POL PP TAJA DIKLAT BANPOL TINGKAT DESA

TEMBILAHAN (www.detikriau.wodpress.com)– Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Indragiri Hilir, taja Pendidikan dan Latihan (Diklat) Banpol (Bantuan Polisi) Pamong Praja untuk tingkat desa dan Kelurahan se Kecamatan  Kabupaten Inhil.

Pelaksanaan Diklat untuk pembukaannya digelar di Aula Hotel Telaga Puri, dan akan dilaksanakan selama satu Minggu, mulai dari tanggal 21 hingga 28 Nopember mendatang, yang diikuti sebanyak 40 Anggota Sat Pol PP dari masing-masing dari utusan desa dan  Kelurahan  se Kabupaten Inhil.

 

Dalam sambutannya sebelum membuka acara tersebut, Sekertaris Daerah Kabupaten Inhil H.Alimuddin RM menyebutkan bahwa melalui Pendidikan dan Latihan (Diklat) bagi anggota Bantuan Polisi untuk tingkat desa dan Kelurahan, hendaknya nanti dalam menjalankan tugas didaerah dapat bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Sat Pol PP.

 

Selain itu, Sekda didepan peserta Diklat juga berharap bagi seluruh Anggota Banpol PP, juga harus mampu bekerjasama dengan aparat hukum lainnya, seperti Kepolisian, TNI, dan pihak Kejaksaan, dalam usaha untuk menciptkan ketertiban dan keamanan pada wilayah masing-masing.

 

“Saya berharap bagi seluruh Banpol PP yang mengikuti Diklat, nantinya harus bisa bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Sat Pol PP, selain itu dalam usaha  untuk menciptakan rasa keamanan dan ketertiban di masyarakat, harus bisa menggalang kerjasama yang baik dengan aparat hukum lainnya” tegas Sekdakab Inhil Alimuddin RM, Senin (21/11)

 

Kasat Pol PP Indragiri Hilir Martha Haryadi dalam amanatnya mengakatakan tujuan dari dilakukan program Diklat sesuai dengan DPPA SKPD Sat Pol PP Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2011, dintaranya untuk meningkatkan kinerja Banpol PP Desa dan Kelurahan, dalam melaksanakan tugas dilapangan menjaga ketertiban umum, ketentraman masyarakat, dan penegakan peratutan daerah

 

“Tujuan dilakukan Diklat bagi Banpol PP Desa dan Kelurahan, untuk meningkatkan kinerja dilapangan, dalam penegakan peraturan daerah serta ikut menjaga ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, serta kemampuan aparat Banpol yang berwawasan profesional” sebut Kasat Pol PP Martha Haryadi

Sedangkan untuk yang mengisi materi selama berlangsungnya kegiatan Diklat akan disampaikan oleh beberapa instruktur antara lain Sekdakab Inhil Alimuddin RM, Polres Inhil serta Kodim 0314 Indragiri Hilir.(fsl)




FPTI KAB. INHIL TAJA PERLOMBAAN OCC I

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Dalam rangka menjaring bibit-bibit atlit dan menumbuhkembangkan kecintaan masyarakat terhadap olehraga panjat tebing, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Indragiri Hilir melaksanakan perlombaan Open Climbing Competition I. Kegiatan ini dilaksankan di Arena panjat tebing jalan gadjah mada dan dibuka oleh Bupati Inhil, Indra M Adnan yang diwakili Kepala BPMPPD Kab. Inhil, H. Edy Syafwannur. Sabtu (19/11/2011).

Dalam kata sambutannya, H.Edy Syafwannur berharap kegiatan ini kelak akan melahirkan atlit-atlit panjat tebing Inhil yang handal.

“Mewakili Pemkab Inhil, saya menyambut baik diadakannya kegiatan ini. Kita berharap, melalui kompetisi ini kelak akan mampu melahirkan atlit-atlit handal yang akan mampu mengharumkan Kab. Inhil sampai ke tingkat Nasonal bahkan dunia.”Ujar H. Edy yang sekaligus menjabat sebagai Dewan Pembina FPTI Kab. Inhil ini.

Dalam kesempatan ini, dirinya juga berharap agar olehraga ini terus dikembangkan dan tidak hanya sebatas di Kabupaten tapi sampai ketingkat kecamatan-kecamatan di Kabupaten Inhil.

