DEWAN MINTA SKPD TEGAS TEGAKKAN ATURAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) — Tahun anggaran 2011 telah beberahir. Sayangnya, berakhirnya tahun anggaran tersebut masih menyisakan beberapa pekerjaan proyek yang tidak selesai pekerjaannya. Salah satunya adalah jalan Grilya di Kelurahan Tembilahan Hulu. Dewan meminta SKPD berikan sanksi secara tegas sesuai aturan yang ada.

Jalan Grilya yang akan diperbaiki tersebut membentang mulai dari Parit 9 hingga ke Parit 7. Dimana penimbunan ruas jalan tersebut bersamaan dengan jalan Sederhana di Kelurahan yang sama dan bebera ruas jalan lainnya. Sementara itu jalan Sederhana selesai pengerjaannya hingga dilakukan pengaspalan hotmik pada malam tanggal 30 Desember yang lalu. Sedangkan jalan Grilya tidak, berkemungkinan baru akan dilakukan hotmik tahun 2012 mendatang.

Kondisi itu itu tentunya membuat kecewa warga yang ada di kawasan tersebut. Sebab kondisi jalan yang ada sekarang terus terang sudah cukup mengganggu. Disaat panas, kondisi jalan jadi berdebu, hingga menggangu aktivitas warga, terutama mereka yang memiliki rumah di tepi jalan dan kebutulan memiliki usaha.

“Mau tidak mau, kita terpaksa harus rajin menyiram jalan. Sebab kalau tidak lihat sendiri bagaimana dagangan saya jadi berdebu seperti ini. Makanya kita sangat kecewa, kenapa hingga akhir tahun pelaksanaannya tidak juga rampung dikerjakan,” kata Anto salah seorang warga jalan Grilya, Selasa, (3/1).

Salah seorang pekerja ketika sempat diwawancarai saat pengerjaan Hotmik di jalan Sederhana mengungkapkan, bahwa pengerjaan hotmik untuk jalan Grilya tidak bisa dilakukan, karena waktu pelaksanaan akan segera berahir. Makanya ditahun mendatang baru akan dilakukan.

“Waktu sudah hampir habis, makanya kami hanya mampu menyelesaikan pekerjaan hotmik untuk jalan sederhana saja,” ujar pekerja tersebut.

Sementara itu Ketua Komisi III Edi Gunawan, ketika dimintai tanggapannnya terkait dengan tidak selesainya pekerjaan oleh rekanan kontraktor mengungkapkan, bagi yang mereka tidak sanggup menyelesaikan pekerjaan, sesuai dengan aturan yang berlaku, maka kontrak kerjanya akan diputus. Untuk itu ia mengharap SKPD harus berkomitmen dalam melaksanakan aturan.

“Siapapun rekanan yang melaksanakannya, kalau memang sampai akhir tahun pekerjaan tidak rampung, ya harus diputus kontraknya karena memang itu ada aturan yang berlaku. Untuk itu SKPD harus menjalankan aturan yang ada,” katanya. (Suf)




PLN LAHANG KECAMATAN GAS DITENGGARAI LAKUKAN PRAKTIK PUNGLI.

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Masyarakat Desa Lahang Kecamatan Gaung, Ramli mengeluh, pasalnya, setelah melakukan pembayaran sebagai syarat untuk menjadi pelanggan PLN, walau jumlah yang dibayarkan terbilang sangat tidak wajar namun sampai hari ini pemasangan yang dijanjikan itu belum juga direalisasi. Ditenggarai, pihak PLN Desa Lahang  juga lakukan praktik pungli bagi calon pelanggan baru.

“setahu saya ada 50 orang calon pelanggan baru PLN didesa kita. Sebahagian besar sudah melakukan pembayaran sebesar Rp. 5,2 sampai Rp. 6 jt dan tanpa diberikan tandaterima pembayaran. Anehnya, setiap kali kami mau memintakan bukti pembayaran ini, dengan berbagai dalih, petugas selalu mengelak. Lebih mirisnya, pemasangan sampai hari ini belum juga dilakukan,” Ujar Ramli ketika menghubungi melalui sambungan telepon selularnya, Selasa (3/1)

Menurut Ramli, pembayaran telah mereka lakukan sejak bulan januari 2011 lalu dan diterima langsung oleh “alon” salah seorang petugas PLN Lahang. “Kini masyarakat sudah mulai tidak sabar pak. Kita hanya memintakan kepastian kemana uang kami dan kapan penyambungan itu direalisasikan,” Tanya Ramli.

