Terkait Pembahasan KUA PPAS, Dewan Terjunkan Tim Kelapangan

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Wakil Ketua DPRD Inhil, H Muslimin mengatakan, terkait dengan pembahasan KUA PPAS yang sedang dilakukan, Dewan telah membentuk lima tim yang masing-masingnya beranggotan 8 – 9 orang untuk langsung turun kelapangan guna melakukan pemeriksaan atas program yang diusulkan di dalam KUA PPAS.

 

“Kita telah turunkan tim kelapangan bersama-sama dengan SKPD terkait untuk mengecek secara langsung. Hal ini untuk memastikan apakah program yang diusulkan oleh SKPD tersebut sudah benar-benar menjadi prioritas atau tidak,” kata politisi Partai Bintang Repormasi (PBR) saat ditemui dikantor DPRD Inhil, Kamis, (12/1).

 

Hasil yang diperoleh nantinya akan menjadi bahan evalusi dewan dalam pembahasan selanjutnya, termasuk pembahasan RAPBD Inhil 2012 ini. Selama ini melalui kegiatan Musrenbang yang setiap tahunnya diselenggarakan jelas ditujukan untuk menyerap secara langsung program prioritas yang dibutuhkan oleh masyarakat. Ditambah lagi dengan reses yang dilakukan setiap anggota pada dapilnya masing-masing juga banayk menyerap aspirasi masyarakat.

 

“makanya kita sangat berharap program yang diusulkan oleh masing-masing SKPD memang berdasarkan hasil Musrenbang yang nantinya akan kita sharing dengan hasil reses yang dilaksanakan. Sehingga APBD yang dihasilkan memang benar-benar sesuai dengan keinginan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan tingkat kehidupan masyarakat kita,” jelasnya.

 

Masih menurutnya, sesuai dengan Rancangan Program Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Inhil, sector-sektor yang menjadi fokus menyangkut dengan tiga hal yakni pemberantasan Kemiskinan, Kebodohan dan Infrastruktur. Oleh sebab itu, meskinya usulan program yang disampaiakan oleh pihak eksekutif harus bersentuhan dengan tiga sektor tersebut.

 

“RPJM adalah acuan kita dalam melaksanakan berbagai program pembangunan di Inhil. Oleh sebab itu, kita harus mengacu kesana, sehingga sasaran yang ingin kita capai bisa terwujud,” pungkasnya. (Suf)




TEMUKAN CEK MILYARAN RUPIAH. HATI-HATI ANDA MASUK DALAM SKENARIO PENIPUAN.

TEMBILAHAN (WWW.DETIKRIAU.WORDPRESS.COM) – Menemukan selembar Cek plus surat berharga bernilai milyaran rupiah tentu membuat jantung siapapun berdegup kencang. Tapi jangan gembira dulu, saat itu, mungkin anda sedang masuk dalam skenario penipuan model baru yang kini mulai ditemui di Kota Tembilahan.

Menurut penjelasan Ridwan (46) seorang warga Tembilahan, pagi itu ia menemukan sebuah amplop berwarna coklat terbungkus plastik bening dalam kondisi sangat rapi tepat diluar pekarangan rumahnya. Ketika di buka, iapun kaget ternyata didalamnya terdapat selembar cek bank BRI cabang Manokwari senilai Rp. 4,7 Milyar plus selembar Surat Izin Usaha Perdagangan SIUP Besar atas nama PT. Mico Graha Pavindo dengan jumlah harta kekayaan tertulis milyaran pula. Hatinyapun bertambah berbunga-bunga, didalam lembaran SIUP juga tertera nama Direktur Utama, Lumaksono Tri Sarjono.SH plus nomor Handphone yang tercetak dengan jelas.

