menonjol. Selain saat ini menjadi pemimpin tertinggi mujahidin Al-Qaeda, beliau sejak tahun 1996 turut membidani lahirnya front perlawanan Islam semesta terhadap aliansi zionis-salibis internasional. 

Sebagai tangan kanan syaikh Usamah, beliau memiliki banyak kenangan selama hidup bersama sang pendiri Al-Qaeda. Kenangan-kenangan itulah yang dituturkannya kepada umat Islam, sesuai permintaan para ikhwah mujahidin, sebagai bentuk ketulusan kepada jihad syaikh Usamah. Yayasan media As-Sahab merilis video syaikh Dr. Aiman Azh-Zhawahiri tersebut pada tanggal 16 November 2011 dengan judul ‘Ayyamun ma’al Imam’. Situs Arrahmah.com menerjemahkannya untuk para pembaca. Semoga bermanfaat.

بسم الله الرحمن الرحيم

HARI-HARI BERSAMA SANG IMAM (1)

Oleh:

Dr. Syaikh Aiman Azh-Zhowahiri

Dipublikasikan oleh Media As-Sahab

20 Dzulhijjah 1432 H

16 November 2011 M

Dengan nama Allah … segala puji bagi Allah … Semoga shalawat dan salam senantiasa terlimpahkan kepada Rasulullah, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti beliau.

Ikhwah sekalian, kaum muslimin di manapun antum berada: As Salamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Wa ba’du:

Ikhwan-ikhwan telah meminta kepadaku — semoga Allah memberikan pahala yang baik kepada mereka — agar saya bercerita tentang beberapa kenanganku bersama sang Imam dan pembaharu, seorang Syaikh dan Mujahid, yang menghidupkan kembali kewajiban jihad pada jaman ini, sang singa Islam, Syaikh Usamah bin Ladin — semoga Allah merahmati beliau —. Para Ikhwah juga meminta saya agar bercerita tentang sisi kemanusiaan dalam keseharian beliau, yang bisa jadi tidak diketahui oleh seluruh kaum muslimin. Sisi yang penting dan mulia ini, yang mana semua orang yang pernah hidup bersama manusia satu ini mendapat kemuliaan dengan berkesempatan bergaul dengan beliau. Seorang manusia yang memiliki akhlak yang luhur, perasaan yang mulia, dermawan dan lapang dada.

Sebenarnya saya — al hamdulillah — telah mendapat kemuliaan dari Allah dengan bergaul bersama laki-laki ini dalam waktu yang cukup lama, baik ketika bepergian maupun ketika menetap, dan juga dalam berbagai macam kondisi. Al Hamdulillah, saya telah melihat sendiri sisi-sisi kehidupan beliau yang sangat agung dan mulia. Saya ingin menceritakan sebagiannya kepada ikhwah sekalian, kaum muslimin, sebagaimana permintaan para ikhwan.

Saya sendiri meminta kepada para ikhwah agar saya bercerita secara lepas, yakni sesuai dengan apa yang muncul dalam perasaan, karena kenangan bersama Syaikh Usmah ini —masya Allah — sangat banyak dan bermacam-macam, di mana terdapat banyak sekali hikmah, pelajaran dan arahan-arahan yang beliau berikan. Beberapa di antaranya telah saya tulis dalam beberapa poin dalam kertas, dan insya Allah saya akan ceritakan kepada antum kenangan-kenangan baik yang saya ingat dalam kesempatan ini. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita dan memberikan kesempatan-kesempatan lain untuk bercerita tentang kemuliaan laki-laki mulia ini.

Di antara yang paling penting dari sifat beliau yang dirasakan semua orang yang bergaul dengan beliau — semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya yang luas kepada beiau dan menyusulkan kita dengan beliau di surga Firdaus yang paling tinggi — adalah bahwa beliau ini sangat tulus kepada para ikhwah beliau. Beliau selalu mengingatkan para ikhwah ­agar berbuat kebaikan dan senantiasa meluruskan perbuatan-perbuatan mereka.

