Jadwal Pertandingan Pra Piala Dunia 2014



Berikut ini adalah jadwal lengkap putaran pertandingan Pra Piala Dunia 2014 Brasil zona Asia.

Putaran 1 Pra Piala Dunia 2014 
Malaysia vs Taiwan
Bangladesh vs Pakistan
Kamboja vs Laos
Sri Lanka vs Filipina
Afghanistan vs Palestina
Vietnam vs Makau
Nepal vs Timor Timur
Mongolia vs Myanmar

Leg I: 29 Juni 2011
Leg II: 3 Juli

Putaran 2 Pra Piala Dunia 2014 
Thailand vs Afghanistan atau Palestina
Lebanon vs Bangladesh/ Pakistan
China vs Kamboja/ Laos
Turkmenistan vs Indonesia
Kuwait vs Sri Lanka/ Filipina
Oman vs Mongolia/ Myanmar
Arab Saudi vs Hong Kong
Iran vs Maladewa
Suriah vs Tajikistan
Qatar vs Vietnam/ Makau
Irak vs Yaman
Singapura vs Malaysia/ Taiwan
Uzbekistan vs Kyrgyzstan
Uni Emirat Arab vs India
Yordania vs Nepal/ Timor Timur.

Leg I: 23 Juli
Leg II: 28 Juli

Berikut 20 tim yang akan berlaga di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona Asia

Jepang*
Australia*
Korea Selatan*
Bahrain*
Korea Utara*
Iran
China
Uzbekistan
Qatar
Jordania
Arab Saudi
Kuwait
Bahrain
Syria
Oman
Irak
Uni Emirat Arab
Thailand
Singapura
Indonesia
Lebanon

*Lolos langsung ke babak ketiga

Putaran 3
2 September 2011, 6 September 2011, 11 Oktober 2011, 11 November 2011, 15 November 2011, dan 29 Februari 2012

Putaran 5 (play-off AFC)
6 dan 10 September 2013

Putaran 6 (play-off Inter-continental)
15 Oktober dan 19 November 2013

2 September 2011
Iran vs Indonesia
Bahrain vs Qatar

6 September 2011
Qatar vs Iran
Indonesia vs Bahrain

11 Oktober 2011
Iran vs Bahrain
Indonesia vs Qatar

11 November 2011
Qatar vs Indonesia
Bahrain vs Iran

15 November 2011
Qatar vs Bahrain
Indonesia vs Iran


29 Februari 2012
Iran vs Qatar
Bahrain vs Indonesia




Bulan Menjadi Biru Saat Krakatau Meletus 1883

(www.detikriau.wordpress.com) — Sejarah mencatat letusan dahsyat Gunung Krakatau pada Senin, 27 Agustus 1883. Para ilmuwan menyebut kekuatannya setara dengan 100 megaton bom nuklir atau setara 13.000 kali kekuatan bom atom yang meluluhlantakkan Hiroshima dan Nagasaki.

Suaranya menggelegar, terdengar sampai 2.200 mil (3.500 km) sampai Australia dan 4.800 km di Kepulauan Rodrigues dekat Mauritius. Langit gelap beberapa hari setelahnya. Dua pertiga bagian gunung tenggelam ke dasar laut, dan menciptakan gelombang tsunami yang menewaskan puluhan ribuan orang. Ombak pasang terpantau sampai Selat Inggris. 

Letusan Krakatau juga menciptakan fenomena angkasa. Lewat abu vulkaniknya. Abu yang muncrat ke angkasa, membuat Bulan berwarna biru.

Seperti dimuat situs Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), beberapa partikel abu Krakatau, memiliki ukuran 1 mikron (atau satu per sejuta meter), ukuran yang tepat untuk menghamburkan warna merah, namun masih memberi peluang bagi warna lain untuk menerobos. Sinar Bulan yang bersinar putih berubah menjadi biru, kadang hijau.