Terkait permasalahan ini, melalui sms dan tanpa merasa bersalah, kepala PLN sub ranting lahang Kecamatan Gaung, Hutabarat membenarkan adanya pungutan Rp.5jt per pelanggan ini. Menurutnya, hal ini dilakukan untuk membayarkan Biaya Pemasangan (BP) ke Kantor PLN Ranting Tembilahan.

“Dari Tembilahan saya disuruh setor BP. Apa yang mau saya setor, makanya dikumpulkan dulu sebanyak 50 pelanggan Rp. 5 juta baru disetor secara kolektif ke Tembilahan. Bukti pembayaran diterima setelah disetor ke tbh. Begitu pak, terimakasih,” Tulis hutabarat melalui pesan singkat. Selasa (3/1)

Ketika kembali dipertanyakan, atas dasar apa dan perintah siapa pengenaan biaya Rp. 5 juta perpelanggan. Pertanyaan ini sampai berita ini diturunkan tidak pernah dibalas.

Dalam hearing digedung DPRD Inhil Agustus 2011 lalu antara Pihak PLN Ranting Tembilahan, Dinas Pertambangan dan Energi bersama Komisi III DPRD Inhil, manajer PLN Ranting Tembilahan, Desril Naldi menyatakan bahwa biaya pasang baru yang disetorkan kenegara untuk 900 KVA hanya sebesar Rp. 675 ribu serta untuk 1300 KVA hanya sebesar Rp. 975 ribu. Lantas biaya yang dipungut bagi pelanggan baru di Desa Lahang baru untuk 900 KVA dikenai biaya sebesar Rp. 5jt ini apa dasarnya?(fsl)




DENGAN SWADAYA PASAR KERITANG RAIH PERINGKAT 3 TERBAIK SE-INDONESIA

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Kepala Bidang PUEM pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Indragiri Hilir, Syofyan Nur, S.Sos.MP membenarkan bahwa Pasar Desa Keritang, Kecamatan Kemuning telah berhasil mendapatkan penghargaan sebagai pasar tradisional  terbaik ketiga diseluruh Indonesia.  

“benar pak. Kita menerima penghargaan November 2011 lalu. Alhamdulillah. Saya berharap apa yang telah berhasil diraih oleh pasar keritang hulu ini dapat menjadi contoh yang baik bagi pasar-pasar tradisional lainnya khususnya di Inhil ini,”Ujarnya ketika dikomfirmasi melalui sambungan telepon selularnya,selasa (2/1).

Dari penuturan, Syofyan, ada beberapa indikator yang dijadikan patokan pemilihan pasar tradisional. Seperti, organisasi dan kelembagan pasar yang terbagi lagi dalam sub indikatornya seperti, kelembagaan pasar desa yang ada di desa, Tupoksi, jumlah pengelola pasar desa dalam strukturnya, program kerja pengelolaan pasar desa dan pendidikan pengelolaan pasar desa secara keseluruhan.

Kemudian indikator lainnya adalah Administrasi pengelolaan pasar desa beserta sub indikatornya, selanjutnya Indikator peran pemerintah desa terhadap pasar desa, prasarana dan sarana pasar desa, lingkungan pasar desa, jumlah pedagang, dan terakhir adalah jumlah pendapatan pasar desa juga beserta bebrapa indikator.

“Dari semua penilaian, ternyata pasar keritang mendapatkan nilai yang cukup baik. Buktinya ya itu tadi, kita berhasil duduk diperingkat tiga pasar tradisional terbaik seluruh indonesia setelah Pasar Desa Kajang Kecamatan Sawah Kabupaten Madiun provinsi Jawa Timur pada peringkat pertama dan Pasar Desa Tanah Baru Kecamatan Karawang Tengah, Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah,” Kata Sopyan.

