Disporabudpar Cari Putri Inhil 2011

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com)– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Inhil memeberikan kesempatan kepada wanita atau putri daerah untuk berkreasi menjadi Putri Inhil 2011.

Demikian dikatakan Kepala Disporabudpar, H Muctar T, melalui Kabid Kebudayaan Ritawati, kepda Wartawan Rabu (12/10). Ia menjelaskan, bagi putri daerah Inhil yang berminat dan mempunyai kriteria seperti yang dicari bisa langsung datang ke Kantor Disporabudpar dibagian yang dipimpinya.

“Yang jelas, kita mencari Putri atau Wanita, usia 15-23 tahun, berpenampilan menarik,” katanya menjelaskan.

Selain itu, kriterianya lanjut Ritawati, tinggi badan minimal 160 cm, memiliki berat badan yang propesional, memiliki kemampauan atau bakat Tari, Nyanyi, Puisi, Akting dan sebagainya. Serta memiliki wawasan dan kemampuan pengetahuan umum wilayah Riau, khusunnya kota Tembilahan.

“Mereka yang memiliki syarat seperti ini jangan segan-segan silahkan menghubungi kami,” tukas Ritawati.

Pemilihan  Putri Inhil, seperti ini menurutnya merupakan agenda tahunan Dinas, guna memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mereka yang benar-benar memiliki bakat. Dan bagi mereka yang terpilih akan dijadikan duta Inhil, di ajang  lebih tinggi, baik tingkat Provisi, Nasional dan Internasional sekalipun. (suf)




TUNTUT GANTI RUGI, PULUHAN WARGA SIALANG PANJANG TETAP NGOTOT BERTAHAN

Siang Panjang (www.kabar inhil.wordpress.com) – Sampai hari ini, rabu (12/10/2011) puluhan warga desa Sialang Panjang Kecamatan Tembilahan Hulu tetap bersikeras untuk tidak merelakan harta benda mereka yang menurut pihak pemkab termasuk dalam badan jalan pembangunan proyek HighWay Bandara Tempuling – Mandah yang sudah dibebaskan sejak tahun 1981 yang lalu. Warga mengaku tidak pernah mengetahui kalau lahan yang kini mereka miliki adalah asset Pemkab Inhil karena mereka memperolehnya dengan jalan ganti rugi dan mereka memiliki bukti kepemilikan yang ditandatangani aparatur desa setempat.

“Pokoknya apapun alasannya saya tetap akan mempertahankan harta peninggalan suami saya ini. saya mana tau kalau tanah yang saya miliki ini kepunyaan pemkab inhil yang kini akan dipergunakan untuk pembangunan jalan. Suami saya membelinya dari warga setempat dan memiliki bukti kepemilikan yang ditandatangani oleh aparatur desa setempat.” Terang seorang warga Siang Panjang, Hajrah ketika menghubungi kabarinhil  melalui sambungan selular, Rabu (12/10/2011)

Masih menurut pengakuan wanita yang mengaku telah didahului sang suami mengahadap ilahi ini, untuk proyek Highway tersebut, dirinya dengan terpaksa sudah merelakan warung kecil tempat berdagang yang terletak didepan rumah untuk dibongkar. Kini, kalau tempat berteduhnyapun diminta, dia mengaku tidak akan rela.”Kalau harus saya relakan, kemana saya harus pindah dan darimana saya mendapatkan biaya untuk semua itu. Saat ini, orang tua saya sudah uzur dan juga numpang berteduh dibawah pondok tua ini,” keluhnya dengan nada resah.

Seorang warga Sialang Panjang lainnya, Sakak,Ama.Pd, juga sangat merasa keberatan. Menurutnya, bukannya dirinya tidak mendukung dilaksanakannya pembangunan, tapi tentunya ada rasa keadilan. “Rakyat mana yang tidak mendukung adanya pembangunan kalau  memang untuk kepentingan bersama. Tapi, kalau pembangunan itu harus menimbulkan kesusahan rakyat, tentuya perlu untuk dicarikan solusi terbaik,” Ungkap Sakak yang berprofesi sebagai tenaga pengajar di SD 016 Desa Sialang Panjang ini.