Memang Syaikh Usamah adalah orang yang berakhlak mulia, santun, bukan orang dungu, bukan orang yang bersuara keras dan juga bukan orang yang jahil. Akan tetapi beliau sangat bersedih apabila beliau merasakan ada ikhwah beliau dalam jihad ini yang didholimi, atau belum mendapatkan haknya secara layak. Dan memang, di antara ikhwah yang pernah hidup bersama beliau — semoga Allah merahmati mereka semua — adalah Asy Syahid Abu UbaidahAl-Bansyiri. Beliau ibarat sebuah gunung dalam jihad di jaman ini, yang belum memperoleh haknya secara layak untuk dikenalkan. Juga Fadlilatusy Syaikh Abu Hafsh Al-Mishri, sang komandan dan mujahid, atau yang dikenal dengan Abu Hafsh Al-Kumandani — semoga Allah merahmati beliau dan juga para syuhada’ yang lain —. Syaikh Usamah selalu menceritakan kebaikan mereka dan mendoakan mereka agar dirahmati Allah. Saya ingat suatu saat beliau mengatakan kepadaku: “Segala puji bagi Allah  yang telah mendatangkanku ke bumi jihad sehingga saya dapat berkenalan dengan Abu Ubaidah”. Saya ingat, di masa serangan yang dilancarkan Amerika Salibis terhadap Afghanistan ini, beliau pernah membaca di beberapa media reportase yang mencibir dua singa dan dua pahlawan besar yang mulia tersebut. Maka beliau pun mengirim surat kepada saya dan mengatakan: “Bantahlah mereka yang mencibir dua saudara kita ini!” Saya sendiri telah menyebutkan sebagian dari keutamaan yang dimiliki kedua ikhwah tersebut dalam pembicaraanku dan dalam buku Fursan Tahta Rayatin Nabicetakan II.

Selain itu Syaikh Usamah — semoga Allah merahmati beliau — juga banyak bercerita tentang Syaikh Abdullah Azzam, seorang Syaikh, imamul jihad di jaman ini, semoga Allah merahmati beliau, tentang kebaikannya dan selalu memuji beliau. Syaikh Usamah bin Ladin pernah mengatakan bahwa orang ini (Syaikh Abdullah Azzam) telah menghidupkan kembali jihad di jaman ini. Dan Syaikh Usamah sering kali memuji beliau

Selain itu Syaikh Usamah juga sering mengatakan yang baik-baik dan terbawa perasaan beliau ketika bercerita tentang 19 ikhwah yang telah melakukan serangan terhadap berhala Hubal jaman ini, Amerika, di Pentagon — markas militer — dan New York — simbol kedikdayaan ekonominya —. Sementara pesawat yang keempat tengah menuju Gedung Putih atau ke Gedung Kongres. Beliau menceritakan tentang mereka dengan penuh ketulusan. Saya, dan juga antum, ingat bahwa pesan yang pertama kali syaikh Usamah sampaikan setelah dimulainya serangan Salibis di Tora Bora. Dalam pesannya itu beliau menyampaikan kata-kata dukungan kepada 19 ikhwah tersebut. Antum semua juga ingat bagaimana penampilan Syaikh Usamah dalam menyampaikan pesan pertamanya itu, kelihatan beliau sangat lelah, capek, lesu dan seterusnya. Kondisi semacam ini kami semua mengalaminya lantaran cuaca yang sangat-sangat dingin ditambah lagi makanan yang sedikit dan kurang tidur, persediaan air sangat kurang dan air membeku. Sampai-sampai air yang berada 500 m (di bawah puncak gunung Tora Bora) pun juga telah membeku. Dalam kondisi yang sangat berat seperti ini, sementara musuh bersama orang-orang munafik mengepung kami, kaum Salib membombardar dari atas, namun Syaikh Usamah tetap bersikukuh untuk merekam pesan-pesan beliau sebagai bentuk kesetiaan beliau terhadap 19 ikhwah tersebut. Seolah beliau khawatir syahid menjemput beliau di tempat tersebut sementara beliau belum sempat menyampaikan dukungan beliau terhadap para ikhwah perwira tersebut.