Menurut ketua panitia pelaksana, M. Heru Nugraha, kompetisi yg diadakan oleh Pengurus Kabupaten FPTI Inhil ini bertujuan antara lain untuk memasyarakat olahraga panjat tebing itu sendiri dan sekaligus sebagai sarana untuk mencari bibit-bibit atlit panjat tebing, “Kompetisi kali ini diikuti sebanyak 44 peserta terdiri 30 putra dan 14 putri yg berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa dan umum. Sedangkan cabang yg dipertandingkan terdiri dari dua cabang yaitu cabang rintisan dan Toproof. Kompetisi berlangsung selama dua hari dari tgl 19 s/d 20 November 2011.(fsl)




DINAS PU BANTAH PROGRESS MULTIYEAR TEMPULING – MANDAH BARU 3 PERSEN

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Indragiri Hilir, Ir. H,M. Nasir membantah bahwa perkerjaan paket 2 jalan highway mandah – tempuling yang menghubungkan Desa Belantaraya dan Desa Tokolan yang dikerjakan PT. Waskita Karya progressnya baru mencapai tiga persen.

“Pelaksanaan dilapngan sudah diatas angka yang dewan sebutkan. Kalau nantinya pekerjaan jembatan sudah terselesaikan nilai pekerjaan sudah sesuai dengan pengambilan uang muka,” Tegas Nasir ketika dikomfirmasikan melalui sambungan telepon selularnya.

Pihaknya, Kata Nasir, sangat berkeyakinan PT. Waskita akan mampu menyelesaikan kedua paket pekerjaan tersebut sesuai ketentuan.”Dengan sisa waktu pekerjaan yang masih ada, kita yakin rekanan akan mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai kesepakatan yang telah ditentukan. Sesuai laporan yang saya terima dari rekanan, saat ini mereka fokus pada pembangunan fasilitas jembatannya dengan tujuan apabila pekerjaan jembatan bisa terselesaikan terlebih dahulu tentunya akan lebih mempermudah memobilisasi material kelokasi pengerjaan proyek.”

Bahkan menurut keterangan yang diterima Nasir, saat ini matrial untuk pembangunan jembatan penghubung seperti untuk jembatan sungai belantaraya yang ukurannya relative panjang sudah masuk. Kalu nanti pekerjaan pembangunan jembatan ini sudah terselesaikan, maka progress pekerjaan sudah sesuai dengan pekerjaan. (fsl)




TRUK PT RBH RESAHKAN WARGA DAN BIANG KEROK KECELAKAAN LALIN

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Warga Kecamatan Kempas dan Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir mengeluhkan aktifitas pengangkutan batubara milik PT. Riau Bara Harum (RBH). Warga menuding, aktifitas perusahaan ini sebagai biang penyebab rusaknya jalur lalulintas darat dan menjadi biang kerok tingginya jumlah kecelakaan lalu lintas.

 

Menurut penuturan warga Kecamatan Kempas, Agussalim, kondisi jalan provinsi yang melintasi kedua Kecamatan itu kini kondisinya rusak parah bahkan kalau sedang turun hujan, beebrapa ruas jalan menjadi kubangan lumpur dan saat musim kemarau, alamt setiap hari warga mendapat suguhan debu.

 

“Bagaimana tidak rusak pak, setiap hari ratusan truk berbobot sekitar 30 Ton mondar-mandir mengangkut batubara milik perusahaan RBH. Kini kerusakan parah sudah dirasakan mulai dari KM 5 Desa Baga Jaya sampai Desa Pengalehan Kecamatan KEritang.”Ujar Agus memberikan keluahan melalui sambungan telepon selularnya,Jum’at (18/11)

 

“Kompoi kendaraan truk angkutan Batubara ini bahkan sering menimbulkan bahaya bagi pengguna jalan lainnya. Akibatnya kini tingkat kecelakaan truk angkut ini dengan kendaraan warga sangat sering terjadi. Kami sebenarnya sudah bosan menyampaikan masalah ini karena tidak juga ada penyelesaian yang jelas.”Ujarnya.

 

Di Kecamatan Keritang, kerusakan yang paling parah terjadi diruas jalan Desa Sungai Enau. Kerusakan mulai terjadi dari perbatasan Desa Harapan Tani dengan Desa Teluk Kelasa, Kecamatan Keritang,” sebut Udin, warga Kecamatan Keritang.(fsl)




KASUS PEMBUNUHAN ASWIN, BATU UJIAN KEPEMIMPINAN AKBP Dedi Rahman Dayan

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Kapolres Inhil yang baru dilantik, AKBP Dedi Rahman Dayan didesak untuk segera menuntaskan “PR” pembunuhan terhadap Aswin yang jasadnya ditemukan mengapung diperairan Desa Sungai Luar dalam kondisi yang sangat menyedihkan. Sebagai petinggi baru dijajaran kepolisian Kabupaten Inhil, kasus ini dapat dijadikan batu ujian terhadap kecakapan dirinya sebagai seorang pimpinan di instansi pengayom masyarakat ini.

