PANEL OUT GOING TIGA BINTANG TERBAKAR. PASOKAN LISTRIK TERPUTUS.

gambar ilustrasi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sedikitnya sebanyak 5 kali sejak siang hingga malam hari, rabu (25/1) pasokan listrik kerumah-rumah pelanggan PLN Ranting Tembilahan terputus secara mendadak. Walau disebahagian tempat terputusanya pasokan listrik tidak dalam waktu lama, kondisi ini sempat membuat warga kesal karena khawatir putusnya pasokan listrik mendadak secara berulang-ulang ini akan menimbulkan kerusakan peralatan elektronik milik mereka.

“Putusnya pasokan listrik secara mendadak dan berulang beberapa kali ini tentunya membuat kita cukup kesal. Walaupun waktu padamnya terbilang tidak berapa lama, tapi yang saya takutkan kondisi seperti ini akan mengakibatkan kerusakan peralatan elektronik dirumah saya,”Ungkap Yadi, warga jalan Batang Tuaka kepada Vokal sambil mengatakan bahwa kejadian serupa beberapa waktu lalu sempat merusakkan mesin lemari pendingin miliknya. Kamis (26/1)

Menurut penilaian Yadi, apapun alasannya, seharusnya kalau ada kerusakan harta benda milik pelanggan, secara aturan tentunya pihak PLN harus bertanggungjawab.”Tapi ya kita mau bicara apa bang. Sebagai pelanggan, kesannya selama ini kita hanya dituntut untuk memenuhi kewajiban sementara hak-hak kita yang mengikat sebagai konsumen seenaknya mereka abaikan,”Keluh Yadi.

Iwan, seorang pelanggan PLN jalan H.Abdul Manaf juga melontarkan kekesalan yang cukup mendasar. Ia berharap agar PLN ranting Tembilahan dapat bekerja lebih professional.”Memang saya akui, beberapa waktu belakangan ini pasokan listrik kerumah pelanggan sudah terbilang bagus jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya. Hanya saja, sebagai pelanggan, memberikan pasokan listrik memang kewajiban dari PLN sebagai konsekwensi atas pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan. Jadi tak ada istilah pelanggan diminta untuk mengerti. Yang jelas, walau sudah cukup bagus tapi saya berharap agar PLN dapat bekerja lebih professional,”Ujarnya.

Terkait permasalahan ini, Manajer PLN Ranting Tembilahan, Desrilnaldi ketika dikomfirmasi wartawan melalui sambungan telepon selularnya menjelaskan bahwa bahwa terputusnya pasokan listrik kerumah pelanggan secara mendadak ini disebabkan Panel Out Going mesin sewa milik Tiga Bintang terbakar.

“Untuk perbaikan sementara, kita sudah turunkan tim tehnisi kita dari Tembilahan. Saya sudah hubungi tehnisi mereka dan insyaallah hari ini (kamis, 26/1) mereka sudah tiba di Tembilahan. Untuk perbaikan secara menyeluruh, tentunya mereka yang lebih mengetahui. Namun untuk mempercepat, tehnisis kita juga siap untuk membantu,”Jawab Desril sambil menerangkan kalu kerusakan ini terlambat diperbaiki dikhawatirkan PLN Ranting Tembilahan akan kembali mengalami kekurangan pasokan daya kepada pelanggan. (fsl)




POLRES INHIL AKAN SIKAT ANGGOTA NAKAL

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) —  Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan melalui Wakapolres Inhil, Kompol Imran Amir bertekad untuk membersihkan seluruh oknum anggota nakal dari jajaran Polres Inhil. Untuk itu ia sangat berharap kerjasama masyarakat untuk memberikan informasi.

“Ulah tiga oknum anggota kita yang tersangkut masalah psikotropika ini tentunya memberi catatan buruk ditubuh kepolisian. Untuk anggota seperti ini, saya tidak akan pandang bulu.” Ungkap Wakapolres saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (26/1).

Diakui Wakpolres, dari 800an jumlah personil di satuan Polres Inhil menurutnya tentu tidak semua baik.”Makanya kita sangat berharap kerjasama dari masyarakat. Kalau ada masyarakat yang melihat personil kita yang nakal, segera informasi kepada kita. Kita akan tindak dengan tegas dan berikan sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.”ujar Wakapolres berharap.