Syaikh Sulaiman Abu Ghaits, Syaikh Usamah bin Ladin, Syaikh Aiman Adh Dhawahiri, dan Syaikh Abu Hafs Al Misri, di Tora Bora pada tanggal 20 Rajab 1422 H / 7 Oktober 2001 M

Tentu, insya Allah dalam kesempatan lain saya akan  kembali untuk bercerita tentang Tora Bora dengan berbagai sikap kepahlawanan dan teladan-teladan indah yang dipersembahkan oleh para pemuda Islam di Tora Bora, dan insya Allah kami akan bercerita lebih rinci masalah ini. Di Tora Bora kami semua sudah pasrahkan semua urusan kami kepada Allah SWT. Musuh — orang-orang munafik — mengepung kami, sementara NATO membombardir kami dari atas. Kami membayangkan bahwa bumi ini akan menjadi arang setiap saat. Sementara para ikhwah telah menyiapkan diri mereka untuk berperang sampai mati. Namun tentu saja, akan kami ceritakan nanti, ternyata ketakutan kaum Salib sangatlah besar. Mereka ketakutan meskipun mereka memiliki kekuatan yang selalu mereka bangga-banggakan, bahwa mereka adalah bangsa paling perkasa dalam sepanjang sejarah manusia. Para penggemar film Hollywood itu takut semua untuk masuk wilayah Tora Bora yang ditempati 300 singa Islam. Inilah salah satu sebab Allah mentakdirkan Syaikh Usamah bin Ladin keluar untuk melanjutkan lagi pertempuran dan pertarungan dengan bangsa Salib itu. Hal itu supaya seluruh kaum muslimin paham bahwa Allah SWT itu Mahakuasa, dan bahwa Allah SWT sendiri telah menjelaskan perihal siapa sejatinya para Salibis tersebut. Allah SWT berfirman:

(إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ وَتَرْجُونَ مِنَ اللهِ مَا لَا يَرْجُونَ).

Jika kalian merasa sakit maka sesungguhnya mereka pun merasakan sakit sebagaimana kalian merasa sakit. Namun kalian memiliki harapan dari Allah sementara mereka tidak. (QS. An-Nisa’ (4): 104)

 

Intinya, dalam kondisi yang sulit ini Syaikh Usamah terus bersikukuh untuk merekam pesan-pesannya meskipun dalam kondisi sebagaimana yang antum lihat sendiri, sebagai bentuk kesetiaan beliau kepada 19 ikhwah tersebut.

Setelah itu, setelah Syaikh Usamah — semoga Allah merahmati beliau — keluar dari Tora Bora, pesan pertama kali yang beliau sampaikan adalah beliau menjelaskan satu persatu nama 19 ikhwah tersebut.

Syaikh Usamah bin Ladin — semoga Allah merahmati beliau — sangat setia dan tulus terhadap Syaikh Abu Abdur Rahman Al-Kindi. Syaikh Usamah pernah mengirim surat kepada saya dan mengatakan: “Ceritakan apa-apa saja yang dilakukan orang ini supaya semua orang mengenalnya dan mengenal jasa-jasanya!” Maka saya ceritakan itu di salah satu pesan saya. Di sana saya ceritakan tentang hijrah beliau, kedermawanan beliau, kebaikan beliau, dan bahwa beliau terbunuh dalam kondisi menghadapi musuh, tidak lari ke belakang dalam perang melawan kaum Salib.