Pasar Keritang Hulu terletak di jalan lintas timur Km 272, Desa Keritang Kecamatan Kemuning. Pasar ini berdiri sejak tahun 1990 dengan status tanah hibah seluas 8000m3 dengan luas bangunan 1260 M2. Hebatnya, bangunan pasar ini seluruhnya didanai dengan cara swadaya oleh masyarakat setempat.”Artinya tingkat kemakmuran secara ekonomi masyarakat desa keritang hulu sudah sangat baik,” Ujarnya mengakhiri. (fsl)




Wabup Pimpin Rapat Evaluasi Awal Tahun

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Senin ( 2/1), bertempat di Balai Utama Kantor Bupati Kabupaten  Inhil, Wakil Bupati Indragiri Hilir, H. Rosman Malomo, SH, MH, memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi Awal Tahun 2012. Hal itu dilakukan dalam rangka untuk mengetahui hingga sejauh mana pencapaian yang telah dilakukan terkait dengan program dan kebijakan yang sudah dilaksanakan.

Dalam Rakor tersebut Wabup juga didampingi oleh Sekretaris Daerah Alimuddin RM, Para Asisten, dan Staf Ahli Bupati Kabupaten Indragiri Hilir. Rapat Evaluasi dan Koordinasi ini turut dihadiri oleh seluruh Kepala SKPD, Kepala Kantor, dan Kepala Bagian Sekretariat Daerah Kabupaten Indragiri Hilir.
Melalui Kabag Humas, Ridwan Ahim S.Sos, M.Kes, Wakil Bupati Indragiri Hilir menyampaikan secara makro apa yang telah kita lakukan di 2011. Apakah itu menyangkut dengan keberhasilan maupun adanya kekurangan-kekurangan dari seluruh aspek kehidupan, baik secara ekonomi, pembangunan, kemasyarakatan dan kepemerintahan.

“Kegiatan ini hendaknya dijadikan sebagai acuan untuk instropeksi guna perbaikan dan peningkatan kinerja di tahun 2012. Sehingga kedepan apa yang dilakukan dapat lebih baik dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, H. Alimuddin RM, SH, MP, juga mengevaluasi secara umum seluruh SKPD, Kantor, Bagian di Setda Kabupaten Inhi, serta seluruh jajaran Pegawai Negeri Sipil di tahun 2011.

Dalam kesempatan itu ia  mengharapkan agar Abdi Negara dan Abdi Masyarakat untuk dapat lebih meningkatkan kecintaan terhadap tugas-tugas dan wewenang yang telah diberikan. Pada akhirnya dapat turut meningkatkan kinerja organisasi, di antaranya untuk tetap disiplin, meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Dengan itu apa yang menjadi Visi dan Misi kita bersama, yaitu Indragiri Hilir Berjaya dan Gemilang 2025 yang menjadi tanggungjawab kita bersama dapat terwujud sesuai dengan harapan,”imbuhnya.

Terakhir, Sekda juga mengharapkan segala yang telah dilakukan dan dikerjakan di 2011 dapat dijadikan pedoman ke depan agar lebih baik, dan terus meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan. (Suf)




Tujuh Rumah Petak Jalan Sapta Marga Ludes Terbakar

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Tujuh unit rumah petak warga di permukiman padat penduduk lorong Rahmat jalan Sapta Marga Tembilahan Hulu milik H Mukhtar (45), Minggu (1/1) sekira pukul 21.45  WIB ludes dilalap si jago merah. Berutung akibat kejadian itu tidak terdapat korban jiwa, namun diperkirakan kerugian mencapai Rp 200 jutaan.

Berdasarkan keterangan warga pada malam itu, lorong Rahmat dalam keadaan seperti biasa tidak ada tanda-tanda yang aneh. Namun setelah mendengar ada teriakan dari sekitar lokasi kebakaran, warga yang semulanya sudah mulai beristirahat langsung berhamburan keluar rumah untuk mendapati sumber teriakan meminta tolong bahwa telah terjadi kebakran.

“Saat itu saya sedang menionton Tv di dalam rumah, tapi tiba-tiba saya mendengar suara teriakan keras sekali yang bersumber dari sebelah rumah saya,” certita saksi kejadian yang juga  rumahnya menjadi korban kebakaran Yuliandra (35).