“Karena ini penemuan sangat berharga dan tentu pemiliknya merasa sangat kehilangan sayapun langsung menelpon nomor HP tersebut dan begitu saya kabarkan saya menemukan beberapa surat berharga tersebut, lawan bicara sayapun dengan nada suara tergagap-gagap seperti orang yang sangat kegembiraan berkali-kali mengucapkan terimakasih.”Cerita Ridwan ketika bertemu Www.detikriau.wordpress.com di sebuah kantin jalan Kartini, Tembilahan, Kamis (12/1)

Dikisahkan Ridwan selanjutnya, lawan bicaranya yang membenarkan bahwa dirinya bernama Lumaksono Tri Sarjono.SH, sebagai Dirut PT.MGV mengatakan akan memberikan imbalan sebagai tanda ucapan terimakasih senilai Rp. 100 juta. Rp. 20 juta akan ditranfer melalui ATM dan sisanya akan diberikannya langsung saat mengambil surat-surat berharga tersebut lalu meminta alamat kediaman Ridwan, nomor rekening serta meminta Ridwan untuk segera menuju ATM.

Pengakuan Ridwan kemudian, Saat ia sedang memasang sepatu untuk menuju ke ATM, entah kenapa tiba-tiba saja pikirannya merasa ada sesuatu yang aneh. Lantas ia memperhatikan secara lebih teliti kedua lembar surat yang menurutnya sangat berharga itu. Dilembaran keras SIUP yang tertera tulisan Asli serta selembar cek Bank BRI cabang Manokwari tersebut ia menilai kualitas cetakan dan bahan kertasnya terlihat sangat murahan dan hatinyapun mulai merasa ada yang tidak beres.

“Saya kemudian batal mengenakan sepatu dan langsung menuju ke meja kerja serta menghidupkan komputer untuk sekedar mencari jawaban di internet atas perasaan curiga saya. Syukurlah, begitu saya ketik nama perusahaan tersebut di perambah Google, saya menemukan sebuah artikel yang sangat mirip kejadiannya dengan apa yang saya alami saat ini. Ternyata sipenulis memaparkan pengalaman seorang sumber yang termakan jebakan penipuan,”Tutup Ridwan sambil meminta Www.detikriau.wordpress.com mempublikasikan hal ini agar tidak ada yang masuk dalam perangkap penipuan gaya baru di tembilahan ini.

Apa yang dialami Ridwan memang terbilang sesuatu hal yang baru ditemui di Kota Tembilahan walaupun akal-akalan seperti ini sesungguhnya bukanlah barang baru. Sekira tahun 2009 lalu, dibeberapa kota di pulau jawa trik seperti inipun banyak merebak dan sempat memperdaya beberapa orang korban yang harus kehilangan uang puluhan juta rupiah.

Skenarionya, saat sipenemu barang tersebut menghubungi, lawan bicara langsung berpura-pura gembira dan kemudian berjanji akan memberikan imbalan dengan jumlah yang cukup membuat hati berdebar-debar.  Kemudian calon korbanpun langsung diminta untuk menuju ke mesin ATM yang katanya saat itu juga akan dikirimkan sejumlah uang sebagai bentuk pembayaran awal atas rasa terimakasihnya. Entah bagaimana caranya, saat melakukan transaksi melalui mesin ATM tersebut, sipenemu barang bukannya menerima imbalan malah ia melakukan transfer seluruh uang yang ada di rekeningnya kepada sipenipu.(fsl)




JAGO MERAH LALAP RUMAH WARGA DI RETEH

RETEH (www.detikriau.wordpress.com) – Sedikitnya 4 unit rumah di Jalan Simpang Raya Parit 13 Desa Pulau Kecil Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir, ludes dilalap jago merah Rabu, (11/1) dinihari. Walau peristiwa kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa tapi kerugian ditaksir mencapai Rp. 200 juta  lebih.

Berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber dilapangan, peristiwa kebakaran mulai diketahui masyarakat yang sebahagian besar sudah mulai terlelap  saat ada teriakan keras dari salah seorang warga yang membuat masyarakat terbangun dan berhamburan keluar rumah dan begitu melihat kobaran api yang sudah membesar, masyarakatpun berbondong-bondong berdatangan dan berusaha memberikan pertolongan.

Pemadaman api yang berkobar cukup besar malam itu dilakukan warga dengan cara manual. Warga bersama sama mengambil air menggunakan ember dan berbagai peralatan seadanya. Lokasi kebakaran itu merupakan rumah padat penduduk yang rata rata berbahan kayu.