Bulan berwarna biru bertahan bertahun-tahun pasca erupsi. Kala itu, tak hanya Bulan yang penampakannya berubah. Orang-orang saat itu juga menyaksikan Matahari berwarna keunguan seperti lavender. Dan untuk kali pertama kalinya, awan noctilucent, awan yang sangat tinggi, membiaskan cahaya pada senja ketika matahari telah tenggelam, mengiluminasi dan menyinari langit dengan sumber cahaya yang tak tampak.

Abu membuat senja seperti terbakar. “Orang-orang di New York, Poughkeepsie, dan New Haven sampai menghubungi pemadam kebakaran, karena terlihat seperti ada kebakaran,” kata vulkanolog, Scott Rowland dari University of Hawaii.

Fenomena bulan biru juga terlihat pada 1983, setelah letusan gunung berapi El Chichon di Meksiko. Juga pasca letusan Mt. St Helens di tahun 1980 dan Gunung Pinatubo pada tahun 1991.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono, mengatakan letusan dahsyat Krakatau 1883 adalah yang ke dua yang terpantau sejarah.

Sebelumnya, Krakatau pernah meletus pada tahun 1416. “Neneknya Anak Krakatau yang meletus, juga sampai menimbulkan tsunami,” tambah dia.

Namun, tidak ada catatan pasti soal akibat letusan gunung yang diperkirakan setinggi 4.000 meter itu.

Pasca letusan 1883, Surono menambahkan, Krakatau lenyap. Lalu, muncullah Anak Krakatau pada tahun 1930-an. Sejak saat itu, si anak terus-menerus meletus. “Hanya pada tahun 1950-an, sedikit mengerem letusan, dua sampai empat tahun,” tambah dia.

Hingga tahun 2005, ketinggian Anak Krakatau terpantau sekitar 315 meter.  Saat ini aktivitas Anak Krakatau sedang tinggi, gempa vulkanis terjadi ribuan kali setiap harinya. Namun, Surono meminta masyarakat tak panik. “Yang meletus anaknya, bukan ibunya.”

• VIVAnews




LAMPUNG SIAGA AMUK KRAKATAU

Lampung (www.detikriau.wordpress.com) — Sebagai kabupaten yang paling dekat dengan Anak Krakatau, Lampung Selatan telah siap siaga mengantisipasi kemungkinan terburuk yang terjadi akibat aktivitas gunung yang meningkat tajam sejak medio September lalu. Bahkan, saat ini Krakatau telah berstatus siaga.
“Kami telah berkoordinasi dengan semua dinas terkait. Bahkan hari ini kami telah melakukan rapat koordinasi antara lain dengan Dinas Kesehatan, Dinas PU, Satgas Penanggulangan Bencana,” ungkap Sekretaris Kabupaten Lampung Selatan, Sutono.

“Pemerintah kabupaten menyiapkan satuan tugas (Satgas) yang ditempatkan di setiap kecamatan yang terdekat dengan Anak Krakatau. Juga disiapkan posko-posko tanggap darurat di desa-desa. Kami merekrut warga yang mau menjadi sukarelawan menjaga posko-posko tersebut,” lanjut Sutono.

Jumlah satgas atau taruna tanggap bencana terlatih yang disiapkan menurut berjumlah 60 orang. Sedangkan tim kesehatan terlatih ada 12 personil yang bekerjasama dengan puskesmas yang ada di tiap kecamatan.

Posko-posko tersebut terletak di 42 titik. Masing-masing diberikan alat telekomunikasi berupa radio handy talky untuk menyebarkan informasi-informasi terbaru mengenai aktivitas Anak Krakatau.

Selain itu, sejak satu setengah bulan lalu para camat dan kepala desa sudah diinstruksikan untuk melakukan sosialisasi ke warga tentang kondisi Anak Krakatau yang kini menjadi siaga. “Selain itu juga para camat dan kepala desa itu harus membuat dan menyosialisasikan jalur-jalur evakuasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.”