Keterangan saksi selanjutnya, dirinya bergegasan keluar rumah dan melihat api tersebut sudah membesar tepatnya di rumah Ujang (45) salah seoarang korban. kemudian saksi menyambung terikan meminta pertolongan kepada warga lain untuk keperluan membantu pemadaman api yang sudah mulai berkorban.

Api baru dapat dipadamkan warga sekira 2 jam setelah peristiwa itu terjadi. Dengan menggunakan peralatan seadanya warga membaur untuk menjinakan si jago merah yang mulai mengganas alhasil tepat apada pukul 22.30 WIB api secara umum sudah mati, namun masih terdapat bara-bara.

Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, melalui Kapolsek Tembilahan Hulu AKP Zaider Regasa membenarkan kejadian tersebut. Dikatakanya pada saat ini pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti untuk kepentingan penyelidikan.

“Benar kejadian itu, namun kita belum bisa menyimpulkan penyebap kebakaran. Sejauh ini masih dalam proses penyelidikan oleh tim kita,” ungkap Kapolsek Termbilahan Hulu Zaider saat dikomfimasi melalui telepon genggamnya Senin (02/1).

Adapun 7 korban kebakaran tersebut yakni Yliandra (35), Ujang (45), Tarmizi (50), Siah (25), Herman (45),  Adi (30) dan terakhir Sinto (45), warga lorong Rahmat jalan Sapta Marga Tembilahan Hulu. (Suf)




TARMIJI RUBUH BERSIMBAH DARAH DI HALAMAN KANTOR MAPOLRES INHIL

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Ulah nekad Tarmiji (40) membuat kantor Mapolres Inhil heboh. Laki-laki yang belakangan diketahui berasal dari selat panjang, Kabupaten kepulauan Meranti, Riau ini menerobos memasuki halaman mapolres Inhil dan rubuh bersimbah darah. Menurut penjelasan saksi, aksi yang belum diketahui penyebabnya ini dilakukan Tarmiji di dalam kamar kecil di kantin yang keberadaannya berseberangan dengan kantor mapolres Inhil.

“orangtu sekira pukul 11.00 Wib duduk dan memesan segelas kopi. Tidak berselang lama dia ke belakang dan masuk ke kamar mandi. Kita tidak curiga karena memang biasa pengunjung kantin kita numpang buang air kecil,” Ucap Yuniarti (47) dan rekannya Martini (27) pelayan kantin yang sempat dimintai komfirmasi, Senin (2/1)

Menurut keterangan saksi, tidak berselang lama mereka curiga melihat ada cairan merah merembes keluar dari kamar kecil.”kamar kecil itu tidak jauh dari tempat kita biasa bekerja mempersiapkan masakan dan berbagai panganan di kantin. Begitu melihat cairan merah yang kita curigai adalah darah dan mengalir dalam jumlah yang cukup banyak kitapun kaget. Apalgi setlah yakin cairan merah itu adalah darah saya langsung berteriak,” Ujarnya.

Setelah pelayan berteriak. Terlihat Tarmiji keluar dari kamar kecil dan ditangannya masih menggenggam pisau dapur yang kita ketahui adalah pisau milik kantin.” Begitu keluar, Tarmiji dengan tubuh bersimbah darah melangkah sempoyongan lalu menyeberang jalan menuju kantor polisi dan masuk kehalaman lalu rubuh bersimbah darah dalam posisi terlentang tidak jauh dari tiang bendera halaman kantor polisi itu,”Ujarnya menjelaskan.

Begitu mendapati Tarmiji rubuh bersimbah darah, petugas langsung melarikannya ke RSUD Puri Husada agar mendapatkan pertolongan.

“sampai saat ini apa motipnya belum kita ketahui. namun  melalui HP korban yang diamankan kepolisian bahwa tarmizi sebelum melakukan aksi nekad tersebut telah menghubungi keluarganya dengan mengirimkan sms yang berbunyi bahwa dia akan mati dan minta telpon polres.”Ujar Paur Humas Polres Inhil, Azhari ketika dikomfirmasi wartawan.

Sampai berita ini diturunkan, korban masih dirawat diruang ICU RSUD Puri Husada setelah sebelumnnya dilakukan operasi akibat dua tusukan dibagian perut dan satu  dibagian leher yang dilakukan sendiri olehnya (fsl)