“Tidak kurang dari 50 orang warga masyarakat terlihat bergotong royong dengan menggunakan alat seadanya, karena disana tidak ada Damkar, sekitar sejam kemudian api bisa dipadamkan,” ujar Bujang (44) salah seorang warga.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.Msi melalui Kapolsek Reteh AKP Sangkut Suryadi Ningrat, Rabu (11/1) membenarkan adanya kejadian yang mengakibatkan 4 unit rumah rata dengan tanah, dan 1 unit rumah lainnya terpaksa dirubuhkan untuk memutus jalur api agar tidak menyambar ke bangunan lainnya.

Untuk penyebab kebakaran menurut Kapolsek Reteh, sampai saat ini masih dalam penyidikan, namun sumber api dari keetrangan beberapa saksi berasal dari rumah yang dihuni oleh Irum (45). Keempat unit rumah 4 unit rumah yang rata tanah diantaranya milik Irum (45), rumah Bahar (36), rumah Syamsudin  (65) dan terakhir rumah H. Sampena (55). Sedangkan untuk 1 unit rumah yang dirobohkan oleh warga agar api tidak menjalar adalah milik  Syarkawi (50).

“Pasca terjadi kebakaran, untuk warga yang sudah tidak memiliki rumah, sementara mereka tinggal dirumah keluarganya, sambil menunggu jika ada bantuan dari dinas terkait,” jelas Kapolsek.(fsl)




WARGA KELURAHAN SUNGAI PERAK DITEMUKAN MENGAPUNG DI BAWAH JEMBATAN RUMBAI JAYA.

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) — Warga Desa Rumbai Jaya, Kecamatan Tempuling sekira pukul 17.25 Wib, Selasa (10/1) mendadak heboh. Kegaduhan ini disebabkan ditemukannya sesosok mayat laki-laki mengapung dan tersangkut di perairan sungai indragiri tepat dibawah jembatan rumbai jaya. Diduga pria kelahiran tahun 1990 ini tewas akibat pembunuhan.

Berdasarkan laporan pihak kepolisian, korban diketahui bernama Halim, Warga Parit V Kelurahan Sungai Perak Kecamatan Tembilahan.

“Identitas korban kita ketahui berdasarkan KTP yang kita temui disaku celananya. Kita juga sudah menginformasikan keberadaan korban kepada pihak keluarga berdasarkan alamat yang tertera di dalam KTP tersebut.”Jelas Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan melalui Paur Humas Polres Inhil, Iptu Zahari saat dikomfirmasi wartwawan. Rabu (11/1).

Berdasarkan hasil visum, ditubuh korban bagian kepala ditemukan luka bekas pukulan benda tumpul serta luka kecil pada bagian lengan. Korban diperkirakan meninggal hanya beberapa jam sebelum ditemukan.

“Berdasarkan hasil visum mungkin saja korban meninggal akibat tindak kekerasan. pihak kepolisian masih lakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap kasus ini,” Pungkas Iptu Zahari.(fsl)




MESKI DILIPUTI RASA WAS-WAS, AKTIFITAS BERJALAN NORMAL

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Meskipun dua hari sebelumnya lokasi parkir air mancur jalan jendral sudirman sempat terjadi pertarungan yang menelan satu korban jiwa, walau terbilang agak sepi, aktifitas sudah berjalan seperti hari-hari sebelumnya. Pedagang dan Petugas parkir mengaku tidak punya pilihan karena ini pekerjaan mereka satu-satunya.

“Kita tak ada pilihan bang, ini satu-satunya pekerjaan yang bisa saya lakukan untuk mendapatkan rezky. Lagipula kita merasa cukup aman karena sejak kemaren petugas kepolisian tetap melakukan penjagaan,”Ungkap Rafles, salah seorang petugas parkir yang sempat ditemui Www.detikriau.wordpress.com, Selasa (10/1).