Syaikh Usamah juga sangat tulus dan setia dengan Syaikh Ibnusy Syaikh Al-Libi — semoga Allah merahmatinya —. Syaikh Usamah pernah mengatakan kepadaku: “Orang ini telah mengorbankan dirinya untuk kita.” Karena Syaikh Ibnusy Syaikh Al Libi … mungkin akan saya ceritakan lagi insya Allah ketika membahas kronologi yang lebih rinci tentang Tora Bora, jika Allah mengijinkan … Komandan militer pasukan Islam yang berjihad di Tora Bora adalah Syaikh Ibnusy Syaikh Al-Libi. Syaikh Usamah menyerahkan usaha mengeluarkan sebagian besar ikhwah dari Tora Bora kepada Syaikh Ibnusy Syaikh Al Libi, sebagaimana yang akan saya ceritakan secara lebih rinci nanti insya Allah, bagaimana kecerdasan Syaikh Ibnusy Syaikh Al Libi di bidang strategi dan lapangan, lantaran karunia Allah semata. Syaikh Ibnusy Syaikh Al-Libi diserahi tanggung jawab untuk mengeluarkan mereka dari Tora Bora ke Pakistan. Tugas yang sangat-sangat berat dan penting ini pun berhasil beliau laksanakan dengan sukses, dalam situasi yang sangat berat, cuaca yang sangat dingin dan dalam keadaan dikepung. Beliau meloloskan diri bersama mereka dari kepungan orang-orang munafik. Beliau meloloskan diri bersama mereka di bawah hujan bom yang dihamburkan oleh bangsa Salib yang mana pada saat itu telah menguasai seluruh wilayah Afghanistan dan tinggal Tora Bora saja yang belum mereka kuasai, yang saat itu tengah mereka gempur. Beliau berhasil lolos bersama mereka ke wilayah perbatasan Pakistan. Sementara di Pakistan kaum Salib tidak berhasil menangkap para ikhwah tersebut kecuali dengan bantuan pengkhianatan yang dilakukan beberapa kabilah Pakistan — dan kisah ini sudah umum diketahui —. Intinya ketika Syaikh Ibnusy Syaikh Al-Libi ditempatkan di penjara Kuhat, beliau membawa uang yang banyak untuk mengurusi para ikhwah yang bersama beliau tersebut. Maka para petinggi militer Pakistan yang biasa menerima suap dan berkhianat pun menawar beliau agar menyerahkan uang tersebut dan sebagai gantinya mereka akan melepaskannya dan mereka akan menghapus namanya sehingga seolah beliau tidak tertangkap. Sementara Syaikh Ibnusy Syaikh Al-Libi — supaya semua orang kenal pahlawan satu ini dan supaya para ikhwah beliau di Libia mengikuti jejak beliau, yang insya Allah pembelaan mereka adalah pembelaan terhadap Islam dan kaum muslimin, dan semoga ada di antara mereka ribuan Ibnusy Syaikh Al-Libi yang akan menggantikan Syaikh Ibnusy Syaikh Al Libi, insya Allah —. Ketika para petinggi militer Pakistan itu mengutarakan tawaran mereka tersebut, beliau menjawab: “Tidak! Saya tidak akan meninggalkan ikhwan-ikhwan saya. Tapi kalau kalian mau saya akan berikan kepada kalian uang ini kepada kalian, bahkan lebih, jika kalian mau mengeluarkan kami semua.” Maka para petinggi militer Pakistan itu pun menolak sehingga Syaikh Ibnusy Syaikh Al-Libi tetap dalam tahanan bersama para ikhwah yang bersama beliau sampai akhirnya pemerintahan jahat Qaddafi membunuhnya. Insya Allah para ikhwah mujahidin Libia yang punya harga diri, dan bahkan semua orang Libia yang berjiwa perwira, yang mengalir dalam aliran darahnya kecintaan terhadap Islam dan Nabi SAW, akan membalaskan untuk sang singa dari Libia ini terhadap kejahatan Qaddafi, juga terhadap kejahatan Barat bangsa Salib, NATO, yang telah menyiksa dan menyerahkan Syaikh Ibnusy Syaikh Al-Libi kepada Qaddafi untuk dibunuhnya.

Syaikh Ibnusy Syaikh Al-Libi alias Ali Muhammad Abdul Aziz Al-Fakhiri (46 th)

Dahulu Syaikh Usamah mengatakan: “Orang ini telah mengorbankan nyawanya untuk kita.” Inilah tafsiran dari apa yang dikatakan oleh Syaikh Usamah bin Ladin.

Selain itu Syaikh Usamah bin Ladin mengirim surat kepada saya selalu menceritakan apa yang pernah dilakukan oleh Syaikh Musthafa Abul Yazid. Syaikh Usamah mengatakan kepada saya: “Orang ini telah berkorban dengan nyawanya dan keluarganya untuk kita.” Maksudnya Syaikh Musthafa Abul Yazid adalah orang yang mengatur urusan para ikhwah mujahidin. Beliau berhubungan dengan para mujahidin, berhubungan dengan Muhajirin, berhubungan dengan Anshar, beliau adalah bapak bagi mereka semua. Harga yang harus beliau bayar untuk kegiatan yang penuh berkah ini, beliau akhirnya terendus oleh para mata-mata NATO kemudian NATO berhasil membunuh beliau bersama keluarga, bahkan juga membunuh anak-anak yatim yang sedang beliau pelihara dan beliau ajari menghafal Al-Qur’an. Semoga Allah merahmati beliau.