 

Desakan ini disampaikan oleh Ketua Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) Kabupaten Indragiri Hilir ( Kab. Inhil). Irwandi. “Kalau kita cermati, pembunuhan secara sadis kepada saudara kami Aswin ini jelas sebuah kasus pembunuhan yang telah direncanakan. Kita tentunya sangat berharap Kapolres yang baru dapat secepatnya mengungkap pelaku pembunuhan. Ini “PR” bagi Kapolres untuk membuktikannya kepada masyarakat Inhil,” Tantang Irwandi.

 

Jasad Aswin yang ditemukan warga pada Minggu (13/11) lalu sekira pukul 17.40 Wib di perairan Desa Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka terlihat begitu memprihatinkan. Besar dugaan korban tewas akibat pembunuhan, saat ditemukan, kondisi matanya melotot, kedua tangan serta kedua kakinya terikat seutas tali. Sedangkan mulutnya ditutup plaster perekat berwarna hitam, serta bagian kepala ditutup dengan sebuah karung berwarna putih. Bahkan, pada tubuh korban dibagian paha serta pada punggung juga terlihat adanya bekas tusukan senjata tajam.

 

Kapolsek Batang Tuaka, Ipda R Nababan mengaku masih mendalami serta melakukan penyelidikan atas kasus pembunuhan tersebut. Pihak kepolisian juga masih melacak keberadaan isteri korban, karena sejak kejadian, keberadaannya juga sudah tidak lagi diketahui.
“Saat ini kita terus lakukan pengembangan dan menyelidiki lebih lanjut, beberapa saksi telah kita periksa termasuk abang dan anak korban Nando. Isteri korban yang saat ini tidak berada lagi dirumah merupakan saksi kunci peristiwa ini,” sebut Kapolsek. (fsl)




Kapolres Baru, PWI dan AJI Minta Terjalin Kemitraan Lebih Erat dengan Jurnalis

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indragiri Hilir mengharapkan dengan bergantinya pimpinan Polres Inhil dapat terjalin kemitraan yang erat dengan kalangan jurnalis di Indragiri Hilir.

 

Pernyataan ini dikemukakan dua organisasi pers ini, karena  selama kalangan pers liputan Indragiri Hilir merasa akses informasi dengan kalangan kepolisian belum begitu terbuka dan terjalin dengan baik.

 

“Kita tentunya berharap dengan kepemimpinan Kapolres Inhil yang baru ini, maka dapat terjalin kemitraan dan akses informasi yang lebih terbuka kepada kalangan wartawan yang bertugas di Inhil,” ungkap Wakil Sekretaris PWI Perwakilan Inhil, M Yusuf kepada, Jum’at (18/11/11).

 

Lanjutnya, padahal antara pihak kepolisian dan kalangan wartawan harus terjalin komunikasi yang bagus dan akses informasi yang lebih terbuka. Sehingga jika ada permasalahan yang perlu dikonfirmasikan kalangan wartawan dapat direspons dengan baik oleh jajaran kepolisian.

 

Hal senada juga dikemukakan M Faisal, AJI Pekanbaru Perwakilan Indragiri Hilir. Ia mengakui bahwa selama ini memang kalangan wartawan liputan Inhil merasakan kurangnya ‘kedekatan’ dengan jajaran kepolisian, padahal antara wartawan dan kepolisian harus terjalin hubungan yang sinergis, terutama dalam pemberitaan yang terkait penegakan hukum di Inhil.

 

“apapun sebutannya, kemitraan kepolisian dengan pers sudah merupakan suatu keharusan. Sebagai aparatur Negara yang mengemban amanah denngan predikat pengayom masyarakat, tentunya tidaklah berlebihan seluruh aktifitas kepolisian dapat terpublikasi secara terbuka agar masyarakat mengerti sejauhmana peran dan fungsi yang telah dijalankan abdi pengayom masyarakat ini.” Ujar Faisal.

 

Dirinya beralasan, dengan kedekatan, pers tentunya lebih dapat menyampaikan secara objektif kepada publik melalui media mengenai berbagai kebijakan dan kegiatan Polres Inhil dalam penegakan hukum  dan penanganan tindak kejahatan di Inhil. (njd)