JADIKAN NILAI KEISLAMAN UNTUK RAIH VISI KAB.INHIL 2020

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Wakil Bupati Inhil, H. Rosman Malomo meminta kepada seluruh masyarakat Inhil untuk lebih mempertebal rasa keimanan kepada Tuhan yang maha Esa. Dengan dasar iman, diharapkan akan dapat dijadikan motifasi guna mencapai Visi Kabupaten Indragiri Hilir Berjaya dan Gemilang 2020.

Pernyaan ini disampaikan Wabub dalam kata sambutannya sesaat menjelang dilaksanakannya sholat idul Adha 1432 H di Lapangan Upacara Jalan Gadjah Mada, Tembilahan. Ahad (6/11/2011).

“Bersempena dengan pelaksanaan Idul Adha ini saya berharap kepada seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat untuk lebih mampu meningkatkan nilai ibadah kepada Tuhan yang maha esa dan yang lebih teramat penting tentunya pelaksanaan ibadah ini harus mampu diimplementasikan dalam kehidupan keseharian.” Kata Wabub

Pengimplemetasian dari nilai ibadah itu sendiri, tambah Wabub,  tentunya akan mampu menghindarkan kita dari perbuatan-perbuatan maksiat dan bertentangan dengan ajaran Allah. Hari ini, marilah kita bersama-sama untuk dapat lebih meningkatkan pemahaman terhadap nilai-nilai islam yang pada akhirnya akan lebih mempertebal rasa keimanan kepada Tuham Yang Maha Esa. Dengan nilai keimanan ini diharapkan dapat dijadikan motifasi untuk mencapai Visi Kab. Inhil Berjaya dan Gemilang 2020.

Pelaksanaan Sholat Hari Raya Idul Adha 1432 H di lapangan upacara jalan gajah mada ini juga tampak dihadiri Sekretris Daerah Kab. Inhil, H. Alimuddin RM, pejabat dilingkungan pemerintahan Kabupaten Indragiri Hilir dan ratusan masyarakat Kota Tembilahan.

Dalam perayaan hari raya Idul Adha 1432 H ini, dari 20 Kecamatan yang ada dikabupaten Inhil dilaksanakan pemotongan hewan korban sebanyak 929 Ekor sapi dan 212 ekor kambing. Ditambah dari hewan ternak yang dikurbankan oleh IKABU sebanyak 12 ekor sapi. Total hewan ternak yang dikorbankan sebanyak 941 ekor sapi dan 212 ekor kambing. (fsl)




AMBRUKNYA JEMBATAN DESA PINTASAN PERLU DISIKAPI SEGERA

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Anggota DPRD Inhil, H.Bakri H Anwar meminta kepada Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Pemkab Inhil) untuk segera mengambil tindakan menyikapi persoalan ambruknya bangunan jembatan  di Desa Pintasan Kecamatan Gaung.

 

“Kita sangat berharap agar pihak Pemkab Inhil untuk segera mencarikan solusi secepatnya untuk mengatasi permasalahan ambruknya bangunan jembatan ini.”Kata H.Bakri ketika dimintai tanggapan baru-baru ini di Tembilahan.

 

Sungai Desa Pintasan, merupakan sungai strategis yang dilalui warga dari berbagai daerah, baik dari desa Belanta raya, Simpang Gaung dan desa-desa lainya di kecamatan Gaung menuju sungai Gaung Anak Serka (GAS).

 

Menurut warga sekitar, bangunan jembatan yang sudah dibangun sejak tahun 2002 melalui dana APBD tersebut sebelum ambruk (jum’at 4/11/2011. Red) memang sudah mengalami kerusakan di dua tiang penyangga jembatan. Bahkan beberapa kali kata mereka, kerusakan itu disampaikan dalam rapat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) tingkat desa dan kecamatan namun kenyataanya jembatan itu tetap saja tidak dimasukan dalam penganggaran untuk dilakukan perbaikan.