Selain itu, Sutono mengungkapkan, Pemkab Lampung Selatan telah menyiapkan gudang-gudang berisi stok makanan seperti mie instan. “Salain itu juga sudah disiapkan masker untuk penangkal debu vulkanik dan peralatan yang dibutuhkan untuk evakuasi. “Intinya, pihak kami telah siap untuk mengantisipasi bencana. Kami juga meningkatkan komunikasi dan informasi antar posko, sehingga bisa lebih mengantisipasi,” pungkasnya

Meski demikian, Sutono mengimbau masyarakat untuk tidak panik. “Karena aktivitas Anak Krakatau sekarang tidak akan menimbulkan tsunami atau gempa seperti tahun 1883 (saat Krakatau meletus), bahkan hingga 50 tahun ke depan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kecil kemungkinan Anak Krakatau meletus dahsyat. Apalagi, sampai menimbulkan tsunami yang konon dikabarkan sampai Jakarta. Jangankan Jakarta, jarak gunung dengan pantai di Lampung dan Banten sekitar 40-50 kilometer. “Sehingga kecil kemungkinan terpengaruh oleh letusan gunung.”(VivaNews)




Zionis hancurkan halaman Masjid Al Aqsho

AL QUDS (www.indragirinews.wordpress.com) – Masjid Al Quds diserang! Pasukan penjajah zionis yahudi Israel, Rabu (5/10/2011) menyerang masjid suci kaum Muslimin, Masjid Al Aqsho. Sebagaimana diberitakan Forum Syumukhul Islam, puluhan tentara penjajah, intelejen, dan polisi zionis menghancurkan halaman Masjid Al Aqsho Al Mubarok. Kaum Muslimin siaga satu!

 

Zionis yahudi Israel mengganas

 

Sudah menjadi sifat dan karakter yahudi, berbuat kerusakan di muka bumi. Mereka juga tidak henti-hentinya memusuhi dan mendzolimi kaum Muslimin. Bahkan kaum terlaknat ini berani menodai dan menyerang masjid suci dan dimuliakan oleh seluruh kaum Muslimin dunia, yakni Masjid Al Aqsho Al Mubarok.

 

Forum Syumukhul Islam melaporkan, pasukan penjajah zionis yahudi Israel, hari ini, Rabu (5/10/2011) melancarkan serangan ke Masjid Al Aqsho, tepatnya mereka menghancurkan halaman masjid suci tempat Nabi SAW., melakukan Isra dan Mi’raj.

 

Para perusak Masjid Al Aqsho terdiri dari para tentara penjajah, intelejen, dan para polisi zionis. Saksi mata dari dalam masjid mengatakan bahwa puluhan tentara penjajah zionis menghancurkan halaman Masjid Al-Aqsho dan menyebar di dalamnya dengan cara yang tak pernah dilakukan sebelumnya. Hal ini menunjukkan dan membuktikan bahwa mereka telah menetap di lokasi tertentu dan tampaknya mereka bersiap untuk melakukan keganasan tersebut.

 

Demi Haikal yang dijanjikan mereka rubuhkan Al Quds

 

Selain itu, mereka juga bersiap untuk melindungi para penduduk, yakni para perampok lahan, yahudi Israel, yang berniat untuk menyerbu masjid. Selain itu, juga sudah dikerahkan sejumlah tentara di pintu masuk tempat sholat.