Syaikh Musthafa Abul Yazid, sedang diwawancarai oleh wartawan stasiun TV Al-Jazeera

Inilah sisi-sisi ketulusan dan kesetiaan Syaikh Usamah bin Ladin kepada para ikhwannya.  (arrahmah)




MPC PP Resmi Dikukuhkan

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.cm) — Majelis Pengurus Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kabupaten Indragiri Hilir periode 2011-2015, Rabu (30/11) malam resmi dilantik.
Tampak dalam kegiatan pelantikan yang digelar di aula Hotel Arrahman I Jalan Diponegoro Tembilahan tersebut dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Inhil, Tantawi Jauhari, beberapa pejabat Pemkab Inhil, anggota DPRD, pengurus paguyuban, organisasi kemasyarakatan dan organisasi pemuda serta undangan lainnya.

Ketua MPC PP Inhil, Said Ismail, Sekretaris Zulbahri dan Bendahara, H Suparlan beserta jajaran pengurus lainnya dilantik pengurus Majelis Pengurus Wilayah Pemuda Pancasila Riau, Frans Rizal.

Dalam sambutannya, Frans Rizal menegaskan organisasi masyarakat Pemuda Pancasila bukan merupakan organisasi preman.

“Organisasi ini (Pemuda Pancasila, red) bukan organisasi preman, tapi merupakan organisasi yang independen dan mengelola potensi pemuda yan merupakan sebuah kekuatan besar dalam mendukung proses pembangunan saat ini, kususnya di Inhil” sebut Rizal.

Sementara itu Ketua MPC PP Inhil, Said Ismail mengharapkan segenap pengurus dan kader PP Inhil dapat bersama-sama membesarkan organisasi. Dirinya berjanji dimasa depan akan membawa organisasi ini kepada perkembangan dan kemajuan dengan bersinergi pada segenap lapisan masyarakat untuk mendukung proses pembangunan di Inhil.

Sementara itu, Bupati Inhil, Indra Muchlis Adnan yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Inhil, Tantawi Jauhari menyatakan organisasi masyarakat merupakan mitra pemerintah bagi mendukung kesuksesan proses pembangunan di Negeri Seribu Jembatan ini.

“Maka sinergi dan kebersamaan dengan semua elemen masyarakat, termasuk PP sangat menentukan bagi proses dan keberlangsungan pembangunan di Indragiri Hilir,” imbuh Tantawi. (njd)




ANTISIPASI BANJIR, PROGRAM DM DIMINTA SEGERA DISELESAIKAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengingatkan kepada seluruh desa dan kelurahan untuk segera menyelesaikan seluruh rangkaian program desa mandiri (DM). Sebab, dengan kondisi pasang yang tinggi ditambah dengan curah hujan yang juga tinggi , dikawatirkan akan menghambat pekerjaan program fisik DM tahun 2011.

 

Kendati dalam program itu desa tidak mesti hanya mengarahkan kegiatanya pada bidang fisik saja, tetapi mayoritas desa masih mengarahkan programnya pada bidang infrastruktur. Saat ini tim BPMPD dengan tim koordinasi terus melakukan monitoring. Tim tersebut melakukan pemantauan di setiap desa dan kelurahan.

 

Kepala BPMPD Inhil H Edy Syafwannur menyatakan setiap desa dan kelurahan yang masih rendah tahapan progres pekerjaannya  atau programnya akan langsung mendapatkan teguran supaya mengesa dan menyelesaikan segera seluruh kegiatanya.

 

“Monitoring terus kita lakukan.Dalam hal ini, kita semua berharap program tersebut semakin tetap sasaran dan memberikan manfaat tinggi bagi masyarakat,” sebut mantan kepala Dispenda Inhil ini.

 

Dikatakanya, selain melakukan pemantauan. Monitoring yang dilakukan juga bertujuan menyerap aspirasi warga. Pasalnya, dengan melakukan hal tersebut diatas, BPMPD semakin mengetahui apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat, terutama mereka yang umumnya berada di pedesaan sebagai mana yang telah termaktub di dalam program DM.