 

Selain dari itu, akibat ambruknya jembatan tersebut, sekitar 57 kepala keluarga (KK) dari dua dusun terpaksa harus menempuh ibu desa Pintasan dengan menggunakan sampan. Demikian juga dengan anak-anak yang sekolah. “ Karennya kita minta tindakan cepat dari Pemkab sebelum terjadinya korban jiwa pada anak-anak yang berangkat sekolah dengan menggunakan perahu dayung,”sebut H Bakri,

 

Sementara itu Kepala Dinas PU Inhil, HM Nasir, saat dihubungi  berjanji untuk segera mencarikan solusi secepatnya terutama dalam mengusulkan penganggaran pembangunan jembatan. “ Inikan namanya bencana. Tetapi kita tetap mencarikan jalan keluar secepatnya” jawab Nasir. Ahad (6/11/2011). (fsl)




PENGUMUMAN HASIL PENILAIAN PAWAI TAKBIRAN IDUL ADHA

(www.detikriau.wordpress.com)

Kategori Masjid dan Mushola:

Pemenang Pertama Masjid At-Taqwa, Kampung Jawa Tembilahan, Pemenang Kedua, Masjid Miftahul Huda Jalan M. Yamin Tembilahan Dan Pemenang ke tiga Masjid Miftahul Jannah jalan Subrantas Tembilahan.

Kategori Pelajar setingkat SLTP:

Juara Pertama SMPN 1 Tembilahan Hulu, Juara Kedua SMPN1 Indra Praja dan juara ketiga Madrasyah Tsanawaiyah Negeri (MTsN 094) Tembilahan.

Kategori pelajar setinkat SLTA:

Juara pertama, Madrasyah Aliyah Negeri (MAN) Tembilahan, juara kedua SMA PGRI Tembilahan, juara ketiga, SMAN 1 Tembilahan Hulu.




RIBUAN PELAJAR RAMAIKAN PAWAI TAKBIR IDUL ADHA 1432 H

TEMBILAHAN (www.detkriau.wordpress.com) – Ribuan pelajar setingkat SLTP dan SLTA serta puluhan pengurus Masjid dan Mushola se Kota Tembilahan dengan penuh antusias ikut ramaikan pawai takbiran Idul Adha 1432 H. Kegiatan mendapat respon positif dari seluruh lapisan masyarakat.

Dari pantauan, Arak-arakan pawai takbiran yang diikuti ribuan peserta dengan berjalan kaki ini dilepas langsung oleh Wakil Bupati Inhil, H. Rosman Malomo beserta Unsur Muspida Inhil. Peserta pawai takbir membawa berbagai spanduk atribut sekolah masing-masing dan puluhan hiasan replikan onta serta penyembelhan hewan kurban.

“Kita tentunya sangat berharap agar pawai takbiran ini berjalan dengan lancar dan kepada masyarakat yang diberikan kelapangan untuk melaksanakan ibadah kurban semoga semakin didekatkan ketawakalannya kepada Allah SWT.” Kata Wabub ketika dimintai tanggapan seusai melakukan pelepasan pawai takbiran.

Kegiatan malam pawai takbiran melalui rute jl. Jendral Sudirman,  Jl.H. Abd. Manaf , Jl. Letda M. Boya, Jl. Lingkar, Jl/ Swarna Bumi dan kembali ke Jl. Jendral Sudirman ini juga disaksikan oleh puluhan ribu warga Tembilahan dan sekitarnya mulai usia belia hingga dewasa. Kegiatan juga diisi dengan berbagai hiburan nyanyian rohani.(fsl)




WARGA JL. G DAEK KURBAN 4 SAPI 1 KAMBING

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Bersempena pelaksanaan hari raya qurban 1432 H, warga jalan gunung daek Tembilahan Kota turut melakukan penyembelihan hewan qurban. Kegiatan ini dipusatkan di lingkungan Surau Baituddin.

“Alhamdulillah dengan tingginya kesadaran warga jalan gunung daek untuk menunaikan perintah agama, idul adha 1432 H ini kita akan melakukan penyembelihan 4 ekor hewan korban sapi dan 1 ekor kambing.”Ungkap Ketua RT 01 rw 13  jalan Gunung Daek Tembilahan, Wahyu Yudistira.

Nantinya, tambah Ketua RT yang juga terkenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan ini, daging-daging hewan yang telah disembelih akan disalurkan kepada masyarakat yang memang berhak untuk menerima.

Dalam kesempatan ini, wahyu juga menyampaikan rasa puji syukur dengan telah terlaksananya kegiatan pemotongan hewan kurban ini. Menurut Wahyu, disamping makna ibadah, kegiatan seperti ini jelas semakin mempererat rasa kebersamaan dan persaudaraan sesama warga.”semoga apa yang telah kita perbuat ini mendapatkan nilai baik dimata Allah dan diberikan Pahala yang setimpal,” Ungkap Wahyu dengan do’a puji ke hadirat ilahi.