Sakak mengaku dirinya sudah menetap di Desa Sialang sejak tahun 90 lalu. Asset yang kini bermasalah karena terkena ruas jalan pembangunan proyek jalan tersebut dulunya dibelinya dari H. Yahya (Ketua RT 04 sialang panjang. Red) dan surat keterangan ganti rugi juga telah disahkan oleh kepala desa setempat.”Jadi tolonglah kami diberlakukan adil. Kami tidak akan rela kalau tidak ada solusi yang jelas dan saling menguntungkan.” Jelas Sakak kembali mempertegas. (fsl)




KINERJA MEDIA CENTRE PORDA VII RIAU MENGECEWAKAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Update data perolehan medali untuk empat cabang olah raga yang sudah dipertandingankan sejak tanggal 9 Oktober kemarin hingga Selasa (11/10) tidak tepat waktu. Sedianya sesuai rencana, update data akan dilakukan 2 jam sekali, namun kenyataannya, sejak Ahad (9/10), media center Porda baru melakukan tiga kali update.

 

Petugas di media center beralasan mereka tidak menerima data dari panitia bidang pertandingan, maupun koordinator cabang olah raga. ‘Kami juga kesulitan Bang, data tidak ada masuk dari masing masing koordinator ,’ keluh salah seorang petugas di media center, Selasa semalam.

 

Berdasrakan informasi yang diterima Riau Pos, peringkat Kontingen kabupaten/kota sudah banyak berubah setelah sehari pertandingan cabor Karate, Pencak Silat, Takraw dan Takwondo. Diantaranya Siak masih menduduki peringkat  1, kemudian Inhil dari peringkat 5 sudah naik ke rangking 2. Hanya saja panitia bidang pertandingan hingga Selasa (11/10) sekitar pukul 20.00 wib belum terlihat di secretariat Media Center untuk mengesahkan data perolehan medali sementara.

 

Sekum KONI Inhu, Jumiihardi Jamil yang sempat dikonfirmasi  juga mengakui sudah adanya penambahan medali kontingen Inhu. Meski belum mendapatkan emas, kontingen Inhu setidaknya sudah mengantongi sebanyak 1 perak dan 5 medali perunggu.

 

Panitia Bidang Pertandingan Porda VII Riau, Mukhtar T, berkali kali dihubungi via telepon selulernya tidak merespon sama sekali. Padahal sebelumnya Selasa sore, sejumlah panitia di Sekretariat menyampaikan bahwa update data dilakukan pukul 20.00 wib.

 

Indra, awak salah satu media di Riau, saat ditemui di ruang media center juga mengeluhkan tidak adanya update data di media center. Padahal kantor berita tempat Ia bekerja sudah berkali kali meminta data perolehan medali terbaru untuk di rilis.‘Udah sering saya masuk ke media center tapi data tidak ada perubahan,gimana ini,’ ujar Indra mengeluhkan.(fat) media center tapi data tidak ada perubahan, gimana ini,’ ujar Indra mengeluhkan.(rul/kic)




Tifatul: Pulsa Konsumen Bisa Dikembalikan

Jakarta (www.detikriau.wordpress.com) – Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring mengatakan konsumen bisa mendapatkan kembali pulsa yang ‘disedot’ oleh operator nakal. Hal itu diatur dalam Peraturan Menkominfo No 1 tahun 2009 tentang Pelayanan Jasa Pesan Premium.

“Ada kemungkinan dikembalikan (pulsa-red). Di perjanjian itu ada ganti rugi. Itu kan perlindungan konsumen. Di Peraturan Menteri no 1 tahun 2009 juga ada, dia harus mengganti rugi, sampai pidana,” ujar Tifatul.

Hal itu disampaikannya usai rapat kerja antara Komisi I DPR dan Menkominfo Tifatul Sembiring. Rapat di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/10/2011) malam, ini juga dihadiri oleh BRTI dan sejumlah petinggi perusahaan operator, seperti Telkom, Indosat, XL dan Axis.

“Saya besok akan mem-follow up, Kemenkoinfo akan mengkoordinasikan, operator, BRTI, usut yang mana harus diganti, yang mana harus dipulangkan pulsanya, yang mana harus ditahan karena nakal,” ujarnya.

Sementara black list perusahaan yang nakal, lanjut Tifatul, bisa dilakukan bila perusahaan itu melakukan beberapa kali pelanggaran. Sanksi berupa penutupan izin juga bisa diberikan. Namun bukan berarti persoalan tersebut berhenti dalam penutupan izin karena perusahaan tersebut bisa berganti nama kemudian beroperasi lagi.