 

Salah satu tujuan program BPMPD adalah Perwujudan desa dan kelurahan ke arah semakin baik dan berkembang sehingga makin maju dan mandiri dalam peningkatan kinerja pemerinthan desa, peningkatan kualitas sarana dan prasaran Desa, peningkatan perekonomian serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

 

“Banyak lagi tujuannya. Ini merupakan antara lain dari tujuan itu,” pungkasnya.(fsl)




KUNJUNGAN PERDANA KAPOLRES INHIL DIIRINGI PETIR DAN HUJAN LEBAT.

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Kunjungan perdana Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan dalam rangka memulai tugas barunya di Kabupaten Inhil dimulai dengan melakukan tinjauan pada beberapa wilayah pesisir Inhil, diantaranya Mandah, Pelangiran hingga Kateman, Rabu(30/11).

Sejak keberangkatan meninggalkan Pelabuhan Tembilahan sekira pukul 07.30 WIB, rombongan Kaplores yang didampingi oleh Ketua PN Tembilahan Djoni Winanto SH, Wakapolres Inhil Kompol. Imran Amir, Pahumas Polres Inhil, Ipda. Zahari serta seorang tokoh masyarakat Inhil, H Syamsudin Uti termasuk sejumlah wartawan cetak dan elektronik liputan Inhil sudah dihadapkan dengan mendung tebal.
Menjelang memasuki perairan Kecamatan Mandah, Hujan lebat mulai mengguyur dan setibanya di Kecamatan pelangiran curahan hujan semakin lebat diiringi suara dentuman petir yang membuat ciut nyali.

Dikecamatan Mandah, tempat pemberhentian pertama, kapolres langsung menyambangi Mapolsek Mandah disambut oleh Kapolsek AKP. A. Haris Matondang yang didampingi beberapa orang tokoh masyarakat. Kapolres juga menyempatkan diri untuk melihat secara langsung pembangunan Mako Polsek yang sedang dalam masa pembangunan.
Selanjutnya rombongan melanjutkan perjalanan ke Mapolsek Kecamatan Pelangiran.  Kedatangan petinggi nomor satu di Mapolres Inhil ini disambut hangat oleh Kapolsek, Ipda. Syaiful. Setelah berbincang-bicang sesaat, rombongan melanjutkan perjalanan ke Guntung, kecamatan Kateman.

Setibanya di Guntung, rombongan disambut oleh Kapolsek, Kompol Sugeng Hariyanto
SH dan rombongan diajak untuk meninjau secara langsung fasilitas yang ada di Mapolsek tersebut.
Masih Guntung, rombongan Kapolres kemudian dijamu untuk makan siang oleh manajemen PT. Pulau Sambu Guntung dan dihadiri secara langsung oleh Mr. T. Seusai acara santap siang, Kapolres dan rombongan diajak melihat langsung berbagai aktifitas perusahaan yang sudah berusia berusia 40 tahun ini. Kini, PT. Pulau Sambu memproduksi produk dengan merk dagang “Kara”, serta sejumlah industri hilir kelapa rakyat lainnya.

Kapolres Inhil AKBP. Dedi Rahman Dayan SIk, M,Si pada kesempatan itu mengatakan kunjungan yang Ia lakukan dalam rangka mengenali wilayah tugas dan melihat secara langsung kesiapan pelayanan oleh personil di masing masing wilayah Kecamatan.

“Ini satu bentuk kegiatan untuk melihat situasi di Polsek Polsek yang ada di wikayah perairan. Kita ingin pastikan apakah pelaksanaan kegiatan di Polsek tersebut bisa berjalan baik,” ujar KapolresKapolres juga berharap adanya sinergi antara masyarakat dengan kepolisian serta Pemerintah Kecamatan dan Koramil demi terciptanya situasi Kamtibmas.(fsl)




SBY KRITIK GURU, SERTIFIKASI LULUS KINERJA TAK BERUBAH

JAKARTA – www.detikriau.wordpress.com — Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2011 dimanfaatkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memberikan koreksinya kepada guru. SBY menyoroti kinerja guru-guru yang telah lulus sertifikasi namun tidak ada peningkatan dalam hal kinerjanya.
“Saya masih menerima masukan dari masyarakat, sebagian saudara-saudara kita yang sudah mencapai itu (lulus sertifikasi, Red), kinerjanya belum banyak berubah,” kata SBY dalam Peringatan HGN dan HUT ke-66 PGRI di Sentul Internasional Convention Center (SICC), kemarin (30/11).