Ketika dipertanyakan Vokal apa sanksi untuk tiga anggota polres terkait masalah psikotropika ini. Wakapolres mengatakan prosesnya tetap sesuai ketentuan perundang-undangan.”Untuk kasus ini, tentu pidananya yang dulu kita majukan. Setelah ia selesai menjalani hukuman, baru kita lanjutkan melaui proses sidang di Komisi Kode Etik (KKE). Sanksi terberatnya adalah pemecatan dari keanggotaan. Ini tidak ada tawar menawar karena sudah menjadi komitmen dari Polri,”Jawab Wakapolres dengan nada tegas.(fsl)




ASYIK NYABU, 3 ANGGOTA POLRES INHIL DAN 2 WARGA SIPIL DICIDUK

Gambar Ilustrasi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tiga oknum anggota polres Inhil berinisial SL (38), BL (29) dan DM (22) berhasil diringkus satuan Polres Inhil saat asyik menikmati psikotropika jenis sabu-sabu, Selasa malam (24/1) di TKP rumah kediaman SL, Jalan Serumpun Kelurahan Pekan Arba Kecamatan Tembilahan. Dalam pegrebekan ini, 1 warga sipil yang juga berada di TKP berinisial ZE (34) serta 1 mantan anggota DPRD Inhil, HR (41) ikut diamankan.

Menurut Kapolres Inhil, AKBP, Dedi Rahman Dayan melalui Wakapolres, Kompol Imran Amir, strategi pelaksanaan pegrebekan sudah direncanakan beberapa hari sebelumnya.”Informasi yang kita terima dari masyarakat kita tindaklanjuti. Kita kirim petugas kita untuk lakukan pantauan di TKP, kemudian barulah kita susun strategi pegrebekan tersebut. Kita akui, proses pengrebekan membutuhkan waktu cukup lama ( sekira pukul 23.00WIB s/d pukul 02.00 WIB) karena TSK sempat melakukan perlawanan,” Ungkap Wakapolres, Kompol Imran Amir didampingi Kabag Ops Polres Inhil, Kompol Yuniar Ari, Kasad Narkoba, AKP Olalupa serta Paur Humas, Iptu Zahari saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (26/1).

Dalam pegrebekan itu, Petugas berhasil mengamankan beberapa barang bukti berupa, 5 buah HP, 1 buah Black Bary, 2 Laptop, 1 Notebook, 1 buah tas yang berisi: 2 buah tabung kaca, 1 timbangan digital kecil, 1 pak plastik pembungkus kecil, 1 buah mesin hitung, 1 buah gunting dan satu set alat isap sabu yakni; 1 buah pipet/sedotan, 1 buah pancis gas, 1 botol spiritus, 2 paket kecil psikotropika jenis sabu-sabu, serta 1 tabung kecil air sabu.

Dijelaskan Wakapolres, SL diduga berprofesi sebagai pengedar. Ia bertugas di Polsek  Pulau Burung Kecamatan Kateman dan dalam proses PTDH serta sudah tidak masuk kantor sejak bulan September 2011 yang lalu. Sementara dua oknum anggota lainnya, bertugas disatuan Polres Inhil.”Kita duga sabu-sabu ini dipasok dari Kepulauan Batam dan Pekanbaru. Ketiga-tiganya termasuk 2 orang warga sipil lainnya sudah kita amankan ditahanan Mapolres Inhil.”Pungkas Wakapolres. (fsl)




DPW FPI Akan Surati Bupati Inhil, Warung Internet Disinyalir Jadi Tempat Mesum

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) -Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Indragiri Hilir meminta Pemerintah Kabupaten Inhil melakukan
pengawasan terhadap sejumlah warung internet di kota Tembilahan yang
diduga telah menjadi ajang tempat mesum.

Untuk itu DPW FPI Inhil akan menyurati Pemkab dalam hal ini
Bupati Inhil agar dapat menyikapi permasalahan ini dan melakukan
pengawasan terhadap fenomena yang dapat merusak moral generasi muda ini.

“Selain mengenai masalah perkembangan sejumlah warnet di kota
Tembilahan yang diduga menjadi ajang mesum, DPW FPI Inhil juga
menyampaikan sikap kepada Pemkab Inhil agar menyikapi serius beberapa
permasalahan yang menjadi kepentingan publik di Inhil,” ungkap Ketua
Tanfiz DPW FPI Inhil, Asmadi Dubli didampingi Ketua Dewan Syuro, HM
Ali Azhar kepada wartawan, baru-baru ini.

FPI juga meminta Pemkab Inhil dapat melakukan pengawasan beberapa persoalan masyarakat lainnya.


“Kita juga meminta Pemkab Inhil untuk segera memfungsikan keberadaan Terminal
Bandar Laksamana Indragiri dan angkutan barang di Parit 8 Tembilahan
Hulu, karena selama ini keberadaan mobil penumpang dan barang yang beraktifitas di sembarang tempat di dalam kota berpotensi mengganggu para pengguna jalan
lainnya,” sebut Asmadi.

Pemkab Inhil juga diharapkan dapat menata para pedagang agar lebih
tertib dan teratur, sehingga tidak memanfaatkan fasilitas pedestrian
(buat pejalan kaki.red) sebagai lokasi berjualan. Selain mengganggu juga
membahayakan pengguna jalan.