Rafles mengakui bahwa ia mulai ikut menjadi petugas parkir sejak 1,5 bulan yang lalu.”Kita bekerja kelompok bang, setiap harinya ada lima orang petugas parkir dan kita bekerja untuk mendapatkan gaji,”Jelas pemuda yang mengaku saat ini sudah tidak bersekolah .

Apa yang diungkapkan Rafles juga tidak jauh berbeda dengan apa yang diungkapkan seorang pedagang kaki lima dilokasi parkiran itu, diakuinya meskipun ada rasa was-was tapi dirinya tetap harus menjalankan aktifitas sebagai pedagang untuk mendapatkan rezky.” Kita hanya orang kaki lima bang, tidak bekerja berarti tidak ada penghasilan. Kita akui pasti ada rasa was-was, tapi kita tak punya pilihan,”Ungkap Pria yang tidak bersedia namanya dipublikasikan ini saat dimintai keterangan. Selasa (10/1).

Dari pantauan, walaupun jumlah kendaraan yang  memarkirkan kendaraan dilokasi ini agak sepi dari hari-hari biasa tapi secara umum aktifitas sudah berjalan dengan normal. Diseputaran lokasi parkiran terlihat puluhan petugas masih melakukan penjagaan. (fsl)




ANTISIPASI BENTROKAN ULANG, POLRES TETAP LAKUKAN PENJAGAAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Pasca kerusuhan berdarah dilapangan parkir air mancur Jalan Jendral Sudirman Tembilahan, Ahad (8/1), sampai hari ini Polres Indragiri Hilir tetap mensiagakan personilnya guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan ulang. Diakui, sejauh ini kepolisian sudah melakukan pemeriksaan kepada beberapa orang saksi.

 

“Usai bentrokan, kita segera lakukan sterilisasi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hal ini kita lakukan guna antisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan ulang.”Ungkap Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan melalui Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Inhil, Kompol Yuniar Ari Didampingi Paur Humas Polres Inhil Iptu Zahari ketika ditemui Harian Pagi Vokal diruang kerjanya, Selasa (10/1).

 

Dijelaskan Kabag Ops, saat ini polres Inhil juga mensiagakan personilnya dibeberapa lokasi. Jumlah petugas disesuaikan dengan penilaian tingkat kerawanan.” Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada, Tembilahan yang saat ini masih dirawat 2 korban dari pertikaian berdarah itu, disiagakan 25 orang petugas kepolisian. Rumah Sakit Indragiri Jalan Trimas, 1 orang korban masih dirawat, disiagakan 10 orang petugas. Termasuk di TKP, sampai hari ini kita juga masih lakukan penjagaan.”Jelas Kabag Ops

 

Dijelaskan lagi oleh Kabag Ops, pihak kepolisian saat ini juga terus  lakukan pantauan dibeberapa pintu masuk ke kota Tembilahan terutama dilokasi pelabuhan. Hal ini dilakukan karena sebelumnya ada informasi yang berkembang dimasyarakat tentang akan adanya rencana serangan balik dari pihak keluarga korban yang datang dari daerah. Prosesi pemakaman salah satu korban kemaren, senin (9/1), juga tidak luput dari  pengawalan petugas  termasuk tempat yang dicurigai dapat dijadikan lokasi berkumpul untuk melakukan perundingan, serta rumah-rumah kediaman kedua kelompok yang bertikai.

 

“Disamping petugas-petugas yang telah disiagakan dibeberapa lokasi diatas, kita juga persiapkan 60 orang personil di Mapolres untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk apabila diperlukan tambahan personil dalam jumlah besar,”Terang Kabag Ops.

 

Ketika disinggung apakah sejauh ini pihak kepolisian sudah ada lakukan pemeriksaan saksi, hal ini dibenarkan. hanya saja, pihak kepolisian belum bersedia mempublikasikan.”Benar, kita sudah mintakan keterangan kepada beberapa orang saksi termasuk sebelumnya kita juga sudah lakukan gelar perkara untuk menilai bukti-bukti dan berkas yang kita miliki, tapi untuk saat ini belum bisa kita publikasikan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat .” Pungkas Kabang Ops sambil meminta ma’af. (fsl)