Padahal, guru yang telah lulus sertifikasi, sudah bisa menerima tunjangan profesi dan tunjangan khusus. “Berarti kesejahteraan meningkat,” kata SBY.

Selain soal kinerja, SBY juga memberikan dua koreksi lain untuk para guru. Yakni para guru yang diharapkan memiliki kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap sekolahnya sehingga lebih tertib dan teratur. “Dengan demikian lingkungan pendidikan menjadi bagian character building. Saya berikan koreksi, mari kita perbaiki tempat itu,” urainya.

Koreksi lain, kata SBY, adalah masih ada guru yang belum benar-benar menjadi panutan. SBY meminta, tiga koreksi tersebut bisa diperhatikan para guru.

Selain koreksi, SBY juga menyampaikan apresiasinya terhadap guru yang berhasil dalam berbagai bidang. Kemudian juga mereka yang melampaui panggilan tugasnya. “Atau sangat dedikatif. Beyond the call of duty, benar-benar luar biasa,” ujar SBY yang disambut riuh tepuk tangan ribuan guru di SICC.

Apresiasi juga ditujukan pada guru yang bertugas di daerah dan mendidik masyarakat yang kondisinya ekstrim. Misalnya infrastruktur yang serba kurang. “Mereka patut mendapat penghargaan dari negara karena mengemban tugas di daerah yang penuh tantangan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, presiden merespon pembahasan mengenai pengelolaan guru, apakah dikelola pemerintah pusat atau daerah. Kalimat itu spontan disambut ribuan guru dengan teriakan “pusat”. “Dengarkan dulu,” potong SBY. “Ada plus dan minusnya. Kalau dikelola pusat, ada plus dan minusnya,” imbuhnya.

Dia menyebut sudah memerintahkan untuk dilakukan kajian. Termasuk mengonsultasikannya dengan DPR jika diperlukan. “Pembahasannya tidak emosional, tidak grusa-grusu. Sehingga ketika ditetapkan adalah solusi, bukan masalah,” kata SBY.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M. Nuh mengaku, pembahasan mengenai pengelolaan guru tersebut memang mendesak dilakukan. “Kami sedang merampungkan kajian tersebut. Dan Insya Allah hasilnya akan segera dilaporkan kepada Bapak Presiden,” kata Nuh. (fal/wan/jpnn)

 




HMI TENGGARAI ADA KELOMPOK TERTENTU SUDAH LAKUKAN GERILYA

Cari Dukungan Pilkada Mendatang

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com)  – Meski pelaksanaan Pemilukada Riau dan Kabupaten Indragiri masih terbilang cukup lama yakni akhir 2013 mendatang, berbagai intruksi dari berbagai elemen agar mendukung pasangan tertentu sudah mulai terjadi. Kondisi ini tentunya sangat tidak baik, terutama bagi perkembangan perpolitikan di Inhil.

Adanya intruksi dan tekanan terhadap Kepala Desa, Kepala Dusun, RT, RW, diutarakan oleh Azhari salah seorang anggota Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI) yang juga mahasiswa STAI dalam sebuah acara diskusi Panel yang diselenggarakan oleh PWI Perwakilan Kabupaten Indragiri Hilir, bertempat  di Hotel Nuria, Tembilahan, (30/11).

“Kita menemukan adanya tekanan kepada pihak-pihak yang saya sebutkan oleh elemen tertentu tersebut. Hal ini tentunya sangat disayangkan, karena langkah tersebut dipandang sebuah pengorganisasian yang bisa dikatakan mencuri star,” katanya.

Masih menurutnya, pada dasarnya diera keterbukaan dalam pemilihan kepala daerah secara langsung ini tentu dimaksudkan untuk mencari pemimpin terbaik dan sesuai dengan keinginan rakyat banyak. Harusnya, biarkan masyarakat bebas menentukan pilihannya sendiri tanpa adanya bujukan apalagi intimidasi baik secara langsung maupun tidak.
“Apapun motif dan keinginan yang ingin dicapai, tentunya perbuatan seperti itu tidak boleh terjadi. Tekanan dan intruksi seperti itu, sudah barang tentu bentuk pelanggaran dan jangan sampai terjadi lagi,” ujarnya. (suf)