Dari pantauan dilapangan, disamping Surau Baituddin, hari ini juga hampir semua mushola dan masjid melaksanakan pemotongan hewan qurban. Untuk ketertiban, penyaluran hewan qurban dilakukan dengan pemberian kupon kepada masyarakat yang nantinya ditukarkan dengan daging qurban kepada panitia pelaksana. (fsl)




DIKECAM, PERILAKU DAERAH ASAL MUTASI GURU

JAKARTA (www.detikriau.wordpress.com) — Perilaku pemimpin dan pejabat pemkab atau pemkot yang kerap asal mutasi guru dan kepala sekolah, menyita perhatian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Imbauan berupa peraturan menteri masih tidak mempan. Kemendikbud berencana mengambil langkah instan dengan menarik status para guru ini menjadi pegawai pemerintah pusat.
Upaya Kemendikbud tadi dipaparkan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidik dan Peningkatan Muti Pendidikan (BPSDMP-PMP) Syawal Gultom. Dia menuturkan, persoalan pemerintah daerah asal memutasi guru atau kepala sekolah sudah meresahkan Kemendikbud. “Sebab, bisa mengganggu program peningkatan kualitas pendidikan yang berjalan di satuan pendidikan,” katanya.

Persoalan dibalik mutasi yang paling memilukan adalah, mutasi dilakukan tanpa didasari tinjauan kinerja. “Tapi lebih cenderung sikap like and dislike pemimpin daerah,” kata dia. Biasanya, guru dan kepala sekolah kerap dijadikan corong politik calon atau pemimpin daerah. Jika tidak bisa mengamankan suara pemilih, seorang guru dan kepala sekolah rentan dimutasi.

Secara aturan, Gultom menuturkan jika perilaku asal mutasi tadi boleh dilakukan. “Sebab para guru itu adalah pegawai daerah. Mereka diangkat kepala daerah,” terangnya. Untuk itu, sudah menjadi hak kepala daerah juga untuk memecat dan menggeser atau memutasi. Namun, menurut Gultom, upaya tadi bisa mengganggu jalannya proses pendidikan yang sedang berjalan.

Contonya, ada kepala sekolah sedang menjalankan program peningkatan kemampuan berhitung siswa. Di tengah berjalannya program tadi, tiba-tiba kepala sekolah itu dipindah tanpa dasar evaluasi kinerja. Setelah diganti, kepala sekolah baru memiliki program prioritas lainnya. Seperti, meningkatkan kebersihan sekolah. “Perubahan program kerja kepala sekolah bisa membingungkan siswa,” jelas Gultom.

Di bagian lain, Plt Direktur Jendral Pendidikan Dasar (Dirjen Dikdas) Kemendikbud Suyanto menuturkan upaya menarik status tenaga pendidik dari aparatur daerah menjadi aparatur pemerintah pusat, terus digodok. Dia menuturkan, semangat otonomi daerah dengan memberikan wewenang pemkab dan pemkot mengangkat guru ternyata kurang optimal.

Selain mampu mencegah politisasi tenaga pendidik atau guru, Suyanto mengatakan banyak manfaat ketika guru tadi ditarik menjadi pegawai pemerintah pusat. Seperti, bisa menjadi solusi tidak meratanya guru di beberapa daerah.

Suyanto mengatakan, Kemendikbud mempercayai hingga saat ini terjadi penumpukan guru di pulau Jawa. Kemendikbud, tidak punya wewenang untuk mengatur distribusi guru tadi. “Alasannya pasti mereka mengatakan kami ini pegawai daerah. Jadi tidak bisa dipindah ke daerah lain,” papar Suyanto.

Laporan kekurangan tenaga guru di beberapa pulau di luar Jawa cukup disayangkan pihak Kemendikbud. Sebab, dari catatan Kemendikbud, rasio jumlah guru dengan siswa di Indonesia mencapai 1:18. Artinya, satu guru mengajar 18 siswa. Rasio ini lebih bagus jika dibandingkan di Amerika yang hanya 1:20. Kemendikbud berharap, perubahan status guru dan kepala sekolah menjadi pegawai pemerintah pusat, bisa mengatasi persoalan politisasi dan penyebaran guru. (wan/jpnn)