 

Saksi mata juga mengatakan bahwa puluhan penduduk zionis terlihat di jalan Al Wad Street, mempersiapkan diri untuk berpartisipasi dalam mu’tamar yang diberi nama “Haikal yang Dijanjikan”, merujuk bangunan suci kaum yahudi zionis Israel, yang bangunannya mereka yakini berada persisi di bawah Masjid Al Quds. Untuk itulah, mereka bermaksud menghancurkan dan merubuhkan Masjid Suci kaum Muslimin, Masjid Al Quds. Kaum Muslimin siaga satu. Allahu Akbar! (M Fachry/arrahmah.com)




AKSES JALAN HIGHWAY KATANYA SUDAH DILAKUKAN PEMBEBASAN SEJAK TAHUN 1981.

www.detikriau.wordpress.com (Tembilahan) – Dari hasil pertemuan masyarakat Desa Sialang Panjang di Kantor Camat Tembilahan Hulu, Rabu (5/10/2011), diketahui lahan untuk pembuatan highway Tempuling Mandah sudah dibebaskan sejak tahun 1981 dengan rencana awal untuk pembangunan badan jalan Lintas Tembilahan, Kijang mati menuju Pekanbaru. Karena memang belum dipergunakan, saat itu oleh Camat, masyarakat sementara waktu diperbolehkan untuk memanfaatkan.

“Awalnya, rencana jalan itu adalah jalan Lintas Tembilahan, Kijang mati menuju Pekanbaru. Perencanaan itu memang sudah ada sejak tahun 1980-an. Hanya saja saya memang tidak mengetahui dimana ditetapkan lokasinya,” Jelas H. Usman Kasim yang menjabat sebagai Ketua LPM Desa Sialang Panjang.

Menurut pengakuan Kadus Sialang, Blok A, Hanafi, tahun 1981 memang sudah dilakukan pembebasan lahan.

“Rencana jalan itu, Sejak tahun 1981, masa Camatnya Pak Fahmi, memang sudah disepakati. Waktu itu sudah dilakukan pembebasan lahan untuk jalan, lebarnya 15 x 2 meter (30 meter.red). Kemudian dikucurkanlah dana pemerintah melalui Dana Bungdes senilai Rp. 750 ribu untuk pembuatan badan jalan. Sementara, untuk lahan yang belum dipergunakan, pihak pemerintah memang membenarkan masyarakat untuk memanfaatkan dengan catatan tidak membangun yang sifatnya permanen.” Sebutnya.

Jadi, ditambahkannya, untuk perkebunan warga yang kini memang berdiri diatas lahan yang sebelumnya sudah dibebaskan pemerintah namun kini sudah saatnya akan dipergunakan tentunya tidak perlu memintakan ganti rugi.

Tuntutan ganti rugi menurut Hanafi lagi, dalam pertemuan sebelumnya memang tidak ada terdengar. Waktu itu, kata Hanafi, warga yang rumahnya terkena hanya meminta solusi biaya pembongkaran.”Inikan kesepakatan yang Bapak-bapak nyatakan sendiri. Bukan kalimat dari saya,”paparnya sambil menunjukkan berkas surat pernyataan warga. (sayangnya surat pernyataan tersebut tidak dibubuhi tanggal yang jelas serta tidak terlihat tanda lain sebagaimana layakanya sebuah dokumen yang memiliki kekuatan secara hukum)

Pemuka masyarakat lainnya Desa Sialang Panjang, H.M.Nurani juga membenarkan. Dirinya meminta agar masyarakat sebaiknya tidak meributkan hal ini dan cukup dicarikan solusi ditingkat Desa.

“terbukanya akses jalan ini merupakan impian saya sejak dulu. Kini, melalui proyek HighWay Tempuling ke Mandah, Desa sialang panjang akan memiliki akses jalan ke daerah lainnya dengan mudah, terutama ke Kota Tembilahan. Jadi tolong kita berpikiran baik dan bersama-sama mendukung terwujudnya proyek ini,” Sebut Tokoh yang mengaku orang dari suku bugis pertama yang masuk ke Desa Sialang Panjang.

Bahkan dirinya menyebut, Kades saat ini,  (Matzam. Red) mungkin memang tidak mengetahui. Buktinya dirinya tidak tau, masak ia mau mebangun kebun sawit di atas tanah yang sudah diperuntukkan untuk jalan,” Sindirnya.

Warga meminta ada solusi dari pihak terkait terutama untuk masyarakat yang tempat bernaungnya juga digusur dan mereka jelas tidak memiliki harta lainnya.