“Kita minta juga Pemkab Inhil dapat membuat Perda tentang pengaturan
waktu membunyikan kaset bagi penangkaran sarang walet, yakni dimatikan
sejak pukul 17.45 WIB menjelang Maghrib sampai pagi. Karena kalau
dibunyikan saat itu mengganggu warga yang akan beristirahat dan
beribadah.

Alangkah lebih baiknya, kalau para penangkar walet dapat menghentikan
membunyikan kaset bunyi walet saat memasuki waktu shalat lima waktu.

“Itulah diantara beberapa point yang perlu disampaikan DPW FPI Inhil
kepada Pemkab Inhil, agar dapat disikapi secara arif  demi
kepentingan warga,” tandas Asmadi.

Surat himbauan kepada Bupati Inhil ini juga ditembuskan kepada
Kapolres Inhil, Satpol PP, Kesbang Pol Inhil, DPRD Inhil,
Dishubkominfo Inhil dan Disperindag Inhil. (Suf)




Kondisi Jembatan Desa Bakau Aceh Memprihatinkan

gambar ilustrasi jembatan rusak

TEMBILAHAN(www.detikriau.org) – Kondisi jembatan beton yang ada di Desa Bakau Acek di Kecamatan Mandah setahun belakangan ini sangat memprihatinkan. Padahal keberadaan jembatan tersebut sangat penting, karena menjadi penghubung antara Desa Bakau Aceh  dengan Dusun Saba dan beberapa dusun lainnya.

 

Apalagi keberadaan jembatan dengan panjang 40×2 meter selain digunakan oleh masyarakat sebagai aktivitas sebagai sarana penghubung, juga ramai digunakan oleh sekolah. Sebab hanya di desa Bakau Aceh ada bangunan sekolah SMP dan SD bagi anak untuk menuntut ilmu di kawasan tersebut.

 

“Jadi siapapun yang ingin sekolah ke Desa Bakau Aceh baik SD dan juga SMP harus melewati jembatan tersebut. Tapi belakangan ini kondisi jembatan cukup memprihatinkan,” kata H Awandi A.Ma anggota DPRD Inhil dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari Dapil tersebut, baru-baru ini.

 

Oleh sebab itu,demi kelancaran dan keamanan terutama untuk anak sekolah, makanya warga sangat mengharapkan pembangunan jembatan baru dilokasi yang ada sekarang. Sebab jangan sampai, anak sekolah  jadi terhambat dalam menuntut ilmu, hanya karena persoalan jembatan rusak atau ambruk.

 

“Kita berharap kepada Pemkab Inhil dapat memprioritaskan pembangunan jembatan beton untuk desa Bakau Aceh Kecamatan mandah dalam rangka memudahkan aktivitas warga terutama untuk anak sekolah,” katanya lagi. (Suf)





BENTROKAN AIR MANCUR, POLISI TETAPKAN 2 TSK

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kasus perkelahian perebutan lapangan parkir air mancur jalan jendral Sudirman sampai hari ini masih terus dilakukan penyelidikan oleh pihak Polres Inhil. Setakat ini, pihak kepolisian sudah tetapkan 2 orang tersangka.

“Ya, terkait kasus ini kita sudah tetapkan 2 orang TSK. Satu TSK berinisial IW yang kita duga telah melakukan penyerangan dengan korban HS, sedangkan TSK lainnya berinisial AM kita duga dia yang menyebabkan SN meninggal dunia.”Terang Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman dayan melalui Wakapolres Inhil, Kompol Imran Amir ketika ditemui Vokal di ruang kerjanya, Selasa (24/1).

Dijelaskan Wakapolres, setelah melakukan perawatan dirumah sakit, kedua TSK langsung dibawa ke Mapolres Inhil untuk dimintai keterangan. “Kita juga sudah kirimkan sampel darah yang melekat pada senjata TSK ke Laboratorium kepolisian di Medan dan hasilnya kita nilai identik. Saat ini kedua TSK sudah kita lakukan penahanan dan kita amankan di tahanan mapolres Inhil.”Ujar Wakapolres.

Ketika disinggung apakah masih mungkin ada TSK lainnya, wakapolres menjawab semua tergantung hasil penyelidikan.” Saat ini penyelidikan kita masih fokus masalah penyebab awal terjadinya perkelahian. Mungkin-mungkin saja nanti ada TSK lainnya. Tapi ya semua tergantung dari hasil penyelidikan kita,”PungkasWakapolres.

Perkelahian berdarah yang diduga akibat perebutan lahan parkir ini terjadi pada 9 januari yang lalu. Dalam pertikaian saat itu sedikitnya menimbulkan 4 orang korban.  3 korban mengalami luka berat dan terpaksa harus mendapatkan perawatan serius di rumah sakit. 1 korban akhirnya menghembuskan napas beberapa jam setelah kejadian dirumah sakit Puri Husada Tembilahan akibat luka robek pada bagian perut yang dialaminya. (fsl)