“Mereka bisa ganti-ganti nama dan itu jadi salah satu masalah di IT. Sama juga masalah-masalah kita terkait konten internet seperti di Facebook, Twitter. Itu harus kita kejar terus, enggak berhenti. Kita bekerja terus setiap hari,” tutup Tifatul.(detiknews)




LIMA PEMAIN ASING RESMI JADI WNI

Berasal dari Nigeria dan Belanda

www.detikriau.wordpress.com (Jakarta) — Lima calon pemain naturalisasi telah resmi menjadi Warga Negara Indonesia, Senin, 11 Oktober 2011. Kelimanya mengucapkan sumpah setia kepada Merah Putih di Kanwil Kemenhumkam, Jakarta, Senin, 11 Oktober 2011.

Dua pemain berasal dari Nigeria, yakni  Greg Nwokolo dan Victor Chukwuekezie Igbonefo. Keduanya sudah lama bermain di Indonesia. Greg musim lalu bermain untuk klub Persija Jakarta, sedangkan Victor bermain untuk Persipura Jayapura.   

Sementara itu, tiga pemain lainnya berasal dari Belanda, yakni Jhon van Beukering, Stefano Lilipaly, dan Tonnie Cussel. Ketiga pemain ini berasal dari berbagai klub yang berlaga di kompetisi sepak bola Belanda.

Kepala Dinas Pelayanan Hukum dan HAM Kemenkumham, Audy Murfi, mengaku proses naturalisasi kelima pemain tersebut cukup memakan waktu. Pasalnya, permohonan menjadi warga negara harus melalui proses hingga ke meja Presiden.

“Memang prosesnya seperti ini. Waktunya panjang karena harus sesuai dengan undang-undang. Semua melewati proses dan tahapan sebelum sampai ke Presiden,” ujar Audi usai pengambilan sumpah, Senin, 11 Oktober 2011.

Program naturalisasi pemain sudah berjalan sejak PSSI masih dibawah kepemimpinan Nurdin Halid. Setidaknya ada dua pemain yang menjadi pioner proses ini. Mereka adalah Christian ‘El Loco’ Gonzales dan Kim Jefrrey Kurniawan.

El Loco saat ini masih membela timnas senior proyeksi Pra Piala Dunia (PPD) 2014. Sedangkan Kim baru dicoret dari timnas U-23 proyeksi SEA Games 2011.

Meski sudah berganti kepengurusan, program naturalisasi ini terus berjalan. Dua pemain asal Belanda, Ruben Wuarbanaran dan Diego Michiels akhirnya menyusul jadi WNI. Keduanya juga diproyeksikan memperkuat timnas U-23. Namun dari dua nama ini, hanya Diego yang sampai saat ini masih bertahan. Vivanews




Iven Porda, Tenaga Medis Siaga 24 Jam Penuh

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com)  – Selama Porda ke VII di Tembilahan berlangsung, Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil menyiagakan Posko Kesehatan selama 24 jam penuh yang berlokasi di jalan Gajah Mada, termasuk juga mensiagakan Puskesmas jalan Gajah mada.

Hal ini diungkapkan Kadis Kesehatan Kabupaten Inhil Rasul Alim, Senin, (10/10). Dijelaskannya, selain itu,  pihak dinkes juga menstanbaykan Puskesmas jalan Gunung Daek Kelurahan Tembilahan dan jalan Sederhana Tembilahan hulu, mulai 7.30- 17.30.

Terutama dalam rangka melayani kesehatan seluruh kontingen Porda, Dinkes juga mensiagakan 10 unit mobil ambulance. Ditambah 1 unit tim medis untuk  dipelayanan di venues pertandingan. “Disetiap venues selain ada  tim medis yang kita siapkan, kita juga akan menyiapkan klinik,” terang mantan Dirut RSUD Puri Husada tersebut.

Ketika didinggung, apakah sejauh ini ada keluhan dari para kontingen yang mengikuti Porda, menurut Rasul, “Belum ada. Kita berharap  seluruh peserta kontingan yang datang dapat menjaga kesehatan dengan baik. Lebih-lebih atlit, agar nantinya saat menghadapi pertandingan bisa mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik mereka,” pintanya. (Njd)