“Bukan 100 persen tapi 1000 persen kami mendukung pembangunan, namun tolong beri kami sedikit solusi terutama untuk masyarakat yang memang tidak memiliki harta lain apabila yang mereka miliki saat ini juga dengan terpaksa harus dilepaskan.”Sebut seorang warga yang mengaku berprofesi sebagai tukang ojek.

Dari hasil pertemuan ini, diambil kesepakatan bagi warga yang rumahnya terpaksa dilakukan penggusuran dan memang tidak memiliki lahan lain, Kades Sialang panjang, Matzam dan Tokoh masyarakat, H.M. Nurani  merelakan sebahagian tanah miliknya untuk dipergunakan. Terkait hal-hal lainnya, pembicaraan kembali akan didudukan di tingkat musyawarah desa.

Yang patut untuk kita renungkan secara bersama, lahan yang katanya sudah dibebaskan sejak tahun 80an itu kenapa tidak disosialisasikan secara luas kepada masyrakat. Apalagi, yang katanya digolongkan sebagai pendatang baru di Desa Sialang panjang mengaku memperoleh tanah tempat tinggal mereka dari pemilik sebelumnnya dengan cara ganti rugi dan mereka juga memiliki dokumen resmi yang dikeluarkan oleh perangkat desa setempat.

Dalam hal ini tentu diperlukan adanya kearifan dari semua pihak karena pada hakikatnya, pembangunan itu sendiri ditujukan untuk kemakmuran masyarakat.(fsl)




Dukung Porda, Kadis PU Himbau Warga Tembilahan Jaga Kebersihan

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Kebersihan kota Tembilahan, tentunya harus makin ditingkatkan saat Pekan Olahraga Daerah (Porda) ke VII yang berlangsung pada 15-23 Oktober. Hal itu tidak terlepas untuk memberikan kesan positif terhadap tamu-tamu dari luar Inhil yang hadir dan mengikuti kegiatan Porda yang berlangsung hampir sepekan mendatang.

Untuk menjaga kebersihan kota Tembilahan tersebut, peran serta masyarakat tentunya yang paling utama. Sebab betapapun keras kerjanya Dinas PU, Kebersihan dan Pertamanan, tentu tidak akan membuahkan hasil maksimal, kalau memang masyarakat kota Tembilahan tidak mendukung upaya tersebut.

“Kebersihan kota Tembilahan, sangat bergantung dengan perilaku masyarakatnya. Betapun upaya keras kita dalam menjaga kebersihan, kalau masyarakat kurang mendukung, tentu tidak membuahkan hasil maksimal,”kata Kadis PU, , Selasa, (4/10).

Untuk itu menurut Nasir, ia mengajak masyarakat terutama di warga yang bermukim dilokasi pasar untuk selalu menjaga kebersihan dengan membuang sampah, apalagi sampah rumah tangga, di tempat sampah yang sudah disediakan. Kemaslah dengan rapi sampah yang ada, baru nanti dibuang, agar tidak berserakan di tempat sampah. Sebab, kalau berserakan, tentu menyulitkan para pekerja dalam membersihkannya.

Masih menurut Nasir lagi, selama ini warga sudah cukup mengerti akan hal ini. Yang masih agak sulit, adalah warga yang tinggal didekat lokasi pasar. Makanya sekali lagi, ia mengajak segenap lapisan masyarakat untuk memperhatikan persoalan ini. Upaya ini tidak lain dalam rangka, memberikan kesan positif kepada tamu yang hadir.

Ketika disinggung, apakah pihak PU tidak akan menambah jadwal pengambilan sampah dalam rangka peningkatan kebersihan, kata Nasir, “Tidak perlu. Sejauh ini apa yang dilakukan pihaknya sudah maksimal, tinggal lagi kesadaran dan pengertian msyarakat untuk menjaga kebersihan,” imbuhnya. (Nejad)